20120902

Kebaktian Umum, Minggu 2 September 2012 Pdt. Bernard Legontu




Efesus 1:15-17
15 Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus,
16 aku pun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku,
17 dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.

Dalam susunan Tabernakel surat Efesus bersama dengan 9 kitab lainnya terkena ruangan suci. Perjanjian baru ada 27 kitab, 9 kitab terkena halaman, 9 kitab terkena ruangan suci dan 9 kitab terkena ruangan maha suci. Secara khusus surat Efesus terkena meja roti pertunjukan. Apa makna dari meja roti pertunjukan? Meja roti pertunjukkan menunjuk bahwa kita diberi oleh Tuhan suatu pemahaman yang lebih mendalam tentang siapakah Yesus, roti yang hidup itu, agar kita dapat bersekutu dengan Yesus lewat Firman pengajaran dan perjamuan kudus.

Sebagaimana kita tahu dalam Imamat 24:5 bahwa setiap satu keping roti yang ada di meja roti pertunjukan terdiri dari dua gomer tepung. Inilah yang harus kita konsumsi dalam status sebagai imam-imam artinya kita telah diangkat oleh korban Kristus sebagai imam-imam maka harus bersekutu dengan Firman, dengan Yesus roti yang hidup itu. Dua gomer dalam satu roti artinya kita akan diarahkan pada satu persekutuan “dua menjadi satu”. Pemahaman kita kepada Kristus Yesus adalah pemahaman yang harus memuncak pada “dua menjadi satu” yaitu masuk dalam nikah yang rohani. Gereja Tuhan seharusnya bukan hanya diajar sampai pada percaya kepada Tuhan serta mengalami kuasa mujizat saja tetapi harus meningkat. Sejauh mana pandangan dan pemahaman kita tentang Kristus Yesus itulah yang akan membawa kita untuk sampai pada puncak rencana Allah.

Rasul Paulus sebagai pendamping mempelai wanita (gereja Tuhan) berusaha untuk menghentar sidang jemaat lewat hikmat Allah untuk dibawa kepada Tuhan Yesus, suami yang sebenarnya. Paulus berkata: “aku mempertunangkan kamu” dalam bahasa ini kita dapat melihat bagaimana pemahaman rasul Paulus yang ingin mempersiapkan umat Tuhan. Paulus tidak sampai pada waktu yang dinantikan itu yaitu pernikahan Kristus dan GerejaNya namun apa yang dikatakan oleh Paulus itu bernubuat justru untuk waktu kita sekarang ini. Jadi gembala-gembala sidang mempersiapkan jemaat untuk dihentar kepada Tuhan Yesus Kristus Mempelai Laki-laki Sorga.

Hamba Tuhan harus ada pergumulan khusus supaya bagaimana sidang jemaat bisa mengenal Tuhan Yesus dengan lebih mendalam bukan hanya sebatas tabib atau sebatas juruselamat atau penebus atau yang lainnya tetapi sampai mengenal Tuhan Yesus sebagai mempelai Laki-laki Sorga. Yang bertanggung jawab untuk menyampaikan hal ini supaya jemaat mengenal Tuhan Yesus sebagai Mempelai Pria Sorga adalah gembala yang berbicara dalam urapan Roh Kudus. Sejauh mana hamba Tuhan mengenal Tuhan Yesus maka sebatas itulah yang akan dia sampaikan kepada sidang jemaat, kalau pengenalannya hanya sebatas Tuhan Yesus sebagai tabib maka itulah yang ia sampaikan kepada sidang jemaat. Namun sayangnya sidang jemaat juga hanya senang untuk mengenal Tuhan Yesus sebatas itu dan hal ini yang banyak terjadi di hari-hari terakhir ini.

Efesus 1:17, 9
17dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.
9 Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus
Rahasia ini justru dibukakan kepada kita bangsa kafir, jadi tidaklah bijak kalau Tuhan membukakan rahasia tentang pribadiNya kepada kita namun kita malah mengelak bahkan mencemooh dan menghina. Itu sama dengan menjerat diri sendiri untuk binasa selama-lamanya. Oleh sebab itu mari kita kembali mempelajari tentang Tuhan Yesus sebagai Mempelai Pria Sorga yang ditampilkan dalam Kidung Agung pasal 5.

Mengapa mempelai wanita bisa memuji mempelai pria? Sebab dia tahu dengan benar siapa sebenarnya calon suaminya. Kita juga harus mengetahui dengan benar siapa Tuhan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga. Dulu bangsa Israel menyanyikan Kidung Agung dalam perayaan paskah. Bagi kita sekarang domba paskah yang tersembelih adalah Tuhan Yesus dan begitu mahal harganya sebab tidak ada yang bisa menebus dosa kita selain korban Kristus (Domba Paskah).
Mazmur 49:8-9
8 Tidak seorang pun dapat membebaskan dirinya, atau memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawanya,
9 karena terlalu mahal harga pembebasan nyawanya, dan tidak memadai untuk selama-lamanya --
Sebagai umat Tuhan yang sudah ditebus dengan harga yang begitu mahal, kita harus mengenal dengan benar siapa Penebus itu
Yesaya 54:5
Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi.

dan untuk apa Dia mau menebus kita? Kita ditebus bukan hanya sekedar untuk menjadi penghuni Sorga tetapi untuk dijadikan mempelai wanita, istri Anak Domba Allah.

Kidang Agung 5:9 (Mempelai perempuan memuji mempelai laki-laki)
-- Apakah kelebihan kekasihmu dari pada kekasih yang lain, hai jelita di antara wanita? Apakah kelebihan kekasihmu dari pada kekasih yang lain, sehingga kausumpahi kami begini?

Ternyata ada kekasih yang lain, laki-laki yang lain.
II Korintus 11:2,4
2 Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.
4 Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.

Sulamit tahu betul siapa kekasihnya sehingga dia tidak gampang tergoda dengan laki-laki yang lain. Kita harus benar-benar mengenal Tuhan Yesus sehingga tidak mudah digoda dengan Yesus yang lain, dengan pengajaran yang lain.

Kidang Agung 5:9
-- Apakah kelebihan kekasihmu dari pada kekasih yang lain, hai jelita di antara wanita? Apakah kelebihan kekasihmu dari pada kekasih yang lain, sehingga kausumpahi kami begini?
Sulamit sampai menyumpahi berarti dia benar-benar tidak mau tahu dengan kekasih yang lain, untuk kita sekarang tidak mau tahu dengan pengajaran yang lain.
Ibrani 13:9
Janganlah kamu disesatkan oleh berbagai-bagai ajaran asing. Sebab yang baik ialah, bahwa hati kamu diperkuat dengan kasih karunia dan bukan dengan pelbagai makanan yang tidak memberi faedah kepada mereka yang menuruti aturan-aturan makanan macam itu.

Tetapi disayangkan ada yang seperti:
Yeremia 2:25
Jagalah, supaya kakimu jangan tak bersepatu dan supaya kerongkonganmu jangan haus! Tetapi engkau berkata: Percuma saja! Percuma! Sebab aku cinta kepada orang-orang asing, jadi aku mau mengikuti mereka.

Kidung Agung 5:10
-- Putih bersih dan merah cerah kekasihku, menyolok mata di antara selaksa orang.
Putih bersih menunjuk kebenaran dan kesucian. Apa yang kita pandang itu yang mempengaruhi kita. Contohnya Hawa yang memandang buah terlarang akhirnya terpengaruh untuk memakannya. Kalau kita memandang Tuhan Yesus yang putih bersih berarti kita paham bahwa Tuhan Yesus sanggup membenarkan dan menyucikan kita, itu yang harus kita alami.

Selanjutnya merah cerah artinya menghadirkan keceriaan dan sukacita. Tuhan mau umat yang Dia tebus ada dalam keceriaan terutama di dalam nikah. Bagaimana mau sampai pada nikah yang rohani kalau wajah suami atau istri tidak ceria. Kalau tidak menghargai darah dalam tanda merah cerah yang membawa sukacita maka suatu saat kehidupan tersebut akan berhadapan dengan naga dalam penampilan merah padam.
Wahyu 12:3
Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.

Hasilnya menerima darah yang merah cerah:
Mazmur 32:1-2
1 Dari Daud. Nyanyian pengajaran. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi!
2 Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu!

Hasilnya menerima darah penebusan yang mengampuni dosa adalah ada kebahagiaan yang membuat hidup kita menjadi ceria.

Kidung Agung 5:10
-- Putih bersih dan merah cerah kekasihku, menyolok mata di antara selaksa orang.
Angka 10.000 ini ada hubungannya dengan pengajaran, ini menunjuk penampilan pendidik-pendidik.

Walaupun banyak pendidik-pendidik namun hanya satu pengajaran yang menarik hatinya.
I Korintus 4:15-16
15 Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak bapa. Karena akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil yang kuberitakan kepadamu.

I Korintus 4:15 (Terjemahan lama)
15 Karena meskipun kamu ada sepuluh ribu guru di dalam Kristus, tetapi kamu tiada banyak Bapa; karena di dalam Kristus Yesus aku ini telah memperanakkan kamu dengan Injil itu.

Jadi gereja Tuhan yang tampil sebagai mempelai wanita tidak akan terpaut pada penampilan pengajaran yang lain, dia hanya akan terpesona pada pribadi Tuhan Yesus sebagai Mempelai Laki-laki Sorga lewat Firman pengajaran yang dibukakan rahasianya. Buktikan pemahaman kita benar dengan praktek-praktek hidup kita sehingga orang lain yang melihat bisa mengakui serta menggabungkan diri dengan kita.

Di atas meja roti sajian ada 12 roti yang disusun dengan rapi dalam dua tumpukan roti, bukan ditaruh dengan sembarangan.
Imamat 24:5-7
5 "Engkau harus mengambil tepung yang terbaik dan membakar dua belas roti bundar dari padanya, setiap roti bundar harus dibuat dari dua persepuluh efa;
6 engkau harus mengaturnya menjadi dua susun, enam buah sesusun, di atas meja dari emas murni itu, di hadapan TUHAN.
7 Engkau harus membubuh kemenyan tulen di atas tiap-tiap susun; kemenyan itulah yang harus menjadi bagian ingat-ingatan roti itu, yakni suatu korban api-apian bagi TUHAN.

Setiap satu tumpukan roti ada ada 6 ketul roti yang setiap ketulnya dibuat dari 2 gomer tepung. Jadi ada 12 gomer setiap satu tumpuk, berarti ada 24 gomer untuk dua tumpukan tersebut. 24 ini menunjuk 24 tua-tua yang berada dekat dengan Takhta Tuhan,
Wahyu 4:4
Dan sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta, dan di takhta-takhta itu duduk dua puluh empat tua-tua, yang memakai pakaian putih dan mahkota emas di kepala mereka.

namun bila kita mengkonsumi roti ini maka kita bukan hanya dibawa dekat dengan Takhta Tuhan tetapi dibawa sampai setakhta dengan Tuhan Yesus.

Bersamaan dengan roti yang disusun ada kemenyan yang dibakar, artinya disaat kita menerima Firman harus disertai dengan penyembahan bukannya disertai dengan omelan dan persungutan.
Imamat 24:1-4 berbicara tentang minyak yang murni artinya urapan Roh Kudus yang benar, suci dan murni.
Imamat 24:5-9 berbicara tentang pengajaran yang murni.
Imamat 24:10-15 berbicara pengajaran campuran yang akibatnya mendatangkan bencana. Jangan sampai kita mengkonsumsi ajaran campur yang akan membuat kita dihukum dan terbuang dari persekututan tubuh Kristus.

Bicara tentang roti ini dikaitkan dengan penghujatan nama Tuhan oleh seorang anak yang ibunya orang Yahudi tetapi bapaknya orang Mesir. Artinya ketika bayi dia menerima susu yang murni dari ibu Yahudi yang menunjuk pengajaran murni dari Tuhan namun ketika besar dia dididik oleh bapak Mesir berarti menerima pengajaran dari dunia sehingga akibatnya dia menghujat Tuhan dan binasa.

Kidung Agung 5:11
Bagaikan emas, emas murni, kepalanya, rambutnya mengombak, hitam seperti gagak.
Kepala bagaikan emas murni artinya pemikiran Kristus Yesus terhadap gereja Tuhan mahal sehingga Ia mau menebus kita dengan darahNya yang mahal.
I Petrus 1:19
melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

Kalau kita paham bahwa kita dibayar mahal maka kita tidak akan tega untuk maju mundur dalam ibadah pelayanan. Kita harus sadar bahwa kita sudah dibayar mahal oleh Tuhan sehingga dalam keadaan apapun kita tetap mengingat Tuhan dan tidak akan pernah undur sekalipun dalam keadaan yang lemah.
2 Korintus 12:10 (Terjemahan lama)
Maka itulah sebabnya segala kelemahan dan kecelaan dan kesukaran dan aniaya dan kesempitan menjadi kesukaanku karena Kristus. Sebab apabila aku lemah, pada masa itulah aku kuat.
Tinggi kaki meja roti itu 1,5 hasta. Kalau keempat kaki meja digabungkan maka menjadi 6 hasta. Itu menunjuk Tuhan Yesus dalam kemanusiaannya rela dipenggal-penggal supaya menopang roti di atas meja hati kita, artinya oleh korban Kristus ada pembukaan Firman yang disiapkan bagi kita yang disusun rapi di atas hati kita.
1 Timotius 2:5
Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,

“RambutNya mengobak hitam seperti gagak” ini mengingatkan kita pada pelayanan Tuhan terhadap Elia yang menghadapi tantangan yang berat yaitu kelaparan 3.5 tahun dan ditambah lagi menghadapi Ahab dan Izebel.
I Raja-raja 17:6
Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu.

Tuhan menyediakan bekal pada pagi untuk menghadapi pelayanan waktu siang dan petang untuk menghadapi kegelapan malam. Artinya mempelai Laki-laki Sorga menyiapkan makanan bagi kita saat menghadapi siang atau menghadapi suasana ceria maupun saat menghadapi gelap malam atau dalam suasana dirundung masalah dan pencobaan. Tuhan Yesus telah menyiapkan makanan agar kita ada kekuatan untuk menghadapi masa kerja di siang hari, supaya kuat di dalam pelayanan, serta sanggup menghadapi datangnya kegelapan itulah masa antikristus.

Kalau tidak menghargai cara Tuhan yang memberikan kita makanan maka satu ketika burung gagak akan berubah menjadi lawan.

Amsal 30:17
Mata yang mengolok-olok ayah, dan enggan mendengarkan ibu akan dipatuk gagak lembah dan dimakan anak rajawali.

Burung gagak ini berbeda dengan burung-burung lain. Di manapun di penjuru dunia ini ada burung gagak. Artinya di manapun kita berada Tuhan sanggup memelihara kita. Kalau kita tidak menghormati ibu dan bapa serta tidak menghargai penampilan gembala sebagai ibu bapa di dalam sidang jemaat maka Tuhan juga bisa tampil menghukum kita di manapun kita berada.
I Tesalonika 2:7, 11
7 Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya.
11 Kamu tahu, betapa kami, seperti bapa terhadap anak-anaknya, telah menasihati kamu dan menguatkan hatimu seorang demi seorang,

Jangan coba bercerita jelek tentang gembala karena Alkitab mengatakan burung gagak akan mematuk matanya, berarti menjadi buta secara rohani. Kalau tidak diselesaikan akan buta selamanya.

Kidung Agung 5:12
Matanya bagaikan merpati pada batang air, bermandi dalam susu, duduk pada kolam yang penuh.
Pandangan Kekasih kita yaitu Tuhan Yesus terfokus  ada pada batang air.

Yehezkiel 47:10
Maka penangkap-penangkap ikan penuh sepanjang tepinya mulai dari En-Gedi sampai En-Eglaim; daerah itu menjadi penjemuran pukat dan di sungai itu ada berjenis-jenis ikan, seperti ikan-ikan di laut besar, sangat banyak.

Kekasih kita memandang pada batang air ini mulai dari En-Gedi sampai pada En-Eglaim. En-Gedi artinya pancaran anak Domba. Anak Domba disembelih untuk menyelamatkan umat Allah.
Efesus 5:25
Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya

En-Eglaim artinya pancaran anak Lembu. Berbicara anak lembu itu menunjuk kesempurnaan.
Ibrani 9:11-13
11 Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, -- artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, --
12 dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal.
13 Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah,

Jadi mata kekasih kita yaitu Tuhan Yesus melihat mulai dari kita melangkah menerima Dia sebagai Anak Domba Allah, lalu saat melalui proses penyucian dan sampai kita masuk pada kesempurnaan.
Efesus 5:26-27
26 untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
27 supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

Banyak orang Kristen hanya berhenti pada Efesus 5:25 yaitu menerima Tuhan Yesus sebagai juruselamat tetapi menolak ayat 26 yaitu penyucian, itu praktek orang Kristen yang jalan di tempat dan Tuhan tidak suka dengan hal ini. Bagaimana bisa mencapai ayat 27 yaitu kesempurnaan kalau tidak mau mandi air Firman Allah.

Tuhan memandang aliran sungai yang mana di sana ada penangkap-penangkap ikan, itulah para penginjil, rasul-rasul, nabi-nabi, guru-guru dan gembala yang bekerja untuk mengarahkan sidang jemaat, kemana mereka harus dibawa.

Kehidupan anak Tuhan yang berada pada batang air yang mau berjalan dari menerima Tuhan Yesus sebagai juruselamat selanjutnya disucikan menuju pada kesempurnaan akan bermandikan susu dan berada dalam kolam yang penuh, artinya ada dalam pemeliharaan Tuhan yang berkesinambungan àsempurna.

Tuhan tidak mau pemahaman kita hanya jalan ditempat apalagi kalau sampai undur, harus ada kerinduan yang besar untuk mengenal Tuhan.
Hosea 6:3
Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi."

Kalau ada kerinduan dalam diri kita untuk mengenal Tuhan maka Ia tampil bagaikan hujan. Hujan menunjuk Firman pengajaran, ini yang akan memberi pengertian kepada kita dan mengangkat pertumbuhan rohani kita.
Ulangan 32:1-2
1 "Pasanglah telingamu, hai langit, aku mau berbicara, dan baiklah bumi mendengarkan ucapan mulutku.
2 Mudah-mudahan pengajaranku menitik laksana hujan, perkataanku menetes laksana embun, laksana hujan renai ke atas tunas muda, dan laksana dirus hujan ke atas tumbuh-tumbuhan.

Embun ini membawa pertumbuhan rohani sampai pada keremajaan, dekat dengan akil balig namun belum mencapai kedewasaan.
Mazmur 110:3
Pada hari tentaramu bangsamu merelakan diri untuk maju dengan berhiaskan kekudusan; dari kandungan fajar tampil bagimu keremajaanmu seperti embun.

Kerohanian yang masih remaja belum bisa untuk menikah. Itu sebabnya tidak cukup kita hanya sampai pada embun tetapi harus dilanjutkan pada gerimis dan terus ditingkatkan pada hujan deras. Saat mulai gerimis maka orang akan melirik rumah maksudnya mulai melirik persekutuan nikah yang disucikan apalagi bila hujan deras maka orang akan mencari tempat perteduhan yaitu masuk ke dalam rumah. Jadilah anak Tuhan yang tidak jalan di tempat tetapi berjalan maju menuju pada kesempurnaan.


Tuhan memberkati.
















Tidak ada komentar:

Posting Komentar