20120916

Kebaktian Umum, Minggu 16 September 2012 Pdt. Bernard Legontu




Wahyu 15:1-3
1 Dan aku melihat suatu tanda lain di langit, besar dan ajaib: tujuh malaikat dengan tujuh malapetaka terakhir, karena dengan itu berakhirlah murka Allah.
2 Dan aku melihat sesuatu bagaikan lautan kaca bercampur api, dan di tepi lautan kaca itu berdiri orang-orang yang telah mengalahkan binatang itu dan patungnya dan bilangan namanya. Pada mereka ada kecapi Allah.
3 Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya: "Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa!

Kita telah mempelajari 3 tingkatan yang dikaitkan dengan nyanyian Musa. Mengapa nyanyian Musa dan nyanyian Anak Domba ini dikait-kaitkan? Sebab Musa dalam nubuatannya berkata bahwa akan ada orang yang tampil seperti dia itulah pribadi Tuhan Yesus Kristus.
Ulangan 18:15-18
15 Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.
16 Tepat seperti yang kamu minta dahulu kepada TUHAN, Allahmu, di gunung Horeb, pada hari perkumpulan, dengan berkata: Tidak mau aku mendengar lagi suara TUHAN, Allahku, dan api yang besar ini tidak mau aku melihatnya lagi, supaya jangan aku mati.
17 Lalu berkatalah TUHAN kepadaku: Apa yang dikatakan mereka itu baik;
18 seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.

Nubuatan yang disampaikan oleh Musa tentang pribadi Kristus Yesus harus didengar sebab itu adalah jaminan untuk kehidupan. Di dalam Nyanyian Musa adalah jaminan kehidupan kita.

Ulangan 32:1
"Pasanglah telingamu, hai langit, aku mau berbicara, dan baiklah bumi mendengarkan ucapan mulutku.
Langit menunjuk Kristen yang rohani dan bumi menunjuk Kristen yang duniawi. Kepada keduanya Tuhan tetap mengingatkan, bagi yang rohani supaya jangan menukik artinya tetap mempertahankan kerohaniannya agar jangan turun lagi. dan kepada yang duniawi supaya segera meroket artinya supaya rohaninya meningkat.

Ulangan 32:1 (Terjemahan Lama)
Berilah telinga, hai segala langit! akan barang yang kukatakan; dengarlah olehmu, hai bumi! akan perkataan lidahku.
Kepada bumi diperdengarkan perkataan lidah. Tujuan dari perkataan lidah ini supaya yang lemah dikuatkan. Kristen duniawi ini masih terlampau banyak kelemahan, itu sebabnya harus dikuatkan.
Yesaya 50:4
Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.

Ulangan 32:1-2, 44-47
1 "Pasanglah telingamu, hai langit, aku mau berbicara, dan baiklah bumi mendengarkan ucapan mulutku.
2 Mudah-mudahan pengajaranku menitik laksana hujan, perkataanku menetes laksana embun, laksana hujan renai ke atas tunas muda, dan laksana dirus hujan ke atas tumbuh-tumbuhan.
44 Lalu datanglah Musa bersama-sama dengan Yosua bin Nun dan menyampaikan ke telinga bangsa itu segala perkataan nyanyian tadi.
45 Setelah Musa selesai menyampaikan segala perkataan itu kepada seluruh orang Israel,
46 berkatalah ia kepada mereka: "Perhatikanlah segala perkataan yang kuperingatkan kepadamu pada hari ini, supaya kamu memerintahkannya kepada anak-anakmu untuk melakukan dengan setia segala perkataan hukum Taurat ini.
47 Sebab perkataan ini bukanlah perkataan hampa bagimu, tetapi itulah hidupmu, dan dengan perkataan ini akan lanjut umurmu di tanah, ke mana kamu pergi, menyeberangi sungai Yordan untuk mendudukinya."

3 tahapan nyanyian Musa.
1.      Embun
Embun menunjuk pada kebaikan raja dan itu harus kita cari.
Amsal 19:12
Kemarahan raja adalah seperti raung singa muda, tetapi kebaikannya seperti embun yang turun ke atas rumput.

Kalau tidak mencari embun maka akan berhadapan dengan auman singa, berhadapan dengan murka Tuhan. Mencari embun berarti mencari hal yang baik. Hal yang jahat itulah penghukuman.
Amos 5:14
Carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup; dengan demikian TUHAN, Allah semesta alam, akan menyertai kamu, seperti yang kamu katakan.

Kalau gereja Tuhan tidak mau mencari embun, tidak mau mencari pengajaran dan dalam ibadah hanya diisi dengan lawakan dan sebagainya maka gereja Tuhan tersebut tidak akan berhasil dipermuliakan oleh Tuhan. Mulai dari anak sekolah minggu dan remaja sudah harus membiasakan diri datang mendengarkan Firman Allah walaupun masih dalam tahap embun. Kalau kita sudah mendapatkan embun maka perlahan dan pasti maka kerohanian kita akan dibawa pada jenjang remaja, sudah dekat pada akil balig artinya mulai bertumbuh. Anak Tuhan jangan hanya berada pada pelukan bumi, kalau tetap demikian kapan akan meningkat menjadi remaja?
Mazmur 110:3
Pada hari tentaramu bangsamu merelakan diri untuk maju dengan berhiaskan kekudusan; dari kandungan fajar tampil bagimu keremajaanmu seperti embun.

Rohani yang sudah remaja memiliki daya tarik tersendiri dibandingkan balita dan kanak-kanak. Remaja berarti dekat dengan akil balig dan harus ditingkatkan sampai kedewasaan. Banyak anak Tuhan merasa sudah rohani dan pantas untuk jumpa dengan Tuhan Yesus padahal baru sampai pada tahap embun. Namun ini adalah awalnya dan kita harus berusaha untuk mencari.

Mencari di sini berarti ada korban tenaga, korban waktu dan korban perasaan. Kita harus rela menanggung malu sebab kita tidak punya dan harus mencari. Kalau sudah punya untuk apa mencari? Saat mencari seringkali kita dilecehkan: “apa yang kamu cari?”. Sering ketika mencari embun, kita banyak menghadapi bahasa-bahasa yang miring tetapi jangan pedulikan ucapan-ucapan orang seperti itu. Kita doakan supaya orang-orang yang bicara miring ini suatu saat bisa seperti kita.

Dalam Ulangan 32:47 dikatakan Nyanyian Musa ini bukan perkataan hampa tetapi di dalamnya ada kehidupan dan bukan hanya kehidupan tetapi juga umur panjang di tanah yang kita tuju artinya kita bisa sampai ke kota Yerusalem Baru.

Mulai dari keremajaan ini sudah ada jaminan kehidupan dan kehidupan inilah yang kita cari. Jangan kita tolak Firman pengajaran meskipun baru tampil seperti embun maksudnya Firman pengajaran belum tampil dengan keras. Jangan juga kita berhenti di sini namun harus ditingkatkan untuk menerima pengajaran yang bagaikan gerimis dan meningkat menjadi hujan deras.

2.      Hujan renai
Tujuan Firman pengajaran tahap kedua yang tampil bagaikan hujan renai dikaitkan dengan tunas ini membawa kita yang telah menerima embun, telah mencapai pada keremajaan untuk mengenal Tuhan Yesus secara pribadi.

Ada 4 kepribadian Tuhan Yesus yang ditampilkan dalam 4 Injil:
a)      Kepribadian Tuhan sebagai Raja dalam tanda keadilan yang ditampilkan dalam Injil Matius.
Yeremia 23:5, 33:15
23:5 Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri.
33:15 Pada waktu itu dan pada masa itu Aku akan menumbuhkan Tunas keadilan bagi Daud. Ia akan melaksanakan keadilan dan kebenaran di negeri.

b)      Kepribadian Tuhan Yesus sebagai Hamba yang tidak membuang-buang waktu dalam pelayanan. Kalau pengenalan kita akan pribadi Tuhan Yesus bertambah maka akan terlihat dari kesetiaan kita dalam ibadah pelayanan dan tidak membuang-buang waktu demi terwujudnya Tubuh Kristus yaitu Mempelai Wanita untuk Kristus Mempelai Pria Sorga.
Zakharia 3:8
Dengarkanlah, hai imam besar Yosua! Engkau dan teman-temanmu yang duduk di hadapanmu -- sungguh kamu merupakan suatu lambang. Sebab, sesungguhnya Aku akan mendatangkan hamba-Ku, yakni Sang Tunas.

Kepribadian Tuhan Yesus sebagai Hamba ditampilkan dalam Injil Markus dan kata kunci dari Injil Markus adalah segera atau dalam bahasa Gerika adalah Takista.

Kita dibawa oleh Tuhan untuk menikmati embun dan renai sebab di sanalah ada kehidupan supaya kita bisa menikmati umur panjang masuk ke kota Yerusalem Baru dan tidak akan didapati oleh kekejaman yang akan datang.
Yang akan muncul di depan kita adalah binatang buas yang dalam bahasa gerikanya adalah therion yang artinya kebiadaban, kebuasan, kekejaman, ketidaksopanan.
Wahyu 13:1-2
1 Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat.
2 Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar.

c)      Kepribadian Tuhan Yesus sebagai Manusia yang akan membangun bait Allah dan bersepakatan dengan seorang imam. Mengenal Tuhan Yesus sebagai Anak Manusia prakteknya kita terlibat untuk membangun diri kita sendiri dengan pelayanan Tuhan lewat hamba Tuhan untuk dibawa masuk dalam pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna. Gereja Tuhan digambarkan bagaikan ladang yang digarap oleh Tuhan beserta imam-imam dan juga digambarkan bagaikan rumah yang akan dibangun menjadi Bait Allah.
Zakharia 6:12-13
12 katakanlah kepadanya: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Inilah orang yang bernama Tunas. Ia akan bertunas dari tempatnya dan ia akan mendirikan bait TUHAN.
13 Dialah yang akan mendirikan bait TUHAN, dan dialah yang akan mendapat keagungan dan akan duduk memerintah di atas takhtanya. Di sebelah kanannya akan ada seorang imam dan permufakatan tentang damai akan ada di antara mereka berdua.

d)      Kepribadian Tuhan Yesus sebagai Anak Allah yang mulia, Mempelai Laki-laki Sorga. Yang akan menikah adalah pribadi Putra Allah itulah Tuhan Yesus dan yang berkepentingan untuk menggelar pesta pernikahan adalah Allah Bapa.
Yesaya 4:2; 6:13
4:2 Pada waktu itu tunas yang ditumbuhkan TUHAN akan menjadi kepermaian dan kemuliaan, dan hasil tanah menjadi kebanggaan dan kehormatan bagi orang-orang Israel yang terluput.
6:13 Dan jika di situ masih tinggal sepersepuluh dari mereka, mereka harus sekali lagi ditimpa kebinasaan, namun keadaannya akan seperti pohon beringin dan pohon jawi-jawi yang tunggulnya tinggal berdiri pada waktu ditebang. Dan dari tunggul itulah akan keluar tunas yang kudus!"

Matius 22:1-3
1 Lalu Yesus berbicara pula dalam perumpamaan kepada mereka:
2 "Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya.
3 Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang.

Orang-orang yang menolak undangan untuk datang ke pesta nikah Anak Domba Allah sama dengan menganggap berita ini sebagai seruan perang. Jadi kalau menolak untuk menikmati santapan yang disediakan Allah yaitu pembukaan rahasia Firman Allah maka sama dengan menjerat leher sendiri sehingga akhirnya harus dibunuh seperti orang-orang yang menolak ini dan kotanya dibakar. Dalam wahyu 18 kota Babel dibakar dan dibinasakan dalam waktu satu jam saja.

3.      Dirus Hujan
Ulangan 32:2
Mudah-mudahan pengajaranku menitik laksana hujan, perkataanku menetes laksana embun, laksana hujan renai ke atas tunas muda, dan laksana dirus hujan ke atas tumbuh-tumbuhan.

Tuhan menganjurkan supaya kita meminta hujan yang deras ini. Namun banyak kehidupan Kristen bukannya meminta, Tuhan sudah memberi tetapi mereka malah menolak.
Zakharia 10:1
Mintalah hujan dari pada TUHAN pada akhir musim semi! TUHANlah yang membuat awan-awan pembawa hujan deras, dan hujan lebat akan diberikanNya kepada mereka dan tumbuh-tumbuhan di padang kepada setiap orang.

Hujan yang deras yang menunjuk pengajaran yang keras dan tajam ini harus diminta. Dasar kita meminta adalah kerinduan hati yang mendalam sebab pengajaran yang bagaikan hujan yang deras ini memandikan kita, menyucikan kita supaya sempurna dan kelak dipermuliakan. Apalah artinya kita sudah mengenal kepribadian Tuhan Yesus namun tidak sampai dipermuliakan bersama denganNya.

Tuhan mau mengumpulkan buah yang telah matang untuk dilindungi dan tidak dibiarkan untuk diganyang oleh binatang buas. Buah yang telah matang akan disabit dan dibawa ke lumbung, artinya menjadi satu dengan pemilik lumbung itulah Tuhan Yesus Kristus. Sarana untuk mematangkan kerohanian kita adalah dirus hujan yaitu Firman pengajaran yang keras.

Dirus hujan ini sebenarnya adalah kebesaran kemurahan Tuhan kepada kita yang mau mematangkan kerohanian kita supaya dipermuliakan. Dirus hujan ini sebenarnya untuk mengisi kekosongan hidup kita, sebab sebenarnya kita telah kosong dari kemuliaan Tuhan.
Roma 3:23
Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

Kalau orang sudah kosong dan tidak ada kerinduan maka akhirnya akan lari pada:
Zakharia 10:2
Sebab apa yang dikatakan oleh terafim adalah jahat, dan yang dilihat oleh juru-juru tenung adalah dusta, dan mimpi-mimpi yang disebutkan mereka adalah hampa, serta hiburan yang diberikan mereka adalah kesia-siaan. Oleh sebab itu bangsa itu berkeliaran seperti kawanan domba dan menderita sengsara sebab tidak ada gembala.

Ø  Terafim
Yang dikatakan Terafim adalah dusta dan jahat. Jadi orang yang tidak merindukan Firman pengajaran yang keras kehidupannya akan semakin jahat sebab dibelit oleh roh dusta. Waktu Yakub sekeluarga lari dari Laban ternyata Rahel istri yang paling dia cintai mencuri terafim Laban dan mendudukinya sehingga saat dicari oleh Laban tidak ditemukan sebab Rahel mendustainya. Akibatnya dia mati saat melahirkan. Orang yang menolak Firman Pengajaran yang keras pasti akan mati kerohaniannya oleh sebab peran dari terafim. Rahel adalah gambaran gereja hujan akhir tetapi kelemahannya adalah tetap mempertahankan terafim, mempertahankan dusta dan kejahatan.
Kejadian 31:30,32,34-35
30 Maka sekarang, kalau memang engkau harus pergi, semata-mata karena sangat rindu ke rumah ayahmu, mengapa engkau mencuri dewa-dewaku?"
32 Tetapi pada siapa engkau menemui dewa-dewamu itu, janganlah ia hidup lagi. Periksalah di depan saudara-saudara kita segala barang yang ada padaku dan ambillah barangmu." Sebab Yakub tidak tahu, bahwa Rahel yang mencuri terafim itu.
34 Tetapi Rahel telah mengambil terafim itu dan memasukkannya ke dalam pelana untanya, dan duduk di atasnya. Laban menggeledah seluruh kemah itu, tetapi terafim itu tidak ditemuinya.
35 Lalu kata Rahel kepada ayahnya: "Janganlah bapa marah, karena aku tidak dapat bangun berdiri di depanmu, sebab aku sedang haid." Dan Laban mencari dengan teliti, tetapi ia tidak menemui terafim itu.

Ø  Tenung
Tenung identik dengan sihir. Jemaat Galatia terkena sihir. Kerohanian mereka telah meningkat  namun tiba-tiba turun, mereka terpesona dengan hal yang lain selain Yesus Kristus.
Galatia 3:1-3
1 Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu?                  kena sihir                          
2 Hanya ini yang hendak kuketahui dari pada kamu: Adakah kamu telah menerima Roh karena melakukan hukum Taurat atau karena percaya kepada pemberitaan Injil?
3 Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging?

Itu sebabnya Tuhan anjurkan kepada kita supaya meminta hujan deras, Firman pengajaran yang keras supaya mendorong kerohanian kita yang sudah meningkat terus disucikan sampai sempurna dan dipermuliakan bersama Tuhan.

Ø  Mimpi-mimpi yang hampa
Yesaya 29:8
seumpama seorang yang lapar bermimpi ia sedang makan, pada waktu terjaga, perutnya masih kosong, atau seumpama seorang yang haus bermimpi ia sedang minum, pada waktu terjaga, sesungguhnya ia masih lelah, kerongkongannya masih dahaga, demikianlah halnya dengan segala pasukan bangsa-bangsa yang berperang melawan gunung Sion.

Banyak orang Kristen hanya bermimpi, merasa dirinya kenyang sehingga tidak mau lagi  untuk datang makan Firman Tuhan padahal sebenarnya tidak memiliki Firman. Saat Firman Tuhan diangkat maka ternyata dirinya lapar dan dahaga.

Tuhan mau supaya jangan sampai kita haus, tetapi banyak anak Tuhan malah berkata percuma dengan praktek tidak mau peduli dengan saat-saat untuk beribadah sebab bermimpi merasa diri tidak haus dan tidak lapar.
Yeremia 2:25
Jagalah, supaya kakimu jangan tak bersepatu dan supaya kerongkonganmu jangan haus! Tetapi engkau berkata: Percuma saja! Percuma! Sebab aku cinta kepada orang-orang asing, jadi aku mau mengikuti mereka.


Ø  Hiburan yang sia-sia.
Hari-hari terakhir ini ibadah telah disulap menjadi tempat hiburan duniawi yang sia-sia dan mengabaikan dirus hujan atau Firman Pengajaran. Padahal ibadah adalah tempat di mana kita mandi air Firman Allah supaya disempurnakan dan kelak dipermuliakan bersama Tuhan.

Hiburan yang Tuhan katakan dalam Firman akan kita alami lewat penderitaan. Lewat Firman pengajaran daging kita dirobek supaya kelak menerima penghiburan dan ini bukan hiburan yang sia-sia.
II Korintus 1:3-7
3 Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan,
4 yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.
5 Sebab sama seperti kami mendapat bagian berlimpah-limpah dalam kesengsaraan Kristus, demikian pula oleh Kristus kami menerima penghiburan berlimpah-limpah.
6 Jika kami menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kamu; jika kami dihibur, maka hal itu adalah untuk penghiburan kamu, sehingga kamu beroleh kekuatan untuk dengan sabar menderita kesengsaraan yang sama seperti yang kami derita juga.
7 Dan pengharapan kami akan kamu adalah teguh, karena kami tahu, bahwa sama seperti kamu turut mengambil bagian dalam kesengsaraan kami, kamu juga turut mengambil bagian dalam penghiburan kami.

Dalam ayat 5 dikatakan dari penderitaan ini kita menerima bagian yang berlimpah-limpah. Mengapa bisa mengalami kelimpahan? Karena hujan yang kita terima menghasilkan buah yang berlipat-lipat dan lebat.
Yohanes 15:4-5, 15-16
4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.
5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
15 Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.
16 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.

Ciri pilihan Tuhan:
a)      Tinggal di dalam pokok itu
b)      Dibukakan rahasia Firman dari Sahabat yaitu Tuhan Yesus
c)      Dipilih oleh Tuhan.

Kalau telah berbuah lebat maka apa yang diminta kepada Tuhan itu yang diberikan. Apa yang diminta di sini adalah yang sesuai dengan selera Tuhan dan selera Tuhan adalah kehidupan kita ini menjadi mempelai wanita, Tubuh Kristus yang sempurna.

Kalau hujan deras dalam Zakharia 10:1 ditolak maka pribadi tersebut akan berada dalam keadaan Zakharia 10:2 dan puncaknya berada dalam keadaan Zakharia 10:3 yaitu dimurkai oleh Tuhan. Yang dimurkai di sini bukan hanya domba atau jemaat tetapi murka Tuhan utamanya ditujukan kepada para gembala.
Zakharia 10:3
"Terhadap para gembala akan bangkit murka-Ku dan terhadap kepala-kepala kawanan kambing Aku akan mengadakan pembalasan, sebab TUHAN semesta alam memperhatikan kawanan ternak-Nya, yakni kaum Yehuda, dan membuat mereka sebagai kuda keagungan-Nya dalam pertempuran.

Pada Zakharia 10:2 orang yang menolak Firman Pengajaran yang keras itu telah kebelit dengan terafim, tenung, mimpi yang hamba, hiburan yang sia-sia dan akhirnya dimurkai oleh Tuhan. Biarlah kita memperhatikan nyanyian Musa dan nyanyian Anak Domba Allah sebab itu adalah kehidupan dan memberi umur panjang, artinya masuk kota Yerusalem Baru negeri yang dijanjikan oleh Tuhan.

Ibadah bukan hanya sekedar mengisi upacara kebaktian tetapi ingat kita harus mencari embun, mendambakan hujan renai dan memohon untuk Tuhan memberikan hujan deras itulah Firman pengajaran yang keras yang sekalipun sakit bagi daging.



Jangan menolak makanan keras, sebab itu yang membawa kita pada kesempurnaan.
Ibrani 5:11-14
11 Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan.
12 Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras.
13 Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.
14 Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

Biarlah kita menjadi pilihan Tuhan. Ciri menjadi orang pilihan Tuhan adalah rahasia Firman Tuhan dibukakan baginya. Kalau saat mendengar pembukaan rahasia Firman Tuhan merasa biasa-biasa saja maka itu tanda orang itu bukan pilihan Tuhan. Tetapi kalau saat mendengar pembukaan Firman Allah kita menanggapinya dengan serius sebagai kasih Tuhan kepada kita maka itu berarti benar kita adalah orang pilihan Tuhan. Baiklah kita mencari dan mengasihi Tuhan yang membukakan rahasia Firman kepada kita.


Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar