20220828

Kebaktian Kaum Muda, Minggu 28 Agustus 2022 Pdt. Handri Legontu

Salam damai sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Keluaran 14:3-4

14:3 Maka Firaun akan berkata tentang orang Israel: Mereka telah sesat di negeri ini, padang gurun telah mengurung mereka.

14:4 Aku akan mengeraskan hati Firaun, sehingga ia mengejar mereka. Dan terhadap Firaun dan seluruh pasukannya Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku, sehingga orang Mesir mengetahui, bahwa Akulah TUHAN." Lalu mereka berbuat demikian.

 

Waktu bangsa Israel keluar dari Mesir, sudah mau menyeberang laut Teberau, Firaun mengejar bangsa Israel. Bagi kita sewaktu kita keluar dari perhambaan dosa, daging dan dunia, setan berupaya mengejar kehidupan kita. Bahkan sudah mau masuk baptisan airpun setan terus mencoba mengejar kita. Jadi dia tidak mau kita lepas dari cengkramannya. Memang dulu kita hamba dosa, tetapi oleh darah Yesus kita dilepaskan.

 

Memang jarak kita dengan maut hanya 1 hasta, 1 langkah. Setan penguasa maut terus mengincar kehidupan kita sampai kehidupan kita terjepit. Seperti keadaan Israel, mau ke depan ada laut teberau, ke belakang ada Firaun, kiri kanan padang gurun, tidak bisa lari ke mana-mana. Betul-betul setan mau menghimpit kehidupan kita. Tujuannya apa? Supaya kita berbalik lagi pada perhambaan dosa, daging dan dunia. Setan himpit dengan cara apapun, lewat pacar, lewat ekonomi, lewat apapun dia himpit supaya kita kembali menjadi hambanya. Lalu bagaimana jalan keluarnya lepas dari kejaran setan? Maju ke depan masuk laut Teberau = masuk pengalaman salib. Untuk mengalahkan setan harus masuk dalam pengalaman salib, pengalaman kematian bersama Yesus = menyerah sepenuh kepada Tuhan. Yesus sebelum disalib, betul-betul di taman Getsemani Dia sudah menyerah “biarlah kehendakMu yang terjadi”. Waktu di kayu salib juga Yesus berserah “ke dalam tanganMu kuserahkan nyawaKu”.

 

Praktek masuk pengalaman salib bersama dengan Yesus.

1.      I Petrus 2:24

2:24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

 

Prakteknya di sini yaitu mati terhadap dosa. Jadi saat menghadapi himpitan, itu merupakan kesempatan kita mematikan dosa. Rela sengsara daging untuk berhenti berbuat dosa.

I Petrus 4:1

2:4 Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah.

 

2.      I Petrus 4:12-14

4:12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.

4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.

4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

 

Rela sengsara daging tanpa dosa. Biarlah kita mau menyerah sepenuh kepada Tuhan. Jadilah kaum muda yang punya penyerahan sepenuh kepada Tuhan.

 

Hal ini membuat hati Firaun tambah marah.

Keluaran 14:5

14:5 Ketika diberitahukan kepada raja Mesir, bahwa bangsa itu telah lari, maka berubahlah hati Firaun dan pegawai-pegawainya terhadap bangsa itu, dan berkatalah mereka: "Apakah yang telah kita perbuat ini, bahwa kita membiarkan orang Israel pergi dari perbudakan kita?"

 

Hati Firaun yang keras menjadi lebih keras. Berarti pencobaan yang kita alami akan lebih besar. Tetapi jangan takut, tetap berjalan ke depan, jangan menoleh ke belakang. Terus ikuti jalannya Tuhan, terus ikuti jejaknya Yesus.

 

Pelajaran berikutnya bagi kita, kalau tidak melembut menerima Firman maka kita akan tambah keras, sampai sekeras batu amril. Karena keras hati mempertahankan dosa akhirnya menjadi keras hati seperti batu amril.

Zakharia 7:12

7:12  Mereka membuat hati mereka keras seperti batu amril, supaya jangan mendengar pengajaran dan firman yang disampaikan TUHAN semesta alam melalui roh-Nya dengan perantaraan para nabi yang dahulu. Oleh sebab itu datang murka yang hebat dari pada TUHAN.

 

Tuhan perintahkan kepada bangsa Israel supaya berangkat saja, tidak perlu takut. Kenapa kita tidak perlu takut menghadapi pencobaan? Sebab Tuhan memberikan 2 hal kepada kita:

1.      I Korintus 10:13

10:13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

Yang pertama Tuhan berikan adalah kekuatan ekstra dari sorga, ini melebihi kekuatan dari manusia. Yang penting kita mau melangkah maju ikuti jejak dari Tuhan maka Tuhan berikan kekuatan yang melebihi kekuatan manusia.

 

2.      Tuhan berikan jalan keluar dari segala pencobaan.

 

Dengan 2 hal yang Tuhan berikan ini maka pencobaan besar yang kita alami ini menjadi pencobaan yang biasa.

I Korintus 10:13

10:13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

 

Rumus menghadapi pencobaan:

1.      Jangan putus asa. Kalau belum apa-apa sudah putus asa yah kalah. Kalau dalam pertandingan sudah lihat lawannya tinggi-tinggi, tidak usah putus asa sebab ada kekuatan ekstra dari Tuhan. Apa kekuatan ekstra dari Tuhan?

II Korintus 4:7

4:7 Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.

 

Harta yang dimaksud itu adalah pengajaran. Jangan putus asa sebab pada kita ada kekuatan ekstra dari Tuhan yaitu kekuatan dari Firman pengajaran yang benar. Jadi saat menghadapi pencobaan kita harus banyak mendengar Firman dan dengar-dengaran pada Firman pengajaran yang benar. Sangat salah dan keliru kalau ketika menghadapi himpitan dan masalah malah tidak dengar Firman. Yah digulung kita dengan masalah itu, iman merosot, kasih merosot, sampai binasa. Jangan berkata “saya tidak mampu, saya mau menenangkan diri dulu” salah itu. Justru semakin berat masalahnya mari datang dengar Firman.

 

Selemah apapun kita menghadapi masalah kalau masih mau mendengar Firman pengajaran yang benar pasti tertolong. Sebaliknya, seringan apapun masalahnya kalau tidak mau mendengar Firman pasti hancur. Sekalipun lemah tapi dengar Firman dan dengar-dengaran pada Firman pasti tertolong. Namun kalau sudah lemah, tidak mau lagi dengar Firman, pasti benar-benar hancur.

 

2.      Jangan buat jalan sendiri, melayani tetap pada jalan Tuhan yaitu hidup sesuai Firman. Mungkin ada masalah ekonomi, lalu ada tawaran tanam modal dan sebagainya tetapi tidak sesuai Firman, jangan dilakukan!

II Korintus 4:8-9

4:8 Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa;

4:9 kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.

 

Tetap berada di jalannya Tuhan, biar dianiaya tidak ditinggal sendiri, dihempaskan tidak binasa, karena tetap di jalan Tuhan, hidup menurut kehendak Tuhan.

 

II Korintus 4:10

4:10 Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami.

 

Selesai nanti masalahnya, tinggal tunggu waktunya Tuhan. Untuk menyelesaikan masalah sarana dari dunia semakin terbatas, sementara masalahnya semakin berat, kebutuhan kita makin banyak. Tetapi jangan takut, hiduplah sesuai dengan Firman Tuhan.

 

3.      Menyerah sepenuh kepada Tuhan.

Yohanes 7:6

7:6  Maka jawab Yesus kepada mereka: "Waktu-Ku belum tiba, tetapi bagi kamu selalu ada waktu.

 

Biasanya kita dalam menghadapi masalah kita merasa kenapa belum ditolong dan malah tambah berat. Berarti itu belum waktunya Tuhan. Apa artinya “waktuku belum tiba tetapi bagi kamu selalu ada waktu”.

a)      Bersabar menunggu waktu Tuhan. Katanya menyerah tetapi kenapa tidak sabar. Begitu juga kalau kita belum ditolong Tuhan yah sabar, kan sudah menyerah. Ah sudah botak dan sudah ubanan ini! Yah sabar saja menunggu waktu Tuhan.

b)      Dalam menunggu waktu Tuhan selalu ada waktu untuk kita mengoreksi diri lewat ketajaman Firman. Apa salahku sehingga belum ditolong? Oh masih belum taat kepada orang tua, ayo diperbaiki. Lalu periksa lagi, oh masih kurang tenang. Jadi kalau belum ditolong itu kesempatan bagi kita untuk mengoreksi diri. Sampai sekarang om terus bergumul supaya di Tonusu Tuhan menambahkan jiwa tetapi belum juga ditambahkan. Yah sabar sambil koreksi diri kenapa sampai Tuhan belum menambahkan jiwa. Tunggu waktu Tuhan, sambil periksa diri apa salahku Tuhan, bukan malah menyalahkan orang.

c)      Bagi kita ada waktu untuk menyembah Tuhan. Belum ditolong tambah doa penyembahannya, belum ditolong tambah doa puasa, belum ditolong tambah lagi doa semalaman sampai ditolong Tuhan. Mungkin ada yang bergumul orang tuanya yang belum percaya Yesus, belum terima pengajaran, sabar, terus bergumul, terus berdoa menyembah Tuhan, kita percaya dan mempercayakan hidup kepada Tuhan, mengangkat kedua tangan kepada Tuhan. Tuhan saya tidak bisa, saya tidak mampu, kuatkan saya Tuhan, terserah Engkau Tuhan. Seperti Sadrakh Mesakh dan Abednego sabar menunggu waktunya Tuhan. Serta mereka tetap menyembah Tuhan, ditolong atau tidak ditolong Tuhan, tetap mereka menyembah Tuhan dan tidak mau menyembah patung Nebukadnezar.

Daniel 3:1,6,16-19

3:1 Raja Nebukadnezar membuat sebuah patung emas yang tingginya enam puluh hasta dan lebarnya enam hasta yang didirikannya di dataran Dura di wilayah Babel.

3:6 siapa yang tidak sujud menyembah, akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala!"

3:16 Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.

3:17 Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;

3:18 tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."

3:19 Maka meluaplah kegeraman Nebukadnezar, air mukanya berubah terhadap Sadrakh, Mesakh dan Abednego; lalu diperintahkannya supaya perapian itu dibuat tujuh kali lebih panas dari yang biasa.

 

Jadi inilah 3 rumus menghadapi pencobaan, jangan putus asa sebab ada kekuatan ekstra dari Tuhan dari Firman pengajaran, jangan buat jalan sendiri tetaplah ada di jalan Tuhan tetap hidup sesuai Firman pengajaran, menyerah sepenuh kepada Tuhan. Apa yang dihadapi Sadrakh Mesakh dan Abednego, itu juga persoalan yang kita hadapi di akhir zaman ini. Selain masalah pribadi, masalah dalam keluarga, dalam pekerjaan dan pendidikan serta yang lainnya, yang terberat yang kita hadapi adalah himpitan dalam hal ibadah, antara lain:

1.      Ibadah palsu yang hanya menyukakan daging. Ini sebenarnya himpitan. Tetapi dasarnya orang itu kedagingan dia malah senang. Ibadah palsu itu cirinya memaksa dan mengancam, kalau tidak menyembah patung raja dilempar di api. Sekarang semakin terasa, kami semakin diancam dan dipaksa mengikuti ibadah yang menyukakan daging ini. Ibadah palsu menghasilkan gereja palsu dengan penyembahan palsu, penyembahan pada antikristus.

 

2.      Pemerintah dunia dengan aturan yang keras menghambat aktivitas rohani yang benar. Ini akan semakin terasa di hari-hari terakhir ini. Kalau kita ini karena masih ada di dalam wilayah mayoritas Kristen, jadi belum terasa.

 

Lalu menghadapi himpatan ini kita harus bagaimana? Jangan putus asa, jangan buat jalan sendiri tetap di jalan Tuhan sesuai Firman, menyerah sepenuh kepada Tuhan. Menyerah sepenuh itu mengangkat 2 tangan kepada Tuhan maka Tuhan akan mengulurkan 2 tanganNya kepada kita. Perwujudan 2 tangan Tuhan adalah kuasa Roh Kudus. Hasilnya:

1.      Roma 8:11

8:11 Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.

 

Kuasa Roh Kudus = suara kebangkitan, mampu menghidupkan apa yang sudah mati baik secara jasmani terutama yang rohani. Rohani hidup tandanya kita bisa hidup benar dan suci. Kalau sudah benar dan suci tidak usah takut, menghadapi kematian jasmani = masalah yang sudah buntu, tidak ada jalan keluar, nanti Tuhan yang membangkitkan.

 

2.      Titus 3:5

3:5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

 

Kuasa Roh Kudus mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani, sampai kita bisa kembali pada ciptaan semula yang segambar dengan Allah Tritunggal. Tanda manusia rohani:

Pengkhotbah 7:29

7:29  Lihatlah, hanya ini yang kudapati: bahwa Allah telah menjadikan manusia yang jujur, tetapi mereka mencari banyak dalih.

 

Jadi tanda manusia rohani itu jujur dan taat. Masalah ada, pergumulan banyak. Masa muda itu sebenarnya masa paling indah tetapi banyak juga kaum muda yang terbungkuk-bungkuk menghadapi masalah sampai sudah kelihatan lebih tua dari umurnya sangking beratnya masalah yang dia hadapi. Tuhan mau dalam pencobaan yang kita hadapi Tuhan mau kita tidak putus asa, jangan buat jalan sendiri, menyerah sepenuh kepada Tuhan dan izinkan Roh Kudus bekerja mengubahkan kita menjadi manusia yang jujur dan taat. Kalau sudah jujur dan taat maka kita akan diubahkan sampai sempurna seperti Yesus. Itu mujizat yang rohani maka yakinlah mujizat secara jasmani pasti terjadi. Pencobaan yang besar bagaikan gunung yang besar menjadi rata, selesai semuanya. Biasanya masalah terberat bagi kaum muda itu masalah masa depan dan jodoh. Sudah ada yang ditaksir, orang tua sudah setuju, tetapi kembali lagi masa depan tidak menentu. Jadi orang tua katakan “berteman dulu yah nak” bunga mawar merah merona langsung rontok. Biar keadaan ekonomi kita seperti motor kongkor tetapi kalau jujur dan taat maka seperti melewati jalan rata semuanya bisa dijalani.

 

Zakharia 4:6-7

4:6 Maka berbicaralah ia, katanya: "Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam. 

4:7 Siapakah engkau, gunung yang besar? Di depan Zerubabel engkau menjadi tanah rata. Ia akan mengangkat batu utama, sedang orang bersorak: Bagus! Bagus sekali batu itu!"

 

Iblis begitu gencar mau menghimpit kita dengan pencobaan yang lebih besar dan kekuatan kita sangat terbatas. Jangan kita takut, Tuhan berikan 2 hal yaitu kekuatan ekstra dari Tuhan dan jalan keluar asalkan kita mengikuti rumus dari Tuhan menghadapi pencobaan yaitu jangan putus asa, jangan buat jalan sendiri harus sesuai Firman dan menyerah sepenuh kepada Tuhan. Kita tinggal mengangkat 2 tangan maka tangan Tuhan diulurkan, Roh Kudus dicurahkannya, dengan kuasa kebangkitannya membangkitkan apa yang sudah mati, dengan kuasa pembaharuanNya mengubahkan dari manusia daging menjadi manusia rohani yang jujur dan taat, mujizat rohani terjadi maka mujizat jasmani juga pasti terjadi, masalah yang menggunung besar, pencobaan besar semua rata, selesai semuanya. Tinggal mengangkat tangan, tinggal menyerah saja kepada Tuhan, biar Tuhan saja yang menolong semuanya tepat pada waktuNya.

 

Tuhan Memberkati.

 

 

 

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 081334496911

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com

JADWAL IBADAH

Rabu   :          Ibadah Pendalaman Alkitab dan

Perjamuan Suci → Pk. 17.00

Sabtu    :         Ibadah Doa Penyembahan → Pk. 16.30

Minggu :         Ibadah Raya → Pk. 10.00

            Ibadah Sekolah Minggu → Pk. 16.00

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar