20231029

Kebaktian Kaum Muda, Minggu 29 Oktober 2023 Pdt. Handri Legontu


Salam damai sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Keluaran 14:26-31

14:26 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Ulurkanlah tanganmu ke atas laut, supaya air berbalik meliputi orang Mesir, meliputi kereta mereka dan orang mereka yang berkuda."

14:27 Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, maka menjelang pagi berbaliklah air laut ke tempatnya, sedang orang Mesir lari menuju air itu; demikianlah TUHAN mencampakkan orang Mesir ke tengah-tengah laut.

14:28 Berbaliklah segala air itu, lalu menutupi kereta dan orang berkuda dari seluruh pasukan Firaun, yang telah menyusul orang Israel itu ke laut; seorang pun tidak ada yang tinggal dari mereka.

14:29 Tetapi orang Israel berjalan di tempat kering dari tengah-tengah laut, sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.

14:30 Demikianlah pada hari itu TUHAN menyelamatkan orang Israel dari tangan orang Mesir. Dan orang Israel melihat orang Mesir mati terhantar di pantai laut.

14:31 Ketika dilihat oleh orang Israel, betapa besarnya perbuatan yang dilakukan TUHAN terhadap orang Mesir, maka takutlah bangsa itu kepada TUHAN dan mereka percaya kepada TUHAN dan kepada Musa, hamba-Nya itu.

 

Ayat-ayat ini bicara tentang hidup atau mati. Jadi ada 2 suasana di sini, orang Israel hidup, orang Mesir mati, tidak ada yang setengah mati. Artinya bagi kita menjadi hamba Tuhan dan pelayan Tuhan jangan setengah-setengah. Melayani jangan setengah-setengah, kalau setengah-setengah nanti setengah mati. Lebih baik kalau mati, mati yang sungguh-sungguh. Hidup, hidup yang benar. Mati dalam arti yang rohani di sini, bukan mati dalam arti jasmani.

 

Pasal ini kena pada bejana pembasuhan, kena pada baptisan air. Kuasa baptisan air adalah kuasa kematian dan kuasa kebangkitan dalam Yesus. Kita mati bersama Yesus, bangkit bersama Yesus. Matinya sungguh-sungguh, bangkitnya juga sungguh-sungguh.

 

Tadi saya katakan harus benar yang sungguh-sungguh karena iblis atau antikristus juga meniru supaya gereja Tuhan disesatkan. Cuma kematian dan kebangkitan antikristus itu hanya diukur dengan perkara yang jasmani.

Wahyu 13:3

13:3 Maka tampaklah kepadaku satu dari kepala-kepalanya seperti kena luka yang membahayakan hidupnya, tetapi luka yang membahayakan hidupnya itu sembuh. Seluruh dunia heran, lalu mengikut binatang itu.

 

Salah satu kepalanya luka yang membahayakan hidupnya, itu kematian palsu. Lalu sembuh, itu kebangkitan palsu. Kematian dan kebangkitan palsu hanya diukur dengan perkara-perkara jasmani. Kalau susah, menderita itu berarti mati, tetapi tidak bertobat. Kalau berhasil itu berarti bangkit, tetapi tidak hidup benar, itu palsu.

 

Kalau kita hanya mengejar daging, kaum muda hidupnya hanya mengejar perkara-perkara jasmani, gampang sekali disesatkan oleh antikristus sehingga menyembah antikristus.

Wahyu 13:11-13

13:11 Dan aku melihat seekor binatang lain keluar dari dalam bumi dan bertanduk dua sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga.

13:12 Dan seluruh kuasa binatang yang pertama itu dijalankannya di depan matanya. Ia menyebabkan seluruh bumi dan semua penghuninya menyembah binatang pertama, yang luka parahnya telah sembuh.

13:13 Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang.

 

Jadi jangan ikut Tuhan itu hanya diukur yang jasmani. Banyak kali hamba Tuhan hanya ukur dari situ, kalau hamba Tuhan susah, tidak makan itu kematian, padahal tidak bertobat. Kalau sudah diberkati, jemaat sudah banyak, gereja besar, itu sudah bangkit, padahal tidak bertobat. Itu semua palsu.

 

Kematian dan kebangkitan yang benar kita alami lewat baptisan air yang benar. Kaum muda jangan ikut-ikutan! Kuasa kematian dalam baptisan air sanggup menghentikan kita dari perbuatan dosa, dari perbudakan dosa. Ini yang disebut dengan bertobat. Seperti yang kita baca tadi orang Mesir mati tenggelam. Orang Mesir ini mengejar orang Israel, mau memperbudak bangsa Israel, akhirnya tenggelam. Menunjukan kita berhenti dari dosa, tidak mau diperbudak lagi oleh dosa, itu mati yang benar. Periksa apakah saya ini sudah mengalami kematian yang benar bersama Yesus atau belum. kalau masih berbuat dosa, ulang-ulang dosa, itu belum mati!

 

Banyak kali dalam keadaan susah, menderita, miskin, tetap berbuat dosa, tidak berhenti berbuat dosa. Itu kematian yang palsu. Kematian yang benar saat kita diperhadapkan dengan kesukaran, pencobaan, penderitaan, kita tetap dalam tanda pertobatan, berhenti berbuat dosa. Saat susah di sekolah, mungkin ada kesulitan biaya, kesulitan dalam bekerja, tetap berhenti berbuat dosa, tetap hidup dalam pertobatan, itu kematian yang benar. Sekalipun diberkati, kalau kita tetap hidup dalam pertobatan itu juga pengalaman kematian yang benar. Jadi bukan diukur secara jasmani, ukurannya adalah berhenti berbuat dosa, itu kematian.

I Petrus 2:24

2:24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

 

Mati terhadap dosa, berhenti berbuat dosa. Biar menderita, digoda, dipaksa, tetap tidak mau berbuat dosa! Itu mati yang benar Jangan setengah-setengah, harus mati sungguh-sungguh. Dulu waktu penamatan Lempinel, pesan dari guru cepat mati supaya cepat bangkit. Jangan setengah-setengah. Kaum muda untuk berhenti berbuat dosa harus komitmen tidak mau berbuat dosa lagi, jangan setengah-setengah supaya cepat bangkitnya. Dalam situasi kondisi ini saya tidak berbuat dosa, tetapi dalam situasi kondisi tertentu saya berbuat dosa, itu setengah-setengah! Harus mati sungguhan.

 

Kuasa kebangkitan adalah kuasa Allah yang sanggup menolong kita untuk hidup benar dan taat dengar-dengaran pada Firman, dimanapun, kapanpun dan dalam situasi kondisi apapun. Itu bangkit yang benar, bangkit yang sungguh-sungguh. Mungkin secara jasmani usahanya masih dalam suasana merintis, tetapi dia hidup benar, dia taat, itu berarti bangkit. Suatu saat secara jasmani dia pasti akan bangkit, Tuhan berkati. Orang benar itu diberkati.

Mazmur

5:13 Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.

 

Jangan ragukan ayat ini, kalau kita benar pasti Tuhan berkati dan dipagar sekelilingnya anugerah seperti perisai. Di sekolah mungkin banyak tukang buli, kalau kita orang benar nanti dipagari oleh Tuhan, dilindungi. Dalam pekerjaan mungkin ada saingan yang menjatuhkan, Tuhan melindungi. Dalam pelayanan ada yang mau menjegal dan menghalang-halangi pelayanan kita, kalau kita benar pasti dipagari Tuhan, yang penting kita benar.

 

Bertobat sungguh-sungguh, hidup benar sungguh-sungguh.

I Petrus 4:1-2

4:1 Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamu pun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, — karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa —,

4:2 supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.

 

Ayat 1 ini kuasa kematian, sengsara daging untuk berhenti berbuat dosa, itu kematian yang benar. Ayat 2 ini kuasa kebangkitan, yaitu sengsara daging untuk hidup benar dan taat pada Firman menuruti kehendak Allah. Kita tidak menuruti lagi keinginan daging kita. Masa muda itu dagingnya kuat. Pada umumnya kalau masih remaja masih mencari jati diri, masih mau coba-coba, coba ini coba itu. Merokok itu enak atau tidak yah, minum minuman keras itu enak atau tidak yah, berbuat dosa kenajisan itu enak atau tidak yah, padahal resikonya maut!

 

Mati sungguh-sungguh, bangkit sungguh-sungguh. Sengsara daging untuk berhenti berbuat dosa, sengsara daging untuk menuruti kehendak Tuhan, itu mati dan bangkit yang benar. Maka hasilnya:

1.      Ada jaminan keberhasilan di dunia ini. Orang Israel tadinya sudah tidak ada cita-cita, biar sudah besar nantinya jadi budak, tidak ada mau bilang mau menggapai cita-cita. Pokoknya status mereka budak, dipecut, dicambuk, disiksa. Tetapi Tuhan tolong mereka bisa menyeberang laut Teberau dan pengejarnya mati semua. Ini jaminan keberhasilan di dunia sampai berhasil masuk di sorga. Sorga itu tempat kebenaran, bukan tempatnya dosa.

 

Sekali lagi, kaum muda kalau bertobat sungguh-sungguh, ikut Tuhan sungguh-sungguh, melayani sungguh-sungguh, jangan setengah-setengah nanti setengah mati. Kalau sungguh-sungguh itu jaminan berhasil di dunia dan berhasil sampai masuk kerajaan sorga.

 

Sorga itu tempat kebenaran.

II Petrus 3:13

3:13 Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.

 

Sorga itu tempat kebenaran. Jadi jangan bilang, tidak apa-apa om, cuma tidak benar 1 kali. Nanti tidak benar 2 kali, tidak benar 3 kali. Jangan dianggap biasa! Kalau ikut Tuhan benar yah benar, jangan kali ini tidak benar tidak apa-apa. Harus selalu benar! Berupaya dari hal yang kecil-kecil benar, sampai perkara yang besar. Rumus sorga itu dari kecil jadi besar. Jadi benarnya dari perkara kecil supaya cocok hidup dalam kerajaan sorga, berhasil masuk dalam kerajaan sorga.

 

Mungkin orang tua bilang tidak usah, begini saja. Lebih dengar mana, Firman atau orang tua? Bukan kita mau berontak terhadap orang tua, tetapi kalau tidak benar sesuai Firman yah jangan dituruti. Yang benar-benar saja, pasti berhasil.

 

2.      Ada jaminan kemenangan dari segala masalah dan doa kita dijawab oleh Tuhan.

 

Setelah kita melewati pengalaman kematian dan kebangkitan bersama Yesus, sudah hidup benar taat, masih ada kelanjutannya, pengalaman kematian yang kedua yaitu sengsara daging tanpa dosa. 

I Petrus 4:12-14

4:12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.

4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.

4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

 

Tujuan dari percikan darah atau sengsara daging tanpa dosa, menderita karena ibadah, menderita untuk hidup benar, menderita karena praktek Firman, tujuannya untuk menerima roh kemuliaan, itulah Roh Kudus. Roh Kudus itu dalam terjemahan gerika adalah arabon artinya jaminan, kalau orang belanja itu DP dana panjar. Itu adalah jaminan yang pasti dari kemuliaan yang akan kita terima nanti. Jadi jangan bersungut-sungut, jangan mundur ikut Tuhan “tidak enak ikut Tuhan, sudah hidup benar, sudah taat malah sengsara, dibenci, dipecat, tidak lulus dalam bidang tertentu”. Diizinkan Tuhan mengalami seperti itu tetapi Tuhan berikan Roh Kudus kepada kita, roh kemuliaan, jaminan yang pasti untuk kita raih bersama dengan Yesus. Mati dulu, pasti bangkit. Kalau sudah bangkit dimuliakan. Tidak bisa langsung mulia.

 

Kaum muda jangan takut menghadapi penderitaan dan sengsara. Salah satu bentuk sengsara daging adalah doa puasa. Ayo banyak puasa.

II Korintus 6:4-5

6:4 Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran,

6:5 dalam menanggung dera, dalam penjara dan kerusuhan, dalam berjerih payah, dalam berjaga-jaga dan berpuasa;

 

Kita semua pelayan Tuhan dalam bidang apa saja, buktikan bahwa kita pelayan Tuhan dengan rela menderita. Kita belum pernah mengalami dipenjara, kalau Tuhan izinkan itu terserah Tuhan. Tetapi berpuasa itu bisa kita lakukan. Itulah sengsara daging tanpa dosa, percikan darah. Yang lain enak jalan-jalan, makan-makan, kita malah menyangkal diri, puasa, sembayang, baca Alkitab atau datang di gereja puasa bersama. Tujuannya supaya mengalami Roh kemuliaan, Roh Kudus yang membawa kita pada kemuliaan bersama Yesus.

 

Manusia tanpa Roh Kudus itu keadaannya sangat memprihatinkan yaitu:

1.      Yohanes 14:16-18

14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,

14:17 yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.

14:18 Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.

 

Keadaannya seperti yatim piatu. Mohon maaf kalau sudah ada yang yatim piatu, ini tidak bicara yang jasmani. Seperti yatim piatu artinya:

a)      Banyak kelemahan daging. Kita lihat dan periksa kelemahan-kelemahan daging kita apa saja. Jangan bilang saya hebat, saya bisa. Kalau tidak ada Roh Kudus kelemahan dagingnya tidak bisa dia atasi. Makanya orang yang tanpa Roh Kudus omongannya “sudah dari dulunya saya seperti ini”. Kalau ada Roh Kudus kita bisa berkata “saya memang ada kelemahan dan kekurangan, tetapi tidak mau bertahan pada kelemahan itu”.

 

Kelemahan daging yang terutama adalah tidak tahu menyembah. Coba periksa masing-masing ada Roh Kudus atau tidak, di saat menyembah, di situ tesnya. Saya menikmati doa penyembahan atau menikmati tidur di kaki Tuhan.

Roma 8:26

8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

 

Kelemahan daging yang utama sulit untuk menyembah, sulit diajak menyembah. Jangankan puasa, menyembah saja tidak mampu. Sebab itu kita butuh Roh Kudus, Roh Kudus membantu kita dalam kelemahan-kelemahan kita. Mati yang benar, bangkit yang benar, kita menerima percikan darah, Roh Kudus turun mengatasi kelemahan-kelemahan kita sehingga kita bisa menyembah.

 

Penyembahan itu leher yang menghubungkan tubuh dengan kepala. Kepala kita Tuhan Yesus. Kalau tidak ada penyembahan maka hubungan dengan Tuhan terpisah. Apa yang terjadi kalau terpisah dengan Tuhan? Kering rohani. Coba kalau sendi kering, kalau digerakan sakit. Rohani kering nanti berimbas pada yang jasmani, jasmani juga kering. Pemberi berkat kan Tuhan, rohani kering pasti yang jasmani juga kering. Masa depan tidak menentu, semua serba kering, susah!

 

Kaum muda ini generasi penerus, kalau rohani kering, jasmani kering, apa yang akan terjadi. Cita-cita negara kita tahun 2045 Indonesia emas, itu yang jasmani. Yang rohani lebih dari itu, kita mau dibawa pada kemuliaan kekal bersama Yesus, sebab itu jangan kering rohaninya.

 

b)      Tidak jelas asal usulnya, artinya tidak mengalami keubahan hidup.

 

Filipi 3:20-21

3:20 Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat,

3:21 yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.

 

Asal usul kita jelas, kewargaan kita adalah kewargaan sorga. Bukti kita kewargaan sorga adalah kita mengalami keubahan hidup. Jadi kalau tidak jelas asal usulnya tidak ditahu dia dari mana, dia warga negara sorga atau warga negara neraka. Tidak jelas asal usulnya = tidak mengalami keubahan hidup, ikut Tuhan tidak berubah. Kaum muda begitu terus, sepanjang tahun tidak berubah. Masuk tahun baru tetap begitu. Itu manusia tanpa Roh Kudus.

 

Keubahan hidup itu memang tidak seperti sulap langsung berubah 100% tetapi ada prosesnya. Biarlah kita nikmati proses itu. Dulu saya begini, sekarang sudah berubah. Kita bisa merasakan dan orang lain yang melihat juga menilai. Orang tua kita menilai, kalau yang sudah menikah isteri menilai, suami menilai, anak-anak menilai. Dulu papa begini sekarang sudah berubah.

 

Kalau mengalami keubahan hidup maka kita warga kerajaan sorga, layak masuk kerajaan sorga.

 

2.      Yohanes 4:15

4:15 Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air."

 

Ternyata selama ini dia haus! Keadaan manusia tanpa Roh Kudus seperti perempuan Samaria yang selalu haus, tidak pernah puas. Praktek tidak pernah puas:

a)      Suka mempertahankan kepahitan hati, kebencian, iri, dendam, sulit mengampuni. Pokoknya kalau sudah benci sama orang itu bisa sampai 7 turunan.

Yohanes 4:9

4:9 Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?" (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)

 

Di sini dia pertahankan kebencian dan kepahitannya. Jangan pertahankan kepahitan hati, dendam, iri kepada siapa saja. Yang terdekat adalah sesama dalam keluarga, pahit hati terus, iri, benci, dendam, itu tanpa Roh Kudus.

 

b)      Yohanes 4:16-18

4:16 Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini."

4:17 Kata perempuan itu: "Aku tidak mempunyai suami." Kata Yesus kepadanya: "Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami,

4:18 sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar."

 

Perempuan ini sudah 5 kali kawin cerai, yang keenam ini bukan suami yang sah. Jadi praktek tidak puas adalah berbuat dosa sampai puncaknya dosa. Dalam hal ini dosa seks, dosa kawin mengawinkan! Pasangannya dosa makan minum, merokok, mabuk, narkoba. Jangan coba-coba! Mati, mati sungguhan, hidup, hidup sungguhan, maka Roh Kudus dicurahkan kepada kita manusia berdosa. Perempuan Samaria ini sudah seperti anjing dan babi, busuk hidupnya! Dia terkenal gonta ganti suami. Sekarang gonta-ganti pacar. Terkenal sebagai playboy, playgirl. Memangnya sparepart kendaraan gonta ganti kalau bosan. Jangan begitu!

 

3.      II Raja-raja 4:1-2

4:1 Salah seorang dari isteri-isteri para nabi mengadukan halnya kepada Elisa, sambil berseru: "Hambamu, suamiku, sudah mati dan engkau ini tahu, bahwa hambamu itu takut akan TUHAN. Tetapi sekarang, penagih hutang sudah datang untuk mengambil kedua orang anakku menjadi budaknya."

4:2 Jawab Elisa kepadanya: "Apakah yang dapat kuperbuat bagimu? Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kaupunya di rumah." Berkatalah perempuan itu: "Hambamu ini tidak punya sesuatu apa pun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak."

 

Keadaan ketiga seperti janda yang berhutang dan tidak bisa membayarnya, artinya:

a)      Janda dan buah nikah itu kaitannya dengan nikah. Artinya nikahnya tidak beres. Kaum muda permulaan nikah, masa pacaran dan tunangan sudah tidak beres, tidak benar, macam-macan dibuat! Itu manusia tanpa Roh Kudus. Kalau sudah menikah lebih tidak beres lagi. Sesama dalam rumah tangga, keluarga, kakak adik, orang tua, tidak beres juga.

 

b)      Anak diambil, anak ini generasi penerus. Artinya tidak punya masa depan. Roh Kudus itu roh kebangkitan, kalau tidak ada kebangkitan makan minum saja sebab besok kita mati.

I Korintus 15:32b

15:32b Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka “marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati”.

 

Periksa bagaimana keadaan hidup kita. Kalau ada Roh Kudus pasti ada masa depan.

 

c)      Semuanya tidak beres. Kita raba dan periksa, study tidak beres, pelayanan tidak beres, ekonomi tidak beres, itu tanpa Roh Kudus.

 

Kita diberi kesempatan untuk menerima roh kemuliaan, Roh Kudus lewat mati sungguh-sungguh yaitu berhenti berbuat dosa, bangkit sungguh-sungguh yaitu hidup dalam kebenaran, taat pada Firman Tuhan dan rela menerima percikan darah. Maka Roh Kudus dicurahkan pada kita, bukan cuma dicurahkan tetapi Roh Kudus mengurapi, sampai Roh Kudus meluap-luap di dalam kita sekalian.

 

Kita mohon kepada Tuhan, Tuhan saya butuh Roh Kudus, saya ini hanya manusia daging yang banyak kelemahan. Kalau secara jasmani mungkin dia diberkati, dari keluarga yang mapan dan diberkati, tetapi kalau tidak ada Roh Kudus, berkat-berkat yang kita nikmati di dunia ini semua sia-sia. Hanya membawa pada kebinasaan, tidak jelas asal-usulnya, bukan warga sorga, warga dunia. Dunia ini hanya akan binasa, kalau hanya sampai pada warga dunia maka pasti binasa bersama dunia. Biarlah kita menjadi warga kerajaan Sorga.

 

Syarat menerima pencurahan Roh Kudus.

II Raja-raja 4:3

4:3 Lalu berkatalah Elisa: "Pergilah, mintalah bejana-bejana dari luar, dari pada segala tetanggamu, bejana-bejana kosong, tetapi jangan terlalu sedikit.

 

Bandingkan dengan:

Matius 6:6

Matius 6:6  Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

 

Syarat menerima Roh Kudus adalah masuk kamar tutup pintu. Artinya banyak menyembah, tingkatkan hubungan pribadi dengan Tuhan. Sesibuk-sibuknya kerja, sesibuk-sibuknya sekolah, jangan lupa ambil waktu menyembah. Kesempatan untuk menyembah itu harus diupayakan. Subuhkah, siang kalau ada waktu menyembah, malam menyembah, supaya Roh Kudus dicurahkan kepada kita sampai meluap-luap di dalam kita.

 

Kegunaan Roh Kudus:

1.      Memberi kebahagiaan sorga di tengah-tengah penderitaan. Kaum muda mungkin sore ini waktu berekreasi, tetapi beribadah, sengsara daging tetapi Tuhan berikan kebahagiaan.

 

2.      Ibu janda itu disuruh menjual minyaknya lalu pakai membayar utang, semua beres. Jadi kegunaan Roh Kudus membereskan semuanya! Sore ini apa yang belum beres, yakin Roh Kudus bekerja maka semua beres dan selesai. Masa depan, sekolah, pekerjaan, jodoh, Tuhan mampu membereskan semuanya bagi kita.

 

3.      Bayar hutangmu, hidup dari lebihnya. Roh Kudus memelihara kita di tengah-tengah kesulitan hidup di dunia ini. Ijazah bisa memelihara? Bisa tetapi terbatas. Kedudukan, pekerjaan, untuk sekarang bisa memelihara, tetapi di zaman antikristus tidak bisa. Semua semakin sulit. Misalkan sekarang kita diizinkan 70% antikristus berkuasa 30%. Nanti suatu saat dia 40% kita tinggal 60%, dia 50% kita tinggal 50%. Terus dia semakin bertambah kita semakin kurang. Sampai suatu saat dia menguasai dunia 100% kita 0% tetapi Firman dan Roh Kudus sudah menyingkirkan kita ke padang gurun, dipelihara oleh Tuhan secara ajaib, secara langsung!

 

4.      Roh Kudus mengubahkan kita dari janda rohani menjadi gadis bijaksana. Itulah mempelai wanita Tuhan yang siap masuk pesta nikah Anak Domba Allah.

Matius 25:4,10

25:4 sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka.

25:10 Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup.

 

5 gadis bijaksana punya minyak persediaan, makanya mereka bisa masuk pesta nikah. Sore ini kita membawa minyak persediaan, minyak Roh Kudus yang meluap-luap di dalam kita. Mampu mengatasi segala kelemahan, membereskan semuanya, memberi masa depan, memelihara, terutama mengubahkan kita dari janda rohani menjadi gadis yang bijaksana, gereja yang sempurna, mempelai wanita Tuhan yang sempurna, untuk siap menyambut kedatangan Yesus, Mempelai Pria Sorga.

 

Menghadapi apapun yang tidak beres sore ini, minta Roh Kudus. Komitmen, saya mau mati sungguh-sungguh, saya mau hidup sungguh-sungguh. Saya juga mau masuk percikan darah, sengsara daging tanpa dosa, maka Roh Kudus dicurahkan, berkarya dalam kehidupan kita.

Tuhan Memberkati.

Kebaktian Umum, Minggu 29 Oktober 2023 Pdt. Handri Otniel Legontu


Salam damai sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Wahyu 13:11-14 (Perikop: Binatang yang keluar dari dalam bumi)

13:11 Dan aku melihat seekor binatang lain keluar dari dalam bumi dan bertanduk dua sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga.

13:12 Dan seluruh kuasa binatang yang pertama itu dijalankannya di depan matanya. Ia menyebabkan seluruh bumi dan semua penghuninya menyembah binatang pertama, yang luka parahnya telah sembuh.

13:13 Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang.

13:14 Ia menyesatkan mereka yang diam di bumi dengan tanda-tanda, yang telah diberikan kepadanya untuk dilakukannya di depan mata binatang itu. Dan ia menyuruh mereka yang diam di bumi, supaya mereka mendirikan patung untuk menghormati binatang yang luka oleh pedang, namun yang tetap hidup itu.

 

Nabi palsu dan antikristus bekerja sama untuk menyesatkan gereja Tuhan lewat 2 hal:

1.      Ajaran sesat.

2.      Lewat tanda-tanda atau mujizat secara jasmani.

 

Kita masih meninjau siapa penyesat ini supaya  kita waspada. Kalau urapan Roh Kudus ada dalam hidup kita, dari pori-pori kita saja sudah bisa kita rasa bahwa orang ini penyesat. Bukan kita menghakimi tetapi kita lihat lewat Firman Tuhan supaya kita hindari.

 

Pertanyaannya siapa penyesat itu?

II Yohanes 1:7

1:7 Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus.

 

1.      Orang yang tidak mengaku bahwa Yesus telah datang sebagai manusia

Penyesat adalah orang yang tidak mengaku bahwa Yesus telah datang sebagai manusia lewat praktek mempertahankan dosa, tidak mau melayani, tahbisannya tidak benar, tidak ada penyembahan. Mungkin di mulut dia mengaku Yesus telah datang sebagai manusia tetapi prakteknya tidak.

 

2.      Orang yang melangkah keluar dari ajaran Kristus. 

 

II Yohanes 1:9

1:9 Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak.

 

Orang yang melangkah keluar dari ajaran Kristus, dari pengajaran yang sehat, pengajaran yang benar. Apa itu ajaran sehat?

1.      Tertulis dalam Alkitab. Menghadapi pencobaan Yesus berkata “ada tertulis”. Jadi kalau Firman tertulis di dalam Alkitab itu mengandung kuasa kemenangan.

2.      Dibuka rahasianya oleh Tuhan, ayat yang satu menerangkan ayat yang lain di dalam Alkitab yaitu perkataan Yesus. Seluruh pemberitaan Firman adalah perkataan Yesus, mengandung kuasa menyucikan.

3.      Tajam menyucikan, terutama menyucikan nikah, karena sasaran akhir gereja Tuhan adalah masuk nikah yang rohani, nikah yang sempurna dengan Yesus Mempelai Pria Sorga.

4.      Diberitakan dengan maksud murni.

II Korintus 2:17

2:17 Sebab kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah. Sebaliknya dalam Kristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atas perintah Allah dan di hadapan-Nya.

 

Bukan uuntuk mendapatkan sesuatu tetapi sungguh-sungguh untuk membawa jemaat layak bertemu dengan Yesus.

 

5.      Dipraktekan dulu sebelum diajarkan, Yesus menjadi teladannya.

Kisah Para Rasul 1:1

1:1 Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus,

 

Penyesat itu adalah orang yang melangkah keluar dari pengajaran yang benar. Mengapa melangkah keluar dari pengajaran yang benar? Bukan karena dia bodoh, tidak mengerti Firman. Jawabannya hanya satu karena tidak puas dalam penggembalaan yang dibina oleh pengajaran yang sehat, tidak puas dalam persekutuan yang dibina oleh pengajaran yang sehat. Kita periksa, selama ini kita beribadah apakah kita mengalami kepuasan sorga atau kembali dengan kosong, tidak merasa apa-apa. Sangat rugi datang jauh-jauh untuk beribadah lalu tidak mendapat apa-apa saat kembali.

 

Contoh orang yang melangkah keluar dari pengajaran.

Yohanes 6:60-61,66

6:60 Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?"

6:61 Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: "Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?

6:66 Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.

Tidak puas di sini dibuktikan dengan banyak bersungut-sungut mendengar Firman, terlalu lama, terlalu keras dan sebagainya. Mengapa tidak puas? Karena keras hati mempertahankan dosa sehingga tidak tahan mendengar Firman yang menyucikan. Bukan Firmannya yang keras tetapi hatinya yang keras. Kalau hati lembut, mendengar Firman yang keras bisa diterima.

Yakobus 1:21

1:21 Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.

 

Bisa jadi gembala menjadi penyebab jemaat tidak puas atau jemaat menjadi penyebab dirinya sendiri tidak puas. Jadi sama-sama gembala dan jemaat dikoreksi. Kalau gembala keras hati mempertahankan dosa, maka tidak akan berani memberitakan Firman pengajaran yang benar dengan jelas untuk meyakinkan sidang jemaat mengalami kelepasan dari dosa. Misalkan dia khotbah tentang nikah yang suci sementara dia sendiri selingkuh, tidak akan bisa dia sampaikan itu, paling hanya di atas-atas permukaan saja, tidak berani sampai ke dalam hati. Khotbah tentang berkorban sementara dia sendiri kikir, tidak akan berani menyampaikan dengan tegas, dengan jelas meyakinkan sidang jemaat. Karena ulah gembala, jemaat tidak puas mendengar Firman. Bisa saja seperti membaca naskah pidato, copy paste khotbah pendeta-pendeta yang lain. Tetapi apakah bisa meyakinkan jemaat untuk lepas dari dosa sementara dia sendiri tidak lepas dari dosa, bagaimana dia meyakinkan jemaat! Seperti saya sodorkan makanan kepada jemaat, ini makanan enak rasanya mantap, tetapi saya sendiri tidak makan, jemaat tidak akan yakin. Tidak akan bisa masuk, makanya datang dengan kosong, pulang dengan kosong.

 

Kalau sidang jemaat keras hati mempertahankan dosa, dia tidak akan mengerti Firman yang diberitakan dan dia pasti tidak tahan penyucian. Hanya bersungut-sungut jadinya.

 

Jadi kalau disimpulkan, gembala dan jemaat tidak sungguh-sungguh tergembala. Orang yang tidak sungguh-sungguh ini pasti keluar. Kalau gembala tidak usah jemaat demo, pasti keluar sendiri.

I Yohanes 2:18-19

2:18 Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir.

2:19 Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.

 

Jadi tidak usah ribut, tidak usah demo, tidak usah pecat-pecat, tidak usir mengusir, yang tidak sungguh-sungguh akan keluar dengan sendirinya. Kita berdoa supaya kita semua yang ada ini sungguh-sungguh, saya gembala sungguh-sungguh, jemaat juga sungguh-sungguh, sehingga waktu Yesus datang kita bisa menyambut Dia, tidak ada yang keluar. Doa saya selalu jangan ada satupun yang tertinggal dan binasa, semua sama-sama menyambut Yesus.

 

Pengertian melangkah keluar dari Firman pengajaran yang benar.

1.      II Tesalonika 2:3-4

2:3 Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa,

2:4 yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.

 

Orang yang tidak sungguh-sungguh ini yang keluar disebut antikristus. Antikristus sudah ada. Orang yang keluar dari pengajaran adalah orang murtad =  manusia durhaka. Mengapa dia keluar dari pengajaran? Karena durhaka. Bukan mau menghakimi siapa-siapa, kita raba diri ktia sendiri. Praktek durhaka:

Ibrani 10:25-27

10:25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

10:26 Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.

10:27 Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.

 

Praktek durhaka di sini adalah biasa berbuat dosa. Dosa sudah menjadi kebiasaan. Mengapa dosa menjadi kebiasaan? Karena dosa diulang-ulang. Orang seperti itu akan keluar dari pengajaran. Kalau gembala mengulang-ulang dosa, lama-lama dia tidak akan tahan menyampaikan pengajaran. Dia akan cari ajaran lain untuk membenarkan perilakunya yang berdosa, nanti dia akan keluar dari pengajaran, durhaka terhadap pengajaran.

Hosea 8:1

8:1 Tiuplah sangkakala! Serangan laksana rajawali atas rumah TUHAN! Oleh karena mereka telah melangkahi perjanjian-Ku dan telah mendurhaka terhadap pengajaran-Ku.

 

Kita sudah bertahun-tahun menerima pengajaran. Saya sudah sejak dari kandungan menerima pengajaran, jangan sampai durhaka. Praktek durhaka tadi sudah biasa berbuat dosa karena dosa diulang-ulang. Waktu pertama dibuat dia takut, lama-lama terulang lagi kedua kali, ketiga kali lama-lama sudah terbiasa. Nanti dosa ini akan meningkat, kalau sudah biasa berbuat dosa nanti meningkat menjadi sengaja berbuat dosa. Artinya dia sudah tahu kebenaran Firman tetapi tetap melakukan dosa. Dia tahu ini salah, tidak boleh, tetapi masa bodoh, dia buat terus. Tanpa rasa takut, tanpa penyesalan, itu sudah sengaja, sudah enjoy dengan dosa. Tuhan tolong kita jangan seperti itu.

 

Makanya orang durhaka itu = fasik. Kalau sudah durhaka pasti fasik.

Yehekiel 18:21-22; 21:29

18:21 TUHAN memperlakukan aku sesuai dengan kebenaranku, Ia membalas kepadaku sesuai dengan kesucian tanganku,

18:22 sebab aku tetap mengikuti jalan TUHAN dan tidak berlaku fasik terhadap Allahku.

21:29  sedang orang melihat penglihatan-penglihatan yang menipu bagimu dan memberi tenungan-tenungan bohong kepadamu — untuk ditetakkan ke leher orang-orang fasik yang durhaka, yang saatnya sudah tiba untuk penghakiman terakhir.

 

Mengapa keluar dari pengajaran, mengapa murtad? Karena durhaka. Dia biasa berbuat dosa sampai sengaja berbuat dosa. Tetapi orang seperti ini pandai sekali menutupi kekurangannya, pandai menutupi dosanya. Orang fasik itu kelihatan rohani, makanya dia menjadi penyesat. Alkitab mengatakan orang fasik itu menyelidiki kitab suci. Dia baca Alkitab, dia selidiki, makanya mudah sekali dia menyesatkan orang. Dia mempercakapkan Firman padahal dia menyembunyikan dosanya yang dia lakukan dengan sengaja.

Mazmur 50:16-18

50:16 Tetapi kepada orang fasik Allah berfirman: "Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku, dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu,

50:17 padahal engkaulah yang membenci teguran, dan mengesampingkan firman-Ku?

50:18 Jika engkau melihat pencuri, maka engkau berkawan dengan dia, dan bergaul dengan orang berzinah.

 

Jadi jangan sampai kita terkecoh. Siapa yang tugasnya menyelidik Firman dan menyebut-nyebut Firman atau memberitakan Firman? Pendeta, gembala banyak yang mendurhaka kepada Tuhan, banyak pendeta yang fasik. Ini yang akhirnya membuat banyak orang tergelincir dari jalan yang benar, tersesat. Nomor 1 ini koreksi untuk saya, saya menyelidiki Firman, saya menyebut-nyebut Firman, jangan sampai saya fasik dan durhaka. Kasihan berapa jemaat yang Tuhan percayakan bisa tersesat semua, tidak mencapai sasaran akhir.

 

Bagaimana kita bisa tahu kalau pendeta itu ternyata fasik?

Mazmur 50:18

50:18 Jika engkau melihat pencuri, maka engkau berkawan dengan dia, dan bergaul dengan orang berzinah.

 

Dia berkawan dengan pencuri, bergaul dengan pezinah. Apa itu pencuri dan pezinah?

Matius 24:43

24:43 Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.

 

Pencuri itu membongkar nikah. Di dalam rumah ada nikah. Jadi artinya pendeta yang fasik itu membiarkan dan menyetujui nikah yang terbongkar, sebab nikahnya sendiri tidak beres. Jadi bisa dilihat gembalaku ini fasik atau dia sungguh-sungguh melayani Tuhan. Lihat nikahnya, kalau nikahnya tidak beres, dia pasti menyetujui nikah-nikah yang tidak beres, dia biarkan itu! Ketidakberesan di dalam nikah dimulai dari ada kejatuhan-kejatuhan pada permulaan nikah. Dan ini dibiarkan, tidak ada upaya untuk diperbaiki! Sampai mengizinkan kawin campur. Saya pernah dengar ada yang berkata tidak apa-apa kawin dulu di sana nanti baru dibawa masuk dalam pengajaran, nanti dibenahi. Bagaimana ini, nikah dianggap main-main! Nikah itu suatu yang sakral dan suci, tidak boleh main-main! Kemudian mengizinkan kawin cerai, orang sudah kawin cerai dibawa masuk lagi diberkati dalam gereja, ini sudah membongkar nikah. Sampai nanti seks bebas akan masuk dalam gereja. Kalau nikah sesama jenis sudah masuk dalam gereja, kalau di Indonesia masih dianggap hal yang tabu. Kalau salah satu negara tetangga kita, itu sudah dianggap biasa. Manusia sudah seperti binatang!

 

Tuhan tolong kita, jangan sampai ada dalam diri kita roh yang menganggap dosa itu biasa. Yang menganggap seperti itulah yang berkawan dengan pencuri dan pezinah. Di sini tanda yang kita lihat sehingga bisa kita hindari, bukan dimusuhi.

 

Dosa kebiasaan ini juga termasuk tidak setia dalam ibadah pelayanan. 1 kali tidak beribadah dianggap biasa, 2 kali mulai dia rasa enak tidak beribadah, 3 kali ternyata dia nyaman kalau tidak beribadah.

Ibrani 10:25

10:25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

 

Ibadah itu mahal seharga Korban Kristus, kita bisa beribadah karena Korban Kristus. Jangan biasakan menjauhkan diri dari ibadah. Kalau sudah biasa-biasa nanti sengaja tidak beribadah. Kalau sudah sengaja nanti sulit digembalakan, dagingnya mau bebas.

 

Bangsa kafir itu seperti keledai, keledai harusnya tertambat. Tetapi ada yang membuka tali tambatannya. Dan keledai yang sudah tidak tertambat itu disebut keledai liar dan keledai jalang!

Ayub 39:8

39:8 Siapakah yang mengumbar keledai liar, atau siapakah yang membuka tali tambatan keledai jalang?

 

Istilah jalang ini konotasinya kenajisan. Jadi sudah sulit untuk digembalakan orang yang sudah sengaja, dagingnya mau bebas, menjadi liar. Kalau sudah liar nanti jalang! Ingat si bungsu, tadinya dia diladang Bapa. Setelah itu mulai dia melirik yang lain, mau ke tempat lain, mau ke kota. Akhirnya dia tinggalkan ladang bapa dan berakhir di ladang babi. Babi menggambarkan kenajisan, arahnya nanti ke situ.

 

Jadi anggap biasa itu suami tidak beribadah, isteri tidak beribadah. Hati-hati, kalau dia sudah menjadi liar dan jalang menangis nanti kita!  Siapa mau menanggkap keledai liar, keledai jalang.  Apalagi kalau sudah menjadi kuda yang terlepas, coba tangkap kalau tidak ditendang.

 

Dari pada terjadi seperti itu, lebih baik ayo tingkatkan saling menasihati soal ibadah. Ayo diingatkan selalu, biarlah keledai itu tertambat. Bawa diri kita bangsa kafir yang adalah keledai tertambat pada pokok anggur pilihan.

Kejadian 49:11

49:11 Ia akan menambatkan keledainya pada pohon anggur dan anak keledainya pada pohon anggur pilihan; ia akan mencuci pakaiannya dengan anggur dan bajunya dengan darah buah anggur.

 

Tertambat = terikat, tergembala dalam binaan Firman pengajaran yang sehat. Anggur pilihan itulah Yesus. Yesus itulah Firman pengajaran yang benar. Jadi kita tertambat tergembala dengan benar dan baik pada Firman pengajaran yang benar.

 

Memang dalam penggembalaan ini daging kita diikat, tidak bisa bebas. Sebagai gembala saya terikat, tidak bisa bebas. Makanya banyak yang tidak suka, banyak yang tidak mau tergembala. Apa itu tergembala, tidak bisa bebas ke sana sini, cuma terikat terus dalam penggembalaan. Tergembala itu memang terikat dagingnya, tidak bisa berbuat semaunya, tetapi kita diiikat dengan tali yang namanya tali kasih dan tali kesetiaan Tuhan, tali kasih setia Tuhan.

Hosea 11:4

11:4 Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih. Bagi mereka Aku seperti orang yang mengangkat kuk dari tulang rahang mereka; Aku membungkuk kepada mereka untuk memberi mereka makan.

 

Kita diikat dengan tali kasih setia Tuhan. Artinya hidup kita mengalami kasih setia Tuhan. Daging memang terikat, tidak bisa bebas, tetapi kita hidup dalam kasih setia Tuhan, itu luar biasa. Contoh dalam Alkitab orang yang hidup dalam kasih setia Tuhan adalah Yusuf. Untuk tergembala, resikonya dia dibenci oleh saudara-saudaranya. Yusuf tergembala dan dia mengalami penyucian. Buktinya dia tidak mau ikut kakak-kakaknya berbuat dosa. Kepadanya diberikan jubah berwarna-warni, jubah yang indah, itu menunjuk jubah pelayanan.

 

Jadi resikonya dibenci dan akhirnya dia menjadi budak di Mesir. Sudah jadi budak, dia dipenjarakan lagi karena difitnah. Seperti itulah orang tergembala, dibenci, difitnah, dipenjara. Dipenjara itu artinya daging tidak bisa bebas, kalau ukurannya 3x3 berarti gerakan kita hanya 3x3. Tetapi ingat, kita diikat oleh kasih setia Tuhan.  Sekalipun Yusuf di dalam penjara, dia bisa berhasil.

Kejadian 39:21-23

39:21 Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu.

39:22 Sebab itu kepala penjara mempercayakan semua tahanan dalam penjara itu kepada Yusuf, dan segala pekerjaan yang harus dilakukan di situ, dialah yang mengurusnya.

39:23 Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil.

 

Kaum muda jangan takut tergembala. Mungkin untuk tergembala jadinya terbatas semuanya, tidak bisa ini, tidak bisa itu, bagaikan dalam penjara, mengalami suasana terbatas, tetapi kasih setia Tuhan menjadikan kita berhasil tepat pada waktunya.

 

Yusuf berhasil, oleh kasih karunia Tuhan, Yusuf diangkat menjadi penguasa.

Kisah Para Rasul 7:9-10

7:9 Karena iri hati, bapa-bapa leluhur kita menjual Yusuf ke tanah Mesir, tetapi Allah menyertai dia,

7:10 dan melepaskannya dari segala penindasan serta menganugerahkan kepadanya kasih karunia dan hikmat, ketika ia menghadap Firaun, raja Mesir. Firaun mengangkatnya menjadi kuasa atas tanah Mesir dan atas seluruh istananya.

 

Kasih setia Tuhan sanggup mengangkat kita menjadi penguasa di Mesir, artinya:

a)      Jasmani dan rohani diangkat oleh Tuhan. Roda itu tidak selalu ada di bawah, pasti suatu saat berputar. Secara rohani juga Tuhan angkat, tidak usah angkat-angkat diri. Sekalipun manusia tidak mau pakai saya yang penting Tuhan yang pakai. Kalau Tuhan yang angkat, orang mau halangi bagaimanapun tidak akan bisa.

 

b)      Mesir itu gambaran dunia, kita yang menguasai dunia, bukan dunia yang menguasai kita. Jadi arti kedua kita terlepas dari ikatan dunia, tidak dikuasai oleh dunia. Inilah enak dan nikmatnya tergembala.

 

Seringkali orang anggap susah, tidak enak, kamu terkekang, kamu tidak bisa bebas, tidak bisa ini, tidak bisa itu, itu bahasa daging! Tetapi kalau kita tergembala kita menikmati kasih setia Tuhan. Berhasil pada waktunya, diangkat oleh Tuhan jasmaninya, diangkat rohaninya dan kita terlepas dari ikatan dunia. Waktu Yesus datang kita terangkat ke awan-awan bertemu Yesus, dunia tidak mengikat kita lagi. Kita masuk pesta nikah Anak Domba Allah, kemudian kita berkerajaan 1000 tahun damai dan masuk kerajaan sorga, Yerusalem Baru. Inilah nikmatnya tergembala. Jangan melangkah keluar dari pengajaran, bertahan dalam pengajaran, tergembalalah dengan benar dan baik. Justru kita berdoa supaya orang yang di luar bisa masuk dalam pengajaran, bukan kita yang keluar dari Firman pengajaran.

 

2.      II Tesalonika 2:4

2:4 yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.

Meninggi-ninggikan diri atau sombong. Orang yang meninggikan diri, orang sombong itu mau mengatur, mau menguasai bahkan mau disembah.

 

Wahyu 13:1,5,8

13:1 Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat.

13:5 Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya.

13:8 Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih.

 

Melangkah keluar itu orang yang meninggikan diri, mau mengatur, mau menguasai, bahkan mau disembah. Prakteknya:

a)      Dalam nikah perempuan atau isteri yang mau menjadi kepala dari suami, mau mengatur suami! Tidak tahu kedudukan yang benar. Sementara Tuhan sudah menyatakan kedudukan yang benar dalam nikah yang benar. Allah, Yesus, suami baru isteri. Ini malah isteri yang mau jadi kepala. Lebih hebat lagi sekarang bukan hanya isteri yang mau mengatur suami, anak-anak yang mau mengatur orang tua! Anak-anak jangan karena kalian sudah sarjana lalu mau atur-atur orang tua. Itu orang yang sedang melangkah keluar dari pengajaran.

I Korintus 11:2-3

11:2 Aku harus memuji kamu, sebab dalam segala sesuatu kamu tetap mengingat akan aku dan teguh berpegang pada ajaran yang kuteruskan kepadamu.

11:3 Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Allah.

 

Kalau perempuan dan anak yang mau jadi kepala, lihat akibatnya, semua menjadi tersesat dan rusak!

Yesaya 3:12

3:12 Adapun umat-Ku, penguasa mereka ialah anak-anak, dan perempuan-perempuan memerintah atasnya. Hai umat-Ku, pemimpin-pemimpinmu adalah penyesat, dan jalan yang kamu tempuh mereka kacaukan!

 

Isteri boleh mengusulkan, suami yang memutuskan. Isteri mungkin gajinya lebih tinggi dari suami, tetap suami kepala. Isteri mungkin lebih tua dari suami, tetap suami kepala. Jangan direbut kedudukan suami. Ini namanya meninggikan diri. Kalau dalam nikah seperrti itu, dalam ibadah juga pasti seperti itu, perempuan mau mengajar dan memerintah laki-laki. Kalau perempuan boleh mengajar dan memerintah laki-laki, Paulus tidak akan menulis ini dalam Alkitab. Ini perkataan Paulus, ditulis dalam Alkitab, Paulus menerima ilham dari Tuhan. Jadi ini adalah Firman Tuhan!

I Timotius 2:11-14

2:11 Seharusnyalah perempuan berdiam diri dan menerima ajaran dengan patuh.

2:12 Aku tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengizinkannya memerintah laki-laki; hendaklah ia berdiam diri.

2:13 Karena Adam yang pertama dijadikan, kemudian barulah Hawa. 

V14 Lagipula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa.

 

Di sini dikaitkan dengan kejatuhan Hawa. Perintah Tuhan “semua buah pohon dalam taman ini boleh kau makan buahnya dengan bebas kecuali 1 yaitu buah terlarang yang ada di tengah-tengah taman. Sekarang perintah Tuhan perempuan boleh melayani dalam bidang apa saja, kecuali 1 yaitu mengajar dan memerintah laki-laki.

 

Kehidupan seperti ini akhirnya menyesatkan, merusak. Berarti dia yang mengatur Firman, bukan Firman yang mengatur hidupnya. Firman yang ikut dia, bukan dia yang ikut Firman. Kalau digambarkan dengan Yesus menunggangi keledai, bukan Yesus yang menunggangi keledai tetapi keledai yang menunggangi Yesus. Bukan Ribka yang ikut Ishak tetapi Ishak yang ikut Ribka. Ini semua terbalik!

 

b)      Dalam penggembalaan sidang jemaat mau mengatur gembala. Jangan! Ingat dalam kitab Imamat dan kitab Bilangan ada persembahan timang-timangan, itu buah sulung. Yang menimang adalah imam. Sidang jemaat itu seperti buah sulung di dalam penggembalaan. Yang boleh menggerak-gerakan, yang mengunjuk-unjuk adalah imam.

Imamat 23:10-11

23:10 "Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Apabila kamu sampai ke negeri yang akan Kuberikan kepadamu, dan kamu menuai hasilnya, maka kamu harus membawa seberkas hasil pertama dari penuaianmu kepada imam,

23:11 dan imam itu haruslah mengunjukkan berkas itu di hadapan TUHAN, supaya TUHAN berkenan akan kamu. Imam harus mengunjukkannya pada hari sesudah sabat itu.

 

Siapa yang dimaksud dengan berkas sulung ini?

Ibrani 12:22-23

12:22 Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah,

12:23 dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna,

 

Jemaat itu anak-anak sulung, jadi berkas sulung itu menunjuk jemaat. Yang mengunjuk-unjuk adalah imam, sekarang menunjuk gembala. Gembala yang mengatur sidang jemaat lewat Firman penggembalaan. Jangan jemaat yang mengatur-ngatur. Pak gembala khotbahnya 45 menit saja, jangan lewat dari itu yah! Keputusan dalam penggembalaan, untuk KKR, untuk pelayanan, biar gembala yang mengatur lewat Firman, bukan jemaat yang mau atur. Soal pembangunan juga, kadang kala saya serahkan pada yang lebih mengerti. Tetapi tetap gembala yang ambil keputusan. Kalau jemaat yang mau ambil keputusan sendiri akhirnya tengkar. Tetapi kalau gembala yang ambil keputusan aman, tenang.

 

Tetapi bukan jadi gembala yang otoriter, harus dengar juga masukan terutama soal bangunan, saya tidak mengerti. Namun tetap yang ambil keputusan saya sebagai gembala. Apalagi soal pelayanan, saya tidak mau diganggu gugat, isteri sayapun tidak boleh!

 

c)      I Timotius 4:1-2

4:1 Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan

4:2 oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.

 

Murtad itu = gugur dari iman. Mengapa terjadi demikian? Mengapa sudah lama dalam penggembalaan, sudah lama dalam pengajaran lalu keluar?

1)      Karena membuka diri mendengar ajaran yang lain, tidak ada ketegasan! Sudah tahu beda tetapi mau mendengar, ingin tahu bedanya di mana. Setiap ajaran itu ada capnya!

I Timotius 4:2

4:2 oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.

 

I Timotius 4:2 (terjemahan lama)

4:2 oleh keadaan orang munafik yang memberitakan dusta, yang di dalam perasaannya seperti diselar dengan besi hangat,

 

Seperti sapi diselar besi panas, susah mau dihilangkan bekasnya. Jadi jangan bilang saya punya filter. Ibadah mereka ini tidak ada Firman, hanya kumpul-kumpul saja, tetap saya tidak mau! Jangan paksa saya ikut, jangan bilang tidak apa-apa! Yang tidak apa-apa itu yang bahaya. Lebih baik kita tegas, tunjukan warna, dari pada kena cap. Keluarga boleh marah, musuhi saya tidak apa-apa yang penting Tuhan tidak musuhi saya.  

 

Hari-hari terakhir ini harus tegas. Makanya Firman harus diulang-ulang, supaya iman kita teguh.

Filipi 3:1b-2

3:1b Menuliskan hal ini lagi kepadamu tidaklah berat bagiku dan memberi kepastian kepadamu.

3:2 Hati-hatilah terhadap anjing-anjing, hati-hatilah terhadap pekerja-pekerja yang jahat, hati-hatilah terhadap penyunat-penyunat yang palsu,

 

Hati-hati ini artinya hindari bukan musuhi.

 

Jangan karena keluarga saya lemah dalam hal ini. Saya sebagai gembala bertanggung jawab keselamatan sidang jemaat, apalagi keselamatan keluarga daging saya!

 

2)      Tidak percaya lagi kepada Yesus karena tidak tahan menghadapi tekanan pencobaan yang ada. Kalau Yesus sudah tidak dipercaya mau bagaimana ditolong.

 

Supaya tidak melangkah keluar dari Firman pengajaran yang benar, berupaya untuk taati Firman menjadi pengalaman hidup kita. Prosesnya bagaimana untuk mentaati Firman.

1.      Roma 10:17-18

10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

10:18 Tetapi aku bertanya: Adakah mereka tidak mendengarnya? Memang mereka telah mendengarnya: "Suara mereka sampai ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi."

 

Mendengar Firman Kristus, Kristus artinya yang diurapi. Jadi artinya mendengar Firman dalam urapan Roh Kudus sehingga bisa mendengar dengan suatu kerinduan dan suatu kebutuhan. Saya rindu, saya butuh sehingga tidak bisa terhalang oleh apapun. Bagaimana mau ditaati kalau belum dengar. Penentunya sikap mendengar ini, perhatikanlah cara kamu mendengar, ini penentunya. Kalau sudah mendengar dalam urapan, bisa menanggapi.

 

2.      Roma 10:19

10:19 Tetapi aku bertanya: Adakah Israel menanggapnya? Pertama-tama Musa berkata: "Aku menjadikan kamu cemburu terhadap orang-orang yang bukan umat dan membangkitkan amarahmu terhadap bangsa yang bebal."

 

Bangsa Israel tidak menanggapi Firman, jangan kita seperti itu! Kita mau menanggapi Firman. Menanggapinya dengan apa? Dengan pikiran dan hati. Menanggapi dengan pikiran artinya kita mengerti Firrman. Menanggapi dengan hati artinya kita percaya, yakin pada Firman.

 

3.      Roma 10:20-21

10:20 Dan dengan berani Yesaya mengatakan: "Aku telah berkenan ditemukan mereka yang tidak mencari Aku, Aku telah menampakkan diri kepada mereka yang tidak menanyakan Aku."

10:21 Tetapi tentang Israel ia berkata: "Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku kepada bangsa yang tidak taat dan yang membantah."

 

Yang dimaksud adalah kita bangsa kafir, tetapi Tuhan berkenan ditemukan oleh kita. Dulu kita tidak pernah bertanya kepada Tuhan, nenek moyang kita bertanya pada berhala, sekarang Tuhan menyatakan diri kepada kita. Ayat 21 itu sikap Israel, jangan kita seperti itu. Sikap kita mau mengulurkan tangan kepada Tuhan, mau taat kepada Tuhan. Pemberitaan Firman pengajaran itu adalah uluran tangan Tuhan kepada kita. Sepanjang hari Tuhan mengulurkan tanganNya. Kita sekarang berada pada hari terakhir minggu ketebusan. Sepanjang hari Tuhan mengulurkan tanganNya, setiap hari ada Firman pengajaran yang bisa kita dengar dan terima. Sikap kita angkat tangan, ulurkan tangan,  saya mau taat pada Firman Tuhan sekalipun beresiko.

 

Untuk mengulurkan tangan kepada kita, Yesus rela dipaku tanganNya. Sekarang untuk kita mengangkat tangan, mempraktekan Firman, mengulurkan tangan kepada Tuhan, memang rasanya seperti dipaku, sengsara bagi daging! Yesus waktu dipaku di kayu salib, Dia dihina-hina. Memang sengsara, kita dipermalukan, tidak apa-apa, yang penting kita berada di dalam tangan Tuhan. Terserah orang mau ngomong apa, kamu sok suci, paling benar sendiri, terserah, yang penting Tuhan mau menerima saya, kita mau dibawa pada kemuliaan.

 

Ayo ulurkan tangan kepada Tuhan, kita dipegang oleh Tuhan. Kita tidak melangkah keluar dari pengajaran tetapi kita berada di dalam tangan Tuhan, tangan belas kasihan Tuhan, tangan yang berlubang paku untuk memeluk dan menggendong kehidupan kita. Aman kalau kita ada dalam tangan Tuhan.

 

Hasilnya kalau kita di tangan Tuhan:

a)      Yohanes 10:27-30

10:27 Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,

10:28 dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.

10:29 Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.

10:30 Aku dan Bapa adalah satu."

 

Ada jaminan kepastian untuk hidup kekal. Berarti untuk hidup sekarang dan masa depan Tuhan jamin. Hidup kekal saja Tuhan berikan, masa untuk hidup sekarang dan akan datang tidak diberikan. Tuhan pasti berikan, Tuhan tidak pernah menipu, Tuhan pasti tolong, jangan takut!

 

b)      Tidak ada yang bisa merebut kita dari tangan Tuhan. Mengapa keluar? Karena tidak taat. Kalau taat, kita ada dalam tangan Tuhan, Tuhan tidak akan lepaskan dan tidak akan direbut oleh siapapun juga. Artinya:

1)      Ada jaminan perlindungan dari apapun, dari siapapun. Jangan takut, serangan demi serangan pasti kita hadapi, tantangan demi tantangan pasti ada. Ikut Tuhan itu pikul salib, tantangannya pasti ada. Tetapi Tuhan sudah jamin, Tuhan pelihara, Tuhan lindungi.

 

Sekarang ini kita lihat keadaan dunia semakin kacau. Jerman sudah siapkan ribuan tentaranya, Amerika sudah mendaratkan tentaranya, Iran sudah siap-siap. Arahnya memang perang dunia ketiga, memang akan ke sana. Tetapi kita dijamin dilindungai oleh Tuhan, jangan takut. Jangan takut rudal, jangan takut nuklir, ada Tuhan yang lebih besar dari itu. Itu semua ciptaan manusia, manusia Tuhan yang ciptakan, masakan Tuhan tidak bisa melindungi kita. Silahkan manusia buat bunker tempat sembunyi. Tetapi tempat bersembunyi kita berlindunglah dalam sabda Allah. Ini lebih dari bunker apapun, kuat perlindungannya. Tinggal kita dengar dan praktekan.

 

2)      Ada jaminan kemenangan atas setan sumbernya masalah, sumber pencobaan, sumber kegagalan. Masalah apapun yang kita hadapi kalau dengan Tuhan pasti menang. Tetap taat, pasti menang tepat pada waktunya Tuhan.

 

3)      Kita menjadi milik Tuhan selama-lamanya, menjadi mempelai wanita Tuhan yang sempurna.

Wahyu 21:3

21:3 Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.

 

Kita menjadi milik Tuhan selama-lamanya, kita bersama dengan Yesus di kerajaan sorga yang kekal, Yerusalem yang baru.

 

Jangan lihat besarnya tantangan, lihat tangan Tuhan yang terulur bagi kita. Bukti ada Firman diperdengarkan. Tugas kita tinggal taat, ulurkan tangan kepada Tuhan. Tuhan ulurkan tangan, kita ulurkan tangan, kita di tangan Tuhan. Ada hidup, ada perlindungan, ada kemenangan dan kita menjadi milik Tuhan selama-lamanya.

 

Tuhan Memberkati.