20260504

Kebaktian Umum, Minggu 8 Maret 2026 Pdt. Handri Otniel Legontu

 

 


Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Wahyu 15:5-8

15:5 Kemudian dari pada itu aku melihat orang membuka Bait Suci — kemah kesaksian — di sorga.

15:6 Dan ketujuh malaikat dengan ketujuh malapetaka itu, keluar dari Bait Suci, berpakaian lenan yang putih bersih dan berkilau-kilauan dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas.

15:7 Dan satu dari keempat makhluk itu memberikan kepada ketujuh malaikat itu tujuh cawan dari emas yang penuh berisi murka Allah, yaitu Allah yang hidup sampai selama-lamanya.

15:8 Dan Bait Suci itu dipenuhi asap karena kemuliaan Allah dan karena kuasa-Nya, dan seorang pun tidak dapat memasuki Bait Suci itu, sebelum berakhir ketujuh malapetaka dari ketujuh malaikat itu.

 

Ini persiapan untuk ketujuh malapetaka. Sebelum dijatuhkan Tuhan selalu menyatakannya kepada hamba Tuhan untuk diberitakan kepada sidang jemaat supaya kita bisa hidup sesuai Firman Tuhan, terhindar dari hukuman Tuhan.

 

Amos 3:6-7

3:6 Adakah sangkakala ditiup di suatu kota, dan orang-orang tidak gemetar? Adakah terjadi malapetaka di suatu kota, dan TUHAN tidak melakukannya?

3:7 Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi.

 

Jadi dinyatakan dulu di depan ada penghukuman, kalau kita mau terhindar dari penghukuman itu, segera kita lakukan Firman Tuhan, hidup seturut kehendak Tuhan.

 

7 malapetaka ini adalah hukuman Tuhan kepada orang-orang yang tidak menghargai kasih Allah Bapa. 7 meterai itu hukuman kepada orang-orang yang tidak menghargai pekerjaan Allah Roh Kudus, tetap manusia daging. 7 sangkakala adalah hukuman dari Anak Allah kepada orang-orang yang tidak menghargai Firman Tuhan.

Yesaya 1:2-3

1:2 Dengarlah, hai langit, dan perhatikanlah, hai bumi, sebab TUHAN berfirman: "Aku membesarkan anak-anak dan mengasuhnya, tetapi mereka memberontak terhadap Aku.

1:3 Lembu mengenal pemiliknya, tetapi Israel tidak; keledai mengenal palungan yang disediakan tuannya, tetapi umat-Ku tidak memahaminya."

 

Ini praktek tidak menghargai kasih Allah:

1.      Lembu tidak mengenal pemiliknya. Lembu menunjuk hamba Tuhan, pelayan Tuhan.

I Korintus 9:9-10

9:9 Sebab dalam hukum Musa ada tertulis: "Janganlah engkau memberangus mulut lembu yang sedang mengirik!" Lembukah yang Allah perhatikan?

9:10 Atau kitakah yang Ia maksudkan? Ya, untuk kitalah hal ini ditulis, yaitu pembajak harus membajak dalam pengharapan dan pengirik harus mengirik dalam pengharapan untuk memperoleh bagiannya.

 

Jadi, lembu tidak mengenal pemiliknya artinya sudah menjadi hamba Tuhan pelayan Tuhan tetapi tidak setia sampai meninggalkan pelayanan bahkan meninggalkan Tuhan. Contohnya si bungsu sudah ada di ladang bapa tetapi meninggalkan ladang bapa akhirnya terhilang di ladang babi. Tetapi syukur dia ingat makanan yang dimakan oleh pekerja-pekerja bapanya.

Lukas 15:15-19

15:15 Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.

15:16 Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorang pun yang memberikannya kepadanya.

15:17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.

15:18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,

15:19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.

 

Ini si bungsu, dia sudah melayani tetapi terhilang karena meninggalkan ladang Bapa. Akhirnya dia sampai di ladang babi, artinya hidup dalam kenajisan. Tetapi syukur, saat terpuruk, saat hancur rohaninya dia masih ingat makanan di rumah bapa, masih ingat Firman pengajaran. Firman ini yang mendorong dia bertindak mengaku dosanya kepada Tuhan dan kepada sesama. Dia berkata aku telah berdosa terhadap sorga berarti dia mengaku kepada Tuhan, aku telah berdosa kepada bapa berarti dia mengaku kepada sesama, dosanya dipaku di kayu salib.

 

Jadi senajis, sejahat apapun kita, kalau kita masih diingatkan oleh Roh Kudus akan Firman Tuhan, itu cara Tuhan mengembalikan kita, jangan dipadamkan suara Roh Kudus. Jangan bertahan di ladang babi, ayo segera kembali ke ladang Tuhan untuk bisa melayani Tuhan lagi sampai garis akhir. Kasih Tuhan begitu luar biasa, masih diberikan kesempatan. Bahkan dipeluk bapanya, diberikan cincin, dipakaikan jubah, dikasih sepatu, betapa sangat disayangi dan dikasihi oleh Tuhan.

 

Ini penggenapan Firman dari surat Roma.

Roma 4:7-8

4:7 "Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya;

4:8 berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya."

 

Bapa tidak perhitungkan dosa si bungsu ini. Harta sudah dibagi, sudah diberikan warisan tetapi malah dihamburkan. Sudah dihambur-hamburkan dengan berbuat dosa, lalu dia kembali, tetapi tidak diperhitungkan oleh Bapa. ini kasih Tuhan yang besar. Mari segera kembali! Ketika Roh Kudus mengingatkan kita akan Firman Tuhan, segera bertindak kembali kepada Tuhan. Akui dosa kita kepada Tuhan dan sesama, kembali melayani Tuhan.

 

2.      Keledai tidak mengenal palungan yang disediakan tuannya. Keledai ini adalah kehidupan yang sudah ditebus. Sebab keledai itu lahir hanya untuk dipatahkan batang lehernya. Kecuali ada domba yang disembelih, maka domba itu bisa hidup. Jadi keledai gambaran orang yang sudah ditebus oleh darah Yesus tetapi tidak mau makan Firman = tidak mau tergembala! Sehingga tidak bisa masuk pesta nikah Anak Domba Allah, tinggal di luar.

 

Tuhan sudah sediakan jamuan yang istimewa untuk kita nikmati. Sekarang menunjuk Firman penggembalaan ditambah perjamuan suci.

Yesaya 25:6-7

25:6 TUHAN semesta alam akan menyediakan di gunung Sion ini bagi segala bangsa-bangsa suatu perjamuan dengan masakan yang bergemuk, suatu perjamuan dengan anggur yang tua benar, masakan yang bergemuk dan bersumsum, anggur yang tua yang disaring endapannya.

25:7 Dan di atas gunung ini TUHAN akan mengoyakkan kain perkabungan yang diselubungkan kepada segala suku bangsa dan tudung yang ditudungkan kepada segala bangsa-bangsa.

 

Sekarang kita berada dalam pesta siang, sudah ada dipersiapkan perjamuan. Nanti ada pesta malam, itulah pesta nikah Anak Domba Allah. Sekarang sudah diberikan makanan yang bergizi itulah Firman pengajaran yang benar. Kalau tidak mau, berarti tidak mau masuk pesta. Contohnya si sulung, tidak mau masuk pesta. Cuma dengar ada pesta yang diadakan oleh bapa karena adiknya sudah mati dan hidup kembali. Dia meraju di luar. Bapanya keluar membujuk. Sekarang Tuhan datang seperti membujuk kita, ayo makan, tetapi tidak mau, makanya dijatuhkan cawan murka. Cawan perjamuan ditolak makanya dijatuhkan cawan murka!

Lukas 15:25-32

15:25 Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian.

15:26 Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu.

15:27 Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat.

15:28 Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.

15:29 Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.

15:30 Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.

15:31 Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.

15:32 Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali."

 

Ada 2 pelajaran kita dapatkan dari peristiwa ini.

a)      Anak bungsu didapatkan kembali. Kalau sudah terhilang, asalkan ingat Firman dan mau bertindak, bisa ditolong.

b)      Anak sulung terhilang di ladang bapa, tidak masuk pesta. Yang bungsu najis hidupnya mau kembali, mau melayani, masuk pesta. Yang sulung yang merasa suci, rohani, malah tinggal di luar, tidak masuk pesta. Ini kegenapan Firman, yang terdahulu menjadi yang terkemudian. Jadi jangan kita hakimi orang yang hancur-hancuran hidupnya. Yang merasa suci, merasa dipakai Tuhan malah bisa tinggal di luar, terhilang di ladang Bapa.

 

Kedua kakak beradik ini diciptakan Tuhan dalam satu kandungan dari benih yang sama, tetapi yang satu berhasil menikmati pesta, yang lain tidak masuk pesta.

 

Kita dilahirkan dari dalam kandungan Golgota. Waktu Yesus di kayu salib, lambungnya ditombak sehingga keluar darah dan air, itu tanda kelahiran. Dan kita dikandung dari benih Firman.

I Petrus 1:23

1:23 Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.

 

Berasal dari benih yang sama, kandungan yang sama, tetapi ada 2 keadaan yang terjadi:

a)      Masuk pesta.

b)      Tidak masuk pesta.

 

Kalau saya bawa lebih kecil lagi. Kita ini sudah dikandung dan dilahirkan oleh bapak gembala yang melayani kita, awas jangan ada yang tertinggal di luar! Saya berbahagia saya dilayani oleh papa sebagai gembala, saya rasakan bagaimana keteguhan beliau dalam pengajaran yang benar. Lalu jangan sampai ada yang di luar pesta ada yang masuk. Kita bergumul supaya masuk pesta nikah Anak Domba, jangan tinggal di luar.

 

Sebagai hamba Tuhan saya dikandung dan dilahirkan dari Lempinel. Saya angkatan 30, siswa siswinya 32 orang. Sudah ditekankan kalau jadi 25% saja, artinya 8 orang, itu sudah Alkitabiah. Dari 4 jenis tanah, hanya ¼ yang baik. Kalau bisa bertahan sampai sekarang ini itu hanya kemurahan Tuhan. Jadi kalau ada yang gugur itu sudah penggenapan Firman.

 

Firman itu akan digenapi, ada yang menggenapi secara positif, ada yang negatif. Biar kita bisa bertahan supaya bisa masuk pesta.

 

Si sulung kelihatan sangat setia, dia katakan bertahun-tahun melayani bapa. Kalau si bungsu tidak kembali, maka tidak ketahuan cacat celanya si sulung ini. Ini juga bagi kita. Kalau ada orang yang hancur-hancuran, bertobat dan bisa kembali, di situ bisa kelihatan kita ini setia atau hanya di mata orang saja rohani. Dia itu koq hancur-hancuran hidupnya, kenapa bisa melayani!

 

Saya sampai ditentang, kenapa dia itu disuruh melayani, kan nikahnya hancur-hancuran. Saya langsung bilang ini fakta yang ada, tetapi tidak ada penyelesaian. Jadi kelihatan siapa si bungsu, siapa si sulung. Siapa yang setia, siapa yang tidak. Sebagai hamba Tuhan yang melayani sidang jemaat, tidak mungkin membiarkan yang belum bertobat melayani, saya bertanggung jawab di hadapan Tuhan! Yang hancur-hancuran begitu dia kembali, yang kelihatan setia malah kelihatan cacat celanya. Jangan sampai kita seperti si sulung, hanya kelihatan suci dan rohani. Lebih suci dari roh suci. Ternyata di dapati cacat celanya begitu banyak muncul.

 

Sampai ada 7 cacat cela si sulung ini. Kelihatan setia, suci, tetapi ternyata sempurna dalam cacat cela! Si sulung kelihatan setia tetapi dagingnya ternyata tidak dirobek! Lukas pasal 15 dalam terang Tabernakel terkena pada pintu tirai. Secara rohani pintu tirai menunjuk perobekan daging. Si sulung ini tidak mengalami perobekan daging. Jadi tidak usah gembar-gembor, saya setia saya suci. Nanti Tuhan yang menguji apakah betul kita setia atau suci.

 

Kita dilahirkan dari satu benih yang sama yaitu Firman Tuhan, dari kandungan yang sama yaitu Golgota, namun perbedaan ini akan terlihat dari perilaku kita masing-masing, dagingnya sudah dirobek atau belum dirobek. Perbedaan ini nampak karena pengaruh iblis berhasil masuk dalam diri si sulung. Kelihatan setia dan suci, tetapi begitu pesta digelar tertinggal di luar. Itu sama saja dalam Matius 7:21-23

Matius 7:21-23

7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?

7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

 

Ini untuk saya nomor satu. Jangan sampai perkataan Tuhan ini untuk saya dan jemaat yang dipercayakan untuk dilayani tertinggal semua di luar.

 

Daging ini pintunya iblis untuk menggagalkan kita masuk rencana Allah. Makanya daging ini jangan dielus, harus dirobek, supaya tidak ada pintu bagi iblis masuk merusak kehidupan kita.

 

Ada 7 perkara daging yang menonjol pada si sulung:

a)      Pemarah

Lukas 15:28

15:28 Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.

 

Marah di sini bukan marah yang positif, marah dengan kasih untuk menolong orang. Ini marah tanpa kasih. Ada orang bertobat malah jengkel. Ada orang kembali melayani malah tidak senang. Amarah si sulung ini berasal dari sifatnya yang egois, maunya dia saja. Yang hancur-hancuran itu biar dihukum oleh Tuhan, biar saya saja yang dipakai. Ini sifat yang egois. hamba Tuhan atau gembala tidak boleh seperti ini.

I Timotius 3:3

3:3 bukan peminum, bukan pemarah melainkan peramah, pendamai, bukan hamba uang,

 

II Timotius 2:24

2:24 sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar

 

Orang yang suka bertengkar tidak boleh menjadi hamba Tuhan. Kalau gembala suka bertengkar bagaimana jemaatnya? Suka berkelahi!

 

Ini yang menonjol, tidak mau ada orang berubah, heran! Kalau ada yang berubah, ada yang bertobat, malah tidak senang. Seharusnya malah kita senang. Satu orang bertobat di dunia ini, di sorga malaikat-malaikat bersukacita!

Lukas 15:7,10

15:7 Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan."

15:10 Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat."

 

Apalagi kalau gembala lihat ada jemaat yang berubah, bertobat, itu aneh! Seharusnya kita bersukacita kalau ada yang bertobat, si sulung harusnya bersukacita melihat adiknya kembali. Jadi betul-betul dia mau cuma dia yang menikmati harta bapa, yang lain tidak usah. Ini sikap egois, maunya hanya dia yang menikmati harta Bapa di Sorga yaitu pengajaran, yang lain tidak usah.

 

b)      Bersungut-sungut

Lukas 15:29-30

15:29 Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.

15:30 Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.

 

Ini bersungut-sungut karena banyak menuntut hak! Ini sama dengan Korah, Datan dan Abiram bersungut-sungut menuntut. Menuntut ini noda dalam pelayanan. Sudah melayani, kelihatan setia suci tetapi banyak menuntut ini menuntut itu. Apalagi yang sekarang ini banyak menuntut pujian, menuntut dihormati.

Bilangan 16:8-11

16:8 Lalu berkatalah Musa kepada Korah: "Cobalah dengar, hai orang-orang Lewi!

16:9 Belum cukupkah bagimu, bahwa kamu dipisahkan oleh Allah Israel dari umat Israel dan diperbolehkan mendekat kepada-Nya, supaya kamu melakukan pekerjaan pada Kemah Suci TUHAN dan bertugas bagi umat itu untuk melayani mereka,

16:10 dan bahwa engkau diperbolehkan mendekat bersama-sama dengan semua saudaramu bani Lewi? Dan sekarang mau pula kamu menuntut pangkat imam lagi?

16:11 Sebab itu, engkau ini dengan segenap kumpulanmu, kamu bersepakat melawan TUHAN. Karena siapakah Harun, sehingga kamu bersungut-sungut kepadanya?"

 

Kalau banyak bersungut dan menuntut hak, pasti suku mengkritik. Si sulung, bapanya dia kritik. Sekarang mengkritik Tuhan lewat mengkritik Firman. Gembala juga dikritik, gembala koq begini begitu.

 

Bersungut-sungut itu hanya mengundang hukuman datang. Ketika bersungung-sungut, langsung berhadapan dengan hakim, hakim sudah di ambang pintu melayani. Melayani itu memberi, bukan menuntut atau meminta, melayani itu suatu pengorbanan. Bukan mencari pujian dan hormat, itu semua hanya untuk Tuhan. Mari kita layani Tuhan sungguh-sungguh.

 

Ada 7 hal yang merupakan miliknya Tuhan yang harus kita berikan, bukan malah itu yang kita cari, kita tuntut.

Wahyu 5:12

5:12 katanya dengan suara nyaring: "Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima 1kuasa, dan 2kekayaan, dan 3hikmat, dan 4kekuatan, dan 5hormat, dan 6kemuliaan, dan 7puji-pujian!"

 

Ini suara yang terdengar di Sorga. Pada seruan di sorga dan di bumi, 7 hal ini sudah dirangkumkan menjadi 4.

Wahyu 5:13

5:13 Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: "Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah 1puji-pujian dan 2hormat dan 3kemuliaan dan 4kuasa sampai selama-lamanya!"

 

4 hal ini yang seringkali dicari dan dituntut oleh hamba Tuhan pelayan Tuhan, cari puji-pujian, hormat, kemuliaan dan kuasa. Kemuliaan dunia yang dicari, sampai sekolah tidak sampai ketentuan yang berlaku langsung S1. Koq kuliah 1 tahun langsung S1. Saya pernah ditawari untuk kuliah seperti itu.

 

Itu yang sekarang banyak dicari pendeta-pendeta, bangga kalau punya gelar. Kuasa juga dikejar, rebutan kedudukan dalam organisasi. Akhirnya timbul persungutan dan mengkritik.

 

c)      Tidak ada persekutuan dengan anak kambing. Anak kambing ini bicara roh perdamaian. Jadi kedagingan anak sulung yang menonjol adalah tidak memiliki roh perdamaian. Terutama tidak ada roh perdamaian dalam nikah, tidak mau berdamai dalam nikah.

Hakim-hakim 15:1-2

15:1 Beberapa waktu kemudian, dalam musim menuai gandum, pergilah Simson mengunjungi isterinya, dengan membawa seekor anak kambing, serta berkata: "Aku mau ke kamar mendapatkan isteriku." Tetapi ayah perempuan itu tidak membiarkan dia masuk.

15:2 Kata ayah perempuan itu: "Aku telah menyangka, bahwa engkau benci sama sekali kepadanya, sebab itu aku memberikannya kepada kawanmu. Bukankah adiknya lebih cantik dari padanya? Baiklah kauambil itu bagimu sebagai gantinya."

 

Waktu pernikahan Simson dengan perempuan Timna ini, Simson menceritakan suatu teka-teki dan yang bisa menjawab dia tawarkan hadiah. Orang-orang Filistin tidak tahu, maka mereka pergi kepada isteri Simson, ayo bujuk suamimu supaya suamimu beritakan rahasia teka teki itu. Akhirnya Simson cerita, isterinya bocorkan. Simson langsung marah waktu itu, dia tinggalkan isterinya. Di pasal 15 dia mau berdamai, dia bawa anak kambing tanda dia mau berdamai dengan isterinya. Jadi anak kambing ini ada kaitannya dengan perdamaian.

 

Si sulung ini tidak pernah seekorpun anak kambing bisa dia nikmati dengan teman-temannya, jadi si sulung tidak punya roh perdamaian. Terutama di dalam rumah tangga, di dalam nikah. Ada persoalan menguap begitu saja, tidak ada mau menyelesaikan. Datang tamu, bicara ulang, tetapi tidak ada perdamaian. Makanya berlarut-larut terus, ada masalah baru lagi muncul. Lalu saling mengungkit, saling menghakimi, saling menuding. Ini yang terjadi, kelihatan suci, kelihatan rohani, kelihatan setia melayani, padahal tanpa roh perdamaian! Terutama saya hamba Tuhan yang berdiri di belakang mimbar, khotbah, juga pembantu mimbar yang  memimpin pujian, kelihatan suci, pakai dasi, pakai jass. Para imam yang terlihat, jangan sampai kita melayani tidak punya roh perdamaian, nikah tidak pernah berdamai. Juga dengan sesama jemaat tidak ada roh perdamaian.

 

Fungsi imam itu berdiri di tengah antara Tuhan dan jemaat. Jadi imam ikut serta dalam pelayanan pendamaian. Kalau kita merasa imam harus ada roh perdamaian.

II Korintus 5:18-21

5:18 Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.

5:19 Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.

5:20 Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.

5:21 Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.

 

Mulai dari dalam nikah rumah tangga kita masing-masing. Kalau ada sesuatu dalam rumah tangga antara suami isteri, kakak adik, orang tua anak selesaikan. Jangan di simpan, nanti jadi penyakit. Dalam berjemaat juga, kalau ada sesuatu selesaikan, apalagi sesama imam.

 

d)      Mementingkan kelompok. Si sulung berkata bapak tidak pernah memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku. Dia tidak bilang bapak tidak sembelih anak kambing untuk kami makan satu rumah. Ada penggolongan-penggolongan, pengelompokan-pengelompokan, bukan persekutuan! Ini kita jaga. Saya juga jaga diri, saya ikuti suatu persekutuan jangan sampai itu hanya penggolongan.

I Korintus 3:3-5

3:3 Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?

3:4 Karena jika yang seorang berkata: "Aku dari golongan Paulus," dan yang lain berkata: "Aku dari golongan Apolos," bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi yang bukan rohani?

3:5 Jadi, apakah Apolos? Apakah Paulus? Pelayan-pelayan Tuhan yang olehnya kamu menjadi percaya, masing-masing menurut jalan yang diberikan Tuhan kepadanya.

 

Penggolongan atau pengelompokan itu terlihat bersekutu, tetapi pokok persekutuan adalah manusia. Kalau persekutuan, pokok persekutuan kita adalah Yesus, Firman pengajaran yang benar. Hanya satu pokok yaitu Yesus, bukan manusia. Jadi kalau kita ikut persekutuan jangan karena lihat pendetanya tetapi karena Firman pengajaran yang benar. Itu yang harus menjadi pokok persekutuan.

 

Kalau sudah penggolongan, jadinya mengkultuskan, menganaklembuemaskan hamba Tuhan. Bukan lagi Tuhan yang jadi pokok persekutuan. Akhirnya menimbulkan pertengkaran, perselisihan, iri hati. Golongan sini lebih banyak dari pada golongan sana. Nanti saling bersaing.

 

Kalau penggolongan tandanya yang ditampilkan hanya yang jasmani, bukan Firman. Kita datang digembalakan di sini bukan menampilkan yang jasmani. Kalau hanya menampilkan yang jasmani berarti bapak ibu saudara saudari datang digembalakan di sini hanya masuk dalam penggolongan, pengelompokan.

 

Apalagi kalau hanya figur manusia yang dipuja puji. Hamba Tuhan itu dihormati bahkan 2x lipat. Bukan mau dipuji-puji, dibangga-banggakan. Gembalaku lebih hebat dari gembalamu, itu pengelompokan. Saya tidak mau jadi anak lembu emas. Anak lembu emas itu tidak ada darahnya.

 

Ini yang banyak terjadi, terhilang di ladang Bapa. Sudah melayani tetapi menyanjung-nyanjung figur manusia, itu berarti terhilang di ladang Bapa! Juga bangga dengan jebolan sekolah Alkitab tertentu, kalau sekolah Alkitab lain tidak dianggap, seakan-akan itu tidak dipakai oleh Tuhan. Cuma 1 institusi ini yang dipakai jebolannya. Saya tidak bangga, bukan itu yang jadi kebanggaan. Saya bangga karena Tuhan percayakan Firman pengajaran untuk dipraktekan dan diajarkan, bukan lihat lulusan mana.

 

e)      Membangkit-bangkitkan atau mengungkit-ungkit pelayanan. Saya sudah begini, saya sudah begitu, kenapa Tuhan tidak perhatikan. Kita ini melayani yah sudah layani Tuhan saja, tidak usah ungkit-ungkit. Tahbisan itu artinya menyerahkan diri sama sekali, tidak usah ungkit-ungkit lagi. Berkorban tetapi masih pegang-pegang ekornya.

 

Banyak juga terjadi, gembala utus pengerja ‘ingat yah saya sudah tempatkan di situ, sudah saya bantu bayarkan kontrakan, ingat saya’ itu mengungkit-ungkit! Itu bukan hamba Tuhan yang benar, hanya merasa melayani Tuhan, hanya merasa dipakai Tuhan.

 

f)       Bapa sudah keluar membujuk si sulung, tetapi dia tidak mau dengar. Ini artinya tidak menghormati bapa! Prakteknya apa?

Lukas 15:31

15:31 Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.

 

Dia tidak merasa apa yang bapa miliki adalah miliknya. Apa miliknya bapa yang merupakan miliknya kita juga? Firman! Itu miliknya Bapa. Yesus Anaknya Bapa Di sorga, Dia Firman yang diberikan kepada kita, Firman menjadi daging, jadi kita punya Firman.

 

Jadi kalau disimpulkan tidak menghormati Bapa adalah melayani Tuhan tetapi Firman tidak ada di dalam hati. Jadi sekedar melayani tetapi kosong dari Firman. Banyak yang jago main musik di luar sana, tetapi tidak ada Firman di hatinya.

 

Untuk saya khotbah, jangan sampai hanya menyampaikan omongan kosong karena diri saya sendiri tidak ada Firman. Mengajar tetapi tidak praktek, itu tidak punya Firman! Sementara Yesus apa yang Dia kerjakan itu yang Dia ajarkan.

Kisah Para Rasul 1:1

1:1 Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus,

 

Pelayan Tuhan, hamba Tuhan jangan kosong dari Firman! Mengapa bisa kosong dari pribadi Tuhan, tidak ada Firman dalam diri kita? Karena melayani dengan hati yang bimbang.

Yakobus 1:6-8

1:6 Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.

1:7 Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.

1:8 Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.

 

Orang bimbang tidak menerima sesuatu dari Tuhan, dia kosong dari Firman! Si sulung takut, dia bimbang, kalau si bungsu datang hartaku berkurang lagi, dikasih lagi sama bapa kepada si bungsu, padahal dia sudah dapat bagiannya. Ini bimbang, tidak percaya kepada Bapa di Sorga, tidak percaya kepada Firman.

 

Murid-murid sepanjang mengikuti Yesus, roh tidak percaya ini begitu melekat kepada mereka. Bayangkan, mereka sudah dipanggil oleh Tuhan, sudah melayani, melihat muijizat, ada orang yang tangan kanannya kering ditolong oleh Tuhan, lalu mereka naik perahu, menyeberang danau, dihantam gelombang. Mereka bangunkan Yesus, Yesus menghardik gelombang. Begitu reda mereka berkata ‘siapa gerangan orang ini’.

Lukas 8:24-25

8:24 Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Guru, Guru, kita binasa!" Ia pun bangun, lalu menghardik angin dan air yang mengamuk itu. Dan angin dan air itu pun reda dan danau itu menjadi teduh.

8:25 Lalu kata-Nya kepada mereka: "Di manakah kepercayaanmu?" Maka takutlah mereka dan heran, lalu berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga Ia memberi perintah kepada angin dan air dan mereka taat kepada-Nya?"

 

Guru ada kaitannya dengan pengajaran. Sudah melayani tetapi masih bertanya-tanya, pengajaran ini betul atau tidak. Ini yang membuat kosong, melayani tetapi tidak percaya dan bimbang terhadap pengajaran. Kadangkala kita bersikap seperti murid-murid, sudah melayani dalam pengajaran tetapi masih bertanya-tanya, betulkah ini pengajaran yang kita anut. Apalagi kalau diperhadapkan dengan masalah, dengan badai gelombang. Benarkah ini pengajaran yang sehat, sudah betulkah ini, masih melirik yang lain, masih bertanya. Jadi kalau masih ada pertanyaan, berarti keselamatannya belum pasti! Kalau kosong dari pribadi Tuhan, kosong dari Firman, berarti tidak selamat!  Yesus bangkitpun mereka tidak percaya, sangking hati mereka degil!

Markus 16:14

16:14 Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.

 

Sudah ada kesaksian masih juga tidak percaya. Makanya Minggu dibuka mimbar kesaksian. Sudah ada yang bersaksi pengalamannya dengan pengajaran, masih ada juga yang tidak percaya. Roh tidak percaya ini jangan ada pada kita. Karena roh tidak percaya ini menenggelamkan ke lautan api dan belerang.

Wahyu 21:8

21:8 Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

 

g)      Lukas 15:30

15:30 Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.

 

Mempersalahkan Bapa. Artinya membangun kebenaran diri sendiri. Membenarkan diri dengan cara mempersalahkan Tuhan, mempersalahkan Firman, mempersalahkan manusia. Kalau sudah sampai pada kebenaran diri sendiri sudah sulit ditolong. Caranya tinggal satu yaitu percikan darah, ujian habis-habisan. Kebenaran diri sendiri itu warna putih, Firman itu putih. Kalau kebenaran diri sendiri disenter tidak kelihatan, kecuali dikasih darah baru kelihatan.

 

Ayub suci, saleh, melayani, jujur, takut Tuhan, ternyata ada kebenaran diri sendiri.

Ayub 1:1; 32:1-2

1:1 Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.

32:1 Maka ketiga orang itu menghentikan sanggahan mereka terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya benar.

32:2 Lalu marahlah Elihu bin Barakheel, orang Bus, dari kaum Ram; ia marah terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya lebih benar dari pada Allah,

 

Akhirnya Tuhan sendiri menantang Ayub.

Ayub 40:3 (Perikop:Tuhan menantang Ayub)

40:3 Apakah engkau hendak meniadakan pengadilan-Ku, mempersalahkan Aku supaya engkau dapat membenarkan dirimu?

 

Kebenaran diri sendiri hanya bisa ditolong dengan ujian habis-habisan. Jangan tunggu sampai ujian habis-habisan seperti Ayub. Anaknya mati, hartanya habis, badannya sakit, kudisan, tinggal kulit membungkus tulang. Jangan tunggu sampai kita seperti itu. Makanya mulai sekarang kita harus masuk di dalam perobekan daging. Daging ini harus dirobek supaya jangan terhilang di ladang Bapa. Paksa daging ini masuk dalam perobekan daging.

 

Lewat apa daging dirobek?

1)      Lewat pedang Firman. Firman yang kita dengar untuk kita praktek. Itu bagaikan daging dirobek-robek.

Ibrani 4:12

4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

 

Pedang ini lebih tajam dari pedang bermata 2. Tajam pertama untuk saya yang memberitakan Firman, robek daging ini. Tajam kedua untuk menyucikan jemaat. Semakin kuat diayunkan kepada diri sendiri maka semakin kuat diayunkan kepada jemaat, jemaat juga mengalami perobekan daging.

 

Jangan terjadi pada kita, sudah melayani lalu tinggal di luar! Pesta digelar tetapi tidak ada di dalamnya, sia-sialah bertahun-tahun melayani.

 

2)      Lewat doa penyembahan. Ditambah doa puasa dan doa semalaman. Ayo menyembah 1 hari satu jam dan harus ditingkatkan.

Markus 14:37

14:37 Setelah itu Ia datang kembali, dan mendapati ketiganya sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Simon, sedang tidurkah engkau? Tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga satu jam?

 

1 hari 24 jam. Tuhan hanya minta 1 jam. Mungkin ada bilang saya sibuk, tapikan malam sudah tidak kerja, bisa ambil waktu 1 jam. Apalagi kalau tengah malam, subuh, bisa berdoa 1 jam. Penyembahan itu puncak dari ibadah. Ditambah doa puasa, tambah doa semalaman, itu untuk merobek daging kita.

 

Terutama yang dirobek itu kehendak daging. Kalau kehendak daging sudah dirobek, yang lainnya mudah dirobek.

Markus 14:36

14:36 Kata-Nya: "Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki."

 

Kehendak daging ini yang membuat marah, bersungut-sungut, membuat kita tidak bisa bedamai, membuat mementingkan kelompok, membuat mengungkit-ungkit pelayanan, membuat kosong dari Firman, membuat mempersalahkan orang lain. Itu semua dirobek sehingga kita bisa masuk ke dalam pesta mulai dari sekarang.

Yesaya 25:6-7

25:6 TUHAN semesta alam akan menyediakan di gunung Sion ini bagi segala bangsa-bangsa suatu perjamuan dengan masakan yang bergemuk, suatu perjamuan dengan anggur yang tua benar, masakan yang bergemuk dan bersumsum, anggur yang tua yang disaring endapannya.

25:7 Dan di atas gunung ini TUHAN akan mengoyakkan kain perkabungan yang diselubungkan kepada segala suku bangsa dan tudung yang ditudungkan kepada segala bangsa-bangsa.

 

Firman Pengajaran sudah berkali-kali kita dengar, sekarang penyembahannya harus kita perhatikan. Periksa penyembahan masing-masing, di rumah ada penyembahan pribadi, di gereja ada penyembahan bersama-sama, kita tingkatkan. Daging kita memang sepertinya sakit, terobek, tetapi sebenarnya ada suasana sorga, ada kebahagiaan Sorga. Jadi ketika Tuhan izinkan harus menghadapi nyala api ujian atau percikan darah. kita bahagia, suasana pesta.

I Petrus 4:12-14

4:12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.

4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.

4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

 

Mulai sekarang Firman pengajaran kita terima, penyembahan kita galakan, suasana pesta kita rasakan. Begitu menghadapi percikan darah kita tetap bersuasana pesta, bahagia, tidak mengomel. Pesta ini akan memuncak pada pesta nikah Anak Domba Allah.

Yesaya 65:13-15

65:13 Sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: "Sesungguhnya, hamba-hamba-Ku akan makan, tetapi kamu akan menderita kelaparan; sesungguhnya, hamba-hamba-Ku akan minum, tetapi kamu akan menderita kehausan; sesungguhnya, hamba-hamba-Ku akan bersukacita, tetapi kamu akan mendapat malu;

65:14 sesungguhnya, hamba-hamba-Ku akan bersorak-sorai karena gembira hatinya, tetapi kamu akan mengerang karena sedih hati, dan kamu akan menangis karena patah semangat.

65:15 Kamu harus meninggalkan namamu kepada orang-orang pilihan-Ku untuk dipakai sebagai sumpah kutuk ini: Tuhan ALLAH kiranya membuat engkau seperti mereka! Tetapi hamba-hamba-Ku akan disebut dengan nama lain,

 

Kalau sekarang kita menolak suasana pesta, tidak mau dirobek dagingnya, tidak mau terima Firman, tidak mau penyembahan, tidak mau aktif dalam kegerakan, ada pesta yang lain yang juga Tuhan sediakan, tetapi yang dikonsumsi adalah daging manusia, itulah pesta pembantaian daging. Tinggal pilih, sekarang masuk pesta rohani atau Tuhan izinkan masuk pesta pembantaian daging.

Wahyu 19:17-18

19:17 Lalu aku melihat seorang malaikat berdiri di dalam matahari dan ia berseru dengan suara nyaring kepada semua burung yang terbang di tengah langit, katanya: "Marilah ke sini dan berkumpullah untuk turut dalam perjamuan Allah, perjamuan yang besar,

19:18 supaya kamu makan daging semua raja dan daging semua panglima dan daging semua pahlawan dan daging semua kuda dan daging semua penunggangnya dan daging semua orang, baik yang merdeka maupun hamba, baik yang kecil maupun yang besar."

 

Ini pesta pembantaian daging, diizinkan oleh Tuhan masuk dalam pembantaian. Zaman antikristus betul-betul terjadi pembantaian daging. Lebih baik sekarang kita masuk pesta yang rohani, perobekan daging lewat Firman, lewat doa penyembahan, lewat ikut dalam kegerakan pembangunan Tubuh Kristus dan kita akan masuk dalam pesta nikah Anak Domba Allah.

Wahyu 19:9

19:9 Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

 

Kita semua rindu  bisa masuk pesta nikah Anak Domba Allah, tidak ada yang tertinggal dan binasa.

 

Tuhan Yesus memberkati.