20120815

Kebaktian Ucapan Syukur, Rabu 15 Agustus 2012 Pdt. Bernard Legontu




Firman Tuhan disampaikan untuk kita mempersiapkan diri agar terhindar dari murka Tuhan yang akan datang. Dalam kitab Wahyu diceritakan ada 21 murka Tuhan yang akan menimpa dunia akhir zaman dan akan mencapai puncaknya yaitu pada bunyi sangkakala yang terakhir.

Wahyu 19:11-16
11 Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil.
12 Dan mata-Nya bagaikan nyala api dan di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota dan pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorang pun, kecuali Ia sendiri.
13 Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: "Firman Allah."
14 Dan semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia; mereka menunggang kuda putih dan memakai lenan halus yang putih bersih.
15 Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa. Dan Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi dan Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa.
16 Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: "Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan."

Kehidupan yang tidak setuju mendengar Firman adalah orang yang nantinya akan pertama mencari Firman tetapi tidak mendapatkan lagi sebab mengentengkan kesempatan untuk mendengarkan Firman. Mereka sama seperti kehidupan yang mengecilkan Efa dan membesarkan Syikal, artinya mengecilkan pemberitaan Firman namun ketika membicarakan tentang uang bisa sampai lembur.

Ditambah lagi dengan pikiran manusia bahwa kemampuan manusia untuk mendengar kurang lebih satu jam, ini adalah pemikiran manusia. Kalau kita berada di dalam pengaruh urapan Roh Kudus maka tidak bisa dibatasi oleh apapun. Begitu kita memakai logika maka kita tidak akan menemukan hakekat rencana Allah, tetapi yang kita temukan adalah hakekat diri kita untuk binasa sebab tidak menghargai penampilan Firman dalam urapan Roh Kudus. Kalau mengaku adanya Roh Kudus tetapi membatasi pekerjaan Firman itu sama dengan melecehkan Roh Kudus!

Berbicara tentang pasal 19 ini dalam terang Tabernakel terkena tutup pendamaian yang menunjuk usaha Tuhan untuk menolong manusia tetapi banyak manusia yang menolak sehingga harus menerima hukuman.

Wahyu 19:8 àberbicara busana Mempelai Wanita yaitu pakaian kesucian.
Wahyu 19:9 àberbicara makanan yang sehat itulah Firman pengajaran yang sehat.
Kita dijangkau oleh Tuhan untuk diberikan pakaian kesucian dan kita juga diberikan Tuhan makan yang sehat yaitu Firman pengajaran yang sehat.

Wahyu 19:11-16 àberbicara tentang kedatangan Tuhan Yesus kedua kali yang bersifat umum yang disebut Epifania. Sebelum peristiwa Epifania ada peristiwa Parusia yang terjadi menjelang dunia masuk aniaya 3.5 antikris. Ini adalah peristiwa khusus untuk gereja Tuhan yang sempurna yang disingkirkan ke padang belantara. Peristiwa Parusia inilah yang disebut kedatangan Tuhan seperti pencuri.
Matius 24:40-43
40 Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan;
41 kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.
42 Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.
43 Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.

1 Tesalonika 5:2
5:2 karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam.

Kalau gereja Tuhan tidak punya kesiapan hati dan tidak mengerti Firman maka tidak akan masuk pada peristiwa Parusia tetapi hanya masuk pada peristiwa Epifania.

Pada peristiwa Epifania terjadi dua kelompok, kelompok yang akan dihukum dan yang akan bertemu dengan Tuhan di awan-awan yang permai. Ketika gereja Tuhan berada di dalam ancaman maka Tuhan Yesus datang dengan kuasaNya untuk merebut dan menyelamatkan sidang mempelaiNya yang disebut Harpazo. Peristiwa Parusia inilah yang kita nantikan dan berusaha supaya masuk pada pengambilan untuk disingkirkan, jangan sampai tertinggal 3,5 tahun dalam siksa antikris.
Marilah kita menjadi Kristen yang bijaksana.

Syarat untuk menjadi bijaksana:
Ulangan 4:4-6
4 sedangkan kamu sekalian yang berpaut pada TUHAN, Allahmu, masih hidup pada hari ini.
5 Ingatlah, aku telah mengajarkan ketetapan dan peraturan kepadamu, seperti yang diperintahkan kepadaku oleh TUHAN, Allahku, supaya kamu melakukan yang demikian di dalam negeri, yang akan kamu masuki untuk mendudukinya.
6 Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaanmu dan akal budimu di mata bangsa-bangsa yang pada waktu mendengar segala ketetapan ini akan berkata: Memang bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi.

Dalam Wahyu 19:11-16 ada 12 penampilan Tuhan Yesus saat peristiwa Epifania di mana Tuhan datang untuk menghukum:

1.      Menunggang kuda putih
Wahyu 19:11,14
11 Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil.
14 Dan semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia; mereka menunggang kuda putih dan memakai lenan halus yang putih bersih.

Kuda adalah kendaraan untuk perang. Apalagi dikatakan pasukan, pasukan selalu identik dengan perang. Kehadiran Tuhan pada peristiwa Epifania adalah untuk memerangi, jangan sampai  kita berada pada posisi yang akan diperangi oleh Tuhan. Jemaat Pergamus adalah orang Kristen tetapi Tuhan katakan akan memerangi,
Wahyu 2:16
16 Sebab itu bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini.

namun sebelum itu Tuhan tawarkan pertobatan kepada mereka. Jangan sampai kita menolak tawaran Tuhan ini. Orang yang menolak tawaran Tuhan akan diperangi olehNya saat datang kedua kali. Bandingkan ada orang yang bertobat tetapi tidak percaya Yesus, ada yang percaya Yesus tetapi tidak bertobat.

Kenapa Tuhan datang menunggang kuda? Kuda dalam Alkitab memiliki dua pengertian yaitu berbicara hawa nafsu daging dan pekerjaan Roh Kudus. Tetapi penampilan kuda di sini bukan lagi untuk menawarkan kemurahan tetapi memerangi orang-orang yang menolak pekerjaan Roh Kudus. Roh Kudus bekerja untuk menyakinkan kita akan kebenaran, Roh Kudus bekerja untuk membuat kita sadar akan kesalahan.
Yohanes 16:8-10
8 Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;
9 akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku;
10 akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi;

Kalau pekerjaan Roh Kudus ditolak maka akan berubah menjadi musuh yang aktif.
Yesaya 63:10
Tetapi mereka memberontak dan mendukakan Roh Kudus-Nya; maka Ia berubah menjadi musuh mereka, dan Ia sendiri berperang melawan mereka (dengan aktif).

Ayat di atas berbicara tentang kemurahan Tuhan sudah tertutup di zaman Roh Kudus sehingga Roh Kudus tampil seperti itu. Hal ini terjadi sebab selama zaman Allah Bapa, Putra Allah dan Roh Kudus manusia berperilaku seperti ini:
Yesaya 4:4
Oleh karena Aku tahu, bahwa engkau tegar tengkuk, keras kepala dan berkepala batu,

Putih menunjuk kebenaran / kesucian yaitu Firman Tuhan.
Yohanes 17:17
Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.
Setelah berbicara tentang kebenaran baru Tuhan berbicara tentang menjadi satu. Jadi suami dan istri bisa menjadi satu kalau dikuduskan oleh Firman Tuhan. Kalau tidak demikian meskipun di hadapan manusia terlihat satu namun di hadapan Tuhan tidak satu.

Di penghujung akhir zaman ini Tuhan memberikan kepada kita pola ibadah supaya jangan kita salah arah. Jangan sampai kita menolak kebenaran, menolak pekerjaan Firman yang menguduskan kita. Sekalipun kita sekarang masih tertatih-tatih dan belum sampai pada kesempurnaan tetapi kita harus tetap berada pada jalur yang menuju pada arah yang benar. Seperti orang yang menempa pedang, di mana ada api disitulah besi itu ditaruh lalu setelah merah dipukul dengan palu. Begitulah gereja Tuhan yang masuk dalam pengalaman dibakar dan dipalu untuk dibentuk supaya menjadi alatnya Tuhan yang indah.
Jangan sampai berada di luar jalur proses yang Tuhan inginkan terhadap diri kita.
Yeremia 6:29-30
29 Puputan sudah mengembus, tetapi yang keluar dari api hanya timah hitam, tembaga dan besi. Sia-sia orang melebur terus-menerus, tetapi orang-orang yang jahat tidak terpisahkan.
30 Sebutkanlah mereka perak yang ditolak, sebab TUHAN telah menolak mereka!

Berbicara perak berarti berbicara penebusan. Jadi betapa celakanya kalau kita adalah orang yang telah ditebus oleh Tuhan tetapi ditolak oleh Tuhan.

Kebenaran itu yang menyucikan dan akan membawa kita tampil tanpa cacat dan kerut. Firman itu kebenaran dan Roh Kudus itu kebenaran, jadi pekerjaan Firman dan Roh Kudus tidak akan mungkin bertentangan.

Roh Kudus mengagungkan Firman
Yohanes 16:14
Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku.

dan Firman ini yang akan menggarap kehidupan kita bila kita berada di dalam ibadah yang di dalamnya dicurahkan kebesaran Firman Tuhan.
I Yohanes 5:6
Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan Rohlah yang memberi kesaksian, karena Roh adalah kebenaran.

Bagaimana Roh Kudus mengerjakan penyucian? Dengan mengangkat pekerjaan Firman kebenaran yang menyucikan.
Roma 15:16
yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus.
Rasul Paulus adalah rasul spesial yang diangkat oleh Tuhan untuk melayani kita bangsa non Yahudi. Tugasnya begitu berat yaitu untuk membawa gereja kepada suami yang sesungguhnya yaitu Tuhan Yesus Kristus. Dan pekerjaan itu diteruskan secara estafet kepada Timotius dan dilanjutkan kepada yang lain sampai detik ini.

Apa yang menjadi pergumulan Paulus harus menjadi pergumulan hamba-hamba Tuhan, sebab keselamatan jemaat ada pada pundak gembala.
I Timotius 4:16
Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.

Dunia yang begitu memikat ini akan binasa, tetapi Tuhan bermaksud memikat kita lewat kebenaran Firman, lewat pembukaan rahasia Firman supaya kita tertarik kepada Kristus dan kita siap saat Ia datang kembali. Namun ini yang ditolak sehingga Tuhan tampil dengan kuda putih untuk menunjukkan “inilah kebenaran dan kesucian yang Aku berikan untuk menyucikan tetapi kamu tolak”.

II Korintus 3:17
Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.
Kemerdekaan di sini jangan diartikan secara sempit sehingga hanya diarah tujukan kepada kebebasan untuk bergerak saat memuji Tuhan di dalam ibadah. Tetapi yang perlu kita perhatikan apakah kita mengalami pembebasan dari segala belenggu yang membelenggu kehidupan kita secara pribadi, nikah, usaha pekerjaan dan dalam segala sisi kehidupan.

Kalau hanya sebatas kebebasan dalam memuji Tuhan sehingga memuji Tuhan dengan marak dalam ibadah tetapi hidupnya tidak berada di dalam kebebasan sebab masih dalam belenggu dosa, maka nantinya pujian itu akan Tuhan ubah menjadi ratapan. Waspada jangan hanya mengalami kebebasan tubuh tetapi tidak mengalami kebebasan secara batinia.
Amos 8:3
Nyanyian-nyanyian di tempat suci akan menjadi ratapan pada hari itu," demikianlah firman Tuhan ALLAH. "Ada banyak bangkai: ke mana-mana orang melemparkannya dengan diam-diam."

Yang seharusnya pujian dinaikkan dengan demikian:
Mazmur 149:6
Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka, dan pedang bermata dua di tangan mereka,
Pujian dan kekuatan pedang pengajaran Firman Tuhan yang tajam ini harus berjalan bersama-sama, keduanya harus ada dan tidak boleh dipisahkan.

Ibrani 4:12
Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
Ada juga yang mengaku memiliki pedang Firman Tuhan tetapi yang ada di mulutnya bukan lagi pujian pengagungan kepada Tuhan tetapi persungutan dan omelan. Ini juga tidak benar.

2.      Gelarnya adalah Yang Setia dan Yang Benar
Wahyu 19:11
Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil.

Kepada jemaat Laodekia yang kerohaniannya sudah tidak karu-karuan Tuhan tampil dengan gelar Yang Setia dan Yang Benar dengan maksud menawarkan kesetiaan dan kebenaran Allah kepada mereka. Namun dalam Wahyu 19:11 Tuhan tampil dengan gelar ini maksudnya untuk menunjukkan kepada manusia bahwa inilah Kesetiaan dan Kebenaran Tuhan yang mereka tolak.

Oleh sebab itu hargai kesetiaan Tuhan / panjang sabar Allah.
II Timotius 2:11-13
11 Benarlah perkataan ini: "Jika kita mati dengan Dia, kita pun akan hidup dengan Dia;
12 jika kita bertekun, kita pun akan ikut memerintah dengan Dia; jika kita menyangkal Dia, Dia pun akan menyangkal kita;
13 jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya."

Mari kita manfaatkan panjang sabar Allah ini :
2 Petrus 3:9, 15a
3:9 Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.
3:15 Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat

3.      TindakanNya adalah menghakimi dan berperang dengan adil
Wahyu 19:11
Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil.

Tuhan menghakimi dengan adil bukan seperti manusia menghakimi.
Yesaya 11:3-4
3 ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang.
4 Tetapi ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan, dan akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di negeri dengan kejujuran; ia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik.

Jangan kita langsung memberikan label “tidak baik” kepada orang lain hanya karena mendengar dari orang cerita yang buruk tentang orang tersebut. Kalau suka menghakimi hanya dari mendengar cerita orang saja sehingga menyebarkan berita yang tidak benar dan menghamburkan kebencian maka suatu saat akan berhadapan dengan Tuhan yang tampil untuk menghakimi dan berperang dengan adil.

Alangkah bijaknya kalau saat mendengar bahasa yang mendiskreditkan orang lain kita menimbangnya terlebih dahulu apakah benar seperti itu atau tidak dan tidak langsung mengiyakan cerita tersebut. Jangan langsung mempersalahkan karena belum tentu benar apa yang dikatakan orang, seharusnya waspada jangan terlibat:
Amsal 17:15
Membenarkan orang fasik dan mempersalahkan orang benar, kedua-duanya adalah kekejian bagi TUHAN.

Kita harus masuk pada kelompoknya Tuhan yang berperang dengan adil supaya kita ikut meraih kemenangan. Agar kita termasuk pada orang yang ada dipihak Tuhan maka harus menjadi orang yang terpanggil, dipilih dan yang setia.
Wahyu 17:14
Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia."

Terpanggil menunjuk kemurahan Tuhan, di mana mungkin bukan kita yang dituju tetapi ternyata kita yang terpanggil. Kalau dipanggil berarti memang panggilan itu datang untuk orang tersebut maka penyesalan akan lebih besar apabila orang tersebut menolak panggilan Tuhan. Lebih baik sekarang kita menerima panggilan Tuhan dan menghargai FirmanNya.


Amsal 13:13
Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan.

Amsal 16:20
Siapa memperhatikan firman akan mendapat kebaikan, dan berbahagialah orang yang percaya kepada TUHAN.

Amsal 19:16
Siapa berpegang pada perintah, memelihara nyawanya, tetapi siapa menghina firman, akan mati.

Tuhan berperang dengan adil. Apa yang kita perangi juga harus jelas, jangan asal berperang, jangan asal menembak. Seperti raja Yoas, ketika nabi Elisa akan meninggal dia memgang tangan raja Yoas supaya tidak memanah dengan sembarang tetapi ada arah yang jelas yaitu memanah ke sebelah timur.
2 Raja-raja 13:17
serta berkata: "Bukalah jendela yang di sebelah timur!" Dan ketika dibukanya, berkatalah Elisa: "Panahlah!" Lalu dipanahnya. Kemudian berkatalah Elisa: "Itulah anak panah kemenangan dari pada TUHAN, anak panah kemenangan terhadap Aram. Engkau akan mengalahkan Aram di Afek sampai habis lenyap."

Ketika Adam dan Hawa yang jatuh ke dalam dosa mereka dihalau ke timur, Kain lari ke timur setelah membunuh Habel, Babel di bangun di sebelah timur. Jadi artinya yang harus kita perangi adalah gerakan dosa yang begitu bergejolak bukan manusianya.

4.      MataNya bagaikan nyala api
Wahyu 19:12
Dan mata-Nya bagaikan nyala api dan di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota dan pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorang pun, kecuali Ia sendiri.

Mata bagaikan nyala api berarti bagi Tuhan tidak ada yang tersamar.
Ibrani 4:13
Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

Bagaimanapun hebatnya kita menutup-nutupi dosa, hal itu tidak tersembunyi di mata Tuhan. Oleh sebab itu jangan kita menyembunyikan dosa seperti Efraim.
Hosea 13:12
Kesalahan Efraim dibungkus, dosanya disimpan.

Ini pernyataan Allah bahwa manusia tidak bisa bersembunyi di hadapanNya.
Mazmur 139:13-16
13 Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.
14 Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.
15 Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah;
16 mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya.

Ketika Tuhan menggelar kitab itu di hadapan kita bagaimana kita bisa mengelak? Lebih baik sekarang kita menelanjangi diri di hadapan Tuhan daripada menunggu nanti Tuhan yang menelanjangi kita di muka pengadilanNya, tidak ada lagi kesempatan untuk membenahi diri.

Kaum muda remaja jangan coba membohongi orang tua sebab ada Tuhan yang menulis. Demikian juga antara suami istri jangan saling menutupi dosa, lebih baik saling mengaku dosa. Kalau sekarang menyembunyikan dosa maka suatu saat akan berhadapan dengan Tuhan yang tampil dengan mata yang bagaikan nyala api.

5.      Di atas kepalaNya terdapat banyak mahkota
Wahyu 19:12
Dan mata-Nya bagaikan nyala api dan di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota dan pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorang pun, kecuali Ia sendiri.
Mahkota-mahkota yang Tuhan Yesus miliki antara lain adalah:
a)      Mahkota “Diadema” adalah mahkota yang diterima oleh Tuhan Yesus sebagai Anak Raja. Itu adalah mahkota yang diterima tanpa direbut tetapi diterima sebagai pewaris.
b)      Mahkota “Stepanos” adalah mahkota yang direbut karena menang dalam peperangan.
c)      Gereja Tuhan adalah mahkotanya Yesus, sebab gereja Tuhan adalah istri Tuhan Yesus dan istri adalah mahkota suami.
Amsal 12:4
Isteri yang cakap adalah mahkota suaminya, tetapi yang membuat malu adalah seperti penyakit yang membusukkan tulang suaminya.

Maksudnya cakap secara batinia. Istri yang cakap tidak mempermalukan suami, sehingga suaminya dihormati. Istri yang tidak cakap suka mempermalukan suami.

Amsal 31:10-12
10 Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata.
11 Hati suaminya percaya kepadanya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan.
12 Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya.

Hubungan Tuhan dan gerejaNya diibaratkan seperti hubungan suami dan istri. Kalau kita gereja Tuhan mempermalukan Tuhan berarti bukan menjadi mahkotanya Yesus.
Yesaya 54:5
Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi.

Gembala mempertunangkan jemaat dengan Kristus Yesus itu sebabnya jemaat adalah mahkota seorang gembala.
I Tesalonika 2:19
Sebab siapakah pengharapan kami atau sukacita kami atau mahkota kemegahan kami di hadapan Yesus, Tuhan kita, pada waktu kedatangan-Nya, kalau bukan kamu?

Jemaat yang tidak dengar-dengaran apalagi yang suka mengatur gembala bukanlah mahkota gembala. Jangan sampai mutu rohani jemaat hanya seperti rumput jerami yang mudah terbakar. Itu sebabnya jemaat harus meningkatkan mutu kerohaniannya lewat tekun dalam ibadah pelayanan dalam ibadah raya, ibadah pendalaman Alkitab dan ibadah doa penyembahan. Itu adalah tempat kita digembleng untuk menjadi mahkota. Bukan hanya sebatas menjadi mahkota gembala tetapi untuk menjadi mahkotanya Yesus, suami kita, Mempelai Laki-laki Sorga.

6.      NamaNya tidak diketahui oleh seorangpun
Wahyu 19:12
Dan mata-Nya bagaikan nyala api dan di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota dan pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorang pun, kecuali Ia sendiri.

NamaNya tidak diketahui oleh seorangpun atau dapat dikatakan namaNya misterius. Di mana letak kekuatan nama yang misterius ini?

a)      Mazmur 111:9
Dikirim-Nya kebebasan kepada umat-Nya, diperintahkan-Nya supaya perjanjian-Nya itu untuk selama-lamanya; nama-Nya kudus dan dahsyat.

NamaNya kudus dan dahsyat. Dalam terjemahan bahasa gerika disebutkan “Higies dan Higietzo”.
Higies = suci/murni
Higietzo = dahsyat menyucikan
Nama itu sangat dahsyat untuk menyucikan.

b)      Filipi 2:10
supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

Nama ini membuat segala yang ada di langit yaitu iblis, yang ada di atas bumi itulah nabi palsu dan yang ada di bawah bumi yaitu antikristus takluk dan bertekuk lutut.

Ketika peristiwa Epifania, selama 75 hari kita di angkasa bersama Tuhan tanda bahwa kita telah menguasai markas iblis secara keseluruhan dan Tuhan membersihkan bumi ini lalu kita turun untuk berkerajaan seribu tahun damai.

Bukti nyata kita memiliki meterai nama Tuhan yang misteri ini adalah memiliki rasa antusias saat mendengarkan Firman Tuhan.

Yeremia 15:16
Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya TUHAN, Allah semesta alam.

Wahyu 19:13
Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: "Firman Allah."
Nama Tuhan dan Firman Tuhan itu tidak dapat dipisahkan.

7.      Jubahnya dicelup dalam darah
Wahyu 19:13
Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: "Firman Allah."

Darah ini adalah darah Anak Domba Allah dan itu dipertontonkan sebab darah itulah yang telah ditolak, itulah darah penebusan.
Yesaya 63:2-6
2 "Mengapakah pakaian-Mu semerah itu, dan baju-Mu seperti baju pengirik buah anggur?"
3 "Aku seorang dirilah yang melakukan pengirikan, dan dari antara umat-Ku tidak ada yang menemani Aku! Aku telah mengirik bangsa-bangsa dalam murka-Ku, dan Aku telah menginjak-injak mereka dalam kehangatan amarah-Ku; semburan darah mereka memercik kepada baju-Ku, dan seluruh pakaian-Ku telah cemar.
4 Sebab hari pembalasan telah Kurencanakan dan tahun penuntutan bela telah datang.
5 Aku melayangkan pandangan-Ku: tidak ada yang menolong; Aku tertegun: tidak ada yang membantu. Lalu tangan-Ku memberi Aku pertolongan, dan kehangatan amarah-Ku, itulah yang membantu Aku.
6 Aku memijak-mijak bangsa-bangsa dalam murka-Ku, menghancurkan mereka dalam kehangatan amarah-Ku dan membuat semburan darah mereka mengalir ke tanah."

Jangan kita ringankan darah Yesus sebab itu yang telah mengangkat kita untuk bisa beribadah/melayani Tuhan.
Ibrani 9:14
betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.

Hargai darah penebusan Kristus, jangan tunggu darah itu dipertontonkan tetapi bukan lagi untuk membersihkan dosa dan mengampuni kita namun hanya untuk menghukum.

8.      Memakai lenan halus yang putih bersih
Wahyu 19:14
Dan semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia; mereka menunggang kuda putih dan memakai lenan halus yang putih bersih.
Lenan halus adalah pakaian Mempelai Wanita Tuhan dan pakaian mempelai yang membedakan dengan pakaian yang lain. Kalau kita mau menjadi mempelai wanita Tuhan pakaian kita harus berbeda dengan orang dunia. Mulai dari pakaian secara jasmani. Buktikan penghargaan kepada Tuhan dengan datang beribadah dan melayani Tuhan dengan pakaian yang baik dan pantas.

Jangan menggunakan pakaian yang biasanya dipakai ke pasar/piknik kemudian itu juga yang dipakai untuk pakaian ibadah, kita harus tampil beda dengan dunia.
Roma 12:1-2
1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Ada yang meniru, yang tampil juga dengan busana yang mirip yaitu lenan halus, tetapi perbedaannya tidak putih bersih.
Wahyu 18:16
mereka berkata: "Celaka, celaka, kota besar, yang berpakaian lenan halus, dan kain ungu dan kain kirmizi, dan yang dihiasi dengan emas, dan permata dan mutiara, sebab dalam satu jam saja kekayaan sebanyak itu sudah binasa."

Ini penampilan dari mempelainya iblis, perempuan babel sundal besar. Busananya mirip, perbedaanya tidak putih bersih. Yang dipertontonkan adalah aksesorisnya.

Pasukan yang tampil bersama dengan Tuhan Yesus akan ikut serta untuk menghakimi bahkan sampai menghakimi malaikat.

I Korintus 6:2-5
2 Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang kudus akan menghakimi dunia? Dan jika penghakiman dunia berada dalam tangan kamu, tidakkah kamu sanggup untuk mengurus perkara-perkara yang tidak berarti?
3 Tidak tahukah kamu, bahwa kita akan menghakimi malaikat-malaikat? Jadi apalagi perkara-perkara biasa dalam hidup kita sehari-hari.
4 Sekalipun demikian, jika kamu harus mengurus perkara-perkara biasa, kamu menyerahkan urusan itu kepada mereka yang tidak berarti dalam jemaat?
5 Hal ini kukatakan untuk memalukan kamu. Tidak adakah seorang di antara kamu yang berhikmat, yang dapat mengurus perkara-perkara dari saudara-saudaranya?

9.      Dari mulutNya keluar pedang yang tajam
Wahyu 19:15
Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa. Dan Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi dan Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa.
Sebilah pedang yang keluar dari mulut Tuhan ini pernah diancamkan kepada jemaat Pergamus.

Ada dua fungsi pedang yang keluar dari mulut Tuhan:
a)      Untuk memisahkan atau membersihkan manusia dari dosa.
b)      Untuk membinasakan.

Kekurangan kita masih ada namun jangan salahkan Firman pengajaran sebab hanya Firman yang bisa membenahi kehidupan kita.

10.  Pada tanganNya ada gada besi
Wahyu 19:15
Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa. Dan Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi dan Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa.

Gada besi itu juga ditampilkan Tuhan untuk melawan raja-raja dan hakim dunia.
Mazmur 2:9-12
9 Engkau akan meremukkan mereka dengan gada besi, memecahkan mereka seperti tembikar tukang periuk."
10 Oleh sebab itu, hai raja-raja, bertindaklah bijaksana, terimalah pengajaran, hai para hakim dunia!
11 Beribadahlah kepada TUHAN dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar,
12 supaya Ia jangan murka dan kamu binasa di jalan, sebab mudah sekali murka-Nya menyala. Berbahagialah semua orang yang berlindung pada-Nya!
Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada siapapun di dunia ini yang dapat melawan TUHAN!.

11.  Memeras anggur
Wahyu 19:15
Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa. Dan Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi dan Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa.

Air anggur ini menggambarkan darah manusia yang tercurah sebab murka Tuhan atas manusia.
Zefanya 1:17-18
17 Aku akan menyusahkan manusia, sehingga mereka berjalan seperti orang buta, sebab mereka telah berdosa kepada TUHAN. Darah mereka akan tercurah seperti debu dan usus mereka seperti tahi.
18 Mereka tidak dapat diselamatkan oleh perak atau emas mereka pada hari kegemasan TUHAN, dan seluruh bumi akan dimakan habis oleh api cemburu-Nya; sebab kebinasaan, malah kebinasaan dahsyat diadakan-Nya terhadap segenap penduduk bumi.

Wahyu 14:19-20
19 Lalu malaikat itu mengayunkan sabitnya ke atas bumi, dan memotong buah pohon anggur di bumi dan melemparkannya ke dalam kilangan besar, yaitu murka Allah.
20 Dan buah-buah anggur itu dikilang di luar kota dan dari kilangan itu mengalir darah, tingginya sampai ke kekang kuda dan jauhnya dua ratus mil.

Angka 200 adalah angka “tidak cukup”.
Yohanes 6:7
Jawab Filipus kepada-Nya: "Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja."
     

200 dinar menurut logika manusia tidak cukup tetapi begitu bersandar kepada Tuhan maka menjadi cukup. Itulah kesalahan kita yang sering bersandar kepada logika dan pikiran manusia sehingga menjadi tidak bisa. Kepada orang yang tidak menyakini kuasa Firman suatu saat akan dipertontonkan angka 200 saat darah itu mengalir. Ini menunjukkan bahwa benar-benar bagi Allah tidak ada yang mustahil!.

12.  KebesaranNya
Apapun komentar manusia terhadap Firman, kebenaran Firman (keabsahan Firman Allah) tidak akan berkurang sedikitpun.
Mazmur 145:13
Kerajaan-Mu ialah kerajaan segala abad, dan pemerintahan-Mu tetap melalui segala keturunan. TUHAN setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.

I Timotius 1:17
Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin.

Yang harus kita nantikan adalah kedatangan Tuhan dalam peristiwa Parusia, jangan kita melewatkannya sebab kalau tidak kita akan berjumpa dengan Tuhan dalam peristiwa Epifania yang datang untuk memerangi.


Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar