20240420

Kebaktian Doa Penyembahan, Sabtu, 20 April 2024 Pdt. Handri Otniel Legontu

Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.


Yohanes 12:4-8

12:4 Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:

12:5 "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"

12:6 Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.

12:7 Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.

12:8 Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu."

 

Pengurapan Yesus sebagai persiapan penguburan Yesus menunjukan pelayanan yang terakhir di bumi yaitu pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna. Ini sekarang pelayanan yagn terakhir, waktunya sudah sangat singkat. Kita tidak tahu kapan Yesus datang. Waktu gereja Tuhan di akhir zaman itu tinggal 7 tahun. 3,5 tahun di awal itu penyucian terakhir bagi gereja Tuhan, 2 tahun untuk bangsa kafir, 1,5 tahun untuk bangsa Israel kemudian disatukan dalam 1 tubuh Kristus. Kemudian masuk 3,5 tahun yang kedua, itu masa aniaya antikristus. Kita tidak tahu kapan waktunya, itu suatu rahasia, jadi kita harus berjaga-jaga.

 

Iblis tahu masanya sudah mau habis makanya dia mau menghalangi pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Ada 3 penghalang pembangunan Tubuh Kristus:

1.      Kusta rohani yaitu dosa kebenaran diri sendiri, dosa kenajisan, dosa tidak tahu berterima kasih.

Markus 14:3

14:3 Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus.

 

2.      Gusar

Markus 14:4

Markus 14:4  Ada orang yang menjadi gusar dan berkata seorang kepada yang lain: "Untuk apa pemborosan minyak narwastu ini?

 

3.      Dosa Yudas Iskariot

 

Kita pelajari yang kedua yaitu gusar atau marah. Termasuk benci, tidak suka, roh jengkel, itu menghalangi pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Pelayanan pembangunan Tubuh Kristus dimulai dari dalam nikah. Nikah jangan diisi dengan roh gusar, marah, benci, jangan ada.

 

Marah ini terbagi 2:

1.      Marah tanpa sebab. Seperti Yudas, tidak ada alasan tetapi dia gusar, Maria berkorban tetapi dianggap pemborosan. Contoh marah tanpa sebab:

a)      Marah terhadap orang yang berkorban, marah terhadap orang yang berbuat baik.

b)      Marah terhadap orang yang dipakai Tuhan. Dasarnya iri hati atau cemburu. Ada yang dipakai Tuhan dengan hartanya, seperti Maria Magdalena, Yohana isteri Kusa dan sebagainya. Ada yang dipakai Tuhan lewat pembukaan Firman. Ada yang marah dan gusar kalau melihat orang lain dipakai dalam bidang apa saja.

 

2.      Marah tanpa kasih.

Efesus 4:26

4:26 Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu

 

Maksudnya matahari terbenam ini tidak ada kasih lagi. Sebab Allah Bapa itu digambarkan seperti matahari, Allah Bapa itu kasih.

Mazmur 84:12

84:12 Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela.

 

Marah tanpa kasih itu marah terhadap orang yang bersalah tetapi dengan emosi yang meledak-ledak, tanpa batas, sudah tidak ada kontrol, sampai membenci. Memang ada alasan dia marah, orang itu salah, orang itu berdosa, orang itu menyakiti dia, sehingga dia marah dengan emosi meledak-ledak, tidak ada kontrol lagi, sampai membenci.

 

Akibat marah dan gusar ini timbullah pertengkaran dan perselisihan di dalam nikah, di dalam penggembalaan, sehingga tidak bisa menyembah.

I Timotius 2:8

2:8 Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan.

 

Kalau ada rasa tidak suka, rasa jengkel, diselesaikan supaya penyembahan kita naik kepada Tuhan. Kita ini manusia daging yang lemah, salah satu kelemahan daging adalah tidak bisa menyembah, tidak tahu menyembah. Roh Kudus yang memberikan kemampuan kepada kita untuk bisa berdoa dan menyembah Tuhan. Gusar atau marah itu mendukakan Roh Kudus sehingga penyembahannya pasti kering. Sekalipun dipaksa bilang haleluya tetapi kering, tidak rasa apa-apa, karena perasaannya gusar, marah, benci.

Roma 8:26

8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

 

Marah ini membuat Roh Kudus berduka.

Efesus 4:30-31

4:30 Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.

4:31 Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.

 

Penyembahan itu menghubungkan kita dengan Tuhan, dengan Yesus sebagai kepala. Kalau penyembahan kering, berarti hubungan kita dengan Yesus sebagai kepala terganggu. Dan mengakibatkan rohani kita sedang menuju pada kehancuran, pada kematian.

 

Jangan anggap biasa kemarahan atau gusar dalam hati. Jangan bilang tidak apa-apa. Yang tidak apa-apa itu nanti jadi apa-apa. Lebih baik diselesaikan, akui kepada Tuhan, akui kepada sesama. Biar paksa menyembah kalau hati gusar, hati marah tidak akan bisa menyembah. Bisa datang ibadah doa penyembahan, bisa bilang haleluya tetapi sebenarnya penyembahannya tidak naik sebab Roh Kudus berduka. Roh Kudus ini yang menaikan keluhan-keluhan kita kepada Tuhan. Kalau Roh Kudus berduka bagaimana bisa menyampaikan doa-doa kita kepada Tuhan, makanya doa tidak dijawab.

 

Gusar atau marah ini adalah rubah-rubah kecil yang merusakan kebun anggur yang sedang berbunga. Sedang berbunga berarti sebentar lagi berbuah, tetapi gara-gara marah rontok bunganya, tidak jadi muncul buahnya.

Kidung Agung 2:15

2:15 Tangkaplah bagi kami rubah-rubah itu, rubah-rubah yang kecil, yang merusak kebun-kebun anggur, kebun-kebun anggur kami yang sedang berbunga!

 

Kita lihat sudah berbunga, sudah berharap sebentar lagi ada buah. Tetapi karena gusar, rontok, tidak ada buahnya. Nikahnya sudah mau manis, gara-gara gusar jadinya tidak ada kemanisan. Penggembalaan sudah mau manis, tetapi karena gusar, marah, rontok bunga, pahit terus penggembalaan.

 

Hubungan dengan Yesus sebagai kepala terganggu berarti tidak bisa masuk dalam kegerakan rohani, kegerakan pembangunan Tubuh Kristus, tidak bisa masuk persekutuan Tubuh Kristus yang akan menyatu dengan Yesus sebagai kepala. Kalau hubungan kepala dan tubuh terputus itu = mati, maut secara rohani. Jangan heran begitu dia gusar dan marah, hubungan dengan Tuhan terputus, dia mati maka dosa-dosa mulai masuk.

Suami isteri tengkar, gusar, marah, hubungan dengan Tuhan terganggu bahkan putus, maka mulai masuk dosa-dosa. Ada orang ketiga, ada yang memperhatikan dia, akhirnya mulai tergoda dengan orang itu. Mulai pikiran suami terganggu, mulai pikiran isteri terganggu, sampai bisa muncul dalam perbuatan dosa. Dalam penggembalaan mulai jemaat berperasangka buruk kepada gembala, mulai gembala berperasangka buruk kepada jemaat, dosa-dosa mulai masuk.

 

Kebencian atau marah itu = maut.

I Yohanes 3:14

3:14 Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut.

 

Kalau dibiarkan terus itu maut kekal, msauk dalam kematian kedua di neraka. Roh gusar, marah, kebencian, pahit hati, iri benci ayo kita buang jauh-jauh, jangan ada. Kalau ada orang lebih dipakai dari kita, kita doakan, topang dalam doa, kita teladani. Kalau ada orang lebih diberkati dari kita, mari kita doakan, bukan malah kita iri dan dengki. Kalau ada orang bersalah kepada kita ayo ditegur dengan baik, marah dengan kasih untuk menolong dia. Bukan marah tanpa kasih. Doakan dia dan bawa untuk mendengarkan Firman Tuhan. Jangan sampai kita merasa kita berada dalam kegerakan Tubuh Kristus, ternyata kita di luar. Ikut KKR-KKR tetapi Tuhan dapati kita di luar. Secara jasmani seharusnya ada di situ, tetapi secara rohani ada di luar. Lebih baik dosa yang dibuang keluar, jangan kita yang keluar dari pembangunan Tubuh Kristus. Marah, gusar, buang semua itu, jangan sampai kita yang terbuang dari pembangunan Tubuh Kristus.

 

Sekarang kita raba diri kita, saya ini sudah masuk dalam kegerakan pembanguan Tubuh Kristus atau belum. Tanda-tanda pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna kita pelajari dari pembangunan Tabernakel. Dulu pembangunan secara jasmani, sekarang bagi kita pembangunan Tabernakel secara rohani.

Keluaran 25:2,8-9

25:2 "Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka memungut bagi-Ku persembahan khusus; dari setiap orang yang terdorong hatinya, haruslah kamu pungut persembahan khusus kepada-Ku itu.

25:8 Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka.

25:9 Menurut segala apa yang Kutunjukkan kepadamu sebagai contoh Kemah Suci dan sebagai contoh segala perabotannya, demikianlah harus kamu membuatnya."

 

Keluaran 25:8-9 (Terjemahan Lama)

25:8 Maka hendaklah mereka itu memperbuatkan Daku sebuah baitulmukadis, supaya Aku duduk di antara mereka itu.

25:9 Setuju dengan segala yang akan Kutunjuk kepadamu, setuju dengan teladan kemah dan teladan segala perkakasnya hendaklah mereka itu memperbuatkan dia.

 

1.      Sesuai kehendak Tuhan. Artinya melakukan kehendak Tuhan. Kita tahu kehendak Tuhan di dalam Firman. Melakukan kehendak Tuhan = taat dengar-dengaran pada Firman Tuhan. Taat pada Firman apapun resikonya sampai daging ini tidak bersuara lagi. Yesus yang mati di kayu salib adalah dasar pembangunan Tubuh Kristus. Dia batu penjuru, batu yang dibuang oleh tukang bangunan menjadi batu penjuru. Bagaimana Yesus dalam pelayanan? Dia taat bahkan sampai mati di kayu salib. Kita juga begitu, teladani Yesus, taat pada Firman Tuhan apapun resikonya.

 

2.      Pungutlah persembahan dari orang Israel yang terdorong hatinya. Jadi yang kedua terdorong hati untuk berkorban. Bukan manusia yang mendorong tetapi Tuhan. Makanya poin 1 tadi taat dulu pada Firman. Kalau sudah taat pada Firman maka Firman ini yang mendorong hatinya untuk berkorban = ada kerinduan untuk melayani Tuhan oleh dorongan Firman. Kalau pelayanan kita karena dorongan Firman, tidak akan mudah terhalang dan tidak akan mau terhalang. Beda kalau dorongan manusia. Kalau manusianya sudah tidak ada, sudah tidak melayani. Seperti raja Uzia, waktu masih hidup mentornya, pembinanya, dia melayani dengan hebat. Tetapi begitu sudah meninggal, mulai berbuat yang tidak baik, berubah setia terhadap Tuhan.

II Tawarikh 26:5,16

26:5 Ia mencari Allah selama hidup Zakharia, yang mengajarnya supaya takut akan Allah. Dan selama ia mencari TUHAN, Allah membuat segala usahanya berhasil.

26:16 Setelah ia menjadi kuat, ia menjadi tinggi hati sehingga ia melakukan hal yang merusak. Ia berubah setia kepada TUHAN, Allahnya, dan memasuki bait TUHAN untuk membakar ukupan di atas mezbah pembakaran ukupan.

 

Jadi kita bisa raba, selama ini kita melayani atas dorongan Firman atau dorongan manusia, dorongan daging. Kalau dorongan Firman, tidak mau terhalang, tidak bisa terhalang. Tetapi kalau dorongan manusia, pasti suatu saat tidak setia. Begitu manusianya sudah tidak ada, tidak setia beribadah melayani Tuhan.

 

Makanya waktu saya didorong-dorong orang tua, awalnya saya tidak mau tetapi Tuhan yang dorong, bukan manusia lagi. Tuhan dorong lewat suara yang saya dengar ‘baca I Korintus 1:18’.

I Korintus 1:18

1:18 Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.

 

3.      Bisa bekerja sama. Bukan Musa sendiri yang bangun Tabernakel, dia bangun bersama orang Israel dan ada 2 orang yang diberikan roh keahlian dari Tuhan yaitu Aholiab dan Bezaleel. Dalam pelayanan harus bisa bekerja sama, bukan mau mengedepankan diri sendiri, bukan mau mengutamakan kepentingan diri sendiri.

Filipi 2:2-4

2:2 karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan,

2:3 dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;

2:4 dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.

 

Salah satu praktek bisa bekerja sama adalah bisa merendahkan diri, menganggap yang lain lebih utama dari pada kita. Alat-alat Tabernakel itu dipikul minimal oleh 2 orang, harus bisa bekerja sama.

 

4.      Bisa berdoa menyembah Tuhan dengan giat, sampai menyembah dengan bahasa roh. Keluhan-keluhan tidak terucapkan itu bahasa roh. Kita bandingkan dengan Kisah Para Rasul 2:1-4 Roh Kudus dicurahkan, baru Petrus berkhotbah dan terbangunlah Tubuh Kristus secara rohani. Dulu Tabernakel secara jasmani dibangun dengan 16 bahan.

Keluaran 25:1-7

25:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:

25:2 "Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka memungut bagi-Ku persembahan khusus; dari setiap orang yang terdorong hatinya, haruslah kamu pungut persembahan khusus kepada-Ku itu.

25:3 Inilah persembahan khusus yang harus kamu pungut dari mereka: 1emas, 2perak, 3tembaga;

25:4 4kain ungu tua, 5kain ungu muda, 6kain kirmizi, 7lenan halus, 8bulu kambing;

25:5 9kulit domba jantan yang diwarnai merah, 10kulit lumba-lumba dan 11kayu penaga;

25:6 12minyak untuk lampu, 13rempah-rempah untuk minyak urapan dan untuk ukupan dari wangi-wangian,

25:7 14permata krisopras dan 15permata tatahan untuk baju efod dan untuk tutup dada.

 

Yang ke-16 dari kerang-kerang yang diambil warnanya. Kain-kain itu ada warnanya, kemudian kulit domba jantan diwarnai merah. Warna-warna ini didapat dari kerang-kerangan yang ditumbuk sampai halus.

 

Bandingan dengan pembangunan Tabernakel secara rohani yang juga dibangun dengan 16 bahan.

Kisah Para Rasul 2:8-11

2:8 Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita:

2:9 kita orang 1Partia, 2Media, 3Elam, penduduk 4Mesopotamia, 5Yudea dan 6Kapadokia, 7Pontus dan 8Asia,

2:10 9Frigia dan 10Pamfilia, 11Mesir dan daerah-daerah 12Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari 13Roma,

2:11 baik orang 14Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang 15Kreta dan orang 16Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah."

 

Dalam penyembahan, mereka menyembah dalam bahasa roh dan mengucapkan 16 bahasa ini. Jadi sama, pembangunan Tabernakel rohani 16 bahan, pembangunan Tabernakel rohani juga 16 bahan. Ketika mereka sudah berdoa menyembah dengan bahasa roh, Petrus tampil berkhotbah dan terbentuklah gereja mula-mula, mulai dari 3.000 orang yang memberi diri dibaptis.

 

Jadi poin keempat tanda kita masuk dalam kegerakan rohani adalah berdoa menyembah dengan giat, sampai menyembah dengan bahasa Roh.

 

Kegerakan rohani ini memindahkan kita dari maut kepada hidup yang kekal.

I Yohanes 3:14

3:14 Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut.

 

Apa buktinya kita sudah berpindah ke dalam hidup.

1.      Amsal 10:2

10:2 Harta benda yang diperoleh dengan kefasikan tidak berguna, tetapi kebenaran menyelamatkan orang dari maut.

 

Bukti pertama adalah hidup dalam kebenaran. Bagaimana mau katakan ada kegerakan kalau soal uang saja tidak benar. Kalau bapak ibu mau berkorban untuk pekerjaan Tuhan biarlah itu apa yang ada padamu, jangan diutang!. Soal keuangan harus benar sebab itu perkara terkecil, tetapi seringkali itu yang digembar-gemborkan. Mau buat ibadah persekutuan yang dibicarakan lebih dominan itu dananya. Kalau soal dana tidak benar, apa yang diharapkan dari kegerakan itu.

 

2.      I Korintus 15:56-58

15:56 Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.

15:57 Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.

15:58 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

 

Bukti kedua berdiri teguh, jangan goyah dan giat selalu dalam pekerjaan Tuhan. Berdiri teguh atas Korban Kristus, jangan goyah! Jangan karena godaan dosa kita sudah jatuh. Berdiri teguh atas Korban Kristus, berdiri teguh atas Firman pengajaran yang benar. Jangan karena godaan yang jasmani kita gampang tinggalkan pengajaran, karena dipaksa diancam lalu tinggalkan pengajaran. Pekerjaan Tuhan yang dipercayakan kepada kita, lakukan dengan giat! Ayo paduan suara giat, saya yang khotbah giat, pemimpin pujian giat, pemain musik giat selalu dalam pekerjaan Tuhan. Yang membersihkan gereja giat!

 

3.      Wahyu 21:4-5

21:4 Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu."

21:5 Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar."

 

Bukti kita sudah pindah dari maut kepada hidup adalah ada keubahan hidup. Manusia daging ditinggalkan dengan segala tabiat dagingnya dan kita beralih pada manusia rohani. Kemah jasmani dibongkar dan beralih kepada kemah sorgawi.

 

Apa untungnya kita ada pada kegerakan rohani? Posisi orang yang ada dalam kegerakan rohani adalah di tangan dan di hati Tuhan.

Kidung Agung 8:5-6

8:5 Siapakah dia yang muncul dari padang gurun, yang bersandar pada kekasihnya? — Di bawah pohon apel kubangunkan engkau, di sanalah ibumu telah mengandung engkau, di sanalah ia mengandung dan melahirkan engkau.

8:6 — Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!

 

Orang yang sudah pindah dari maut kepada hidup, cintanya kuat seperti maut. Tadi dikatakan taruhlah aku seperti meterai pada hatimu dan pada lenganmu. Jadi posisi orang yang ada dalam kegerakan rohani adalah di dalam pelukan dan gendongan tangan kasih Tuhan, tangan Yesus Imam Besar Agung. Untung kita kalau masuk dalam kegerakan, tidak rugi, kita dipeluk dan digendong oleh tangan kasih Yesus dengan cinta sekuat maut, itulah kasih Yesus dari kayu salib. Kalau sudah ada dalam gendongan dan pelukan tangan kasih Tuhan, maka Tuhan tidak akan pernah melupakan kita apapun keadaan kita.

Yesaya 49:14-15

49:14 Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku."

49:15 Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.

 

Hasilnya:

1.      Tangan kasih Tuhan mampu melakukan apapun yang tidak mampu kita lakukan. Seperti bayi kalau sudah digendong oleh tangan ibunya, saat dia mau makan, lapar, haus, dia tidak bisa buat susunya sendiri, tangan ibunya yang melakukan bagi dia.

 

Tangan kasih Tuhan melakukan apa yang tidak mampu kita lakukan sama dengan:

Ø  Tangan kasih Tuhan memelihara kita di tengah-tengah krisis dunia. Semua semakin krisis, semakin sulit, semakin sukar. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sudah sangat-sangat sulit hari-hari terakhir ini.

 

Ø  Tangan kasih Tuhan melindungi kita secara ajaib. Dunia yang kita tempati ini semakin goncang. Baik kegoncangan bencana alam terjadi di mana-mana, siapa yang bisa melindungi kita? Hanya tangan kasih Tuhan. Bagaimana caranya dilindungi? Masuklah dalam kegerakan rohani. Kalau ada dalam kegerakan tidak mungkin dibiarkan oleh Tuhan. Juga dilindungi dari kecelakaan secara ajaib. Belum lagi dari bahaya teroris dan sebagainya, Tuhan melindungi kita.

 

Dalam Wahyu pasal 9 terjadi peperangan besar, gereja Tuhan masih ada bumi, nanti Wahyu pasal 12 baru disingkirkan oleh Tuhan. Peperangan itu melibatkan 200 juta tentara, korbannya 1/3 manusia. Tetapi gereja Tuhan yang masih ada di bumi hanya jadi penonton, dilindungi oleh Tuhan.

 

Ø  Tangan kasih Tuhan menolong kita secara ajaib. Apa yang tidak bisa kita lakukan, Tuhan yang kerjakan bagi kita.

 

2.      Tangan kasih Tuhan yang menyucikan, mengubahkan dan menyempurnakan kita sehingga waktu Yesus datang kita diangkat ke awan-awan yang permai bertemu Yesus Mempelai Pria Sorga, masuk pesta nikah Anak Domba Allah.

 

Jadi orang yang ada dalam kegerakan rohani, dia ada di tangan Tuhan, di ruang mata Tuhan, di hatinya Tuhan.

 

Tuhan Memberkati

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 081334496911

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar