20121024

Kebaktian PA Imamat, Rabu 24 Oktober 2012 Pdt. Bernard Legontu




Puji Tuhan, bersama istri saya sampaikan salam sejahtera di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Mempelai Pria Sorga yang kita nanti-nantikan kedatanganNya tidak lama lagi.

Imamat 1:10-17
10 Jikalau persembahannya untuk korban bakaran adalah dari kambing domba, baik dari domba, maupun dari kambing, haruslah ia mempersembahkan seekor jantan yang tidak bercela.
11 Haruslah ia menyembelihnya pada sisi mezbah sebelah utara di hadapan TUHAN, lalu haruslah anak-anak Harun, imam-imam itu, menyiramkan darahnya pada mezbah sekelilingnya.
12 Kemudian haruslah ia memotong-motongnya menurut bagian-bagian tertentu, dan bersama-sama kepalanya dan lemaknya diaturlah semuanya itu oleh imam di atas kayu yang sedang menyala di atas mezbah.
13 Isi perut dan betisnya haruslah dibasuhnya dengan air, dan seluruhnya itu haruslah dipersembahkan oleh imam dan dibakar di atas mezbah: itulah korban bakaran, suatu korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi TUHAN.
14 Jikalau persembahannya kepada TUHAN merupakan korban bakaran dari burung, haruslah ia mempersembahkan korbannya itu dari burung tekukur atau dari anak burung merpati.
15 Imam harus membawanya ke mezbah, lalu memulas kepalanya dan membakarnya di atas mezbah. Darahnya harus ditekan ke luar pada dinding mezbah.
16 Temboloknya serta dengan bulunya haruslah disisihkan dan dibuang ke samping mezbah sebelah timur, ke tempat abu.
17 Dan ia harus mencabik burung itu pada pangkal sayapnya, tetapi tidak sampai terpisah; lalu imam harus membakarnya di atas mezbah, di atas kayu yang sedang terbakar; itulah korban bakaran, suatu korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi TUHAN."

Kitab Imamat dalam terjemahan Vulgata disebut Leviticus, dalam terjemahan Septuaginta disebut Leveitikon dan dalam bahasa Ibrani disebut Vayich-Rah yang artinya “Tuhan memanggil”.

Dalam Imamat 1:1 dan Bilangan dikatakan Tuhan memanggil Musa dari dalam kemah pertemuan.
Imamat 1:1
TUHAN memanggil Musa dan berfirman kepadanya dari dalam Kemah Pertemuan:
Bilangan 1:1
TUHAN berfirman kepada Musa di padang gurun Sinai, dalam Kemah Pertemuan, pada tanggal satu bulan yang kedua dalam tahun yang kedua sesudah mereka keluar dari tanah Mesir:

Jadi kalau kita membaca kitab Imamat sebetulnya kita harus memasang telinga bahwa Tuhan memanggil saudara. Ada dua tujuan Tuhan memanggil.
1.      Panggilan Tuhan kepada umat tebusanNya untuk masuk dalam persekutuan ibadah/pelayanan yang benar melalui penumpahan darah. Jadi ada ibadah/pelayanan yang tidak benar. Hal ini tidak disangsikan lagi sebab dalam kisah Kain dan Habel pada akhir tahun keduanya beribadah kepada Tuhan tetapi ibadah Kain ditolak karena tidak benar dan ibadah Habel diterima karena benar. Oleh sebab itu untuk masuk dalam ibadah dan pelayanan yang benar harus melalui penumpahan darah.
2.      Panggilan untuk hidup disucikan. Itu sebabnya dalam kitab Imamat ada 5 pasal yang berbicara tentang kekudusan dan kesucian. Panggilan untuk disucikan baik tubuh, jiwa dan roh.
I Tesalonika 5:23-24
23 Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.
24 Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.

Terutama panggilan untuk ini ditujukan kepada kita yang menanti-nanti kedatangan Tuhan agar jangan kita seperti ini.
Amos 5:18-19
18 Celakalah mereka yang menginginkan hari TUHAN! Apakah gunanya hari TUHAN itu bagimu? Hari itu kegelapan, bukan terang!
19 Seperti seseorang yang lari terhadap singa, seekor beruang mendatangi dia, dan ketika ia sampai ke rumah, bertopang dengan tangannya ke dinding, seekor ular memagut dia!

Mengapa bisa orang yang menginginkan hari Tuhan ini mengalami hal tersebut? Sebab dia tidak menghayati panggilan Tuhan. Ini masalah besar anak Tuhan di hari-hari terakhir ini yaitu tidak menghargai ibadah pelayanan atas dasar korban Kristus.

Kitab imamat ini diberi oleh Tuhan bukan kepada orang yang belum ditebus, tetapi Kitab Imamat ini diberikan Tuhan kepada umat tebusanNya. Kepada umat tebusanNya ini Tuhan memberi kesempatan untuk beribadah dan melayani. Dan untuk itu Tuhan sudah memberi sarana yaitu penumpahan darah. Kalau dahulu lewat darah lembu, kambing domba, tekukur atau merpati, tetapi bagi kita sekarang adalah lewat korban Yesus Anak Domba Allah. Jadi korban yang menjadi dasar ibadah pelayanan kita dan yang menjadi dasar untuk kita disucikan adalah korban yang terlampau mahal. Harga tebusan yang kita miliki terlampau mahal!

Kitab Imamat dibuka dengan pasal 1 yang menunjuk pengorbanan Yesus Kristus atau penyerahan Mempelai Pria Sorga yang tidak bisa dibandingkan dengan apapun, untuk menjadi landasan ibadah pelayanan kita. Kemudian kitab Imamat ditutup pada pasal 27:30-34 yang isinya menunjuk  tanggapan dari Mempelai Wanita atau umat tebusan yang mengerti panggilan Tuhan (Vayich-Rah) sehingga dia terlibat dalam ibadah pelayanan dan dia paham maksud panggilan itu adalah supaya hidupnya disucikan dan disempurnakan. Di sini Tuhan meminta agar kita mengembalikan perpuluhan. Memberi perpuluhan sama dengan memberi diri kita kepada Tuhan, itulah penyerahan mempelai wanita. Kalau perpuluhan tidak dikembalikan bagaimana bisa dikatakan tubuh, jiwa dan rohnya diserahkan kepada Tuhan?

Amsal 14:9
Orang bodoh mencemoohkan korban tebusan, tetapi orang jujur saling menunjukkan kebaikan.
Mencemooh korban tebusan berarti mencemooh penyerahan Mempelai Laki-laki Sorga.

Mengapa harus ada korban tebusan?
Mazmur 49:8-9
8 Tidak seorang pun dapat membebaskan dirinya, atau memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawanya,
9 karena terlalu mahal harga pembebasan nyawanya, dan tidak memadai untuk selama-lamanya --

Begitu besar kasih Tuhan telah mengaruniakan korban tebusan ini karena kita tidak bisa membayar harga ketebusan kita.

Lewat korban tebusan yang mahal inilah maka rahasia nikah Kristus, rahasia yang besar itu yaitu persekutuan Kepala (Kristus Yesus) dan Tubuh (Gereja Tuhan yang mengerti panggilan Tuhan) dibukakan oleh Tuhan kepada kita.

Nyata orang yang menolak pembukaan rahasia Firman (yaitu rahasia nikah Kristus dan Gereja) dan mengentengkan ibadah pelayanan adalah sama dengan pencemooh korban Kristus!

Jangan mengabaikan dan mengentengkan ibadah pelayanan sebab itu seharga dengan korban Kristus. Dalam kitab imamat kata penebusan ada 45 kali dan kata kesucian/kekudusan ada 87 kali. Inilah panggilan ibadah. Tidak mungkin kita dikudusan kalau tanpa korban penebusan, tidak mungkin kita disempurnakan kalau tanpa korban Kristus. Tidak mungkin kita beribadah dan melayani serta merasakan pekerjaan pembaharuan lewat pekerjaan Firman kalau tanpa korban Kristus. Jangan menilai seseorang seperti tahun-tahun sebelumnya, sebab sekarang kita berada dalam proses pembaharuan berarti mengalami keubahan menjadi lebih baik dari pada waktu-waktu sebelumnya.

Cukup kuat suara Tuhan untuk mendorong kita melihat harga tebusan sehingga kita bisa melayani dan beribadah. Kemudian kita merasakan pekerjaan penyucian/pengudusan yang dalam Imamat 87 kali disebutkan.

Dalam membawa hewan untuk korban Tuhan tidak mengkategorikan manusia berdasarkan kaya atau miskinnya. Itu sebabnya kita harus memandang binatang korban dalam Imamat pasal 1 ini secara keseluruhan.
II Korintus 8:12
Sebab jika kamu rela untuk memberi, maka pemberianmu akan diterima, kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu.

Pembukaan rahasia Firman tujuaannya untuk mendorong kita masuk dalam pesta nikah Anak Domba Allah. Korban ketebusan baik dari lembu, kambing domba, burung tekukur serta anak burung merpati semuanya menunjuk pada pribadi Yesus sendiri.

1.      Lembu
Lembu adalah ternak yang menanggung kuk. Lembu yang menanggung beban telah digenapkan dalam diri Tuhan Yesus. Kuk apa yang Dia tanggung?
Ratapan 1:14
Segala pelanggaranku adalah kuk yang berat, suatu jalinan yang dibuat tangan Tuhan, yang ditaruh di atas tengkukku, sehingga melumpuhkan kekuatanku; Tuhan telah menyerahkan aku ke tangan orang-orang, yang tidak dapat kutentangi.

Tuhan Yesus sudah menanggung kuk dosa kita. Seorang hamba Tuhan tidak boleh menganggap enteng, meremehkan atau tidak setuju kalau ada jemaat baru yang masuk yang ternyata adalah seorang yang rusak hidupnya oleh dosa. Seringkali praktek di dalam pelayanan ada keluhan-keluhan tanpa disadarai oleh hamba Tuhan bahwa begitu menerima jiwa baru dalam pelayanan dan mendengarkan semua permasalahannya hamba Tuhan tersebut merasa bahwa itu adalah beban yang berat sehingga rasanya ingin menolak orang tersebut agar tidak dilayani. Pelayan yang seperti itu, yang hanya ingin jiwa yang instan, bukan seorang hamba Tuhan! Lebih rusak seseorang datang kepada Tuhan itu lebih baik, bukan untuk ditolak! Sebab orang yang rusak hidupnya itu mendapat kesempatan untuk terbenahi dan hamba Tuhan yang melayani mendapat mahkota yang besar.

Ratapan 1:14
Segala pelanggaranku adalah kuk yang berat, suatu jalinan yang dibuat tangan Tuhan, yang ditaruh di atas tengkukku, sehingga melumpuhkan kekuatanku; Tuhan telah menyerahkan aku ke tangan orang-orang, yang tidak dapat kutentangi.
Artinya dalam hal ini Tuhan sudah mengabaikan meraka dan membiarkan menanggung kuk olh sebab 2 kesalahan yang mereka lakukan. Oleh sebab itu Tuhan Yesus rela datang untuk menanggung kuk dosa kita. Kalau kita berkata bersekutu dengan Yesus yang adalah lembu yang menanggun beban mengapa kita hanya mau menerima umat Tuhan yang sudah instan dan menolak yang sudah hancur serta rusak kehidupannya?

Jemaat jangan mengecilkan hamba Tuhan sebab dia dipercaya oleh Tuhan untuk merakit kembali bagian-bagian kehidupan saudara yang sudah rusak.

Matius 11:28-29
28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
Tuhan mengatakan kuk yang Tuhan pasang itu ringan, namun kenyataannya kuk yang kita pikul adalah kuk yang berat. Mengapa? Sebab tidak ada alat untuk menghancurkan kuk tersebut.

Yesaya 10:27
Pada waktu itu beban yang ditimpakan mereka atas bahumu akan terbuang, dan kuk yang diletakkan mereka atas tengkukmu akan lenyap."
Yesaya 10:27 (Terjemahan Lama)
Maka akan jadi pada hari itu juga tanggungannya akan lepas dari pada bahumu dan kuknyapun dari pada tengkukmu, maka kuk itu akan rusak kelak oleh minyak.

Minyak = Roh Kudus
Kuk itu akan rusak oleh Roh Kudus. Roh Kudus ini yang membuat kita menjadi ringan. Mengapa banyak pelayanan Tuhan merasa berat saat melayani? Karena belum digarap oleh Roh Kudus. Benarkah kita mengambil bagian dalam derita sengsara Tuhan Yesus yaitu menanggung kuk? Supaya kuk itu tidak berat maka Roh Kudus yang memberi kekuatan kepada kita. Itu sebabnya mari kita berupaya untuk dipenuhkan oleh Roh Kudus sampai melimpah.

Kita mengatakan dasar ibadah adalah korban lembu tetapi pada kenyataannya dalam pelayanan kita terbungkuk-bungkuk menanggung beban sebab mengabaikan pekerjaan Roh Kudus.

Kalau hamba Tuhan ada persekutuan dengan korban Kristus dalam tanda lembu ini maka pasti dalam sidang jemaat ada gandum yang melimpah, ada pembukaan Firman Allah yang bisa dikonsumsi oleh sidang jemaat.
Amsal 14:4
Kalau tidak ada lembu, juga tidak ada gandum, tetapi dengan kekuatan sapi banyaklah hasil.

Siapa yang dimaksud dengan lembu di sini?
I Korintus 5:8-10
8 Apa yang kukatakan ini bukanlah hanya pikiran manusia saja. Bukankah hukum Taurat juga berkata-kata demikian?
9 Sebab dalam hukum Musa ada tertulis: "Janganlah engkau memberangus mulut lembu yang sedang mengirik!" Lembukah yang Allah perhatikan?
10 Atau kitakah yang Ia maksudkan? Ya, untuk kitalah hal ini ditulis, yaitu pembajak harus membajak dalam pengharapan dan pengirik harus mengirik dalam pengharapan untuk memperoleh bagiannya.

Lembu itu adalah hamba Allah yang tidak menolak kuk, tidak menolak beban pelayanan yang Tuhan percayakan. Kalau ada kehidupan yang datang untuk dilayani oleh hamba Tuhan tersebut maka dalam kehidupan tersebut nanti akan digarap oleh gandum, artinya pekerjaan Firman akan menggarap kehidupannya.
Ayub 14:7-9
7 Karena bagi pohon masih ada harapan: apabila ditebang, ia bertunas kembali, dan tunasnya tidak berhenti tumbuh.
8 Apabila akarnya menjadi tua di dalam tanah, dan tunggulnya mati di dalam debu,
9 maka bersemilah ia, setelah diciumnya air, dan dikeluarkannyalah ranting seperti semai.

Serusak-rusaknya seseorang kalau dia masih mau mencium air artinya masih mau berdamai dengan Firman maka masih ada harap, ada kesempatan untuk dibenahi dan dibaharui.

2.      Domba atau kambing
Kambing domba ini menunjuk ketaatan. Tuhan Yesus adalah satu-satunya pribadi yang sempurna ketaatannya kepada Allah Bapa. Bila ukuran ini direntangkan di atas kehidupan kita maka masih terlampau juah kita dari ukuran itu.
Yesaya 53:7
Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.

Kita dibawa oleh Tuhan untuk melihat bagaimana Kristus Yesus dalam tanda dengar-dengaran. Masih sering ketidaktaatan kita yang tampil dibandingkan ketaatan kita. Kalau kita sampai luput atau tidak berhasil dalam hal ketaatan ini maka akan ada tempat lain untuk menyembelih kita.
Amsal 7:21-22
21 Ia merayu orang muda itu dengan berbagai-bagai bujukan, dengan kelicinan bibir ia menggodanya.
22 Maka tiba-tiba orang muda itu mengikuti dia seperti lembu yang dibawa ke pejagalan, dan seperti orang bodoh yang terbelenggu untuk dihukum,

Orang muda ini kena rayu sehingga dikatakan bagaikan lembu yang dibawa ke pejagalan. Mengapa bisa terjadi? Sebab dia mengabaikan korban ketebusan dan tidak dengar-dengaran untuk diajar hidup dalam kekudusan.

Perempuan yang merayu ini adalah perempuan Babel. Ini yang akan berusaha untuk membujuk saudara dan orang yang kena rayuan akhirnya akan menginjak-injak korban Kristus. Sadar atau tidak sadar kehidupan yang seperti itu tinggal menunggu untuk dirinya dijagal bersama dengan perempuan Babel yang dihukum.
Wahyu 17:15-16
15 Lalu ia berkata kepadaku: "Semua air yang telah kaulihat, di mana wanita pelacur itu duduk, adalah bangsa-bangsa dan rakyat banyak dan kaum dan bahasa.
16 Dan kesepuluh tanduk yang telah kaulihat itu serta binatang itu akan membenci pelacur itu dan mereka akan membuat dia menjadi sunyi dan telanjang, dan mereka akan memakan dagingnya dan membakarnya dengan api.

Pada penyembelihan kambing domba ini disebutkan sebelah utara. Domba ini diseret  pada sebelah utara mezbah. Dalam khotbahnya, Yohanes pembaptis 2x menampilkan Tuhan Yesus sebagai Anak Domba Allah, dia tidak mengatakan Yesus sebagai Lembu Allah. Tujuannya apa? Oleh karena korban Anak Domba inilah maka ada sentuhan dengan utara sebab korban Domba inilah yang akan bergerak dan mengungkap hal-hal yang ada di utara. Dalam susunan Tabernakel kalau kita masuk di dalam ruangan suci maka kita melihat meja roti pertunjukkan ada di sebelah utara. Pekerjaan korban Kristus itu akhirnya akan mengungkap rahasia meja Tuhan, korban Kristus dalam tanda Anak Domba ini membuka rahasia Firman Tuhan.

Yesaya 43:6
Aku akan berkata kepada utara: Berikanlah! dan kepada selatan: Janganlah tahan-tahan! Bawalah anak-anak-Ku laki-laki dari jauh, dan anak-anak-Ku perempuan dari ujung-ujung bumi,
Artinya lewat pekerjaan korban Anak Domba Allah yang membukakan rahasia Firman Tuhan menghasilkan kegerakan Firman Pengajaran. Kegerakan Firman pengajaran ini akan memberikan dorongan yang kuat untuk kita masuk dalam persekutuan Tubuh Kristus.

Inilah yang ada hubungannya dengan korban domba yang menunjuk roh dengar-dengaran. Dalam kepatuhan Yesus terhadap Bapa di Sorga, Dia mengerjakan pekerjaanNya sampai selesai, tidak separuh jalan.
Yohanes 4:34; 17:4-6
4:34 Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.
17:4 Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.
17:5 Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.
17:6 Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu.

Teladan kita adalah Yesus dan prakteknya untuk kita adalah:
Filipi 1:5-6
5 Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini.
6 Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.

Ayat 5 adalah aksi dari kita. Jangan berpikir akan terjadi apa yang ditulis dalam ayat yang 6 kalau kita tidak memiliki aksi seperti pada ayat 5. Kita dipanggil untuk bersekutu dalam ibadah dan pelayanan yang benar melalui penumpahan darah Anak Domba Allah.

Persekutuan jemaat Filipi dengan berita injil tidak putus, artinya mereka ini tidak main-main dan betul-betul menerima sebab mereka paham bagaimana rasul Paulus harus membayar harga dengan babak belur di penjara Filipi. Semoga kita juga tidak kendor dalam persekutuan dengan Firman Tuhan.

Ayat 6 adalah aksi dari Tuhan yang akan membawa kita sampai sempurna saat kedatangan Tuhan Yesus kedua kali. Inilah yang indah yang akan Tuhan kerjakan dalam diri kita.

Jangan takut dengan keadaan dunia ini asal kita menghargai penebusan Kristus dan kekudusan pasti berada dalam perlindungan Tuhan.

Contoh kehidupan yang juga menyelesaikan pekerjaan sampai akhir adalah rasul Paulus.
II Timotius 4:6-7
6 Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat.
7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.

Seandainya bahasa ini adalah apa yang sebenarnya sedang terjadi maka bisa kita membayangkan darah Paulus sedang terkucur. Tetapi ini bahasa yang mengatakan bahwa sepertinya darahnya sudah mengalir tetapi secara kasat mata tidak. Rasul Paulus tidak melayani separuh jalan tetapi dia menyelesaikan sampai akhir. Tidak ada istilah pensiun bagi seorang gembala. Gembala itu ditetapkan oleh Roh kudus untuk menggembalakan domba-domba tebusan Tuhan. Jangan berani lepaskan jabatan gembala!
Kisah Para Rasul 20:28
Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.

II Timotius 4:8
Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.
Mahkota ini dijanjikan bukan hanya kepada Paulus tetapi kepada kita semua yang taat sampai akhirnya.

3.      Tekukur atau anak burung merpati
Ini menunjuk ketulusan dan ketulusan terkait erat dengan Firman pengajaran. Jadi kalau kita mengaku menghargai korban Kristus maka kita belajar seperti Dia yang adalah burung tekukur/merpati yang tulus dan tidak menyeleweng dari pengajaran! Kalau mengaku tulus tetapi menyeleweng dari pengajaran itu berarti sudah tidak tulus di hadapan Tuhan.
Titus 2:10
jangan curang, tetapi hendaklah selalu tulus dan setia, supaya dengan demikian mereka dalam segala hal memuliakan ajaran Allah, Juruselamat kita.

Ajaran Tuhan akan dipermuliakan kalau ada ketulusan. Disini ada dua kata yaitu curang dan tulus. Curang itu adalah lawannya kasih.
Roma 12:9
Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.

Musa menerima gambar dari Tuhan untuk membangun Tabernakel yang kemudian dipercayakan kepada Bezaliel dan Aholiab untuk membangun, jadi bukan Musa yang membangun. Sesudah mereka membangun Tuhan memerintahkan Musa untuk memeriksa apakah Tabernakel dibangun sesuai dengan gambar yang ditunjukkan oleh Tuhan atau tidak dan setelah diperiksa ternyata cocok. Jadi Bezaliel dan Aholiab tidak curang, mereka tulus.

Kemudian Daud menerima ilham dari Tuhan untuk membangun Bait Allah.
I Tawarikh 28:19
Semuanya itu terdapat dalam tulisan yang diilhamkan kepadaku oleh TUHAN, yang berisi petunjuk tentang segala pelaksanaan rencana itu.

Daud berpesan kepada Salomo untuk membangun Bait Allah seperti ilham yang telah ia terima dari Tuhan. Kalau dipikirkan secara manusia Salomo adalah anak Daud tetapi tidak ada hikmat yang menandingi hikmat dari Salomo sekalipun bapanya Daud sekalipun. Tetapi sekalipun demikian Salomo tidak berani mengubah ilham yang telah diterima oleh Daud bapanya. Itulah yang disebut tulus.
Kita ini adalah penerus pengajaran Tabernakel, oleh sebab itu kita jangan berani mengutak-atik ilham Tuhan yang sudah dipercayakan kepada Pdt. Van Gessel.

Tulus jangan curang. Seseorang yang curang berarti mengorbankan kemurnian pengajaran sebab ingin mendapatkan persoalan jasmani.

Burung tekukur ini memiliki tembolok yang harus dibuang ke samping mezbah di sebelah timur. Imamat 1:15-16
15 Imam harus membawanya ke mezbah, lalu memulas kepalanya dan membakarnya di atas mezbah. Darahnya harus ditekan ke luar pada dinding mezbah.
16 Temboloknya serta dengan bulunya haruslah disisihkan dan dibuang ke samping mezbah sebelah timur, ke tempat abu.

Tembolok ini adalah organ tubuh burung untuk mencerna makanannya yang harus dibuang ke samping mezbah sebelah timur. Ini mengingatkan kita tentang bencana yang terjadi di sebelah timur, dimana Lot memilih sebelah timur oleh karena persoalan perut, persoalan-persoalan yang lahiriah.
Kejadian 13:11-13
11 Sebab itu Lot memilih baginya seluruh Lembah Yordan itu, lalu ia berangkat ke sebelah timur dan mereka berpisah.
12 Abram menetap di tanah Kanaan, tetapi Lot menetap di kota-kota Lembah Yordan dan berkemah di dekat Sodom.
13 Adapun orang Sodom sangat jahat dan berdosa terhadap TUHAN.

Berarti Lot mendekati wilayah penuh kejahatan dan dosa yang tinggal menunggu hukuman. Jangan sampai karena persoalan tembolok, karena persoalan perut sampai kita mengorbankan Firman Pengajaran.

Kalau tetap mempertahankan persoalan perut maka akan jumpa dengan hal ini.
Wahyu 16:12
Dan malaikat yang keenam menumpahkan cawannya ke atas sungai yang besar, sungai Efrat, lalu keringlah airnya, supaya siaplah jalan bagi raja-raja yang datang dari sebelah timur.

Bukannya bertemu dengan kesucian dan kekudusan tetapi akan digerayangi kenajisan. Jangan sampai ini terjadi dalam kehidupan kita. Orang yang bertuhankan perut akan menjadi seteru salib. Karena salib adalah korban tebusan yang membukakan rahasia Firman maka orang yang bertuhankan perut suatu saat akan mencemooh pembukaan rahasia Firman. Orang itu pasti akan mencela dan tidak peduli sebab dominan pikirannya hanya tentang persoalan daging dan duniawi.

Burung ini bertelur dua butir yang kalau menetas pasti adalah jantan dan betina. Berarti Imamat pasal 1 ini dikunci dengan dua yang menjadi satu, itu sebabnya pada Imamat 27:31-34 ditampilkan mempelai wanita dimana korban Kristus Yesus sudah mengedepankan dua yang menjadi satu.

Sayap burung ini dipatahkan, kepalanya dipulas/dipelintir dan darahnya ditekan-tekan pada dinding mezbah. Ini jugalah yang menjadi pengalaman Tuhan Yesus. Ketika Yesus disalibkan tanganNya direntangkan lalu dipaku, sama seperti burung tekukur yang dipatahkan sayapnya dan tidak bisa bergerak lagi. Ketika Yesus berada di pengadilan Kayafas, Herodes dan Pilatus kepalaNya dipukul dari berbagai arah bagaikan kepala burung tekukur yang dipelintir. Dan darahNya mengalir seluruhnya di atas mezbah Allah di golgota.

Dia rela sayapNya dipatahkan supaya kita memiliki sayap untuk terbang di padang belantara. Dia rela kepalaNya dipelintir supaya kita menyatu dengan Tuhan sebagai Kepala. Dia rela darahNya terkucur untuk membayar harga ketebusan yang mahal bagi kita. Sampai hati kalau kita tidak menghargai Korban Kristus! Sampai hati kalau kita sampai tidak mau beribadah dan melayani Tuhan! Sampai hati kalau kita membuat tuli telinga kita sehingga tidak mendengar panggilan Tuhan: “Mari umat tebusanKu, marilah masuk dalam persekutuan ibadah dan pelayanan yang benar yang ada sarana yaitu penumpahan darahKu, marilah kamu dipanggil untuk hidup disucikan baik tubuh, jiwa dan rohMu, Aku telah membayar itu semua”.

Segera buang ke sebelah timur segala pikiran-pikiran yang dominan tentang daging dan dunia sebab kalau tidak melepaskan ini maka akan ada yang datang menyambut saudara itulah antikristus.

Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar