20111113

Kebaktian Umum, Minggu 13 November 2011 Pdt. Bernard Legontu


Yehezkiel 7:10-13
10 Lihat, harinya sungguh datang: malapetaka akan menimpa, kelaliman bertunas, keangkuhan bertaruk.
11 Kekerasan bersimaharajalela, yang menjadi penopang segala kejahatan. Tidak ada dari mereka yang tertinggal, baik dari kelimpahan mereka maupun dari kemewahannya; kemolekannya pun akan terhapus.
12 Waktunya datang, harinya mendekat! Biarlah si pembeli jangan bergembira dan biarlah si penjual jangan berdukacita, karena kehangatan murka tertimpa atas segala kegemparan mereka.
13 Sebab si penjual tidak akan kembali kepada jualannya, kalaupun mereka masih di tengah-tengah orang hidup, karena kehangatan murka tertimpa atas segala kegemparan mereka dan tidak dapat ditahan lagi, dan seorang pun tidak dapat mempertahankan hidupnya oleh karena kesalahannya.

Perilaku bangsa Israel menyebabkan kesabaran Tuhan habis dan menimpakan murkaNya atas Israel. Jangan kita menyangka kesabaran Tuhan di zaman kemurahan ini tidak akan berakhir. Kesabaran Tuhan pasti akan berakhir sebab itu marilah kita manfaatkan dengan mengambil sikap bertobat.

Roma 2:4-5
2:4 Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?
2:5 Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan.

Yeremia 9:5
Yang seorang menipu yang lain, dan tidak seorang pun berkata benar; mereka sudah membiasakan lidahnya untuk berkata dusta; mereka melakukan kesalahan dan malas untuk bertobat.

Ada empat perilaku bangsa Israel yang adalah gambaran perilaku manusia di zaman akhir yang menyebabkan Tuhan murka dan tidak menarik lagi hukumanNya. Pada kesempatan ini kita akan membahas tiga dari empat perilaku tersebut.

1.       Hidup dalam kelimpahan kemewahan yang dikaitkan dengan pemberhalaan

Bangsa Israel menyalahgunakan kelimpahan kemewahan yang Tuhan berikan. Itu terjadi karena mereka berprinsip bahwa kelimpahan itu adalah hasil upaya mereka sendiri.

Hosea 12:9
berkatalah Efraim: "Bukankah aku telah menjadi kaya, telah mendapat harta benda bagiku! Tetapi segala hasil jerih payahku tidak mendatangkan kesalahan yang merupakan dosa bagiku."
Mereka merasa dirinya tidak bersalah dengan beranggapan bahwa kekayaan itu hanya hasil jerih payahnya sendiri dan melupakan Tuhan yang memberi kekuatan.

Ulangan 8:17
 Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini.
Tuhan melarang untuk berkata bahwa kekayaan itu adalah hasil jerih payah kita sendiri, bahkan hal itu jangan sampai terucapkan di dalam hati sekalipun. Sama seperti orang kaya di dalam Injil 12 yang hanya berucap di dalam hati.

Lukas 12:16-20
16 Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: "Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya.
17 Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku.
18 Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.
19 Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!
20 Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?

Ulangan 8:18
Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.

Kelimpahan kekayaan yang kita nikmati adalah bukti bahwa Tuhan telah melakukan janjiNya. Keberhasilan kita dalam bekerja dan memperoleh kekayaan adalah bagian dari janji Tuhan. Oleh sebab itu jangan sampai kita lupa akan Tuhan dan kekayaan itu jangan diberhalakan.
Dengan kata lain manfaatkanlah berkat-berkat Tuhan yang saudara terima untuk hormat kemuliaan bagi namaNya.

Amsal 3:9
Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu,

tanda kita sudah masuk di negeri yang dijanjikan Tuhan
Ulangan 26:2-3
26:2 maka haruslah engkau membawa hasil pertama dari bumi yang telah kaukumpulkan dari tanahmu yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, dan haruslah engkau menaruhnya dalam bakul, kemudian pergi ke tempat yang akan dipilih TUHAN, Allahmu, untuk membuat nama-Nya diam di sana.
26:3 Dan sesampainya kepada imam yang ada pada waktu itu, haruslah engkau berkata kepadanya: Aku memberitahukan pada hari ini kepada TUHAN, Allahmu, bahwa aku telah masuk ke negeri yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyang kita untuk memberikannya kepada kita.

Ibrani 12:22
Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah,


2.       Mereka mengejar kecantikan atau kemolekan secara lahiriah

Bangsa Israel hanya mengejar kecantikan lahiriah yang sia-sia.
Amsal 31:30
Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji.

Jangan sampai gereja Tuhan hanya mempertontonkan penampilan secara luar, secara jasmani, karena Tuhan menyebutkan itu sebagai kebohongan bahkan disebut sebagai penipuan. Kebohongan berarti itu hanya menyangkut diri kita sendiri namun bila disebut penipuan berarti kita juga menyeret orang lain untuk ikut terlibat dengan kita. Banyak kita temukan bagaimana mengkemas supaya bentuk/penampilan ibadah menjadi molek/indah/cantik, ini adalah pola-pola penipuan yang tidak disadari dan beranggapan bahwa itulah ibadah yang diberkati oleh Tuhan.


3.       Waktu untuk Tuhan hampir tidak ada karena tersita oleh kesibukan jual beli

Yehezkiel 7:12-13
12 Waktunya datang, harinya mendekat! Biarlah si pembeli jangan bergembira dan biarlah si penjual jangan berdukacita, karena kehangatan murka tertimpa atas segala kegemparan mereka.
13 Sebab si penjual tidak akan kembali kepada jualannya, kalaupun mereka masih di tengah-tengah orang hidup, karena kehangatan murka tertimpa atas segala kegemparan mereka dan tidak dapat ditahan lagi, dan seorang pun tidak dapat mempertahankan hidupnya oleh karena kesalahannya.

Ayat di atas bernuansa ejekan Tuhan kepada bangsa Israel yang hanya sibuk dengan kegiatan jual beli. Kesibukan jual beli inilah yang menghalangi manusia datang kepada Tuhan terutama datang pada pesta, ibadah adalah pestanya Tuhan. Bahkan puasapun juga dikatakan adalah pesta. Inilah yang terabaikan oleh bangsa Israel.

Lukas 14:17
Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap.

Zakharia 8:18-19
8:18 Datanglah firman TUHAN semesta alam kepadaku, bunyinya:
8:19 "Beginilah firman TUHAN semesta alam: Waktu puasa dalam bulan yang keempat, dalam bulan yang kelima, dalam bulan yang ketujuh dan dalam bulan yang kesepuluh akan menjadi kegirangan dan sukacita dan menjadi waktu-waktu perayaan yang menggembirakan bagi kaum Yehuda. Maka cintailah kebenaran dan damai!"

Bila kita diundang oleh Tuhan untuk beribadah berarti Tuhan mengajak kita untuk menikmati suasana pesta yang mana dihadapan kita tersaji menu yang istimewa dan yang bergizi itulah Firman Allah. Makanan yang akan kita nikmati saat beribadah adalah makanan yang nikmat, hasil olahan dari tangan Tuhan sendiri.
Pada umumnya akan lebih lama waktu yang digunakan saat menikmati makanan yang lezat dibandingkan saat makan makanan yang biasa saja. Anak Tuhan yang hanya mau mendengarkan Firman Tuhan yang singkat berarti dia tidak mau kerohaniannya menjadi sehat.

Wahyu 5:1
Maka aku melihat di tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta itu, sebuah gulungan kitab, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya dan dimeterai dengan tujuh meterai.

Mazmur 16:11
Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.

Ini yang ada di tangan kananNya makanan yang bergizi yang memberi kekuatan untuk menghadapi trio iblis (daging, dunia dan iblis)

Sebenarnya suasana pesta di dalam ibadah ini yang Tuhan tawarkan tetapi karena kesibukan untuk mengejar keuntungan secara jasmani sehingga tidak ada lagi waktu untuk hadir dalam pestanya Tuhan. Inilah yang membuat Tuhan marah dan mengundang murkaNya. Tuhan tidak akan selalu menyediakan meja dengan sajian menu istimewa di dalamnya, satu ketika meja itu akan kosong. Jangan tunggu Firman Tuhan tidak ada lagi karena disaat itu kesabaran Tuhan juga sudah tidak ada lagi dan yang ada hanyalah murka dan penghukumanNya.

Amos 8:11-12
11 "Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman Tuhan ALLAH, "Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN.
12 Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya.

Sekarang ini sajian di meja Tuhan begitu melimpah. Dalam pelajaran Tabernakel di atas meja roti sajian terdapat dua tumpukan roti yang masing-masing terdiri dari 6 ketul roti. Ini menunjuk 66 kitab dalam Alkitab yang merupakan sajian Tuhan bagi kita. Tiap 1 ketul roti dibuat dari 2 gomer tepung. Artinya saat kita menikmati Firman bersama Tuhan di dalam suasana pesta maka kita pelan-pelan didorong untuk dua menjadi satu, masuk dalam nikah yang rohani. Perjamuan kawin Anak Domba Allah inilah puncaknya pesta.

Sebab 2 gomer jatah untuk satu orang pada hari ke 6 artinya 2 jadi satu.
Keluaran 16:22
Dan pada hari yang keenam mereka memungut roti itu dua kali lipat banyaknya, dua gomer untuk tiap-tiap orang; dan datanglah semua pemimpin jemaah memberitahukannya kepada Musa.

Dua gomer adalah bagian manna untuk tiap orang dari bangsa Israel pada hari yang keenam. Kita sekarang berada pada hari yang keenam, berada dipenghujung akhir jaman di mana dua menjadi satu atau perjamuan kawin Anak Domba ini segera akan menjadi kenyataan. Dan hal ini hanya dapat dinikmati oleh kehidupan yang menghargai pestaNya Tuhan, untuk kita sekarang adalah ibadah.

Wahyu 19:9
Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

Bila tidak mau menghargai undangan pesta Tuhan dalam ibadah maka suatu saat akan berada pada pestanya Tuhan yang lain di mana yang diundang adalah binatang buas itulah antikristus dan orang-orang yang menolak undangan yang pertama/ibadah yang benar itulah yang akan menjadi santapannya binatang buas.

Wahyu 19:17-19
17 Lalu aku melihat seorang malaikat berdiri di dalam matahari dan ia berseru dengan suara nyaring kepada semua burung yang terbang di tengah langit, katanya: "Marilah ke sini dan berkumpullah untuk turut dalam perjamuan Allah, perjamuan yang besar,
18 supaya kamu makan daging semua raja dan daging semua panglima dan daging semua pahlawan dan daging semua kuda dan daging semua penunggangnya dan daging semua orang, baik yang merdeka maupun hamba, baik yang kecil maupun yang besar."
19 Dan aku melihat binatang itu dan raja-raja di bumi serta tentara-tentara mereka telah berkumpul untuk melakukan peperangan melawan Penunggang kuda itu dan tentara-Nya.

Kehidupan yang masuk dalam pesta, yang mau datang beribadah, adalah kehidupan yang akan mengalahkan iblis, nabi palsu dan antikristus sebab ia memiliki Firman Tuhan yang dia konsumsi ketika masuk dalam pestaNya Tuhan. Makanan yang Tuhan sajikan memang lezat bagi jiwa dan roh tetapi sakit bagi daging kita. Itu sebabnya banyak orang yang menolak.

Ada 2 praktek jual beli dalam pengertian rohani :
a.       Membeli dan menjual kebenaran.
Amsal 23:23
Belilah kebenaran dan jangan menjualnya; demikian juga dengan hikmat, didikan dan pengertian.

Kita sudah membeli kebenaran, jangan dijual lagi! Yang terjadi dalam kegiatan jual beli adalah kita memiliki sesuatu kemudian kita lepas kemudian kita beli lagi lalu dilepaskan lagi dan begitu seterusnya. Itu sama dengan kerohanian yang maju mundur. Ketika kita sudah mendapatkan kebenaran dan hidup dalam kebenaran kemudian melepaskan lagi itu sama dengan melawan Firman Tuhan, melawan Tuhan.

Perhatikan prilaku kita saat berada dalam pestaNya Tuhan, bagaimana sikap kita ketika sedang mendengarkan Firman Tuhan, jangan sampai tidak serius mendengarkan Firman Tuhan. Saat kita berada di dalam ibadah dan menerima Firman Tuhan saat itu sifat karakter kita dibentuk oleh Firman Pengajaran agar kita menjadi anak Tuhan yang siap untuk menjadi mempelaiNya.

Ternyata Alkitab mengatakan ada hamba Tuhan menjajakan kebenaran untuk meperoleh keuntungan secara jasmani.
II Korintus 2:17
Sebab kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah. Sebaliknya dalam Kristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atas perintah Allah dan di hadapan-Nya.

b.       Membeli dan menjual saudara
Tidak hanya kebenaran yang diperjual belikan namun ada orang yang menjual saudara sendiri.
Nehemia 5:8
Berkatalah aku kepada mereka: "Kami selalu berusaha sedapat-dapatnya untuk menebus sesama orang Yahudi yang dijual kepada bangsa-bangsa lain. Tetapi kamu ini justru menjual saudara-saudaramu, supaya mereka dibeli lagi oleh kami!" Mereka berdiam diri karena tidak dapat membantah.

Upaya Nehemia, hamba Tuhan yang sehat rohaninya, adalah untuk menebus sesama anggota tubuh Kristus. Namun ada yang menjual saudaranya, mencari keuntungan dari saudaranya.
Menjual saudara berarti membuat saudaranya itu terputus hubungan dengan dia dan di sisi lain dia memperoleh keuntungan seperti yang dilakukan saudara-saudara Yusuf kepada Yusuf.

Bukan tanpa akibat bila seseorang menjual saudaranya atau sahabatnya untuk mengejar keuntungan jasmani, misalnya untuk memperoleh harta jasmani atau nama besar.
Ayub 17:5
Barangsiapa mengadukan sahabatnya untuk mencari keuntungan, mata anak-anaknya akan menjadi rabun.

Bagi seorang gembala yang menjual saudaranya di ladang Tuhan maka mata anak-anaknya secara jasmani akan rabun dan dalam status sebagai bapa rohani maka sidang jemaat juga akan rabun. Artinya mereka hanya  melihat sebatas apa yang ada di dunia ini dan tidak bisa melihat perkara yang rohani.
Akibat dari menjual saudara ini sangat besar.

Dari tiga perilaku bangsa Israel yang mereka lakukan ini menghasilkan tiga perkara yang ada nampak merajalela :

1.       Kelaliman bertunas
Yehezkiel 7:10
Lihat, harinya sungguh datang: malapetaka akan menimpa, kelaliman bertunas, keangkuhan bertaruk.

Lalim ini sama dengan kejam. Hal ini yang tanpa kita sadari sering muncul. Bertunas berarti kelaliman ini tertampak keluar.
Zefanya 3:5
Tetapi TUHAN adil di tengah-tengahnya, tidak berbuat kelaliman. Pagi demi pagi Ia memberi hukum-Nya; itu tidak pernah ketinggalan pada waktu fajar. Tetapi orang lalim tidak kenal malu!

Ratapan 3:22-23
22 Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya,
23 selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!

Kesetiaan dan panjang sabar Tuhan ini tampil setiap pagi tanpa berbuat kelaliman. Tetapi orang-orang lalim malah bertunas, kelalimannya semakin tertampak. Ini yang menyebabkan panjang sabar Tuhan berakhir dan yang ada hanyalah murka dan penghukuman Tuhan. Sebab sebagai balas kasih setia Tuhan, mereka justru menampakkan sifat lalim (kejam) pada sesama (tidak ada kasih).

1 Yohanes 4:7-8
4:7 Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.
4:8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.

Kekejaman ini tanpa kita sadari sering muncul terutama di dalam rumah tangga. Orang tua sering kali tampil tidak bijak di depan anak-anak, tampil dengan kejam. Suami kejam terhadap istri atau sebaliknya.

Bila terus bersikap lalim/kejam maka Tuhan akan mengirim yang lebih kejam untuk membalas.
Yehezkiel 7:24
Aku akan membiarkan datang bangsa-bangsa yang paling kejam dan bangsa-bangsa ini akan mengambil rumah-rumah mereka menjadi miliknya; Aku akan mengakhiri kecongkakan mereka, yang ditimbulkan kekuatan mereka itu, dan tempat-tempat kudus mereka akan dinajiskan.

Roma 1:18
Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman.
Kelaliman ini menindas kebenaran dan hal inilah yang membuat Tuhan tidak bisa lagi melanjutkan kesabaranNya. Orang yang bersikap lalim, bersikap kejam, menindas Firman Tuhan. Bila kita memiliki kebenaran Firman Tuhan jangan takut bila dibenci dan ditindas oleh orang yang lalim, pasti akan ada pembelaan Tuhan.

Yesaya 51:7
Dengarkanlah Aku, hai kamu yang mengetahui apa yang benar, hai bangsa yang menyimpan pengajaran-Ku dalam hatimu! Janganlah takut jika diaibkan oleh manusia dan janganlah terkejut jika dinista oleh mereka.

Roma 1:28-29
28 Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas:
29 penuh dengan rupa-rupa kelaliman, kejahatan, keserakahan dan kebusukan, penuh dengan dengki, pembunuhan, perselisihan, tipu muslihat dan kefasikan.

2.       Keangkuhan bertaruk
Yehezkiel 7:10
Lihat, harinya sungguh datang: malapetaka akan menimpa, kelaliman bertunas, keangkuhan bertaruk.

Keangkuhan bertaruk berarti berakar, tidak nampak kepermukaan. Seringkali keangkuhan dan kesombongan dari seseorang tidak kelihatan karena tersembunyi di dalam tanah hatinya. Keangkuhan dan  Kesombongan yang berakar di dalam hati inilah yang menyebabkan kebenaran Firman Tuhan tidak bisa menggarap kehidupannya, bahkan menghambat pengenalannya akan Tuhan.


2 Korintus 10:5
Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,

Kolose 2:7
Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.
Berakar di dalam Dia (Tuhan Yesus) berarti belajar dari kerendahan hati Tuhan Yesus dan itulah yang menguasai kita, bukannya keangkuhan.

1 Petrus 2:21-23
2:21 Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.
2:22 Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.
2:23 Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.

Yesaya 37:31
Dan orang-orang yang terluput di antara kaum Yehuda, yaitu orang-orang yang masih tertinggal, akan berakar pula ke bawah dan menghasilkan buah ke atas.
Berakar ke bawah berarti mengikuti kerendahan hati Tuhan Yesus, dan setelah itu bisa menghasilkan buah
ke atas, tertampak keluar, ada kesaksian hidup.

Yeremia 17:8
Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.
Kehidupan yang bisa terus berbuah ke atas adalah kehidupan yang selalu dekat pada aliran air yang selalu berada pada jamahan aliran Firman Tuhan. Tidak mengelak dari pekerjaan Firman dalam urapan Roh Kudus.

3.       Kekerasan Merajalela
Yehezkiel 7:11
Kekerasan bersimaharajalela, yang menjadi penopang segala kejahatan. Tidak ada dari mereka yang tertinggal, baik dari kelimpahan mereka maupun dari kemewahannya; kemolekannya pun akan terhapus.

Kekerasan ini mengarah kepada penumpahan darah.
Yehezkiel 7:23
serta memusnahkannya. Sebab negeri itu penuh hutang darah dan kota itu penuh kekerasan.

Bila selalu menampilkan kekerasan maka malapetaka akan mengejar kehidupan tersebut.
Orang yang hidup dalam kekerasan akan seperti hewan buruan dan yang memburu adalah malapetaka.
Mazmur 140:12
Pemfitnah tidak akan diam tetap di bumi; orang yang melakukan kekerasan akan diburu oleh malapetaka.

Apabila dalam diri kita ada perasaan untuk melakukan kekerasan segera hentikan dan berdoa kepada Tuhan mohon untuk dilepaskan dari roh kekerasan ini dan biar Tuhan memberikan kesejukan di dalam hati. Ingat Firman Tuhan bahwa saat kita menghadirkan sikap kekerasan maka saat itu kita menjadi bagaikan binatang buruan yang akan dikejar oleh malapetaka, hidup akan lebih sengsara dan binasa untuk selama-lamanya.

Yehezkiel 7:14-16
14 Tiuplah sangkakala dan sediakanlah segala sesuatu! Tetapi seorang pun tidak maju berperang, sebab kehangatan murka-Ku tertimpa atas segala kegemparan mereka.
15 Pedang ada di luar kota, sampar dan kelaparan ada di dalam. Barangsiapa yang di luar kota akan mati karena pedang, dan barangsiapa yang di dalam kota akan binasa oleh kelaparan dan sampar.

Kekerasan ini yang menyebabkan habisnya kesabaran Tuhan dan yang tampil adalah penghukuman, malapetaka.
Ada tiga malapetaka yang akan mengejar :
a.       Pedang di luar kota
b.       Bela sampar di dalam kota
c.        Kelaparan di dalam kota

Artinya kemanapun pergi baik di dalam ataupun di luar kota malapetaka ini terus memburu dan malapetaka itu tidak akan gagal mengejar. Malapetaka ini akan segera menjadi kenyataan di akhir zaman ini.

Wahyu 6:3-8
3 Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kedua, aku mendengar makhluk yang kedua berkata: "Mari!"
4 Dan majulah seekor kuda lain, seekor kuda merah padam dan orang yang menungganginya dikaruniakan kuasa untuk mengambil damai sejahtera dari atas bumi, sehingga mereka saling membunuh, dan kepadanya dikaruniakan sebilah pedang yang besar.
5 Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketiga, aku mendengar makhluk yang ketiga berkata: "Mari!" Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hitam dan orang yang menungganginya memegang sebuah timbangan di tangannya.
6 Dan aku mendengar seperti ada suara di tengah-tengah keempat makhluk itu berkata: "Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu."
7 Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keempat, aku mendengar suara makhluk yang keempat berkata: "Mari!"
8 Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hijau kuning dan orang yang menungganginya bernama Maut dan kerajaan maut mengikutinya. Dan kepada mereka diberikan kuasa atas seperempat dari bumi untuk membunuh dengan pedang, dan dengan kelaparan dan sampar, dan dengan binatang-binatang buas yang di bumi.

Setelah malapetaka ini turun maka bangsa Israel mau mencari Tuhan namun sudah terlambat, Firman Tuhan sudah tidak ada lagi, keselamatan sudah tidak ada lagi.

Yehezkiel 7:17-18, 25
17 Semua tangan terkulai dan semua orang terkencing ketakutan.
18 Mereka akan mengenakan kain kabung, kekejutan akan meliputi mereka, semuanya akan kehilangan muka dan semua kepala akan digundul sebagai tanda perkabungan.
25 Ketakutan datang, dan mereka mencari keselamatan, tetapi tidak ada.

Jangan tunggu datangnya malapetaka dan aniaya. Sambutlah kegerakan Firman di hari-hari terakhir ini lalu tinggalkan kelaliman, tinggalkan keangkuhan yang menutup hati sehingga tidak dapat mengenal Tuhan dengan benar dan tinggalkan kekerasan.



Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar