20220806

Kebaktian Doa, Sabtu 6 Agustus 2022 Pdt. Handri Legontu

Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Yohanes 10:16

10:16 Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.

 

Yang dimaksud dengan domba-domba yang lain menunjukan bangsa kafir. Yesus sebagai Gembala yang baik masih memberikan kesempatan kepada kita bangsa kafir untuk menjadi dombaNya. Tadinya kita bangsa kafir seharga anjing dan babi, tetapi oleh pengorbanan Yesus sebagai Gembala yang baik kita bangsa kafir diangkat menjadi dombaNya untuk digembalakan dan dijadikan satu kawanan dengan bangsa Israel. Syarat untuk menjadi satu kawanan harus mendengarkan satu suara yang sama itulah suara Yesus. Sekarang menunjukan Firman pengajaran yang benar. Harus satu pengajaran baru bisa jadi satu kawanan, Firman pengajaran yang benar adalah Firman yang dibuka rahasianya oleh Tuhan, ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Alkitab. Oleh pengorbanan Yesus Gembala yang baik kita bangsa kafir diselamatkan dan menerima pembukaan rahasia Firman ini.

Wahyu 5:5,9

5:5 Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: "Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya."

5:9 Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.

 

Lewat korban Kristus maka kita bangsa kafir boleh menerima pembukaan rahasia Firman yang membawa kita menjadi satu kawanan, satu Tubuh Kristus yang sempurna. Dalam Yohanes 10:3 dikatakan domba-dombanya Tuhan dari bangsa Israel mendengar suara Yesus, di ayat 16 dikatakan domba-dombanya Tuhan dari bangsa kafir juga mendengar suara Yesus, Firman pengajaran yang benar. Jadi baik bangsa Israel maupun bangsa kafir menerima pelayanan yang sama. Sebagai contoh adalah Kornelius bangsa kafir, perwira Italia menerima pelayanan dari Petrus. Kenapa harus Petrus?

Kisah Para Rasul 10:1-6

10:1 Di Kaisarea ada seorang yang bernama Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia.

10:2 Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah.

10:3 Dalam suatu penglihatan, kira-kira jam tiga petang, jelas tampak kepadanya seorang malaikat Allah masuk ke rumahnya dan berkata kepadanya: "Kornelius!"

10:4 Ia menatap malaikat itu dan dengan takut ia berkata: "Ada apa, Tuhan?" Jawab malaikat itu: "Semua doamu dan sedekahmu telah naik ke hadirat Allah dan Allah mengingat engkau.

10:5 Dan sekarang, suruhlah beberapa orang ke Yope untuk menjemput seorang yang bernama Simon dan yang disebut Petrus.

10:6 Ia menumpang di rumah seorang penyamak kulit yang bernama Simon, yang tinggal di tepi laut."

 

Kornelius menerima pelayanan dari Petrus. Kornelius tinggal di wilayah Kaisarea, Dia seorang perwira Italia warga non Yahudi. Dia menerima penglihatan dari Tuhan, ada malaikat datang yang mengatakan bahwa dia harus menerima Petrus untuk melayani dia. Sebenarnya di Kaisarea ada Filipus, tidak perlu memanggil Petrus.

Kisah Para Rasul 8:40

8:40 Tetapi ternyata Filipus ada di Asdod. Ia berjalan melalui daerah itu dan memberitakan Injil di semua kota sampai ia tiba di Kaisarea.

 

Di Kaisarea ada Filipus, tetapi yang Tuhan utus untuk melayani Kornelius adalah Petrus. Petrus adalah tokoh sentral pembangunan Tubuh Kristus pada bangsa Israel. Dalam Kisah Para Rasul pasal 2 ketika terjadi pencurahan Roh Kudus, waktu itu Petrus tampil berkhotbah dan 3000 jiwa dibaptis dari antara orang Israel. Kenapa Petrus yang diutus kepada Kornelius bukan Filipus? Tuhan mau domba-domba dari Israel dari bangsa kafir mendengar satu suara yang sama. Jadi kalau pembangunan Tubuh Kristus dari bangsa Israel dipercayakan kepada Petrus, Tuhan mau juga bangsa kafir menerima pelayanan yang sama, bangsa kafir dibangun menjadi Tubuh Kristus oleh tokoh yang sama. Jadi kalau disimpulkan untuk menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna maka bangsa Israel dan bangsa kafir harus menerima pelayanan yang sama yaitu pelayanan berdasarkan Firman pengajaran yang benar! Ini bukan mengada-ada supaya semua masuk Tabernakel, bukan! Pengajaran ini bukan milik satu organisasi tetapi milik semua gereja karena tertulis di dalam Alkitab, tinggal mau dibukakan atau tidak. Kita gereja-gereja dari bangsa kafir untuk menjadi satu Tubuh Kristus harus menerima satu Firman pengajaran yang benar.

 

Arah kegerakan Firman pengajaran ini sedang menuju kepada bangsa Israel. Kalau mereka sudah menerima dan sudah mantap maka pintu kemurahan kepada bangsa Israel tertutup. Sampai saat ini saya belum mendengar ada dari bangsa Israel asli yang mantap menerima pengajaran ini. Kalau mereka sudah menerima maka tertutuplah pintu kemurahan bagi kita. Sekarang masih ada kesempatan pintu kemurahan masih terbuka, segeralah kita menerima Firman pengajaran yang benar dan segera masuk di dalamnya untuk mengalami penyucian dan pembaharuan, jangan lagi kita menunda-nunda waktu.

 

Dari pelajaran tentang Petrus dan Kornelius ini kita melihat bahwa ada hamba Tuhan yang ditentukan oleh Tuhan dan ada sidang jemaat yang ditentukan oleh Tuhan. Sidang jemaat bisa mendengar Firman pengajaran yang benar karena ada hamba Tuhan yang diutus Tuhan melayani sidang jemaat, bukan diutus manusia apalagi kalau mengutus diri sendiri. Tentu hamba Tuhan yang benar tahbisannya dan hidup di dalam kekudusan. Bukan pendeta yang tidak jelas tahbisannya. Hamba Tuhan yang benar tahbisannya bukan organisasi yang utus tetapi Tuhan yang utus.

Kisah Para Rasul 13:46-47

13:46 Tetapi dengan berani Paulus dan Barnabas berkata: "Memang kepada kamulah firman Allah harus diberitakan lebih dahulu, tetapi kamu menolaknya dan menganggap dirimu tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal. Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain.

13:47 Sebab inilah yang diperintahkan kepada kami: Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya engkau membawa keselamatan sampai ke ujung bumi."

 

Jadi hamba Tuhan ditentukan oleh Tuhan dan jemaat juga ditentukan oleh Tuhan. Kalau istilahnya bapak gembala “orangnya Tuhan” jadi kita harus yakinkan diri kita bahwa kita orangnya Tuhan. Saya sebagai gembala juga harus memantapkan diri bahwa saya adalah utusannya Tuhan, bukan mengutus diri sendiri.

Roma 10:14-15

10:14 Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?

10:15 Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!"

 

Tanda gembala yang ditentukan Tuhan, yang diutus oleh Tuhan.

Mazmur 25:14

25:14 TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.

 

Bergaul karib di sini artinya melayani Tuhan 100% melayani Tuhan sepenuhnya, tekun dalam membaca Alkitab dan berdoa. Sedangkan Alkitab belum habis dipelajari mau belajar lagi kitab yang lain. Tekun membaca Alkitab dan menyembah Tuhan, pasti Tuhan percayakan pembukaan rahasia Firman. Ini pesan rasul Paulus kepada Timotius

I Timotius 4:13

4:13 Sementara itu, sampai aku datang bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar.

 

Yang bersukacita menerima penyucian Firman Tuhan itu orangnya Tuhan. Kalau tidak serius mendengar Firman, marah-marah, tidak terima, bersungut, itu bukan orangnya Tuhan. Jadi hamba Tuhan yang diutus Tuhan dalam tahbisan yang benar itu orangnya Tuhan, sidang jemaat yang dilayani juga orangnya Tuhan.

 

Praktek bangsa kafir yang ditentukan Tuhan menjadi umatNya.

Kisah Para Rasul 10:2

10:2 Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah.

 

1.      Saleh, artinya di sini hidup beribadah kepada Tuhan. Sama dengan setia dan tekun dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan. Mari kita periksa diri kita, mulai dari saya sebagai gembala. Banyak gembala justru tidak hidup beribadah. Jemaat disuruh beribadah tetapi gembala malah ke sana kemari. Kalau seperti itu bukan orangnya Tuhan! Tujuan kita hidup untuk beribadah karena kita sudah ditebus oleh Tuhan dari perbuatan yang sia-sia untuk bisa beribadah kepada Tuhan. Semua aktivitas kita tanpa dikaitkan dengan ibadah menjadi sia-sia. Bapak ibu kerja, kaum muda sekolah tanpa dikaitkan dengan ibadah semua sia-sia, tidak ada gunanya. Mungkin dapat uang, dapat ini, dapat itu tetapi semua sia-sia.

Ibrani 9:14

9:14 betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.

 

2.      Takut akan Tuhan artinya membenci dosa sampai membenci dusta.

Amsal 8:13

8:13 Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.

 

Tadi dikatakan Kornelius dan seisi rumahnya takut akan Tuhan, ini yang harus menjadi pokok doa kita. Doa kita yang utama bukan supaya seisi rumah kita terpelihara, kaya, dapat makan enak, hidup nyaman, bukan itu! Yang menjadi pokok doa kita yang utama seisi rumah kita takut akan Tuhan. Lain kali hanya suami atau isteri, anak-anak tidak. Karena anak-anak diikuti terus maunya akibatnya dia jadi tidak takut Tuhan. Jangan ikuti kehendak anak yang tidak sesuai Firman. Anak itu kepercayaan Tuhan kepada kita. Kalau Tuhan percayakan berarti maksudnya supaya kita jaga dan kita gumuli untuk takut akan Tuhan.

 

Jadi bisa disimpulkan takut akan Tuhan itu menjaga keutuhan nikah dan kesucian nikah kita. Memang akan ada masalah-masalah yang akan muncul tetapi bukan menjadi alasan untuk kita pisah. Justru itu menjadi bahan pergumulan kita, semakin meningkat dalam bergumul supaya seisi rumah kita takut akan Tuhan, terjaga keutuhannya, terjaga kesuciannya.

 

3.      Memberi banyak sedekah, artinya tidak terikat akan uang.

4.      Tidak tunda-tunda waktu untuk makan Firman.

Kisah Para Rasul 10:7-8

10:7 Setelah malaikat yang berbicara kepadanya itu meninggalkan dia, dipanggilnya dua orang hambanya beserta seorang prajurit yang saleh dari orang-orang yang selalu bersama-sama dengan dia.

10:8 Dan sesudah ia menjelaskan segala sesuatu kepada mereka, ia menyuruh mereka ke Yope.

 

Tidak menunda-nunda waktu mempraktekan Firman Tuhan. Di ayat 5 Tuhan katakan suruh orang menjemput Petrus. Di ayat 7 segera dia panggil 2 orang hambanya dan seorang prajurit dan dia utus ke Yope. Ayo jangan tunda-tunda untuk melakukan Firman, Firman disampaikan A langsung lakukan, Firman disampaikan B langsung dikerjakan.

 

5.      Kisah Para Rasul 10:24

10:24 Dan pada hari berikutnya sampailah mereka di Kaisarea. Kornelius sedang menantikan mereka dan ia telah memanggil sanak saudaranya dan sahabat-sahabatnya berkumpul.

 

Tidak egois, tidak menikmati keselamatan hanya untuk diri sendiri tetapi bersaksi, dimulai dari bersaksi kepada sanak keluarga kita. Kita sudah menerima Firman pengajaran, jangan egois itu bukan hanya untuk diri kita sendiri, masih banyak sanak keluarga kita yang belum menerima. Kepada mereka kita bagikan berkat rohani ini supaya mereka juga diselamatkan. Jangan putus asa kalau mereka belum menerima, didoakan.

 

Saya yakin Firman yang ditaburkan tidak akan kembali dengan sia-sia, pasti akan ada hasilnya. Saat ini mereka menerima penaburan mungkin belum bertumbuh, tetapi yakin pasti ada hasilnya di waktunya Tuhan. Yang penting kita sudah meniup terompet menyampaikan supaya mereka bisa menerima.

 

Kalau 5 praktek ini ada maka kita akan menerima lawatan Tuhan. Ada 3 tahap lawatan Tuhan kepada Kornelius dan juga kepada kita.

1.      Kisah Para Rasul 10:1-4

10:1 Di Kaisarea ada seorang yang bernama Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia.

10:2 Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah.

10:3 Dalam suatu penglihatan, kira-kira jam tiga petang, jelas tampak kepadanya seorang malaikat Allah masuk ke rumahnya dan berkata kepadanya: "Kornelius!"

10:4 Ia menatap malaikat itu dan dengan takut ia berkata: "Ada apa, Tuhan?" Jawab malaikat itu: "Semua doamu dan sedekahmu telah naik ke hadirat Allah dan Allah mengingat engkau.

 

Ada lawatan Tuhan lewat malaikat kepada Kornelius. Dulu malaikat dari sorga yang dilihat Kornelius, sekarang bagi kita malaikat menunjuk gembala. Jadi lawatan pertama bagi kita adalah dituntun masuk dalam penggembalaan. Kalau kita berada di dalam penggembalaan sampai sore ini berarti kita sedang menerima lawatan Tuhan.

 

2.      Lawatan kedua rasul Petrus datang. Rasul kaitannya dengan pengajaran, jadi rasul Petrus menunjuk hamba Tuhan yang dipercaya Tuhan Firman pengajaran yang benar. Jadi pada lawatan Tuhan yang kedua ini Tuhan tidak menuntun kita kepada penggembalaan yang asal, tetapi Tuhan akan menuntun kita ke penggembalaan yang dibina oleh Firman pengajaran yang benar, yang ditangani oleh hamba Tuhan yang benar tahbisannya. Saya bukan mengedepankan diri, sidang jemaat bisa menilai sendiri. Terutama isteri saya yang tahu bagaimana tahbisan pelayanan saya. Kalau saya tidak benar dalam hal tahbisan, berarti bapak ibu datang pada penggembalaan yang salah, alamatnya tidak tepat. Namun kalau bapak ibu menilai dan melihat kehidupanku mempertahankan tahbisan yang benar, mantapkanlah diri untuk tergembala. Saya bukan mau mengedepankan diri, ini tanggung jawab di hadapan Tuhan. Sidang jemaat yang sudah ditebus oleh Tuhan itu, Tuhan arahkan masuk di dalam penggembalaan yang benar, ada pengajaran dan hamba Tuhan yang benar tahbisannya. Saya sebagai hamba Tuhan harus mengawasi diri dan mengawasi pengajaran, jangan sampai sidang jemaat sudah jauh-jauh datang ternyata salah alamat sehingga bukan dituntun ke dalam kandang penggembalaan terakhir tetapi dituntun masuk aniaya antikristus!

 

Tuhan yang tahu bagaimana hidup saya. Dan saya selalu berdoa Tuhan jangan ada satupun dari sidang jemaat yang akan tertinggal dan binasa sebab satu jiwa harganya mahal. Bukan enak-enak waktu dipercayakan jemaat yang banyak lalu pikirannya hanya pada rupiah, jangan seperti itu!

I Timotius 4:16

4:16 Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.

 

Selalu doakan saya sebagai gembala untuk bisa bertahan dalam tahbisan yang benar dan mempertahankan pengajaran yang benar. Apa artinya banyak jiwa tetapi tahbisan tidak benar, ajarannya sudah menyimpang. Mau dibawa jiwa-jiwa itu? Hanya dibawa pada pembantaian antikristus. 1 jiwa itu seharga Korban Kristus jadi harus ditangani dan dilayani dengan serius.

 

3.      Kisah Para Rasul 10:44-46

10:44 Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu.

10:45 Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga,

10:46 sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah. Lalu kata Petrus:

 

Lawatan ketiga Roh Kudus tercurah. Artinya rohani kita bertumbuh dan menghasilkan buah-buah rohani yang berkenan kepada Tuhan. Mulai dari buah pertobatan.

Matius 3:8

3:8 Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.

 

Kemudian bertambah buahnya, buah terang yaitu keadilan, kebenaran dan kebaikan.

Efesus 5:9

5:9 karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran,

 

Sampai puncaknya menghasilkan buah-buah roh itulah gambar Allah Tritunggal. Jadi bisa dilihat saya masuk penggembalaan yang benar dan tepat yang dibina oleh hamba Tuhan yang benar tahbisannya, bisa dilihat dari buahnya. Pasti ada buah-buah yang berkenan kepada Tuhan.

Galatia 5:22-23

5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,

5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

 

Kasih, sukacita dan damai sejahtera itu gambar Allah Bapa

Kesabaran, kemurahan dan kebaikan itu gambar Anak Allah

Kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri itu gambar Allah Roh Kudus.

 

Kalau kita menghasilkan 9 buah roh ini berarti kita memiliki tabiat Allah Tritunggal kembali segambar dengan Allah.

 

Jika kita punya 5 praktek yang ditentukan Tuhan maka kita akan dilawat oleh Tuhan, dibawa masuk dalam penggembalaan yang benar, penggembalaan yang bina oleh Firman pengajaran yang benar, ditangani oleh hamba Tuhan yang benar tahbisannya. Dan rohani bertumbuh menghasilkan buah-buah rohani.

 

Tadi Kornelius dan seisi rumahnya selamat, ini bicara keselamatan mempelai. Jadi tujuan lawatan Tuhan adalah supaya kita mengalami keselamatan mempelai. Artinya menjadi mempelai wanita Tuhan yang selamat dari antikristus dan selamat dari penghukuman Tuhan atas dunia ini. Mari kita bawa diri kita untuk digembalakan, terima pengajaran supaya kita semakin disucikan, semakin dibaharui sehingga ada buah-buah yang bisa kita hasilkan dan berkenan kepada Tuhan, Dan kita akan dituntun untuk menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Ini yang kita rindukan, keselamatan mempelai.

 

Di zaman permulaan ada Nuh sekeluarga yang mendapatkan keselamatan mempelai, dia dengan seluruh keluarganya selamat. Di zaman pertengahan ada Rahab sekeluarga yang selamat. Rahab bukan perempuan yang baik, dia pelacur tetapi bisa selamat sekeluarga, itulah keselamatan mempelai. Di zaman gereja, di zaman Allah Roh Kudus ada Kornelius mengalami keselamatan mempelai. Itu juga yang kita rindukan dan bisa kita alami. Kita menjadi orang yang ditentukan oleh Tuhan untuk masuk pesta nikah Anak Domba Allah. Bukan karena kehebatan, kekuatan dan kegagahan kita tetapi semua hanya karena kemurahan belas kasih Tuhan kepada kita kalau kita boleh dipilih dan ditentukan untuk menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna. Sekali lagi bawa hidup untuk mantap tergembala, nikmati Firman pengajaran, biarlah rohani kita bertumbuh dan menghasilkan buah-buah yang berkenan bagi Tuhan.

 

 

Tuhan Memberkati

 

 

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 081334496911

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar