20111026

Kebaktian PA Tabernakel, Rabu 26 Oktober 2011 Pdt. Bernard Legontu


Keluaran 29:1, 15-18
1 "Inilah yang harus kaulakukan kepada mereka, untuk menguduskan mereka, supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku: Ambillah seekor lembu jantan muda dan dua ekor domba jantan yang tidak bercela,
15 Kemudian haruslah kauambil domba jantan yang satu, lalu haruslah Harun dan anak-anaknya meletakkan tangannya ke atas kepala domba jantan itu.
16 Haruslah kausembelih domba jantan itu dan kauambillah darahnya dan kausiramkan pada mezbah sekelilingnya.
17 Haruslah kaupotong-potong domba jantan itu menurut bagian-bagian tertentu, kaubasuhlah isi perutnya dan betis-betisnya dan kautaruh itu di atas potongan-potongannya dan di atas kepalanya.
18 Kemudian haruslah kaubakar seluruh domba jantan itu di atas mezbah; itulah korban bakaran, suatu persembahan yang harum bagi TUHAN, yakni suatu korban api-apian bagi TUHAN.

Korban sembelihan kedua untuk tahbisan adalah domba jantan pertama. Tiga ekor binatang yang menjadi korban sembelihan ini ditekankan yang tidak bercela. Mengapa dalam hal tahbisan pelayan sangat ditekankan untuk tidak bercela? Karena pada pelajaran tahbisan dalam Keluaran pasal 29 dan Imamat pasal 8 ditutup dengan penentuan waktu yang disertai dengan angka 7, angka akhir zaman. Itu menunjuk waktu kita yang ada di penghujung akhir zaman. Apabila kita salah dalam tahbisan pelayanan, dengan kata lain kita melayani dengan bercela maka akibatnya adalah mati, kebinasaan.
Imamat 8:33-35
33 Janganlah kamu pergi dari depan pintu Kemah Pertemuan selama tujuh hari, sampai kepada genapnya perayaan pentahbisan, karena perayaan pentahbisan akan berlangsung tujuh hari lamanya.
34 Seperti yang diperbuat pada hari ini, demikian juga diperintahkan TUHAN kamu perbuat kelak untuk mengadakan pendamaian bagimu.
35 Di depan pintu Kemah Pertemuan haruslah kamu tinggal siang malam tujuh hari lamanya, dan kamu harus lakukan kewajibanmu terhadap TUHAN dengan setia, supaya janganlah kamu mati, karena demikianlah diperintahkan kepadaku."

Keluaran 29:35-37
35 Maka haruslah kauperbuat demikian kepada Harun dan kepada anak-anaknya, tepat seperti yang Kuperintahkan kepadamu; selama tujuh hari haruslah kautahbiskan mereka.
36 Tiap-tiap hari haruslah engkau mengolah seekor lembu jantan menjadi korban penghapus dosa untuk mengadakan pendamaian dan haruslah kausucikan mezbah itu, dengan mengadakan pendamaian baginya; haruslah engkau mengurapinya untuk menguduskannya.
37 Tujuh hari lamanya haruslah engkau mengadakan pendamaian bagi mezbah itu; haruslah engkau menguduskannya, maka mezbah itu akan menjadi maha kudus; setiap orang yang kena kepada mezbah itu akan menjadi kudus."

Tidak bercela dalam bahasa Ibrani adalah Salem dan dalam bahasa gerika adalah Teleyohi.
Ada sepuluh pengertian tidak bercela dalam arti yang lebih luas:

1.       Penuh/ Sepenuhnya
Tuhan mendambakan kehidupan yang ditahbisakan oleh Tuhan tidak melayani separuh jalan, tetapi Tuhan menghendaki pelayanan yang penuh. Jangan dulu kita berbicara kelimpahan, yang menjadi standar Tuhan adalah kita melayani sepenuhnya. Yang harus menjadi teladan kita melayani secara penuh adalah Tuhan Yesus. Di dalam pelayanan jangan sampai kita undur atau jangan juga maju mundur, sebentar melayani sebentar undur. Itu berarti pelayanan yang tercela. Apabila kita belum mencapai pelayanan yang sepenuhnya maka segera kita benahi, minta ampun kepada Tuhan dan mohon untuk diberikan kekuatan agar dapat melayani dengan penuh, tidak maju mundur.
Yohanes 4:34
Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.

2.       Murni
Murni ini ada hubungannya dengan niat atau maksud. Maksud pelayanan kita harus murni untuk Tuhan. Pelayanan kita ada hubungannya dengan kebaktian. Kebaktian berasal dari kata bakti. Berarti didalam pelayanan kebaktian itu kita mengabdikan diri, membaktikan diri kepada Tuhan bukan karena ada unsur paksaan apalagi bila ada tujuan-tujuan tertentu. Tuhan menuntut kemurnian pelayanan kita sebagaimana Tuhan sudah mencurahkan Firmannya dengan murni kepada kita. Jangan sampai ada tujuan untuk memperoleh perkara jasmani. Pelayanan kita harus murni, tujuan kita melayani adalah bagaimana mengangkat kerohanian umat Tuhan untuk menjadi mempelai wanita Tuhan yang sempurna.
1 Petrus 5:2
Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri.

2 Korintus 2:17
2:17 Sebab kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah. Sebaliknya dalam Kristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atas perintah Allah dan di hadapan-Nya.

Waktu kita sekarang ini sudah akan berakhir, pelayanan kita sudah mau menjelang finish. Jangan sampai salah maksud dan tujuan kita melayani karena bila salah akan berakhir dengan kematian, kebinasaan selamanya.

3.       Tulus
Titus 2:10
jangan curang, tetapi hendaklah selalu tulus dan setia, supaya dengan demikian mereka dalam segala hal memuliakan ajaran Allah, Juruselamat kita.
Tulus ada kaitannya dengan motivasi. Tulus lebih diberi penekanan kepada penyajian pengajaran. Murni itu adalah motivasi atau tujuan apa yang diinginkan pada akhir pelayanan sedangkan tulus ini adalah motivasi yang ada selama proses untuk mencapai tujuan ini.
Mazmur 11:7
Sebab TUHAN adalah adil dan Ia mengasihi keadilan; orang yang tulus akan memandang wajah-Nya.

Matius 10:16
"Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.

Tetapi waspada ada orang yang berupaya untuk menipu orang-orang seperti ini,
Roma 16:18
Sebab orang-orang demikian tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya.

dan hanya untuk dimangsa.
Galatia 4:17
Mereka dengan giat berusaha untuk menarik kamu, tetapi tidak dengan tulus hati, karena mereka mau mengucilkan kamu, supaya kamu dengan giat mengikuti mereka.

4.       Sungguh-sungguh
I Tesalonika 4:1
Akhirnya, saudara-saudara, kami minta dan nasihatkan kamu dalam Tuhan Yesus: Kamu telah mendengar dari kami bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah. Hal itu memang telah kamu turuti, tetapi baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi.
Rasul Paulus begitu bijak untuk mengoreksi jemaat Tesalonika. Dia tidak langsung menegur ketidak sungguhan jemaat Tesalonika, tetapi mengoreksinya dengan bijak. Bila kita melayani tidak dengan sungguh-sungguh berarti pelayanan kita masih bercela.

5.       Benar tidak ada dusta
Ada perbuatan yang terlihat benar padahal di dalamnya ada dusta. Contohnya kita memuji seseorang padahal di dalamnya ada dusta.
Mazmur 55:22
mulutnya lebih licin dari mentega, tetapi ia berniat menyerang; perkataannya lebih lembut dari minyak, tetapi semuanya adalah pedang terhunus.
licin seperti mentega = benar tetapi berniat menyerang (dusta)

Yeremia 9:8
Lidah mereka adalah anak panah yang membunuh, perkataan dari mulutnya adalah tipu; mereka berbicara damai dengan temannya, tetapi dalam hatinya mereka merancang pengadangan terhadapnya.

6.       Benar tidak ada kepalsuan
Contohnya yang benar tetapi palsu adalah perkataan ular kepada hawa di taman Eden.
Kejadian 3:5
tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."

Ibrani 5:14
Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

Bahasa ular benar, isinya seperti dalam Ibrani 5:14. Tetapi ada kepalsuan didalamnya sehingga ketika buah dimakan malah mendatangkan hukuman. Kita bisa membedakan yang baik dan jahat bila mau menerima makanan keras, itulah Firman Pengajaran keras.
Terlihat tujuan dari perkataan ular benar yaitu supaya mengetahui yang baik dan yang jahat tetapi jalannya salah. Walaupun tujuan sudah benar tetapi bila jalan yang dilalui salah maka akhir tujuan yang dicapai pasti salah / binasa.

7.       Tidak bernoda
Jangan ada noda dunia, jangan ada noda daging di dalam pelayanan. Jangan menghadirkan cara dunia di dalam kebaktian. Kalau pelayanan dikemas dengan cara dunia itu berarti pelayanan yang bernoda. Orang yang memasukan cara dunia di dalam ibadah pelayanan seperti orang yang berlayar di laut dengan perahu. Sementara berlayar dicedoklah air laut dan diisi ke dalam perahu, sedikit demi sedikit diisi dengan air laut sehingga perahu penuh dengan air. Apakah perahu ini bisa selamat sampai ke tujuan? Pasti tenggelam! Begitulah kehidupan yang memasukan cara dunia di dalam pelayanan.

8.       Terisi
Terisi berarti ada bobot, ada mutu, ada isi. Pelayanan yang tidak berisi sama seperti gandum yang kosong yang terlihat banyak gerakan, banyak kegiatan dan mau menelan gandum yang berisi.
Kejadian 41:2-7
2 Tampaklah dari sungai Nil itu keluar tujuh ekor lembu yang indah bangunnya dan gemuk badannya; lalu memakan rumput yang di tepi sungai itu.
3 Kemudian tampaklah juga tujuh ekor lembu yang lain, yang keluar dari dalam sungai Nil itu, buruk bangunnya dan kurus badannya, lalu berdiri di samping lembu-lembu yang tadi, di tepi sungai itu.
4 Lembu-lembu yang buruk bangunnya dan kurus badannya itu memakan ketujuh ekor lembu yang indah bangunnya dan gemuk itu. Lalu terjagalah Firaun.
5 Setelah itu tertidur pulalah ia dan bermimpi kedua kalinya: Tampak timbul dari satu tangkai tujuh bulir gandum yang bernas dan baik.
6 Tetapi kemudian tampaklah juga tumbuh tujuh bulir gandum yang kurus dan layu oleh angin timur.
7 Bulir yang kurus itu menelan ketujuh bulir yang bernas dan berisi tadi. Lalu terjagalah Firaun. Agaknya ia bermimpi!

Gandum kurus ini gambaran orang yang tidak mau diisi dengan Firman Pengajaran. Kehidupan rohaninya kurus dan layu oleh angin timur. Di dalam pelajaran Tabernakel timur adalah daerah halaman. Kehidupan yang hanya puas dengan suasana halaman yaitu percaya, bertobat dan dibaptis namun tidak mau melanjutkan untuk menerima Firman pengajaran maka kerohaniannya akan menjadi kurus dan layu. Apakah ibadah pelayanan kita berbobot atau tidak semuanya itu tergantung bagaimana kita menyikapi Firman Pengajaran.
Kalau berbicara terisi atau bobot berarti berbicara kualitas kerohanian bukan kuantitas atau jumlah jemaat.

Di dalam Kejadian pasal 41 angka 7 disebutkan sampai 28 kali. Angka 28 terdiri dari 20 dan 8.
20 adalah batas usia untuk siap berperang, artinya kehidupan umat Tuhan diakhir zaman ini harus mengangkat perang melawan dosa, angka 8 adalah angka lahir baru (pembaharuan)

9.       Yang sebaik-baiknya
Ada pelayanan yang sudah baik tetapi Tuhan cari yang terbaik. Tuhan sudah berikan yang terbaik kepada kita karena itu pelayanan kita juga harus yang terbaik kepada Tuhan, yang sebaik-baiknya.

Contoh Kejadian 1:4, 10, 12, 18, 25 disebut baik,
1:4 Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.
1:10 Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
1:12 Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
1:18 dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
1:25 Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.

tetapi Kejadian 1:31 disebut sungguh amat baik,
Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.

dan ini yang disediakan bagi kita,
Ibrani 11:40
Sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita; tanpa kita mereka tidak dapat sampai kepada kesempurnaan.

jadi berbicara yang terbaik adalah pelayanan yang berupaya untuk masuk dalam
Wahyu 19:7; 21:9
19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.
21:9 Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba."

10.    Suci / Kudus
Supaya kita bisa tampil tidak bercela di dalam pelayanan maka Tuhan sudah siapkan 3 ekor binatang untuk korban sembelihan. Kenapa lembu dan domba untuk sembelihan itu disebutkan yang jantan? Karena jantan berarti laki-laki, laki-laki artinya kuat. Kita harus melayani dengan kekuatan, bukan kekuatan dari diri kita tetapi kekuatan yang berasal dari Firman dan Roh Kudus.

Yesaya 30:15
Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." Tetapi kamu enggan,

Iblis tahu waktunya sudah akan berakhir karena itu dia terus berusaha menghalangi kita supaya jangan melayani dengan tidak bercela agar kita binasa. Oleh sebab itu Tuhan memberikan kita kekuatan lewat Firman dan Roh Kudus karena rintangan yang dihadapi dalam pelayan di akhir zaman ini begitu banyak dan begitu besar. Untuk itu kita harus tampil seperti laki-laki, tampil kuat!

1 Korintus 16:13
Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat!

Ayub 38:3; 40:2
38:3 Bersiaplah engkau sebagai laki-laki! Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku.
40:2 "Bersiaplah engkau sebagai laki-laki; Aku akan menanyai engkau, dan engkau memberitahu Aku.

Sebab musuhpun tidak mau ketinggalan, dalam ayat ini untuk musuh 2X disebut “berlakulah seperti laki-laki”.
1 Samuel 4:9
Kuatkanlah hatimu dan berlakulah seperti laki-laki, hai orang Filistin, supaya kamu jangan menjadi budak orang Ibrani itu, seperti mereka dahulu menjadi budakmu. Berlakulah seperti laki-laki dan berperanglah!"

Sekarang akan dibicarakan tentang binatang kedua yaitu domba.

KORBAN DOMBA JANTAN

Kita harus mengerti ciri-ciri dari domba yang benar karena ada  serigala yang berbulu domba. Kelihatannya seperti domba padahal serigala. Ini seperti penampilan binatang yang keluar dari dalam bumi, sekilas seperti anak domba tetapi suaranya seperti naga. Ini adalah nabi palsu yang tampil dengan suara naga, suara kebohongan.

Matius 7:15
"Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.
Wahyu 13:11
Dan aku melihat seekor binatang lain keluar dari dalam bumi dan bertanduk dua sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga.

Ada tujuh ciri-ciri domba:

1.       Binatang halal
Imamat 11:1-3
1 Lalu TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun, kata-Nya kepada mereka:
2 "Katakanlah kepada orang Israel, begini: Inilah binatang-binatang yang boleh kamu makan dari segala binatang berkaki empat yang ada di atas bumi:
3 setiap binatang yang berkuku belah, yaitu yang kukunya bersela panjang, dan yang memamah biak boleh kamu makan.
Domba adalah binatang halal sehingga boleh dipersembahkan di atas mezbah.

Ibrani 12:8-11
12:8 Tetapi jikalau kamu tiada diajari, padahal semua orang mendapat bahagian itu, maka kamu anak haram, bukannya anak halal.(terjemahan lama)
12:9 Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup?
12:10 Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.
12:11 Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.

Binatang yang haram menunjuk kepada kehidupan yang menolak Firman pengajaran, tidak mau diajar oleh Tuhan. Pengertian binatang halal bila dihubungkan dengan pelayanan adalah kehidupan yang dalam ibadah pelayanannya mau menerima Firman pengajaran, mau diajar. Apalah arti kita melayani tetapi tanpa Firman pengajaran yang membina dan mengajar kita. Lewat pengajaran itu membuat kita kuat.

2.       Memamah biak
Memamah biak berarti merenungkan kembali Firman Tuhan yang sudah diterima baik siang maupun malam.
Mazmur 1:2
tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam

Mengapa harus merenungkan Firman Tuhan siang dan malam? Untuk menghadapi dosa siang dan dosa malam.

Ø  Dosa siang adalah berfoya-foya dan pesta pora
II Petrus 2:13
dan akan mengalami nasib yang buruk sebagai upah kejahatan mereka. Berfoya-foya pada siang hari, mereka anggap kenikmatan. Mereka adalah kotoran dan noda, yang mabuk dalam hawa nafsu mereka kalau mereka duduk makan minum bersama-sama dengan kamu.

Lukas 21:34-36
34 "Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.
35 Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini.
36 Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia."

        Roma 13:13
Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati.

Ø  Dosa malam adalah dosa makan minum, mabuk dan tidur atau malas.
I Tesalonika 5:7
Sebab mereka yang tidur, tidur waktu malam dan mereka yang mabuk, mabuk waktu malam.

Ayub 24:15-17
15 Orang yang berzinah menunggu senja, pikirnya: Jangan seorang pun melihat aku; lalu dikenakannya tudung
muka.
16 Di dalam gelap mereka membongkar rumah, pada siang hari mereka bersembunyi; mereka tidak kenal terang,
17 karena kegelapan adalah pagi hari bagi mereka sekalian, dan mereka sudah biasa dengan kedahsyatan kegelapan.

3.       Penurut
Yohanes 10:1-4, 16, 27
1 "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok;
10:2 tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba.
10:3 Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.
10:4 Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.
10:16 Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.
10:27 Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,

Domba itu sifatnya penurut namun ada satu dua ekor yang nakal, yang suka menjauh dari temannya dari penggembalaan. Cara gembala domba di Israel kepada domba yang suka menjauh awalnya dilempari batu sebagai peringatan namun bila tidak dihiraukan maka domba tersebut dipatahkan kakinya dan ditinggalkan di kandang supaya jangan dia terhilang dan dimangsa binatang buas. Untuk kita dombanya Tuhan jangan suka menjauh dari persekutuan, jangan tunggu dihajar baru mau menurut kepada Tuhan.
Tuhan Yesus adalah teladan sempurna dari ketaatan. Dia menurut kepada kehendak Bapa sampai mati di kayu salib.
Yesaya 53:7
Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.

4.       Tidak membela diri
Tidak membela diri artinya bersandar sepenuhnya kepada Gembala. Teladannya adalah Tuhan Yesus yang diutus oleh Bapa. Ketika berada di pengadilan kayafas, waktu tuduhan-tuduhan datang Tuhan diam, demikian juga waktu di pengadilan Pilatus. Tuhan Yesus tidak membela diri, Ia serahkan semua kepada Bapa di sorga karena Dia hadir di dunia untuk melakukan tugas dari Bapa maka Bapa pasti membela.

Markus 14:60-61
60 Maka Imam Besar bangkit berdiri di tengah-tengah sidang dan bertanya kepada Yesus, katanya: "Tidakkah Engkau memberi jawab atas tuduhan-tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?"
61 Tetapi Ia tetap diam dan tidak menjawab apa-apa. Imam Besar itu bertanya kepada-Nya sekali lagi, katanya: "Apakah Engkau Mesias, Anak dari Yang Terpuji?"

Markus 15:4-5
4 Pilatus bertanya pula kepada-Nya, katanya: "Tidakkah Engkau memberi jawab? Lihatlah betapa banyaknya tuduhan mereka terhadap Engkau!"
5 Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawab lagi, sehingga Pilatus merasa heran.

I Tesalonika 5:15
Perhatikanlah, supaya jangan ada orang yang membalas jahat dengan jahat, tetapi usahakanlah senantiasa yang baik, terhadap kamu masing-masing dan terhadap semua orang.

Roma 12:17-19
17 Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!
18 Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!
19 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.

I Petrus 3:8-9
8 Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati,
9 dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat. Sebab:

5.       Mempunyai tanduk tetapi menusuk badan sendiri
Ciri domba yang berikut adalah tidak suka mempersalahkan orang lain tetapi malah menyalahkan diri sendiri, mau mengoreksi dirinya sendiri.

6.       Berkumpul saat menghadapi musuh
Pengertiannya adalah suka berfellowship. Berkumpul di sini berarti bersatu dan mendekatkan diri kepada kepala, itulah Tuhan Yesus.
Mazmur 133:1-3
1 Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan
rukun!
2 Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.
3 Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

Ibrani 10:25; 3:13
10:25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
3:13 Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan "hari ini", supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa.

7.       Binatang untuk korban
Ini berarti kita belajar untuk melepaskan hak-hak kita demi kepentingan bersama untuk pembangunan Tubuh Kristus.
Roma 12:1-2; 15:1-3
12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
15:1 Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri.
15:2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya.
15:3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku."


Ada proses yang harus dilakukan dalam pelaksanaan korban sembelihan domba jantan ini:
1.       Menumpangkan tangan di atas kepala domba
Keluaran 29:15
Kemudian haruslah kauambil domba jantan yang satu, lalu haruslah Harun dan anak-anaknya meletakkan tangannya ke atas kepala domba jantan itu.
Apa makna dari menumpangkan tangan di atas kepala domba ini?

Yesaya 65:5
yang berkata: "Menjauhlah, janganlah meraba aku, nanti engkau menjadi kudus olehku!" Semuanya ini seperti asap yang naik ke dalam hidung-Ku, seperti api yang menyala sepanjang hari.
Untuk kita sekarang korban domba itulah Tuhan Yesus, berarti meletakkan tangan ke atas kepala domba ini bertujuan supaya kita mendapat aliran kekudusan dari Tuhan Yesus Anak Domba Allah.
Meraba kepala berarti ada persekutuan dengan berita kepala, Firman Tuhan yang mengarahkan kita gereja Tuhan untuk menempatkan Tuhan Yesus sebagai kepala dan kita TubuhNya.
Itulah berita Kabar Mempelai dalam terang Tabernakel.

Jangan kita menunggu sampai Tuhan sudah melarang kita merabaNya, bersekutu dengan FirmanNya. Kita harus mengambil persekutuan di dalam kekudusan Tuhan supaya bisa menerima aliran kekudusan dari Anak Domba. Biarlah dalam pelayanan kebaktian kita belajar mengulurkan tangan kepada korban yang ada di atas mezbah itu. Itu berarti kita mengharapkan kekudusan yang hanya bisa kita peroleh dari pribadi dimana kita bersekutu yaitu pribadi Anak Domba Allah, bukan dari diri kita sendiri. Tidak ada kekudusan dari diri kita atau dari pribadi dan perkara yang lain. Bila kita bersekutu di mana ada Firman Pengajaran yang benar di sanalah kita bisa mendapatkan aliran kekudusan. Kalau kita sendiri tidak mau meraba domba ini, tidak mau mengulurkan tangan, maka suatu saat akan meraba-raba dinding.

Yesaya 59:10
Kami meraba-raba dinding seperti orang buta, dan meraba-raba seolah-olah tidak punya mata; kami tersandung di waktu tengah hari seperti di waktu senja, duduk di tempat gelap seperti orang mati.
Meraba dinding seperti orang buta itu berarti arahnya sudah tidak jelas dan malah berakhir dengan dipagut ular. Berarti malah bersekutu dengan setan. Itu akibatnya bila salah meraba, salah bersekutu!

Amos 5:19
Seperti seseorang yang lari terhadap singa, seekor beruang mendatangi dia, dan ketika ia sampai ke rumah, bertopang dengan tangannya ke dinding, seekor ular memagut dia!

Di dalam kebaktian jangan kita asal saja mengangkat tangan, harus mengerti maknanya saat kita mengulurkan tangan kepada Tuhan. Biarlah saat mengangkat tangan ada kerinduan dalam hati kita untuk memperoleh aliran kekudusan dari Tuhan supaya kita yang kotor ini bisa disucikan.

2.       Domba disembelih
Keluaran 29:16
Haruslah kausembelih domba jantan itu dan kauambillah darahnya dan kausiramkan pada mezbah sekelilingnya.
Disembelih di sini berarti domba jantan itu menyerah sepenuh kepada pedang, dia tidak menghindar dari pedang, dia rela kena pedang. Untuk kita sekarang jangan sampai kita mengelak dari pedang Firman Allah. Kalau kita bersikap mengelak dari pedang Firman Allah berarti kita sendiri yang menghalangi aliran kekudusan Tuhan itu mengalir kepada kita.

3.       Darah disiram pada mezbah sekelilingnya
Keluaran 29:16
Haruslah kausembelih domba jantan itu dan kauambillah darahnya dan kausiramkan pada mezbah sekelilingnya.
Mezbah itu yang disiram darah sekelilingnya, bukan dibagian bawah mezbah. Itu berarti mezbah tersebut benar-benar berlumuran darah. Mezbah berbicara ibadah pelayanan, darah berbicara sengsara.

II Timotius 3:12
Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya,

Ibadah pelayanan yang benar harus ada tanda darah, harus ditandai sengsara daging, ditandai perobekan daging. Kita harus rela saat daging kita sakit terkena pedang Firman Tuhan di dalam kebaktian. Mungkin untuk ikut dalam kebaktian kita harus meninggalkan pekerjaan atau keperluan-keperluan yang lain, itu juga sudah termasuk mengalami proses mezbah kita disiram dengan darah.

4.       Dipenggal-penggal
Keluaran 29:17
Haruslah kaupotong-potong domba jantan itu menurut bagian-bagian tertentu, kaubasuhlah isi perutnya dan betis-betisnya dan kautaruh itu di atas potongan-potongannya dan di atas kepalanya.
Domba ini dipenggal-penggal hingga menjadi potongan-potongan. Ini berarti terjadi pemisahan dan yang menjadi teladan adalah Tuhan Yesus.
Ibrani 7:26
Sebab Imam Besar yang demikianlah yang kita perlukan: yaitu yang saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang berdosa dan lebih tinggi dari pada tingkat-tingkat sorga,
Kita harus mengalami proses dipenggal-penggal yaitu dipisahkan dari dosa.

Matius 19:29
29 Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal.
Dalam ayat ini kita juga diajar untuk terpisah dari beberapa hal.
Saudara laki-laki, berarti tidak tergiur dengan harta warisan. Jangan sampai kita mengejar apalagi bertengkar karena warisan.
Saudara perempuan, berarti terpisah dengan kesukaan yang duniawi.
Bapa atau ibu, berarti terpisah dengan hidup lama, adat istiadat.
Ladang, berarti pencaharian atau profesi yang lama, perbuatan yang lama di dalam dosa.

5.       Isi perut dan paha dibasuh
Keluaran 29:17 (Terjemahan Lama)
Lalu lapah-lapahlah domba jantan itu berpenggal-penggal, maka isi perutnya dan pahanya hendaklah kaubasuh dan taruhlah dia serta dengan segala penggalnya dan dengan kepalanya.
Isi perut dibasuh berbicara penyucian batin, paha dibasuh berbicara penyucian lahiriah. Berarti pembasuhan isi perut dan paha berbicara penyucian lahir dan batin.
Pengertian yang lebih dalam lagi tentang isi perut yang dibersihkan ini adalah ibadah pelayanan kita harus dibersihkan dari dosa yang membuat kita bertuhankan perut yang menjadikan kita seteru salib Tuhan.
Paha yang dibasuh berbicara kesucian dalam nikah. Apa yang salah di masa lampau kita harus dibersihkan, harus disucikan.

Jangan seperti dalam Yehezkiel 16:25-26
16:25 Pada setiap persimpangan jalan engkau membangun bukit pengorbanan dan menjual kecantikanmu menjadi kekejian dengan merenggangkan kedua pahamu bagi setiap orang yang lewat, sehingga persundalanmu bertambah-tambah.
16:26 Engkau bersundal dengan orang Mesir, tetanggamu, si aurat besar itu, sehingga persundalanmu bertambah-tambah, yang menimbulkan sakit hati-Ku.
napsu dunia/iblis untuk menajiskan gereja sangat besar.

Ada 14 dosa dari dalam batin:
Markus 7:6, 21-23
6 Jawab-Nya kepada mereka: "Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang 1munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku
21 sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala 2pikiran jahat, 3percabulan, 4pencurian, 5pembunuhan,
22 6perzinahan, 7keserakahan, 8kejahatan, 9kelicikan, 10hawa nafsu, 11iri hati, 12hujat, 13kesombongan, 14kebebalan.
23 Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."

Yakobus 2:4
bukankah kamu telah membuat pembedaan di dalam hatimu dan bertindak sebagai hakim dengan pikiran yang jahat?
membedakan rupa orang itu adalah pikiran jahat.

14 dosa ini ada kaitannya dengan domba sembelihan yang disimpan sampai tanggal ke 14 lalu disembelih. Domba ini disembelih tanggal 14 tujuannya untuk melawan dan menyucikan 14 dosa yang ada di dalam batin manusia.
Keluaran 12:3, 6
3 Katakanlah kepada segenap jemaah Israel: Pada tanggal sepuluh bulan ini diambillah oleh masing-masing seekor anak domba, menurut kaum keluarga, seekor anak domba untuk tiap-tiap rumah tangga.
6 Kamu harus mengurungnya sampai hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja.

Itulah berkat yang akan kita terima bila mengambil persekutuan dengan Anak Domba Allah yaitu kekuatan benih dosa di kalahkan.

6.       Potongan korban domba diletakkan di atas kepala
Keluaran 29:17
Haruslah kaupotong-potong domba jantan itu menurut bagian-bagian tertentu, kaubasuhlah isi perutnya dan betis-betisnya dan kautaruh itu di atas potongan-potongannya dan di atas kepalanya.
Bagian yang telah terpenggal-penggal ini disusun di atas mezbah dengan kepala berada paling bawah.
Itu berarti kepalalah yang paling pertama terkena api.
Pengertiannya adalah kepala atau pikiran kita inilah yang harus pertama kali ditaklukkan kepada Tuhan.
II Korintus 10:5
Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,
Tidak mungkin kita menyerah kepada Tuhan bila pikiran kita belum ditaklukkan lebih dahulu.
Pikiran kita harus lebih dahulu ditaklukkan supaya kita bisa menyerah sepenuh kepada Tuhan.



Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar