20200729

Kebaktian PA Imamat, Rabu 29 Juli 2020 Pdt. Bernard Legontu

Salam sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

Imamat 24:5-9

24:5 "Engkau harus mengambil tepung yang terbaik dan membakar dua belas roti bundar dari padanya, setiap roti bundar harus dibuat dari dua persepuluh efa;

24:6 engkau harus mengaturnya menjadi dua susun, enam buah sesusun, di atas meja dari emas murni itu, di hadapan TUHAN.

24:7 Engkau harus membubuh kemenyan tulen di atas tiap-tiap susun; kemenyan itulah yang harus menjadi bagian ingat-ingatan roti itu, yakni suatu korban api-apian bagi TUHAN.

24:8 Setiap hari Sabat ia harus tetap mengaturnya di hadapan TUHAN; itulah dari pihak orang Israel suatu kewajiban perjanjian untuk selama-lamanya.

24:9 Roti itu teruntuk bagi Harun serta anak-anaknya dan mereka harus memakannya di suatu tempat yang kudus; itulah bagian maha kudus baginya dari segala korban api-apian TUHAN; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya."

 

Pasal 24 ini pokok pemikirannya terpusat di ruangan suci yang isinya 20x10x10 hasta. Maka isinya 2000 hasta. Angka 2000 menunjuk zaman gereja. Dari gereja hujan awal sampai gereja hujan akhir kurang lebih 2000 tahun. Kalau kalender international sudah lewat 20 tahun. Ini adalah bonus dari Tuhan. Jadi perhatian kita sekarang bukan lagi pada zaman gereja mula-mula atau hujan awal, tetapi kita ada pada zaman gereja hujan akhir justru sudah di ujung akhir zaman. Jangan sampai pikiran kita tidak tertuju ke sana. Apalagi tidak ada sama sekali yang mendorong supaya pandangan kita tertuju pada ruangan suci. Kita ini berada pada penggenapannya.

 

Sebagai hamba Tuhan saya menarik perhatian saudara juga Yesus Imam Besar agar pandangan saudara tertuju pada apa yang ada di ruangan suci. Kalau gereja hujan awal, apa yang ada di ruangan suci mereka tekuni.

Kisah Para Rasul 2:42

2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

 

Itulah suasana gereja hujan awal. Kalau gereja hujan akhir, kita sekarang harus lebih dari mereka. Sesuai nubuatan Firman dalam kitab nabi Hagai.

Hagai 2:10

2:10 Adapun Rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula, firman TUHAN semesta alam, dan di tempat ini Aku akan memberi damai sejahtera, demikianlah firman TUHAN semesta alam."

Kitab Hagai justru banyak menyentuh keadaan gereja hujan akhir. Walaupun Hagai hanya melayani 3 bulan 24 hari atau sekitar 4 bulan, tetapi isi beritanya berbobot sehingga menggairahkan umat Tuhan dan bupati yaitu Zerubabel untuk membangun Bait Allah. Ini menubuatkan pelayanan yang sangat singkat yang muncul akhir zaman ini. Kalau umat Tuhan luput perhatiannya karena pelayan yang tidak pernah mensosialisasikan, kasihan jemaat Tuhan tidak ada persiapan. Tetapi kalau hamba Tuhan sudah sampaikan dan ada jemaat yang tidak memperhatikan, itu bukan lagi salah gembala yang menggembalakan, tetapi salah orang itu sendiri. Perhatikanlah, walaupun hanya 3 bulan 24 hari, tetapi itu pelayanan yang akhirnya menggairahkan bupati, imam besar dan seluruh umat Tuhan untuk terlibat dalam pembangunan Bait Allah atau terlibat dalam pembangunan Tubuh Kristus. Itulah tugas kami hamba Tuhan.  

 

Sore ini kita diperhadapkan dengan suasana ruangan suci di mana ada 3 macam ibadah. Ini ulang berulang disampaikan tetapi kadang kita lalai, kita abaikan, kita entengkan dan kita remahkan. Padahal kalau mendengar Firman Tuhan, perhatian harus kita pusatkan di ruangan suci karena kelak kita akan mencapai ruangan maha suci, di mana terjadi persekutuan mempelai.

 

Yang kita baca tadi adalah objek di dalam ruangan suci yang ada di sebelah utara yaitu meja roti sajian. Di sana kita temukan ada 12 ketul roti bundar. Jangan saudara asumsikan bulat seperti bola, sebab kalau seperti itu tidak bisa disusun menjadi 6 tumpukan roti. Roti ini begitu besar karena bahannya 7 liter lebih tepung. Kalau 2 gomer tepung itu dibuat menjadi satu ketul roti, betapa besarnya roti itu.

 

Roti itu disusun 6 ketul setiap tumpukan. Berarti formasi roti di meja roti itu tidak acak. Tidak di sini 1 ketul, di situ 3 ketul, di sana 4 ketul, tidak! Formasinya diatur oleh Tuhan. Olehnya, kalau kita sebagai anak Tuhan yang paham bahwa kita ini ada di waktu yang hampir berakhir angka 2000 menurut sorga, kalau tidak mengikuti formasi ini dan acak saja, minggu hadir, rabu tidak hadir, sabtu piknik, bagaimana bisa roti di atur di atas meja hati saudara! Itu sama dengan acak. Bukan gembala yang salah, tetapi yang salah diri sendiri. Padahal gembala selalu siap untuk mengatur roti di atas meja hati saudara.

 

Di atas meja roti sajian ini kita langsung menemukan dua menjadi satu. Jadi pemberitaan saya sebagai hamba Tuhan tidak acak, tetapi punya pola dan punya fokus tertentu, yang paling puncak yaitu membawa gereja 2 menjadi satu, yaitu masuk pada nikah yang rohani. Makanya kami sebagai hamba Tuhan, diajar oleh pendahulu kami yang menerima ilham dari Tuhan agar kami melayani umat Tuhan tidak acak. Tidak hanya minggu ini bicara iman, minggu depan bicara percaya lalu berkata “ingat saudara iman dan percaya ada selisih sedikit” mana bukunya!

 

Tumpukan roti ini kalau dilihat membanjar terlihat angka 66, tidak acak. Dalam sidang jemaat ini saya bervareasi, bukan berarti saya acak! Tidak salah juga kalau tiap ibadah pendalaman Alkitab disampaikan kitab Imamat, ibadah doa disampaikan kitab Imamat, ibadah raya disampaikan kitab Imamat. Tetapi saya tidak ditaruh Tuhan hati seperti itu. Karena itu terlalu mudah sekali, karena bisa saja saya bicara imamat hari rabu, lalu hari sabtu saya tambahi sedikit saja 15 menit lalu saya lanjutkan. Itu Tuhan taruh dalam hati saya, saudara tidak boleh protes! Sekarang saudara sudah lihat bagaimana Tuhan beraksi dalam kitab nabi Amos, kitab nabi Yunus, kitab nabi Yehezkiel, kitab nabi Yeremia serta kitab Imamat, entah ke mana lagi akan disampaikan setelah ini. Itu kepercayaan Tuhan kepada sidang jemaat Kristus Penebus dan saya yang bertanggung jawab di sini. Tidak ada hak saudara untuk protes, sebab anda tidak bertanggung jawab terhadap sidang jemaat ini!

 

Ada 2 tempat yang saya dengar jemaat yang mengeluh ketika disampaikan kitab yang itu-itu terus, berarti cara seperti itu tidak menjadi berkat! Sampai jemaat berteriak Tesalonika-Tesalonika terus! Jadi cara seperti itu tidak menjadi berkat. Kalau sepeti itu kita tidak bisa mengenal Yesus dari kitab yang lain, tidak sempat. Saya tidak katakan salah, tetapi saya tidak ditaruh Tuhan hati untuk mengajar sistem seperti itu. Karena kalau cara seperti itu tidak akan maju pada kitab yang lain, Tuhan sudah datang. Kita hanya baru tahu hidungnya Tuhan, telinganya bagaimana. Bukan mengkritik orang, tapi hasilnya jemaat mengeluh terus “kami tidak melihat majunya, sebab khotbah ibadah Raya kitab Keluaran, ibadah pendalaman Alkitab kitab Keluaran, ibadah doa penyembahan kitab Keluaran” akhirnya tidak jadi berkat. Saudara di sini bisa tahu aksi Tuhan dalam kitab Imamat dan kitab Yeremia dan ternyata ada pertautannya. Sebab kita lihat keadaan rohani dalam kitab Yeremia.

 

Imamat 24:6-8 ada 2 kali disebut di hadapan Tuhan. Kalau ayat 1 sampai 4 hanya sekali dikatakan di hadapan Tuhan. Roti itu dibuat dari tepung yang terbaik. Yang disebut tepung gandum yang terbaik itu benar-benar halus, karena ditumbuk dan diayak makin halus. Itulah pekerjaan roti, itu pekerjaan Firman. Tujuannya bagi kita umat Tuhan adalah membawa kita makin menerima transfer sifat Ilahi yang lemah lembut dan rendah hati.

Matius 11:28-29

11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

 

Kidung Agung 5:16

5:16 Kata-katanya manis semata-mata, segala sesuatu padanya menarik. Demikianlah kekasihku, demikianlah temanku, hai puteri-puteri Yerusalem.

 

Ini tujuannya kita digembleng oleh Firman Allah, kita dituntun sampai satu saat kata-kata kita manis semata-mata. Inilah tepung yang halus itu. Kita tidak bisa menolak ditumbuk dan diayak. Karena apa? Karena nanti lembu (bangsa Yahudi) dan keledai (bangsa kafir) akhirnya makan makanan yang ditumbuk dan diayak sehingga tampil mempelai wanita yang halus.

Yesaya 30:24

30:24 sapi-sapi dan keledai-keledai yang mengerjakan tanah akan memakan makanan campuran yang sedap, yang sudah ditampi dan diayak.

 

Sekarang diuji dalam rumah tangga kita, karena meja roti sajian ini menunjuk dua menjadi satu. Baik di atas satu meja ada 2 tumpuk roti, namun itu masih renggang. Tetapi kalau sudah bicara 1 ketul dibuat dari 2 gomer tepung, itu tidak bisa dipisahkan lagi.

Imamat 24:5

24:5 "Engkau harus mengambil tepung yang terbaik dan membakar dua belas roti bundar dari padanya, setiap roti bundar harus dibuat dari dua persepuluh efa;

 

Berarti 2 gomer, ini berarti 2 menjadi 1 dan tidak bisa terpisahkan lagi. Kalau 2 tumpuk di atas satu meja, itu masih nampak jarak. Itulah nikah jasmani, tidak bisa disangkal masih ada jarak. Tetapi kalau kita digembleng masuk pada nikah yang rohani, puji Tuhan tidak ada jarak/ tidak bisa dipisahkan.

 

Ini adalah pengajaran praktis dan mudah dicerna, mudah dipahami. Kalau teologia masih menggunakan akal. Saya berbahagia menemukan pengajaran ini dan saya bayar mahal. Waktu saya menjadi pengerja saya giat bekerja, padahal dapat dikatakan pengajaran masih dangkal. Kalau mau dipakai oleh Tuhan harus punya ide dan menjadi inspirator. Kalau diingat derita sengsara kami dahulu di dalam pelayanan, amat disayangkan kalau menjelang kedatangan Tuhan, itu hilang begitu saja. Saya tidak mau seperti itu!

 

Yesaya 28:8

28:8 Sungguh, segala meja penuh dengan muntah, kotoran, sehingga tidak ada tempat yang bersih lagi.

 

Ini ulah siapa? Ulah imam-imam! Kalau ada muntah dan ada kotoran, itu berarti yang melayani di situ adalah anjing dan babi.

II Petrus 2:21-22

2:21 Karena itu bagi mereka adalah lebih baik, jika mereka tidak pernah mengenal Jalan Kebenaran dari pada mengenalnya, tetapi kemudian berbalik dari perintah kudus yang disampaikan kepada mereka.

2:22 Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: "Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya."

 

Makanya kotor meja Tuhan sebab pelayan itu adalah anjing dan babi. Saudara bayangkan kalau anjing melayani saudara, maka meja hati saudara saya isi dengan muntah! Coba kalau babi yang melayani di sini, maka saudara indentik juga seperti itu. Makanya kita beribadah tidak sembarang tetapi ada polanya dan kita harus waspada. Antara lain di meja roti ini jangan sampai ada muntah dan kotoran di sana.

 

Kalau gembala yang melayani ada label anjing, saudara yang rugi. Sebab meja hati saudara dijejali dengan muntah. Kalau gembala yang melayani ini adalah babi, maka gembala jejali hati saudara dengan kotoran. Sebabnya ibadah itu tidak asal, perhatikan siapa yang melayani, apakah anjing atau babi. Karena yang dulu dia beritakan itu dia muntahkan dan akhirnya baru mau dia telan lagi, tetapi itu sudah muntah. Itulah permainan anjing.

Filipi 3:2

3:2 Hati-hatilah terhadap anjing-anjing, hati-hatilah terhadap pekerja-pekerja yang jahat, hati-hatilah terhadap penyunat-penyunat yang palsu,

 

Siapa anjing ini? Itulah hamba Tuhan, bahkan dalam Yesaya pasal 56 dikatakan itulah gembala. Dibuka dengan pesta binatang buas, siapa yang dimakan? Gembala bersama jemaat yang digembalakan oleh gembala anjing ini! Kasar memang kedengarannya, tetapi itulah Firman, tidak bisa saya perhalus! Jangan coba membijaksanai Firman, kalau hitam bilang hitam, kalau putih bilang putih!

 

Yesaya 56:10-11

56:10 Sebab pengawal-pengawal umat-Ku adalah orang-orang buta, mereka semua tidak tahu apa-apa; mereka semua adalah anjing-anjing bisu, tidak tahu menyalak; mereka berbaring melamun dan suka tidur saja;

56:11 anjing-anjing pelahap, yang tidak tahu kenyang. Dan orang-orang itulah gembala-gembala, yang tidak dapat mengerti! Mereka semua mengambil jalannya sendiri, masing-masing mengejar laba, tiada yang terkecuali.

 

Kalau saya masih mendengar ocehan orang, itu saya terima. Tetapi saya tidak akan surut langkah dan urung niat untuk menyampaikan Firman Allah seperti apa kata Alkitab. Jangan sampai ada kotoran dan muntah yang saya drop. Kalau satu saat saudara mengganti seorang gembala di satu tempat, jangan saudara jelekan pendeta yang saudara ganti, tidak boleh! Sampaikan saja Firman. Di dunia pelayanan sekarang ini, hal seperti ini kayaknya tidak terangkat di permukaan. Syukur kita hamba Tuhan di dalam pengajaran tidak seperti itu, cuma di mana-mana banyak, di sana sini ada. Kalau menjelekan gembala yang saudara ganti, itu suatu kesalahan! Jangan saudara katakan saudara rohani kalau saudara menjelekan gembala yang saudara gantikan! Saudara tidak rohani, yang ada cumah roh ani.

 

Saya tidak boleh menghambur muntah dan kotoran di muka jemaat. Sidang jemaat ini tanggung jawab saya, yang berhak menegur saya adalah Tuhan, bukan saudara! Setiap kali saya duduk menyembah Tuhan, saya mendengar bisikan Tuhan seperti roti yang bundar itu. Dan saya pernah diperlihatkan Tuhan roti bundar ini. Tanggal 14-4-1994 saya disuruh Tuhan menggali sumur. Saya tidak mau cerita perdebatan saya dengan Tuhan karena awalnya saya mengelak, saya tidak mau. Akhirnya saya gali, lalu saya menemukan roti-roti bundar yang besar dan masih hangat. Besarnya seperti loyang, kemudian saya ambil. Ada suara lagi datang “ambil dan bagi-bagikan kepada kawan-kawanmu”. Maka saya ambil dan bagikan. Itu tugas saya, kalau masih ada yang mau menerima yah syukur. Jika ada yang menolak, yah syukur karena berkatnya kembali pada saya.

 

Saya juga harus mau menerima roti dari kawan-kawan. Makanya setiap natal saya katakan “kamu jo yang khotbah, tidak usah saya terus”. Tetapi selalu mengelak dan mengatakan “tidak! Selagi opa mampu, opa yang maju”. Saya tidak berani menolak karena saya takut dengan perkataan opa Pong “menolak berarti dosa, ambisi berarti dosa”.

 

Kita sudah ada pada waktu terakhir, jangan tetap seperti kayu glondongan. Kita harus masuk pada pilihan. Dan pilihan itu adalah miliknya Tuhan sendiri, tidak dimiliki oleh orang lain.

Titus 2:14

2:14 yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik.

 

Membebaskan kita dari segala kejahatan, itu nuansa halaman Tabernakel. Menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, itu ruangan suci. Kalau mau masuk pilihan eksistensi kita harus di ruangan suci. Kita mengalami pengudusan dari Tuhan tujuannya apa? Supaya kita menjadi kepunyaanNya Tuhan sendiri. Sebab kalau kita belum dikuduskan, kita masih dimiliki oleh banyak pribadi, minimal 2 yang memiliki kita. Apalagi kalau masih di halaman, memang dimiliki Tuhan tetapi masih juga dimiliki oleh dunia/ daging.

 

Itu sebabnya di ruangan suci kita dikuduskan supaya menjadi milik Tuhan sendiri, tidak ada person lain yang memiliki saudara. Itu sebabnya dalam 3 macam ibadah kita dikuduskan supaya menjadi kepunyaannya Tuhan sendiri. Saudara Kristus Penebus, di manapun anda berada, anda tidak diperkenankan dimiliki oleh pribadi lain, hanya dimiliki oleh Yesus. Bagaimana bisa ada pada status seperti ini? Karena ada di rungan suci menjalankan 3 macam ibadah.

 

Ditarik pemikiran kita berpusat di ruangan suci:

1.      Meja roti sajian adalah persekutuan kita dengan Yesus lewat Firman pengajaran dan Perjamuan Kudus.

2.      Pelita emas adalah persekutuan kita dengan Roh Kudus dengan karunia-karuniaNya.

3.      Mezbah dupa emas adalah persekutuan kita dengan Allah Bapa di dalam kasihNya.

 

Yang banyak diganggu oleh iblis adalah meja roti sajian. Meja roti sajian dan pelita emas yaitu Firman dan Roh Kudus ini yang akan mendorong kita masuk pada mezbah dupa emas, pada penyembahan yang benar. Iblis tahu di mana dia bisa masuk yaitu di meja roti, bukan di pelita emas. Saya harus waspada di meja roti, karena itu yang paling santer diganggu iblis, bukan Roh Kudus. Iblis tidak berani mengganggu Roh Kudus, tetapi lewat Firman pengajaran, itu dia usik. Makanya jangan kaget Firman pengajaran dalam terang Tabernakel inilah yang paling banyak diganggu bahkan dikepung oleh orang-orang yang sesungguhnya tidak paham akan rencana Tuhan.

 

Kalau kita lihat dalam I Korintus 12 ada 9 karunia Roh. Dan 9 karunia Roh ini dibagi 3:

1.      Hikmat, mahrifat dan membedakan segala roh. Ini kena mengena pada pribadi Bapa.

2.      Menyembuhkan, iman dan mujizat. Ini kena mengena dengan pribadi Anak Allah yaitu Yesus.

3.      Nubuatan, bahasa roh dan menterjemahkan bahasa roh. Ini kena mengena dengan pribadi Roh Kudus.

 

Yang mana yang setan suka ganggu? Menyembuhkan, iman dan mujizat. Gereja Tuhan yang hidup akhir zaman ini, sebab akan terjadi bencana rohani. Bencana alam sudah hebat, tetapi yang lebih hebat bencana rohani. Bencana alam habis di bumi ini, tetapi bencana rohani tidak selesai di bumi ini dan berkelanjutan sampai di neraka. Itu sebabnya saya harus menjaga hal ini, harus waspada dengan bencana rohani di akhir zaman ini.

 

Sekali lagi kita perhatikan meja yang ada muntah dan kotoran. Mengapa ada muntah dan kotoran? Sebab yang melayani adalah anjing dan babi.

 

Yesaya 30:24

30:24 sapi-sapi dan keledai-keledai yang mengerjakan tanah akan memakan makanan campuran yang sedap, yang sudah ditampi dan diayak.

 

Sapi menunjuk Israel dan keledai menunjuk kita bangsa kafir. Yang makan ini bukan sapi dan keledai yang malas, tetapi yang menggarap tanah. Diberikan makanan campur yang sedap, jangan saudara pikir ini pengajaran campur, bukan itu!

 

Satu saat bangsa Israel yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan JuruselamatNya dan kita bangsa kafir yang menerima Yesus, menerima menu yang sama sehingga pertumbuhan rohani kita sama. Tepung yang halus itu didapatkan karena diayak dan ditampi. Pada waktu ditampi, itu berbenturan, jatuh di atas nyiru berbenturan. Jangan kaget dan terkejut kalau masih terdengar benturan sana sini, tetapi satu waktu akan sampai pada tepung yang terbaik yaitu yang halus. Jangan kaget kalau terjadi benturan, kemudian langsung mengasumsikan “tidak benar kalau seperti itu!”. Justru itu yang betul, ada benturan sebab kita ditampi.

 

Ada 2 pemberita juga yang berbicara Firman Tuhan.

Matius 4:3-4

4:3 Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti."

4:4 Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."

 

Kalau iblis, dia sodorkan batu menjadi roti. Beda dengan ketetapan Firman, gandum ditumbuk dan diayak menjadi bahan untuk membuat roti. Kalau batu itu keras, bahkan ada yang lebih keras yaitu batu amril. Kemudian perhatikan, iblis ini pakai Firman juga. Saya mau bilang kepada saudara, jangan mengkonsumsi batu, akan menyebabkan anak Tuhan hatinya tetap keras seperti batu. Tetapi kalau Firman Tuhan itu dari gandum yang ditumbuk dan diayak, maka hati anak Tuhan akan menjadi lembut. Kalau bahan dari batu, kehidupan yang menerima menjadi keras hati.

 

Iblis pakai ayat, Tuhan Yesus pakai ayat. Yesus pusat tahbisan, iblis tidak ada tahbisan. Iblis pakai Firman, dia coba mau taruh di meja itu Firman, tetapi dia adalah pemberita yang tidak paham tentang tahbisan. Ini yang perlu kita perhatikan hari-hari terakhir ini. Jemaat Tuhan, jangan saudara punya tanggapan “gembala ini fanatik amat!”. Tidak, jangan sampai saudara dilayani oleh orang yang tahbisannya abal-abal, bisa hancur saudara. Jangan saudara dilayani oleh pelayanan yang tidak memiliki tahbisan yang benar. Sebab itu akan mencelakakan saudara.

 

Itu sebabnya kita ada di penghujung jalan atau di ruas jalan terakhir, Firman berkata lihat peti dan imam yang memikul yang memang suku Lewi. Ini yang harus kita perhatikan hari-hari terakhir ini yaitu imam yang memang suku Lewi. Saudara sudah mengerti apa itu imam yang memang suku Lewi/ imam/ hamba Tuhan yang melayani 100%.

 

Kemudian di tumpukan roti itu ada kemenyan. Ini menjadi ingat-ingatan.

Imamat 24:6-7

24:6 engkau harus mengaturnya menjadi dua susun, enam buah sesusun, di atas meja dari emas murni itu, di hadapan TUHAN.

24:7 Engkau harus membubuh kemenyan tulen di atas tiap-tiap susun; kemenyan itulah yang harus menjadi bagian ingat-ingatan roti itu, yakni suatu korban api-apian bagi TUHAN.

 

Malam ini, bagian ini juga akan kita lakukan lewat meja roti sajian ini. Bukan pada ayat 1 sampai 4 dikatakan ingat-ingatan Tuhan, tetapi di meja roti ini ada ingat-ingatan Tuhan. Sebabnya bukan hanya sebatas “oh saya pegang roti dan pegang cawan” tidak sebatas itu! Tetapi lihat meja roti, siapa yang ada di meja roti itu, persekutuan kita dengan siapa di meja roti itu? Itu persekutuan kita dengan Putera Allah yang Tunggal yang rela berkorban.

 

Kita tahu di meja roti sajian itu ada perjamuan kudus. Bicara perjamuan kudus, inilah ingat-ingatan terhadap meja roti itu. Saya kalau membaca ayat ini, saya gemetar. Sudah sejauh mana saya ada ingat-ingat terhadap roti itu.

I Korintus 11:24-26

11:24 dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: "Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!"

11:25 Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!"

11:26 Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.

 

Peringatan ini akan siapa? Akan Yesus, Dia roti yang turun dari sorga. Kenapa kita seringkali mengentengkan perjamuan kudus, kita diam seribu bahasa. Tidak ada perkataan “terima kasih Yesus” kenapa? Karena tidak merasa bagaimana derita sengsara Yesus sehingga bisa menjadi roti dan kita makan.

 

Kalau benar anda ada korban ingat-ingatan, maka sudah paling puncak saudara ingat akan kedatangan Tuhan pada kali kedua. Apa persiapanku untuk menyambut kedatangan Tuhan sebagai bukti saya ingat-ingat roti, saya ingat-ingat Tuhan Yesus. Adakah saudara punya roh penyembahan mengingat-ingat akan roti itu? Bukan hanya ceremony kita ambil cawan dan roti itu. Ingat itu roti yang terbaik. Bagaimana bisa menjadi tepung yang terbaik? Karena mengalami penumbukan, itulah sengsara yang dialami Yesus. Saya harus ingat-ingat ini sampai Tuhan datang.

 

Yang berkepentingan dan berhak makan adalah imam-imam. Tiap sabat diganti, yang lama diangkat dan yang baru bertengger di meja. Sabat itu perhentian, itu menunjuk Roh Kudus, Roh Kudus itu roh perhentian. Kalau benar dalam diri saudara ada perhentian, ada Roh Kudus, maka roti itu pasti selalu baru di dalam hati saudara. Tetapi tidak keluar dari yang lama, yang lama dan yang baru sama ukurannya. Tidak berubah, tetapi selalu baru, namun tidak keluar dari apa yang diterima dari pendahulu.

 

Di dalam Alkitab kita temukan 3 kali sudah genap.

1.      Ketika Yesus diberi minum air anggur asam.

2.      Setelah malaikat ketujuh mencurahkan bokornya dan hukuman selesai, sudah genap.

3.      Setelah ada langit dan bumi yang baru.

 

Sudah genap pertama adalah salib. Coba saudara perhatikan, ketika saudara pegang roti perjamuan saudara dengar suara Yesus berseru “sudah genap”. Sudah selesai Dia ditumbuk dan diayak menjadi tepung untuk roti yang terbaik bagi kita.

1.      Yohanes 19:30 (Terjemahan Lama)

19:30 Setelah Yesus mengecap cuka itu, maka kata-Nya, "Sudahlah genap!" Lalu Ia menundukkan kepala-Nya, serta menyerahkan roh-Nya.

 

Ini ucapan sudah genap yang pertama, justru ketika Yesus di atas salib. Sekarang korban ingat-ingatan akan roti, apakah itu ada. Masihkah terngiang bahasa “sudah genap”. Saudara akan berpikir bahasa itu keluar dari satu Pribadi yang menderita karena saya dan saudara.

 

2.      Wahyu 16:17 (Terjemahan Lama)

16:17 Maka malaekat yang ketujuh itu pun mencurahkan bokornya ke atas udara, lalu kedengaranlah suatu suara besar dari dalam Rumah Allah, daripada arasy itu, berkata, "Semuanya sudah genap."

 

Mana saudara pilih, hukuman sudah genap dalam diri kita, atau hukuman sudah genap ditanggung Tuhan sehingga kita ada korban ingat-ingatan akan roti itu.

 

3.      Wahyu 21:5-6 (Terjemahan Lama)

21:5 Maka Ia yang duduk di atas arasy itu pun berfirman, "Tengoklah, Aku jadikan semuanya baharu." Dan lagi firman-Nya, "Suratkanlah, karena perkataan inilah tetap dan benar."

21:6 Maka firman-Nya kepadaku, "Sudahlah genap; Aku inilah Alif dan Ya, yaitu Yang awal dan Yang akhir. Kepada orang yang dahaga kelak Aku akan memberi minum daripada mata air hayat dengan percuma.

 

Ini dikaitkan dengan segala sesuatu baru. Kalau dikaitkan dengan meja roti sajian, tiap sabat roti itu baru. Mana yang kita pilih, sudah genap yang pertama dan terakhir atau yang ditengah. Yang di tengah ini adalah hukuman Tuhan. Tuhan sampai melampiaskan api cemburu Tuhan terhadap dunia dan manusia sampai berkata “hukuman sudah selesai”. Yesus sudah rela menanggung hukuman dosa kita. Kenapa kita tidak juga menyadari hidup ini hanya kemurahan Tuhan.

 

Terima kasih Tuhan memberikan kemampuan sampai saat ini. Saya ajak isteri dan anak-anak saya, mari kita ada korban ingat-ingatan. Roti itu tidak instan, ada prosesnya. Inilah penderitaan Yesus sehingga tubuhnya dipecah-pecahkan dan Yesus katakan “ini tubuhKu, makanlah. Ini darahKu, minumlah”. Bisakah kita punya inspirasi dan pemikiran “Kalau bukan karena Engkau rela tubuhMu hancur dan kemudian menjadi roti dan anggur, makanan dan minum yang sesungguhnya, tidak mungkin kami ada sampai saat ini”.

 

Nanti masuk pada Imamat 24:10 aduhai, ternyata ada masalah di meja roti sajian. Yang diganggu oleh iblis adalah meja roti sajian. Sebab kalau ini lumpuh, pelita emas tidak bisa bekerja sendiri, dia harus bekerja bersama.

Yohanes 4:23

4:23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.

 

Penyembahan yang benar (mezbah dupa emas) ditopang oleh pengajaran dan roh. Maka iblis coba melumpuhkan meja roti lewat pengajaran yang palsu. Dan kita temukan, luar biasa dia masuk di situ. Kita bicara tentang itu dan langsung ditunjukan pada ayat 10 sampai 15. Kemudian ayat selanjutnya adalah hukuman bagi orang yang ada ajaran campur. Ini jangan terjadi pada kita.

 

Jemaat Kristus Penebus di manapun anda mendengar, baik siaran langsung maupun siaran tunda, kita ini dirindukan oleh Tuhan agar ada korban ingat-ingatan akan Tuhan Yesus yang punya Firman, dialah yang punya roti itu.

I Korintus 11:23-25

11:23 Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti

11:24 dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: "Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!"

11:25 Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!"

 

Ayo, jangan asal kita menerima Tubuh dan Darah Kristus, tetapi lupa bagaimana penderitaan Yesus sehingga makanan dan minuman yang sesungguhnya ini bisa ada di tangan kita. Masihkah kita ingat hal iin? Masihkan ada kemenyan lewat doa penyembahan kita?

 

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 085241270477

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com

Tuhan memberkati.

20200726

Kebaktian Umum, Minggu 26 Juli 2020 Pdt. Bernard Legontu

Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Wahyu pasal 11 dalam terang Tabernakel terkena 2 kerub yang ada di atas tutup peti pendamaian. 2 kerub ini matanya memandang di atas tutup peti pendamaian di mana ada 7 percikan darah. Tutup pendamaian menunjukan pribadi Yesus yang telah berkorban sampai tetes darah yang terakhir. Tabut perjanjian menunjukan gereja Tuhan. Jika tidak ada tutup pendamaian dengan tanda darah yaitu Yesus dalam tanda darah, maka peti perjanjian tidak dapat masuk dalam kategori sempurna, tetap ada cacat celanya.

 

Wahyu 11:7-14

11:7 Dan apabila mereka telah menyelesaikan kesaksian mereka, maka binatang yang muncul dari jurang maut, akan memerangi mereka dan mengalahkan serta membunuh mereka.

11:8 Dan mayat mereka akan terletak di atas jalan raya kota besar, yang secara rohani disebut Sodom dan Mesir, di mana juga Tuhan mereka disalibkan.

11:9 Dan orang-orang dari segala bangsa dan suku dan bahasa dan kaum, melihat mayat mereka tiga setengah hari lamanya dan orang-orang itu tidak memperbolehkan mayat mereka dikuburkan.

11:10 Dan mereka yang diam di atas bumi bergembira dan bersukacita atas mereka itu dan berpesta dan saling mengirim hadiah, karena kedua nabi itu telah merupakan siksaan bagi semua orang yang diam di atas bumi.

11:11 Tiga setengah hari kemudian masuklah roh kehidupan dari Allah ke dalam mereka, sehingga mereka bangkit dan semua orang yang melihat mereka menjadi sangat takut.

11:12 Dan orang-orang itu mendengar suatu suara yang nyaring dari sorga berkata kepada mereka: "Naiklah ke mari!" Lalu naiklah mereka ke langit, diselubungi awan, disaksikan oleh musuh-musuh mereka.

11:13 Pada saat itu terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan sepersepuluh bagian dari kota itu rubuh, dan tujuh ribu orang mati oleh gempa bumi itu dan orang-orang lain sangat ketakutan, lalu memuliakan Allah yang di sorga.

11:14 Celaka yang kedua sudah lewat: lihatlah, celaka yang ketiga segera menyusul.

 

Dari ayat yang terakhir ini kita lihat, semua ini bersuasana celaka. Siapa yang senang mengalami celaka? Tidak ada.

 

Pasal 11 ini sebenarnya urutannya ada dalam Wahyu pasal 12 antara ayat 17 dan 18. Tetapi mengapa Tuhan dahulukan pasal 11 sebelum peristiwa pasal 12?  Kita diberi oleh Tuhan untuk mengambil pedoman atau pembelajaran dari pasal 11 ini. Walaupun secara hurufiah ini akan menjadi kenyataan, tetapi secara khusus kepada orang Israel. Pasal 11 ini peristiwanya ketika antikristus berkuasa di muka bumi ini selama 3,5 tahun.

Peta Minggu Ketebusan dan Minggu Kejadian

 

Minggu kejadian ada 7 hari dan minggu ketebusan ada 7 hari. Yang kita baca dalam pasal 11 ini adalah peristiwa ujung hari keenam minggu ketebusan dan mau masuk hari ketujuh yaitu kerajaan 1000 tahun. Jadi perjalanan kita gereja Tuhan sudah mau masuk 3,5 tahun aniaya antikristus. Sebelum peristiwa aniaya itu terjadi, kita gereja Tuhan harus memahami.

 

Minggu kejadian ada pada Kejadian pasal 1 dan pasal 2 ayat 1 sampai 7. Hari pertama Tuhan menciptakan terang, kedua bentangan, ketiga memisahkan air di bawah dan air yang di atas serta memisahkan darat dan laut. Kemudian hari keempat diciptakan matahari, bulan dan bintang. Hari kelima diciptakan ikan-ikan dan burung-burung. Hari keenam sebelum diciptakan sepasang nikah, lebih dahulu Tuhan menciptakan binatang berkaki 4. Itu ciptakan oleh Tuhan dengan tanganNya sendiri, Dia mengambil tanah untuk menciptakan binatang berkaki empat. Kemudian akhir hari keenam minggu kejadian baru Tuhan menciptakan sepasang manusia dari tanah lihat. Kemudian Tuhan beristirahat pada hari yang ketujuh.

 

Setelah Adam dan Hawa jatuh di dalam dosa, maka Tuhan memulia minggu ketebusan. Minggu ketebusan hari pertama yang Tuhan ciptakan adalah memberikan busana kepada nikah ini dari kulit binatang. Hari kedua minggu ketebusan, di situ adalah bagaimana Tuhan memisahkan air di atas dan air yang di bawah. Air yang di atas 8 orang, air yang di bawah tidak terhitung jumlahnya yang mati binasa. Hari yang ketiga yang Tuhan lakukan adalah bangsa Israel keluar dari Mesir, mereka di darat bagaikan tanaman dan buah hulu hasil dan yang tenggelam di laut adalah Firaun bersama pasukannya. Hari yang keempat minggu ketebusan, wujud Allah yang tidak kelihatan ditampilkan melalui Yesus Kristus. Itu sudah terjadi.

Kolose 1:19, 2:9

1:19 Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia,

2:9 Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan,

 

Hari kelima itu adalah Roh Tuhan turun, maka 3000 ikan hidup berenang di sungai Roh Kudus, bertambah menjadi 5000 dan sekarang tidak terbilang banyaknya. Karena manusia yang percaya akan Tuhan juga digambarkan bagaikan ikan.

 

Kita sekarang berada di ujung hari keenam pada minggu ketebusan, berarti penciptaan sepasang nikah. Hari keenam minggu kejadian diciptakan sepasang nikah, hari keenam minggu ketebusan diciptakan sepasang nikah yaitu Tuhan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga dan kita gereja Tuhan Mempelai WanitaNya.

 

Inilah tujuan kita, kita sedang dibangun lewat curahan Firman pengajaran, roh dan kasih Tuhan, untuk menciptakan kita menjadi tubuh Tuhan Yesus atau mempelai wanita atau isterinya Tuhan Yesus secara rohani, bukan jasmani. Jangan ketika kita bicara nikah, kemudian pikiran saudara berjalan secara daging, bukan! Makanya di dalam gereja yang diutamakan sekarang adalah bagaimana sidang jemaat dibangun dalam penggembalaan lewat curahan hujan Firman pengajaran yang deras. Rahasia Firman pengajaran yang paling besar adalah rahasia nikah Kristus dan rahasia ibadah. Kalau dalam gereja tanpa pembukaan rahasia Firman, bagaimana gereja Tuhan bisa siap! Pikirnya ibadah itu hanya upacara belaka. Yang penting sudah menyanyi, tepuk tangan, sudah dengar Firman singkat dan berpikir sudah beribadah dan menyembah, keliru kalau seperti itu! Gereja seperti itu tidak akan mencapai status Mempelai Wanita Tuhan. Kalau seperti itu jangan bermimpi unutk disingkirkan. Kehidupan seperti itu akan masuk dalam 3,5 tahun aniaya antikristus.

 

Dalam Wahyu pasal 11 ini gereja sebenarnya sudah disingkirkan. Tetapi penulisannya yang diletakan pada pasal 11. Pertama secara hurufiah ini akan dialami. Ada 2 personil, ada 2 saksi Tuhan yang akan turun atau bersaksi saat antikristus merajalela di dunia ini, tetapi hanya khusus kepada bangsa Israel. Dalam peta zaman disebut Musa dan Elia. Entahkan itu benar Musa dan Elia, tetapi kalau dilihat cara kerja mereka memang ada roh Musa dan Elia. Saya tidak bermaksud dengan orangnya, yang penting rohnya, suasananya.

 

Sifat Firman pengajaran membutuhkan waktu yang lama. Kalau ada yang tidak mau dengar Firman yang agak lama dan hanya mau yang singkat saja, terserah dia. Tetapi dia akan kalang kabut jika ini terjadi:

Amos 8:11-12

8:11 "Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman Tuhan ALLAH, "Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN.

8:12 Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya.

 

Tuhan nyatakan di atas muka bumi, manusia akan lapar mencari Firman tetapi dia tidak dapat. Sebab selama ada Firman, mereka mengecilkan efa berarti mengecilkan Firman dan membesarkan syikal. Bicara syikal itu bicara ekonomi, soal uang, mereka bisa lembur. Tetapi kalau bicara efa yang ada hubungannya dengan Firman Tuhan, mereka katakan “tunggu dulu pak pendeta!”. Orang seperti ini nanti akan kelaparan, sebab akan distel hatinya oleh Tuhan untuk mencari Tuhan tetapi tidak mendapatkan. Jangan kita belajar untuk menolak penampilan Firman atau bosan dengar Firman, itu berbahaya!

 

Wahyu 11:7

11:7 Dan apabila mereka telah menyelesaikan kesaksian mereka, maka binatang yang muncul dari jurang maut, akan memerangi mereka dan mengalahkan serta membunuh mereka.

 

Mereka bekerja tidak separuh jalan. Tetapi mereka bekerja sampai garis akhir. Ini contoh teladan kepada kita. Karena kedua saksi ini meneladani Yesus. Yesus juga di dalam Yohanes 4:34 dan Yohanes 17:4, Yesus tidak pernah bekerja separuh jalan tetapi sampai selesai. Ini diteladani oleh 2 saksi dan ini juga teladan yang diberikan kepada kami hamba Tuhan dan juga sidang jemaat, agar kita mengikuti Tuhan sampai garis akhir, sampai Tuhan Yesus datang. Dengan arti kata jangan kita bekerja setengah jalan kemudian balik kanan, kecuali mati! Lebih baik capek melayani dari pada capek duduk-duduk.

 

Di sini mereka meneladani Yesus, Gurunya. Tuhan mengatakan mereka ini saksiKu.

Wahyu 11:3

11:3 Dan Aku akan memberi tugas kepada dua saksi-Ku, supaya mereka bernubuat sambil berkabung, seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.

 

Dua saksi ini meneladani Yang mengutus. Bagaimana sikap yang mengutus dalam menghadapi pekerjaan Bapa?

Yohanes 4:34

4:34 Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.

 

Bekerja secara fisik tetapi disebut makan. Kalau lama tidak makan maka orang akan lapar. Berarti orang selalu mau bekerja karena selalu merasa lapar dan butuh makan. Orang yang bekerja melayani Tuhan berarti dia lapar, maka dia makan/ bekerja.

 

Yesus tidak bekerja separuh jalan. Kalau bekerja sampai selesai, baru boleh minta kemuliaan.

Yohanes 17:4-5

17:4 Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.

17:5 Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.

 

Jangan coba mendambakan kemuliaan kalau anak Tuhan tidak bekerja sampai tuntas, kalau bekerja aras-arasan. Makanya Mempelai Wanita Tuhan ini adalah pribadi anak Tuhan yang mengerjakan pekerjaan Tuhan sampai selesai dan dirinya sendiri ada pada kondisi Mempelai Wanita Tuhan. Karena kita ada di ruas jalan akhir dan sudah mau ditutup Tuhan pintu kemurahan bagi bangsa kafir maka mari kita bekerja sampai mengkondisikan diri menjadi mempelai wanita, itu yang namanya selesai.

 

Jangan ingin kemuliaan jika tidak menyelesaikan pekerjaan alias bekerja aras-arasan. Sebenarnya sementara kita bekerja kita harus paham bahwa kita membawa diri untuk menjadi Mempelai Wanita Tuhan, mengkondisikan diri menjadi belahan jiwanya Tuhan.

 

Malaikat yang disebut abadon atau apolion yang artinya perusak dan yang kedua artinya pembinasa, tampil memerangi dua saksi itu. Dia ini adalah malaikat jurang maut.

Wahyu 9:11

9:11 Dan raja yang memerintah mereka ialah malaikat jurang maut; namanya dalam bahasa Ibrani ialah Abadon dan dalam bahasa Yunani ialah Apolion.

 

Ini yang akan memerangi dua saksi itu dan seizin Tuhan dua saksi ini dikalahkan. Pada waktu mereka melihat bahwa mereka menang dan 2 saksi ini kalah, maka mereka berpesta ria dan saling tukar kado. Dan mereka membiarkan mayat 2 saksi ini di jalan raya kota besar Sodom dan Mesir.

Wahyu 11:7-8

11:7 Dan apabila mereka telah menyelesaikan kesaksian mereka, maka binatang yang muncul dari jurang maut, akan memerangi mereka dan mengalahkan serta membunuh mereka.

11:8 Dan mayat mereka akan terletak di atas jalan raya kota besar, yang secara rohani disebut Sodom dan Mesir, di mana juga Tuhan mereka disalibkan.

 

Sodom artinya kebejatan, kejijikan. Mesir di sini itulah keduniawian. Ini contoh dan pelajaran bagi kita. Secara hurufiah ini memang akan terjadi, mereka dibunuh dan dikalahkan oleh abadon atau apolion.

 

Ini pembelajaran bagiku dan bagi saudara. Bahwa yang dapat mengalahkan saya dan saudara adalah roh kebejatan dan roh keduniawian. Sebabnya 2 roh ini yang harus kita waspadai hari-hari terakhir ini.

 

1.      Kebejatan

Roh kebejatan ini hebat hari-hari terakhir ini. Banyak yang tidak bisa menangkal, makanya kita melihat di mana-mana terjadi kejatuhan. Sifat pelajaran yang sehat ini adalah berterus terang dan berani membongkar dosa dan salah! Kalau tidak sehat maka dia akan elus-elus dosa. Si pemberita tidak berani menegur dosa sebab perbuatannya sama saja dengan yang mendengar. Kalau jemaat pemabuk, pemberita juga pemabuk, mana mungkin dia berani berterus terang berkata “mabuk minuman keras itu membinasakan!”. Itu bukti bahwa pengajarannya tidak sehat. Tetapi kalau pengajaran sehat dia berani berterus terang dan berani membongkar dosa, sebab pemberita ada pada tahbisan benar.

 

Makanya jangan saudara berangus mulut hamba Tuhan. Ketika saudara menyatakan diri “saya mau digembalakan di sini” maka gembala harus berterus terang kepada saudara dan tidak akan membiarkan anda tenang dengan dosamu. Sebab kalau gembala biarkan saudara tenang dengan dosamu, sama dengan bohong, kapan bisa dikondisikan jadi mempelai!

 

Makanya sedikit orang suka mendengar pengajaran yang sehat, yang mereka suka pengajaran yang tidak sehat. Sebab yang mereka suka adalah pendeta dan jemaatnya sama-sama pemabuk, penjudi, perokok. Mereka mau masuk neraka tetapi tidak sadar. Kenapa? Dari mimbar tidak pernah ditunjukan dengan terus terang/ transparan. Kalau ditunjukan secara transparan berarti bisa membuat gereja kosong. Saya tidak peduli gereja kosong dan tidak ada isi. Ternyata gereja yang berterus terang, walaupun membongkar dosa dan kesalahan tidak akan kosong, pasti Tuhan isi dengan orang­-orang pilihan Tuhan.

 

Makanya saya optimis Tuhan akan kirim jiwa. Tahun 1986 kami berdoa semalam suntuk bersama jemaat kurang lebih 10 orang. Sekitar jam 3 subuh jemaat yang ada sudah tertidur, saya menangis, sudah sayang diri, saya berdoa “Tuhan Engkau utus kami ke Tentena untuk melayani jiwa, tetapi tidak ada jiwa, mana jiwa Tuhan! Kami suami isteri sebenarnya tidak mau sama sekali datang di Tentena. Tetapi Tuhan cambuk kami suami isteri, Tuhan pukul sampai menyerah. Waktu sedang penyembahan saya dengar suara roh “Aku tahu siapa orangKu, jiwa itu urusanKu, engkau hambaKu layanilah Aku”. Begitu mendengar 3 kalimat ini, saya tambah menangis. Mendengar saya menangis, baru pak Suraji dan jemaat lain bangun menyembah dan berseru “haleluya”. Makanya mari kita setia sampai akhir.

 

Yang dulu membunuh rohani adalah Sodom. Bagi kita sekarang yang akan membunuh rohani kita adalah Sodom yaitu kebejatan, rohani amburadul, rohani najis, rohani cemar! Andaikata Yesus tidak bermurah hati di Golgota, bagaimana nasib kita. 3 ucapan Yesus di kayu salib waktu terang, itu hubungannya dengan korban penghapus dosa. 4 ucapan Yesus pada waktu gelap, itu hubungannya dengan korban karena salah. Seandainya tidak ada korban Kristus, bagaimana kita bisa mencapai pada kondisi Mempelai Wanita Tuhan seperti dalam Wahyu 12:1-2,14. Tetapi puji bagi nama Tuhan, kita sekarang adalah pemenang karena Kristus adalah pemenang bagi kita. Kita tidak akan dikalahkan dengan kebejatan yang sedang terjadi di belahan bumi ini.

 

Sekarang ini biar di tengah jalan, di pinggir jalan, orang sudah tidak malu-malu berbuat kebejatan dan kecemaran. Tahun 1978 di Singapura, kami mengikuti KKR yang digelar oleh Pdt. Bily Graham. Waktu itu Pdt. Nene Rameantos adalah sekretaris. Tetapi setelah mendengarkan Kabar Mempelai, beliau berkata “30 tahun saya keliling dunia melayani tetapi ternyata kosong”. Akhirnya ikut sekolah Alkitab di Surabaya.

 

Ini kebejatan terjadi di mana-mana. Waktu kami pulang ke penginapan, lihat saja di taman kota, di semak-semak, dunia makin bejat. Apalagi sekarang sarana yang disiarkan oleh dunia dan dimanfaatkan oleh iblis begitu marak hari-hari terakhir ini. Kalau pengajaran tidak berterus terang, kami hamba Tuhan tidak berterus terang menyampaikan Firman dan tidak berani membongkor dosa dan kesalahan, kasihan umat Tuhan mau ke mana. Nanti kita akan meringkuk 3,5 tahun aniaya dan saudara ada di sana. Itu sebabnya Tuhan mempercayakan di atas pundak ini agar kita tidak ada di sana. Tuhan taruh di hati ini untuk membawa sidang jemaat mencapai kerinduan hati Tuhan:

Roma 15:16

15:16 yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus.

 

Itu tugas penggembalaan, agar setiap umat yang dipercayakan untuk digembalakan, diarahkan perjalanan hidupnya jika kelak dipersembahkan hidupnya diterima oleh Tuhan untuk menjadi TubuhNya.

 

Sekarang ini kebejatan semakin hebat. Sedikit waktu lagi melalui tayangan kotak kaca akan terang-terangan. Sekarang ini pemerintah masih rem. Tetapi satu waktu tidak bisa direm kejahatan dan kenajisan. Tujuannya untuk membinasakan rohani saudara dan saya. Kehidupan yang mau dibawa menjadi Mempelai Wanita Tuhan, dia senang bahkan mempersembahkan hidupnya untuk disucikan lewat pengajaran yang sehat.

 

2.      Keduniawian

Mesir menunjuk keduniawian. Jadi apakah kita tidak butuh perkara dunia? Dibutuh, tidak mungkin pekerjaan Tuhan jalan tanpa itu. Kalau dulu gereja masih di bawah kemudian bisa seperti ini, dapatkah dikatakan keduniawian. Kalau dulu rumah saudara gubuk dan sekarang bisa direnovasi, dapatkan saudara dituduh keduniawian? Tidak! Pengertian keduniawian di sini berarti benar-benar yang dominan yang dunia, yang rohani sudah tipis sekali, bahkan kalau bisa rohani sudah tidak butuh sama sekali. Itulah yang terjadi di belahan bumi barat sana. Makanya tidak kaget kalau melihat gereja sampai dijual. Kenapa? Orang sudah tidak mau beribadah. Bahkan kalau saudara baca satu majalah, di Swiss selalu ada papan pengumuman di muka gereja “kalau cuaca bagus, gereja tutup. Kalau cuaca buruk, gereja dibuka”. Kalau cuaca bagus gereja ditutup karena semua orang pergi piknik. Tetapi kalau cuaca buruk gereja dibuka karena orang tidak bisa pergi ke tempat lain. Tetapi yang masuk gereja tinggal kakek dan nenek, anak muda sudah tidak ke gereja. Inilah keduniawian!

 

Jangan terkejut kalau itu terjadi. Inipun kegenapan Firman, apakah saudara ikut seperti itu? Olehnya itu Firman Tuhan datang untuk mencegah kita agar kita tidak menjadi Mesir, hidup keduniawian. Ciri-ciri hidup keduniawian, mulai aras-arasan beribadah, mulai tidak peduli Firman, mulai berpikir “apa gunanya ke gereja”. Akhirnya dia menjadi orang yang duniawi. Ini yang sedang terjadi hari-hari terakhir ini. Semoga catatan Firman Tuhan ini bukan untuk kita lakukan, tetapi menjadi peringatan bagi kita bersama.

Yesaya 30:11

30:11 menyisihlah dari jalan dan ambillah jalan lain, janganlah susahi kami dengan Yang Mahakudus, Allah Israel."

 

Ayub 21:14

21:14 Tetapi kata mereka kepada Allah: Pergilah dari kami! Kami tidak suka mengetahui jalan-jalan-Mu.

 

Siapa yang berkata ini? Orang fasik, orang duniawi. Bahkan sampai Tuhan mereka usir! Mungkin bahasa kita tidak pernah terucap seperti ini, tetapi bahasa tubuh kita menunjukan seperti ini! Makanya banyak orang tidak suka Firman pengajaran seperti ini. Mereka hanya suka mendengar yang mengelus-elus dosa, pikirnya otomatis masuk sorga. Eh, tunggu! Antikristus sudah menghadang orang seperti ini. Apalagi sekarang ini ada pembahasan dalam gereja ‘orang sudah capek cari nafkah di dunia, datang di gereja mestinya harus dihibur’. Karena tidak senang mendengar berita salib/sengsara. Ini tipuan dari iblis, tetapi orang suka ditipu iblis.

 

Ayub 21:15

21:15 Yang Mahakuasa itu apa, sehingga kami harus beribadah kepada-Nya, dan apa manfaatnya bagi kami, kalau kami memohon kepada-Nya?

 

Ini juga terjadi dalam gereja Tuhan yang ada Firman pengajaran. Kalau sekarang ada di antara kita yang seperti itu, jangan bilang Tuhan kalau tidak terjadi apa-apa pada dirimu. Jangan sampai terjadi! Keterlaluan bahasa mereka ini! Makanya diperlihatkan dalam Wahyu pasal 11, ini pembelajaran bagi kita, hargailah Firman Tuhan. Itu hanya kemurahan Tuhan, jika Roh Kudus diberikan oleh Tuhan dan kita mendapatkan curahan Tuhan sesuai Zakharia pasal 10. Tuhan menyuruh supaya kita meminta kepada Tuhan, supaya mencurahkan hujan yang deras dan lebat. Tetapi malah tidak diminta hujan Firman pengajaran yang deras dan lebat, hanya yang lembut-lembut saja. Kehidupan itu tidak sadar dia berbahaya sekali. Gregetan saya melihat orang seperti itu! Karena saya melihat ngeri sekali keadaannya kelak.

 

Penampilan Firman pengajaran tidak disuka oleh banyak gereja, mereka hanya suka yang lembut-lembut saja. Tetapi mereka pikir akan menjadi Mempelai Wanita Tuhan juga, itu mustahil.

 

Rancangan Tuhan pasti akan digenapkan dalam diri saya dan saudara.

Filipi 1:6

1:6 Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.

 

Tidak mungkin tidak akan selesai, sebab akan diteruskan sampai pada hari Kristus. Kita mendekati garis finish, pasti mencapai sempurna.

 

Filipi 1:6 (Terjemahan Lama)

1:6 Aku yakin akan hal ini juga, bahwa Ia yang sudah memulai di dalam kamu suatu pekerjaan yang baik, akan menyudahkan dia sehingga sampai kepada Hari Kristus Yesus.

 

Saya optimis kehidupan kita umat Tuhan akan mencapai akhirnya pada hari Kristus Yesus. Tuhan sudah memulai, pasti Dia akan menyelesaikan sampai hari Kristus. Saya takut kalau melayani hanya elus-elus dosa, itu berarti saya bukan hamba Tuhan! Apalagi kalau saya menerima berkat dari saudara dan hanya saya elus-elus dosa, berarti saya hamba Tuhan yang duniawi!

 

Kasih Tuhan menjangkau kehidupan saudara. Tuhan sudah memulai, jangan sampai saudara justru menarik diri, sementara Tuhan sudah memulai yang baik bagi saudara. Dia akan meneruskan sampai hari Kristus datang, jangan saudara menarik diri.

 

Kedua saksi Tuhan ini mengapa disebut saksi Tuhan? Karena mereka mengenal siapa Yesus yang mereka saksikan. Itu menjadi pelajaran bagi kita. Kita akan diuji Tuhan, apakah pengenalan kita sudah seperti ini atau belum:

Kidung Agung 5:9

5:9 -- Apakah kelebihan kekasihmu dari pada kekasih yang lain, hai jelita di antara wanita? Apakah kelebihan kekasihmu dari pada kekasih yang lain, sehingga kausumpahi kami begini?

 

Ini calon Mempelai Wanita, ditanya oleh wanita-wanita lain. Mereka berarti mengetahui ada kelebihan dari Mempelai Laki-laki. Kenapa ada pertanyaan seperti ini? Berarti ada bentuk komunitas gereja Tuhan yang seperti Mempelai Wanita dan ada juga yang disebut kekasih yang lain. Dulu sudah dipertanyakan dan sekarang diangkat bagi kita. Ada kekasih yang melekat kepada Tuhan dan ada kekasih yang lain. Tuhan Yesus tidak sibuk dengan kekasih yang lain, sebab Dia hanya terpusat pada kekasih yang satu itu. Kalau anda mengikuti kekasih yang lain, terserah! Gereja Tuhan akhir zaman ini ada juga yang senang dengan kekasih yang lain.

 

Kidung Agung 5:10

5:10 -- Putih bersih dan merah cerah kekasihku, menyolok mata di antara selaksa orang.

 

1.      Putih bersih

Putih berarti kebenaran, bersih berarti suci. Jadi kekasihnya itu benar dan suci. Kita bisa menyebut hal ini, tetapi bagaimana jika kita diukur dengan hal ini. Apakah kita hanya sebatas ngomong saja? Harusnya ini menjadi ukuran kita, karena dalam Wahyu 11:1 kita diukur.

 

2.      Merah cerah

Bukan merah padam, seperti naga merah. Ini menunjuk satu tugas pelayanan yang menghapus segala dosa kesalahan. Berarti pengampunannya membuat hati cerah.

 

3.      Menyolok mata di antara selaksa orang

I Korintus 4:14-15

4:14 Hal ini kutuliskan bukan untuk memalukan kamu, tetapi untuk menegor kamu sebagai anak-anakku yang kukasihi.

4:15 Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak bapa. Karena akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil yang kuberitakan kepadamu.

 

Sepuluh ribu = selaksa.

I Korintus 4:15 (Terjemahan Lama)

4:15 Karena meskipun kamu ada sepuluh ribu guru di dalam Kristus, tetapi kamu tiada banyak Bapa; karena di dalam Kristus Yesus aku ini telah memperanakkan kamu dengan Injil itu.

 

Jadi yang namanya selaksa itu menunjukan guru, berarti menunjuk pengajaran. Artinya perempuan itu berkata sekalipun sepuluh ribu pengajaran tampil, baginya yang menyolok mata hanya satu yaitu Kabar Mempelai. Kalau tidak menyolok matanya, maka dia akan ke sana kemari, dia tidak merasa dia pilihan. Kehidupan Kristen seperti itu akan mengembara dan tidak akan menemukan Yesus Mempelai Lak-laki Sorga.

 

Sekarang ini banyak macam pengajaran dalam gereja. Satu perkataan saja, sudah banyak macam pengajaran. Misalnya tentang perpuluhan, ada yang mengatakan tidak ada lagi perpuluhan sekarang, itu cuma dulu, berarti sudah beda pengajaran. Tentang baptisan air, ada yang mengatakan dipercik saja, ada yang mengatakan pakai abu saja, berarti sudah banyak pengajaran. Tetapi umat pilihan Tuhan hanya satu yang menyolok mata. Yang menyolok mata bagi saya adalah Kabar mempelai, walaupun bermacam-macam pengajaran yang ada.

 

Ada yang mengatakan perpuluhan tidak perlu lagi karena Yesus tidak ajarkan. Dia tidak tahu bahwa setiap tulisan itu dinafasi oleh Tuhan.

Matius 23:23

23:23 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.

 

Lukas 16:12-14

16:12 Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?

16:13 Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

16:14 Semuanya itu didengar oleh orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Dia.

 

Itu saja sudah beda, sudah ada bermacam-macam! Penampilan dalam gereja Tuhan sekarang ini bermacam-macam.

 

4.      Kidung Agung 5:11

5:11 Bagaikan emas, emas murni, kepalanya, rambutnya mengombak, hitam seperti gagak.

 

Berarti inspirasiNya untuk memuliakan gereja Tuhan. Tidak ada pikiran lain dari Kristus, hanya satu yaitu untuk membawa gereja mulia bersama dengan Dia. Sebab mahal harganya.

 

5.      RambutNya mengombak

Kidung Agung 4:1

4:1 Lihatlah, cantik engkau, manisku, sungguh cantik engkau! Bagaikan merpati matamu di balik telekungmu. Rambutmu bagaikan kawanan kambing yang bergelombang turun dari pegunungan Gilead.

 

Ini menunjuk mempelai Laki-laki Sorga mengajak kita ada dalam penggembalaan Firman. Kemudian dikatakan turun berarti itu menunjukan bahwa hidup yang digembalakan oleh Tuhan, sifatnya selalu merendah sambil makan rumput. Yesus mempelihatkan kepada kita, Dia gembala, mengajak dombaNya untuk turun. Berarti kita diajak untuk merendahkan diri. Ini jelas ajakan Tuhan.

Matius 11:28-29

11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

 

6.      Hitam seperti gagak

Siapa yang memberi makan nabi Elia pada petang dan pagi di tepi sungai kerit? Burung gagak. Walaupun burung gagak itu jelek dibandingkan burung lain, suaranya juga jelek, walaupun suara Firman Tuhan yang disampaikan oleh Yesus dijelekan oleh orang, tetapi sifatnya suka memberikan makanan bagi umatNya. Itulah kekasihku dan kekasihmu. Dia tidak membiarkan anda orang kelaparan, dst.

 

Ketika Yesus melihat ribuan orang di tepi pantai saat perahu mereka bersandar, maka Yesus berkata “hatiku penuh belas kasihan, berikan mereka makan karena mereka lapar”. Kemudian berikutnya Yesus melihat lagi banyak orang “jangan biarkan mereka pulang, nanti mereka mati di jalan. Beri mereka makan”. Itulah sifat burung gagak, Dialah kekasihmu dan kekasihku. Walaupun Dia dijelak-jelekan oleh banyak orang hari-hari terakhir ini, jangan saudara terpengaruh, tetap pandang kepada Yesus. Dia selalu sediakan makanan pagi dan sore.

 

Saya banyak alami kesaksian seperti ini. Waktu kami masih gereja di bawah, anak kami 3. Mau makan begitu susah. Saya tidak pernah mengirim S.O.S kepada orang lain. Saya tidak pernah meminta beras kepada saudara saya. Sementara ada 3 anak kecil, apalagi yang bungsu masih hitungan bulan. Tetapi banyak kali selesai sembayang subuh, saya tolak pintu, kenapa ada yang ganjal pintu, ternyata ada satu karung beras. Saya hanya tarik masuk, jangan sampai kena hujan, jangan sampai ada orang hanya titip dan nanti datang mencari. Tetapi satu dua hari tidak ada yang datang. Berarti itu berkat buat kami. Saya pikul ke dapur, bikin bubur dan masak nasi. Kadang-kadang ada yang pikul setengah karung beras. Ketika di tanya “ini dari mana” dijawab “om tidak usah tahu, ini dari Tuhan”. Lalu dibawa masuk dan saya doakan. Itulah antara lain burung gagak yang Tuhan pakai dan kami alami.

 

Kekasihmu tahu kebutuhan pagimu, siangmu, soremu dan malammu Dia tahu. Makanya tidak usah risau mengikut Tuhan. Percayakan diri kepada kekasihmu yang mengasihi saya dan saudara. Saat ini Dia berjalan di antaramu. Kebutuhanmu apa, katakan! Walaupun saudara tidak katakan, Dia sudah tahu. Katakan pada orang lain, kekasihku sekalipun dijelekan, tetapi Dia tahu kebutuhan hidup kami.

 

Tuhan Memberkati.

JADWAL IBADAH

Rabu   :          Ibadah Pendalaman Alkitab dan

Perjamuan Suci → Pk. 17.00

Sabtu    :         Ibadah Doa Penyembahan → Pk. 16.30

Minggu :         Ibadah Sekolah Minggu → Pk. 07.30

            Ibadah Raya → Pk. 09.00

            Ibadah Kaum Muda Remaja → Pk. 16.00