20240414

Kebaktian Umum, Minggu, 14 April 2024 Pdt. Handri Otniel Legontu




Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

Selamat untuk kita memandang pribadi Tuhan di dalam FirmanNya. Biar kita mempersiapkan hati untuk diisi dengan kebesaran Firman Tuhan. Itu yang memberikan kekuatan ekstra kepada kita untuk menghadapi keadaan dunia akhir zaman ini yang semakin tidak menentu, krisis diberbagai bidang terutama krisis iman, krisis pengharapan dan krisis kasih.

 

Kita sudah menyelesaikan kitab Wahyu pasal 13. Siang ini kita mulai masuk Wahyu pasal 14. Secara keseluruhan Wahyu pasal 14 terkena 7 percikan darah di depan tabut Perjanjian. Ini merupakan penyucian terakhir bagi gereja Tuhan untuk bisa sempurna seperti Yesus sehingga kita bisa menyambut kedatangan Yesus sebagai Mempelai Pria Sorga dan kita bisa masuk dalam kemuliaannya yang kekal.

 

Dulu Imam Besar masuk 1 tahun sekali masuk ke ruangan maha suci membawa darah untuk dipercik 7 kali di atas tutup pendamaian, kemudian 7 kali di depan tabut perjanjian, untuk memperdamaikan dosanya, dosa keluarganya sampai seluruh dosa seluruh jemaat Israel. Jadi percikan darah itu penyucian tuntas. Dan terjadi Shekina Glori, sinar kemuliaan Allah, tanda bahwa penyucian sudah terjadi. Baru setelah itu bangsa Israel boleh masuk pesta pondok daun. Sebelum pesta pondok daun ada pesta pendamaian, pesta grafirat, disitulah percikan darah dilakukan.

 

Berarti sebelum mencapai penyucian terakhir kita harus melewati tahap-tahap penyucian. Ada 4 sarana dipakai untuk penyucian.

1.      Darah Yesus

I Yohanes 1:7,9

1:7 Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.

1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

 

Darah Yesus untuk menyucikan dosa-dosa masa lalu yaitu dosa yang sudah kita lakukan, katakan, pikirkan, angan-angankan. Itu beban dosa, harus ditanggalkan. Untuk mengalami penyucian oleh darah Yesus maka kita harus mengaku dosa kita kepada Tuhan dan kepada sesama. Juga termasuk mengampuni dan melupakan dosa orang lain. Seringkali beban dosa kita sudah kita tanggalkan, sudah kita akui, sudah kita selesaikan. Seperti hamba yang berhutang 10.000 talenta kepada raja, utangnya sudah dihapus. Tetapi begitu dia bertemu temannya yang berhutang 100 dinar, langsung dia cekik dan dia penjarakan. Seringkali kita seperti itu, dosa kita yang begitu banyak sudah diampuni, tetapi dosa orang lain tidak kita ampuni dan tidak dilupakan. Dosa orang itu melekat kepada kita dan kutuk dosanya kita yang tanggung, kan rugi! Sebenarnya kita sudah menanggalkan beban dosa, sudah ada kelegaan, tetapi dosa orang lain malah tetap dipikul, tidak dilupakan sehingga dosa orang itu melekat pada kita dan kutuk dosa orang malah kita yang tanggung.

 

Jadi untuk mengalami penyucian oleh darah Yesus kita harus saling berdamai, saling mengaku dan saling melupakan dosa. Maka darah Yesus aktif melakukan 2 hal:

a)      Mengampuni dan menghapus dosa kita sampai tidak berbekas. Tuhan melihat dan memandang kita sekan-akan kita tidak pernah melakukan dosa itu.

b)      Menyucikan dari segala kejahatan = mencabut akar dosa supaya tidak tumbuh lagi, tidak diulangi lagi, kita dibenarkan oleh darah Yesus, kita menjadi orang benar! Orang benar diberkati, dipelihara, dilindungi.

Roma 3:23-24

3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

3:24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.

 

Kebenaran itu ada 3 tingkatannya:

1)      Kebenaran dari hasil pengampunan. Orang berdosa minta ampun kepada Tuhan, selesaikan dosa, saling mengaku dan saling mengampuni, darah Yesus mengampuni dan membenarkan kita. Tingkatan ini masih rawan, karena kadangkala bahkan sering manusia itu lupa akan pengampunan yang telah dia terima.

II Petrus 1:9

1:9 Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan.

 

Matius 18:23-30

18:23 Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.

18:24 Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.

18:25 Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.

18:26 Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.

18:27 Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.

18:28 Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu!

18:29 Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan.

18:30 Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.

 

Banyak kali kita sudah diampuni namun lupa pengampunan sehingga merasa benar dan menghakimi orang lain. Kalau dalam gereja, gembala main pecat pelayan Tuhan, dia lupa kalau dia sendiri dibenarkan oleh darah Yesus. Begitu ada pelayan Tuhan yang salah gampang sekali pecat sana pecat sini. Pdt. Pong Dongalemba mengatakan kalau mau pecat orang saya pecat diri saya dulu karena saya orang berdosa. Sekarang terlalu gampang main pecat, organisasi main pecat sana pecat sini. Ini orang yang buta dan picik. Mata rohaninya buta, pikiran rohaninya tumpul. Pengetahuan rohaninya tidak luas. Jangan puas dengan tingkatan seperti ini.

 

Jangan lupa dari mana kita berasal. Kalau kita sudah dibenarkan oleh darah Yesus, tolonglah orang berdosa. Bawa dia kepada Yesus untuk beribadah, dengar Firman dan dia juga bisa sadar akan dosanya. Bukan menghakimi dan menjatuhkan hukuman pada orang yang berdosa.

 

2)      Kebenaran karena kelepasan.

I Yohanes 3:9

3:9 Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.

 

Ini kebenaran hasil lahir dari Allah. Apa itu lahir dari Allah?

I Petrus 1:23-25

1:23 Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.

1:24 Sebab: "Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur, 

1:25 tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya." Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu.

 

Firman itu menyucikan, jadi kebenaran karena kelepasan ini kesucian, kebenaran yang telah diuji sehingga tadi dikatakan tidak berbuat dosa dan tidak dapat berbuat dosa. Biar digoda, dipaksa, diancam, dia tidak berbuat dosa lagi sampai tidak dapat berbuat dosa lagi. Berbeda dengan kebenaran hasil pengampunan, orang yang sudah diampuni itu sudah meninggalkan dosa tetapi suatu saat kalau dia lupa akan pengampunan dosa, dia bisa kembali lagi melakukan dosa itu. Sedangkan kebenaran karena kelepasan, orang seperti ini sudah membenci dosa, tidak mau berbuat lagi!

 

Sesudah kita lepas dari dosa, sudah diampuni dosanya ayo banyak dengar Firman supaya betul-betul mengalami kebenaran karena kelepasan, kebenaran hasil lahir dari Firman Allah. Kebenaran tingkat kedua ini menjadikan kita orang pilihan Tuhan. Orang yang diampuni itu orang yang dipanggil Tuhan, banyak yang dipanggil sedikit yang dipilih. Banyak yang sudah dibenarkan tetapi lupa pengampunan sehingga balik lagi pada hidup lama makanya perlu kebenaran tingkat kedua, kebenaran hasil garapan Firman = kesucian, kita menjadi orang pilihan Tuhan.

 

Tetapi jangan berhenti sampai di sini, masih rawan. Kenapa? Orang pilihan masih bisa disesatkan. Sudah terlepas dari dosa, tetapi pengajaran yang dia terima salah sehingga dia disesatkan.

 

Matius 24:24

24:24 Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.

 

Coba lihat hamba-hamba Tuhan yang luar biasa dipakai Tuhan, kalau lihat perilakunya sehari-hari, tidak ada yang bisa kita tuduhkan kepadanya, betul-betul hidup dalam kesucian, tetapi masih bisa disesatkan. Tadinya pengajaran yang benar dia sampaikan, tetapi berbalik meninggalkan itu, dia menyimpang.

 

3)      Benar seperti Yesus benar.

I Yohanes 3:7

3:7 Anak-anakku, janganlah membiarkan seorang pun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar;

 

Benar seperti Yesus benar ini adalah tingkatan kebenaran yang tidak bisa disesatkan lagi. Untuk mencapai tingkatan ini maka sesudah kita dibenarkan, diampuni oleh darah Yesus, kita dilepaskan dari dosa, kita harus tergembala. Orang benar harus tergembala pada Firman pengajaran yang benar.

Amsal 12:26

12:26 Orang benar mendapati tempat penggembalaannya, tetapi jalan orang fasik menyesatkan mereka sendiri.

 

Harus tergembala dalam binaan pengajaran yang benar, jangan asal tergembala. Ada 2 macam penggembalaan, ada penggembalaan gembala makan domba, ada penggembalaan Tuhan, yang tercerai dicari, yang terhilang pada hari gelap berkabut dicari, itu yang benar. Kita masuk di situ, jangan masuk dalam penggembalaan yang salah.

 

Dalam penggembalaan ada gembala yang berjaga-jaga atas keselamatan jiwa kita. Dia seperti bukit batu atau batu besar yang melindungi jemaat dari terpaan angin pengajaran palsu.

Yesaya 32:1-2

32:1 Sesungguhnya, seorang raja akan memerintah menurut kebenaran, dan pemimpin-pemimpin akan memimpin menurut keadilan,

32:2 dan mereka masing-masing akan seperti tempat perteduhan terhadap angin dan tempat perlindungan terhadap angin ribut, seperti aliran-aliran air di tempat kering, seperti naungan batu yang besar, di tanah yang tandus.

 

Begitu banyak angin pengajaran palsu dan kita juga sudah berada di zaman serba canggih ini, semua mudah diakses, tinggal buka di yutub, buka di mana, banyak khotbah-khotbah di situ, tetapi kita tidak tahu itu benar atau salah. Makanya ada penggembalaan. Dalam penggembalaan kita dengar Firman, ada gembala yang mendoakan jemaat supaya jangan kena angin pengajaran palsu. Jika kita sungguh-sungguh dalam penggembalaan, ada urapan Roh Kudus yang membuat kita peka terhadap ajaran palsu. Sehingga kesucian kita terjaga dan kita diarahkan pada kesempurnaan.

 

Imamat 21:12

21:12 Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

 

Tempat kudus atau ruangan suci itu adalah kandang penggembalaan.

 

I Yohanes 2:27

2:27 Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu — dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta — dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.

 

Tidak perlu diajar orang lain bukan berarti tidak butuh gembala lagi, salah! Maksudnya orang lain ini adalah ajaran lain. Benar = terang, kita hidup dalam terang, kita sama-sama benar, maka bisa bersekutu. Kalau sudah benar atau sama-sama terang pasti bisa menyatu, kita bisa masuk dalam satu persekutuan Tubuh Kristus.

 

I Yohanes 1:7

1:7 Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.

 

Bisa bersekutu karena sama-sama benar. Persekutuan itu mulai dari dalam nikah, suami benar, isteri benar, pasti bisa menyatu. Kenapa nikah sampai sekarang belum bisa menyatu? Suami isteri periksa, pada suami masih ada yang tidak benar, pada isteri masih ada yang tidak benar yang disembunyikan. Benar dulu, lepas dari dosa dulu. tergembala dengan benar, bisa menyatu. Jadikanlah kesatuan itu sebagai pokok doa dan pergumulan kita. Itu yang memicu kita untuk hidup dalam kebenaran.

 

Lebih besar lagi dalam penggembalaan, kalau gembala benar, jemaat benar menurut Firman, pasti bisa menyatu. Jemaat dengan jemaat kalau sama-sama benar maka bisa menyatu. Tidak mungkin ada lagi yang saling menggosipkan, tidak ada lagi yang saling memfitnah karena sama-sama benar. Kalau masih ada gosip berarti orang itu tidak benar. Kita digosipkan lalu bereaksi daging yah kita tidak benar. Tidak benar dengan tidak benar tidak akan bisa menyatu sampai Tuhan datang.

 

Lebih besar lagi antara penggembalaan. Kalau gembala yang satu dengan yang kedua sama-sama benar maka bisa menyatu. Kenapa tidak bisa menyatu? Karena ada yang tidak benar atau dua-duanya tidak benar. Terang dengan terang pasti menyatu. Terang dengan gelap mau dipaksakan tidak akan bisa menyatu. Apalagi gelap dengan gelap tidak akan bisa. Itu sama dengan ranting kering dengan ranting kering dikumpulkan, kelihatannya menyatu tetapi hanya untuk dibakar.

 

Ayo kita perjuangkan kebenaran sehingga kita bisa saling menyatu. Cara memperjuangkannya dengan tergembala benar dan baik dalam Firman pengajaran yang benar seperti ranting melekat pada pokok anggur, pasti berbuah.

 

2.      Yohanes 17:17

17:17 Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.

 

Ini Firman penyucian atau Firman pengajaran yang benar, Kabar Mempelai. Dosa masa lalu sudah kita tanggalkan. Tetapi belum finish, kita masih dalam perjalanan menuju Yerusalem Baru. Di perjalanan yang kita lewat ini setan memasang jerat, dia pasang lubang supaya kita terperosok di situ. Makanya butuh Firman pengajaran, Firman yang lebih tajam dari pedang bermata 2 untuk memutuskan jerat-jerat dosa yang ada di depan. Perjalanan ini adalah perlombaan yang wajib bagi kita. Tidak bisa kita katakan tidak mampu, tidak bisa ikut lomba. Harus berlomba, syarat berlomba tanggalkan beban dosa masa lalu oleh kuasa darah Yesus. Tetapi begitu berlari di depan masih ada jerat, ada rintangan. Butuh pedang memutuskan jerat-jerat itu.

Ibrani 12:1

12:1 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.

 

Apa yang bisa dimanfaatkan oleh setan untuk menjerat kita? Keinginan daging!

Yakobus 1:14-15

1:14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.

1:15 Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.

 

Kenapa bisa diseret? Karena lebih dahulu sudah dijerat. Ada diantara kita yang tidak punya keinginan? Semua punya keinginan! Sebab itu supaya keinginan daging ini tidak dipakai iblis menjerat kita maka daging ini harus dibendung, harus diikat oleh Firman di dalam penggembalaan supaya jangan bergerak bebas. Kalau bergerak bebas nanti kena jerat. Bawa daging ini dalam penggembalaan, diikat oleh tali Firman, tali Roh Kudus dan tali kasih Allah maka kita tidak akan kena jerat oleh setan.

 

3 macam ibadah pokok itu penting:

a)      Meja roti sajian itu ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci, kita diikat oleh tali Firman.

b)      Pelita emas itu ketekunan dalam ibadah raya, kita diikat oleh tali Roh Kudus.

c)      Mezbah dupa emas itu ketekunan dalam ibadah doa penyembahan. Kita diikat oleh tali kasih Allah.

 

Pengkhotbah mengatakan tali 3 lembar tidak mudah diputuskan.

Pengkhotbah 4:12

4:12 Dan bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan.

 

Kuat-kuatnya daging saat berusia 12 sampai 17 tahun. Itu perkembangan daging yang dahsyat. Sebab itu kita harus mencontoh Yesus, meneladani Yesus. Umur 12 tahun Yesus sudah berada di Bait Allah, bukan berada di tempat lain.

Lukas 2:42,46-49

2:42  Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu.

2:46 Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka.

2:47 Dan semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya.

2:48 Dan ketika orang tua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: "Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau."

2:49 Jawab-Nya kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?"

 

Jadi bapak ibu kekasih dalam Tuhan, didiklah buah nikah kita supaya dalam usia 12 tahun dia sudah punya kerinduan untuk selalu berada di dalam rumah Tuhan. Jangan sampai terlambat. Sejak dini kita latih, bawa datang beribadah dan doakan. Mungkin 1 2 3 kali bahkan 4 kali dia rewel, gumuli dan doakan terus supaya pada usia 12 tahun dia sudah cinta ibadah. Aktifkan sekolah minggu, guru sekolah minggu juga ajar supaya anak sekolah minggu itu cinta rumah Tuhan. Umur 12 tahun itu batas waktu untuk menerima Firman pengajaran yang benar. Kalau umur 12 tahun dia sudah bisa menerima Firman maka usia 13 dan seterusnya dia sudah tetap tergembala. Dia mulai bisa mencatat ayo ajar mencatat Firman, sekalipun mungkin baru pasal dan ayat-ayat yang dia catat.

 

Kita juga harus mencontoh Yusuf, umur 17 tahun dia sudah biasa menggembalakan.

Kejadian 37:1-2

37:1 Adapun Yakub, ia diam di negeri penumpangan ayahnya, yakni di tanah Kanaan.

37:2 Inilah riwayat keturunan Yakub. Yusuf, tatkala berumur tujuh belas tahun — jadi masih muda — biasa menggembalakan kambing domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya, anak-anak Bilha dan Zilpa, kedua isteri ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya.

 

Umur 17 tahun itu batas waktu untuk berada dalam penggembalaan. Kalau umur 17 tahun dia sudah tergembala dengan baik, kita orang tua tidak usah takut, 18 tahun dan seterusnya sampai dia dewasa, dia sudah mantap tergembala. Jadi kalau digabung umur 12 sampai 17 adalah umur paling ideal untuk tergembala dalam binaan Firman pengajaran, sehingga waktu-waktu selanjutnya dia sudah mantap tergembala.

 

Kalau sudah lewat umurnya dari sekolah minggu, jangan dibiarkan tidak beribadah. Ajak terus beribadah supaya dia bisa menikmati penggembalaan, dia tahu bagaimana itu penggembalaan. Jangan setelah sekolah minggu malah sudah dibiarkan. Usia remaja malah liar, tidak dibawa dalam penggembalaan. Buah nikah itu kepercayaan Tuhan kepada kita, kita mempelai wanita Tuhan adalah orang yang dapat dipercaya. Kalau Tuhan percayakan buah nikah, gumuli supaya dia bisa tergembala. Jangan karena sibuk dengan kegiatan dan aktivitas kita sehingga anak dibiarkan.

 

Ingat, usia 12 sampai 17 itu perkembangan daging dengan segala keinginannya begitu cepat. Anak usia 12 sampai 17 tahun mulai ingin tahu ini itu. Kalau tidak dibawa pada penggembalaan yang dia cari tahu yang najis-najis, yang tidak baik, yang jahat dan dia terjerumus di situ. Lalu begitu dia sudah terjerumus, orang tua mulai marah-marah mengamuk, pukul, mau hukum, sudah terlambat! Karena di usia-usia ideal untuk tergembala malah tidak diarahkan untuk tergembala. Latihlah anak untuk tergembala. Mungkin kita dorong anak supaya sekolah yang baik, di tempatkan di sekolah yang berkualitas, mungkin kita berikan kekayaan karena Tuhan berkati kita dengan kekayaan, tetapi itu semua tidak bisa membendung daging! Kalau sudah terlambat, dia sudah terjerumus pada hal-hal yang negatif, orang tua yang sengsara! Itu kepercayaan Tuhan, kita harus tanggung jawab! Ada yang rindu mendapat buah nikah tetapi tidak Tuhan percayakan. Kita Tuhan percayakan buah nikah lalu tidak diarahkan pada penggembalaan, nanti Tuhan tuntut kepada kita!

 

Hanya penggembalaan tempat yang bisa membendung daging. Berbahagialah kalau buah  nikah kita sudah ada dalam penggembalaan. Kalau sudah dibawa ke gereja, ayo ajak dengar Firman dari pada dia ke sana kemari. Firman Tuhan yang saya dengar dari Pdt. Pong Dongalemba, anak mungkin belum mengerti, tetapi Firman Tuhan itu bisa masuk melalui pori-pori. Itulah kuatnya penggembalaan.

 

Kalau daging sudah dibendung, tidak sulit dibersihkan.

Yohanes 15:1-3

15:1 "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.

15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.

15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

 

Kalau sudah terlambat, anak-anaknya sudah liar, tinggal pukul diri di hadapan Tuhan, minta ampun kepada Tuhan, bergumul ekstra supaya anak-anak itu bisa kembali tergembala. Jangan malah berkata yah sudahlah, keselamatan itu dikerjakan masing-masing. Ingat itu kepercayaan Tuhan, gumuli ekstra supaya dia bisa kembali dalam kandang penggembalaan. Dibersihkan, disucikan oleh Firman yang dikatakan Yesus, Firman yang dibuka rahasianya.

 

Firman ini merupakan rem bagi kita supaya tidak berbuat dosa, Firman terang bagi langkah kita supaya tidak kena jerat.

Mazmur 119:11,105

119:11 Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.

119:105 Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.

 

Di mana setan pasang jerat?

a)      Di tempat-tempat yang biasa kita lewati dan datangi. Contoh:

1)      Dalam ibadah pelayanan. Di sini setan pasang jerat. Itulah pentingnya penggembalaan, ada pedang Firman, ada urapan ada terang sehingga kita tahu ini setan pasang jerat di sini. Jerat yang seringkali dipasang setan dalam ibadah adalah jerat kesombongan atau kebanggaan. Begitu sudah dipakai, bisa melayani dan diberkati, jadi bangga dan sombong.

 

Jemaat juga, begitu melihat gembalanya dipakai dan dipercayakan Tuhan pelayanan  mulai dia bangga, itu sudah kena jerat kesombongan. Gembalaku tidak seperti gembala yang lain, gembalaku itu 1 kali khotbah luar bisa, gembala lain tidak begitu. Tanpa bapak ibu sadari, bapak ibu juga sudah menjerat saya sebagai gembala. Itu sama dengan mengkultus individukan memberhalakan gembala, jangan!

 

Juga dipasang jerat kekecewaan. Waktu pelayanannya dikritik dia kecewa, langsung down ‘kalau begitu saya sudah tidak mau melayani’.

 

2)      Dalam pekerjaan setan pasang jerat yang namanya jerat kenajisan dalam bentuk laki-laki lain, perempuan lain. Sudah punya pasangann tetapi suaminya kasar sama isterinya, teman kerjanya perhatian, mulai dia berpikir saya terlalu cepat menikah, padahal ini yang baik. Itu dipasang jerat sama setan. Dan banyak terjadi seperti itu. Saya bicara sesuai dengan fakta yang ada.

 

3)      Dalam pergaulan di sekolah setan pasang jerat dengan jerat dosa makan minum. Teman tawari coba tes dulu rokok, minuman keras. Apalagi sekarang sudah ditambah narkoba, sudah lebih luar biasa lagi.

 

b)      Setan pasang di tempat yang gelap, yang tersembunyi. Contohnya:

1)      Pergaulan yang gelap, pergaulan yang tidak baik. Sebab itu batasi pergaulan dalam kemurnian dan kebenaran.

I Korintus 5:8

5:8 Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.

 

Boleh bergaul tetapi batasnya hanya kemurnian dan kebenaran, jangan yang gelap! Kaum muda tidak usah ikuti geng-geng motor, tidak usah ikut pergaulan-pergaulan yang tidak baik, pergaulan dosa.

 

2)      Persekutuan atau ibadah yang menampilkan ragi ajaran palsu. Coba orang yang buat kue, tape. Setelah diragi ditutup, jangan kena matahari supaya raginya berkembang. Kalau kena terang mati raginya, tidak jadi. Begitu juga ragi ajaran palsu, itu tempat yang gelap, jangan masuk di situ! Kalau bertanya-tanya saja ingin tahu, itu sudah kena jerat.

Ulangan 12:29-30

12:29 "Apabila TUHAN, Allahmu, telah melenyapkan dari hadapanmu bangsa-bangsa yang daerahnya kaumasuki untuk mendudukinya, dan apabila engkau sudah menduduki daerahnya dan diam di negerinya,

12:30 maka hati-hatilah, supaya jangan engkau kena jerat dan mengikuti mereka, setelah mereka dipunahkan dari hadapanmu, dan supaya jangan engkau menanya-nanya tentang allah mereka dengan berkata: Bagaimana bangsa-bangsa ini beribadah kepada allah mereka? Aku pun mau berlaku begitu.

 

Hati-hati dalam bersekutu, kalau Firman pengajaran sudah mendarah daging, kita mantap tergembala, kita pasti tegas dalam hal persekutuan. Roh Kudus yang mengingatkan, itu ragi jangan ke situ, nanti kita kena jerat.

 

3)      Hati, tersembunyi, tidak ada yang lihat. Di muka manis, di muka ramah, tetapi bagaimana hatinya! Jerat yang paling kuat yang setan pasang dalam hati manusia adalah jerat uang. Yesus pernah berkata pada murid-muridNya jangan kamu menjadi hamba uang. Kita tidak bisa menghamba pada 2 tuan, pada Bapa di sorga dan pada mamon. Kenapa Yesus tidak bicara yang lain tetapi hanya bicara Bapa di sorga dan mamon atau uang? Karena uang itu jerat yang paling kuat yang dipasang setan di hati.

I Timotius 6:9

6:9 Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.

 

Hamba Tuhan pelayan Tuhan ditaruh jerat uang di hatinya sehingga menjadi kikir dan serakah. Penting tergembala supaya kita lepas dari jerat dosa.

 

Yusuf orang yang tekun tergembala, dipasang jerat oleh setan yang namanya isteri Potifar. Tetapi karena dia tergembala, dia tidak terjerat.

Kejadian 39:10

39:10 Walaupun dari hari ke hari perempuan itu membujuk Yusuf, Yusuf tidak mendengarkan bujukannya itu untuk tidur di sisinya dan bersetubuh dengan dia.

 

Memang resikonya kalau kita tergembala, kita tidak mau kena jeratnya setan, setan lihat jeratnya tidak berhasil, resikonya kita dibenci! Setan pakai orang lain untuk memfitnah kita. Seperti Yusuf difitnah, Yusuf dipenjara. Dia tidak salah tetapi dipenjara. Dan penjaranya Yusuf disebut liang tutupan, itu penjara untuk penjahat-penjahat negara. Dia masuk di situ padahal dia tidak berbuat sesuatu yang salah. Jangan heran, kita sudah tidak mau kena jerat, setan manfaatkan sesama disekeliling kita. Mulai datang keluarga benci, mulai datang tetangga fitnah. mulai kerabatnya, sahabatnya, temannya mengucilkannya dan seterusnya. Kita hadapi itu sampai kebencian tanpa alasan dari dunia ini. Itu semua merupakan ujian kesucian dan kesetiaan kita kepada Tuhan.

I Petrus 4:2-4

4:2 supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.

4:3 Sebab telah cukup banyak waktu kamu pergunakan untuk melakukan kehendak orang-orang yang tidak mengenal Allah. Kamu telah hidup dalam rupa-rupa hawa nafsu, keinginan, kemabukan, pesta pora, perjamuan minum dan penyembahan berhala yang terlarang.

4:4 Sebab itu mereka heran, bahwa kamu tidak turut mencemplungkan diri bersama-sama mereka di dalam kubangan ketidaksenonohan yang sama, dan mereka memfitnah kamu.

 

Difitnah, digosip, dituduh macam-macam. Yusuf harus dipenjara karena kebenaran, karena kesucian. Mungkin siang ini kita mengalami pengalaman seperti Yusuf, kita sengsara, diizinkan menderita karena kita mau hidup benar dan suci, tidak mau kena jerat dosa. Jangan takut ketika kita sudah ditinggal sendiri seperti Yusuf di dalam penjara, ada kasih karunia Tuhan, kasih setia Tuhan menyertai kehidupan kita. Kasih setia Tuhan membuat kita berhasil dan indah pada waktunya.

Kejadian 39:20-23

39:20 Lalu Yusuf ditangkap oleh tuannya dan dimasukkan ke dalam penjara, tempat tahanan-tahanan raja dikurung. Demikianlah Yusuf dipenjarakan di sana.

39:21 Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu.

39:22 Sebab itu kepala penjara mempercayakan semua tahanan dalam penjara itu kepada Yusuf, dan segala pekerjaan yang harus dilakukan di situ, dialah yang mengurusnya.

39:23 Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil.

 

Silahkan orang membenci dan memfitnah kita, yang penting kita tetap berada dalam kebenaran, berada dalam kesucian, pada kita ada kasih setia Tuhan yang besar yang membuat hidup kita berhasil indah pada waktunya.

 

3.      Hajaran

Wahyu 3:19

3:19 Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!

 

Ibrani 12:10

12:10 Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.

 

Hajaran datang ketika kita menolak teguran Firman pengajaran yang benar. Kalau kita masih dihajar oleh Tuhan, berarti Tuhan masih mengasihi kita. Tetapi jangan tunggu dihajar. Lebih baik sekarang sudah mantap tergembala dengan benar dan baik. Sakit kalau dihajar, tidak ada dihajar itu enak-enak. Kadangkala Firman datang menegur kesalahan kita, tetapi kita gengsi, kita malu untuk mengakui dan menyelesaikannya. Atau takut, nanti ini itu yang saya alami. Akhirnya Tuhan datang dengan hajaran supaya kita bertobat dan kembali pada kesucian. Hajaran itu berhenti ketika kita sudah kembali pada kesucian. Tetapi ketika mengabaikan hajaran Tuhan, kita dibiarkan oleh Tuhan. Jangan sampai terjadi dalam hidup kita.

 

Ketika berbuat dosa lalu hidup kita enak-enak saja, nyaman, tidak terjadi apa-apa, itu sudah dibiarkan oleh Tuhan!Bangsa Israel itu dikatakan Tuhan keras kepala, tegar tengkuk, kepala batu. Sudah diajar tetapi bilang tidak sakit. Banyak kali kita seperti itu! Akhirnya Tuhan biarkan. Untuk berdoa bagi bangsa Israel, Yeremia sudah dilarang Tuhan. Saya punya pengalaman seperti itu, saya menaikan doa penyahutan bagi jemaat, menyebutkan nama-namanya. Begitu  menyebutkan nama orang itu mulut saya tidak bisa mengucapkan nama orang itu, saya takut orang itu sudah dibiarkan oleh Tuhan. Sebagai seorang gembala hati saya tidak tega, dalam doa puasa sampai pernah saya berseru Tuhan jangan hajar orang ini, jangan pukul dia, ampuni dia!

 

4.      Percikan darah

Imamat 16:14-17

16:14 Lalu ia harus mengambil sedikit dari darah lembu jantan itu dan memercikkannya dengan jarinya ke atas tutup pendamaian di bagian muka, dan ke depan tutup pendamaian itu ia harus memercikkan sedikit dari darah itu dengan jarinya tujuh kali.

16:15 Lalu ia harus menyembelih domba jantan yang akan menjadi korban penghapus dosa bagi bangsa itu dan membawa darahnya masuk ke belakang tabir, kemudian haruslah diperbuatnya dengan darah itu seperti yang diperbuatnya dengan darah lembu jantan, yakni ia harus memercikkannya ke atas tutup pendamaian dan ke depan tutup pendamaian itu.

16:16 Dengan demikian ia mengadakan pendamaian bagi tempat kudus itu karena segala kenajisan orang Israel dan karena segala pelanggaran mereka, apa pun juga dosa mereka. Demikianlah harus diperbuatnya dengan Kemah Pertemuan yang tetap diam di antara mereka di tengah-tengah segala kenajisan mereka.

16:17 Seorang pun tidak boleh hadir di dalam Kemah Pertemuan, bila Harun masuk untuk mengadakan pendamaian di tempat kudus, sampai ia keluar, setelah mengadakan pendamaian baginya sendiri, bagi keluarganya dan bagi seluruh jemaah orang Israel.

 

Ini penyucian lewat percikan darah, penyucian secara tuntas. Dulu imam besar setahun sekali masuk ke ruangan maha suci membawa darah untuk dipercikan 7 kali di atas tutup pendamaian dan 7 kali di depan tabut perjanjian untuk mendamaikan dosanya, dosa keluarganya dan dosa seluruh umat.

Imamat 16:1-34 Hari raya Pendamaian

 

Ini dilakukan pada hari raya pendamaian tanggal 10 bulan 7. Sesudah hari raya pendamaian, ada hari raya terakhir yaitu hari raya pondok daun tanggal 15 bulan 7. Hari raya pondok daun pengertian rohaninya bagi kita adalah penyingkiran gereja Tuhan yang sempurna, dari antikristus. Nanti akan terjadi antikristus menguasai bumi 3,5 tahun dan kita disingkirkan.

 

Wahyu 1 sampai pasal 10 itu waktunya hanya 7 tahun. Dan itu dibagi 2. 3,5 tahun awal itu masa penyucian terakhir bagi gereja. Percikan darah yang kita alami akan lebih hebat lagi tetapi kita disertai oleh Tuhan. Sesudah itu 3,5 tahun kedua masa aniaya antikristus tetapi kita sudah disingkirkan, kita masuk pada penyingkiran gereja di padang gurun.

 

Supaya kuat menghadapi percikan darah apa yang kita lakukan.

Imamat 16:12-13

16:12 Dan ia harus mengambil perbaraan berisi penuh bara api dari atas mezbah yang di hadapan TUHAN, serta serangkup penuh ukupan dari wangi-wangian yang digiling sampai halus, lalu membawanya masuk ke belakang tabir.

16:13 Kemudian ia harus meletakkan ukupan itu di atas api yang di hadapan TUHAN, sehingga asap ukupan itu menutupi tutup pendamaian yang di atas hukum Allah, supaya ia jangan mati.

 

Supaya tahan menghadapi percikan darah harus membawa dupa. Dupa menunjuk penyembahan. Tahun ini tahun penyembahan. Jadi jangan heran kalau tahun ini kita menghadapi percikan darah yang hebat, yang luar biasa, seolah-olah terjadi hal yang luar biasa atas kita. Kalau menolak percikan darah berarti tidak mau disempurnakan.

I Petrus 4:12

4:12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.

 

Tahun ini tahun penyembahan. Kita tidak tahu kedepan ini bagaimana. Kita tidak tahu apakah kita sudah masuk pada masa pra aniaya 3,5 tahun terakhir bagi gereja Tuhan untuk disucikan, sesudah itu 3,5 tahun aniaya antikristus. Saya juga tidak tahu apakah ini sudah masanya. Dan ini pasti terjadi, nubuatan Firman Tuhan pasti digenapi. Firman Tuhan sudah awali kita harus tekun menyembah, banyak menyembah sehingga kita tidak heran waktu ada percikan darah. Di mana ada percikan darah di situ ada kasih karunia Tuhan.

I Petrus 2:19

2:19 Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.

 

Sebelum masuk penyingkiran, gereja harus melewati 3,5 tahun masa praaniaya, percikan darah, sengsara daging yang semakin hebat. Supaya kita kuat bertahan menghadapi itu, harus bertekun dalam doa penyembahan. Dan ingat selalu di mana ada percikan darah ada kasih karunia Tuhan.

Wahyu 22:20-21

22:20 Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!

22:21 Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin.

 

Kalau kita hidup dalam kasih karunia Tuhan, kita bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali sebagai Mempelai Pria Sorga. Jadi percikan darah harus kita alami untuk kita dibawa pada kesempurnaan, layak menyambut Yesus Mempelai Pria Sorga.

 

Inilah 4 sarana penyucian yang harus kita alami. Mulai dari darah Yesus, penyucian dosa-dosa masa lampau. Kemudian Firman pengajaran yang benar, kita digembalakan di situ, kita disucikan dari jerat-jerat dosa. Kemudian ada hajaran, kalau pengajaran ditolak maka hajaran datang untuk kita kembali pada kesucian. Dan terakhir percikan darah, sengsara daging tanpa dosa. Kita bisa bertahan kalau kita bertekun dalam doa penyembahan. Dibalik itu ada kasih karunia Tuhan, kasih karunia Tuhan itulah hidup kita.

 

Tuhan Yesus memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar