20201128

Kebaktian Umum, Minggu 29 November 2020 Pdt. Bernard Legontu

Salam damai sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Wahyu 12:1-2

12:1 Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

12:2 Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.

 

Ada 2 tanda besar di langit dalam pasal ini. Tuhan ingin mendorong anda dan saya pada ayat 1 dan 2. Sebab ayat 3 dan seterusnya itu tanda yang menyeramkan dan itulah yang sekarang ini beraksi di mana-mana. Ini naga yang merah padam. Merah padam itu tanda amarah yang meledak-ledak. Pembantaian di Sigi adalah bagian dari naga merah padam yang punya niat menghancurkan milik Tuhan. Sebagaimana Sang Pemilik yaitu Yesus, mereka berupaya menghancurkan dan membunuh, demikian juga di ujung akhir zaman ini. Ketika kita diperhadapkan seperti itu, mohon kiranya kita tenang di kaki Tuhan karena Tuhan pasti akan membela dan memelihara saudara dan saya.

 

Pasal 12 ini dalam terang Tabernakel terkena Shekina Gloria yaitu kemuliaan Allah yang penuh yang ada di atas peti perjanjian. Peti ini ada kayu pengusung yang melekat pada 4 gelang, sisi kanan 2 gelang dan sisi kiri 2 gelang. Gelang ini menunjuk kasih mempelai yang ada di empat penghujung alam ini. Ada kayu pengusung yang dimasukan dalam 4 gelang ini agar memudahkan peti perjanjian ini diangkat. Tentu ada yang menjadi pengusung. Dilihat di sorga, bukan berarti tanpa kayu pengusung lagi, tetap masih ada dilihat kasih di sana.

 

Ini menjadi dorongan bagi saya sebagai hamba Tuhan. Beratnya tanggung jawab seorang hamba Tuhan untuk menjabarkan kasih kepada umat Tuhan yang diawali dari dirinya. Agar sidang jemaat yang bagaikan peti ini ada aktivitas/ ada gerakan. Gerakan ini adalah tanggung jawab dari pelayan-pelayan Tuhan dan secara khusus gembala. Tentu gembala tidak memikul sendiri peti perjanjian, minimal 4 orang yang memikul. Makanya di dalam jemaat jika ada majelis sidang jemaat, imam-imam dan pemain musik serta sebagainya, itu adalah bagian yang bertanggung jawab untuk memperlihatkan, untuk menampilkan dan untuk menggalakan kasih mempelai dalam sidang jemaat. Tidak sebatas melayani, pimpin pujian, pemain musik, paduan suara dan sebagainya, tetapi harus ada rasa tanggung jawab dalam diri kita. Mulai dari diri kita harus ada kasih mempelai kemudian kita tularkan pada jemaat. Jadi diawali dari diri gembala.

Tidaklah gampang untuk mendrop kasih Allah kepada jemaat kalau gembala tidak punya kasih mempelai. Tidak ada guna pemain musik dan pimpinan pujian kalau tidak punya kasih mempelai, sebab semua nanti jadi nihil. Makanya Tuhan pertontonkan tabut perjanjian ada di sorga, agar kita punya gairah ke situ tujuanku, ke sana arah perjalananku. Mulai dari gembala harus tahu beratnya memikul tabut, bobot tabut ini bukan enteng. Kayu penaga sudah berat, dilapisi lagi oleh emas berapa kilo di dalam dan di luar. Ini menunjukan bobot untuk menyajikan kasih mempelai itu bukan tanggung jawab yang enteng dan tidak bisa diremehkan. Baik pemberita maupun yang mendengar berita, tidak ada hak bagi kita untuk meremehkan, jika kita mau menikmati Wahyu 12:1-2 di mana gereja benar-benar dinaungi oleh Shekina Gloria, kemuliaan Allah yang luar biasa yang dinikmati Mempelai Wanita Tuhan. Itulah orang Kristen yang memiliki roh mempelai. Untuk membawa gereja dua menjadi satu, memiliki Shekina Gloria, itu bukan hal yang mudah.

 

Itu sebabnya tanggung jawab kita jangan kita remehkan. Sidang jemaat jangan kita remehkan saat-saat kita menerima layanan Tuhan untuk mencurahkan kasih mempelai kepada kita. Itulah doa dan kerinduan hati saya sebagai hamba Tuhan. Jangan kita entengkan Firman.

Amsal 13:13

13:13 Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan.

 

Makanya bobot atau tanggung jawab ini adalah untuk kita menerima balasan, bukan balasan hukuman tetapi adalah berkat yang kita terima dari Tuhan. Kita menikmati hangatnya pelukan kasih sayang Tuhan.

 

Kayu pengusung itu menunjukan tanggung jawab dalam hal menggerakan atau mengaktifkan roh mempelai secara khusus kepada umat Tuhan. Apalagi hari-hari terakhir ini kita lihat kebencian dunia makin nampak dan makin jelas. Siapa sasarannya? Umat Tuhan! Sebab Tuhan Yesus sudah mengatakan “mereka telah lebih dahulu membenci Aku maka kamupun akan dibenci”.

 

Ada 2 kelompok yang bertolak belakang dalam Wahyu pasal 12, yang dibenci dan membenci. Yang dibenci itu justru tampil kebencian pada dirinya ketika dia melahirkan. Saat hamil sudah susah, saat melahirkan lebih susah, sesudah melahirkan juga susah karena itu baru pemulihan untuk mencapai kesehatan. Dan memang kita akan alami derita sengsara sebagai konsekuensi menerima Firman Mempelai. Kalau bukan mendengar Firman Mempelai bisa asal-asal saja, santai-santai saja. Tetapi kalau menerima Firman Mempelai, konsekuensinya itu. Namun kebahagiaan dibalik derita sengsara nanti, tidak ada taranya.

 

Kemuliaan yang dialami oleh gereja Tuhan juga adalah kemuliaan yang dimiliki oleh Yesus. Di dalam Firman Tuhan dikatakan kemuliaan ini sudah Tuhan siapkan.

I Korintus 2:7

2:7 Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita.

Rancangan Tuhan untuk menampilkan Wahyu 12:1 itu sebelum dunia diciptakan. Manusia diciptakan 6000 tahun yang lampau. Dunia diciptakan tidak bisa kita katakan 6000 tahun yang lampau, tak dapat diukur dengan akal manusia. Jadi rancangan Tuhan sudah jauh-jauh hari sebelum dunia diciptakan, Tuhan sediakan kemuliaan bagi gereja Tuhan. Dalam hal ini yang mendapatkan kemuliaan itulah Mempelai Wanita. Ini yang menjadi pergumulan, bukan hanya sekedar kita datang beribadah dan kita selamat. Oke kalau mati sekarang percaya Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, bertobat dan dibaptis, itu selamat. Tetapi bagaimana ke depan. Yang Tuhan inginkan bukan cuma sampai di halaman, tetapi yang Tuhan inginkan untuk sampai setara dengan Dia. Begitu rupa rencana Tuhan. Jadi jauh-jauh hari Tuhan sudah tahu bahwa manusia akan jatuh dalam dosa. Bagaimana sejarah perjalanan manusia, Tuhan memang sudah lihat. Tetapi Tuhan juga sudah melihat akan tampilnya sidang jemaat yang disebut mempelai wanitaNya atau yang disebut juga belahan jiwanya Tuhan.

 

Ini penampilan Tuhan Yesus sebagai Raja.

Matius 17:5,4,3,2

17:5 Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia."

17:4 Kata Petrus kepada Yesus: "Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia."

17:3 Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia.

17:2 Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.

 

Mau seperti ayat 2, jangan lupa ayat 5 “dengarlah olehmu akan Dia”. Gereja Tuhan ingin ada dalam kemuliaan lalu merasa kalau sudah usir setan sudah itu kemuliaan. Belum hanya sampai di situ yang dijanji oleh Tuhan. Mendoakan orang mati lalu orang itu bangkit, itu belum kemuliaan. Itu baru action-action untuk mencapai kemuliaan. Kita mau dibawa pada ayat 2 tetapi perhatikan dulu ayat 5 “dengarlah olehmu akan Dia”. Kata ini tidak ada dalam Matius 3:16-17. Tetapi kalau mau kita mencapai kemuliaan maka kita harus mendengarkan Dia. Itu terdengar ketika Yesus dalam kemuliaan luar biasa. Tidak ada manusia di dunia ini yang bisa mengelantang pakaian seperti itu. Itu kemuliaan luar biasa, pakaian kemuliaan Mempelai.

Markus 9:3

9:3 dan pakaian-Nya sangat putih berkilat-kilat. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang dapat mengelantang pakaian seperti itu.

 

Manusia mau meniru kemuliaan seperti itu tetapi tidak bisa. Berarti ada upaya manusia, tetapi upaya daging untuk mencapai kemuliaan, itu tidak akan bisa mencapai kemuliaan Allah. Kalau dengan upaya manusia untuk mengejar Shekina Gloria ini, tidak bakal mereka dapat. Bagaimanapun upaya manusia tidak akan bisa mencapai, kecuali dengarkan olehmu akan Dia, dengarkan Yesus. Makanya perjuangan, pergumulan, mulai dari kami harus merasakan bobotnya tanggung jawab untuk menjadi penyalur kasih mempelai.

Kenapa seringkali orang tidak suka dengan saya? Bukan karena saya usil tetapi karena memiliki keprihatinan “kasihan kalau kalian seperti itu, bagaimana nanti”. Walaupun resiko tidak disenangi, saya terima saja. Tetapi saya harus sampaikan, semoga ada yang menerima dan pasti ada yang menerima.

 

Ini yang harus kita jaga, ini kemuliaan Raja dan kemuliaan ini akan ada pada Mempelai WanitaNya. Kemuliaan ini disampaikan kembali oleh Petrus dalam tulisannya.

II Petrus 1:16

1:16 Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya.

 

Kalau mengelantang pakaian supaya putih, itu ucapan dongeng manusia. Tetapi Petrus katakan dia tidak mengikuti dongeng, ini fakta dan dia saksinya. Yesus sebagai Raja, jadi perkataan “dengarlah olehmu akan Dia” berarti kita berhadapan dengan Raja yang penuh kemuliaan. Kalau memperhatikan ini kadang saya tidak tahan, air mata sudah jatuh melihat keadaanku. Saya berterima kasih kepada Tuhan, perhatianNya luar biasa, walaupun sebagai seorang hamba Tuhan memikul tanggung jawab yang berat. Tanggung jawab saya untuk menghadapi sidang jemaat di sini agar diarahkan supaya berhasil. Wahyu 12:1-2 penampilan mempelai dan ganjarannya Wahyu 12:14 yaitu kita diterbangkan oleh Tuhan. Kebencian dunia dan keberingasan dunia terhadap saudara, Tuhan tahu akan lebih hebat, tetapi Mempelai WanitaNya segera akan Dia bawa lari. Posisikan dirimu bukan hanya sebatas percaya Yesus tetapi menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Karena Mempelai Wanita Tuhan ini menjadi prioritas Tuhan untuk dilindungi dan dibawa jauh ke padang belantara.

 

Raja itu selalu dengan kemuliaan.

Mazmur 24:7

24:7 Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan!

 

Jangan pertahankan hati saudara seperti pintu di mana Tuhan Yesus mau masuk tetapi saudara tutup!

 

Mazmur 24:8

24:8 "Siapakah itu Raja Kemuliaan?" "TUHAN, jaya dan perkasa, TUHAN, perkasa dalam peperangan!"

 

Shekina Gloria ada pada Raja. Itu sebabnya ketika Yesus di taman Getsemani dia berlutut antara lain yang Dia doakan adalah umatNya, milikNya. “Bapa Engkau telah memberikan kemuliaan kepadaKu yang Aku miliki sebelum dunia ini dulu diciptakan”. Di situ Yesus langsung menyatakan bahwa Dia bukan baru ada 2000 tahun yang lampau. “Biarlah kemuliaan yang Aku miliki ini juga dimiliki oleh orang-orang yang Engkau kasihi”, itu untuk kita. Dunia penuh kemelut ini dan umatNya berhadapan dengan peperangan rohani yang berarti. Dan juga mendapatkan tekanan serta intimidasi yang luar biasa. Tuhan Raja kita akan tetap perkasa untuk memerangi musuh gereja Tuhan.

 

Mazmur 24:9

24:9 Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan!

 

Dalam kitab Ratapan dikatakan pintu gerbang sudah terkubur dalam tanah. Itu kehancuran orang-orang Yahudi. Tetapi sekarang disuruh angkat kembali pintu-pintu gerbang.

 

Mazmur 24:10

24:10 "Siapakah Dia itu Raja Kemuliaan?" "TUHAN semesta alam, Dialah Raja Kemuliaan!" S e l a

 

Raja Kemuliaan itulah yang dilihat oleh Petrus, Yohanes dan Yakobus di atas bukit ketika Yesus dipermuliakan, Dialah Raja kemuliaan itu. Alangkah bodohnya kehidupan yang menghina Raja Kemuliaan bahkan meninggalkan Raja kemuliaan. Dia mencari pakaian yang dikelantang oleh manusia, itu tidak bisa! Mencari kesucian dan kekudusan dengan cara manusia, lepas dari Firman Tuhan, itu bisa tetapi tidak bisa menyamai. Dan itu bukan pakaian Mempelai Wanita Tuhan, itu cuma dikelantang.

 

Saya katakan pada diriku “Tuhan Yesus terima kasih jika Tuhan mempercayakan Firman dalam pembukaan rahasiaNya”. Saya yakin tujuan utamanya untuk 52 KK itu, semoga bisa bertambah menjadi 100 KK, bergumul dan berdoalah supaya jangan cuma kita. Sangat disayangkan kalau dari 52 KK ini hanya separuh yang selamat. Kerinduan hatiku merasa beban berat, bobot untuk mendrop kasih Mempelai dua menjadi satu itu bukanlah hal yang enteng. Akhirnya saya merenungkan “Tuhan bukan tambah enteng, tambah berat ini Tuhan!”. Yang ikut ibadah online di luar negeri sana tetapi saya gembalakan lewat doa penyahutan. Utamanya bapak di Holand, saya dikejutkan dapat berkat dalam bentuk Euro. Siapa yang pernah berpikir itu, tidak ada pikiran saya sama sekali. Benar-benar ayat ini digenapi!

I Korintus 2:9

2:9 Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."

 

Coba bayangkan kami di sini, pagi sudah satu-satu buka lemari bikin kopi, goyang gula. Belum lagi di dapur menyala 2 kompor 4 mata, menyala 3 kompor hock, itu semua berapa. Belum mereka punya odol, sabun, dll, oma mesti bagi. Kalau berpikir logika manusia nyonyor saya! Tetapi luar biasa Tuhan punya pemeliharaan dan tidak pernah kering, selalu ada sumber. Kalau kita dekat sumbernya yaitu Tuhan, Tuhan tidak akan pernah kering. Kalau kita jadikan manusia menjadi sumber maka manusia bisa kering. Makanya jemaat dekatkan dirimu kepada Allah, Dia sumber yang tidak pernah  kering. Apalagi kalau saudara benar-benar menjadi calon Mempelai Wanita, masakan Tuhan mau biarkan.

Inilah yang dipertontonkan oleh Tuhan di dalam kehidupan rasul Yohanes. Sebabnya jangan sampai kemuliaan yang sudah siapkan dan tinggal kita terima, sudah terasa sedikit demi sedikit, tinggal akan dipenuhkan, jangan sampai hilang, jangan sampai Ikabod, kemuliaan Allah hilang. Makanya isteri Pinehas begitu mau melahirkan, dia dihibur orang-orang di sekitarnya tetapi dia tidak mau dihibur. Ketika anaknya lahir maka dia beri nama Ikabod artinya kemuliaan Allah hilang. Kenapa? Sebab dikaitkan dengan Peti Perjanjian.

I Samuel 4:15-17

4:15 Eli sudah sembilan puluh delapan tahun umurnya dan matanya sudah bular, sehingga ia tidak dapat melihat lagi.

4:16 Kata orang itu kepada Eli: "Aku datang dari medan pertempuran; baru hari ini aku melarikan diri dari medan pertempuran." Kata Eli: "Bagaimana keadaannya, anakku?"

4:17 Jawab pembawa kabar itu: "Orang Israel melarikan diri dari hadapan orang Filistin; kekalahan yang besar telah diderita oleh rakyat; lagipula kedua anakmu, Hofni dan Pinehas, telah tewas, dan tabut Allah sudah dirampas."

 

Hofni si tukang tinju dan Pinehas si lidah ular sudah mati. Tukang tinju berarti pelayan Tuhan yang suka berkelahi. Lidah ular ini suka sebar fitnah ke mana-mana. Banyak pelayan seperti itu, akhirnya menyesal setelah menyadari telah menyebar kebohongan ke mana-mana.

 

I Samuel 4:18

4:18 Ketika disebutnya tabut Allah itu, jatuhlah Eli telentang dari kursi di sebelah pintu gerbang, batang lehernya patah dan ia mati. Sebab telah tua dan gemuk orangnya. Empat puluh tahun lamanya ia memerintah sebagai hakim atas orang Israel.

 

Jadi rentetannya hilang kemuliaan Allah, dimulai putusnya hubungan kepala dan tubuh. Kepala adalah Kristus dan tubuh adalah kita gereja. Kalau putus berarti kehilangan kepala. Makanya jaga, jangan hubunganmu dengan Tuhan putus. Dalam nikah rumah tangga, jaga jangan hubungan suami dan isteri putus. Karena nikah kita mau dibawa pada kesempurnaan.

 

I Samuel 4:19-22

4:19 Adapun menantunya perempuan, isteri Pinehas, sudah hamil tua. Ketika didengarnya kabar itu, bahwa tabut Allah telah dirampas dan mertuanya laki-laki serta suaminya telah mati, duduklah ia berlutut, lalu bersalin, sebab ia kedatangan sakit beranak.

4:20 Ketika ia hampir mati, berkatalah perempuan-perempuan yang berdiri di dekatnya: "Janganlah takut, sebab engkau telah melahirkan seorang anak laki-laki." Tetapi ia tidak menjawab dan tidak memperhatikannya.

4:21 Ia menamai anak itu Ikabod, katanya: "Telah lenyap kemuliaan dari Israel" -- karena tabut Allah sudah dirampas dan karena mertuanya dan suaminya.

 

Sebab kemuliaan Tuhan yang telah Tuhan sediakan bagi kita harus kita jaga. Pelihara hubungan kita dengan Tuhan. Dalam pelayanan harus kita jaga, jangan perilaku seperti Hofni dan Pinehas. Pergi bertandang ke rumah orang hanya gosipkan gembala, hanya gosipkan pelayan Tuhan, ini Hofni dan Pinehas! Orang seperti ini tidak akan mendapatkan kemuliaan Tuhan, akan kehilangan kemuliaan Tuhan. Dijauhkan Tuhan hal itu dari kita.

I Samuel 4:22

4:22 Katanya: "Telah lenyap kemuliaan dari Israel, sebab tabut Allah telah dirampas."

 

Ternyata kemuliaan itu ada pada tabut Allah. Tetapi tabut tidak bisa dipisahkan dengan Tabernakel. Ketika Daud memisahkan Tabernakel dengan Tabut Perjanjian, maka tidak ada kemuliaan di Tabut Perjanjian.  Nanti Tabut Perjanjian dihimpunkan lagi dengan Tabernakel, baru kemuliaan itu turun kembali. Jadi jangan orang diajar salah “di pondok Daud ada kemuliaan Allah karena di situ ada tabut” itu salah besar! 20 tahun lebih kemah suci dan tabut itu terpisah, maka tidak ada kemuliaan.

 

I Raja-raja 2:1-3;5:4-5

2:1 Ketika saat kematian Daud mendekat, ia berpesan kepada Salomo, anaknya:

2:2 "Aku ini akan menempuh jalan segala yang fana, maka kuatkanlah hatimu dan berlakulah seperti laki-laki.

2:3 Lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, dan dengan tetap mengikuti segala ketetapan, perintah, peraturan dan ketentuan-Nya, seperti yang tertulis dalam hukum Musa, supaya engkau beruntung dalam segala yang kaulakukan dan dalam segala yang kautuju,

5:4 Tetapi sekarang, TUHAN, Allahku, telah mengaruniakan keamanan kepadaku di mana-mana, tidak ada lagi lawan dan tidak ada lagi malapetaka menimpa.

5:5 Dan ketahuilah, aku berpikir-pikir hendak mendirikan sebuah rumah bagi nama TUHAN, Allahku, seperti yang dijanjikan TUHAN kepada Daud, ayahku, demikian: Anakmu yang hendak Kududukkan nanti di atas takhtamu menggantikan engkau, dialah yang akan mendirikan rumah itu bagi nama-Ku.

 

II Tawarikh 7:1-2

7:1 Setelah Salomo mengakhiri doanya, api pun turun dari langit memakan habis korban bakaran dan korban-korban sembelihan itu, dan kemuliaan TUHAN memenuhi rumah itu.

7:2 Para imam tidak dapat memasuki rumah TUHAN itu, karena kemuliaan TUHAN memenuhi rumah TUHAN.

 

Ini setelah Tabut Perjanjian dibawa masuk ke Bait Suci serta semua perkakas kemah suci yang ada di bukit Gilboa dibawa masuk menjadi satu dengan Tabut Perjanjian baru Shekina Gloria turun. Saya tidak banyak menerangkan soal itu, ini hanya supaya jangan kita diajar salah. Daud tidak pernah memikirkan untuk membuat pondok atau kemah, Daud selalu berpikir untuk membangun Bait Allah. Dia sudah himpun semua bahannya tetapi Tuhan cegah dia “bukan engkau yang akan membangun, tetapi Salomo anakmu”.

 

Kembali kita lihat prosesnya kenapa kemuliaan Allah itu hilang.

1.      Pertama penyebab awal tabut itu hilang adalah:

I Samuel 3:11-13

3:11 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Ketahuilah, Aku akan melakukan sesuatu di Israel, sehingga setiap orang yang mendengarnya, akan bising kedua telinganya.

3:12 Pada waktu itu Aku akan menepati kepada Eli segala yang telah Kufirmankan tentang keluarganya, dari mula sampai akhir.

3:13 Sebab telah Kuberitahukan kepadanya, bahwa Aku akan menghukum keluarganya untuk selamanya karena dosa yang telah diketahuinya, yakni bahwa anak-anaknya telah menghujat Allah, tetapi ia tidak memarahi mereka!

 

Ini pertama kali dicatat dalam keluarga Eli, ternyata mereka bukan cuma melakukan kejahatan dan kenajisan, tetapi sudah menghujat Allah! Itu dilakukan oleh Hofni dan Pinehas, tetapi tidak ditegur. Kalau dikatakan tidak ditegur, secara formal memang Eli menegur, dia katakan “anakku, kamu jangan berbuat  begitu, saya mendengar kamu begini dan begitu”. Ada teguran tetapi kata teguran ini lebih tandas dan lebih kuat jika kita gunakan amsal Sulaiman “jangan kau tahankan rotan kepada anakmu dan tidak engkau kehendaki matinya”. Ini anaknya tidak dicambuk! Saya mau bilang pada anak-anak saya, buah nikah saya, jangan kaget kalau orang tuamu marah kepada kalian! Karena saya tidak mau punya pengalaman seperti Eli. Anak sudah brutal malah dielus-elus, harunya dicemeti! Jangan tahankan rotan buat anakmu, tetapi jangan kehendaki dia mati.

 

Saya paling takut kalau kehilangan kemuliaan dalam gereja. 52 KK ini saya berdoa supaya semua masuk kemuliaan Allah. Jangan kita cuma bangga banyak, tetapi mau ke mana, arah tidak jelas.

I Samuel 3:14

3:14 Sebab itu Aku telah bersumpah kepada keluarga Eli, bahwa dosa keluarga Eli takkan dihapuskan dengan korban sembelihan atau dengan korban sajian untuk selamanya."

 

Tidak ada pengampunan dosa. Jadi kesimpulannya mereka kehilangan kemuliaan Tabut Perjanjian karena sudah melakukan dosa yang paten! Kalau pelajaran kitab Yeremia mereka melangkah dari kejahatan kepada kejahatan, penindasan ditimbun penindasan, tipu ditimbun dengan tipu. Makanya perhatikan, saya utamanya, dengarkan anak-anakku, jangan kalian menjadi penyebab kemuliaan Allah hilang. Harus minta ampun dan bertobat, sungguh-sungguh serius, karena Tuhan mencari yang masa lampau! Jangan saudara anggap sepi, tidak dibereskan dan tidak diselesaikan.

Pengkhotbah 3:15

3:15 Yang sekarang ada dulu sudah ada, dan yang akan ada sudah lama ada; dan Allah mencari yang sudah lalu.

 

Pengkhotbah 3:15  (Terjemahan Lama)

3:15 Segala sesuatu yang telah ada itu, ia itu adalah sekarang juga, dan barang yang akan ada itu, ia itupun sedia sudah ada, maka dituntut Allah akan barang yang sudah lalu itu.

 

Dituntut Tuhan untuk diselesaikan sampai habis. Jangan sampai dosa menjadi permanen karena tidak ada lagi korban Kristus dan Firman pengajaran yang dapat menyucikan. Ini jangan sampai terjadi. Ini penyebab awal kenapa kemuliaan Tuhan itu hilang dari Tabut Perjanjian.

 

2.      Yang diberikutnya disebutkan oleh Firman Tuhan, mereka menghina korban persembahan.

I Samuel 2:12

2:12 Adapun anak-anak lelaki Eli adalah orang-orang dursila; mereka tidak mengindahkan TUHAN,

 

Ketika umat membawa korbannya, ada yang dimasak dan ada yang dibakar, itu mereka rampas. Yang dimasak dalam belanga itu mereka serampang dan ambil. Orang katakan “jangan, ini belum dipersembahkan kepada Tuhan” tetapi mereka tidak peduli dan menantang. Ini penghujatan, tidak menghargai korban umat Tuhan untuk pembayaran dosa mereka.

 

3.      Penyebab ketiga adalah ada penghujatan. Kalau bahasa gerikanya penghujatan itu sama dengan:

1.      Menyalahkan yang benar.

2.      Menyampaikan kata-kata yang salah.

3.      Menyakiti hati Tuhan.

4.      Merugikan pekerjaan Tuhan.

 

Saya tekankan pada anak-anakku, jangan sampai kita merugikan pekerjaan Tuhan, menyakiti hati Tuhan dan menyalahkan Tuhan.

 

Kenapa Wahyu pasal 12 kena Shekina Gloria? Intinya di mana?

Yohanes 2:11

2:11 Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.

 

Inti kemuliaan Allah itu di dalam nikah. Kalau nikah dijadikan permainan, maka kita akan kehilangan kemuliaan Allah. Yesus pertama mendemonstrasikan kuasanya justru dalam pesta nikah di Kana. Seizin Tuhan saya masuk di dalam gereja di negeri Kana. Di depan mimbar itu ada 6 buyung. Terbayang kepada kami Yohanes pasal 2 ini. Saya duduk hanya dengan derai air mata.

 

Kalau mengasihi Tuhan banyak kejutan-kejutan yang Tuhan berikan pada kita, bukan karena upaya kita sendiri. Kita harus berjalan menuju pada apa yang dijanji oleh Tuhan. Tuhan akan membalas dan menghajar umat manusia yang tidak mengasihi Tuhan.

Yesaya 28:22

28:22 Oleh sebab itu, janganlah kamu mencemooh, supaya tali belenggumu jangan semakin keras, sebab kudengar tentang kebinasaan yang sudah pasti yang datang dari Tuhan ALLAH semesta alam atas seluruh negeri itu.

 

Itu yang terjadi dalam keluarga Eli. Diberitahu begini, tetap mereka melawan. Ada kebinasaan yang sudah pasti. Olehnya jangan kita mencemooh, jangan seperti anak-anak Eli yang mencemooh dan menghujat, nanti kehilangan kemuliaan. Sudah hilang kemuliaan, dibinasakan lagi oleh Tuhan. Padahal Tuhan menjanjikan kemuliaan bersama Yesus, Mempelai Laki-laki sorga. Jangan kita cemooh dan keraskan hati. Kemuliaan itu mulai dari nikah kita. Jaga kemuliaan nikah kita.

 

Dari tahun 1977 sampai tahun 2020 berarti nikah kami sudah 43 tahun. Puji Tuhan, Tuhan jaga nikah kami langgeng hingga saat ini. Tapi anak-anak saya katakan “papa dengan mama ini tidak romantis”. Siapa bilang, kami romantis kok! Buktinya kami menjaga nikah sampai kemuliaan Allah benar-benar menjadi bagian saya dan saudara. Saya lebih dahulu, beban ini harus saya pikul. Kawan-kawan sesama pelayan dalam rumah Tuhan ini, mari kita pikul bersama-sama. Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul.

 

Tuhan Memberkati.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 085241270477

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com

JADWAL IBADAH

Rabu   :          Ibadah Pendalaman Alkitab dan

Perjamuan Suci → Pk. 17.00

Sabtu    :         Ibadah Doa Penyembahan → Pk. 16.30

Minggu :         Ibadah Sekolah Minggu → Pk. 07.30

            Ibadah Raya → Pk. 09.00

            Ibadah Kaum Muda Remaja → Pk. 16.00

 

20201127

Kebaktian Doa, Sabtu 28 November 2020 Pdt. Bernard Legontu

Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Yohanes 8:44-47

8:44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

8:45 Tetapi karena Aku mengatakan kebenaran kepadamu, kamu tidak percaya kepada-Ku.

8:46 Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? Apabila Aku mengatakan kebenaran, mengapakah kamu tidak percaya kepada-Ku?

8:47 Barangsiapa berasal dari Allah, ia mendengarkan firman Allah; itulah sebabnya kamu tidak mendengarkannya, karena kamu tidak berasal dari Allah."

 

Ayat 44 dan ayat 45 ini sangat bertolak belakang dari 2 pribadi. Ayat 44 adalah sikap, tindakan dan perbuatan dari iblis, tidak ada kebenaran dan hanya dusta dan dia bapa segala dusta. Kemudian ayat 45 Yesus berbicara tentang kebenaran kepada mereka tetapi mereka tidak percaya kepada Yesus. Jadi di sini umat Tuhan atau orang Yahudi saat itu, mereka tidak tahu memposisikan atau mengkondisikan diri mereka. Yesus yang memberikan penjelasan bahwa kedudukan mereka ada di pihak iblis. Ini yang Tuhan jelaskan kepada mereka. Kalau ada dipihak iblis maka genetika atau sifat tabiat iblis turun kepada kamu yang adalah anak iblis, dapat dikatakan seperti itu. Anak iblis berbuat seperti bapanya, pendusta dan pembunuh. Itu perilaku orang Yahudi saat itu. Yesus terang-terangan menunjukan posisi dan kondisi mereka di sini, mereka mengkondisikan diri di pihak iblis. Kalau Yesus menunjuk mereka ada di pihak iblis, bagaimana mungkin berbicara tentang sorga dan keselamatan.

 

Yesus berkata “Aku bicara tentang kebenaran kepada kamu dan kamu tidak percaya kepadaKu” kemudian Yesus berkata “coba buktikan apakah Aku ini pribadi yang berbuat dosa”.

Yohanes 8:46

8:46 Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? Apabila Aku mengatakan kebenaran, mengapakah kamu tidak percaya kepada-Ku?

 

Di sini benar-benar Yesus memperlihatkan hal yang sangat bertolak belakang dengan iblis, iblis tidak ada kebenaran dan Yesus tidak berbuat dosa. Yesus katakan “siapa di antara kamu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa”.

Sebagai saya hamba Tuhan, ini suatu tamparan. Apakah saya bicara kebenaran tetapi saya pelaku dosa. Itu isi dari ayat 44. Bicara kebenaran tetapi mereka pelaku dosa. Yesus bicara kebenaran dan tidak melakukan dosa. Jadi orang yang tidak gemar dengan dosa, jika dia bicara kebenaran maka dia adalah utusan sorga. Dapat dipastikan dia duta besar sorga di bumi ini.

 

Sebagai hamba Tuhan, inilah yang menjadi pergumulan. Karena di atas permukaan gereja Tuhan, kami umat Tuhan bersaksi tentang kebenaran tetapi tidak pernah merasakan pekerjaan kebenaran itu menyucikan. Yesus tidak berbuat dosa, berarti Dia pribadi yang suci dan kudus. Hanya prbadi ini yang bisa menyelesaikan masalah dosa kepada manusia. Kalau seseorang, apakah dia rasul, nabi atau dibilangi hamba Tuhan, tetapi kalau dia pelaku dosa, omong kosong kalau bicara kebenaran! Itu tidak benar. Yesus tidak melakukan dosa. Sampai Dia berkata “coba siapa diantara kamu bisa buktikan bahwa Aku melakukan dosa”. Maka dalam dirinya ada sarana untuk menyelesaikan dosa manusia.

I Yohanes 3:5

3:5 Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa.

 

Di dalam Yesus tidak ada dosa maka ada kuasa menghapus dosa manusia. Jika tidak pecaya kepada Yesus maka mereka adalah keturunan iblis. Mau bicara kebenaran sampai robek lehermu, tetapi pelaku dosa, itu tidak benar! Bagaimana bisa bisa bicara tentang penyelamatkan orang lain. Kalau kita sudah tahu bahwa yang bisa menghapus dosa hanya Yesus manusia yang tidak berdosa yaitu Firman yang menjadi manusia, maka jangan entengkan dan jangan remehkan.

 

Ketika bahasa Firman ini selalu datang dan saya beritakan, saya sangat Yesus melihat kehidupan orang yang membelakangi Yesus. Pikirnya ada yang bisa menyelesaikan dosa. Manusia tidak ada yang bisa menyelesaikan dosa, kecuali Yesus karena Dia tidak berdosa. “buktikan bahwa Aku berdosa” kata Yesus. Orang-orang sekarang ini mau mencari-cari bahwa Yesus berdosa. Kenapa kita harus berpihak pada orang-orang itu dan percaya bahasa itu. Sebabnya kalau ada lagi di sini yang akan tambah barisan seperti itu, saya katakan selamat jalan, anda tidak akan ada di sorga. Sebab yang punya sorga dan bisa menyelesaikan dosa hanya Yesus.

 

I Yohanes 3:5

3:5 Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa.

 

Inilah isi Yohanes 8:46 tadi. Apalagi yang membuat engkau sangki dan membuat engkau ragu. Masih juga belum stabil pikiranmu dan mau menyeberang ke mana! Tidak ada sorga bagi orang seperti itu. Yang bicara kebenaran hanya Yesus sebab Dia tidak berdosa.

Mazmur 49:8-9

49:8 Tidak seorang pun dapat membebaskan dirinya, atau memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawanya,

49:9 karena terlalu mahal harga pembebasan nyawanya, dan tidak memadai untuk selama-lamanya --

 

Tidak ada yang lain, jawabannya hanya ada pada Yesus.

Yohanes 8:46

8:46 Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? Apabila Aku mengatakan kebenaran, mengapakah kamu tidak percaya kepada-Ku?

 

Kesimpulannya jika ada orang yang membelakangi Yesus, berarti dia menuduh Yesus berdosa. Dengan kata lain orang itu ada di pihak iblis! Saya harus berbicara hal ini kepada kita sekalian sebab saudara adalah orang yang dipilih oleh Tuhan. Harus diperjelas dan dibuat teguh pendirian saudara.

Mazmur 49:8-9

49:8 Tidak seorang pun dapat membebaskan dirinya, atau memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawanya,

49:9 karena terlalu mahal harga pembebasan nyawanya, dan tidak memadai untuk selama-lamanya --

 

Ayub 14:4

14:4 Siapa dapat mendatangkan yang tahir dari yang najis? Seorang pun tidak!

 

Hanya Yesus yang bisa, ini jawabannya:

I Yohanes 3:5

3:5 Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa.

 

Sebelum Yesus datang ke dunia, korban itu diibaratkan seperti lembu atau domba yang tidak bercacat cela, itulah Kristus Yesus. Ketika Dia mau disalib, dengan arti kata seperti domba mau disembelih, lebih dahulu diperiksa di hadapan Herodes, Pilatus dan Kayafas. Khusus Pilatus, dia berkata “tidak ada yang salah padanya, tidak ada yang membuat Dia pantas dihukum”. Itu berarti seperti domba yang tidak bercacat cela. Kalau toh kalau dia disembelih, dengan arti kata disalib, itu karena mengerjakan penebusan dosa. Karena tidak ada yang bisa menebus dosa kecuali manusia tidak berdosa itulah Yesus. Kalau hal ini kita renungkan, tidak usah lagi kita galau. Kita berdoa supaya banyak orang lain memahami dan yang meninggalkan Yesus itu kita doakan supaya mereka sadar kalau masih dapat kemurahan.

 

Makanya jangan dicemooh korban tebusan, hanya Yesus yang menjadi korban tebusan.

Amsal 14:9

14:9 Orang bodoh mencemoohkan korban tebusan, tetapi orang jujur saling menunjukkan kebaikan.

 

Hanya orang bodoh yang mencemooh korban tebusan. Korban tebusan yang diberikan dari Sorga hanya Korban Kristus. Orang yang mencemooh itu adalah bodoh. Sekalipun titlenya tinggi, jabatannya tinggi, tetapi tidak mengerti korban tebusan itulah Yesus, maka orang itu di mata Tuhan, bodoh. Tentu ini tidak enak. Mari kita buktikan bahwa saya dan saudara benar-benar ada di pihak Yesus dan mengasihi Yesus.

Yohanes 8:47

8:47 Barangsiapa berasal dari Allah, ia mendengarkan firman Allah; itulah sebabnya kamu tidak mendengarkannya, karena kamu tidak berasal dari Allah."

 

Ayat 47 itu membuktikan bahwa orang yang menerima Firman yang disampaikan oleh Yesus, orang itu datang dari Allah.

Yohanes 17:14-16

17:14 Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.

17:15 Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat.

17:16 Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.

 

Orang yang mendengar perkataan Yesus, dia dikategorikan oleh Tuhan Yesus bukan dari dunia lagi, dia sudah dipilih oleh Tuhan. Walaupun kita masih tetap tinggal di dunia, namun Yesus dalam doaNya berkata “lindungi mereka!”. Kehidupan yang menerima perkataan Tuhan dan mau menerima perkataan Kristus Yesus serta mau menerima Firman kebenaran yang Dia sajikan, maka kehidupan itu dikategorikan bukan orang dunia lagi. Tuhan sudah pilih, sudah Tuhan angkat kehidupan itu. Saya bukan dari dunia lagi. Walaupun kita masih tinggal di dunia. Karena tinggal di dunia maka kita makan nasi, kita butuh air pam dan semua-semuanya. Tetapi harus ada di dalam pikiran dan hati kita “saya ini punya warga kerajaan sorga”. Olehnya kita harus bersikap dan bertabiat tabiat sorga. Ini agaknya berat, tetapi kalau ada niat, minat, ada kemauan, pasti kita akan mampu. Karena kita tidak bekerja dengan kemampuan sendiri tetapi lewat kemampuan yang datang dari Tuhan. Ketika kita ada dorongan mau berbuat sesuatu yang berseberangan dengan selera sorga, ada roh yang berkata “jangan” dan kita segera urungkan niat.

 

Kita ini bukan dari dunia.

Yohanes 15:19

15:19 Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu.

 

Kalau kita dari dunia, tentu dunia mengasihi kita sebagai miliknya. Jadi jangan kita kaget jika dibenci dunia, karena Yesus sudah memilih kita menjadi milikNya. Saudara harus membuktikan bahwa saudara adalahDalam nyanyian terlalu banya yang indah-indah dan muluk-muluk. Karena apa? Dinyanyikan sedemikian rupa, tetapi prakteknya terlalu jauh dari yang dinyanyikan itu. Terlalu indah kalimat yang dinyanyikan “aku mengasihi Engkau Yesus” tetapi hanya saat itu. Begitu keluar ibadah lagunya sudah lain prakteknya “aku mengasihi engkau, minuman keras”. Atau “aku mengasihi isteri orang” itu sudah lain prakteknya! Itu sebabnya kalau mengatakan mengasihi Tuhan harus kita buktikan.

Yohanes 8:42

8:42 Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.

 

Jika mengaku Bapa kita di sorga adalah Bapa kita, maka buktinya kita mengasihi Tuhan Yesus., AnakNya. Karena Bapa yang mengutus Yesus maka kita mengasihi Yesu. buktikan bahwa kita mengakui Yesus. Bagaimana prakteknya? Kita baca kembali Matius pasal 25. Ini menyangkut kedatangan Yesus pada kali yang kedua, di sini orang kalang kabut ketika Tuhan Yesus mempertanyakan.

Matius 25:31

25:31 "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.

 

Kalau orang tidak mau dengar dan terima Yesus, satu waktu dia akan kalang kabut saat Yesus datang dan bertakhta dalam kemuliaan. Mau lari di mana, orang itu pasti terkejut dan menyesal karena terlanjur menolak, menghina dan mengata-ngatai Yesus.

 

Matius 25:32

25:32 Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing,

 

Mengapa diibaratkan domba dan kambing? Karena domba ditaruh di sebelah kanan, ada pelayanan kasih. Kambing tidak ada pelayanan kasih. Coba saudara gunting bulu kambing, tidak lama dia akan kurus dan mati. Kalau domba malah harus dicukur bulunya, karena kalau sudah lebat itu menjadi berat. Domba suka memberi, suka ada pelayanan kasih.

 

Matius 25:33

25:33 dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.

 

Makanya dari sekarang kita harus belajar menempatkan diri d isebelah kanan karena sebelah kanan itu tempatnya Yesus, sebelah kanan adalah tempatnya Firman. Tempatkan Yesus, tempatkan Firman di sebelah kananmu. Itu posisi domba.

 

Matius 25:34

25:34 Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.

 

Orang yang ada wujud pelayanan kasih karena mengasihi Yesus, dia diberkati oleh Allah Bapa dengan kerajaan yang disediakan sejak dunia dijadikan. Kita dipilih sebelum dunia diciptakan. Untuk Kerajaan itu ada sejak dunia dijadikan. Inilah bagian orang yang ada pelayanan.

 

Matius 25:35

25:35 Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan;

 

Jangan seperti dalam Lukas pasal 11, tamu datang dalam keadaan lapar namun tidak ada roti disajikan. Akhirnya pergi kepada sahabatnya minta roti. Seharusnya ada pelayanan Firman dalam kehidupan kita. Ada pelayanan yang memuaskan di sini. Dalam Injil Markus dan Injil Lukas diceritakan ketika murid-murid melihat orang lain mengusir setan dengan nama Yesus, mereka melarang orang itu. Kemudian mereka laporkan pada Yesus dan Tuhan Yesus berkata tidak usah dilarang, kalau mereka tidak melawan kita maka mereka kawan kita. Dan langsung dibicarakan tentan memberi air minum secangkir. Khusus persoalan minum, itu menunjuk pelayanan tanpa permusuhan, ada damai. Kita dulu bermusuhan dengan Tuhan, tetapi oleh korban Kristus kita didamaikan.

 

Melayani orang asing di sini bukan pelayanan asal, penekanannya melayani dengan cuma-cuma tanpa menuntut balas. Banyak kali kita melayani tetapi masih menuntut balas. Alangkah indahnya kita melayani tanpa menuntut balas, kita memberikan pelayanan dengan cuma-cuma.

 

Rasul Paulus mengatakan pelayanan cuma-cuma. Itu termasuk nasihat Tuhan yang keenam dari 7 nasihat Yesus yang terakhir dalam Wahyu pasal 22, yaitu pelayanan cuma-cuma. Ini belum bisa kita galakan. Memang ada yang melakukan, tetapi masih banyak yang tidak bisa melakukan. Sedangkan diminta masih berat, apalagi tidak diminta. Kalau tidak diminta dia bisa melayani, apalagi kalau dia diminta, pasti lebih lagi bisa melayani.

Matius 10:8

10:8 Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.

 

Ini menunjuk pelayanan cuma-cuma.

II Korintus 11:7

11:7 Apakah aku berbuat salah, jika aku merendahkan diri untuk meninggikan kamu, karena aku memberitakan Injil Allah kepada kamu dengan cuma-cuma?

 

Wahyu 22:17

22:17 Roh dan pengantin perempuan itu berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma!

Saya juga baru tahu kalau jemaat Kristus Penebus ini ada 52 keluarga. Selama ini saya tidak pernah hitung-hitung. Kenapa saya hitung? Karena ada penyampaian, tolong dihitung jemaat di situ ada berapa keluarga sebab mau diberikan hadiah natal supaya kalian rajin masuk gereja. Kalau melayani kemudian sudah mendapatkan upah di bumi maka nanti tidak akan mendapatkan upah di sorga. Pelayanan cuma-cumalah yang mendapatkan upah.

 

Matius 25:36

25:36 ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.

 

Apa yang mau kita berikan pada orang telanjang kalau kita juga telanjang. Ini menunjuk pakaian tahbisan. Kalau kita tidak punya pakaian tahbisan bagaimana kita mau memberikan pada orang lain. Kalau kita tidak tahu tentang tahbisan, bagaimana kita bisa memberikan pelajaran tahbisan kepada orang lain. Pakaian tahbisan itu ada dalam I Tesalonika dan II Tesalonika. Kita harus ada pakaian tahbisan. Kalau pakaian kita pakaian tahbisan tetapi lututnya bolong, maka kita beri juga pada orang seperti itu. Makanya banyak pendeta pakai levis bolong dalam gereja, makanya jemaat juga ikut, karena dia yang memberi seperti itu. Kita harus berpakaian sopan dan santun di hadapan Tuhan. Secara hurufiah saja kita sudah salah pakaian!

 

Bagaimana kita mau melawat orang sakit tanpa obat formula. Yesus mengatakan “Aku sakit” makanya mereka terkejut dan berkata “kapan kami melihat Engkau sakit, kapan kami melihat Engkau telanjang, kapan kami melihat Engkau orang asing, kapan kami melihat Engkau lapar dan haus?”.

Matius 25:37-40

25:37 Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum?

25:38 Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian?

25:39 Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?

25:40 Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

 

Ternyata apa yang mereka lakukan selama ini dicatat dan dihafal oleh Tuhan. Kita memberikan service kepada orang yang paling hina, kita mengharap apa dari orang yang paling hina. Itu sebabnya kita melakukan pelayanan yang cuma-cuma karena kita tidak mengharapkan apa-apa dari orang yang kecil ini.

 

Matius 25:41

25:41 Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.

Orang yang tidak punya pelayanan, dienyah oleh Tuhan. Karena selama ini dia berpihak kepada iblis, sekarang dia dengan iblis di neraka. Sebabnya jangan tolak pribadi Yesus, kita layani dan kasihi Dia, kita kerjakan pekerjaanNya. Tuhan itu begitu luar biasa dan sangat memperhatikan kita.

 

Ketika saya mengedit kembali pelajaran hari sabtu, saya sendiri terperanjat, kok seperti ini yang saya sampaikan. Secara logika saya tidak sanggup. Kalau Tuhan tidak memberikan pelayanan kepada kita, mau apa kita. Makanya saya hanya duduk di kaki Tuhan menyembah Tuhan. Saya mengasihi Tuhan bukan hanya sebatas kata. Kami mau berbuat kepada orang yang perlu mendapat pertolongan dan membutuhkan pelayanan. Makanya Tuhan juga tidak pernah menahan dan mengirim berkat dari berbagai tempat yang tidak pernah kami pikirkan, karena kami mau melayani Tuhan.

 

Tuhan Memberkati.

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 085241270477

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com