Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.
Wahyu 15:5-8
15:5 Kemudian dari pada itu aku melihat orang membuka Bait Suci — kemah kesaksian — di sorga.
15:6 Dan ketujuh malaikat dengan ketujuh malapetaka itu, keluar dari Bait Suci, berpakaian lenan yang putih bersih dan berkilau-kilauan dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas.
15:7 Dan satu dari keempat makhluk itu memberikan kepada ketujuh malaikat itu tujuh cawan dari emas yang penuh berisi murka Allah, yaitu Allah yang hidup sampai selama-lamanya.
15:8 Dan Bait Suci itu dipenuhi asap karena kemuliaan Allah dan karena kuasa-Nya, dan seorang pun tidak dapat memasuki Bait Suci itu, sebelum berakhir ketujuh malapetaka dari ketujuh malaikat itu.
Ada 7 cawan murka Allah yang sedang dipersiapkan untuk segera dicurahkan. Ini menunjuk 7 hukuman dari Allah Bapa kepada orang yang menolak kasih Allah Bapa. Allah adalah kasih dan barang siapa menolak kasih Allah Bapa dialah yang akan menerima penghukuman. Kasih Tuhan begitu luar biasa boleh kita nikmati dan rasakan, mulai dari Tuhan berikan perpanjangan umur, kesehatan, waktu dan kesempatan buat kita beribadah. Terutama Allah Bapa sudah mengorbankan AnakNya untuk kita menjadi korban pendamaian bagi kita sekalian. Kasih itu sudah kita terima dari Allah lewat kayu salib, biar kita hargai sungguh-sungguh. Jangan sampai kita didapati oleh Tuhan tidak memiliki kasih.
Yesaya 1:2-3
1:2 Dengarlah, hai langit, dan perhatikanlah, hai bumi, sebab TUHAN berfirman: "Aku membesarkan anak-anak dan mengasuhnya, tetapi mereka memberontak terhadap Aku.
1:3 Lembu mengenal pemiliknya, tetapi Israel tidak; keledai mengenal palungan yang disediakan tuannya, tetapi umat-Ku tidak memahaminya."
Pengorbanan Yesus di kayu salib memberikan kesempatan untuk kita diasuh oleh Tuhan.
Ini keadaan kehidupan yang menolak kasih Allah Bapa:
Yesaya 1:8-10
1:8 Puteri Sion tertinggal sendirian seperti pondok di kebun anggur, seperti gubuk di kebun mentimun dan seperti kota yang terkepung.
1:9 Seandainya TUHAN semesta alam tidak meninggalkan pada kita sedikit orang yang terlepas, kita sudah menjadi seperti Sodom, dan sama seperti Gomora.
1:10 Dengarlah firman TUHAN, hai pemimpin-pemimpin, manusia Sodom! Perhatikanlah pengajaran Allah kita, hai rakyat, manusia Gomora!
Ini orang yang menolak kasih Allah, dia sudah sama seperti orang Sodom dan Gomora. Padahal sebenarnya mereka adalah puteri Sion, tetapi karena menolak kasih Allah, mereka disamakan dengan Sodom dan Gomora. Dikatakan puteri Sion seperti pondok di kebun anggur, kalau pondok tentu bangunan biasa. Bahkan disamakan dengan gubuk di kebun mentimun, namanya gubuk itu tidak mungkin megah. Dan seperti kota yang terkepung. Puteri Sion seharusnya Bait Allah yang kudus, rumah Allah yang megah.
Puteri Sion gambaran gereja yang dalam pengajaran, jadi ini khusus untuk kita yang sudah ada dalam pengajaran. Kasih Allah dinyatakan lewat Firman Allah yang sudah dicurahkan kepada kita.
Yesaya 2:2-3
2:2 Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana,
2:3 dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem."
Pengajaran adalah berkat dari Tuhan. Jadi puteri Sion adalah kehidupan yang sudah diberkati oleh Tuhan. Secara rohani diberkati dengan pengajaran. Ini Firman kasih karunia, tidak semua mendapatkan, kalau kita bisa berada dalam pengajaran itu adalah kasih karunia Tuhan. Sudah diberkati dengan pengajaran dan juga diberkati secara jasmani. Gereja di akhir zaman ini memang diberkati secara jasmani. Jemaat Laodekia kaya dan diberkati. Tetapi sayang, setelah diberkati secara jasmani dan rohani, melupakan Tuhan! Karena merasa mampu, merasa bisa, merasa pandai, sudah merasa kuat dan lain-lain. Sama seperti Jemaat Laodekia berkata aku kaya, tidak kekurangan apa-apa. Tetapi Tuhan berkata engkau malang, melarat, buta, miskin, telanjang.
Puteri Sion sudah diberkati tetapi melupakan Tuhan. Sementara lembu mengenal pemiliknya, tetapi Israel tidak. Lembu kenal pemiliknya, gereja yang sudah diberkati malah lupa pemiliknya itulah Tuhan! Kita manusia ini adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling mulia, tetapi kalau melupakan Tuhan itu lebih bodoh dari lembu! Sudah diberkati, merasa kuat, merasa mampu lalu melupakan Tuhan, sudah melupakan ibadah pelayanan, itu lebih bodoh dari lembu.
Keledai mengenal palungannya. Banyak orang Kristen sudah tidak mau makan Firman karena merasa sudah diberkati. Firman datang sudah tidak lagi dihargai, bahkan sudah tidak mau makan Firman. Itu lebih bodoh dari keledai!
Kenapa pakai istilah bodoh? Karena dalam Alkitab ada 5 anak dara bodoh.
Efesus 5:17
5:17 Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.
Kita sudah diberkati dengan pengajaran, diberkati secara jasmani. Jangan lupakan Pemilik kita. Kaum muda dapat gelar ijazah, dapat pekerjaan, jangan lupa Pemilik. Kaum muda banyak yang melupakan Penciptanya. Jangan membuang makanan yang sudah Tuhan sediakan. Ada palungan, kita diberikan makan, hargai itu! Kita tinggal menikmati. Firman pengajaran ini diilhamkan Tuhan kepada Pdt. Van Gessel, diteruskan kepada para pendahulu kita, sekarang kita tinggal menikmati, tinggal buka mulut, makan. Jangan sampai kita mengabaikan Firman penggembalaan.
Jadi kalau disimpulkan orang yang tidak menghargai kasih karunia Tuhan adalah kehidupan yang sudah diberkati tetapi tidak mau tergembala, tidak mau setia dalam ibadah. Firman Tuhan datang, tetapi tidak dihargai, tidak ditanggapi, tidak mau dimakan.
Allah itu kasih adanya. Dia mau menyatakan kasihNya kepada kita lewat teguran-teguran yang keras. Kalau tidak ditanggapi, Tuhan masih mengasihi kita, Dia datang dalam bentuk hajaran, baik lewat sakit penyakit, ataupun lewat apa saja. Tetapi lihat sikap bangsa Israel. Sudah ditegur, sudah dihajar, tambah murtad!
Yesaya 1:4-6
1:4 Celakalah bangsa yang berdosa, kaum yang sarat dengan kesalahan, keturunan yang jahat-jahat, anak-anak yang berlaku buruk! Mereka meninggalkan TUHAN, menista Yang Mahakudus, Allah Israel, dan berpaling membelakangi Dia.
1:5 Di mana kamu mau dipukul lagi, kamu yang bertambah murtad? Seluruh kepala sakit dan seluruh hati lemah lesu.
1:6 Dari telapak kaki sampai kepala tidak ada yang sehat: bengkak dan bilur dan luka baru, tidak dipijit dan tidak dibalut dan tidak ditaruh minyak.
Kaki sudah dipukul, betis sampai kepala sudah bengkak semua, mau dimana lagi dipukul? Tetapi tidak bertobat, malah tambah murtad! Jangan terjadi pada kita sekalian. Kalau hajaran datang berarti kita dikasihi Tuhan.
Wahyu 3:19
3:19 Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!
Kalau sudah 1 kali dihajar sudah harus langsung minta ampuni, jangan tunggu dihajar kedua sampai habis semua badannya dihajar oleh Tuhan. Tetapi kalau hajaran masih ditolak, orang itu Tuhan biarkan!
Hajaran itu akan berhenti kalau kita mau kembali pada kebenaran, mau bertobat. Periksa diri kita, nikahku sudah dihajar, saya dihajar di buah nikahku, dihajar ekonomiku, sudah dihajar semua. Sekarang tinggal bertobat, kembali! Masa mau tunggu tinggal satu-satu napasnya, baru dituntun oleh gembala. Iya kalau dapat kesempatan dituntun. Puji Tuhan kalau masih ada hamba Tuhan yang menuntun, kalau tidak ada mau apa! Lebih baik relakan hati untuk bertobat, jangan bertambah murtad!
Sekarang hukuman 7 cawan ini belum dijatuhkan. Tuhan menanti supaya kita kembali padaNya, dengar-dengaran pada Firman Tuhan. Setelah dicambuk, masih dinanti oleh Tuhan.
Yesaya 1:18-19
1:18 Marilah, baiklah kita beperkara! — firman TUHAN — Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.
1:19 Jika kamu menurut dan mau mendengar, maka kamu akan memakan hasil baik dari negeri itu.
Ayo bertobat, masih ada waktu, hukuman belum dijatuhkan. Kita masih kuat, masih sehat, masih tampang rupawan. Coba kalau sudah dihajar Tuhan, muka yang diandalkan, ganteng, cantik, langsung diizinkan Tuhan hancur, mau apa! Kekuatan fisik kuat, tetapi begitu dihajar sudah tidak mampu sama sekali, berdiri saja sudah tidak mampu.
Jangan bertahan pada kebodohan! Melupakan Tuhan dan tidak mau makan Firman = bodoh! Terhilang dari hadapan Tuhan karena merasa mampu dan merasa kuat. Contoh dalam Alkitab, tetapi syukur setelah dihajar dia mau kembali yaitu anak bungsu yang terhilang di ladang babi. Enak di ladang Bapa, malah dia tinggalkan ladang Bapa, akhirnya dia terhilang di ladang babi. Mau makan saja tidak bisa. Jangankan makanan yang wajar untuk dia, makanan babi saja tidak dikasih sama dia. Jangan tunggu seperti itu! Kekayaan begitu banyak, habis. Dulunya mau makan apa, semua bisa. Sekarang apa yang mau dimakan, tidak ada.
Lukas 15:11-17
15:11 Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.
15:12 Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.
15:13 Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.
15:14 Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan ia pun mulai melarat.
15:15 Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.
15:16 Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorang pun yang memberikannya kepadanya.
15:17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
Yang dia ingat makanan yang berlimpah di rumah Bapa. Yang dia nikmati makanan yang berlimpah, itulah Firman penggembalaan. Tetapi itu dia tinggalkan sehingga mau mati kelaparan.
Lukas 15:18-24
15:18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
15:19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
15:20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
15:21 Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
15:22 Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.
15:23 Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.
15:24 Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.
Ada seorang anak yang tinggal di ladang Bapa. Ini menunjuk hamba Tuhan pelayan Tuhan yang sudah melayani Tuhan, berada di ladang Tuhan. Sudah melayani dan menikmati makanan melimpah. Orang upahan saja menikmati makanan melimpah, apalagi anak. Sudah menikmati makanan melimpah, Firman pengajaran, Firman penggembalaan. Kita sudah menikmati makanan melimpah di sini mulai dari zaman papa gembala sebelumnya. Dan kita sudah melayani Tuhan sebagai pemain musik, zangkoor, apapun juga. Tetapi selalu menuntut hak, ini yang membuat anak bungsu ini terhilang. Dia menuntut perkara-perkara jasmani, menuntut dihargai, menuntut dihormati. Karena selalu menuntut akhirnya tersandung, kalau ada yang kritik dia tersinggung. Banyak tuntutan yang jasmani, jarang orang menuntut pada gembala sampaikan Firman lebih dari 1 jam, khotbah jangan pendek-pendek, kasih 2 jam! Lebih banyak menuntut, saya tidak dibesuk, saya tidak didoakan, saya tidak dilirik, cuma 1 1 yang dihargai, saya tidak! Kadang sudah berpikiran buruk, makanya menuntut.
Termasuk gembala yang bekerja di ladang Tuhan, banyak menuntut. Saya sudah khotbah khotbah tidak ada yang datang, tidak ada yang menghargai Firman. Saya ulang tahun sedangkan dikasih ucapan tidak ada. Banyak menuntut yang jasmani, ini yang menyebabkan akhirnya terhilang.Yang dia tuntut perkara-perkara jasmani, akhirnya motivasi pelayanannya hanya yang jasmani.
Uang itu akar kejahatan. Kejahatan di dalam Alkitab digambarkan dengan serigala. Serigala punya liang, berarti dia menjadi sarang kejahatan. Kalau ada seringala, pasti ada burung di situ. Burung punya sarang, burung gambaran roh najis, berarti sarang roh najis. Sehingga Yesus tidak punya tempat meletakan kepalaNya. Jadi kalau terlalu banyak menuntut dalam pelayanan, apalagi yang dituntut hanya yang jasmani terus, dia menjadi liang serigala, sarangnya burung. Roh Jahat dan roh najis yang menjadi kepala dalam hidupnya, Yesus tidak menjadi kepala dalam dirinya. Makanya dia tidak peduli dengan Tuhan, mudah saja dia tinggalkan. Seperti si bungsu, akhirnya dikepalai roh jahat dan roh najis. Bait Allah menjadi sarang penyamun! Ini jangan terjadi pada kita.
Kita sudah menikmati berkat Firman begitu banyak, berkat jasmani juga sudah kita nikmati. Dengan berkat-berkat yang ada, jangan sampai kita lupa Pemilik kita, jangan sampai lupa palungan tempat kita makan Firman Penggembalaan.
Si bungsu ini bukan lagi dikepalai oleh Yesus tetapi dikepalai serigala dan burung! Praktek dikuasai serigala dan burung:
1. Pergi ke negeri jauh. Artinya meninggalkan pelayanan dan semakin jauh dari Tuhan karena pengaruh-pengaruh dunia.
Tuhan bilang, makin Ku panggil mereka makin menjauh. Firman datang memanggil malah tambah jauh, ditegur malah tambah jauh, diingatkan tambah jauh. Di sini tidak ada, di sana sini saja yang ada. Kita dipanggil Tuhan, jangan tambah jauh. Waktu belum punya apa-apa dekat dengan Tuhan. Waktu sudah punya apa-apa malah jauh! Bisa-bisa Tuhan ambil kembali. Karena ijazah kamu jauh dari Aku, karena pekerjaan ini kamu jauh dari padaKu, Aku ambil kembali! Syukur kalau hal-hal itu Tuhan ambil dan dia bisa kembali kepada Tuhan. Tetapi kalau seperti orang kaya yang bodoh, nyawanya yang Tuhan ambil. Yang kamu kumpulkan selama ini untuk siapa, malam ini juga nyawamu Ku ambil! Mau apa kita!
Ayo jangan jauh-jauh, jangan biasakan menjauh dari ibadah.
Ibrani 10:25
10:25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
Kaum muda jangan jauh-jauh dari ibadah. Dekat kepada Tuhan, seperti raja Daud, kerinduannya selalu berada di Bait Allah. Yesus usia 12 berada di Bait Allah. Yusuf usia 17 biasa menggembalakan domba. Jadi usia 12 sampai 17 ini usia ideal untuk tergembala. Kalau dari 12 sampai 17 sudah tergembala, usia selanjutnya ada harapan untuk selalu tergembala. Sekolah Minggu kelas besar, setelah masuk usia remaja jangan jauh dari Tuhan. Kalau memang sudah waktunya dibaptis biarlah oleh dorongan Firman. Berapa anak sekolah minggu begitu sudah remaja malah terhilang. Apalagi kalau sudah dewasa. Tetapi ada juga begitu dewasa justru dia balik kembali.
Kalau jauh dari sorga dia dekat dengan neraka. Semakin jauh dari Sorga, semakin dekat dengan neraka!
2. Hidup berfoya-foya
II Petrus 2:13
2:13 dan akan mengalami nasib yang buruk sebagai upah kejahatan mereka. Berfoya-foya pada siang hari, mereka anggap kenikmatan. Mereka adalah kotoran dan noda, yang mabuk dalam hawa nafsu mereka kalau mereka duduk makan minum bersama-sama dengan kamu.
Berfoya-foya artinya salah menggunakan berkat, yaitu hanya untuk mencari kepuasan di dunia, hanya untuk kepuasan dan kenikmatan daging yang sesaat. Hanya untuk perkara dunia yang tidak menguntungkan rohani kita, bahkan malah mematikan rohani kita. Berkatnya digunakan untuk yang positif, terutama untuk perkara yang rohani. Dulu belum ada kendaraan berusaha datang gereja. Setelah diberkati dengan kendaraan dia lewati gereja. Jangan salah gunakan berkat dari Tuhan. Berkat jasmani itu kulit untuk diisi dengan perkara rohani itulah Firman, Roh Kudus dan kasih.
Akibatnya:
Lukas 15:14-17
15:14 Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan ia pun mulai melarat.
15:15 Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.
15:16 Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorang pun yang memberikannya kepadanya.
15:17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
a) Melarat. Melarat ini lebih dalam pengertiannya dari pada sekedar miskin. Melarat ini penderitaan lahir dan batin. Sudah bahagia mendapat makanan melimpah, sudah diberkati, sudah bahagia, koq malah cari supaya melarat. Seperti jemaat Laodekia engkau miskin, melarat, buta, telanjang, penderitaan lahir batin. Ada kekayaan tetapi menderita lahir batin! Kekayaan yang Tuhan berikan kepada kita tidak usah kita pamer, kita pakai untuk kemuliaan Tuhan, bukan untuk pamer.
b) Kelaparan. Artinya kering semua, tidak ada kepuasan. Biarpun uangnya berjuta-juta, saldonya banyak di rekening, tetapi tidak puas, kering. Nikahnya kering, semuanya kering. Buktinya dengan kekayaannya dia bisa beli semuanya, tetapi ini malah berbuat dosa. Ada berkat tetapi tidak ada kepuasan. Kita raba diri kita sendiri, sudah Tuhan berkati tetapi tidak puas, itu tanda jauh dari Tuhan, kering hidupnya.
3. Ada di ladang babi. Artinya jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa! Dosa makan minum dan kawin mengawinkan.
II Petrus 2:22
2:22 Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: "Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya."
Hanya hidup berkubang dengan dosa. Betul-betul dia sudah menikmati hidup dalam dosa, mengarah pada Babel, gereja palsu, mempelai wanita setan yang akan dibinasakan. Inilah yang terjadi kalau hidup itu sudah menikmati berkat jasmani dan rohani tetapi banyak menuntut, akhirnya di kepalai roh jahat dan roh najis. Dia terhilang dari hadirat Tuhan, jauh dari Tuhan, hidupnya hanya berfoya-foya, salah menggunakan berkat, kering, menderita lahir batin dan jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa. Dosa makan minum dan kawin mengawinkan, semua sudah dibuat! Mengarah pada Babel, gereja palsu, mempelai wanita setan. Ini hidupnya betul-betul sudah hancur.
Syukur kepada Tuhan, di ladang babi anak bungsu ini ingat makanan di rumah Bapa. Ini yang sanggup menolong kita yaitu makanan Firman. Syukur kalau disaat rohani itu sudah terpuruk hancur-hancuran, bahkan sudah habis dihajar Tuhan, tetapi masih ingat makanan Firman, masih ada harapan untuk ditolong. Hati nurani kita tidak bisa menipu. Memang kelihatan sudah hancur-hancuran hidupnya, tetapi sebenarnya di hati nuraninya masih ada sedikit ingatan akan Firman Tuhan. Itu yang menolong bisa kembali! Kalau ada suara hati kita yang mengingatkan kita akan Firman, jangan dilawan. Kalau ada suara hati nurani kita yang mengingatkan kita akan Firman Tuhan, jangan dilawan! Kalau ada suara ayo kembali, bertobat, layani Tuhan, jangan dipadamkan suara hati itu. Itu cara Tuhan untuk mengembalikan kita.
Bapak ibu yang dulu hidupnya hancur-hancuran lalu bisa kembali, ingat, ada suara di hati yang mendorong kita untuk kembali. Dulu saya ada suara di hati ‘kamu anaknya hamba Tuhan’ apalagi ketika membaca surat dari orang tua, bagaimana keluhan mereka kepada Tuhan selama ini gara-gara saya. Suara di hati itu semakin keras, bertobat, kembali kepada Tuhan. Puji Tuhan saya mau mengikuti suara Firman, mau kembali, mau melayani Tuhan. Kalau tidak sudah habis saya!
Firman yang mendorong kita untuk kembali ke ladang Bapa, kembali beribadah, kembali layani Tuhan. Siang ini mungkin ada yang sudah jauh, sudah hancur-hancuran, ada suara di hatimu yang mengatakan kembali beribadah, kembali layani, jangan disumbat suara itu, jangan dipadamkan suara itu.
Proses kembali kepada Bapa:
1. Ingat Firman. Waktu Tuhan ingatkan kita akan Firman, saat itu Tuhan sedang menunggu kita dengan kasih setiaNya. Bapa selalu menunggu kapan anakku ini pulang. Begitu dia melihat anaknya pulang, dia langsung lari dari jauh untuk mendapatkan anaknya. Bapa di Sorga selalu menunggu kita. Ingat Firman yang dulu kita dengar. Kalau kami dari Lempinel, ingat apa yang dulu diajarkan di situ.
2. Kalau sudah diingatkan oleh Firman Tuhan, segera bertindak. Begitu dia ingat makanan di rumah bapa segera bertindak kembali ke rumah Bapa, jangan ditunda-tunda. Kalau kita tunda-tunda, setan tidak akan membiarkan kita pulang, dia mau kurung.
Yesaya 14:17
14:17 yang telah membuat dunia seperti padang gurun, dan menghancurkan kota-kotanya, yang tidak melepaskan orang-orangnya yang terkurung pulang ke rumah?
Ayat di atas ini tentang raja Babel, itulah gambaran Lucifer. Dia tidak mau melepaskan orang yang sudah dia kurung untuk kembali ke rumah. Makanya kita harus bertindak.
Lukas 15:18,21
15:18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
15:21 Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
Apa tindakan kita? Mengaku dosa! Dosa yang merah seperti kirmizi bisa Tuhan hapus menjadi putih seperti salju. Dalam kitab Yeremia, bangsa Israel yang sudah murtad, Tuhan katakan kembalilah, hanya akui kesalahanmu. Tindakan kita mengaku kepada Tuhan, saya sudah salah, saya seperti babi, seperti anjing! Minta ampun kepada Tuhan dan kepada sesama.
Yeremia 3:12
3:12 Pergilah menyerukan perkataan-perkataan ini ke utara, katakanlah: Kembalilah, hai Israel, perempuan murtad, demikianlah firman TUHAN. Muka-Ku tidak akan muram terhadap kamu, sebab Aku ini murah hati, demikianlah firman TUHAN, tidak akan murka untuk selama-lamanya.
Murtad ini sudah tinggalkan pengajaran bahkan sudah tinggalkan Yesus. Kalau ada saat ini yang mendengar Firman secara virtual, yang sudah meninggalkan pengajaran, sudah tinggalkan Yesus, masih disuruh kembali, masih diberi kesempatan!
Yeremia 3:13
3:13 Hanya akuilah kesalahanmu, bahwa engkau telah mendurhaka terhadap TUHAN, Allahmu, telah melampiaskan cinta berahimu kepada orang-orang asing di bawah setiap pohon yang rimbun, dan tidak mendengarkan suara-Ku, demikianlah firman TUHAN."
Tindakan kita segera minta ampun. Begitu mendengar Firman, saya langsung segera bertindak, saya telpon orang tua, saya cerita dan mengakui semua apa yang saya buat. Waktu itu jawaban dari papa ‘Firman sudah sampai sama ngana anakku, mari kita berdoa’. Saya terima kasih kepada Tuhan, saya orang berdosa masih bisa kembali, masih bisa ditolong oleh Tuhan.
Yang sudah hilang ayo pulang. Bapa masih buka tangan masih mau memeluk kita. Bayangkan dari ladang babi, busuk, bapa masih mau memeluk. Jangan ikuti suara daging, ah tidak mungkin saya diampuni, saya sudah hancur-hancuran, biar saya jo begini. Jangan! Ayo pulang, segera kembali. Mungkin ini panggilan terakhir bagi bapak, ibu, saudara sekalian. Kalau tidak dihargai, sudah tidak ada lagi panggilan. Mari pulang, kembali melayani Tuhan.
Lukas 15:23
15:23 Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.
Bapa menyediakan anak lembu tambun. Lembu tambun korban pendamaian.
I Yohanes 4:10
4:10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.
Bapa di Sorga menyediakan korban pendamaian, korban yang sempurna bagi kita, itulah Korban Kristus Yesus untuk mengampuni kita. Ketika kita berniat kembali, jarak yang begitu jauh sudah kita tinggalkan Tuhan, dipangkas oleh Tuhan. Begitu Bapa melihat anak bungsu itu datang, bapa itu lari menyongsong dia. Mungkin tadinya jarak 200 meter, bapaknya lari jadi tinggal 100 meter, sudah terpangkas jaraknya.
Tuhan menanti kita, Dia mau berdamai dengan kita. Bapa itu lebih baik mengampuni dari pada menghukum kita.
3. Lukas 15:21
15:21 Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
Ini bukan bahasa putus asa. Aku tidak layak lagi disebut anak bapa artinya tidak menuntut apa-apa lagi, hidupku ini hanya untuk melayani Tuhan, hanya untuk menghamba, hanya untuk mengabdi kepada Tuhan.
Lukas 15:19
15:19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
Dulu begitu banyak waktu saya gunakan untuk kesenangan daging, sekarang saya mau gunakan waktu yang sisa untuk melayani Tuhan. Kalau lihat perkembangan dunia, Israel dan Amerika sudah serang Iran. Iran sudah balas juga, berapa bomnya tembus ke Israel. Perang sudah terjadi! Peperangan ini akan lebih besar lagi. Betul-betul dunia ini sudah mau binasa, Yesus sudah mau datang. Sekarang ini baru 3 negara. Kalau dibaca dalam kitab Wahyu peperangan ini melibatkan 200juta tentara. Perang ini menggunakan 3 senjata yaitu:
a) Api, senjata api sudah digunakan.
b) Asap, itulah bom.
c) Belerang, senjata kimia. Ini yang akan digunakan.
Sekarang ini masih ada waktu yang sisa.
I Petrus 4:2-4
4:2 supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.
4:3 Sebab telah cukup banyak waktu kamu pergunakan untuk melakukan kehendak orang-orang yang tidak mengenal Allah. Kamu telah hidup dalam rupa-rupa hawa nafsu, keinginan, kemabukan, pesta pora, perjamuan minum dan penyembahan berhala yang terlarang.
4:4 Sebab itu mereka heran, bahwa kamu tidak turut mencemplungkan diri bersama-sama mereka di dalam kubangan ketidaksenonohan yang sama, dan mereka memfitnah kamu.
Ayo kembalilah, waktu yang sisa gunakan untuk melayani Tuhan. Tidak tahu kapan Tuhan datang, yang pasti sudah di ambang pintu.
Begitu kita mau kembali kepada Tuhan ada hasilnya:
1. Lukas 15:22
15:22 Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.
Diberikan pakaian yang terbaik, jubah indah, itulah jabatan pelayanan.
Efesus 4:11-12
4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,
Kalau kita mau kembali, Tuhan sudah siapkan jubah untuk kita, jubah maha indah, jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus, untuk kita dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Satu rasul yang mengakui bahwa dia orang paling berdosa itulah rasul Paulus. Tetapi karena dia mau datang kepada Tuhan, dia mau bertobat, dia diberi jubah dan dipakai oleh Tuhan. Surat-suratnya ada begitu banyak dalam Alkitab. Dia orang paling berdosa tetapi mendapat kasih karunia Tuhan. Tuhan perlengkapi dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus.
Jangan hakimi orang-orang yang sudah hancur seperti si bungsu, sebab masih diberikan kesempatan kembali. Jangan sampai kita seperti si sulung. Si bungsu hilang di ladang babi. Si sulung hilang di dalam ladang bapa, sementara dia melayani dia terhilang. Yang bungsu masuk sorga, sulung di luar, bersungut-sungut di situ.
Jangan merasa saya orang suci, saya gembala, saya anggota zangkoor, dia itu orang berdosa, jangan anggap dia, hindari dia, orang najis itu, jangan kasih masuk gereja. Orang yang dibilangi itu bisa kembali di ladang Tuhan. Yang merasa suci dia malah di luar, tidak masuk pesta. Jadi jangan menghakimi! Doakan orang yang hancur-hancuran, gumuli, nasihati, bawa kepada Tuhan, dia bisa dipakai Tuhan dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus.
Di Lempinel isteri saya satu angkatan dengan pembunuh, dia bunuh sendiri isterinya, tetapi dipanggil Tuhan untuk melayani. Kalau diangkatan saya pembunuh bayaran, sampai sekarang masih melayani. Jadi masih ada kesempatan untuk mendapatkan jubah indah. Tuhan mau perlengkapi dengan jubah indah, mau dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh kristus.
2. Diberikan sepatu.
Efesus 6:16
6:16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,
Hasilnya ada keubahan hidup. Dulu menuntut, sekarang punya sepatu, kerelaan berkorban untuk ibadah pelayanan. Bangsa Israel berjalan di padang gurun selama 40 tahun, kasutnya tidak rusak. Biarpun kita berada di padang gurun dunia yang sulit sukar ini, kalau ada kerelaan hati untuk berkorban, sepatu kita tidak rusak, kita dipelihara. Tidak hilang apa yang kita korbankan itu sebab Tuhan memelihara kita.
Ulangan 29:5
29:5 Empat puluh tahun lamanya Aku memimpin kamu berjalan melalui padang gurun; pakaianmu tidak menjadi rusak di tubuhmu, dan kasutmu tidak menjadi rusak di kakimu.
Kita terus dipakai sampai mencapai Kanaan. Artinya betul-betul dipelihara oleh Tuhan. Kita melayani tidak dirugikan.
3. Diberi cincin. Cincin bicara meterai, tanda cinta kasih Tuhan, cinta yang sekuat maut! Artinya kasih Tuhan yang sekuat maut sanggup untuk menyucikan dan mengubahkan, menyempurnakan kita menjadi Mempelai WanitaNya.
Kidung Agung 8:5-6
8:5 Siapakah dia yang muncul dari padang gurun, yang bersandar pada kekasihnya? — Di bawah pohon apel kubangunkan engkau, di sanalah ibumu telah mengandung engkau, di sanalah ia mengandung dan melahirkan engkau.
8:6 — Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!
Jadi kita tidak akan pernah mundur mengiring Tuhan. Apapun yang kita hadapi bahkan menghadapi maut sekalipun, kasih kita tidak pernah pudar, tetap menyala, tetap mau melayani Tuhan, sebab kita tahu tujuan akhir kita untuk masuk pesta nikah Anak Domba, menjadi Mempelai Wanita Tuhan Yesus. Tuhan membawa kita pada pernikahan Anak Domba Allah, masuk kerajaan 1000 tahun damai dan masuk kerajaan Sorga yang kekal, Yerusalem yang baru.
Ingat kembali Firman yang dulu kita dengar dan segera bertindak kembali kepada Tuhan. Dia sedia menunggu dan menanti kita. tanganNya dia buka lebar, Dia mau menerima kita. Sudah hancur-hancuranpun, nikah sudah hancur, semua hancur, Tuhan masih menunggu untuk kita kembali, hanya akui kesalahan kita.
Yeremia 3:12-13
3:12 Pergilah menyerukan perkataan-perkataan ini ke utara, katakanlah: Kembalilah, hai Israel, perempuan murtad, demikianlah firman TUHAN. Muka-Ku tidak akan muram terhadap kamu, sebab Aku ini murah hati, demikianlah firman TUHAN, tidak akan murka untuk selama-lamanya.
3:13 Hanya akuilah kesalahanmu, bahwa engkau telah mendurhaka terhadap TUHAN, Allahmu, telah melampiaskan cinta berahimu kepada orang-orang asing di bawah setiap pohon yang rimbun, dan tidak mendengarkan suara-Ku, demikianlah firman TUHAN."
Waktu sudah mau berakhir, mungkin ini seruan terakhir kepada kita untuk kembali. Kalau kita mau buka hati, kita mau kembali maka Tuhan berikan jubah, Tuhan berikan sepatu dan Tuhan berikan cincin, kita bisa masuk pesta nikah Anak Domba Allah. Tetapi kalau masih tidak di dengar, tinggal menunggu cawan murka dicurahkan, hukuman dijatuhkan!
Tuhan Yesus memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar