20111109

Kebaktian PA Tabernakel, Rabu 9 November 2011 Pdt. Bernard Legontu


Keluaran 29:15-18
15 Kemudian haruslah kauambil domba jantan yang satu, lalu haruslah Harun dan anak-anaknya meletakkan tangannya ke atas kepala domba jantan itu.
16 Haruslah kausembelih domba jantan itu dan kauambillah darahnya dan kausiramkan pada mezbah sekelilingnya.
17 Haruslah kaupotong-potong domba jantan itu menurut bagian-bagian tertentu, kaubasuhlah isi perutnya dan betis-betisnya dan kautaruh itu di atas potongan-potongannya dan di atas kepalanya.
18 Kemudian haruslah kaubakar seluruh domba jantan itu di atas mezbah; itulah korban bakaran, suatu persembahan yang harum bagi TUHAN, yakni suatu korban api-apian bagi TUHAN.

Dalam perintah untuk mempersembahkan korban lembu maupun di dalam pelaksanaanya tidak ada ditemukan ungkapan “suatu persembahan yang harum bagi TUHAN”. Ketika masuk dalam proses penyembelihan domba jantan yang pertama dan yang kedua ada perkataan persembahan yang harum bagi Tuhan. Dan untuk penyembelihan domba jantan kedua ditambahkan dengan kalimat persembahan timang-timangan atau persembahan unjukan. Mengapa pada korban lembu tidak dikatakan suatu persembahan yang harum bagi Tuhan? Apakah korban lembu tidak harum bagi Tuhan? Tentu saja harum. Korban lembu ini merupakan korban pendamaian dan itu sepenuhnya merupakan tawaran atau perbuatan Tuhan. Ketika manusia jatuh dalam dosa maka tidak ada upaya dari manusia untuk berdamai dengan Tuhan. Dari Tuhanlah datang tawaran untuk berdamai dengan manusia. Karena upaya itu datang dari Tuhan maka Tuhan tidak mengatakan berbau harum, tetapi bila hal itu datang dari manusia maka Tuhan katakan berbau harum.

Roma 3:25
Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.
Roma 5:10
Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!
II Korintus 5:18-19
18 Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.
19 Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.

Semua upaya pendamaian itu datang dari Tuhan dan kita hanya menerima uluran tangan Tuhan. Ketika kita menerima uluran tangan Tuhan maka saat itu kita masuk pada penyembelihan domba yang pertama yang berbicara penyerahan sepenuh. Kehidupan yang menyerah sepenuh kepada Tuhan karena menanggapi uluran tangan Tuhan dalam pendamaian dihadapan Tuhan merupakan persembahan yang harum bagiNya. Adanya penyerahan sepenuh itulah yang membawa bau harum bagi Tuhan, bukan penyerahan setengah-setengah atau penyerahan yang maju mundur.

Sebagai seorang hamba Tuhan sepenuh terlebih lagi gembala sidang jemaat, penyerahan sepenuh ini bukan hanya sebatas pada waktu ibadah dan melayani dari atas mimbar. Ada yang beranggapan salah bahwa penyerahan sepenuh itu hanya sebatas melayani dari atas mimbar dan setelah itu terserah orang tersebut untuk melakukan apa, entah dia berdagang, entah dia bekerja apa, yang penting ketika melayani dia menyerah sepenuh. Itu kebohongan! dan hal yang salah itu banyak terjadi sekarang. Pelayanan seperti itu memang secara manusia terlihat berhasil dan mudah untuk menarik jiwa tetapi tidak dapat membawa sidang jemaat tampil tanpa cacat cela dihadapan Tuhan.

Pelajaran tentang Tahbisan ini tidak ditujukan kepada orang-orang di zaman dulu tetapi kepada kita di zaman akhir ini yang harus tampil tanpa cacat cela saat yaitu kedatangan Tuhan kedua kali.
Hanya sidang jemaat yang ditangani oleh hamba Tuhan yang menyerah sepenuh yang akan berhasil tampil tanpa cacat cela di hadapan Tuhan saat Tuhan datang kedua kali.
Jangan harap sidang jemaat bisa tampil sempurna tanpa cacat cela di hadapan Tuhan bila yang menggembalakan sidang jemaat adalah hamba Tuhan yang tidak menyerah sepenuh, masih mempunyai pekerjaan sambilan dan mata pencaharian yang lain.

Apabila di dalam Alkitab terdapat perkataan “tak bercacat” itu selalu dihubungkan dengan kedatangan Tuhan, baik hal itu dituliskan secara langsung ataupun secara tersirat.

I Korintus 1:8
Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus.
Filipi 1:10
sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus,
I Tesalonika 3:13
Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya.
I Tesalonika 5:23
Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.

Ayat-ayat di atas berbicara secara langsung bahwa gereja Tuhan yang tampil tak bercacat adalah untuk menyambut kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua kali. Berikut adalah ayat-ayat Alkitab yang menuliskan tak bercacat dan secara tidak langsung dikaitkan dengan kedatangan Tuhan kedua kali.
Efesus 5:27
supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.
Kolose 1:22
sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya.
II Petrus 3:14
Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.
Efesus 1:4
Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.

Tanggung jawab seorang hamba Tuhan adalah membawa sidang jemaat tampil tak bercacat di hadapan Tuhan. Apabila hamba Tuhan sungguh-sungguh menyerah sepenuh kepada Tuhan maka itu akan tertular juga kepada sidang jemaat. Sidang jemaat bisa mengerti bahwa ia adalah orang yang sedang digarap oleh Tuhan lewat hamba Tuhan untuk tampil tanpa cacat dan cela di hadapan Tuhan sehingga ada rasa segan untuk melakukan penyelewengan terhadap Firman Tuhan. Bila sidang jemaat telah digembalakan oleh hamba Tuhan yang menyerah sepenuh kepada Tuhan namun masih tetap melakukan penyelewengan terhadap Firman Tuhan maka tinggal menunggu hajaran dari Tuhan bila memang kehidupan tersebut masih dikasihi oleh Tuhan. Bila sudah tidak dihajar oleh Tuhan berarti kehidupan tersebut telah dibiarkan untuk masuk aniaya 3½ tahun antikris.

Supaya seorang hamba Tuhan yang melayani Tuhan fulltime bisa menyerah sepenuh kepada Tuhan baik secara jasmani dan rohani maka harus memiliki iman. Iman inilah yang pernah Tuhan pertanyakan apakah masih akan Ia dapati saat kedatanganNya kedua kali. Apakah menjelang kedatangan Tuhan kedua kali ini masih ada hamba Tuhan sepenuh yang mempunyai iman?
Lukas 18:8
Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"

Bagi kehidupan yang mentahbiskan diri sepenuh kepada Tuhan dan tidak bersandar pada perkara yang lain maka Tuhan sudah memberikan perjanjian bahwa Tuhan yang memelihara kehidupannya.
Bilangan 18:18-19
18 tetapi dagingnya adalah bagianmu sama seperti dada persembahan dan paha kanan.
19 Segala persembahan khusus, yakni persembahan kudus yang dipersembahkan orang Israel kepada TUHAN, Aku berikan kepadamu dan kepada anak-anakmu laki-laki dan perempuan bersama-sama dengan engkau; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya; itulah suatu perjanjian garam untuk selama-lamanya di hadapan TUHAN bagimu serta bagi keturunanmu."

Tuhan yang memberikan perjanjian dengan kehidupan yang menyerah sepenuh kepadaNya dan Tuhan Yesus sendiri adalah jaminannya.
Ibrani 7:22
demikian pula Yesus adalah jaminan dari suatu perjanjian yang lebih kuat.

Bilangan 18:20
TUHAN berfirman kepada Harun: "Di negeri mereka engkau tidak akan mendapat milik pusaka dan tidak akan beroleh bagian di tengah-tengah mereka; Akulah bagianmu dan milik pusakamu di tengah-tengah orang Israel.

Seorang hamba Tuhan sepenuh tidak boleh mempunyai milik pusaka dan tidak boleh mempunyai pekerjaan sampingan karena Tuhan sudah berjanji bahwa Tuhan yang menjamin segala keperluannya.

Bilangan 18:21, 24-28
21 Mengenai bani Lewi, sesungguhnya Aku berikan kepada mereka segala persembahan persepuluhan di antara orang Israel sebagai milik pusakanya, untuk membalas pekerjaan yang dilakukan mereka, pekerjaan pada Kemah Pertemuan.
24 sebab persembahan persepuluhan yang dipersembahkan orang Israel kepada TUHAN sebagai persembahan khusus Kuberikan kepada orang Lewi sebagai milik pusakanya; itulah sebabnya Aku telah berfirman tentang mereka: Mereka tidak akan mendapat milik pusaka di tengah-tengah orang Israel."
25 TUHAN berfirman kepada Musa:
26 "Lagi haruslah engkau berbicara kepada orang Lewi dan berkata kepada mereka: Apabila kamu menerima dari pihak orang Israel persembahan persepuluhan yang Kuberikan kepadamu dari pihak mereka sebagai milik pusakamu, maka haruslah kamu mempersembahkan sebagian dari padanya sebagai persembahan khusus kepada TUHAN, yakni persembahan persepuluhanmu dari persembahan persepuluhan itu,
27 dan persembahan itu akan diperhitungkan sebagai persembahan khususmu, sama seperti gandum dari tempat pengirikan dan sama seperti hasil dari tempat pemerasan anggur.
28 Secara demikian kamu pun harus mempersembahkan sebagai persembahan khusus kepada TUHAN sebagian dari segala persembahan persepuluhan yang kamu terima dari pihak orang Israel. Dan yang dipersembahkan dari padanya sebagai persembahan khusus kepada TUHAN haruslah kamu serahkan kepada imam Harun.

Ulangan 18:1-5
1 "Imam-imam orang Lewi, seluruh suku Lewi, janganlah mendapat bagian milik pusaka bersama-sama orang Israel; dari korban api-apian kepada TUHAN dan apa yang menjadi milik-Nya harus mereka mendapat rezeki.
2 Janganlah ia mempunyai milik pusaka di tengah-tengah saudara-saudaranya; TUHANlah milik pusakanya, seperti yang dijanjikan-Nya kepadanya.
3 Inilah hak imam terhadap kaum awam, terhadap mereka yang mempersembahkan korban sembelihan, baik lembu maupun domba: kepada imam haruslah diberikan paha depan, kedua rahang dan perut besar.
4 Hasil pertama dari gandummu, dari anggurmu dan minyakmu, dan bulu guntingan pertama dari dombamu haruslah kauberikan kepadanya.
5 Sebab dialah yang dipilih oleh TUHAN, Allahmu, dari segala sukumu, supaya ia senantiasa melayani TUHAN dan menyelenggarakan kebaktian demi nama-Nya, ia dan anak-anaknya.

Ini adalah jaminan Tuhan bagi kehidupan yang menyerah sepenuhnya kepada Tuhan karena menyelenggarakan kebaktian atau jaminan Tuhan kepada hamba Tuhan yang bekerja fulltime untuk Tuhan. Karena itu hamba  Tuhan sepenuh tidak perlu takut dan kuatir di dalam pelayanan pekerjaan Tuhan apalagi sampai mempunyai motivasi untuk mencari perkara jasmani di dalam pelayanan.

Ada enam proses yang harus dilakukan dalam pelaksanaan korban sembelihan domba jantan ini.
Pada kesempatan ini kita akan membicarakan empat dari keenam proses tersebut :

1.       Menumpangkan tangan di atas kepala domba
Keluaran 29:15
Kemudian haruslah kauambil domba jantan yang satu, lalu haruslah Harun dan anak-anaknya meletakkan tangannya ke atas kepala domba jantan itu.

Menumpangkan tangan di atas kepala berarti kita yakin dengan sungguh bahwa Tuhan yang adalah kepala merupakan jaminan segala-galanya. Jaminan seseorang yang menahbiskan diri di dalam pelayanan penyelenggaraan ibadah demi membawa umat Tuhan menuju kepada kriteria tanpa cacat cela adalah Tuhan sendiri.

Tangan diletakkan ke atas kepala domba, bukan di badannya atau di ekornya atau di bagian tubuh yang lain. Berarti mempercayakan diri kepada Tuhan Yesus sebagai kepala, menyerah sepenuh kepada Tuhan.
Bila kita mengkaitkan diri dengan Tuhan, dengan kebenaran Firman Tuhan maka kita pasti memperoleh jaminan hidup dalam pemeliharaan Tuhan.

Roma 1:17
Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman."
II Korintus 5:7
-- sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat --

Namun ada orang-orang yang malah melecehkan Firman Tuhan, menganggap tidak benar bahwa ada jaminan kehidupan hanya dengan iman. Orang-orang seperti ini ada di dalam gereja dan sialnya ada yang justru mengaku hamba Tuhan. Mereka tidak yakin bahwa Tuhan sanggup memeliharanya secara ajaib.

1 Raja-raja 17:5-6, 15-16
17:5 Lalu ia pergi dan ia melakukan seperti firman TUHAN; ia pergi dan diam di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan.
17:6 Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu.
17:15 Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya.
17:16 Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.

Habakuk 2:2-4
2 Lalu TUHAN menjawab aku, demikian: "Tuliskanlah penglihatan itu dan ukirkanlah itu pada loh-loh, supaya orang sambil lalu dapat membacanya.
3 Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh.
4 Sesungguhnya, orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya.

Mazmur 10:2-4
2 Karena congkak orang fasik giat memburu orang yang tertindas; mereka terjebak dalam tipu daya yang mereka rancangkan.
3 Karena orang fasik memuji-muji keinginan hatinya, dan orang yang loba mengutuki dan menista TUHAN.
4 Kata orang fasik itu dengan batang hidungnya ke atas: "Allah tidak akan menuntut! Tidak ada Allah!", itulah seluruh pikirannya.

Orang yang tidak percaya jaminan Tuhan adalah orang yang mengolok-olok kebenaran Firman Tuhan. Gembala-gembala yang masih mempunyai pekerjaan-pekerjaan sambilan di hadapan Tuhan adalah orang yang disejajarkan dengan orang fasik. Orang fasik ini bukan berarti orang yang tidak tahu Firman Tuhan, mereka belajar Firman Tuhan tetapi memiliki roh kefasikan karena tidak berharap sepenuhnya kepada Tuhan.
Mazmur 50:16
Tetapi kepada orang fasik Allah berfirman: "Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku, dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu,

Saat kita beriman maka kita disebutkan sebagai anak-anak Abraham dan sebagai anak Abraham harus menjadi berkat bagi orang lain.
Galatia 3:8
Dan Kitab Suci, yang sebelumnya mengetahui, bahwa Allah membenarkan orang-orang bukan Yahudi oleh karena iman, telah terlebih dahulu memberitakan Injil kepada Abraham: "Olehmu segala bangsa akan diberkati."

Kehidupan yang memiliki iman, terlebih lagi seorang hamba Tuhan yang memiliki iman dengan praktek berharap sepenuh kepada Tuhan, pasti menjadi berkat kepada orang lain. Menjadi berkat terhadap orang lain jangan diukur hanya sebatas pemberian secara jasmani sebab orang yang tidak beriman juga bisa memberi. Berkat yang dibicarakan di sini adalah tertularnya perkara-perkara rohani dari seorang hamba Tuhan kepada orang lain. Bila seorang hamba Tuhan sungguh-sungguh menyerah sepenuh kepada Tuhan maka orang lain bisa merasakan nikmatnya berkat rohani yang ia salurkan dan Tuhan juga bisa menikmati penyerahannya sebagai persembahan yang berbau harum bagi Tuhan.

Bagi seorang hamba Tuhan mungkin sudah menyerah sepenuh dalam hal melayani Tuhan dengan fulltime tanpa ada pekerjaan sambilan, tetapi apakah sudah sungguh-sungguh menyerah sepenuh kepada Tuhan saat perasaannya disakiti oleh orang lain? Adakalanya hal itu tidak diserahkan kepada Tuhan, kita yang mau mengambil alih lalu membalas dan mengamuk. Di mana bukti kita menyerah sepenuh kepada Tuhan?
Bukti kita meletakkan tangan di atas kepala domba adalah kita bisa menyerah sepenuh dalam segala hal kepada Tuhan seperti Tuhan Yesus Anak Domba Allah yang menyerah sepenuh. Meskipun dicacimaki dan disakiti Tuhan Yesus tidak mengelak dan tidak membalas namun menyerahkan semuanya kepada Bapa di sorga.

1 Petrus 2:21-23
2:21 Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.
2:22 Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.
2:23 Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.


2.       Domba disembelih
Keluaran 29:16
Haruslah kausembelih domba jantan itu dan kauambillah darahnya dan kausiramkan pada mezbah sekelilingnya.

Saat disembelih domba ini merelakan lehernya untuk kena pedang. Leher adalah hubungan antara kepala dan tubuh. Artinya hubungan kita sebagai tubuh dengan Tuhan sebagai kepala harus ada tanda darah, tanda sengsara untuk merobek keinginan daging. Jangan mengelak pada ketajaman pedang Firman Tuhan yang membuat daging kita mengalami sengsara, jangan mengelak saat mengalami sengsara di dalam ibadah dan pelayanan kita karena itulah tanda darah yang ada di leher. Untuk mewujudkan hubungan kita sebagai Tubuh dengan Tuhan sebagai Kepala, kita harus rela mengalami sengsara.

Ibrani 12:3-6
3 Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.
4 Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah.
5 Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya;
6 karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak."

Bila kita mengelak dari pedang yang berarti mengelak dari tanda darah maka Tuhan memakai cara lain yaitu cambuk untuk menghajar apabila kita masih dikasihiNya.

Sekarang ini di dalam gereja banyak usaha untuk menghindarkan pedang mengenai leher. Mereka menganggap di dunia ini sudah susah mengapa di dalam gereja juga mesti mendengar berita salib yaitu sengsara. Itulah salah satu cara untuk mengkemas berita sehingga menghindarkan tanda darah, sehingga banyak orang yang tertarik. Banyak orang yang beribadah dan melayani untuk menyenangkan keinginan dagingnya bukan untuk menyenangkan hati Tuhan. Sedikit orang yang mau menuju kehidupan tanpa cacat cela, tetapi banyak orang yang mau menghindari pedang Firman Tuhan.


3.       Darah disiram pada mezbah sekelilingnya
Keluaran 29:16
Haruslah kausembelih domba jantan itu dan kauambillah darahnya dan kausiramkan pada mezbah sekelilingnya.

Begitu kita melihat pada mezbah kita melihat lagi darah. Mezbah berbicara ibadah pelayanan, darah berbicara sengsara. Ibadah pelayanan yang benar harus ada tanda darah, harus ditandai sengsara Di sini iblis menipu banyak gereja supaya jangan ada tanda darah dalam ibadah, jangan ada sengsara. Padahal dengan adanya darah maka kita memperoleh berkat Tuhan yaitu pengampunan dosa.

Ibrani 9:22
Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.
Jadi bagaimana ibadah yang tanpa darah? Berarti beribadah tetapi tidak ada pengampunan. Ibadah yang menolak tanda darah atau sengsara sama dengan beribadah namun menolak pengampunan dari Tuhan. Sekalipun ada derita sengsara ketika menyelenggarakan ibadah kita jangan mengelak karena di situ kita menerima berkat Tuhan.

I Korintus 2:2
Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.
Yang dicari oleh Rasul Paulus ditengah-tengah jemaat Korintus bukan perkara yang lain tetapi apakah ada Tuhan Yesus Kristus yang tersalib di antara mereka? Artinya apakah ada tanda darah di dalam ibadah mereka? Adakah pengakuan dosa dan pengampunan dosa di dalam ibadah?

Galatia 6:14
Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia.
4.       Dipenggal-penggal
Keluaran 29:17
Haruslah kaupotong-potong domba jantan itu menurut bagian-bagian tertentu, kaubasuhlah isi perutnya dan betis-betisnya dan kautaruh itu di atas potongan-potongannya dan di atas kepalanya.

Pedang yang sebelumnya menyembelih leher domba selanjutnya memotong-motong dengan bagian-bagian tertentu. Jadi pekerjaan pedang ini bukan mencincang namun memotong-motong dengan bagian-bagian tertentu. Pedang ini berbicara Firman Tuhan. Dalam penyampaian Firman Tuhan jangan hanya seperti mencincang, harus jelas bagian-bagian mana yang harus dipenggal, apa yang harus dipisahkan. Dari perhitungan waktu mencincang ini memakan waktu lebih lama dibandingkan memotong. Di dalam pemanfaatan waktu saat menyampaikan Firman Tuhan kadang lebih banyak memakai cara mencincang dari pada memotong.

Markus 1:16-20
16 Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
17 Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."
18 Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.
19 Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu.
20 Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.

Petrus, Andreas, Yohanes dan Yakobus mempunyai ibu dan bapa, mempunyai rumah dan ladang, mempunyai saudara laki dan saudara perempuan. Mereka merasakan pengalaman dipotong, dipisahkan dari hal-hal tersebut. Sekarang kita juga harus dipisahkan dari perkara-perkara tersebut dalam pengertiannya secara rohani. Ketika Tuhan memanggil keempat orang tersebut untuk dipenggal, dipisahkan, mereka mengalami perubahan drastis. Sebelumnya mereka hidup dari apa yang diciptakan oleh Tuhan namun setelah panggilan Tuhan datang mereka meninggalkan semuanya itu dan mengikuti Tuhan sang Pencipta. Berarti mereka benar-benar meletakkan hidup mereka di atas kepala, mempercayakan diri mereka di atas kepala yaitu Tuhan.
Saat itu Tuhan Yesus menyusuri pantai (batas darat dan air) jadi suasana panggilan, bersuasana pemisahan
               
Matius 19:29-30
29 Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal.
30 Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."

Dalam ayat ini kita diajar untuk terpisah dari beberapa hal :
o    Saudara laki-laki, berarti tidak tergiur dengan harta warisan.
Jangan sampai kita mengejar apalagi bertengkar karena warisan.

o    Saudara perempuan, berarti terpisah dengan kesukaan yang duniawi.

o    Bapa atau ibu, berarti terpisah dengan hidup lama, adat istiadat.
1 Petrus 1:8
Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,

o    Ladang, berarti pencaharian atau profesi yang lama, perbuatan yang lama di dalam dosa.

Setelah berbicara tentang pemisahan ini maka selanjutnya Tuhan berbicara tentang pekerja-pekerja kebun anggur yang terdapat dalam Injil Matius 20:1-16. Kisah ini diapit oleh 2 ayat yang berbunyi sama.
Matius 19:30
Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."

Matius 20:16
Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir."
Matthew 20:16 (Terjemahan Inggris)
So the last shall be first, and the first last: for many be called, but few chosen. (banyak yang dipanggil tetapi sedikit yang dipilih)

Banyak orang yang terlibat di kebun anggur tetapi hanya sedikit pekerja yang benar yang bekerja di kebun anggur, itulah kehidupan yang mengerti apa itu pemisahan. Pelayan Tuhan yang benar adalah yang mengerti tentang pemisahan dan jumlahnya hanya sedikit. Supaya pekerja-pekerja yang ada di ladang anggur ini bisa menjadi satu maka harus sama-sama mau untuk dipisahkan dari dunia, dari hidup lama di dalam daging dan dari dosa.



Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar