20120104

Kebaktian PA Tabernakel, Rabu 4 Januari 2012 Pdt. Bernard Legontu


Keluaran 29:2-3
2 roti yang tidak beragi dan roti bundar yang tidak beragi, yang diolah dengan minyak, dan roti tipis yang tidak beragi, yang diolesi dengan minyak; dari tepung gandum yang terbaik haruslah kaubuat semuanya itu.
3 Kautaruhlah semuanya dalam sebuah bakul dan kaupersembahkanlah semuanya dalam bakul itu, demikian juga lembu jantan dan kedua domba jantan itu.

Roti berbicara persekutuan kita dengan Tuhan Yesus Kristus lewat Firman pengajaran dan dalam Keluaran pasal 29 persembahan roti ini dikaitkan dengan pentahbisan penyelenggara kebaktian atau pelayan-pelayan Tuhan. Hal ini merupakan syarat yang datang dari Tuhan untuk mentahbiskan seorang pelayan Tuhan. Penyelenggara kebaktian, yang sekarang ini adalah para gembala sidang, bertanggung jawab menjaga hubungan sidang jemaat sebagai anggota tubuh dengan Tuhan Yesus sebagai kepala. Bila kita melangkahi persyaratan dari Tuhan berarti mengentengkan tanggung jawab ini. Ini bukanlah tanggung jawab yang mudah, oleh karena itu sidang jemaat harus mendoakan dan mendukung gembala di dalam pelayanan dan bukan malah memberatkan. Istri dan anak-anak gembala harus yang pertama mendukung pelayanan gembala. Pergumulan terberat seorang gembala di dalam pelayanan adalah bila istrinya berulah di saat dia akan melayani.

Seorang imam yang ditahbiskan harus bersekutu dengan Tuhan Yesus Kristus lewat Firman pengajaran yang dalam Keluaran pasal 29 digambarkan dengan roti. Yang harus diperhatikan di sini bahwa wadah dari roti-roti tersebut adalah satu. Hanya ada satu bakul untuk roti-roti tersebut, tidak ada bakul-bakul yang lain. Artinya tidak boleh ada pengajaran yang lain di dalam pemberitaan Firman, harus satu dalam Firman pengajaran yang benar. Hamba-hamba Tuhan harus memiliki satu bakul, satu suara dalam menyampaikan Firman pengajaran, sehingga sidang jemaat yang mendengarkan pemberitaan Firman juga bisa menjadi satu roh.
Wahyu 22:17
Roh dan pengantin perempuan itu berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma!

Yohanes 10:4
Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.
Mengenal suara gembala = suara Firman Pengajaran yang satu

Sebab ada suara lain,
Yohanes 10:5
Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal."

Ibrani 13:9
Janganlah kamu disesatkan oleh berbagai-bagai ajaran asing. Sebab yang baik ialah, bahwa hati kamu diperkuat dengan kasih karunia dan bukan dengan pelbagai makanan yang tidak memberi faedah kepada mereka yang menuruti aturan-aturan makanan macam itu.

Gereja yang sempurna yang tampil sebagai pengantin perempuan Tuhan menjadi satu suara dengan Roh Kudus. Roh Kudus atau Roh Kebenaran inilah yang telah membawa kita kepada kebenaran Firman Tuhan sehingga kita bisa menjadi satu dalam Firman pengajaran yang benar.
Yohanes 16:13
Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

Hindarilah orang yang memiliki bakul yang lain, yang pengajarannya sudah lain.
Roma 16:17
Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!

Bila kita telah menerima satu pengajaran, satu suara sehingga menjadi satu roh maka kita bisa saling menopang di dalam pelayanan. Ketika kita berhadapan dengan orang yang bercerita miring tentang saudara kita di dalam satu pengajaran maka kita harus tangkas untuk memangkas perkataan orang tersebut seperti yang dilakukan oleh Husai. Husai menopang Daud dengan menggagalkan nasihat dari Ahitofel yang mau mencelakakan Daud.

Kita harus belajar untuk menyesuaikan diri dengan bakulnya Tuhan, harus menyesuaikan diri kita dengan ajaran yang benar.
Titus 2:1
Tetapi engkau, beritakanlah apa yang sesuai dengan ajaran yang sehat:

Di akhir zaman ini akan tampil pengajar-pengajar dari bakul yang lain, mereka tampil dengan pengajaran yang lain dan mereka akan mengacaukan banyak anggota keluarga Tuhan.
Titus 1:11
11 Orang-orang semacam itu harus ditutup mulutnya, karena mereka mengacau banyak keluarga dengan mengajarkan yang tidak-tidak untuk mendapat untung yang memalukan.

Titus 1:9
9 dan berpegang kepada perkataan yang benar, yang sesuai dengan ajaran yang sehat, supaya ia sanggup menasihati orang berdasarkan ajaran itu dan sanggup meyakinkan penentang-penentangnya.
Kita harus mengisi hidup kita dengan ajaran yang sehat. Bila kita teguh berpegang pada Firman pengajaran yang benar maka kita bisa menasihati dan menyakinkan kembali orang-orang yang suka menentang pengajaran yang benar.

Roti yang dipersembahkan dalam Keluaran pasal 29 adalah roti yang tidak beragi. Roti yang dipersembahkan kepada Tuhan tidak boleh diolah dengan ragi atau madu.
Imamat 2:11
Suatu korban sajian yang kamu persembahkan kepada TUHAN janganlah diolah beragi, karena dari ragi atau dari madu tidak boleh kamu membakar sesuatu pun sebagai korban api-apian bagi TUHAN.

Roti ini harus diletakkan di telapak tangan imam, dan roti tersebut diambil dari 1 bakul yang sama. Tangan berbicara pelayanan. Pelayanan harus berangkat dari Firman pengajaran yang satu, Firman pengajaran yang benar. Bila dalam pelayanan kita terjadi kegagalan itu disebabkan kita melayani dengan dua perkara yang Tuhan larang.

1.      Madu

Ada dua pengertian pelayanan yang disertai dengan madu.
a)      Pengertian pertama adalah melayani disertai dengan pemanis. Jemaat yang datang beribadah sebab tertarik oleh madu atau pemanis yang disodorkan di dalam pelayanan pasti tidak akan kuat kerohaniannya, bahkan besar kemungkinan orang tersebut yang dikemudian hari akan melawan hamba Tuhan yang melayani dia. Seorang hamba Tuhan harus menyampaikan ketajaman Firman Tuhan dan jangan membuat sidang jemaat datang kepada Tuhan oleh sebab tertarik dengan pemanis. Biarlah sidang jemaat datang beribadah sebab tertarik oleh pembukaan rahasia Firman. Sidang jemaat yang tertarik oleh Firman Tuhan bisa berhasil untuk dibawa dari keadaan bertunangan dengan Tuhan Yesus sampai mencapai puncaknya menjadi Mempelai WanitaNya yang sempurna.

Hamba Tuhan harus bisa menyampaikan Firman pengajaran dan juga Firman nubuatan. Jangan hanya membuat sidang jemaat seperti dihajar sampai babak belur sebab dosanya mau disucikan saat Firman pengajaran ditampilkan namun tidak menunjukkan apa penyebabnya mereka harus dihajar, tidak menampilkan Firman nubuatan yang menunjukkan ke mana sasaran akhir mereka akan dibawa. Setajam-tajamnya Firman pengajaran pasti bisa diterima oleh sidang jemaat bila disampaikan bersama dengan Firman nubuatan. Bila terjadi keseimbangan dalam pemberitaan Firman maka hamba tidak akan memakai madu atau pemanis di dalam pelayanan untuk menarik jiwa-jiwa.

Bila kita memberi sesuatu kepada orang lain biarlah itu terjadi sebab Tuhan yang menggerakkan bukan karena kita ingin mengikat atau menarik orang tersebut. Buktinya kita memberi bukan didorong oleh Tuhan dan hanya karena di dorong oleh rasa kemanusiaan kita adalah saat orang yang menerima pemberian kita berbalik melawan atau mencemooh kita maka kita merasa kecewa.

b)      Pengertian kedua adalah suka dipuji.
Amsal 25:27
Tidaklah baik makan banyak madu; sebab itu biarlah jarang kata-kata pujianmu.
Pujian yang dimaksud di sini adalah pujian terhadap diri sendiri.

Amsal 27:2
Biarlah orang lain memuji engkau dan bukan mulutmu, orang yang tidak kaukenal dan bukan bibirmu sendiri.



2.      Ragi

Di saat kapan Tuhan mengingatkan untuk waspada terhadap persoalan ragi? Tuhan mengatakannya setelah pemecahan 7 ketul roti untuk 4000 orang.
Matius 16:6
Yesus berkata kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki."

Matius 15:32-39 (Yesus memberi makan empat ribu orang)
32 Lalu Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: "Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Aku tidak mau menyuruh mereka pulang dengan lapar, nanti mereka pingsan di jalan."
33 Kata murid-murid-Nya kepada-Nya: "Bagaimana di tempat sunyi ini kita mendapat roti untuk mengenyangkan orang banyak yang begitu besar jumlahnya?"
34 Kata Yesus kepada mereka: "Berapa roti ada padamu?" "Tujuh," jawab mereka, "dan ada lagi beberapa ikan kecil."
35 Lalu Yesus menyuruh orang banyak itu duduk di tanah.
36 Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti dan ikan-ikan itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya memberikannya pula kepada orang banyak.
37 Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, tujuh bakul penuh.
38 Yang ikut makan ialah empat ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.

Angka 7 menunjuk pada akhir zaman dan berbicara tentang kesempurnaan. Kita berada di masa akhir zaman di mana kita harus bersekutu dengan roti yaitu Firman Tuhan yang akan membawa kita kepada kesempurnaan. Di saat seperti inilah Tuhan Yesus mengingatkan kita untuk waspada terhadap ragi. Nyata bagi kita berbicara ragi sesungguhnya bersinggungan dominan pada akhir zaman.

Ada 5 jenis ragi di dalam alkitab:

a)      Ragi orang Farisi dan ahli Taurat

Orang Farisi dan ahli Taurat adalah pribadi yang selalu tampil mengajar di sinagoge. Ada 3 macam ragi orang Farisi dan Ahli Taurat.

                         i.            Ragi kemunafikan
Di dalam Injil Matius pasal 23 ada 7 kali disebutkan munafik. Di akhir zaman kemunafikan akan mencapai puncaknya terutama di dalam kehidupan pelayan-pelayan Tuhan.
Matius 23:13-15,23,27,29
13 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang 1munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk.
14 [Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang 2munafik, sebab kamu menelan rumah janda-janda sedang kamu mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Sebab itu kamu pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.]
15 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang 3munafik, sebab kamu mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat dari pada kamu sendiri.
23 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang 4munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.
25 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang 5munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh
27 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang 6munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran.
29 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang 7munafik, sebab kamu membangun makam nabi-nabi dan memperindah tugu orang-orang saleh

Orang Farisi dan ahli Taurat senang untuk berada di pasar, padahal mereka seharusnya berada di rumah Tuhan.

Matius 23:2,7
2 "Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa.
7 mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi.

Mereka senang untuk tampil di pasar, artinya kemunafikan ini berhubungan dan berorientasi dengan tujuan-tujuan untuk memperoleh harta jasmani. Kemunafikan di sini tampil untuk meraih perkara-perkara yang bendawi.
Hal itu juga terlihat lewat pemberitaan Firman yang hanya berbicara berkat-berkat secara jasmani dan tidak menyampaikan Firman yang menyucikan sehingga pandangan sidang jemaat juga hanya tertuju pada perkara-perkara jasmani. Hal iutuPadahal sekarang ini kita telah berada di zaman akhir dan harus segera menuju pada kesempurnaan Tubuh Kristus.

Di dalam pelayanan penyelenggara kebaktian di tengah-tengah kebaktian inilah sidang jemaat di dorong untuk masuk dalam kesempurnaan Tubuh Kristus.
Ulangan 18:5,7
5 Sebab dialah yang dipilih oleh TUHAN, Allahmu, dari segala sukumu, supaya ia senantiasa melayani TUHAN dan menyelenggarakan kebaktian demi nama-Nya, ia dan anak-anaknya.
7 dan menyelenggarakan kebaktian demi nama TUHAN, Allahnya, sama seperti semua saudaranya, orang-orang Lewi, yang melayani TUHAN di sana,

                       ii.            Ragi suka dipuji
II Korintus 10:17-18
17 "Tetapi barangsiapa bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan."
18 Sebab bukan orang yang memuji diri yang tahan uji, melainkan orang yang dipuji Tuhan.
Pujian ini ada kaitannya dengan kemampuan untuk melalui ujian. Orang yang senang mencari pujian dari manusia pasti tidak tahan ketika mengalami ujian.

Saat Stefanus dilontari batu dia melihat Tuhan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Tuhan Yesus tidak duduk namun berdiri. Ini merupakan tanda penghormatan Tuhan terhadap hambaNya yang setia. Ini yang seharusnya kita kejar, pujian dari Tuhan.
Kisah para rasul 7:55
Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah.

Tuhan tidak cuma ingin Dia yang dipuji dan dihormati namun Dia juga ingin memuji dan menghormati pelayan-pelayanNya.
Yohanes 12:26
Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.
Yohanes 7:18b
tetapi barangsiapa mencari hormat bagi Dia yang mengutusnya, ia benar dan tidak ada ketidakbenaran padanya

Yohanes 7:18a; 12:42-43
7:18a Barangsiapa berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri,
12:42 Namun banyak juga di antara pemimpin yang percaya kepada-Nya, tetapi oleh karena orang-orang Farisi mereka tidak mengakuinya berterus terang, supaya mereka jangan dikucilkan.
12:43 Sebab mereka lebih suka akan kehormatan manusia dari pada kehormatan Allah.
Jangan menjadi kehidupan yang lebih memilih penghormatan dan pujian dari manusia dibandingkan menerima penghormatan dan pujian dari Tuhan.

                     iii.            Ragi tamak
Lukas 16:14
Semuanya itu didengar oleh orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Dia.
Orang yang suka mencemooh atau suka mengejek berarti dekat dengan sifat hamba uang atau tamak.

Matius 23:14
[Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu menelan rumah janda-janda sedang kamu mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Sebab itu kamu pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.]
Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi sangat senang melayat ibu-ibu yang suaminya baru meninggal. Dengan kepandaiannya berbicara mereka meyakinkan ibu-ibu janda untuk menyerahkan hartanya kepada mereka dengan janji akan menyuplai kebutuhan hidup ibu janda tersebut beserta anaknya, padahal merekalah yang malah menggunakan harta benda tersebut. Di sinilah ketamakan dari orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, berkedok rohani padahal tujuannya hanya untuk meraih yang jasmani.


b)      Ragi Saduki

Matius 16:6
Yesus berkata kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki."
Ragi orang saduki adalah ragi yang tidak percaya adanya kebangkitan.

Ada dua praktek dari ragi saduki:
                         i.            Mengentengkan masalah kelahiran baru
1 Petrus 1:3
Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan,

Kita dilahirkan baru oleh sebab adanya kebangkitan dari Tuhan Yesus. Tidak percaya pada kebangkitan berarti tidak percaya pada kelahiran baru. Jadi praktek dari ragi orang saduki ini adalah mengentengkan kelahiran baru bahkan tidak percaya adanya kelahiran baru.

Tujuan dari kelahiran baru adalah untuk membawa kita masuk pada keluarga Allah yang memiliki kuasa kebangkitan dan tidak berhenti sampai di situ namun dari dalam keluarga Allah inilah akan tampil mempelai wanita Tuhan.

                       ii.            Hidup yang hanya diisi dengan pesta pora, makan dan minum
I Korintus 15:12,19-20,32
12 Jadi, bilamana kami beritakan, bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan orang mati?
19 Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.
20 Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.
32 Kalau hanya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan manusia saja aku telah berjuang melawan binatang buas di Efesus, apakah gunanya hal itu bagiku? Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka "marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati".

Bila mengatakan percaya akan adanya kebangkitan namun pergerakan hidupnya sama seperti praktek hidup orang saduki yang hanya makan dan minum, itu berarti tidak percaya akan adanya kebangkitan dan tidak takut akan adanya hukuman. Itu sebabnya hidupnya hanya diisi dengan makan, minum dan pesta pora.
Yesaya 22:13
tetapi lihat, di tengah-tengah mereka ada kegirangan dan sukacita, membantai lembu dan menyembelih domba, makan daging dan minum anggur, sambil berseru: "Marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati!"

Pada kehidupan yang kena pada ragi saduki terlihat ada sukacita namun hanyalah sukacita yang fana sebab pandangan mereka hanya sebatas pada makan, minum dan mati. Mereka tidak bisa memandang kebangkitan Tuhan Yesus yang mengarahkan pada pengharapan akan hidup yang kekal.

Disejajarkan dengan 2 Petrus 2:12
Tetapi mereka itu sama dengan hewan yang tidak berakal, sama dengan binatang yang hanya dilahirkan untuk ditangkap dan dimusnahkan. Mereka menghujat apa yang tidak mereka ketahui, sehingga oleh perbuatan mereka yang jahat mereka sendiri akan binasa seperti binatang liar,


c)      Ragi Herodiani

Markus 8:15
Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya: "Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes."
Markus 8:15 (Terjemahan Lama)
Maka Yesus berpesan kepada mereka itu, kata-Nya, "Ingatlah baik-baik, jagalah dirimu daripada ragi orang Parisi dan daripada ragi orang Herodiani."

Ada tiga bentuk ragi Herodiani ini:

                         i.            Hidup yang sepenuhnya duniawi
Mereka tidak mau peduli dengan persoalan yang rohani. Semata-mata hanya mengutamakan hal-hal yang duniawi. Hal ini juga yang Tuhan ingatkan terutama kepada pelayan-pelayanNya. Jangan sampai di dalam gereja malah disusupi dengan ragi Herodiani ini.

Markus 6:21-22
21 Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarnya, perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea.
22 Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya. Raja berkata kepada gadis itu: "Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!",

Ragi Herodiani ini tampil dengan praktek senang berpesta dan senang dengan tarian erotis. Secara jasmani gereja yang menggalakan hal ini terlihat tercukupi segala sesuatu. Terlihat ada jaminan kehidupan secara jasmani namun berakhir dengan kematian rohani.

                       ii.            Bimbang
Markus 6:20
sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia.

Jika tidak teguh berpegang pada pengajaran sehat maka akan mudah bimbang ketika mendengar ajaran lain apalagi ajaran yang menekankan kemakmuran jasmani.
Jangan bimbang saat mendengarkan Firman Tuhan!
Yakobus 1:6-8
6 Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.
7 Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.
8 Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.

Orang yang bimbang terutama dalam hal pengajaran tidak akan mendapatkan apa-apa. Jangan kita merangkul pengajaran yang salah dan jangan merubah pengajaran yang benar yang telah diterima dari pendahulu. Orang yang meninggalkan pengajaran yang benar itulah yang menyebabkan perpecahan di dalam gereja.
Roma 16:17
Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!

                     iii.            Perzinahan / roh najis
Markus 6:18
Karena Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!"
Herodes merampas istri saudara kandungnya, ia dikuasai oleh roh najis sehingga jatuh dalam perzinahan.

I Korintus 6:18
Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri.

Yakobus 4:4 (Terjemahan lama)
Hai kamu yang disifatkan seperti orang berzinah, tiadakah kamu ketahui bahwa persahabatan dengan dunia ini, ialah perseteruan dengan Allah? Sebab itu barangsiapa yang mau bersahabat dengan dunia ini, ia itulah menjadi seteru Allah.

Bila kita terkena ragi orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, ragi Saduki dan ragi Herodian dan tetap bertahan pada ketiga ragi ini maka pelan dan pasti akan mengarah pada pembunuhan, akan mengalami kematian rohani.
Markus 3:6
Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia.


d)      Ragi orang Korintus

Ada 2 macam ragi orang Korintus:

                         i.            Sombong
I Korintus 5:6-7
6 Kemegahanmu tidak baik. Tidak tahukah kamu, bahwa sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan?
7 Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.

Ketika berbicara ragi orang Korintus maka ditampilkan Korban Kristus yang menunjuk pada kerendahan hati Tuhan Yesus yang rela menghampakan diri dan mati di salib.
Filipi 2:6-8
6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Hal ini bertolak belakang dengan orang Korintus yang sombong. Bahkan saat mereka telah jatuh di dalam dosa pun mereka masih sombong dan tidak mau merendahkan diri

I Korintus 5:2
Sekalipun demikian kamu sombong. Tidakkah lebih patut kamu berdukacita dan menjauhkan orang yang melakukan hal itu dari tengah-tengah kamu?

                       ii.            Lebih buruk keadaannya dari pada bangsa kafir
I Korintus 5:1, 11-13
1 Memang orang mendengar, bahwa ada percabulan di antara kamu, dan percabulan yang begitu rupa, seperti yang tidak terdapat sekalipun di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, yaitu bahwa ada orang yang hidup dengan isteri ayahnya.
11 Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.
12 Sebab dengan wewenang apakah aku menghakimi mereka, yang berada di luar jemaat? Bukankah kamu hanya menghakimi mereka yang berada di dalam jemaat?
13 Mereka yang berada di luar jemaat akan dihakimi Allah. Usirlah orang yang melakukan kejahatan dari tengah-tengah kamu.

Disejajarkan dengan bangsa kafir,
Matius 18:17 (Terjemahan lama)
Dan jikalau ia menolak perkataan mereka itu, katakanlah hal itu kepada sidang; tetapi jikalau tiada juga ia mendengar sidang itu pun, biarlah ia menjadi padamu seperti orang kafir dan seperti orang pemungut cukai.


e)      Ragi orang Galatia

Galatia 5:9
Sedikit ragi sudah mengkhamirkan seluruh adonan.

Ada 5 macam ragi orang Galatia:

                         i.            Mulai dengan roh tetapi diakhiri dengan daging (rohani undur, pemahaman undur)
Galatia 3:1-4
1 Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu?
2 Hanya ini yang hendak kuketahui dari pada kamu: Adakah kamu telah menerima Roh karena melakukan hukum Taurat atau karena percaya kepada pemberitaan Injil?
3 Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging?
4 Sia-siakah semua yang telah kamu alami sebanyak itu? Masakan sia-sia!

Ibrani 10:37-39
37 "Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah akan ada, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya.
38 Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya."
39 Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup.

Yeremia 31:22
Berapa lama lagi engkau mundur maju, hai anak perempuan yang tidak taat? Sebab TUHAN menciptakan sesuatu yang baru di negeri: perempuan merangkul laki-laki."

                       ii.            Orang Galatia mengikuti injil yang lain atau injil manusia
Galatia 1:6-7,11
6 Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain,
7 yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus.
11 Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia.

Akibat bila mengikuti injil yang lain atau injil manusia, hasilnya adalah saling menggigit sehingga binasa.
Galatia 5:15
Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan.

                     iii.            Gila hormat
Galatia 5:26
dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.
1 Timotius 1:6-7
6 Tetapi ada orang yang tidak sampai pada tujuan itu dan yang sesat dalam omongan yang sia-sia.
7 Mereka itu hendak menjadi pengajar hukum Taurat tanpa mengerti perkataan mereka sendiri dan pokok-pokok yang secara mutlak mereka kemukakan.

Yohanes 7:18a
Barangsiapa berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri

                     iv.            Takut dianiaya oleh karena kebenaran Firman (Salib Kristus)
Galatia 6:12
Mereka yang secara lahiriah suka menonjolkan diri, merekalah yang berusaha memaksa kamu untuk bersunat, hanya dengan maksud, supaya mereka tidak dianiaya karena salib Kristus.

Ini adalah rohnya pemimpin-pemimpin
Yohanes 12:42
Namun banyak juga di antara pemimpin yang percaya kepada-Nya, tetapi oleh karena orang-orang Farisi mereka tidak mengakuinya berterus terang, supaya mereka jangan dikucilkan.

                       v.            Suka menonjolkan hal-hal yang lahiriah dan bukan yang batiniah
Galatia 6:13
Sebab mereka yang menyunatkan dirinya pun, tidak memelihara hukum Taurat. Tetapi mereka menghendaki, supaya kamu menyunatkan diri, agar mereka dapat bermegah atas keadaanmu yang lahiriah.

sebaliknya Filipi 3:7-8
7 Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.
8 Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,


Kita berada pada masa pemecahan tujuh ketul roti, kita berada pada masa di mana gereja Tuhan di dorong untuk masuk dalam kesempurnaan Tubuh Kristus lewat Firman pengajaran. Sebab itu waspadalah jangan sampai ada salah satu dari ragi-ragi ini di dalam kehidupan kita.


Tuhan Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar