20120909

Kebaktian Umum, Minggu 9 September 2012 Pdt. Bernard Legontu



Wahyu 15:1-8
1 Dan aku melihat suatu tanda lain di langit, besar dan ajaib: tujuh malaikat dengan tujuh malapetaka terakhir, karena dengan itu berakhirlah murka Allah.
2 Dan aku melihat sesuatu bagaikan lautan kaca bercampur api, dan di tepi lautan kaca itu berdiri orang-orang yang telah mengalahkan binatang itu dan patungnya dan bilangan namanya. Pada mereka ada kecapi Allah.
3 Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya: "Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa!
4 Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan, dan yang tidak memuliakan nama-Mu? Sebab Engkau saja yang kudus; karena semua bangsa akan datang dan sujud menyembah Engkau, sebab telah nyata kebenaran segala penghakiman-Mu."
5 Kemudian dari pada itu aku melihat orang membuka Bait Suci -- kemah kesaksian -- di sorga.
6 Dan ketujuh malaikat dengan ketujuh malapetaka itu, keluar dari Bait Suci, berpakaian lenan yang putih bersih dan berkilau-kilauan dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas.
7 Dan satu dari keempat makhluk itu memberikan kepada ketujuh malaikat itu tujuh cawan dari emas yang penuh berisi murka Allah, yaitu Allah yang hidup sampai selama-lamanya.
8 Dan Bait Suci itu dipenuhi asap karena kemuliaan Allah dan karena kuasa-Nya, dan seorang pun tidak dapat memasuki Bait Suci itu, sebelum berakhir ketujuh malapetaka dari ketujuh malaikat itu.

Arti dari Wahyu adalah mengangkat atau membuka tutupnya untuk melihat segala sesuatu yang ada di dalam peti itu.

Jadi Wahyu ini adalah di mana Tuhan mengangkat dan membuka tutup untuk melihat apa yang ada di dalam peti perjanjian, itulah rahasia Tuhan bagi gereja Tuhan dan bagaimana dengan nasib dunia ini (gereja palsu).

Dunia ini akan berhadapan dengan 21 hukuman yang dahsyat dari Tuhan. Wahyu 15 ini adalah selang waktu setelah tujuh hukuman dari Anak Allah diturunkan dan akan meningkat pada 7 penghukuman Allah Bapa. Pada selang waktu itu Tuhan menunjukkan kepada rasul Yohanes bagaimana pujian dan kondisi orang-orang kudus yang ada di dalam kerajaan Allah.

Seorang hamba Tuhan harus melalui tanda kematian, salah satu bentuknya adalah masuk dalam pengalaman tidak ada makanan. Namun Tuhan tidak akan membiarkan dan pasti memelihara. Kalau Tuhan sudah menolong melewati pengalaman kematian jangan bersikap arogan karena kita melayani hanya karena kemurahan Tuhan.

Dasar pelayanan kita adalah Korban Kristus dan kalau kita bermain-main dengan pelayanan maka pasti berhadapan dengan seruan Darah itu yang lebih keras daripada seruan darah Habel.
Ibrani 12:24
dan kepada Yesus, Pengantara perjanjian baru, dan kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat dari pada darah Habel.

Kalau melepaskan pelayanan maka sama dengan menginjak-injak darah korban Kristus. Jangankan membayar korban Kristus, membayar pelayanan seorang hamba Tuhan saja kita tidak akan bisa melunasi (membayarnya).

Dalam bacaan di atas ditampilkan tujuh cawan yang adalah tujuh hukuman terakhir yang pelaksanaannya tertulis dalam wahyu 16. Hukuman ini diawali dengan bisul yang muncul di telapak kaki, di lutut, di pangkal paha dan di batok kepala. Jadi dari telapak kaki sampai batok kepala manusia itu dihajar habis-habisan oleh Tuhan. Ini adalah penghukuman Allah Bapa yang paling mengerikan.

Setelah bisul hukuman Allah Bapa selanjutnya adalah laut, mata air dan sungai-sungai menjadi darah dan bukan darah biasa tetapi darah yang berbau busuk seperti darah orang mati.

Sebelum hukuman ini datang maka pada sangkakala yang keempat gereja diterbangkan ke padang belantara. Walaupun ada hukuman dari Roh Kudus, Putra Allah dan Allah Bapa namun gereja Tuhan tidak diizinkan untuk mengalaminya. Oleh sebab itu mari kita mengkondisikan diri untuk masuk dalam Tubuh Kristus yang disebut Mempelai WanitaNya yang akan disingkirkan.
Wahyu 12:1-2, 14
12:1 Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.
12:2 Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.
12:14 Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.
Wahyu 15:1
Dan aku melihat suatu tanda lain di langit, besar dan ajaib: tujuh malaikat dengan tujuh malapetaka terakhir, karena dengan itu berakhirlah murka Allah.
Yang tampil di sini tentunya adalah malaikat pilihan Tuhan dan bukan malaikat sembarang malaikat. Malaikat yang dimaksud bukan seperti yang sering diceritakan kepada anak-anak bahwa mereka bersayap dan menggunakan baju putih serta bisa terbang dengan sayapnya. Malaikat yang dimaksud antara lain adalah malaikat sidang jemaat atau gembala-gembala sidang jemaat.
Wahyu 1:20
Dan rahasia ketujuh bintang yang telah kaulihat pada tangan kanan-Ku dan ketujuh kaki dian emas itu: ketujuh bintang itu ialah malaikat ketujuh jemaat dan ketujuh kaki dian itu ialah ketujuh jemaat.”

Hamba Tuhan ada di tangan kanan Tuhan artinya hamba Tuhan harus lebih dahulu menikmati indahnya Firman Tuhan yang ada di tangan kanan Tuhan.
Mazmur 16:11
Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.

Wahyu 5:1
Maka aku melihat di tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta itu, sebuah gulungan kitab, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya dan dimeterai dengan tujuh meterai.

Kalau hamba Tuhan berbicara tentang nikah maka nikahnya harus lebih dahulu terbenahi. Kalau hamba Tuhan berbicara tentang uang maka harus lebih dahulu memperhatikan kejujuran dalam hal keuangan. Inilah konsekwensi menjadi seorang hamba Tuhan yang berada di tangan kanan Tuhan. Hamba Tuhan harus lebih dahulu menikmati Firman Allah yang mengoreksi kehidupannya. Mulai dari pelayanan harus masuk dalam pengalaman kematian dan jangan berharap pada yang lain. Hamba Tuhan harus bergantung sepenuh kepada Tuhan jangan sibuk mengurus ini dan itu untuk mengharapkan bantuan.

I Timotius 5:20-21
20 Mereka yang berbuat dosa hendaklah kautegor di depan semua orang agar yang lain itu pun takut.
21 Di hadapan Allah dan Kristus Yesus dan malaikat-malaikat pilihan-Nya kupesankan dengan sungguh kepadamu: camkanlah petunjuk ini tanpa prasangka dan bertindaklah dalam segala sesuatu tanpa memihak.
Malaikat pilihan itu ikut menjadi saksi. Oleh sebab itu hamba Tuhan jangan menjadi saksi dusta tetapi biarlah menjadi saksi yang benar. Dalam ibadah sidang jemaat jangan melihat bahwa yang melayani adalah pribadi hamba Tuhan sebagai manusia tetapi harus menyadari bahwa itu adalah malaikat Tuhan yang diutus Tuhan untuk melayani. Hamba Tuhan sebagai malaikat sidang jemaat menjadi saksi bagaimana sikap dan ta nggapan sidang jemaat terhadap pribadi Tuhan yang tampil lewat FirmanNya. Kalau sidang jemaat tidak menyelesaikan sikap yang salah terhadap Firman maka hamba Tuhan dapat merasakan hal itu.

Busana malaikat sidang jemaat yang harus dimiliki gembala sidang adalah:
Wahyu 15:6-7
6 Dan ketujuh malaikat dengan ketujuh malapetaka itu, keluar dari Bait Suci, berpakaian lenan yang putih bersih dan berkilau-kilauan dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas.
7 Dan satu dari keempat makhluk itu memberikan kepada ketujuh malaikat itu tujuh cawan dari emas yang penuh berisi murka Allah, yaitu Allah yang hidup sampai selama-lamanya.

Berpakaian lenan yang putih bersih artinya memiliki kebenaran Firman Allah yang benar-benar menyucikan dan menguduskan diri sebagai gembala sidang sebab itulah yang akan ditularkan kepada sidang jemaat.

Kalau sidang jemaat melihat hamba Tuhan belum berkilau-kilauan jangan menjadikan alasan untuk menentang atau melawan hamba Tuhan. Sikap sidang jemaat yang benar adalah sebagai berikut.
I Tesalonika 5:12-13
12 Kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu menghormati mereka yang bekerja keras di antara kamu, yang memimpin kamu dalam Tuhan dan yang menegor kamu;
13 dan supaya kamu sungguh-sungguh menjunjung mereka dalam kasih karena pekerjaan mereka. Hiduplah selalu dalam damai seorang dengan yang lain.

Ketika Elisa melihat murid-muridnya yang satu suara, hatinya sangat berbunga-bunga. Saat mereka bekerja bersama untuk membuat tempat tinggal yang lebih besar Elisa turut serta. Namun ternyata dalam pekerjaan mereka muncul satu orang yang menyembunyikan kesalahan selama ini. Hal ini jangan sampai terjadi dalam kehidupan kita.
I Timotius 5:21,24
21 Di hadapan Allah dan Kristus Yesus dan malaikat-malaikat pilihan-Nya kupesankan dengan sungguh kepadamu: camkanlah petunjuk ini tanpa prasangka dan bertindaklah dalam segala sesuatu tanpa memihak.
24 Dosa beberapa orang mencolok, seakan-akan mendahului mereka ke pengadilan, tetapi dosa beberapa orang lagi baru menjadi nyata kemudian.
Dengan seruannya kapak ini adalah pinjaman maka itu menunjukkan ketidak dengar-dengaran murid Elisa yang satu ini.
Ulangan 28:15,44
15 “Tetapi jika engkau tidak mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka segala kutuk ini akan datang kepadamu dan mencapai engkau:
44 Ia akan memberi pinjaman kepadamu, tetapi engkau tidak akan memberi pinjaman kepadanya; ia akan menjadi kepala, tetapi engkau akan menjadi ekor.

Keadaan dekat dengan ekor artinya dekat dengan kepalsuan atau dusta.
Yesaya 9:14
Tua-tua dan orang yang terpandang, itulah kepala, dan nabi yang mengajarkan dusta, itulah ekor.

Kalau gembala itu jatuh dalam perzinahan secara jasmani dan sidang jemaat tidak ikut-ikutan maka hanya gembala itu yang masuk neraka. Tetapi kalau ajaran gembala salah maka seluruh jemaat ikut diseret masuk dalam 3,5 tahun aniaya antikris menuju kebinasaan.

Wahyu pasal 15 dalam terang Tabernakel terkena pada Tabut Perjanjian yang di depannya terdapat 7 kali percikan darah. Percikan darah itu dibutuhkan untuk menghadapi Wahyu pasal 16 yaitu eksekusi penghukuman dari Allah Bapa. Kita telah diangkat oleh Tuhan menjadi tabut perjanjian yang diisi dengan tiga hal yaitu: tongkat Harun, buli-buli emas dan dua loh batu. Jadi gereja Tuhan diisi dengan Roh Kudus (tongkat Harun), Tuhan Yesus Firman yang menjadi daging(buli-buli emas) dan Kasih Allah Bapa (dua loh batu). Untuk bisa diisi oleh ketiga hal ini kita terlebih dahulu harus rela mengalami percikan darah. Itulah sengsara daging tanpa dosa.

Apa tujuan percikan darah? Supaya gereja Tuhan berkelimpahan dalam ucapan syukur. Kalau orang selalu mengucap syukur baik pagi, siang, sore dan malam dalam situasi apapun berarti telah melewati percikan darah. Kita harus bisa mengekang daging seperti Simon orang Kirene yang dipaksa memikul salib artinya kita harus memaksa daging kita untuk dikalahkan untuk mengalami percikan darah.

Rasul Yohanes melihat orang-orang yang berdiri di tepi lautan kaca menyanyikan nyanyian Musa dan Nyanyian Anak Domba. Mengapa dua nyanyian ini harus dikumandangkan bersamaan? Musa adalah hamba Tuhan yang ada dalam perjanjian lama, Anak Domba yaitu Tuhan Yesus adalah hamba Tuhan yang ditampilkan dalam perjanjian baru sekalipun Tuhan Yesus telah ada sebelum perjanjian lama. Perkataan Tuhan Yesus yang mengatakan bahwa Ia ada sebelum Abraham inilah yang membuat ahli Taurat marah sebab mereka hanya menganalisa menurut akal mereka yang telah tercemar dengan dosa, seharusnya mereka menerima Firman dengan Iman.
Yohanes 8:56-59
56 Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita."
57 Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: "Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?"
58 Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada."
59 Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.

Ulangan 32:1 (Nyanyian Musa)
"Pasanglah telingamu, hai langit, aku mau berbicara, dan baiklah bumi mendengarkan ucapan mulutku.
Di sini ada dua klasifikasi kehidupan orang Kristen di dunia ini yaitu:
1.      Bumi menunjuk kehidupan orang Kristen hanya secara KTP, orang Kristen yang duniawi, hanya Kristen secara kulit. Bumi ini ada dibawah naungan kutuk berarti mereka ini ada di bawah naungan kutuk. Namun Tuhan ingin mereka mendengar nyanyian Musa supaya mereka keluar dari naungan kutuk sebab ada kutuk yang bertubi-tubi yang akan melanda dunia ini. Orang Kristen duniawi cirinya adalah mengejar segala sesuatu dengan berbagai cara sampai dengan cara yang tidak benar, mereka menghalalkan segala cara. Salah satu contohnya adalah hamba Tuhan yang berkhotbah untuk mendapatkan perkara jasmani dengan membuat jemaat kasihan terhadap dirinya sehingga jemaat berbuat sesuatu buat hamba Tuhan tersebut tetapi bukan karena dorongan Firman tetapi karena perasaan kasihan.

2 Korintus 2:17
Sebab kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah. Sebaliknya dalam Kristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atas perintah Allah dan di hadapan-Nya.

berbeda dengan:
2 Korintus 7:2
Berilah tempat bagi kami di dalam hati kamu! Kami tidak pernah berbuat salah terhadap seorang pun, tidak seorang pun yang kami rugikan, dan tidak dari seorang pun kami cari untung.


2.      Langit menunjuk kehidupan Kristen yang seperti ini:
Kolose 3:1-4
1 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
2 Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.
3 Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.
4 Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.

Kepada kehidupan anak Tuhan yang kerohaniannya telah berada di langit artinya tinggal menunggu kedatangan Tuhan ditingkatkan melalui nyanyian Musa supaya jangan menukik kembali ke bumi. Kepada orang Kristen duniawi lewat nyanyian musa diserukan supaya kerohaniannya segera meroket. Nyanyian Musa atau pengajaran ini adalah kesaksian Tuhan.

Ulangan 31:19, 21 (Pendahuluan Nyanyian Musa)
19 Oleh sebab itu tuliskanlah nyanyian ini dan ajarkanlah kepada orang Israel, letakkanlah di dalam mulut mereka, supaya nyanyian ini menjadi saksi bagi-Ku terhadap orang Israel.
21 Maka apabila banyak kali mereka ditimpa malapetaka serta kesusahan, maka nyanyian ini akan menjadi kesaksian terhadap mereka, sebab nyanyian ini akan tetap melekat pada bibir keturunan mereka. Sebab Aku tahu niat yang dikandung mereka pada hari ini, sebelum Aku membawa mereka ke negeri yang Kujanjikan dengan sumpah kepada mereka."

Ulangan 32:2
Mudah-mudahan pengajaranku menitik laksana hujan, perkataanku menetes laksana embun, laksana hujan renai ke atas tunas muda, dan laksana dirus hujan ke atas tumbuh-tumbuhan.

Nyanyian Musa menunjuk pengajaran. Hujan renai atau gerimis turun ke atas tunas muda. Tunas muda ini menunjuk perangai Tuhan Yesus.

1.      Tunas Raja
Yeremia 23:5
Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri.
Tujuan Firman pengajaran yang kita terima adalah membawa kita untuk melihat Tuhan Yesus sebagai tunas, dalam ayat di atas menampilkan perangi Tuhan Yesus sebagai Raja segala raja yang ditampilkan dalam Injil Matius. Kalau anak Tuhan menikmati hujan renai, menikmati Firman Pengajaran maka akan didorong untuk memiliki perangai Tuhan Yesus sebagai Raja yang bertindak secara adil sehingga kita anak Tuhan juga bertindak dengan adil, menghakimi dengan adil dan tidak sewenang-wenang.

Kita tidak boleh menghakimi orang lain yang belum jelas bagaimana keadaan yang sebenarnya sebab kita hanya mendengar dari kata orang. Itu sebabnya telinga kita harus disunat supaya jangan menghakimi dan bertindak dengan tidak adil.
Yesaya 11:3
ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang.

Banyak anak Tuhan dan hamba Tuhan menjadi korban sebab isu-isu miring yang disebarkan. Demikian juga di dalam nikah harus diperhatikan supaya jangan menjadi salah paham sehingga salah menghakimi satu dengan yang lain.
Ibrani 13:4
Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.

2.      Tunas Hamba
Zakharia 3:8
Dengarkanlah, hai imam besar Yosua! Engkau dan teman-temanmu yang duduk di hadapanmu -- sungguh kamu merupakan suatu lambang. Sebab, sesungguhnya Aku akan mendatangkan hamba-Ku, yakni Sang Tunas.

Di sini ditampilkan tunas hamba, ini adalah perangi Tuhan Yesus yang ditampilkan dalam Injil Markus sebagai hamba yang giat dan aktif. Praktek kita menerima hujan renai yang turun ke atas tunas hamba adalah tidak membuang-buang waktu untuk hal yang lain dan aktif dalam pelayanan.
Markus 10:45
Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

Bukit Moria yang menjadi tempat Abraham mau mempersembahkan anaknya dan akhirnya menjadi tempat pembangunan bait Allah adalah milik Arauna orang Yebus. Dia adalah bangsa kafir yang memiliki tanah yang produktif, terbukti saat Daud datang meminta tanahnya, saat itu Arauna sedang mengirik hasil pertanian dari bukit Moria. Namun dia tidak segan-segan untuk menyerahkan tanahnya agar dipakai untuk mempersembahkan korban bagi Tuhan dan akhirnya menjadi tempat pembangunan Bait Allah. Bahkan dia juga menyerahkan eretan-eretan pengirik beserta dengan lembu dan gandum untuk korban bagi Tuhan. Itu berarti dia menyerahkan segalanya sampai menyerahkan seluruh hidupnya bagi Tuhan. Ini merupakan teladan bagi kita kristen asal bangsa kafir.
I Tawarikh 21:23-26
23 Jawab Ornan kepada Daud: "Ambillah, dan baiklah tuanku raja melakukan apa yang dipandangnya baik. Lihatlah, aku berikan lembu ini untuk korban bakaran dan eretan-eretan pengirik ini untuk kayu bakar dan gandum untuk korban sajian, semuanya itu kuberikan."
24 Tetapi berkatalah raja Daud kepada Ornan: "Bukan begitu, melainkan aku mau membelinya dengan harga penuh, sebab aku tidak mau mengambil milikmu untuk TUHAN dan tidak mau mempersembahkan korban bakaran dengan tidak membayar apa-apa."
25 Maka Daud memberikan kepada Ornan sebagai bayaran tempat itu emas seberat enam ratus syikal.
26 Lalu Daud mendirikan di sana mezbah bagi TUHAN, mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan dan memanggil TUHAN. Maka TUHAN menjawab dia dengan menurunkan api dari langit ke atas mezbah korban bakaran itu.

I Tawarikh 22:1
Lalu berkatalah Daud: "Di sinilah rumah TUHAN, Allah kita, dan di sinilah mezbah untuk korban bakaran orang Israel."
Dari sinilah dasar Bait Allah dibangun oleh Salomo. Sebenarnya ketika Bait Allah dibangun maka terkaitlah bangsa kafir di dalamnya, itulah Arauna atau Ornan yang mengorbankan seluruh tanahnya bahkan beserta sepasang lembu kayu eretannya untuk korban bagi Tuhan.

Ketika Daud merebut Yerusalem dari orang Yebus, Arauna ini luput dari pedang Daud. Ketika Malaikat Tuhan yang melaksanakan penghukuman Tuhan mengamuk dan membunuh orang-orang Israel maka ia berhenti di tempat pengirikan Arauna. Sebenarnya Arauna adalah korban yang juga akan ditebas oleh malaikat tetapi Tuhan menghentikannya. Dengan demikian  Arauna luput dari dua kali ancaman kematian, itu sebabnya dia rela mengorbankan seluruh yang dia miliki untuk Tuhan. Sebenarnya kita juga luput dari dua ancaman, itu sebabnya pada pasal 15 ditampilkan bait Allah dan Tabernakel serta Gereja Tuhan yang telah luput dari dua penghukuman yaitu 7 penghukuman dari Roh Kudus dan 7 penghukuman dari Putra Allah.

3.      Tunas Manusia
Zakharia 6:12-13
12 katakanlah kepadanya: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Inilah orang yang bernama Tunas. Ia akan bertunas dari tempatnya dan ia akan mendirikan bait TUHAN.
13 Dialah yang akan mendirikan bait TUHAN, dan dialah yang akan mendapat keagungan dan akan duduk memerintah di atas takhtanya. Di sebelah kanannya akan ada seorang imam dan permufakatan tentang damai akan ada di antara mereka berdua.
Tuhan Yesus adalah manusia yang akan membangun bait Allah dan di sebelah kanannya ada imam yang bermufakat dengan Dia. Semoga saudara adalah orang yang ada di sebelah Tuhan yang mau bekerja sama dengan Tuhan membangun bait Allah yaitu Tubuh Kristus. Dikatakan seorang imam artinya sekalipun kita banyak namun satu hati di dalam pelayanan.

4.      Tunas Anak Allah
Yesaya 4:2
Pada waktu itu tunas yang ditumbuhkan TUHAN akan menjadi kepermaian dan kemuliaan, dan hasil tanah menjadi kebanggaan dan kehormatan bagi orang-orang Israel yang terluput.
Tunas yang mulia itulah Tuhan Yesus Anak Allah. Yang akan menikah adalah Anak Allah yang akan membangun gereja Tuhan, membangun TubuhNya (Mempelai WanitaNya).
1 Korintus 3:9
Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.

Izinkan hujan renai itu turun atas kita, izinkanlah Firman pengajaran ini membasahi hati pikiran saudara supaya tabiat Tuhan sebagai Raja, sebagai Hamba, sebagai Manusia dan sebagai Anak Allah juga menjadi tabiat kita sehingga kita bisa bertindak dengan adil dan tidak sewenang-wenang, kita akan melayani dengan giat sampai selesai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yaitu Mempelai Wanita yang sempurna untuk Tuhan Yesus Kristus Mempelai Laki-laki Sorga.

Sebagaimana Tuhan Yesus Kristus juga bekerja sampai selesai (sempurna).
Yohanes 4:34
Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.


Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar