20111002

Kebaktian Umum, Minggu 2 Oktober 2011 Pdt. Bernard Legontu




Yehezkiel 36:1-2 Pembaharuan Israel
1 "Hai engkau, anak manusia, bernubuatlah mengenai gunung-gunung Israel dan katakanlah: Hai gunung-gunung Israel, dengarlah firman TUHAN!
2 Beginilah firman Tuhan ALLAH: Oleh karena musuh itu berkata mengenai kamu: Syukur! Bukit-bukit dari dahulu kala sudah menjadi milik kita.

Yehezkiel pasal 36 dan 37 dalam terang Tabernakel terkena mezbah dupa emas yang menunjuk pada penyembahan. Itulah jalinan kasih kita dengan Tuhan karena hanya orang yang mengasihi Tuhan yang bisa menyembah Tuhan yang adalah kasih adanya. Bagaimana bisa kasih itu tumbuh dalam diri kita? Dengan mendengar dan menerima Firman Pengajaran dalam urapan Roh kudus yang mendorong kita untuk makin mengasihi Tuhan, yang dalam susunan tabernakel terkena Meja Roti Sajian dan Pelita Emas. Oleh pekerjaan Roh Kudus maka Kasih Tuhan dicurah ratakan dalam diri kita. Di dalam doa penyembahan Tuhan membukakan rahasia Firman, khususnya untuk kesempatan ini dibukakan tentang Yehezkiel pasal 36.

Tinggi mezbah dupa emas 2 hasta yang menunjuk 10 hukum yang disimpulkan Tuhan Yesus di dalam 2 hukum kasih, mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama. Artinya kita menyembah Tuhan harus di dalam kasih. Panjang dan lebarnya 1 hasta dan membentuk segi 4. Artinya di manapun kita berada pada empat penjuru dunia ini kita bisa dan harus menyembah pada Allah yang satu itulah Tuhan Yesus Kristus.

Yehezkiel 36 ini berisi nubuatan besar yang ke 11 dari 12 nubuatan besar yang terdapat di dalam kitab Yehezkiel. Nubuatan ini berisi tetang pemulihan Tuhan terhadap umatNya bangsa Israel.

Di sini Tuhan menyatakan 3 perkara kepada umatNya Israel dan pernyataan tersebut juga untuk menghadapi musuh-musuh Allah yang menentang umatNya.

1.      Tuhan menyatakan bahwa diriNya sungguh-sungguh ada di tanah Israel

Pernyataan Tuhan ini sekaligus menghadapi perkataan Edom yang mau memiliki tanah Israel.
Yehezkiel 35:10-11
10 Oleh sebab engkau mengatakan: Kedua bangsa itu dan kedua negeri itu akan menjadi milikku dan kita akan memilikinya -- sebetulnya TUHAN ada di situ --
11 oleh sebab itu, demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku akan memperlakukan engkau seperti engkau memperlakukan mereka dalam murkamu dan cemburumu, yang timbul dari kebencianmu terhadap mereka; dan Aku akan menyatakan diri kepadamu pada saat Aku menghakimi engkau.

Walaupun kita penuh dosa dan kekurangan seperti bangsa Israel yang telah menyakiti hati Tuhan, tetapi kalau kita mau kembali berdamai dengan Tuhan maka Tuhan masih mau menyatakan diriNya di tengah-tengah kita. Saat berada dalam berbagai persoalan atau berhadapan dengan orang-orang yang tampil dengan niat jahat dan busuk terhadap kita, maka di sana Tuhan ada untuk kita. Tuhan memposisikan diriNya dipihak umatNya.

Meskipun kita berada dalam keadaan yang sudah rusak dan hancur, dipecundangi oleh iblis dan dimusuhi oleh orang-orang yang dipakai oleh iblis tetapi kalau hati kita masih melekat pada Tuhan maka jangan ragu Tuhan pasti tidak akan tinggal diam, Tuhan mempedulikan kita. Tuhan yang mengambil  alih posisi kita dan memusuhi orang-orang yang membenci kita. Yang penting dari dalam diri kita masih ada kerinduan berbalik dan berdamai dengan Tuhan, kita masih mau dipulihkan dan dibaharui. Dalam keadaan itu Tuhan yang menjadi musuh mereka, tetapi sikap kita tidak boleh memusuhi dan membenci orang tersebut. Biarkan saja nanti Tuhan yang bertindak.

II Tesalonika 3:14-15
14 Jika ada orang yang tidak mau mendengarkan apa yang kami katakan dalam surat ini, tandailah dia dan jangan bergaul dengan dia, supaya ia menjadi malu,
15 tetapi janganlah anggap dia sebagai musuh, tetapi tegorlah dia sebagai seorang saudara.

Yehezkiel 35:10-11
12 Dan engkau akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, mendengar segala penistaanmu yang kauucapkan melawan gunung-gunung Israel yang demikian: Gunung-gunung itu sudah menjadi sunyi sepi dan diserahkan kepada kita menjadi makanan kita.

Ini pelajaran bagi kita bahwa Allah itu selalu mendengar perkataan kita dan melihat perbuatan kita. Jangan kita berpura-pura, berkamuflase, menyembunyikan perbuatan kita karena Allah tahu semuanya. Jangan membenarkan diri kita dan berbohong karena Allah itu mendengar apa yang kita ucapkan dan melihat gerak-gerik kita. Oleh sebab itu belajarlah supaya kata-kata kita menjadi berkat bagi siapapun kita berbicara, supaya orang itu dibangun rohaninya jangan malah melemahkan orang lain. Kehidupan yang suka berkata-kata yang tidak menjadi berkat bahkan meracuni dan menabur ragi kepada orang lain maka kerohaniannya akan sulit untuk berkembang apabila ia tidak mencabut kata-katanya. Kehidupan seperti ini tidak akan mengalami keubahan dan bukannya maju tetapi malah malah undur dan terhilang.

Efesus 4:29
Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.

Sekarang ini kita masih salah dalam berkata-kata, karena kalau sudah tidak salah berarti kita sudah sempurna. Oleh karena itu kita harus terima Firman yang mampu membawa kita pada kesempurnaan, sampai tidak salah dalam berkata-kata.

Di dalam Yehezkiel 36:1-2 ada dua sisi pekerjaan Tuhan. Di satu sisi Tuhan sedang memulihkan umatNya, di sisi lain Tuhan sedang melawan orang-orang yang mengata-ngatai dan mempecundangi umatNya. Mereka menjadi musuh Allah. Kita berbahagia sebagai umat Tuhan yang pasti dibela Tuhan. Jangan menjadi penasaran dan panas hati kalau dicaci maki orang, dilempari, dipecundangi atau diperlakukan apapun oleh orang lain, sebab bila kita menempatkan diri sebagai umat Tuhan yang mau terkait dengan rencana Tuhan maka Tuhan pasti tidak akan tinggal diam. Tuhan akan melakukan pemulihan terhadap kita umatNya dan memurkai orang-orang tersebut. Pembukaan rahasia Firman Tuhan dalam Yehezkiel 36 ini adalah pernyataan isi hati Tuhan, tanda sayangnya Tuhan kepada kita.

2.      Tuhan menyatakan bahwa tanah Israel adalah Tuhan yang punya

Tanah di mana umat Tuhan tinggal adalah miliknya Tuhan, jadi orang Israel seperti orang asing di atas tanahnya Tuhan. Sehingga Tuhan mengatakan jangan kamu memperjual belikan mutlak tanahNya Tuhan. Itu yang tidak dipahami oleh umat Tuhan. Apabila untuk dijual saja Tuhan tidak berikan apalagi untuk dirampas dan diambil orang lain pasti tidak Tuhan ijinkan.

Imamat 25:23
25:23 "Tanah jangan dijual mutlak, karena Akulah pemilik tanah itu, sedang kamu adalah orang asing dan pendatang bagi-Ku.

Berbicara tanah itu berbicara fasilitas dari Tuhan, berkat-berkat dari Tuhan. Dari tanah itu kita memperoleh hasil tambang seperti emas perak dan tembaga, juga dari tanah tumbuh berbagai macam tanaman seperti gandum, anggur dan minyak zaitun. Segala-galanya yang kita punyai adalah milikNya Tuhan, harus kita gunakan sebaik-baiknya.

Yoel 3:2
Aku akan mengumpulkan segala bangsa dan akan membawa mereka turun ke lembah Yosafat; Aku akan beperkara dengan mereka di sana mengenai umat-Ku dan milik-Ku sendiri, Israel, oleh karena mereka mencerai-beraikannya ke antara bangsa-bangsa dan membagi-bagi tanah-Ku,

Ini yang Tuhan tekankan kepada orang Israel saat itu supaya mereka mengerti bahwa hanya kemurahan Tuhan saja mereka diberikan kesempatan untuk diam di tanahnya Tuhan. Untuk kita sekarang orang yang sudah percaya dan diberkati oleh Tuhan kita harus sadar bahwa berkat yang kita terima itu semua dari Tuhan. Apabila kita menyadari itu semua maka kita akan berjalan dalam takut akan Tuhan karena kita berada di tanahnya Tuhan.

Israel tidak menyadari itu sehingga mereka melakukan pelanggaran dan Tuhan membiarkan berbagai macam kesusahan menimpa mereka. Namun ketika mereka sadar dan berbalik kepada Tuhan maka Tuhan melakukan pemulihan dan Tuhan yang berbalik melawan orang-orang yang menyusahkan mereka.
Yoel 2:18
TUHAN menjadi cemburu karena tanah-Nya, dan Ia belas kasihan kepada umat-Nya.
                             
Yeremia 2:7
Aku telah membawa kamu ke tanah yang subur untuk menikmati buahnya dan segala yang baik dari padanya. Tetapi segera setelah kamu masuk, kamu menajiskan tanah-Ku; tanah milik-Ku telah kamu buat menjadi kekejian.
Orang Israel dibawa masuk ke tanah Tuhan dan mereka sendiri yang menajiskan tanahnya Tuhan. Artinya mereka tidak mempermuliakan Tuhan dengan berkat-berkat yang Tuhan berikan.

Amsal 3:9
3:9 Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu,

Kita sudah diberkati Tuhan jangan kita najiskan berkat Tuhan dengan praktek melanggar Firman Tuhan dengan berkat-berkat yang Tuhan berikan pada kita. Termasuk sikap menajiskan berkat Tuhan adalah dengan tidak mengembalikan perpuluhan dan persembahan khusus. Lebih terang-terangan lagi apabila berkat yang Tuhan berikan dipergunakan untuk melakukan kenajisan dan kejahatan, ini benar-benar menajiskan berkat dari Tuhan, yang Tuhan sebut tadi tanahKu. Apabila berkat dari Tuhan mengakibatkan pertengkaran dan perselisihan itu berarti menghadirkan kenajisan dan kecemaran di tanahnya Tuhan. Apalagi diantara suami dan istri, jangan sampai bertengkar karena berkat-berkat dari Tuhan, apabila telah terjadi pertengkaran harus segera diselesaikan. Biarlah berkat-berkat yang telah kita terima dari Tuhan kita manfaatkan untuk memuliakan Tuhan.

Yeremia 12:7-10
7 Aku telah meninggalkan kediaman-Ku, telah membuangkan negeri milik-Ku; Aku telah menyerahkan buah hati-Ku ke dalam tangan musuhnya.
8 Negeri milik-Ku sudah menjadi seperti singa di hutan bagi-Ku; ia mengeraskan suaranya menentang Aku, sebab itu Aku membencinya.
9 Negeri milik-Ku sudah menjadi seperti burung belang bagi-Ku; burung-burung buas mengerumuninya. Ayo, kumpulkanlah segala binatang di padang, bawalah untuk menghabiskannya!
10 Banyak gembala telah merusakkan kebun anggur-Ku, memijak-mijak tanah-Ku, dan membuat tanah kedambaan-Ku menjadi padang gurun yang sunyi sepi.

Ternyata penyebab tanah Tuhan dinajiskan adalah gembala-gembala. Karena gembala tidak memaparkan kepada sidang jemaat bagaimana seharusnya menyikapi berkat-berkat Tuhan. Lebih sial lagi bila gembala sudah seperti anjing bisu, tidak mau menyampaikan Firman Tuhan yang menegur dan bisa menyucikan sidang jemaat.
Yesaya 56:10-11
10 Sebab pengawal-pengawal umat-Ku adalah orang-orang buta, mereka semua tidak tahu apa-apa; mereka semua adalah anjing-anjing bisu, tidak tahu menyalak; mereka berbaring melamun dan suka tidur saja;
11 anjing-anjing pelahap, yang tidak tahu kenyang. Dan orang-orang itulah gembala-gembala, yang tidak dapat mengerti! Mereka semua mengambil jalannya sendiri, masing-masing mengejar laba, tiada yang terkecuali.

Apabila gembala sudah memberikan penjelasan dan pemahaman maka sudah menjadi kesalahan sidang jemaat kalau masih menajiskan berkat-berkat dari Tuhan.

3.      Allah mengungkapkan isi hatiNya bahwa Ia sangat serius untuk memulihkan umatNya

Yehezkiel 36:26-27
26 Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.
27 Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.

Pemulihan yang Tuhan kerjakan pada hati kita hanya bisa terjadi kalau kita terlebih dahulu menyerahkan hati kita kepada Tuhan. Dari pihak Tuhan sangat rindu untuk memulihkan kita, bagaimana dari pihak kita? Tugas kita harus memberikan hati kita kepada Tuhan sebab Tuhan tidak akan memaksa kita, harus ada kerinduan dari diri kita sendiri.

Amsal 23:26
Hai anakku, berikanlah hatimu kepadaku, biarlah matamu senang dengan jalan-jalanku.
Hati keras Tuhan ganti dengan hati yang taat sehingga kita bisa senang melakukan aturan dan ketetapan Tuhan. Tuhan serius untuk memulihkan kita. Itu berarti Tuhan membuka pintu kemurahan kepada kita, jangan kita sia-siakan.

Nenek moyang Israel sering menyia-nyiakan kesempatan yang Tuhan karuniakan, sehingga ketika Tuhan mau memulihkan keturunan yang kemudian maka selalu diingatkan supaya jangan seperti nenek moyangnya.
Zakharia 1:4-5
4 Janganlah kamu seperti nenek moyangmu yang kepadanya para nabi yang dahulu telah menyerukan, demikian: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Berbaliklah dari tingkah lakumu yang buruk dan dari perbuatanmu yang jahat! Tetapi mereka tidak mau mendengarkan dan tidak mau menghiraukan Aku, demikianlah firman TUHAN.
5 Nenek moyangmu, di mana mereka? Dan para nabi, apakah mereka hidup untuk selama-lamanya?

Nenek moyang yang kepada mereka diserukan Firman sudah tidak ada, demikian juga para nabi yang menyampaikan Firman Tuhan sudah meninggal. Mereka semua datang dan pergi tetapi Firman Tuhan tetap ada untuk selama-lamanya.



Ibrani 2:1-3
1 Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus.
2 Sebab kalau firman yang dikatakan dengan perantaraan malaikat-malaikat tetap berlaku, dan setiap pelanggaran dan ketidaktaatan mendapat balasan yang setimpal,
3 bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai, sedangkan

Perhatikan Firman Tuhan yang kita dengarkan saat ini. Dahulu Firman Tuhan disampaikan oleh nabi-nabi dan bagi yang melanggar pemberitaan Firman itu ada hukumannya. Apalagi sekarang yang berbicara kepada kita adalah AnakNya. Kita sekarang mendengar Firman yang disampaikan oleh AnakNya dan diteruskan oleh hamba-hamba Tuhan. Bila melanggar resikonya lebih tinggi, hukumannya lebih hebat.
Ibrani 1:1-2
1 Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi,
2 maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.
Kita sekarang ada pada masa dimana Putra Allah Yang Tunggal yang berbicara kepada kita yang diteruskan oleh hamba-hamba Tuhan yaitu orang-orang yang dapat dipercaya sesuai Ibrani 2:3 tadi. Karena itu kita harus lebih sungguh-sungguh mendengarkan Firman Tuhan karena hukumannya kalau melanggar akan lebih berat dibandingkan dengan pelanggaran pada masa Firman Tuhan disampaikan dengan perantaraan nabi-nabi Tuhan.

Dalam Ibrani 1:1-5 ada 10 hal yang ditampilkan dari pribadi Tuhan Yesus saat Ia secara langsung menyampaikan Firman Tuhan kepada kita. Pada kesempatan ini kita akan membicarakan 2 dari 10 hal tersebut.

1.      Tuhan Yesus pewaris segala sesuatu
Untuk kita bisa masuk sorga hanya bisa kalau kita bersekutu dengan Tuhan Yesus sebagai pewaris segala sesuatu, termasuk kerajaan sorga Yerusalem Baru. Jadi bagaimana kita bisa menjadi pewaris bersama Tuhan Yesus kalau kita menghina Firman dan tidak mau mendengarkan perkataanNya? Saat kita mendengarkan Firman Tuhan yang diucapkan oleh Anak Allah itulah Tuhan Yesus, adalah saat di mana kita sedang bergaul langsung dengan Tuhan yang adalah pewaris.
Roma 8:17
Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia

Matius 28:18
Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.

Galatia 4:1-7
1 Yang dimaksud ialah: selama seorang ahli waris belum akil balig, sedikit pun ia tidak berbeda dengan seorang hamba, sungguhpun ia adalah tuan dari segala sesuatu;
2 tetapi ia berada di bawah perwalian dan pengawasan sampai pada saat yang telah ditentukan oleh
bapanya.
3 Demikian pula kita: selama kita belum akil balig, kita takluk juga kepada roh-roh dunia.
4 Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat.
5 Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi
anak.
6 Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: "ya Abba, ya Bapa!"
7 Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.

Untuk menjadi pewaris kita harus berada pada kondisi yang benar, jangan sampai salah. Jangan hanya menyandang di atas kertas sebagai pewaris tetapi masih dalam kondisi kanak-kanak sehingga tetap tidak bisa memperoleh warisan. Kalau rohani kita masih kanak-kanak maka kita tidak akan diserahi warisan. Tanda orang yang masih kanak-kanak adalah hidupnya masih dibelit oleh roh-roh dunia, masih dikuasai oleh dunia. Anak yang sudah dewasa bisa berseru “Ya Abba, ya Bapa”. Itu adalah seruan dari anak yang sudah dewasa, Anak Allah yaitu Tuhan Yesus. Tanda kedewasaan adalah taat dan dengar-dengaran kepada Tuhan.
Arti dari perkataan “Ya Abba, ya Bapa” adalah kami ini adalah orang yang taat dengar-dengaran kepada kepemimpinanMu.
Contohi ketaatan Tuhan Yesus yang taat sampai mati dikayu salib. Untuk kita sekarang adalah taat sampai daging tidak bersuara lagi dan kita terlepas dari belitan roh-roh dunia.

2.      Tuhan Yesus pencipta semesta alam
Jadi Tuhan Yesus yang memberitakan Firman kepada kita adalah pencipta semesta alam.
Dalam posisiNya sebagai pencipta Tuhan Yesus menempatkan diri sebagai suami dan kita istriNya.
Yesaya 54:5
Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi.
Ibrani 1:2b
Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta

Tuhan Yesus pencipta alam semesta mau menjadikan kita sebagai istrinya. Kalau kita ini adalah calon istriNya maka wajiblah kita untuk tunduk kepada Tuhan sebagai calon suami kita. Dan sebagai istri dari pencipta semesta alam tidak seharusnya kita kuatir akan apapun juga. Jangan sampai kita dirundung kekuatiran karena segala permasalahan yang kita hadapi. Yang penting serahkan hati kita kepada Tuhan untuk dipulihkan maka Tuhan yang akan membaharui kita, dan segala permasalahan kita menjadi urusannya Tuhan. Karena Tuhan akan berperkara demi  mewujudkan rencanaNya untuk pemulihan gereja Tuhan. Bukan hanya sekedar slogan, tetapi Tuhan akan memulihkan kita. Hati dan pikiran kita akan dibaharui oleh Tuhan sampai memiliki hati dan pikiran seperti Tuhan Yesus.


Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar