20201031

Kebaktian Doa, Sabtu 31 Oktober 2020 Pdt. Bernard Legontu

Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Yohanes 8:37-40

8:37 "Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu.

8:38 Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu."

8:39 Jawab mereka kepada-Nya: "Bapa kami ialah Abraham." Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham.

8:40 Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham.

 

Yesus pernah mengatakan bahwa BapaNya adalah Allah. Kemudian orang-orang Yahudi ini juga mengatakan hal yang sama. Ketika Yesus mengatakan bahwa Allah adalah BapaNya, mereka malah berbalik mau membunuh Yesus. Tetapi di sini mereka sendiri mengatakan mereka bukan anak dari zinah tetapi anak Allah. Syukur dan puji kalau hal seperti itu menjadi kenyataan.

 

Kemudian Yesus beralih mengatakan mereka adalah keturunan Abraham tetapi mereka berusaha untuk membunuh Yesus karena Firman Tuhan tidak beroleh tempat di dalam mereka. Mengapa hal ini bisa terjadi jika mereka benar-benar adalah keturunan Abraham. Pada ayat 38 Yesus sudah menyindir sebab bapa mereka adalah iblis.

Yohanes 8:44

8:44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

 

Jadi dari Anak Abraham kemudian berpindah tangan kepada tangan iblis. Sebenarnya Yesus tidak mau terjadi hal seperti ini. Tetapi jika hal ini terjadi, faktor pertamanya ada pada ayat 37 tadi bahwa karena Firman Tuhan tidak menetap pada mereka.

Yohanes 8:37

8:37 "Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu.

 

Kalau Firman tidak saya beri sarana tinggal dalam diri saya dan bertempat tinggal dalam hidup serta hati saya atau saya bersekutu erat dengan Firman, maka jalurnya sudah lain. Akhirnya jalur itu satu saat menjadi kenyataan bahwa hidup itu adalah anak iblis. Keras bahasa Firman Tuhan ini. Olehnya jika hal ini kita upayakan untuk tidak seperti itu, maka buka hati lebar-lebar agar Firman beroleh tempat dalam kehidupan saudara. Contohnya adalah sidang jemaat Korintus. Ini suatu teguran yang tandas oleh Tuhan melalui rasul Paulus kepada jemaat Korintus.

 

II Korintus 6:11

6:11 Hai orang Korintus! Kami telah berbicara terus terang kepada kamu, hati kami terbuka lebar-lebar bagi kamu.

 

Yang berkata ini adalah rasul Paulus yang sering dikritik oleh orang Korintus. Sehingga rasul Paulus katakan “mana kamu mau, aku datang dengan cambuk atau dengan lembut”. Bahasa kasarnya “jangan gara-gara saya! Saya bisa datang dengan cambuk”. Ini terjadi 2000 tahun yang lampau dan di kitab Nehemia juga ada hamba Tuhan seperti itu. Sampai Nehemia mencabut rambut dan janggut mereka. Mengapa? Sebab terjadi kawin campur bangsa Israel dengan orang asdot, bangsa asing. Sehingga anak mereka tidak tahu lagi bahasa Ibrani. Artinya perkataan mereka bukan lagi warna rohani tetapi warna dunia.

 

Hamba Tuhan itu adalah perpanjangan tangan Allah di atas bumi yang diutus untuk melayani sidang jemaat. Yang bicara ini adalah rasul, apostolos, ambasador atau duta besar dari sorga. Di Tentana ada utusan Tuhan, ada apostolos, berarti ada Firman pengajaran. Saya bukan rasul, saya seorang gembala, tetapi semuanya menyuarakan Firman.

 

II Korintus 6:12

6:12 Dan bagi kamu ada tempat yang luas dalam hati kami, tetapi bagi kami hanya tersedia tempat yang sempit di dalam hati kamu.

 

Semoga jemaat Kristus Penebus di Tentana tidak seperti itu. Kalau hati sempit, bagaimana Firman bisa bergerak. Bagaimana Firman bisa bebas menggarap keidupan kita kalau Firman itu kita kungkung, kita tekan, kita berupaya supaya suara Firman itu diredam. Yang mestinya suara daging yang kita hancurkan dan kita redam, namun malah suara Firman yang diredam.

 

Orang Korintus ini kikir. Semoga kita tidak seperti ini. Kita ambil ini sebagai pelajaran supaya kita tidak mengambil sikap orang Korintus. Tetapi mari kita ambil sikapnya Tuhan yang didrop oleh Tuhan melalui ambasadorNya yaitu hamba-hamba Tuhan. Tidak heran, karena keadaan seperti ini maka Paulus tampil kemanusiaannya dan berkata “kamu jangan gara-gara saya!”. Rasul Paulus ini kecil, tetapi dia pemberani, dia yang mengepalai orang-orang yang mau merajam batu Stefanus. Jubah orang yang merajam batu itu diletakan di kaki Paulus. Puji Tuhan, orang yang tadinya pemberani secara daging, dirubah menjadi pemberani secara rohani, jadi bukan lagi daging.

Syukur dan puji kalau kita mengambil sifat rasul Paulus. Utamanya saya, harus selalu lapang hati terhadap sidang jemaat. Dan harus timbal balik.

II Korintus 6:13

6:13 Maka sekarang, supaya timbal balik -- aku berkata seperti kepada anak-anakku --: Bukalah hati kamu selebar-lebarnya!

 

Jemaat diposisikan oleh Paulus seperti anak-anaknya. Berarti Paulus ini mengambil posisi Tuhan! Tuhan katakan kita ini adalah anak-anak Kerajaan.

II Korintus 6:14,17-18

6:14 Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?

6:17 Sebab itu:  Keluarlah kamu dari antara mereka,  dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan,  dan janganlah menjamah apa yang najis,  maka Aku akan menerima kamu.

6:18 Dan Aku akan menjadi Bapamu,  dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan  demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa."

 

Tuhan memposisikan umat Tuhan sebagai anak laki-laki dan anak perempuan. Yesus teladan, dia mengerjakan apa yang Dia lihat dan dengar dari Bapa. Orang Yahudi mengatakan bapa mereka adalah Allah. Sekarang kalau benar mereka adalah anak Allah, maka Yesus memberikan teladan sebagai Anak Allah, bagaimana Dia melakukan pekerjaan seperti yang Dia dengar dan lihat dari Bapa. Kalau benar mereka Anak Allah, mengapa mereka tidak melakukan seperti yang Allah Bapa lakukan.

Yohanes 8:41

8:41 Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri." Jawab mereka: "Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah."

 

Yesus Anak Allah dan Dia ikuti apa yang Dia dengar dan lihat dari Bapa. Kemudian mereka mengaku lagi sebagai anak Abraham dan itu Yesus akui. Tetapi apa yang dilakukan oleh Abraham tidak mereka lakukan malah mereka membunuh Yesus. Ketika mereka berdebat terus, maka Yesus berkata “Abraham ingin melihat hariKu dan Dia telah melihat hariKu”. Kemudian mereka berkata “usiaMu baru sekian tahun, masakan sudah melihat Abraham”. Mereka salah tanggap lagi. Inilah akibatnya kalau mengaku anak Abraham tetapi Firman tidak melekat pada dirinya, selalu mereka salah tanggap. Akhirnya Tuhan Yesus tidak segan lagi mengatakan bapamu adalah iblis, iblis pembohong dan pendusta.

 

Kejadian 12:1-3

12:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;

12:2 Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.

12:3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."

 

Lewat Tuhan Yesus, maka berkat Abraham ini mencapai seluruh dunia. Ayat 3 ini adalah nubuatan kedua di dalam Alkitab tentang datangnya Yesus. Jadi dalam diri Abraham sudah dinubuatkan harinya Yesus.

 

Ini nubuatan pertama tentang datangnya Yesus.

Kejadian 3:15

3:15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."

 

Ini nubuatan tentang kedatangan Yesus pada kali pertama dan diperlihatkan perseteruan di Golgota. Kalau kita gereja Tuhan memahami hal ini, kita tidak akan kena ragi orang Yahudi ini yang percaya tetapi tidak benar. Mengapa? Karena Firman tidak melekat pada mereka, mereka tidak mengerti. Mereka mengaku anak Abraham tetapi yang mereka lakukan bukan seperti yang dilakukan oleh Abraham. Bapa mereka adalah iblis dan mereka lakukan perbuatan bapa mereka yaitu iblis. Ini awasan bagi kita, begitu mudah bisa berpindah dari anak-anak Allah seketika bisa ada di tangan iblis dan berada pada jalur iblis.

 

Bukan berarti perjalanan Abraham ini mulus atau tidak ada gangguan. Ada gangguan, gangguannya luar biasa, pasal 12 ini saja dia menerima gangguan luar biasa. Tetapi karena dalam diri Abraham ada rencana Allah dan dia tetap dalam rencana Allah maka pembelaan Tuhan terang dan nyata dalam diri Abraham.

 

Dalam Kejadian pasal 12, di situlah panggilan Tuhan pertama kali kepada Abraham.

Kejadian 12:3

12:3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."

 

Lewat Yesus maka semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat. Abraham dijadikan jalur, lewat Ishak, Yakub dan lahirlah bangsa Yahudi. Dari bangsa Yahudi inilah datang keselamatan untuk umat manusia. Ini berkat yang dijanji oleh Tuhan kepada Abraham.

Kejadian 12:4

12:4 Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lot pun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran.

 

Abraham waktu itu sudah usia 75, Sara usia 65. Ishak lahir Abraham usia 100 dan Sara 90 tahun. Tetapi nenek Sara masih bisa gendong bayi walaupun usia 90. Itu karena bagi Tuhan tidak ada yang mustahil, sebab Tuhan sudah janji, dari sulbi Abraham akan datang berkat bagi seluruh dunia. Ketika Abraham katakan “biarlah hamba yang tua ini yaitu Eliazar menjadi pewaris”. Tuhan katakan “tidak, anak yang lahir dari sulbimu yang akan menjadi pewaris”.

 

Jangan sampai kita menimbulkan kesusahan dari diri kita sendiri.

Ayub 5:6-7

5:6 Karena bukan dari debu terbit bencana dan bukan dari tanah tumbuh kesusahan;

5:7 melainkan manusia menimbulkan kesusahan bagi dirinya, seperti bunga api berjolak tinggi.

 

Ini pernah dialami oleh Abraham. Karena Sara isterinya cantik, Abraham takut mau dibunuh dan isterinya diambil orang, akhirnya timbul bencana. Diambillah isterinya oleh Firaun. Karena orang lain provokasi “ada orang asing, isterinya cantik sekali” maka Firaun ambil. Tetapi karena dalam dirinya ada rencana Allah, walaupun sudah salah langkah, Tuhan tetap bela. Itu sebabnya jangan kita katakan seperti Ayub 5:6-7. Kesusahan itu dia timbulkan sendiri seperti bunga api berjolak tinggi, kalau tidak cepat Tuhan padamkan, habislah kita. Jangan kita salahkan siapa-siapa apa yang kita alami. Saya tidak salahkan siapa-siapa apa yang saya alami sebab itu salah saya sendiri. Alangkah indahnya segera mengaku.

 

Syukur saat itu Abraham terlepas. Saat itu dia dipanggil Abram, bukan Abraham. Abram artinya orang mulia. Lalu Tuhan tambah menjadi Abraham artinya bapa dari segala bangsa. Dalam Kejadian pasal 17 dimasukan H kepada nama Abraham dan H kepada nama Sarai menjadi Sarah. Nama Allah itu adalah Yahwe, tulisannya YHWH. H yang satu masuk pada Abraham dan H kedua masuk pada Sarah, sehingga mereka benar menjadi keluarga Allah, ada pribadi Allah dalam diri mereka.

Kejadian 17:15 (Terjemahan Lama)

17:15 Dan lagi firman Allah kepada Ibrahim: Maka akan hal Sarai, isterimu itu, jangan lagi engkau panggil namanya Sarai, melainkan Sarah itulah akan namanya.

 

Perjalanan Abraham ini tidak mulus, 2 kali Sarah diambil orang. Yang pertama diambil oleh Firaun dan kedua diambil oleh Abimelekh raja Gerar. Tetapi Tuhan hantam mereka, wanita yang mau melahirkan tidak bisa melahirkan, dikancing oleh Tuhan. Dan diberikan bisul kepada Abimelekh, akhirnya Tuhan berikan mimpi “kembalikan isteri nabi itu, kalau tidak Aku bunuh engkau!”. Besoknya dia panggil “Abraham sini, mengapa kau berpikir begitu. Apakah kau pikir kami di sini mudah saja merampas isteri orang? Tidak! Kami tidak punya kebiasaan begitu. Tadi malam Tuhan suruh kembalikan kalau tidak nanti Tuhan bunuh”. Artinya jika Abraham dan Sarah diceraikan, roh orang yang menceraikan itu dibunuh oleh Tuhan. Bahasa lainnya, janganlah kita berpikir untuk bercerai, itu namanya mati. Hidup kaya bagaimanapun, pendidikan setinggi apapun, kalau bercerai itu sudah mati di mata Tuhan. Itu bukan seperti Abraham dan tidak mendapatkan pembelaan Tuhan.

 

Abraham itu berjalan dengan iman dan dia benar-benar tulus. Abraham dipanggil keluar oleh Tuhan, dalam bahasa ibraninya kahaal.

Kejadian 12:1

12:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;

 

Jadi benar-benar dia menggenapi panggilan Tuhan, dia benar-benar meninggalkan kehidupan lama, meninggalkan suasana lama. Tetapi yang mengaku keturunan Abraham dalam Yohanes pasal 8, mereka bukan meninggakan hidup lama tetapi malah kembali pada hidup lama, kepada bapa yang lama yaitu pembunuh. Ini bedanya dan ini jangan ada pada saya dan saudara. Kita ini mau dibawa oleh Tuhan ke satu negeri yang kekal.

 

Walaupun Abraham sudah sampai pada negeri yang dijuanjikan Tuhan, toh dia berkata “saya orang asing”. Jadi bukan bumi ini tetapi ada negeri yang Tuhan janjikan sehingga dari jauh dia melambaikan tangan. Abraham 3500 tahun yang lampau, sudah melambai-lambaikan tangan ke negeri itu karena dia tahu dia cuma orang asing di dunia ini. Kita ini cuma pendatang di bumi ini, apa yang kita mau pertahankan. Ini bukan negeri kita, ada negeri kita yang Tuhan sudah sediakan. Abraham 3500 tahun yang lampau sudah melambaikan tangan sangking rindunya. Kita ini sudah dekat ke negeri itu, jangan kita gagal. Yesus mengatakan nabi-nabi, orang percaya, orang beriman dulu, ingin melihat dan mendengar apa yang kamu lihat dan dengar sekarang tetapi mereka tidak dapat kesempatan. Kamu sekarang mendengar dan sudah melihat” itu kata Yesus.

 

Ada 4 arti dipanggil oleh Tuhan (kahaal).

1.      Tuhan memanggil untuk kita dikumpulkan. Secara lahiriah kita dikumpulkan di sini, tetapi satu saat kita akan dikumpulkan di dalam tubuh Kristus.

 

2.      Kita dipanggil tujuannya untuk menyembah Tuhan. Berserahlah, serahkanlah hidupmu kepada Tuhan. Wujud gereja Tuhan yang menyerah ada dalam Wahyu 12:1-2. Kita ini tidak instan, tidak langsung jadi, tetapi bertahap. Jika saudara bertahan dalam pergumulanmu, anda akan mencapai ini:

Wahyu 12:1

12:1 Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

 

3.      Kita dipanggil oleh Tuhan dan diberikan Firman pengajaran. Itu yang dinikmati oleh Abraham. Bandingkan Yesaya 42:21

 

4.      Di dalamnya Tuhan memberikan iman kepada kita. Olehnya perlu iman yang kuat.

 

Lukas 17:1 (Terjemahan Lama)

17:1 Maka bertuturlah Tuhan kepada murid-murid-Nya, "Tak dapat tiada akan jadi beberapa perkara yang mendatangkan kesalahan; tetapi celakalah atas orang, yang menyebabkan kesalahan itu!

 

Lukas 17:1-2

17:1 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.

17:2 Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini.

 

Ini keputusan Tuhan. Kalau kita sampai kena dilempar seperti ini berarti sudah sama dengan Babel. Sebab Babel juga diikatkan batu kilangan dan dilempar ke laut.

 

Lukas 17:3-5

17:3 Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia.

17:4 Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia."

17:5 Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: "Tambahkanlah iman kami!"

 

Coba saudara berpikir, mampukah saudara seperti itu? Makanya rasul-rasul minta ditambahkan iman karena merasa tidak sanggup mengampuni. Iman inilah bagian dari kahaal, itu yang Tuhan berikan kepada kita.

 

Lukas 17:6

17:6 Jawab Tuhan: "Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu."

 

Kalau dalam Markus pasal 11, dengan iman gunung bisa kita pindahkan ke laut.

Markus 11:23

11:23 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.

 

Kita ketahui perjalanan Abraham sampai dia meninggal, iman seperti ini benar-benar dia miliki, itu tertanam benar dalam kehidupannya. Yang disinggung oleh Tuhan Yesus, kalau benar anak Abraham kenapa melakukan tidak seperti yang Abraham lakukan. Abraham gemar melihat hari Tuhan Yesus dan dia sudah lihat.

Yohanes 8:56

8:56 Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita."

 

Yohanes 8:56 (Terjemahan Lama)

8:56 Adapun Ibrahim, bapa kamu, gemar melihat hari-Ku; ia sudah nampak Dia dan bersukacita."

 

Yohanes 8:57-58

8:57 Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: "Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?"

8:58 Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada."

 

Lebih bingung lagi mereka mendengar ini. Makanya Alkitab ini jangan diterima dengan akal daging, terima dengan iman dan yakin. Abraham keluar dari kehidupan yang lama, dia tinggalkan semua, tinggalkan negerinya, tinggalkan keluarganya, semua dia lepas. Ini bagian kita.

Titus 3:1

3:1 Ingatkanlah mereka supaya mereka tunduk pada pemerintah dan orang-orang yang berkuasa, taat dan siap untuk melakukan setiap pekerjaan yang baik.

 

Pemerintah menghargai orang berbuat baik dan menghukum orang jahat.

 

Titus 3:2-3

3:2 Janganlah mereka memfitnah, janganlah mereka bertengkar, hendaklah mereka selalu ramah dan bersikap lemah lembut terhadap semua orang.

3:3 Karena dahulu kita juga hidup dalam kejahilan: tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji, saling membenci.

 

Ini zaman jahiliah, kita dulu hidup jahiliah. Abraham juga dulu seperti itu. Dalam Yosua pasal 24 jelas bagaimana keadaan di Ur Kasdim dulu.

 

Titus 3:4-5

3:4 Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia,

3:5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

 

Rahmat artinya pertolongan Tuhan yang istimewa kepada orang yang sengsara tepat pada waktunya. Ini yang dialami oleh Abraham dan dalam pengertian rohani bagi kita. Dia tinggalkan zaman jahiliah dan dia datang pada alam suasana yang baru. Untuk kita sekarang, kita tinggalkan kehidupan lama dan datang kepada kelahiran baru lewat kelahiran baru dan pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus.

 

Mari kita bersyukur dan berbahagia, jika kita melihat kehidupan Abraham yang luar biasa. Dikatakan oleh Firman kita adalah anak Abraham jika memiliki iman seperti yang dimiliki oleh Abraham. Saya berterima kasih kepada Tuhan. Kekasih kita yaitu Abraham sudah dipakai oleh Tuhan untuk menjadi jalur keselamatan dan kita sudah alami dan nikmati rahmatNya. Itu perhatian Tuhan yang istimewa bagi kita yang hidup dalam sengsara dan Dia tolong tepat pada waktunya. Saya bersyukur saya ditolong oleh Tuhan tepat pada waktunya. Adaikata saya tidak ditolong Tuhan maka saya terjun bebas masuk neraka. Tetapi Yesus datang dan saya tinggalkan suasana lama lalu Tuhan bawa pada suasana yang baru di dalam Yesus.

 

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 085241270477

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com

Tuhan Memberkati.

20201028

Kebaktian PA Yeremia, Rabu 28 Oktober 2020 Pdt. Bernard Legontu

Salam sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

Yeremia 9:1-5

9:1 Sekiranya kepalaku penuh air, dan mataku jadi pancuran air mata, maka siang malam aku akan menangisi orang-orang puteri bangsaku yang terbunuh!

9:2 Sekiranya di padang gurun aku mempunyai tempat penginapan bagi orang-orang yang sedang dalam perjalanan, maka aku akan meninggalkan bangsaku dan menyingkir dari pada mereka! Sebab mereka sekalian adalah orang-orang berzinah, suatu kumpulan orang-orang yang tidak setia.

9:3 Mereka melenturkan lidahnya seperti busur; dusta dan bukan kebenaran merajalela dalam negeri; sungguh, mereka melangkah dari kejahatan kepada kejahatan, tetapi TUHAN tidaklah mereka kenal.

9:4 Baiklah setiap orang berjaga-jaga terhadap temannya, dan janganlah percaya kepada saudara mana pun, sebab setiap saudara adalah penipu ulung, dan setiap teman berjalan kian ke mari sebagai pemfitnah.

9:5 Yang seorang menipu yang lain, dan tidak seorang pun berkata benar; mereka sudah membiasakan lidahnya untuk berkata dusta; mereka melakukan kesalahan dan malas untuk bertobat.

 

Kita perhatikan keadaan Israel dan bagaimana perasaan hati hamba Tuhan. Keadaan Israel pada pasal ini memang sangat memilukan, rohani mereka ada pada titik nadir atau nol. Ada 8 keadaan Israel yang disebutkan di sini:

1.      Mereka sudah terbunuh. Ini ditaruh pada urutan atas, berartinya benar-benar rohani mereka sudah mati.

2.      Ciri kematian rohani yaitu hidup dalam perzinahan.

3.      Mereka adalah kumpulan orang-orang yang tidak setia.

4.      Berdusta melawan kebenaran dan itu merajalela dalam negeri.

5.      Melangkah dari kejahatan kepada kejahatan.

6.      Tuhan tidak mereka kenal.

7.      Setiap saudara adalah penipu ulung.

8.      Setiap teman berjalan kian kemari sebagai pemfitnah.

 

Ini sangat memprihatinkan dan membuat hati Yeremia sangat sedih sehingga dia mengatakan hal ini:

Yeremia 9:1

9:1 Sekiranya kepalaku penuh air, dan mataku jadi pancuran air mata, maka siang malam aku akan menangisi orang-orang puteri bangsaku yang terbunuh!

 

Ini keprihatinan hamba Tuhan ini. Kesimpulan dari bahasa Yeremia ini, sesungguhnya dia sangat mengasihi umat Tuhan, dia tidak tega melihat Tuhan memurkai mereka.

 

Yeremia 9:9

9:9 Masakan Aku tidak menghukum mereka karena semuanya ini?, demikianlah firman TUHAN. Masakan Aku tidak membalas dendam-Ku kepada bangsa yang seperti ini?

 

Kata “masakan” yang diucapkan oleh Tuhan ini adalah suatu kepastian bahwa Tuhan akan menghukum mereka. Ini cetusan hati Tuhan yang tidak tahan lagi melihat ulah umat Tuhan atau mentolerir mereka.

 

Kisah-kisah yang terjadi pada bangsa Israel dulu adalah pelajaran bagi kita yang hidup akhir zaman ini.

Roma 15:4

15:4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.

 

Mari kita lihat bagaimana seharusnya kita bersikap. Mulai dari hamba Tuhan, ada suatu keprihatinan melihat pola hidup umat Tuhan yang benar-benar sudah mati rohaninya sehingga mereka disebut hidup dalam perzinahan. Bukan perzinahan dalam arti jasmani dalam rumah tangga nikah, tetapi yang dimaksud di sini adalah penyembahan berhala. Dalam Imamat pasal 17, ada perzinahan yang aneh di sana.

Imamat 17:7

17:7 Janganlah mereka mempersembahkan lagi korban mereka kepada jin-jin, sebab menyembah jin-jin itu adalah zinah. Itulah yang harus menjadi ketetapan untuk selama-lamanya bagi mereka turun-temurun.

 

Menyembah jin-jin itu termasuk kategori perzinahan. Zaman dahulu selain patung manusia yang diciptakan untuk disembah oleh penyembahan berhala, ada juga patung binatang yang dikategorikan jin-jin. Menyembah berhala dalam wujud manusia, itu dilarang oleh Tuhan, apalagi menyembah jin-jin. Dalam dunia pada umumnya, patung berhala dalam rupa binatang ini, sadar atau tidak sadar itu ada jinnya.

 

Lihat saja secara kasat mata atau fakta di mana-mana, apalagi kalau kita mau ke Luwuk Banggai, mulai dari Malei, orang kenal kalomba. Itu piaraan dalam bentuk binatang/ kambing. Dan mereka memberi makan kalomba dengan ampas kelapa setiap malam jumat. Itulah yang disebut jin-jin. Kita umat Tuhan jangan ada piaraan-piaraan yang seperti ini. Itu dikategorikan Tuhan perzinahan. Itu ada di mana-mana di Indonesia, bukan hanya di daerah kita, di dunia secara umum. Dulu di Israel ada yang model seperti ini. Ini memilukan hati hamba Tuhan melihat umat Tuhan malah memelihara jin-jin, sampai harus menyediakan makanan bagi jin. Itu juga yang terjadi zaman Yeremia.

 

Seharusnya kita menyediakan santapan untuk Tuhan, artinya menyediakan hidup kita untuk Tuhan. Kenapa kita malah menyediakan santapan untuk jin-jin, itu zinah. Jangan sampai ada penyelewengan, bukan kepada Tuhan kita persembahkan tubuh, jiwa dan roh kita, tetapi dipersembahkan kepada hal-hal yang disebutkan tadi.

Roma 12:1

12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

 

1.      Puteri bangsaku terbunuh

Kalau puteri bangsa sudah terbunuh berarti tidak ada harapan untuk dibawa pada pelaminan secara rohani. Calon mempelai wanita sudah tidak ada, sudah terbunuh. Artinya sebenarnya program Allah untuk menampilkan Mempelai Wanita Tuhan, sudah dibunuh oleh pelayan sendiri, ini berbahaya. Kenapa? Sebab mereka tidak mengenal Yesus Mempelai Laki-laki Sorga.

Yeremia 9:1

9:1 Sekiranya kepalaku penuh air, dan mataku jadi pancuran air mata, maka siang malam aku akan menangisi orang-orang puteri bangsaku yang terbunuh!

 

Yeremia 9:3b

sungguh, mereka melangkah dari kejahatan kepada kejahatan, tetapi TUHAN tidaklah mereka kenal.

 

Tidak disebut bapak, ibu atau putera tetapi disebut puteri bangsaku. Artinya tanpa disadari perjalanan gereja Tuhan tidak diangkat agar benar-benar tampil bagaikan puteri untuk dipersembahkan kepada Kristus, malah dibunuh. Upaya untuk menampilkan puteri, untuk menampilkan Mempelai Wanita, itu tersisihkan atau tidak ditampilkan dalam gereja Tuhan secara terbuka.

 

Inilah yang saya jaga, kalau di sini dominan dibicarakan soal itu maksudnya untuk menampilkan Mempelai Wanita Tuhan karena itu rencana Tuhan yang puncak. Bukan sekedar saya memimpin upacara ibadah tok! Tetapi untuk mempersiapkan puteri, untuk mempersiapkan mempelai wanita Tuhan, jangan sampai itu terbunuh, artinya jangan sampai itu tidak diangkat menjadi berita yang paling utama dalam gereja Tuhan. Hanya bicara keselamatan, setia, taat dan diberkati oleh Tuhan, semua bermuara hanya sampai persoalan jasmani.

 

Ini yang menjadi keprihatinan saya dalam membaca Alkitab, makin dalam saya asah lutut untuk bertanya kepada Tuhan apa maksudnya ayat itu.

 

Ini persiapan untuk menampilkan puteri, makanya hamba Tuhan/ Yeremia itu menangis. Kemudian ayat 2 ini bicara menyingkir di padang gurun. Ini bahasa lebih dalam lagi untuk kita. Sebab Yeremia belum diarahkan untuk masuk pada penyingkiran gereja ke padang gurun, walaupun ada niatnya. Kita ini akan disingkirkan ke padang gurun. Tetapi apalagi yang mau disingkirkan kalau sudah mati rohaninya. Jadi tidak mungkin seseorang mau menyingkir kalau sudah mati rohaninya. Ada penginapan yang Tuhan sediakan bagi kita di padang gurun. Bukan penginapan dalam bentuk rumah, Tuhan saja yang tahu.

Wahyu 12:14

12:14 Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

 

Saya hamba Tuhan banyak menangis jika melihat umat Tuhan tidak memahami statusnya sebagai puteri, sebagai gadis, sebagai calon Mempelai Wanita di hadapan Tuhan. Mau ke mana kita? Ke padang gurun. Tetapi apa lagi yang mau disingkirkan kalau rohnya ini sudah dimatikan. Apalagi kalau tidak disinggung, tidak disebut, tidak diarahkan umat Tuhan ke sana. Lebih banyak gereja hanya membahas percaya, selamat dan diberkati namun tidak diarahkan pada rencana Allah. Itu berarti tanpa disadari telah terbunuh rohani calon mempelai perempuan.

 

Saya mau katakan, anda dikemas bertunangan sebagai perawan yang suci, berarti gadis, berarti puteri. Memang ada tahapan pertumbuhan rohani puteri ini. Olehnya itu kita sekarang tidak harus lagi berpikir “saya mau start begini” tidak! Sebab waktu sudah sangat mepet, terbatas, waktu sudah sangat singkat.

 

Jika anda dilayani oleh pembukaan rahasia Firman, tujuannya supaya saudara selamat dari badai. Bukankah itu yang terjadi dalam Daniel pasal 2.  Patung itu dari emas turun ke perak, dari perak turun ke tembaga, dari tembaga turun ke besi. Makin dekat kedatangan Tuhan, kemuliaannya makin merosot, tetapi kekerasannya makin meningkat! Yang dijadikan palu itu adalah besi, bukan emas, perak dan tembaga. Makin dekat kedatangan Tuhan manusia makin keras, makin kasar!

 

Kita lihat di sini ada roh perzinahan, kumpulan orang-orang yang tidak setia. Mereka berdusta melawan kebenaran. Disebutkan hal itu merajalela dalam negeri. Kemudian melihat kekerasan itu makin meningkat, mereka melangkah dari kejahatan kepada kejahatan. Lalu dikatakan Tuhan tidak mereka kenal, setiap saudara adalah penipu ulung, setiap teman berjalan kian kemari sebagai pemfitnah sehingga saling tidak percaya.

 

Di sini berulang-ulang kata dusta. Itu bukan sebatas dusta “hei jangan ke situ, ada ular” padahal tidak ada ular. Yang dimaksud dusta yang ada hubungannya dengan Firman adalah si A berkata Firman begini, padahal itu tidak benar. Itu berarti mendustai. Jadi pemberita-pemberita waktu itu bukan lagi memberitakan kebenaran Firman, tetapi memberitakan sesuai apa yang ada pada diri mereka untuk mencapai kebutuhan jasmani. Ini dusta yang paling berat! Rasul Paulus langsung mengempang hal ini:

Galatia 1:15-20

1:15 Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya,

1:16 berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaat pun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia;

1:17 juga aku tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku, tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik.

1:18 Lalu, tiga tahun kemudian, aku pergi ke Yerusalem untuk mengunjungi Kefas, dan aku menumpang lima belas hari di rumahnya.

1:19 Tetapi aku tidak melihat seorang pun dari rasul-rasul yang lain, kecuali Yakobus, saudara Tuhan Yesus.

1:20 Di hadapan Allah kutegaskan: apa yang kutuliskan kepadamu ini benar, aku tidak berdusta.

 

Rasul Paulus menghadang lebih dahulu persoalan itu sehingga dia berkata “aku tidak berdusta”. Tetapi ada pelayan Tuhan yang berdusta.

Yeremia 28:11

28:11 Berkatalah Hananya di depan mata seluruh rakyat itu: "Beginilah firman TUHAN: Dalam dua tahun ini begitu jugalah Aku akan mematahkan kuk Nebukadnezar, raja Babel itu, dari pada tengkuk segala bangsa!" Tetapi pergilah nabi Yeremia dari sana.

 

Coba bayangkan, ini dusta yang dihadang oleh nabi Yeremia. Padahal Hananya mengatakan ini Firman Tuhan.

 

Yeremia 28:12-14

28:12 Maka sesudah nabi Hananya mematahkan gandar dari pada tengkuk nabi Yeremia, datanglah firman TUHAN kepada Yeremia:

28:13 "Pergilah mengatakan kepada Hananya: Beginilah firman TUHAN: Engkau telah mematahkan gandar kayu, tetapi Aku akan membuat gandar besi sebagai gantinya!

28:14 Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Kuk besi akan Kutaruh ke atas tengkuk segala bangsa ini, sehingga mereka takluk kepada Nebukadnezar, raja Babel; sungguh, mereka akan takluk kepadanya! Malahan binatang-binatang di padang telah Kuserahkan kepadanya."

 

Perkataan Yeremia dan Hananya berseberangan. Mana yang mau umat Tuhan percaya? Ternyata yang dusta itu mereka percaya dan yang benar mereka tolak! Jadi kita harus waspada, yang ditolak itu belum tentu salah dan belum tentu kalau banyak peminatnya maka itu benar Firman Tuhan. Yeremia pasal 9 ini pertama berbicara ratapan dan keprihatinan hamba Tuhan melihat keadaan umat Tuhan di mana puteri sudah terbunuh, roh mempelai sudah terbunuh.

 

Yeremia 28:15

28:15 Lalu berkatalah nabi Yeremia kepada nabi Hananya: "Dengarkanlah, hai Hananya! TUHAN tidak mengutus engkau, tetapi engkau telah membuat bangsa ini percaya kepada dusta.

 

Coba bayangkan, lebih banyak dipercaya yang dusta! Dan dalam Yeremia pasal 9 sudah semua berbicara dusta. Bagaimana lagi mau tampilkan kebenaran kalau seperti ini.

 

Yeremia 28:16-17

28:16 Sebab itu beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku menyuruh engkau pergi dari muka bumi. Tahun ini juga engkau akan mati, sebab engkau telah mengajak murtad terhadap TUHAN."

28:17 Maka matilah nabi Hananya dalam tahun itu juga, pada bulan yang ketujuh.

 

Di sini terjadi konfrontir antara 2 nabi. Hananya ini nabi, tidak tahu dia jebolan dari mana tetapi dia nabi. Sebab dulu ada sekolah nabi, itu ada pada zaman nabi Elia dan nabi Elisa. Ada di Gilgal dan ada juga di Betlehem, bahkan ada di mana-mana.

 

Kita perhatikan di sini, bagaimana jika menghadapi hal seperti ini. Akhir zaman ini hal ini akan meningkat dan semua lini kehidupan disusupi oleh kebohongan. Berita yang disampaikan bukan lagi berita yang benar tetapi dusta. Dia bicara Firman tetapi sesungguhnya isinya dusta. Apa lagi jika sore ini kita lihat roh mempelai dibunuh, padahal itu rencana Tuhan yang puncak. Puteri atau gadis yang dibunuh ini adalah gambaran roh mempelai terbunuh. Yang dibunuh dan yang membunuh itu dusta! Kalau dulu secra jasmani, tetapi sekarang itu menunjuk roh mempelai dibunuh.

 

Jangan sampai roh mempelai dalam dirimu engkau bunuh. Bangkitkan, gairahkan hidupmu, tampilkan dirimu untuk menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Sehingga dikatakan “tenang sajalah, jangan takut”. Itu roh mempelai, jangan terbunuh dalam diri saudara.

 

Dalam Wahyu 11:19, begitu luar biasanya Tuhan mempromosikan Tabut Perjanjian di Sorga. Tuhan memperlihatkan kepada kita kalau saudara punya roh mempelai maka di situ tempatmu. Tuhan bangga mempromosikan Tabut Perjanjian. Itu sebabnya jaga roh mempelai dalam diri kita. Suami, isteri, anak pelihara roh mempelai, jangan izinkan ada tangan setan yang membunuh! Gairahkan itu, galakan itu, beri semangat bahwa anda dan saya adalah perawan suci, berarti gadis, berarti puteri. Ini yang harus kita jaga dan kita rawat. Memang tidak instan/ langsung jadi, tetapi bertahap. Jika ini ada maka kata Firman Tuhan “tenang sajalah, jangan takut”.

Kejadian 43:23

43:23 Tetapi jawabnya: "Tenang sajalah, jangan takut; Allahmu dan Allah bapamu telah memberikan kepadamu harta terpendam dalam karungmu; uangmu itu telah kuterima." Kemudian dikeluarkannyalah Simeon dan dibawanya kepada mereka.

 

Ini ada hubungannya dengan apa? Harta terpendam. Orang yang mendapatkan harta terpendam di kebun, dia pendam kembali lalu menjual segala hartanya lalu membeli kebun itu. Berarti dia tidak mau harta terpendam itu tidak dia miliki, dia berupaya untuk tetap memiliki. Kalau saudara punya harta terpendam dalam dirimu, jangan saudara lepaskan. Bahkan yang perlu kita lepaskan adalah kepemilikan yang lama.

2.      Orang-orang hidup dalam perzinahan

Ini adalah upaya-upaya untuk membunuh roh mempelai dalam diri anak Tuhan.

Yakobus 4:1-4

4:1 Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?

4:2 Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.

4:3 Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.

4:4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

 

Yakobus 4:4 (Terjemahan Lama)

4:4 Hai kamu yang disifatkan seperti orang berzinah, tiadakah kamu ketahui bahwa persahabatan dengan dunia ini, ialah perseteruan dengan Allah? Sebab itu barangsiapa yang mau bersahabat dengan dunia ini, ia itulah menjadi seteru Allah.

 

Begitu tandas, jika hati kita benar-benar lengket dengan apa yang ada di dunia ini, Alkitab mengatakan kita berzinah dan dalam diri kita ada roh pembunuh.

 

Yakobus 4:5,17

4:5 Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: "Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu!"

4:17 Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.

 

Jelas kalau bersahabat dengan dunia, itu berarti perseteruan dengan Allah. Sebab itu barang siapa yang mau bersahabat dengan dunia, dia menjadi musuh Allah. Jadi kita tidak lagi meraba-raba apa yang disampaikan oleh Yeremia. Yeremia tahu persis hal ini, sehingga 2 kali Tuhan katakan “masakan Aku tidak membalas dendamKu”. Itu suatu kepastian yang akan Tuhan jatuhkan dalam hukuman terhadap bangsa Israel ini yang sudah mati roh mempelainya. Ada yang memang tidak punya status sebagai gadis, sebagai puteri. Lebih parah kalau kita sudah tahu bahwa kita adalah perawan yang suci, kemudian dibunuh. Ini yang telah nampak dan nyata hari-hari terakhir ini.

2 Korintus 11:2

 

Untuk apa hamba Tuhan bersusah-susah? Untuk mempertahankan status kita sebagai puteri, gadis perawan yang suci agar bisa mencapai sasaran akhir. Itu yang saya gumuli agar sidang jemaat Kristus Penebus, kita pertahankan status hubungan petunangan kita dengan Kristus, sampai masuk pada pesta nikah Anak Domba Allah.

 

Kami hamba Tuhan menangis melihat situasi sekarang ini. Ada gereja Tuhan yang sama sekali tidak tahu mengkondisikan diri sebagai gadis, puteri atau perawan ini. Ada yang sudah tahu tetapi terbunuh oleh pengajaran-pengajaran yang lain. Itu sebabnya saya mau bilang kepada saudara, hati-hati! Ada Yeremia-Yeremia akhir zaman yang menangis demi sidang jemaat. Namun ada Hananya-Hananya akhir zaman yang berdusta dan berdusta walaupun bicara Firman. Mereka melangkah dari kejahatan kepada kejahatan dan Tuhan tidak mereka kenal. Karena memang sikap merka menunjukan bahwa mereka tidak kenal Tuhan.

Titus 1:16

1:16 Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik.

 

Pertama tadi puteri atau gadis perawan itu terbunuh, berarti kabar Mempelai ini mau mereka bunuh dan memang banyak orang seperti itu. Kalau banyak orang seperti itu jangan kita tersandung. Kenapa mau mengikuti orang yang salah yang membunuh Kabar Mempelai. Masakan saudara melihat 12 murid Yesus lalu melihat Yudas kemudian saudara tersandung pada Yudas Iskariot! Saya tidak mau, saya mau jalan terus. Saya tidak mau ikut terbunuh dan tidak mau tersandung dengan orang yang membunuh Kabar Mempelai, itu terserah dia! Dia akan mempertanggung jawabkan hal itu dihadapan Tuhan.

 

3.      Kumpulan orang­-orang yang tidak setia.

Yeremia 3:6-8

3:6 TUHAN berfirman kepadaku dalam zaman raja Yosia: "Sudahkah engkau melihat apa yang dilakukan Israel, perempuan murtad itu, bagaimana dia naik ke atas setiap bukit yang menjulang dan pergi ke bawah setiap pohon yang rimbun untuk bersundal di sana?

3:7 Pikir-Ku: Sesudah melakukan semuanya ini, ia akan kembali kepada-Ku, tetapi ia tidak kembali. Hal itu telah dilihat oleh Yehuda, saudaranya perempuan yang tidak setia.

3:8 Dilihatnya, bahwa oleh karena zinahnya Aku telah menceraikan Israel, perempuan murtad itu, dan memberikan kepadanya surat cerai; namun Yehuda, saudaranya perempuan yang tidak setia itu tidak takut, melainkan ia juga pun pergi bersundal.

 

Ini kelas tidak setia yang malah bertambah menjadi bersundal. Jadi saudara lihat, lebih cenderung mengikuti yang salah dari pada yang benar. Itulah yang terjadi. Dan akhir zaman ini hal itu lebih hebat. Gereja Tuhan dan hamba Tuhan yang menekankan status gereja sebagai Mempelai Wanita Tuhan yang didorong oleh Firman, Roh dan kasih Allah, itu justru tidak dipercaya, dihadang dan dinista.

 

Yeremia 3:9-10

3:9 Dengan sundalnya yang sembrono itu maka ia mencemarkan negeri dan berzinah dengan menyembah batu dan kayu.

3:10 Juga dengan semuanya ini Yehuda, saudaranya perempuan yang tidak setia itu, tidak kembali kepada-Ku dengan tulus hatinya, tetapi dengan pura-pura, demikianlah firman TUHAN."

Apakah Tuhan tidak sedih? Apakah Yeremia tidak sedih? Karena kesedihan inilah Yeremia menangis. Inilah hamba Tuhan yang penuh perhatian terhadap tujuan pelayanan, kalau melihat umat Tuhan seperti ini, dia sangat sedih.

 

Yeremia 3:11

3:11 Dan TUHAN berfirman kepadaku: "Israel, perempuan murtad itu, membuktikan dirinya lebih benar dari pada Yehuda, perempuan yang tidak setia itu.

 

Sudah jelas dosanya lebih hebat, tetapi dia mengatakan dia lebih benar dari pada yang dosanya standar-standar saja.

 

Yeremia 3:12

3:12 Pergilah menyerukan perkataan-perkataan ini ke utara, katakanlah: Kembalilah, hai Israel, perempuan murtad, demikianlah firman TUHAN. Muka-Ku tidak akan muram terhadap kamu, sebab Aku ini murah hati, demikianlah firman TUHAN, tidak akan murka untuk selama-lamanya.

 

Untung kasih sayang Tuhan belum berakhir, masih mengalir seperti sungai.

 

Disebut dalam ayat ini kumpulan orang-orang yang tidak setia, berarti tidak sendiri. Ada perkumpulan tetapi perkumpulan yang di dalamnya tidak setia, berarti tidak setia kepada Mempelai Laki-laki Sorga, tidak setia pada pengajaran yang mengangkat gereja untuk menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Ini yang juga terjadi.

 

4.      Berdusta dalam kebenaran merajalela dalam negeri

Ini bukan cuma dusta sebatas “saya tadi ketemu si anu di jalan” padahal dia tidak ketemu si anu. Artinya bahasa yang mereka ucapakan walaupun kedengaran itu firman, padahal sudah tidak betul itu Firman Tuhan. Ini yang bahaya akhir zaman ini, lihat saja gereja Tuhan akhir zaman ini. Ini yang harus kita jaga, kita harus punya kewaspadaan yang sangat tinggi dari apa yang kita dengar ini.

 

Berdusta dalam kebenaran merajalela dalam negeri, di sana bicara Firman padahal menyimpang dan dia tidak sadar. Di situ bicara Firman tetapi menyeleweng, namun dia tidak sadar. Itulah dusta! Ini dusta yang paling berbahaya. Kalau saudara katakan pada anak saudara “cepat ke mari, di situ ada meong” padahal tidak ada kucing di situ, itu dusta. Tetapi dusta yang dibicarakan di atas itu yang paling mencelakakan dan sangat berbahaya.

 

Hari-hari terakhir ini kita harus selektif mendengar pemberita dari mana saja. Kalau dia bicara Firman, lihat apakah itu kebesaran Firman. Apakah itu membawa orang yang menyampaikan dan yang dilayani menuju pelaminan atau tidak. Jika tidak maka harus waspada!

 

5.      Melangkah dari kejahatan kepada kejahatan

Dalam Injil Matius, banyak ditemukan oleh Tuhan orang yang melakukan kejahatan di dalam kerajaan Allah. Yang dibicarakan ini bukan kejahatan di luar kerajaan Allah. Coba bayangkan bapak ibu kekasih dalam Tuhan, kita ini warga kerajaan Allah. Tetapi mengapa tega kita melakukan kejahatan sebagai warga kerajaan, di dalam kerajaan Allah. Namun itu yang terjadi dan diceritakan dalam Injil Matius, mereka melakukan kejahatan dalam kerajaan Allah. Matius 13:41

 

Dalam kitab Yeremia dikatakan melangkah dari kejahatan kepada kejahatan. Artinya kejahatan itu bertambah-tambah, bukannya ditekan sampai titik nol. Biang keladinya justru pelayan-pelayan Tuhan. Mereka ini yang justru mengarahkan sehingga dalam kitab Hosea pasal 4, hal seperti itu disenangi bahkan diberi suport. Yang melakukan ini adalah imam, pelayan Tuhan. Itu sebabnya saya harus waspada.

Hosea 4:6-8 (Terjemahan Lama)

4:6 Bahwa umat-Ku dibinasakan sebab mereka itu tiada berpengetahuan, melainkan kamu sudah mencelakan pengetahuan, sehingga Kutolak akan kamu, supaya jangan kamu melakukan imamat bagi-Ku; tegal kamu sudah melupakan hukum Allahmu, maka Aku juga melupakan anak-anakmu.

4:7 Makin mereka itu bertambah-tambah banyaknya, makin mereka itu berdosa kepada-Ku; maka sebab itu Aku mengubahkan kelak kemuliaannya menjadi kehinaan.

4:8 Mereka itu makan dosa umat-Ku dan dipuaskannya hatinya dengan kesalahannya.

 

Hosea 4:8

4:8 Mereka mendapat rezeki dari dosa umat-Ku dan mengharapkan umat-Ku itu berbuat salah.

 

Bukannya direm, tetapi mengharapkan umat berbuat salah. Sebab dengan umat berbuat salah dia pikir akan mendapat keuntungan. Yang berbuat seperti ini bukan Yeremia. Kalau saya berbuat seperti itu, bukan roh Yeremia yang ada dalam diriku.

 

Hosea 4:9

4:9 Maka seperti nasib rakyat demikianlah nasib imam: Aku akan menghukum dia karena tindakan-tindakannya dan Aku akan membalaskan perbuatan-perbuatannya kepadanya.

 

Di sini Tuhan balas dendam!

 

6.      Tuhan tidak mereka kenal.

 

7.      Setiap saudara adalah penipu ulung.

Keadaan ini sudah makin parah.

Yeremia 9:4

9:4 Baiklah setiap orang berjaga-jaga terhadap temannya, dan janganlah percaya kepada saudara mana pun, sebab setiap saudara adalah penipu ulung, dan setiap teman berjalan kian ke mari sebagai pemfitnah.

 

Ini kondisi di zaman Yeremia. Krisis kepercayaan sudah mendalam dalam kehidupan orang Israel. Mereka tidak percaya pada saudaranya, pada temannya, karena saudara-saudaranya sudah tidak ada pada jalur yang benar. Tuhan katakan berjaga-jaga terhadap kawanmu. Artinya sekalipun itu kawanmu atau kerabatmu, kalau dia tidak ada di dalam kebenaran, waspada dengan dia dan jangan pecaya kepadanya! Hal ini saya juga harus waspadai. Penipu ini ada di dalam ibadah.

Yakobus 1:25

1:25 Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.

 

Contoh yang berbahagia adalah Daniel yang Tuhan bukakan rahasia sehingga dia dan kawan-kawannya luput dari pedang Nebukadnezar.

 

Yakobus 1:26

1:26 Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.

 

Mengekang lidah di sini artinya dikekang oleh Firman pengajaran.

 

Yakobus 1:27

1:27 Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.

 

Bukan cuma yatim, tetapi yatim piatu. Tidak ada lagi ibu dan ayah, semua sudah tiada. Ini yang lebih dahulu yang perlu dijaga oleh kita.

Ø  Piatu berarti tanpa ibu, putus hubungan dengan ibu. Kalau ibu tugasnya mengasuh, berarti kehilangan tangan yang mengasuh kehidupan itu. Jika saudara tidak membawa diri untuk diasuh dan dirawat oleh gembala, saudara sudah piatu di mata Tuhan. Jika kita tidak ada hubungan lagi dengan si perawat/si pengasuh berarti saudara piatu. Maka segera bawa dirimu kepada si pengasuh. Sebab mengunjungui piatu itu adalah ibadah yang benar. Biarpun saudara datang gereja, tetapi apakah saudara benar dirawat dan diasuh. Biarpun saudara datang duduk namun tidak ada keinginan untuk ke situ, itu repot!

 

I Tesalonika 2:7

2:7 Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya.

 

Kalau jemaat Tuhan tidak lagi mempedulikan asuhan dan rawatan seorang gembala, sama dengan dia piatu di hadapan Tuhan. Berarti ibadahnya sudah tidak benar. Padahal ibadah yang murni dan tidak bercacat adalah melayani piatu. Berarti dia sadar bahwa hidupnya piatu selama ini.

 

Ø  Yatim berarti tidak ada lagi hubungan dengan bapak. Ibadah yang murni dan tidak bercacat adalah mengunjungi yatim. Kalau sudah tanpa bapak dan ibu seperti ini bagaimana bisa dikatakan ibadahnya murni. Itu berarti tidak mau menerima nasihat, tidak mau menerima Firman pengajaran. Olehnya supaya jangan yatim, beri dirimu dinasihati dan diajari. Itu adalah ibadah yang murni dan tidak bercacat.

I Tesalonika 2:11

2:11 Kamu tahu, betapa kami, seperti bapa terhadap anak-anaknya, telah menasihati kamu dan menguatkan hatimu seorang demi seorang,

 

Ø  Janda dalam kesusahan

Banyak kali tanpa disadari sudah status janda. Dalam Yeremia 3:6-11 10 suku disebut janda, yang 2 suku juga disebut janda karena putus hubungan dengan suami dan kepala. Olehnya jangan izinkan dirimu putus hubungan dengan kepala/ suami. Siapa suami dan kepala kita? Itulah Yesus. Prakteknya adalah pengajaran Mempelai, Kabar puncak. Jangan putus kita dengan pengajaran ini.

 

Yang sudah yatim, piatu dan janda-janda ini yang ada dalam kesusahan. Kalau tidak dirawat, tidak diasuh, tidak diberikan pengajaran, maka akan meningkat pada kesusahan besar yaitu 3,5 tahun aniaya antikristus! Tetapi anak-anak Tuhan sudah dalam kesusahan. Tetapi kalau itu tidak segera ditangani dan dibuat berlarut-larut maka akan meningkat pada kesusahan yang besar.

 

Yakobus 1:27

1:27 Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.

 

Dalam Alkitab kita sudah tahu bahwa rahasia paling besar adalah rahasia nikah dan rahasia ibadah. Supaya masuk pada rahasia ibadah besar kita miliki maka jangan biarkan dirimu yatim, piatu dan janda dalam pengertian rohani. Kalau ini kita jaga berarti ibadahmu murni dan tidak bercacat cela.

 

8.      Setiap teman berjalan kian kemari sebagai pemfitnah

Imamat 19:16

19:16 Janganlah engkau pergi kian ke mari menyebarkan fitnah di antara orang-orang sebangsamu; janganlah engkau mengancam hidup sesamamu manusia; Akulah TUHAN.

 

Sidang jemaat Smirna berhadapan dengan pemfitnah yang luar biasa.

Wahyu 2:9

2:9 Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu -- namun engkau kaya -- dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis.

 

Orang yang menyebarkan fitnah itu adalah jemaat iblis. Kebenaran Firman Tuhan harus disampaikan, tidak boleh tidak. Kenapa disebut jemaat iblis? Sebab fitnah dan iblis itu sama dalam bahasa gerikanya. Iblis disebut diabolos, fitnah juga disebut diabolos, jadi sama-sama klop. Tentu kita akan ditampilkan menjadi gadis, puteri, perawan suci. Bagaimana kita bisa sampai di sana kalau kita diabolos/ iblis, kalau kita pemfitnah.

 

Fitnah itu berarti mengatakan sesuatu yang tidak benar terhadap Tuhan atau kepada sesama. Kalau hal ini digalakan oleh seseorang, maka sadar atau tidak sadar, dia menggabungkan diri menjadi jemaat iblis. Ini untuk saya, saya tidak mau menjadi jemaat iblis! Yang tadinya dari jalur anak manusia dan pindah ke jalur iblis adalah Kain.

I Yohanes 3:11-12

3:11 Sebab inilah berita yang telah kamu dengar dari mulanya, yaitu bahwa kita harus saling mengasihi;

3:12 bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar.

 

Kain beribadah tetapi tidak ada roh perdamaian. Mengapa? Sebab tidak ada dalam tanda darah.

Ibrani 9:22

9:22 Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.

 

Artinya Kain tidak mendapatkan pelayanan Imam Besar Yesus Kristus dengan darahNya. Sertiap orang berjalan kian kemari untuk memfitnah, berarti tidak mendapatkan pengampunan oleh darah Yesus Kristus.

Imamat 17:11

17:11 Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa.

 

Jangan sampai saudara dan saya menjadi jemaat iblis karena gemar memfitnah. Memfitnah ini mengatakan hal-hal yang tidak benar tentang Allah dan terhadap sesama. Walaupun orang lain mengatakan kita pemfitnah, tetapi kalau kita tidak lakukan berarti tidak usah kita muring-muring karena perkataannya. Itu hanya bahasa orang yang menuding saudara dan itulah fitnah.

 

Yeremia menangis dan menangis melihat situasi akhir dari bangsa Israel yang sebentar lagi dibuang ke Babel. Makanya pembalasan Tuhan datang karena apa yang disampaikan oleh Yeremia ini tidak mereka terima.

Yeremia 9:2

9:2 Sekiranya di padang gurun aku mempunyai tempat penginapan bagi orang-orang yang sedang dalam perjalanan, maka aku akan meninggalkan bangsaku dan menyingkir dari pada mereka! Sebab mereka sekalian adalah orang-orang berzinah, suatu kumpulan orang-orang yang tidak setia.

 

Memang akhir zaman ini Tuhan sudah menyediakan tempat kita menyingkir di padang gurun. Karena Tuhan tidak mau kita terkontaminasi dengan situasi dunia yang makin jahat dan najis di mana ada perkumpulan orang berzinah dan tidak setia. Tuhan akan pisahkan saudara. Akan terjadi pemisahan secara besar-besaran di mana gereja di bawa ke padang gurun.

Wahyu 12:14

12:14 Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

 

Yeremia tidak risih atau berat hati kalau mau ke padang gurun. Gereja disediakan tempat di padang gurun. Walaupun itu padang gurun yang tidak disenangi orang, tetapi kalau ada Yesus maka padang gurun itu berubah menjadi taman Eden.

 

Kita umat Tuhan yang hidup akhir zaman ini masihkan kita mau diasuh, dirawat dan diajar oleh berita kepala yaitu Kabar Mempelai. Itu adalah ibadahmu yang murni dan tidak bercacat cela.

 

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 085241270477

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com

Tuhan memberkati.