20111019

Kebaktian PA Yehezkiel, Rabu 19 Oktober 2011 Pdt. Bernard Legontu


Yehezkiel 36:1-2, 4, 6-8
1 "Hai engkau, anak manusia, bernubuatlah mengenai gunung-gunung Israel dan katakanlah: Hai gunung-gunung Israel, dengarlah firman TUHAN!
2 Beginilah firman Tuhan ALLAH: Oleh karena musuh itu berkata mengenai kamu: Syukur! Bukit-bukit dari dahulu kala sudah menjadi milik kita.
4 oleh karena itu, hai gunung-gunung Israel, dengarlah firman Tuhan ALLAH kepada gunung-gunung dan bukit-bukit, kepada alur-alur sungai dan lembah-lembah, kepada reruntuhan-reruntuhan yang sunyi sepi dan kepada kota-kota yang sudah ditinggalkan, yang sudah menjadi jarahan dan olok-olokan bagi sisa bangsa-bangsa yang di sekitarnya;
6 Oleh karena itu bernubuatlah mengenai tanah Israel dan katakanlah kepada gunung-gunung dan bukit-bukit, kepada alur-alur sungai dan lembah-lembah: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku berfirman dalam amarah cemburuan-Ku, oleh karena kamu sudah menanggung noda yang ditimbulkan bangsa-bangsa.
7 Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Aku bersumpah bahwa bangsa-bangsa yang di sekitarmu sendiri pasti akan menanggung noda mereka.
8 Maka kamu, gunung-gunung Israel, akan bertunas kembali dan akan memberi buah untuk umat-Ku Israel, sebab mereka akan segera kembali.

Bangsa Israel dibawa Tuhan ke negeri yang permai,
Yehezkiel 20:6
20:6 Pada hari itu Aku bersumpah kepada mereka untuk membawa mereka dari tanah Mesir ke tanah yang Kupilih baginya, negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, tanah yang permai di antara semua negeri.
tetapi bangsa Israel tidak hanya menajiskan tanah pemberian Tuhan, malah mereka mengatakan tanah pemberian Tuhan itulah yang membuat mereka susah. Itu bahasa bangsa Israel yang menuduh pemberian Allah itulah yang menyusahkan mereka, memusnahkan bangsa Israel.

Yehezkiel 36:13-15
13 Beginilah firman Tuhan ALLAH: Oleh karena orang berkata tentangmu: Engkau memakan orang dan engkau memunahkan bangsamu --
14 oleh karena itu engkau tidak akan makan orang lagi dan tidak akan memunahkan bangsamu lagi, demikianlah firman Tuhan ALLAH.
15 Aku tidak lagi membiarkan orang membicarakan noda yang ditimbulkan bangsa-bangsa terhadap engkau dan engkau tidak lagi menanggung pencelaan bangsa-bangsa dan tidak lagi memunahkan bangsamu, demikianlah firman Tuhan ALLAH."
               
Israel menganggap pemberian Tuhan sebagai penyebab bencana. Tuhan sudah memberikan kepada kita pemberian yang terbaik yaitu Firman Tuhan, jangan sampai kita berucap “Firman Tuhan itu yang membuat saya susah di dalam kehidupan”.
                       
Tuhan sudah memberikan tanah yang baik kepada Israel, tidak mungkin Tuhan keliru dengan pemberianNya. Adalah hal yang mustahil apabila Tuhan memberikan sesuatu kepada kita dengan maksud untuk membinasakan.
Bandingkan Amsal 10:22
10:22 Berkat TUHANlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.

Keluaran 3:8
Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus.
               
Ayat di atas adalah perkataan Tuhan kepada Musa di kaki gunung Horeb ketika bangsa Israel masih di Mesir, Tuhan sudah menjanjikan tanah yang baik.
Ulangan 26:9,15
9 Ia membawa kami ke tempat ini, dan memberikan kepada kami negeri ini, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.
15 Jenguklah dari tempat kediaman-Mu yang kudus, dari dalam sorga, dan berkatilah umat-Mu Israel, dan tanah yang telah Kauberikan kepada kami, seperti yang telah Kaujanjikan dengan sumpah kepada nenek moyang kami -- suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya."
               
Dalam ayat di atas  adalah perkataan Musa di tapal batas untuk masuk ke tanah yang Tuhan janjikan. Sebenarnya dari awal Tuhan sudah janjikan tanah yang baik dan bangsa Israel telah masuk dan menikmatinya. Namun mereka malah mempersalahkan pemberian Tuhan yang menurut mereka mencelakakan. Perkataan bangsa Israel ini sama dengan perkataan Adam saat dia mempersalahkan Tuhan yang memberikan Hawa kepadanya. Jadi manusia ini cenderung untuk mempersalahkan sumber pemberian yaitu Tuhan.

Kejadian 3:12
Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.
               
Di sini jelas Adam mempersalahkan Tuhan yang menyebabkan dia jatuh dalam dosa. Padahal tidak ada pemberian Tuhan yang diikut sertakan dengan bencana. Sadar atau tidak sadar seringkali muncul dalam perkataan kita bahasa-bahasa yang mempersalahkan pemberian Tuhan. Terutama mempersalahkan pemberian Tuhan yaitu madu dan susu yang arti rohaninnya adalah Firman Tuhan. Jangan sampai kita mempersalahkan Firman Tuhan. Jangan mempersalahkan ibadah dan pelayanan yang membuat kita harus berkorban segala sesuatu termasuk kesenangan daging kita. Apabila pernah kita berkata-kata seperti itu harus cepat diselesaikan supaya kita bisa mengalami pemulihan dari Tuhan.

Kitab nabi Yehezkiel ditutup dengan Tuhan menyatakan dirinya ada di sana, Yehova Shammah = Tuhan ada di sana. Itu berarti Tuhan mendengar setiap perkataan kita termasuk tanggapan kita tentang pemberian Tuhan. Oleh sebab itu jangan berkomentar miring tentang berkat dan pemberian Tuhan.

Yehezkiel 35:10
Oleh sebab engkau mengatakan: Kedua bangsa itu dan kedua negeri itu akan menjadi milikku dan kita akan memilikinya -- sebetulnya TUHAN ada di situ --
Yehezkiel 48:35 (Terjemahan Lama)
48:35 Maka segenap kelilingnya itu adalah delapan belas ribu hasta; dan dari pada hari itu juga nama negeri itu akan begini: Tuhan adalah di sana.

Yehezkiel 36:13
Beginilah firman Tuhan ALLAH: Oleh karena orang berkata tentangmu: Engkau memakan orang dan engkau memunahkan bangsamu --
               
Israel mempersalahkan tanah pemberian Tuhan sebagai penyebab kesusahan mereka. Padahal Tuhan yang mengawal tanah itu tidak mungkin malah mencelakakan mereka.
Ulangan 11:11-12
11 Tetapi negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya, ialah negeri yang bergunung-gunung dan berlembah-lembah, yang mendapat air sebanyak hujan yang turun dari langit;
12 suatu negeri yang dipelihara oleh TUHAN, Allahmu: mata TUHAN, Allahmu, tetap mengawasinya dari awal sampai akhir tahun
Ulangan 11:10
Sebab negeri, ke mana engkau masuk untuk mendudukinya, bukanlah negeri seperti tanah Mesir, dari mana kamu keluar, yang setelah ditabur dengan benih harus kauairi dengan jerih payah, seakan-akan kebun sayur.
               
Tanah mesir, tempat Israel sebelum mereka dibawa keluar adalah tempat dimana mereka harus berjerih payah, berusaha dengan membanting tulang untuk menghasilkan sayur. Sayur adalah tumbuh-tumbuhan yang akhirnya diserahkan Tuhan menjadi makanan binatang.
Kejadian 1:30
Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya." Dan jadilah demikian.
               
Tuhan mau mengeluarkan kita dari kegiatan daging yang menghasilkan tanaman yang menjadi makanan binatang, berarti terjadi persekutuan dengan binatang itulah iblis, nabi palsu dan antikristus. Tuhan tidak mau kita berada di dalam aktifitas dengan hawa nafsu daging yang mendorong kita bersekutu dengan iblis. Jangan sampai sudah berada di tanahnya Tuhan tetapi masih tetap mau melakukan aktifitas daging.
           
Tuhan membawa Israel ke tanah kanaan supaya bersekutu dengan Tuhan, di mana Tuhan berkata “Aku ada di sana”. Untuk itu Tuhan memfasilitasi dan memberikan berkat-berkat namun orang Israel menganggap itu pembawa bencana, padahal justru di mesir mereka kena bencana karena hidup dalam aktifitas daging. Jangan kita menggalakan kegiatan dengan hawa nafsu daging yang hanya membawa kita bersekutu dengan trionya iblis, hentikan kegiatan-kegiatan yang bersifat hawa nafsu daging! Kerinduan hati Tuhan supaya kita bersekutu dengan Dia, di kotanya Tuhan Yerusalem Baru. Sementara Tuhan menggiring kita ke sana Tuhan memberikan fasilitas dan berkat-berkat kepada kita.
Jangan sampai karena berkat Tuhan malah menghalangi kita untuk datang kepada Tuhan. Apalagi kalau sampai kita mengatakan pemberian Tuhan itu malah mendatangkan bencana. Jangan sampai fasilitas dan berkat Tuhan menyebabkan pertengkaran.
                       
Israel dibawa dari Mesir ke Kanaan dan terlihat suasana yang sangat berlawanan antara tanah mesir dan tanah yang Tuhan berikan. Di Mesir mereka harus bersusah payah untuk mengairi tanah-tanahnya sedangkan di tanahnya Tuhan segala sesuatu telah disediakan. Namun setelah mereka  masuk ke tanahnya Tuhan mereka malah mempersalahkan Tuhan dengan mengatakan pemberian Tuhan yang menyebabkan kebinasaan mereka. Padahal kehancuran mereka disebabkan oleh perbuatan mereka sendiri. Syukur Tuhan masih mau memulihkan mereka.

Ada dua perkara di dalam Ulangan 11:12-15 yang telah hilang dari bangsa Israel dan mau Tuhan pulihkan. Itu juga yang mau Tuhan pulihkan dalam kehidupan gereja Tuhan di zaman akhir ini.

1.      Persekutuan dengan sesama

Ulangan 11:12-14
12 suatu negeri yang dipelihara oleh TUHAN, Allahmu: mata TUHAN, Allahmu, tetap mengawasinya dari awal sampai akhir tahun.
13 Jika kamu dengan sungguh-sungguh mendengarkan perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, sehingga kamu mengasihi TUHAN, Allahmu, dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu,
14 maka Ia akan memberikan hujan untuk tanahmu pada masanya, hujan awal dan hujan akhir, sehingga engkau dapat mengumpulkan gandummu, anggurmu dan minyakmu,

Tuhan memberikan hujan awal yang dalam pengajaran Tabernakel terkena pada daerah halaman, pelajaran mula.
Ibrani 6:1-3 (Terjemahan Lama)
6:1 Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah,
6:2 yaitu ajaran tentang pelbagai pembaptisan, penumpangan tangan, kebangkitan orang-orang mati dan hukuman kekal.
6:3 Dan itulah yang akan kita perbuat, jika Allah mengizinkannya.

Kehidupan kristen yang mendapatkan hujan awal adalah kehidupan yang percaya Tuhan Yesus Kristus, bertobat dan lahir baru lewat baptisan air dan baptisan Roh Kudus. Inilah yang ditinggalkan oleh sebagian gereja Tuhan. Mereka membuat cara mereka sendiri baik dalam hal pertobatan juga dalam hal baptisan. Bagi yang telah menikmati suasana hujan awal yang benar dari Tuhan jangan berhenti di situ harus dilanjutkan pada hujan akhir. Hujan akhir ini berbicara Firman Pengajaran.

Lewat adanya hujan akhir kita memperoleh 3 hal:
a)    Gandum yang berbicara pemeliharaan Tuhan baik secara jasmani maupun secara rohani.
b)   Anggur yang berbicara sukacita, terutama sukacita di dalam persekutuan nikah.
c)    Minyak yang membuat kita bisa hidup di dalam terang.

Gandum, anggur dan minyak ini membawa kita untuk bisa bersekutu dengan sesama. Persekutuan dengan sesama ini yang mau Tuhan pulihkan lewat turunnya hujan dari Tuhan yaitu Firman Pengajaran. Persekutuan dengan sesama hanya bisa terjadi apabila ada gandum, anggur dan minyak. Bukan persekutuan yang dikoordinir oleh manusia.

Persekutuan inilah yang mau Tuhan pulihkan karena persekutuan kita belum indah. Pemeliharaan Tuhan yang kita nikmati kadang-kadang hanya untuk diri sendiri, kita belum bisa melihat sesama di sekitar kita. Persekutuan dalam nikah masih belum bisa merasakan nikmatnya air anggur, belum ada sukacita di dalam nikah. Kadang kala di tengah persekutuan masih ada hal-hal yang gelap di dalamnya. Persekutuan dengan sesama ini yang mau Tuhan pulihkan lewat turunnya Firman Pengajaran.

Yang menyebabkan tidak bisa terjadi persekutuan yang benar sebab Firman Pengajaran sudah diutak-atik. Bila pengajaran itu sudah diutak-atik, hujan yang turun sudah dipermainkan maka akibatnya persekutuan dengan sesama menjadi tidak mesra. Kalau diteruskan maka orang tersebut sungguh-sungguh terpisah dari persekutuan, dari pembentukan Tubuh Kristus.

Apabila ada hujan yang turun dan karenanya kita memperoleh gandum, mendapatkan pemeliharaan dari Tuhan maka jangan lupa untuk memperhatikan sesama kita yang membutuhkan.

2.      Persekutuan dengan Tuhan

Ulangan 11:15
dan Dia akan memberi rumput di padangmu untuk hewanmu, sehingga engkau dapat makan dan menjadi kenyang.

Ada hewan berarti ada ternak yang bisa disembelih untuk korban kepada Tuhan sehingga ada persekutuan dengan Tuhan di dalam ibadah. Persekutuan ini adalah persekutuan dengan Tuhan Yesus sebagai kepala. Dahulu harus ada hewan berupa lembu, kambing, domba dan sebagainya yang dikorbankan di atas mezbah. Bagi kita sekarang ada korban Kristus. Kita datang beribadah dan melayani bukan lagi dengan korban hewan tetapi lewat korban Kristus. Sejauh mana penghargaan kita terhadap korban Kristus sejauh itu terlihat kesungguhan kita di dalam ibadah dan pelayanan.
Nyata persekutuan itu dapat terjadi secara horisontal dan vertikal salib, hanya ada pada kuasa salib.
Setelah berbicara tentang persekutuan dengan sesama dan persekutuan dengan Tuhan maka Tuhan berikan peringatan kepada kita supaya waspada.

Ulangan 11:16
Hati-hatilah, supaya jangan hatimu terbujuk, sehingga kamu menyimpang dengan beribadah kepada allah lain dan sujud menyembah kepadanya.

Hati-hati dengan pengaruh dari iblis, hati-hati dengan penampilan serigala berbulu domba. Akibat dari pengaruh bujukan ini maka banyak anak Tuhan menyimpang dari ibadah yang benar lalu mulai mempersalahkan pemberian Tuhan, terutama mempersalahkan pemberian Tuhan yang terbaik itulah Firman Tuhan dan utusanNya.
1 Korintus 3:21-23
3:21 Karena itu janganlah ada orang yang memegahkan dirinya atas manusia, sebab segala sesuatu adalah milikmu:
3:22 baik Paulus, Apolos, maupun Kefas, baik dunia, hidup, maupun mati, baik waktu sekarang, maupun waktu yang akan datang. Semuanya kamu punya.
3:23 Tetapi kamu adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah.


Pemulihan terhadap tanahnya Tuhan

Yehezkiel 36:4
oleh karena itu, hai gunung-gunung Israel, dengarlah firman Tuhan ALLAH kepada gunung-gunung dan bukit-bukit, kepada alur-alur sungai dan lembah-lembah, kepada reruntuhan-reruntuhan yang sunyi sepi dan kepada kota-kota yang sudah ditinggalkan, yang sudah menjadi jarahan dan olok-olokan bagi sisa bangsa-bangsa yang di sekitarnya;
               
Ada tiga suasana tanahnya Tuhan yang mau dipulihkan di sini :

1.      Gunung

Keluaran 15:17
Engkau membawa mereka dan Kaucangkokkan mereka di atas gunung milik-Mu sendiri; di tempat yang telah Kaubuat kediaman-Mu, ya TUHAN; di tempat kudus, yang didirikan tangan-Mu, ya TUHAN.

Berbicara gunung dan bukit suasananya naik, ini menunjuk kuasa kebangkitan dan ini adalah dari Tuhan Yesus yang diberikan kepada kita. Karena Tuhan sudah mati di kayu salib dan bangkit maka kita juga memperoleh kuasa kebangkitan itu.
Arah kita setelah menerima kuasa kebangkitan Tuhan, menerima gunung milikNya sendiri, adalah menuju ke bukit Sion di mana Tuhan berada,

Wahyu 14:1
Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.

dan memuncak pada gunung yang tinggi di mana terdapat kota Yerusalem Baru.
Wahyu 21:9-10
9 Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba."
10 Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah

Kehidupan yang melecehkan tanahnya Tuhan, melecehkan gunung milikNya, berarti arah pengikutannya sudah hilang, sasaran kekristenannya sudah tidak jelas.
Apa penyebab sehingga arah sudah hilang? Karena berkat dari Tuhan malah menghalangi kehidupannya untuk mengarah kepada Tuhan. Ada yang karena ingin meraup kekayaan dunia sehingga meninggalkan ibadah pelayanan, yang lain lagi malah beribadah dan melayani Tuhan tetapi maksudnya dan tujuannya adalah untuk memperoleh perkara-perkara jasmani. Inilah orang-orang yang sudah kehilangan gunung milikNya Tuhan (kehilangan Yerusalem Baru).

Dosa di dalam bahasa gerikanya adalah Harmatia. Harmatia artinya salah sasaran. Apabila sudah tidak menghargai korban Kristus, tidak bertumpu pada kuasa kebangkitan Tuhan maka pengikutan kita pasti salah arah, salah sasaran. Anak Tuhan yang salah sasaran dalam mengikut Tuhan berarti dia berdosa. Dengan kata lain orang yang mengaku Kristen tetapi pengikutannya kepada Tuhan tidak menuju Yerusalem Baru, (untuk menjadi mempelai wanita Tuhan) berarti dia berdosa di hadapan Tuhan! melakukan pelanggaran di hadapan Tuhan.

Banyak anak-anak muda yang kehilangan arah, suami dan istri yang kehilangan arah, mereka semuanya itu hidup di dalam dosa. Karena itu terima kuasa kebangkitan Tuhan yang membawa kita ke bukit sion sampai ke Yerusalem Baru.

2.      Lembah

Lembah ini berbicara suasana kematian. Jangan takut saat harus turun ke lembah. Saat kita mengalami masalah yang membuat daging kita terasa dihimpit atau perasaan kita tersinggung tetapi kita bertahan untuk tidak mengikuti kemauan daging, itu berarti kita sedang berada di lembah. Tetapi ketika perasaan kita tergores lalu membalas dengan marah atau kita kecewa, itu berarti kita menolak pengalaman di lembah bersama Tuhan.
Kadang kala ketika kita dibawa ke lembah, turun pada suasana kematian dan daging kita tersayat-sayat, kita tidak sanggup. Padahal pemberian Tuhan adalah gunung dan lembah, kita harus menerima pemberian Tuhan. Kita tidak bisa dan tidak boleh mengelak untuk masuk ke lembah. Di sinilah Tuhan mau memulihkan kita, ketika kita tidak sanggup, tidak mampu untuk masuk dalam suasana kematian maka Tuhan mau memberikan kekuatan kepada kita. Apabila sikap kita benar saat ada di lembah maka janji Tuhan pada kita pasti ditepati.
Ada janji penyertaan, Tuhan ada di lembah bersama kita. Berarti Tuhan menyatakan diri sebagai Yehova Shammah, Tuhan ada di sana.

Mazmur 23:4
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

Dari pihak Tuhan tidak ada niat untuk melepaskan persekutuan dengan kita walaupun kita ada dilembah ataupun di gunung. Kitalah yang seringkali mau melepaskan diri dari persekutuan dengan Tuhan. Kasih Tuhan tetap tercurah namun kita yang menghindar.

3.      Alur-alur sungai

Mazmur 46:5
Kota Allah, kediaman Yang Mahatinggi, disukakan oleh aliran-aliran sebuah sungai.
Alur sungai dihubungkan dengan kota. Tuhan memfasilitasi bangsa Israel secara jasmani dengan kota-kota yang memiliki aliran-aliran sungai. Aliran sungai mendatangkan kesukaan, sukacita. Secara rohani Tuhan juga memfasilitasi kita dengan aliran-aliran sungai namun itu sudah direbut. Hal itu yang mau Tuhan pulihkan, ada kesukaan sampai menjadi seperti di taman Eden. Di taman Eden ada sebuah sungai yang mengalir menjadi empat aliran. Dan ke sanalah Tuhan mau mengembalikan kita.

Yehezkiel 36:35
Sebaliknya mereka akan berkata: Tanah ini yang sudah lama tinggal tandus menjadi seperti taman Eden dan kota-kota yang sudah runtuh, sunyi sepi dan musnah, sekarang didiami dan menjadi kubu.
Yesaya 66:12
Sebab beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku mengalirkan kepadanya keselamatan seperti sungai, dan kekayaan bangsa-bangsa seperti batang air yang membanjir; kamu akan menyusu, akan digendong, akan dibelai-belai di pangkuan.

Aliran sungai ini menghadirkan sukacita. Mari kita beribadah dan melayani Tuhan dengan sukacita. Sebenarnya Tuhan mau memanjakan gereja Tuhan, hanya kita saja yang tidak mengerti. Kita merasa seperti dipersulit oleh Tuhan, kita merasa kalau kita beribadah seperti dipersulit oleh Tuhan, kita merasa kalau kita berkorban seperti dipersulit oleh Tuhan, kita merasa kalau mengeluarkan perpuluhan seperti diberatkan oleh Tuhan! Padahal Tuhan mau memberikan sukacita.

Pada akhirnya ke mana aliran sungai ini mengalir? Sungai ini mengalir dari takhta Allah. Di mana takhta Allah ini? Di kota Yerusalem Baru. Ke sana Tuhan mau membawa kita.
Wahyu 22:1-2
1 Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.
2 Di tengah-tengah jalan kota itu, yaitu di seberang-menyeberang sungai itu, ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali; dan daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa.

Kalau kita merasa kehilangan sukacita untuk melayani, tidak ada gairah untuk beribadah, tidak mengalami kuasa kebangkitan dan daging kita berontak saat masuk dalam suasana kematian (lembah) maka sekarang Tuhan berniat untuk memulihkan kita. Tuhan membuka pintu kemurahannya kepada kita, sekarang tinggal tergantung kepada pribadi masing-masing bagaimana menyikapinya. Apabila Tuhan mau memulihkan mari kita sambut, jangan kita menolak. Pemulihan dimulai dengan Tuhan menunjukan kesalahan. Di sini banyak anak Tuhan yang menolak.
Ratapan 2:14
Nabi-nabimu melihat bagimu penglihatan yang dusta dan hampa. Mereka tidak menyatakan kesalahanmu, guna memulihkan engkau kembali. Mereka mengeluarkan bagimu ramalan-ramalan yang dusta dan menyesatkan.

Amsal 29:1
Siapa bersitegang leher, walaupun telah mendapat teguran, akan sekonyong-konyong diremukkan tanpa dapat dipulihkan lagi.

Saat kesalahan kita ditunjuk saat itulah proses pemulihan Tuhan sedang kita alami. Namun bila bersikap bersitegang leher, menolak saat kesalahan ditunjuk, maka Tuhan bisa berbalik dan kita sungguh-sungguh tidak akan bisa dipulihkan lagi. Ketika Firman Tuhan menyentuh kesalahan kita jangan kita marah, seharusnya kita bersyukur. Tuhan mau memulihkan kita sampai seperti di taman Eden.


Aliran-aliran sungai di taman Eden
Kejadian 2:10-14
10 Ada suatu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang.
11 Yang pertama, namanya Pison, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Hawila, tempat emas ada.
12 Dan emas dari negeri itu baik; di sana ada damar bedolah dan batu krisopras.
13 Nama sungai yang kedua ialah Gihon, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Kush.
14 Nama sungai yang ketiga ialah Tigris, yakni yang mengalir di sebelah timur Asyur. Dan sungai yang keempat ialah Efrat.

1.      Pison

Pison artinya air mengalir berlimpah-limpah. Sungai pison ini menunjuk pada sukacita berlimpah-limpah. Sukacita yang berlimpah tidak hanya diekspresikan dengan menari atau bersorak-sorai.

Ada dua pengertian menari yang benar sesuai dengan Firman Tuhan :

Ø  Menari itu ada kaitannya dengan kemenangan di dalam peperangan. Orang yang menari adalah yang telah menang. Sukacita yang benar muncul karena kita menang atas dosa, dunia dan daging kita.
Kidung Agung 6:13
6:13 Kembalilah, kembalilah, ya gadis Sulam, kembalilah, kembalilah, supaya kami dapat melihat engkau! Mengapa kamu senang melihat gadis Sulam itu seperti melihat tari-tarian perang?

Ø  Menari adalah penampilan seluruh tubuh, ekspresi seluruh tubuh. Di dalam menari seluruh tubuh digerakan. Artinya kita harus menunjukan kepada Tuhan bahwa tubuh kita seutuhnya adalah kehidupan yang menang menghadapi musuh. Mata menang tidak melihat perkara najis, telinga menang tidak suka mendengar gosip, mulut menang sampai tidak salah lagi dalam berkata-kata.

Pison mengalir di seluruh tanah hawila yang artinya “dia yang menderita sakit melahirkan”. Melahirkan berarti mewujudkan pribadi Firman dengan praktek Firman Tuhan. Bukti ada pison mengalir di dalam kita adalah kita ada ada usaha yang besar untuk mempraktekkan Firman Tuhan walaupun sakit bagi daging kita.
Yohanes 16:20-21
16:20 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita.
16:21 Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia.

Di tanah hawila terdapat Emas
Ratapan 4:1-2
1 Ah, sungguh pudar emas itu, emas murni itu berubah; batu-batu suci itu terbuang di pojok tiap jalan.
2 Anak-anak Sion yang berharga, yang setimbang dengan emas tua, sungguh mereka dianggap belanga-belanga tanah buatan tangan tukang periuk.

Israel dikatakan setimbang dengan emas tua namun sudah berubah menjadi belanga tanah, rohaninya merosot. Ini yang mau Tuhan pulihkan. Seperti buli-buli yang di isi manna di dalam Keluaran pasal 16 adalah buli-buli tanah liat, tetapi di dalam Ibrani pasal 9 dikatakan buli-buli yang di dalam tabut itu adalah buli-buli emas.
Artinya oleh karena kekuatan Firman Tuhan yang membuat kita bersukacita dan bergairah di dalam melayani akan merubah kehidupan kita menjadi emas tulen, memiliki tabiat Ilahi.

Keluaran 16:33
Sebab itu Musa berkata kepada Harun: "Ambillah sebuah buli-buli, taruhlah manna di dalamnya segomer penuh, dan tempatkanlah itu di hadapan TUHAN untuk disimpan turun-temurun."
Ibrani 9:4
Di situ terdapat mezbah pembakaran ukupan dari emas, dan tabut perjanjian, yang seluruhnya disalut dengan emas; di dalam tabut perjanjian itu tersimpan buli-buli emas berisi manna, tongkat Harun yang pernah bertunas dan loh-loh batu yang bertuliskan perjanjian,

2.      Gihon

Gihon memiliki 2 pengertian yaitu pancaran dan lembah kemurahan. Di lembah ada gada dan tongkat Tuhan, itulah kemurahan Tuhan. Walaupun di lembah tetapi ada kemurahan Tuhan.
Gihon mengaliri tanah kusy/kush yang artinya hitam. Suasana lembah itu identik dengan hitam, suasana gelap. Saat kita di lembah kita seperti dibawa pada suasana gelap dan seringkali kita tidak tahan. Supaya kita tahan maka ada gada dan tongkat Tuhan. Inilah kemurahan Tuhan kepada kita

3.      Tigris

Tigris artinya suara yang cepat dan tajam. Cepat berarti tidak menunda-nunda waktu. Tuhan tidak akan menunda FirmaNya,  penghukumanNya dan juga waktu kedatanganNya. Oleh sebab itu kita juga jangan suka menunda-nunda untuk mempraktekkan Firman, untuk beribadah dan melayani Tuhan.
Efesus 5:16
5:16 dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.

Ibrani 10:37-38
37 "Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah akan ada, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya.
38 Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya."

Yehezkiel 12:28
Oleh karena itu katakanlah kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Tidak satu pun dari firman-Ku akan ditunda-tunda. Apa yang Kufirmankan akan terjadi, demikianlah firman Tuhan ALLAH."

4.      Efrat

Efrat artinya berbuah-berbuah. Apabila ada sungai Pison,Gihon,Tigris dan Efrat mengalir maka kita pasti akan berbuah-buah. Berbuah berarti berguna bagi Allah dan sesama.

Yeremia 1:11-12
11 Sesudah itu firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya: "Apakah yang kaulihat, hai Yeremia?" Jawabku: "Aku melihat sebatang dahan pohon badam."
12 Lalu firman TUHAN kepadaku: "Baik penglihatanmu, sebab Aku siap sedia untuk melaksanakan firman-Ku."

Tuhan tidak akan menunda-nunda untuk melakukan pemulihan kepada kita sampai kita sempurna.
Yeremia 1:13-14
13 Firman TUHAN datang kepadaku untuk kedua kalinya, bunyinya: "Apakah yang kaulihat?" Jawabku: "Aku melihat sebuah periuk yang mendidih; datangnya dari sebelah utara."
14 Lalu firman TUHAN kepadaku: "Dari utara akan mengamuk malapetaka menimpa segala penduduk negeri ini.

Bersamaan dengan pemulihan Tuhan itu maka tampil juga penghukuman yang juga ditujukan kepada kehidupan yang menolak pemulihan Tuhan.

Yesaya 1:25-26
25 Aku akan bertindak terhadap engkau: Aku akan memurnikan perakmu dengan garam soda, dan akan menyingkirkan segala timah dari padanya.
26 Aku akan mengembalikan para hakimmu seperti dahulu, dan para penasihatmu seperti semula. Sesudah itu engkau akan disebutkan kota keadilan, kota yang setia."

Pemulihan Tuhan dimulai dari pucuk-pucuk pimpinan. Di dalam sidang jemaat pemulihan dimulai dari gembala sidang jemaat.
Yeremia 3:15
Aku akan mengangkat bagimu gembala-gembala yang sesuai dengan hati-Ku; mereka akan menggembalakan kamu dengan pengetahuan dan pengertian.

Gembala yang sesuai hati Tuhan adalah gembala yang mau dipulihkan.
Gembala yang mau dipulihkan mempunyai pengetahuan dan pengertian.
Amsal 17:27
Orang yang berpengetahuan menahan perkataannya, orang yang berpengertian berkepala dingin.

1 Timotius 3:3
3:3 bukan peminum, bukan pemarah melainkan peramah, pendamai, bukan hamba uang,

Yeremia 3:14
Kembalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion.

Di dalam pemulihan ini diambil seorang dari setiap kota. Pengertiannya adalah orang yang dipulihkan adalah orang yang merasakan pengaruh kota di dalam dirinya, pengaruh kota Yerusalem Baru. Harus ada kerinduan yang mendalam untuk menuju kota Yerusalem Baru. Kita harus menjadi orang yang satu itu. Bukti kita ada kerinduan ke kota Yerusalem Baru maka kita tidak menolak pemulihan Tuhan.

Diambil dua orang dari setiap keluarga artinya adalah kehidupan yang membawa hidupnya ada di dalam pengaruh nikah yang rohani. Kita harus merindu untuk masuk pada persekutuan nikah yang rohani, rindu untuk menjadi mempelai wanita Tuhan Yesus. Sehancur-hancurnya kehidupan kita tetapi kalau sekarang kita mau dipulihkan maka Tuhan juga rindu untuk memulihkan sampai kita menjadi mempelaiNya yang sempurna.

Orang-orang yang merindu menjadi mempelai Tuhan, merindu masuk kota Yerusalem Baru akan dibawa kepada penggembalaan di mana gembala yang menggembalakan adalah yang sesuai hatinya Tuhan, yaitu gembala yang sudah lebih dahulu mengalami pemulihan. Mari kita menerima pemulihan dari Tuhan.



Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar