Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.
Kisah Para Rasul 1:12-14
1:12 Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem.
1:13 Setelah mereka tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas, tempat mereka menumpang. Mereka itu ialah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus bin Alfeus, dan Simon orang Zelot dan Yudas bin Yakobus.
1:14 Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.
Di sini rasul-rasul menanti-nanti pencurahan Roh Kudus. Yang mereka lakukan adalah bertekun dalam doa. Tentu ini doa yang meningkat sampai pada doa penyembahan, bukan hanya sampai pada doa permohonan. Doa penyembahan adalah penyerahan diri sepenuh kepada Tuhan.
Tujuan penyerahan diri sepenuh kepada Tuhan:
1. Supaya Tuhan mencurahkan Roh Kudus kepada kita.
2. Supaya Roh Kudus jangan padam tetapi sampai meluap-luap dalam kita, menguasai hidup kita.
Di depan kita ada 3x7 penghukuman dari Allah Tritunggal, dimulai dari penghukuman 7 meterai yaitu penghukuman dari Allah Roh Kudus kepada kehidupan manusia daging tanpa Roh Kudus, kehidupan yang tidak tahu menyembah Tuhan, bahkan malas menyembah Tuhan. Kalau dilihat dalam Wahyu pasal 6, meterai itu dimulai dengan kuda-kuda yang dilepaskan. Salah satunya kuda merah menunjuk peperangan. Kuda merah ini mengambil damai dari bumi, tidak ada lagi damai. Kita lihat apa yang sedang terjadi di bumi ini, di bagian bumi yang lain ada yang sudah perang, sementara yang lain bersiap-siap untuk menghadapi peperangan yang dahsyat. Kalau ditambah dengan hukuman sangkakala, ada peperangan yang dahsyat melibatkan 200 juta tentara. Senjata yang digunakan, api, asap dan belerang dan mengakibatkan 1/3 manusia mati, kurang lebih 2 milliar manusia mati. Kalau kita tetap manusia daging, tidak dikuasai Roh Kudus, maka akan kena.
Saat kuda-kuda itu dilepaskan gereja Tuhan masih ada, belum disingkirkan, tetapi diluputkan karena bukan lagi manusia daging, itulah kehidupan yang bertekun dalam doa penyembahan.
Sebelum Tuhan menghukum, Tuhan tunjukan cara untuk luput dari penghukuman. Caranya ada pembukaan meterai dari gulungan kitab, itulah pembukaan rahasia Firman. Hanya Firman yang sanggup melindungi kita. Makanya murid-murid naik ke ruang atas yaitu tempat Yesus memecah-mecahkan roti, tempat Yesus menggelar perjamuan Paskah bersama murid-muridNya. Itu bicara pembukaan rahasia Firman, itu tempat kita berlindung yaitu di dalam Firman.
Wahyu pasal 5 dibuka dengan tangisan rasul Yohanes supaya Tuhan bukakan rahasia Firman dan ditutup dengan penyembahan. Ini isi dari penyembahan:
Wahyu 5:11-14
5:11 Maka aku melihat dan mendengar suara banyak malaikat sekeliling takhta, makhluk-makhluk dan tua-tua itu; jumlah mereka berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa,
5:12 katanya dengan suara nyaring: "Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!"
5:13 Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: "Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!"
5:14 Dan keempat makhluk itu berkata: "Amin". Dan tua-tua itu jatuh tersungkur dan menyembah.
Jadi, cara Tuhan untuk meluputkan kita dari penghukuman adalah doa penyembahan yang didorong oleh Firman. Doa penyembahan yang ditujukan kepada Yesus Anak Domba Allah. Dalam Wahyu pasal 19 Anak Domba ini menikah. Jadi Yesus Anak Domba Allah = Yesus Mempelai Pria Sorga. Itu pusat penyembahan kita.
Hari-hari terakhir ini kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Yang pasti dunia ini sedang lenyap. Skala peperangan akan semakin besar, manusia sudah mempersiapkan cara untuk berlindung. Tuhan berikan solusi kepada kita, datang dengar Firman, menyembah. Itu cara dari Tuhan untuk kita luput dari penghukuman Tuhan atas dunia ini yaitu dengar Firman, praktek Firman dan penyembahannya ditingkatkan.
Doa penyembahan itu adalah proses perobekan daging. Yang dihukum manusia daging. Jadi kalau kita sudah tidak berbau daging, tidak akan bisa kena penghukuman lagi. Keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani. Kemah jasmani dibongkar untuk beralih pada kemah yang rohani.
II Korintus 5:1-2
5:1 Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia.
5:2 Selama kita di dalam kemah ini, kita mengeluh, karena kita rindu mengenakan tempat kediaman sorgawi di atas tempat kediaman kita yang sekarang ini,
Mengeluh di sini dalam artinya doa penyembahan.
Dulu dinubuatkan dengan pesta pondok daun. Bangsa Israel merayakan 7 pesta Tuhan, pesta terakhir adalah pesta pondok daun, itu menubuatkan penyingkiran gereja Tuhan. Yang disingkirkan adalah gereja yang punya penyembahan. Yang tidak tersingkir adalah gereja yang punya Firman, punya kesaksian tetapi tidak punya penyembahan. Yang disingkirkan yang ada Firman, ada kesaksian dan ada penyembahan.
Biar kemah jasmani dibongkar, kita beralih pada pondok yang rohani. Kalau dulu bangsa Israel merayakan pesta pondok daun-daunan dengan bersukacita. Mereka disuruh naik gunung mengambil daun pohon-pohonan untuk mendirikan pondok daun-daunan.
Nehemia 8:16
8:16 dan bahwa di semua kota mereka dan di Yerusalem harus disampaikan berita dan pengumuman yang berbunyi: "Pergilah ke gunung, ambillah daun pohon zaitun, daun pohon minyak, daun pohon murad, daun pohon korma dan daun dari pohon-pohon yang rimbun guna membuat pondok-pondok sebagaimana tertulis."
Naik gunung bicara doa penyembahan. Ayo naik gunung supaya kita punya daun-daun untuk membuat pondok daun.
Dalam Wahyu pasal 5 ada 7 hal yang layak diterima oleh Yesus Anak Domba Allah, itu yang kita naikan saat menyembah Tuhan. 7 hal ini = 7 jenis pohon yang diambil daunnya, untuk membuat pondok daun.
Imamat 23:40-43
23:40 Pada hari yang pertama kamu harus mengambil buah-buah dari 1pohon-pohon yang elok, pelepah-pelepah 2pohon-pohon korma, ranting-ranting dari 3pohon-pohon yang rimbun dan dari 4pohon-pohon gandarusa dan kamu harus bersukaria di hadapan TUHAN, Allahmu, tujuh hari lamanya.
23:41 Kamu harus merayakannya sebagai perayaan bagi TUHAN tujuh hari lamanya dalam setahun; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya bagimu turun-temurun. Dalam bulan yang ketujuh kamu harus merayakannya.
23:42 Di dalam pondok-pondok daun kamu harus tinggal tujuh hari lamanya, setiap orang asli di Israel haruslah tinggal di dalam pondok-pondok daun,
23:43 supaya diketahui oleh keturunanmu, bahwa Aku telah menyuruh orang Israel tinggal di dalam pondok-pondok selama Aku menuntun mereka sesudah keluar dari tanah Mesir, Akulah TUHAN, Allahmu."
Nehemia 8:16
8:16 dan bahwa di semua kota mereka dan di Yerusalem harus disampaikan berita dan pengumuman yang berbunyi: "Pergilah ke gunung, ambillah daun 5pohon zaitun, daun 6pohon minyak, daun 7pohon murad, daun pohon korma dan daun dari pohon-pohon yang rimbun guna membuat pondok-pondok sebagaimana tertulis."
7 hal ini harus ada pada kita untuk kita serahkan kepada Yesus Anak Domba Allah lewat doa penyembahan.
1. Kuasa = daun pohon Zaitun
Kuasa yang dimaksud adalah kuasa pendamaian, karena pusat penyembahan kita adalah Yesus Anak Domba Allah. Darah Yesus Anak Domba Allah mengandung kuasa pendamaian.
I Yohanes 4:10
4:10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.
Di dalam darah Yesus ada kuasa pendamaian. Ini disuruh ambil, artinya bawalah hidup kita untuk selalu berdamai, ada roh perdamaian dalam diri kita. Buktikan kita orang yang menyembah Tuhan. Orang yang menyembah Tuhan itu ada roh perdamaian, bukan kebencian, dendam, iri, pahit hati! Kalau salah kepada Tuhan minta ampun, salah kepada sesama ayo berdamai, saling mengaku dan saling mengampuni. Roh perdamaian harus ada pada kita sekalian.
Daun Zaitun lambang perdamaian. Dunia saja tahu, lambang PBB itu daun pohon zaitun. Alkitab juga mencatat kalau daun Zaitun ini tanda perdamaian. Ketika bahtera Nuh terkandas di gunung Ararat, Nuh melepaskan burung merpati. Begitu burung merpati itu kembali dia membawa daun pohon Zaitun. Nuh tahu air bah sudah surut, Allah sudah berdamai dengan manusia, hukuman sudah selesai.
Kejadian 8:11
8:11 menjelang waktu senja pulanglah burung merpati itu mendapatkan Nuh, dan pada paruhnya dibawanya sehelai daun zaitun yang segar. Dari situlah diketahui Nuh, bahwa air itu telah berkurang dari atas bumi.
Harus berdamai, isi hidup kita dengan roh perdamaian. Mungkin kita sudah disakiti, jangan membalas, ampuni dan lupakan.
Jangan rontok daun zaitunnya, jangan hilang roh perdamaian. Memang semakin kita mau dekat dengan Tuhan, mau sungguh-sungguh, ada-ada saja yang mau mengganggu perjalanan rohani kita, mau menimbulkan kepahitan hati, menimbulkan kebencian dan lain sebagainya. Singkirkan semua itu, isi hidup dan nikah kita dengan roh perdamaian. Jangan ada lagi sandiwara usang, pohon Zaitun harus tetap kita miliki.
2. Kekayaan = daun pohon minyak
Zaitun hutan lebih banyak minyaknya dari pada zaitun asli, ini menunjuk kekayaan. Darah Yesus Anak Domba Allah sanggup mendamaikan semua bangsa. Berapa banyak kali kita berbuat dosa, kalau kita datang kepada Yesus masih diampuni. Ini menunjuk kekayaan belas kasihan Tuhan. KorbanNya berlaku untuk semua bangsa.
Ibrani 2:17
2:17 Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.
I Petrus 1:18-19
1:18 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,
1:19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.
Darah Yesus itu darah yang mahal, lebih mahal dari perak dan emas. Ini berlaku untuk semua bangsa. Bahkan sejahat senajis apapun kita, kalau kita mau berdamai Tuhan masih berikan pengampunan. Contoh penjahat yang disalib di sebelah Yesus. Temannya menghujat, lalu dia tegur ‘kita selayaknya dihukum’ dia sadar dosanya. Lalu dia berkata kepada Yesus, ingatlah aku jika Engkau datang sebagai Raja. Yesus katakan, hari ini juga engkau bersama-sama dengan Aku di Firdaus. Firdaus bicara suasana kekayaan kelimpahan, tidak ada kekurangan di situ.
Lukas 23:40-41
23:40 Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?
23:41 Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah."
Dia sadar dosanya, dia jahat, begitu jahat sampai dijatuhi hukuman mati.
Lukas 23:42-43
23:42 Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."
23:43 Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."
Inilah kekayaan belas kasih Tuhan. Jadi jangan putus asa, sudah hancur sekalipun masih berlaku korban pendamaian, asalkan kita mau berdamai. Kita manusia tanah liat. Kalau kita pertahankan dosa, tidak mau berdamai, kita disebut benda kemurkaan Tuhan yang akan dibinasakan. Sudah datang Firman, jangan-jangan sudah dihajar, tetapi tetap pertahankan kekerasan hatinya, tetap pertahankan dosa, maka itu adalah tanah liat yang dibentuk menjadi benda kemurkaan untuk dihukum.
Roma 9:22
9:22 Jadi, kalau untuk menunjukkan murka-Nya dan menyatakan kuasa-Nya, Allah menaruh kesabaran yang besar terhadap benda-benda kemurkaan-Nya, yang telah disiapkan untuk kebinasaan --
Yesus masih sabar, Dia menunggu supaya semua orang berbalik dan bertobat. Jangan kita bertahan pada benda kemurkaan, hanya untuk binasa. Tetapi kalau mau berdamai, selesaikan dosa, kita menjadi benda belas kasihan Tuhan.
Roma 9:23-24
9:23 justru untuk menyatakan kekayaan kemuliaan-Nya atas benda-benda belas kasihan-Nya yang telah dipersiapkan-Nya untuk kemuliaan,
9:24 yaitu kita, yang telah dipanggil-Nya bukan hanya dari antara orang Yahudi, tetapi juga dari antara bangsa-bangsa lain,
Bangsa lain itulah kita, zaitun hutan, zaitun liar yang dicangkokan pada zaitun sejati yang ditopang oleh 3 akar yaitu Abraham, Ishak dan Yakub. Kita hanya zaitun hutan, dapat kemurahan untuk menyatakan kekayaan dan kemuliaanNya. Kalau bangsa kafir saja Tuhan mau ampuni dengan darahNya, apalagi bangsa Israel umat pilihanNya. Apa yang Tuhan kerjakan kepada kita bangsa kafir ini sebenarnya untuk membangkitkan cemburu umat pilihanNya. Kenapa bangsa kafir Tuhan perhatikan, bangsa kafir mendapat belas kasihan Tuhan, Tuhan nyatakan kemuliaannya kepada bangsa kafir? Supaya mereka cemburu. Kalau mereka sudah kembali kepada Tuhan, pintu kemurahan sudah tertutup bagi kita. Sekarang masih terbuka lebar. Makanya rasul Paulus katakan jangan kamu sombong, kamu hanya Zaitun hutan yang dicangkok.
Roma 11:20-22,24
11:20 Baiklah! Mereka dipatahkan karena ketidakpercayaan mereka, dan kamu tegak tercacak karena iman. Janganlah kamu sombong, tetapi takutlah!
11:21 Sebab kalau Allah tidak menyayangkan cabang-cabang asli, Ia juga tidak akan menyayangkan kamu.
11:22 Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamu pun akan dipotong juga.
11:24 Sebab jika kamu telah dipotong sebagai cabang dari pohon zaitun liar, dan bertentangan dengan keadaanmu itu kamu telah dicangkokkan pada pohon zaitun sejati, terlebih lagi mereka ini, yang menurut asal mereka akan dicangkokkan pada pohon zaitun mereka sendiri.
Ayo jangan berulah! Kita hanya dapat kemurahan menjadi benda belas kasihan Tuhan. Sebenarnya kita benda yang dibuang, yang akan dihancurkan, tetapi mendapat belas kasihan Tuhan. Korban pendamaian itu masih berlaku sampai saat ini. Sejahat apapun kita, senajis apapun kita, sekotor apapun kita, masih mendapat pengampunan kalau mau berdamai. Kalau tidak mau yah sudah, tanggung sendiri hukumannya. Tetapi nanti juga masih Tuhan berikan kesempatan. Kalau sekarang darah pendamaian tidak dia hargai, nanti Tuhan izinkan dia masuk aniaya antikristus untuk berdamai dengan darahnya sendiri, kalau dia bertahan, tetap iman kepada Yesus sampai lehernya dipancung. Tetapi siapa yang bisa tahan dianiaya. Sekarang ini masih ada Roh Kudus, Roh Penghibur, kadang sudah kecewa menghadapi tekanan dan tantangan yang ada. Apalagi nanti, kalau antikristus berkuasa Firman, Roh Kudus dan Kasih Allah sudah bersama dengan gereja yang disingkirkan. Firman itu bulan di bawah kaki, Roh Kudus itu mahkota 12 bintang dan kasih Allah Bapa itulah pakaian matahari sudah bersama Mempelai Wanita Tuhan.
Jangan sombong, hargai kemurahan Tuhan. Bangun pagi kita masih bisa bernafas, kita masih bisa beraktivitas, bisa beribadah, ada Firman diperdengarkan, ayo manfaatkan semua untuk berdamai, selesaikan dosa. Waktu ini waktu yang sisa, bukan untuk menambah dosa tetapi menyelesaikan dosa. Punya pohon Zaitun dan punya Zaitun hutan.
Darah pendamaian bukan hanya mau mengampuni. Darah Yesus membenarkan, menyucikan, menyempurnakan. Betapa kaya belas kasihan Tuhan bagi kita, ayo kita hargai. Yang sudah di ladang babi ayo kembali, jangan bertahan. Gereja yang murtad, Israel disuruh kembali, kembali hai perempuan murtad, hanya akui kesalahanmu.
Amerika sudah berapa kali berunding dengan Iran tetapi tidak bisa, sudah bayar berapa untuk menciptakan perdamaian tetapi tidak bisa. Berdamai hanya dengan darah Yesus, Anak Domba Allah.
3. Hikmat = daun pohon rimbun. Pohon rimbun dulu ada kaitan dengan ibadah, tetapi yang negatif. Sekarang kita ambil yang positif.
Ulangan 12:2
12:2 Kamu harus memusnahkan sama sekali segala tempat, di mana bangsa-bangsa yang daerahnya kamu duduki itu beribadah kepada allah mereka, yakni di gunung-gunung yang tinggi, di bukit-bukit dan di bawah setiap pohon yang rimbun.
Dalam Ulangan pasal 12 itu keadaan penduduk asli orang Kanaan. Diwanti-wanti oleh Tuhan supaya jangan orang Israel berbuat begitu, eh mereka malah ikut berbuat begitu.
I Raja-raja 14:23
14:23 Sebab mereka pun juga mendirikan tempat-tempat pengorbanan dan tugu-tugu berhala dan tiang-tiang berhala di atas setiap bukit yang tinggi dan di bawah setiap pohon yang rimbun.
Pohon yang rimbun ada kaitan dengan ibadah. Setelah kita didamaikan oleh darah Yesus, jangan pasif, hidup itu harus aktif di dalam ibadah pelayanan yang benar. Bagaimana ibadah pelayanan yang benar? Di dalamnya ada hikmat Tuhan. Tadi ibadah di bawah pohon rimbun itu hikmat setan! Harus begini dan begitu, bawa ayam burik kakinya merah. Dulu nenek moyang kita melakukan seperti itu sebelum mengenal Yesus. Setelah kita percaya Yesus, mengalami darah pendamaian itu, ayo kita beribadah yang benar.
Ibadah yang benar di dalamnya ada hikmat Tuhan. Apa itu hikmat Tuhan?
I Korintus 2:7
2:7 Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita.
Kolose 1:25-28
1:25 Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu,
1:26 yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya.
1:27 Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!
1:28 Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus.
Jangan sembarang mempercayakan hidup kita masuk dalam suatu ibadah yang ternyata di dalamnya tidak ada pembukaan rahasia Firman. Ayo kita bawa hidup kita masuk dalam ibadah yang di dalamnya ada pembukaan Firman, ibadah dalam sistem penggembalaan. Di situ kita bawa hidup kita, percayakan hidup kita.
Waktu Yesus di kayu salib, Dia tidak sembarang menitip ibuNya.
Yohanes 19:26-27
19:26 Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!"
19:27 Kemudian kata-Nya kepada murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.
Kenapa Yesus menitipkan ibunya kepada rasul Yohanes, kenapa tidak pada yang lain? Ini juga yang harus ada pada kita, dalam membawa diri kita jangan sembarang membawa diri digembalakan di mana. Jangan berpikir yang penting satu organisasi, jangan dulu! Harus ada pertimbangan rohani.
Kenapa harus Yohanes? Yohanes adalah seorang penulis Injil yang menuliskan bahwa Yesus adalah Firman yang lahir menjadi manusia. Jadi Yohanes mengenal Yesus sebagai Sang Firman. Dalam menulis Injil Yohanes, dia menceritakan di situ bagaimana Yohanes Pembaptis mengenal Yesus sebagai Anak Domba Allah yang menghapus dosa isi dunia. Tentu Yohanes juga mengenal Yesus sebagai Anak Domba Allah yang menghapus dosa isi dunia, makanya dia catat di situ. Dan Yohanes mengenal Yesus sebagai Gembala yang Baik yang menyerahkan nyawaNya bagi domba-dombaNya.
Yohanes 1:1,14,29; 10:11
1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
1:29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.
10:11 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;
Jadi Yohanes ini mengerti, dia tahu betul, dia kenal dengan pasti bahwa Yesus adalah Firman, Yesus adalah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia, Yesus itu Gembala yang baik. Makanya Yesus tidak salah titip. Bagi kita sekarang, bawa hidup kita, percayakan hidup kita di dalam penggembalaan yang benar, jangan asal tergembala. Penggembalaan yang di dalamnya ada hikmat Allah, ada pembukaan rahasia Firman Allah, ada pengajaran yang sehat, pengajaran yang benar, untuk membawa kita menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna.
Yohanes menutup Injil Yohanes dengan pengangkatan Petrus menjadi Gembala.
Yohanes 21:15
21:15 Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
Sesudah kita berdamai, dosa-dosa diselesaikan, belum selesai perjalanan rohani. Masuklah dalam penggembalaan yang dibina oleh pengajaran yang sehat, Kabar Mempelai, Firman yang dibukakan rahasianya oleh Tuhan. Jangan asal tergembala, jangan sembarang titip keluarga kita. Di mana ada penggembalaan yang benar, di situ kita masuk.
Jemaat sendiri menilai, kalau datang ke sini tidak ada pembukaan Firman, jangan mau datang ke sini! Rugi, sudah jauh-jauh ke sini lalu tidak ada Firman! Tetapi kalau ada pembukaan rahasia Firman, mantapkan diri tergembala. Semoga kelak kita berhasil menjadi pengantin Anak Domba Allah, tidak ada yang tertinggal dan binasa.
4. Kekuatan/kemenangan = daun pohon korma atau palem.
Waktu Yesus menunggangi anak keledai masuk ke Yerusalem, Dia dieluk-elukan. Orang banyak membawa daun pohon palem dan berseru hosana bagi Sang Raja. Jadi kekuatan dan kemenangan kita dapatkan bersama Yesus Raja kita!
Yohanes 12:12-15
12:12 Keesokan harinya ketika orang banyak yang datang merayakan pesta mendengar, bahwa Yesus sedang di tengah jalan menuju Yerusalem,
12:13 mereka mengambil daun-daun palem, dan pergi menyongsong Dia sambil berseru-seru: "Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, Raja Israel!"
12:14 Yesus menemukan seekor keledai muda lalu Ia naik ke atasnya, seperti ada tertulis:
12:15 "Jangan takut, hai puteri Sion, lihatlah, Rajamu datang, duduk di atas seekor anak keledai."
Kita bisa kuat dan menang, kalau kita bersama Yesus Sang Raja. Bagaimana supaya bisa selalu bersama dalam penyertaan Yesus Sang Raja? Jadilah keledai yang ditunggangi oleh Yesus, maka langkah-langkah kita adalah langkah kemenangan, langkah bersama dengan Yesus Sang Raja, pasti kuat menghadapi tantangan apapun.
Tahun ini adalah tahun penyertaan Tuhan. Tantangannya kian berat tetapi ada penyertaan Tuhan. Saya sendiri alami, baru masuk bulan Januari sudah mendapat tantangan. Apapun yang kita hadapi kalau bersama Tuhan pasti kuat. Jadilah seperti keledai yang ditunggangi Yesus. Prakteknya:
a) Taat. Keledai yang ditunggangi kalau disuruh belok kiri yah ke kiri, disuruh belok kanan yah ke kanan, disuruh lari ya lari. Taat pada Firman, mau diatur dalam penggembalaan. Jangan kita yang atur Firman, kalau mau mengatur Firman itu seperti keledai menunggangi Yesus, terbalik! Di dalam penggembalaan disitulah kita mau diatur oleh Firman Tuhan. Gembala jangan diatur-atur, kita yang mau diatur.
Sebagai gembala harus menjadi teladan, maka Tuhan percayakan Firman dan jemaat bisa tunduk dalam penggembalaan, bukan menanduk. Saya juga gembala yang digembalakan, harus taat pada Firman penggembalaan.
b) Setia, jangan lepas dari Yesus. Begitu lepas dari Yesus, ada yang lain mau menunggangi kita itulah Bileam. Setia dan tanggung jawab dalam ibadah pelayanan dan rela berkorban apa saja. Begitu kita terpisah dari Tuhan, ada Bileam yang mau menunggangi, nabi palsu menunggangi. Kalau terpisah dari Tuhan, keadaannya sangat mengerikan! Kadangkala merasa enak tidak beribadah, tidak melakukan Firman enak dagingnya, tidak setia enak dagingnya, padahal sebenarnya keadaannya sangat mengerikan kalau tidak bersama Yesus.
Ketika bangsa Israel menyembah anak lembu emas, Tuhan tidak mau lagi menyertai bangsa Israel, Tuhan hanya akan mengirim malaikat. Orang Israel langsung ketakutan, mereka katakan itu ancaman yang sangat mengerikan. Tidak disertai Tuhan itu ancaman yang mengerikan! Dan Yesus sudah peragakan di kayu salib. Ketika di paku di kayu salib apa yang Yesus serukan? Eloi, Eloi, lama sabakhtani. Itu sebenarnya suara kita, bukan suara Yesus. Dia mati di kayu salib menggantikan kita manusia berdosa. Makanya apa yang Dia serukan di kayu salib itu seruan kita.
Markus 15:34
15:34 Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eloi, Eloi, lama sabakhtani?", yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?
Jadi itu bukan suara Yesus, yang Yesus serukan adalah suara kita manusia. Buktinya ini suara kita manusia:
Mazmur 22:2
22:2 Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku.
Betapa ngeri, lihat bagaimana waktu Yesus disalibkan betapa mengerikan. Dari taman Getsemani, di sidang di hadapan Kayafas, Herodes dan Pilatus begitu mengalami banyak aniaya, sampai dipaku di kayu salib. Itulah keadaan orang yang terpisah dengan Tuhan. Ngeri, menderita, sengsara. Mungkin dapat sesuatu yang jasmani, tetapi sebenarnya batinnya sengsara, jiwanya menderita. Apalagi kalau sudah tidak dapat apa-apa di dunia ini lalu tidak bersama Yesus, tidak tahu mau bilang bagaimana lagi, begitu sengsara!
Ayo jangan terpisah dari Yesus. Taat, mau tunduk di dalam penggembalaan, setia, tanggung jawab beribadah melayani Tuhan sekalipun ditandai dengan pengorbanan-pengorbanan.
5. Hormat = daun pohon elok atau anggur.
Anggur ada kaitan dengan nikah, nikah itu harus dihormati. Kita yang sudah berdamai, tergembala, taat, setia, hormati nikah masing-masing.
I Tesalonika 4:4
4:4 supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan,
Seorang perempuan, tidak ada polygami. Isteri sendiri, tidak ada polyandri. Mulai dari masa pacaran, perhatikan kamu muda, hanya seorang, jangan 2 orang. Hormati nikah, masa pacaran, masa tunangan dijaga. Setelah menikah, hormati tempat tidur. Rahasia di dalamnya jangan diumbar, jangan dicerita kepada orang lain. Hormati tempat tidur.
Ibrani 13:4
13:4 Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.
Dijaga, nikah itu dihormati, nikah itu jangan menjadi tempat pelampiasan hawa nafsu daging sehingga salah satunya menderita. Kalau dulu pernah dilakukan, minta ampun. Biar kita punya daun pohon elok, jangan rontok daunnya.
Isteri menghormati suami.
Efesus 5:33
5:33 Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya.
Mungkin ijazah isteri lebih tinggi, gaji lebih besar, dia lebih kaya dari suaminya, tetapi Firman ini masih berlaku, hormati suami. Jangan mengajar, jangan memerintah. Boleh memberikan usul, tetapi berikan suami hak untuk mengambil keputusan yang sesuai Firman. Hormati dia, dia kepala, dia yang mengambil keputusan, bukan isteri! Kadang isteri tidak memerintah suaminya, tetapi setelah dia mengusulkan lalu suami tidak ikuti maunya, dia sudah ba kunci di kamar. Itu sama saja! Atau langsung drama diam. Ada lagi yang lain langsung cerewet, sampai dibawa dalam mimpi.
Suami juga harus menghormati isteri.
I Petrus 3:7
3:7 Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.
Sekalipun kita kepala yang mengambil keputusan tetapi jangan sewenang-wenang, hormati isteri.
Anak menghormati orang tua.
Efesus 6:1-2
6:1 Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian.
6:2 Hormatilah ayahmu dan ibumu — ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini:
Anak hormati orang tuamu, termasuk kami juga orang tua harus ada timbal balik, jangan buat hati anak tawar. Kadangkala kami orang tua sudah kasar minta ampun, tidak ingat kalau nanti kita sudah tua, anak kita yang urus kita. Mau waktu usia tua, anak bentak-bentak kita seperti waktu kita bentak-bentak dia waktu kecil, bagaimana perasaannya kita. Mau dia nikmati harta yang bergelimang lalu orang tuanya dia biarkan di panti jompo, tidak diurus!!
Kalau nikah tidak dihormati maka pasti haus, kering nikah itu, seperti nikah perempuan Samaria, tidak ada penghormatan. Dia tidak menghormati tempat tidur, 5 kali kawin cerai, yang keenam bukan suami yang sah. Dia kering, dia sendiri mengaku, berikanlah aku air itu supaya aku tidak haus lagi. Betul-betul dia kering, nikah itu haus.
Yohanes 4:14-18
4:14 tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."
4:15 Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air."
4:16 Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini."
4:17 Kata perempuan itu: "Aku tidak mempunyai suami." Kata Yesus kepadanya: "Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami,
4:18 sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar."
Ini nikah yang haus, nikah yang kering. Ini jangan sampai terjadi pada kita. Sekalipun nikah itu haus, nikah itu kering, Tuhan masih mau menolong. Waktu di kayu salib, salah satu seruan Yesus menjelang Dia menyerahkan nyawaNya dia berseru ‘Aku haus’ dan seorang prajurit memberikan Dia minum air anggur asam.
Yohanes 19:28-29
19:28 Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia — supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci —: "Aku haus!"
19:29 Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus.
Air anggur asam itu bercampur empedu, jadi anggur asam dan pahit, tetapi mau Yesus teguk di kayu salib. Nikah yang tidak puas, nikah yang kering itu asam dan pahit. Mulai dari hambar, tawar, hati suami tawar kepada isteri, hati isteri tawar kepada suami, hati anak tawar kepada orang tua. Dan asam, kecut, bahkan pahit. Itulah nikah yang tidak dihormati.
Kita periksa nikah kita, kalau sampai sekarang nikah hambar, berarti ada praktek tidak hormat di situ, segera diperbaiki. Atau bahkan sudah asam, sudah pahit! Coba kalau makan buah yang asam, bagaimana mukanya. Begitu kadangkala suami kepada isteri mukanya seperti itu, isteri kepada suami mukanya juga seperti itu. Orang tua kepada anak, anak kepada orang tua sudah asam dan pahit, tetapi Yesus mau teguk. Kita berikan pada Yesus air anggur asam itu. Artinya akui kepada Tuhan, saya tidak menghormati nikahku, ini yang saya buat Tuhan, makanya nikahku hambar, asam, pahit. Mau cerai tetapi tidak bisa karena memang tidak boleh dalam kehidupan Kristen. Tetapi mau mempertahankan nikah seperti itu betul-betul pahit getir.
Nikah hamba Tuhan tidak luput dari kesalahan dan kekurangan, kami bukan manusia super, masih banyak kekurangan dan kelemahan. Tetapi jangan sampai nikah itu hambar, asam, pahit. Kalau ada sesuatu segera selesaikan, akui kepada Tuhan! Maka Yesus meneguk air anggur asam, Tuhan ganti dengan air anggur manis, nikah kembali menjadi manis.
Hubungan anak dan orang tua mungkin sudah pahit selesaikan. Suami isteri, kakak adik, selesaikan semua, biar nikah kita menjadi manis. Jangan sampai tidak punya daun pohon elok.
6. Kemuliaan = daun pohon murad
Yesus dipermuliakan ketika Dia telah menyelesaikan pekerjaan Bapa. Yesus mati, bangkit dan dimuliakan. Dan Tuhan Yesus berdoa supaya kemuliaan itu diberikan kepada kita juga. Jadi selesaikan pekerjaan dari Tuhan baru mengalami kemuliaan.
Yohanes 17:3-5,22-24
17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
17:4 Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.
17:5 Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.
17:22 Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:
17:23 Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.
17:24 Ya Bapa, Aku mau supaya, di mana pun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan.
Syaratnya selesaikan pekerjaan Tuhan. Artinya tekun dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus sampai selesai terbentuk Tubuh Kristus. Kalau Tubuh Kristus belum terbentuk, jangan berhenti melayani. Terus melayani sampai selesai pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna. Kita tampil tanpa cacat cela, tanpa dosa, sudah tidak ada lagi dosa! Sekalipun banyak tantangan yang kita hadapi dalam pelayanan, terus tekuni. Saya lanjutkan pekerjaan Tuhan di sini yang dulu dikerjakan oleh papa gembala sebelumnya, harus saya selesaikan, tidak boleh berhenti. Lanjutkan sampai jemaat terbangun menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna.
Tidak ada lagi dosa, dosa itu duri. Keunikan pohon murad, di mana ada pohon murad di situ tidak ada duri. Jangan ada duri, jangan ada dosa. Masuk dalam pembangunan Tubuh Kristus sampai selesai, sampai tidak ada lagi dosa, sampai tidak ada lagi cacat cela.
Yesaya 55:13
55:13 Sebagai ganti semak duri akan tumbuh pohon sanobar, dan sebagai ganti kecubung akan tumbuh pohon murad, dan itu akan terjadi sebagai kemasyhuran bagi TUHAN, sebagai tanda abadi yang tidak akan lenyap.
Duri menunjuk dosa-dosa. Jadi dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus, kita melayani dalam kesucian, jangan ada lagi dosa. Semakin suci semakin dipakai oleh Tuhan. Sampai tidak ada lagi dosa, kita tampil sebagai Tubuh Kristus yang sempurna.
II Samuel 23:6-7
23:6 Tetapi orang-orang yang dursila mereka semuanya seperti duri yang dihamburkan; sesungguhnya, mereka tidak terpegang oleh tangan:
23:7 tidak ada orang yang dapat mengusik mereka, kecuali dengan sebatang besi atau gagang tombak, dan dengan api mereka dibakar habis!"
Kalau kita melayani dalam kekudusan, bukan dalam dosa, hukuman tidak akan kena kepada kita. Orang mau berniat jahat kepada kita, tidak bisa menyentuh kita kalau kita melayani dalam kekudusan dan kesucian.
Kuda merah sudah maju, tetapi begitu ada pohon murad dia berhenti, tidak bisa maju.
Zakharia 1:8
1:8 "Tadi malam aku mendapat suatu penglihatan: tampak seorang yang menunggang kuda merah! Dia sedang berdiri di antara pohon-pohon murad yang di dalam jurang; dan di belakangnya ada kuda-kuda yang merah, yang merah jambu dan yang putih.
Sekarang kuda merah sudah maju, kuda merah menunjuk peperangan. Tetapi tidak bisa maju di depan pohon murad.
Zakharia 1:8 (Terjemahan Lama)
1:8 Maka pada waku malam kulihat, bahwasanya adalah seorang laki-laki mengendarai kuda merah, maka berhentilah ia di tengah-tengah segala pokok murd, yang pada tempat dalam, dan di belakangnya adalah beberapa ekor kuda merah dan merah tua dan putih warnanya.
Jadi aman kalau kita melayani dalam kekudusan, tidak akan kena kuda merah.
Mazmur 91:7
91:7 Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu.
Memang Firman akan segera digenapi, tinggal tunggu 200juta tentara terlibat dalam peperangan, tetapi kita hanya menonton, tidak akan kena kepada kita. Termasuk orang yang mau berniat jahat pada kita, tidak bisa menyentuh kita. Mungkin ada yang mengutuk kita, tidak akan kena.
Di kayu salib Yesus berseru sudah selesai. Jadi kita harus melayani sampai Tubuh Kristus terbentuk, kalau belum selesai jangan berhenti. Terus melayani, bahkan sampai dalam kerajaan Sorga kita melayani Tuhan.
7. Puji-pujian = daun pohon gandarusa.
II Korintus 10:18
10:18 Sebab bukan orang yang memuji diri yang tahan uji, melainkan orang yang dipuji Tuhan.
Kita harus menjadi kehidupan yang tahan uji, maka kita dipuji Tuhan. Ingat Stefanus, menghadapi pandangan penuh amarah orang di mahkamah agama, dia berseru aku melihat langit terbuka, Anak Allah berdiri. Itu tanda Tuhan Yesus menghormati dia. Akhirnya dia diseret dan dilempari batu, dia tahan uji.
Dalam pelayanan kita mau melayani sampai selesai, tetapi banyak tantangan dan rintangannya. Ayo kuat tahan uji, jangan mundur, terus melayani.
Selain naik gunung penyembahan, kita juga harus naik gunung Golgota, di situ ada salib. Memang kita harus menghadapi salib, bentuknya macam-macam, difitnah, digosip, dihina dan lain-lain, terserah! Nikmati saja, kalau kita tahan uji kita punya pohon Gandarusa, bisa masuk pesta pondok daun. Jadi kalau ada orang yang Tuhan pakai seperti menekan kita, seharusnya kita berterima kasih, kamu dipakai Tuhan supaya saya punya pohon Gandarusa.
Kalau dalam ujian masih mengomel, bersungut-sungut, itu belum tahan uji.
II Korintus 12:10
12:10 Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.
Kalau karena curi coklat lalu sengsara itu bukan ujian. Ujian ini karena Yesus Kristus, maka kita ada pohon gandarusa, dia dipuji Tuhan. Lihat matinya Yesus, waktu Yesus mati kepala serdadu memuji Allah. Sungguh Dia ini orang benar, Dia Anak Allah. Waktu Yesus mati tirai Bait Allah robek dan terjadi gempa bumi, tidak ada orang yang mati sampai seperti itu. Ini Yesus tahan uji, menjadi teladan untuk kita tahan uji.
Lukas 23:47
23:47 Ketika kepala pasukan melihat apa yang terjadi, ia memuliakan Allah, katanya: "Sungguh, orang ini adalah orang benar!"
Jadi selain naik gunung penyembahan, kita mau naik gunung Golgota untuk mendapatkan daun-daun itu. Jangan heran kalau menghadapi salib apapun bentuknya, bisa sakit penyakit, merosot ekonomi, dirugikan, difitnah dan seterusnya, nikmati saja. Kita mendapat puji-pujian dari Tuhan, kita mendapat daun pohon Gandarusa. Dan kita tidak akan pernah kering, tidak pernah layu, sebab Gandarusa itu berada di tepi sungai.
Yesaya 44:4
44:4 Mereka akan tumbuh seperti rumput di tengah-tengah air, seperti pohon-pohon gandarusa di tepi sungai.
Artinya kita tidak pernah kering, meskipun menghadapi ujian kita tidak pernah layu. Jangan sampai fitnahan dan cacian dari orang lain membuat kita layu. Kadang baru dalam bentuk kritikan, baru diprotes pelayanannya sudah layu.
Bertahan sampai kita mendapat mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.
I Petrus 5:4
5:4 Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.
Ujian apa saja kita alami, nikmatilah. Paulus katakan aku rela untuk menerima siksaan dan lain-lain, tetapi sudah tersedia mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu. Sekarang kita naik gunung penyembahan, gunung Golgota, nanti kita naik gunung Yerusalem Baru, gunung yang suci. Tidak layu, tetap bertahan, saya memilih gunung yang suci untuk masuk dalam kemuliaan yang kekal bersama Yesus.
Apapun tantangan yang kita hadapi terus maju, terus mendaki naik gunung sampai di gunung yang besar lagi tinggi, Yerusalem Baru. Di depan kita ada perjamuan suci, Yesus dipaku di gunung Golgota, kita juga mau menerima salib. Yesus dimuliakan, kita juga akan dimuliakan bersama-sama dengan Dia.
Tuhan Yesus memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar