20240410

Kebaktian Pendalaman Alkitab, Rabu, 10 April 2024 Pdt. Handri Otniel Legontu


Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Kita mempelajari imamat pasal 26 tentang kutukan yang diterima oleh orang yang tidak mau taat pada Firman Tuhan. Ada 5 kutukan bagi orang yang tidak mau taat pada Firman Tuhan.

1.      Imamat 26:16,25 Penyakit (Ulangan 28:35)

2.      Imamat 26:17,25, 33, 36-39 Pedang atau perang

3.      Imamat 26:19,20,26,29 Kelaparan

4.      Imamat 26:22 Binatang liar atau binatang buas

5.      Imamat 26:30-32 Ibadahnya dihancurkan.

 

Kita masih mempelajari tentang pedang atau perang. Ada 5 dampak dari pedang penghukuman Tuhan:

1.      Berserak-serak atau pecah belah, tercerai berai (ayat 33)

2.      Kota-kota menjadi reruntuhan (ayat 33)

3.      Tanah menjadi tandus (ayat 33)

4.      Kecemasan atau ketakutan (ayat 36-39)

5.      Hancur lebur (ayat 39)

 

Sore ini kita mempelajari dampak ketiga yaitu tanah menjadi tandus.

Imamat 26:33-35

26:33 Tetapi kamu akan Kuserakkan di antara bangsa-bangsa lain dan Aku akan menghunus pedang di belakang kamu, dan tanahmu akan menjadi tempat tandus dan kota-kotamu akan menjadi reruntuhan.

26:34 Pada waktu itulah tanah itu pulih dari dilalaikannya tahun-tahun sabatnya selama tanah itu tandus dan selama kamu tinggal di negeri musuh-musuhmu; pada waktu itulah tanah itu akan menjalani sabatnya dan dipulihkan tahun-tahun sabat yang belum didapatnya.

26:35 Selama ketandusannya tanah itu akan menjalani sabat yang belum dijalaninya pada tiap-tiap tahun sabatmu, ketika kamu masih diam di situ.

 

Kenapa tanah menjadi tandus? Karena bangsa Israel melalaikan sabat tanah atau melalaikan tahun-tahun sabat. Setiap tahun ketujuh itu adalah tahun sabat, tanah tidak boleh diolah, diistirahatkan tanah itu. Dan Tuhan sudah menjamin bangsa Israel bahwa pada tahun keenam mereka akan memperoleh hasil berlipat-lipat sehingga bisa dinikmati sampai 3 tahun. Berarti tahun kesembilan masih dinikmati juga hasil melimpah dari tahun keenam.

Imamat 25:2-4,21-22

25:2 "Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Apabila kamu telah masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepadamu, maka tanah itu harus mendapat perhentian sebagai sabat bagi TUHAN.

25:3 Enam tahun lamanya engkau harus menaburi ladangmu, dan enam tahun lamanya engkau harus merantingi kebun anggurmu dan mengumpulkan hasil tanah itu,

25:4 tetapi pada tahun yang ketujuh haruslah ada bagi tanah itu suatu sabat, masa perhentian penuh, suatu sabat bagi TUHAN. Ladangmu janganlah kautaburi dan kebun anggurmu janganlahkaurantingi.

25:21 Maka Aku akan memerintahkan berkat-Ku kepadamu dalam tahun yang keenam, supaya diberinya hasil untuk tiga tahun.

25:22 Dalam tahun yang kedelapan kamu akan menabur, tetapi kamu akan makan dari hasil yang lama sampai kepada tahun yang kesembilan, sampai masuk hasilnya, kamu akan memakan yang lama."

 

Tuhan memerintahkan orang Israel menguduskan tahun Sabat untuk mengajar bangsa Israel percaya dan mempercayakan hidup kepada Tuhan. Tahun keenam ada hasil yang melimpah, tahun ketujuh tidak perlu diolah, sudah cukup sampai tahun kesembilan. Tetapi kenyataannya ketika bangsa Israel sudah masuk tanah Kanaan, mereka tidak percaya, mereka memberontak kepada Tuhan, tidak taat pada Firman Tuhan sehingga mereka melalaikan tahun-tahun sabat. Makanya tadi dikatakan tanahmu akan menjadi tandus, kamu akan dibuang. Dan memang bangsa Israel waktu itu dibuang ke Babel 70 tahun. Tanah yang tadi diolah terus sekalipun tahun sabat, akhirnya diistirahatkan oleh Tuhan.

 

Bangsa Israel tidak percaya, mereka melawan Tuhan, melawan Firman, akibatnya pedang penghukuman Tuhan datang dan tanah mereka menjadi tandus. Berarti tidak menghasilkan buah lagi untuk mereka. Selama ini orang Israel hanya mementingkan dirinya sendiri, mereka olah tanah itu, mereka kumpulkan buahnya untuk dirinya sendiri. Tetapi tidak menghasilkan buah-buah yang berkenan kepada Tuhan, yang memuaskan dan menyenangkan Tuhan. Mereka hanya mengumpulkan buah bagi mereka sendiri.

 

Jadi kalau disimpulkan tanah menjadi tandus arti rohaninya adalah tidak bisa menghasilkan atau tidak bisa memberi buah-buah yang menyenangkan Tuhan. Rasul Paulus katakan apa yang terjadi pada bangsa Israel merupakan pembelajaran bagi kita yang hidup di akhir zaman ini supaya tidak terulang kepada kita. Kalau dulu mereka tidka menghasilkan buah yang memuaskan Tuhan, kita jangan demikian! Kalau mereka dihukum jangan sampai kita dihukum juga oleh Tuhan.

I Korintus 10:11

10:11 Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba.

 

Ini peringatan bagi kita, kalau tidak ada buah yang menyenangkan dan memuaskan Tuhan, akibatnya seperti bangsa Israel, hanya mengalami kutukan, susah payah, air mata. Kalau terus dibiarkan hanya akan menangis selamanya di neraka. Kita sudah ada di penghujung akhir zaman, sudah ada di waktu yang sisa, biarlah hari-hari terakhir ini kita mau menghasilkan buah-buah yang memuaskan Tuhan dan menyenangkan hati Tuhan. Bagaimana prosesnya? Kita pelajari dari Injil Yohanes pasal 15 mengenai pokok anggur. Di situ Tuhan Yesus katakan bahwa kita harus menghasilkan buah yang banyak, buah yang tetap dan buah yang manis. Apa gunanya banyak tetapi tidak tetap, gugur. Apa gunanya buahnya banyak, tidak gugur, tetapi tidak matang. Ini yang akan kita pelajari sore ini.

 

1.      Yohanes 15:1-8

15:1 "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.

15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.

15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

15:4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

15:6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

15:8 Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."

 

Proses pertama adalah tinggal di dalam Yesus seperti ranting melekat pada pokok anggur yang benar. Di luar Yesus kita tidak dapat berbuah, tetapi kalau di dalam Yesus ada harapan untuk berbuah banyak.

 

Pengertian tinggal di dalam Yesus:

a)      Tinggal di dalam Firman. Yesus itu Firman yang telah lahir menjadi daging. Yesus adalah pokok anggur yang benar, anggur ada kaitannya dengan nikah. Jadi Yesus pokok anggur yang benar = Firman pengajaran mempelai atau Kabar Mempelai dalam terang Tabernakel. Itu adalah ilham dari Tuhan kepada bapak Pdt. Van Gessel tahun 1935. Inilah yang harus kita pegang. Kita tinggal di dalam Firman pengajaran Mempelai atau yang biasa kita dengar sebagai ajaran sehat, pengajaran yang benar. Apa tanda-tanda pengajaran yang benar, ajaran sehat?

1)      Tertulis di dalam Alkitab sehingga mengandung kuasa kemenangan. Waktu Yesus dicobai Dia berkata ‘ada tertulis’ maka Yesus menang.

2)      Dikatakan oleh Yesus = dibukakan rahasianya oleh Tuhan, ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Alkitab. Kita percaya ayat itu adalah perkataan Yesus. Diterangkan lagi dengan ayat itu juga perkataan Yesus. Sampai ayat terakhir, keseluruhan Firman adalah perkataan Yesus, sehingga mengandung kuasa penyucian.

3)      Tajam mengoreksi nikah, karena sasaran akhir gereja Tuhan adalah masuk nikah yang rohani, pesta nikah Anak Domba Allah.

Alkitab dibuka dengan kitab Kejadian mencatat sepasang nikah manusia, nikah yang jasmani, yang pada mulanya segambar dengan Allah, nikah yang mulia. Tetapi dalam Kejadian pasal 3 dirusak oleh setan, kemuliaan Allah hilang, nikah itu telanjang, nikah itu dalam ketakutan, dalam suasana kutukan dan terusir dari hadapan Tuhan. Tetapi Tuhan mau memperbaharui nikah manusia yang telah rusak. Makanya Alkitab ditutup dengan kitab Wahyu yang menceritakan nikah yang rohani antara Yesus Mempelai Pria Sorga dengan gereja Tuhan yang sempurna, Mempelai Wanita Tuhan.

4)      Dipraktekan dulu baru diajarkan.

Kisah Para Rasul 1:1

1:1 Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus,

 

Yesus memberikan teladan, Yesus praktekan dulu baru ajarkan.

 

Kalau kita tinggal di dalam Firman pengajaran yang benar, maka kita mengalami penyucian secara terus menerus sampai mendapatkan hasil yang maksimal. Terutama penyucian terhadap dosa Yudas Iskariot.

Yohanes 15:3; 13:10-11

15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

13:10 Kata Yesus kepadanya: "Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua."

13:11 Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: "Tidak semua kamu bersih."

 

Kalau kita tinggal di dalam Tuhan maka kita akan disucikan dari dosa Yudas Iskariot. Apa artinya penyucian dari dosa Yudas Iskariot?

1)      Penyucian hati dari keinginan jahat. Yudas ini seorang pencuri, hatinya melekat pada uang. Akar kejahatan adalah cinta akan uang.Jadi pada hati Yudas ada keinginan uang, keinginan jahat, ini yang harus disucikan. Bukan berarti kita tidak butuh uang, butuh! Tetapi hati kita jangan melekat pada uang.

I Timotius 6:9-10

6:9 Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.

6:10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

 

Keinginan jahat itu pasangannya keinginan najis. Semua hal-hal itu timbul dari dalam dan menajiskan. Keinginan jahat dan keinginan najis ini yang menghambat pertumbuhan rohani kita sehingga tidak bisa menghasilkan buah. Akarnya tidak baik, akar jahat, akar najis. Kalau akar tidak baik maka pohonnya tidak baik, buahnya pasti tidak baik, tidak akan menyenangkan hati Tuhan.

 

Jadi penyucian dosa Yudas dimulai dari penyucian hati, penyucian akar, dari akar kejahatan dan akar kenajisan, supaya rohani kita bertumbuh dengan baik. Ingat perumpamaan tentang pohon Ara di dalam kebun anggur yang tidak berbuah. Lalu pemilik kebun bilang tebang! Penjaga kebun bilang jangan, saya akan gali sekelilingnya, diperbaiki akarnya, dikasih pupuk. Kalau tahun depan tidak berbuah, tebanglah dia. Jadi masih diberikan kesempatan.

 

Sore ini mungkin dalam hati kita ada akar dosa, akar jahat dan akar najis, kalau masih ada gembala menaikan doa penyahutan kepada Tuhan, ada Firman disampaikan kepada kita, diberikan kesempatan untuk berbuah yang baik, akarnya diperbaiki.

 

2)      Penyucian perbuatan. Yudas itu pencuri.

Yohanes 12:4-6

12:4 Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:

12:5 "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"

12:6 Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.

 

Yang dicuri uangnya Tuhan yang ada di dalam kas. Ini dosa perbuatan yang harus disucikan yaitu mencuri milik Tuhan, perpuluhan dan persembahan khusus. Dosa mencuri ini begitu melekat. Bahkan sudah dihukumpun, sudah di saat yang menderita, masih sulit untuk lepas dari dosa mencuri ini.

Wahyu 9:20-21

9:20 Tetapi manusia lain, yang tidak mati oleh malapetaka itu, tidak juga bertobat dari perbuatan tangan mereka: mereka tidak berhenti menyembah roh-roh jahat dan berhala-berhala dari emas dan perak, dari tembaga, batu dan kayu yang tidak dapat melihat atau mendengar atau berjalan,

9:21 dan mereka tidak bertobat dari pada pembunuhan, sihir, percabulan dan pencurian.

 

Biar sudah dihajar, sudah menderita, masih melekat dosa pencuri ini. Kalau sudah mencuri milik Tuhan perpuluhan dan persembahan khusus, tidak mungkin bisa melekat pada firman. Biar sore menjelang malam ini hati kita disucikan, perbuatan kita disucikan. Kita berjuang sungguh-sungguh untuk lepas dari dosa yang melekat. Termasuk juga dosa mencuri milik sesama. Kepada Tuhan dia tidak takut, apalagi kepada manusia.

 

3)      Penyucian perkataan dari dosa dusta. Yudas katakan buat apa pemborosan ini, mending minyaknya dijual lalu dibagi-bagikan kepada orang miskin. Itu bukan karena dia peduli orang miskin. Tetapi karena kalau sudah dijual, uangnya masuk dalam kas, bisa dia curi. Ini penyucian perkataan dari uang, dia seakan-akan memperhatikan orang miskin padahal karena dia ingin uang, bukan murni mempedulikan orang miskin. Dosa dusta juga dosa yang begitu melekat, begitu dicintai sehingga tidak bisa mencintai Firman. Sangking cintanya kepada dusta sehingga dia rela tinggal di luar, tidak mau masuk Yerusalem Baru.

Wahyu 22:15

Wahyu 22:15  Tetapi anjing-anjing dan tukang-tukang sihir, orang-orang sundal, orang-orang pembunuh, penyembah-penyembah berhala dan setiap orang yang mencintai dusta dan yang melakukannya, tinggal di luar.

 

Di luar Yerusalem Baru itu kebinasaan! Hanya ada 2 pilihan, kalau tidak  masuk Yerusalem Baru yah masuk neraka, binasa!

 

Ayo kita semua lepas dari dosa Yudas ini, hati yang ada keinginan jahat dan najis, perbuatan yang tidak baik dan juga mulut perkataan yang tidak baik, terutama dusta. Tinggallah di dalam Firman supaya lepas dari dosa itu.

 

b)      Setia dalam ibadah pelayanan yang benar atau tahbisan yang benar. Mengapa dikatakan benar? Karena ada orang melayani tetapi Tuhan bilang ‘enyahlah kamu, kamu sekalian pembuat kejahatan’. Pelayanannya ditolak, orangnya juga ditolak. Rasul Paulus saja berkata aku melatih diriku supaya setelah aku memberitakan injil jangan aku ditolak. Jadi ada tahbisan yang benar, ada yang tidak benar.

 

Roma 10:1-3

10:1 Saudara-saudara, keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka diselamatkan.

10:2 Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar.

10:3 Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah.

 

Ada yang giat beribadah tetapi tanpa kebenaran Allah, hanya membangun kebenaran diri sendiri. Sore ini kita raba diri masing-masing, tahbisanku benar atau tidak, berkenan kepada Tuhan atau tidak. Jangan sampai sudah giat beribadah melayani tetapi Tuhan bilang Aku tidak kenal kamu, enyahlah kamu pembuat kejahatan. Kamu melayani tanpa pengertian yang benar, kamu membangun kebenaran diri sendiri! Ngeri sekali.

 

Apa itu tahbisan yang benar?

Roma 14:17-18

14:17 Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

14:18 Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia.

 

Jadi tahbisan yang benar adalah ibadah pelayanan yang berkenan kepada Tuhan. Berkenan kepada Tuhan dulu baru dihormati oleh manusia, berkenan kepada sesama. Tanda tahbisan yang benar, ibadah pelayanan yang benar:

1)      Bukan soal makanan dan minuman. Artinya motivasi pelayannya bukan mencari perkara jasmani, kebutuhan jasmani. Dan yang ditampilkan dalam pelayanan bukan perkara yang jasmani tetapi perkara yang rohani. Waktu Samuel menerima nubuatan dari Tuhan tentang keturunan imam Eli, dikatakan keturunan Eli nanti akan memohon-mohon ‘tempatkanlah aku dalam salah satu rombongan imam, supaya ku mendapatkan sekerat roti’. Melayani hanya untuk dapat roti, makanan minuman yang jasmani. Bukan itu yang kita cari! Kita layani Tuhan, puaskan Tuhan maka yang jasmani itu urusannya Tuhan. Bukan cari yang jasmani dengan kedok melayani Tuhan. Firman Tuhan katakan layanilah aku sampai aku selesai makan dan minum sesudah itu engkau boleh makan dan minum. Tuhan dulu dipuaskan, kita layani Tuhan, maka yang jasmani Tuhan sediakan.

2)      Tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

 

Kalau 2 tanda ini ada pada kita maka kita melayani bersuasana kerajaan Sorga. Kita hidup di bumi tetapi dalam pelayanan kita bersuasana kerajaan Sorga. Seperti doa Bapa kami, di bumi seperti di Sorga.

 

Kalau yang dicari yang jasmani, tidak ada kebenaran, tidak ada damai sejahtera, tidak ada sukacita oleh Roh Kudus maka pelayanannya bersuasana kerajaan dunia, bahkan bersuasana kerajaan maut. Hanya dunia yang ditampilkan dan yang ada di dalamnya hanya kematian-kematian rohani. Aranya ke neraka, bukan kepada Yesus.

Matius 7:21-23

7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?

7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

 

Pelayanannya bukan bersuasana kerajaan sorga tetapi bersuasana kerajaan dunia, bersuasana kerajaan maut, hanya berakhir ke neraka, binasa!

Pelayanan kita bukan menampilkan yang jasmani, bukan mencari yang jasmani, Tetapi diisi dengan kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus, yaitu:

1)      Kebenaran artinya ibadah pelayanan sesuai kehendak Tuhan, sesuai selera Tuhan, sesuai Firman. Kalau Firman bilang A lakukan A. Firman bilang B lakukan B. Firman bilang C lakukan C. Kadang kita pakai alasan manusia, memang logis tetapi tidak sesuai kehendak Tuhan, tidak benar. Harus sesuai Firman, kehendak Tuhan, itu pelayanan yang benar.

 

2)      Damai sejahtera artinya tidak ada iri hati, tidak ada kebencian dan kepahitan hati. Bagaimana mau melayani kalau iri, benci, pahit hati kepada orang. Biarlah orang yang membenci kita tetapi jangan kita membenci orang itu. Kita doakan seperti Daud berpuasa bagi musuhnya. Misalnya saya gembala lalu ada kebencian dan kepahitan, saya penipu ulung! Jangan ada pada kita. Harus damai sejahtera, tidak ada iri, tidak ada pahit hati, tidak ada kebencian.

 

Kalau kita dituduh macam-macam lalu periksa diri kita benar, yah diam saja, tidak usah bereaksi. Kalau kita bereaksi berarti kita salah. Yang banyak ngomong itu yang salah, orang benar itu diam. Yesus dituduh macam-macam, Dia diam, sampai Pilatus heran. Terhadap tuduhan yang banyak itu Yesus diam saja karena itu tuduhan yang tidak benar. Biar orang kutuk, kalau kutukan tanpa alasan tidak akan kena kepada kita.

 

Kalau saya salah saya minta ampun. Kalau sudah periksa diri, tidak ada yang salah, semua sesuai Firman, yah diam saja. Saya diberkati dengan Firman Tuhan di Banua Mpogombo, makanan sehari-harinya hamba Tuhan itu tuduhan. Dituduh macam-macam diam saja, tidak usah bereaksi daging.

 

Itulah damai sejahtera, tidak merasakan lagi apa yang dirasakan oleh daging. Kalau sudah disucikan, tahbisannya benar, damai sejahtera. Oh Tuhan ampuni dia. Jangan berdoa “Tuhan balepa dia!”. Periksa diri, kalau salah minta ampun.

 

3)      Sukacita oleh Roh Kudus artinya melayani dengan tidak terpaksa. Layani jangan dengan terpaksa tetapi dengan pengabdian diri.

I Petrus 5:2

5:2 Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri.

 

Sukacita oleh Roh Kudus juga artinya kita bersukacita karena kita disucikan.

 

Kalau pelayanan kita sudah ditandai kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus, pasti enak dan ringan, tidak mungkin ditinggalkan, tidak mungkin dilepaskan. Tuhan Yesus katakan pikullah kuk yang Ku pasang karena kukKu itu enak dan ringan. Kuk itu beban pelayanan, enak dan ringan. Kenapa orang tinggalkan pelayanan dengan alasan terlalu berat? Periksa kebenarannya, ada yang tidak benar. Periksa damai sejahteranya. Kalau melayani pahit terus, sakit hati terus, pasti berat.

 

Kalau tidak disucikan jadi berat juga. Pelayanan itu kuk, lalu dia layani dengan beban dosa. Semakin dia simpan dosanya semakin berat dosanya. Coba singer nyanyi sambil pikul beras 50kg. Nada rendah dapat, begitu nada tinggi sudah tidak mampu. Begitu juga yang khotbah. Di awal mungkin kuat, lama-lama terengah-engah. Jemaat tidak mengerti pak gembala itu khotbah apa.

 

Tetapi kalau sudah dilepaskan semua, semua jadi enak dan ringan, pelayanannya berkenan kepada Tuhan. Tadi dikatakan dihormati manusia, jadi tidak perlu cari hormat dari manusia, dengan sendirinya pasti dihormati kalau ada kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Bahkan dihormati Tuhan, dihormati Bapa. Tidak perlu cari hormat! Biar manusia menghina kita, yang penting jangan Tuhan yang menolak kita. Kita dihormati oleh Tuhan.

Yohanes 12:26

12:26 Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.

 

Jadi kalau disimpulkan tinggal di dalam Yesus artinya suci dan setia. Kalau kita suci dan setia maka kita berbuah banyak, memuliakan Tuhan seperti bintang-bintang di langit. Jangan jadi Kristen debu tanah atau Kristen pasir. Ada 3 macam keturunan Abraham, debu tanah, pasir dan bintang. Kalau pasir itu tempat antikristus, di situ antikristus berdiri, nanti dikuasai antikristus. Kalau kualitas debu tanah menjadi makanan ular, menyatu dengan setan. Biarlah kualitas kita kualitas bintang di angkasa. Ini orang yang suci, setia, dia bintang, dipakai mempermuliakan Tuhan bagaikan bintang-bintang di langit. Kalau kita mempermuliakan Tuhan maka hak dan upah kita terjamin di tangan Tuhan. Jadi dalam melayani Tuhan lakukan saja kewajiban, bukan menuntut hak seperti Korah! Apa kewajiban kita? Setia dan suci. Maka hak kita terjamin di tangan Tuhan.

Yesaya 49:3-4

49:3 Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku."

49:4 Tetapi aku berkata: "Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku."

 

Kadang kita berpikir demikian, capek saya. Tetapi upah kita ada pada Tuhan. Upah terbesar kita memiliki Yesus sebagai Mempelai Pria Sorga dan dimilikiNya sebagai Mempelai WanitaNya.

 

Tadi dikatakan BapaKulah pengusahanya. Yakinlah kalau sudah suci dan setia maka Tuhan sanggup memelihara kita secara ajaib. Hamba Tuhan bukan dipelihara oleh sidang jemaat tetapi oleh Bapa di Sorga. Kalau hamba Tuhan dipelihara oleh sidang jemaat, Tuhan tidak adil, ada yang jemaatnya banyak, ada jemaat yang dilayani sedikit. Berarti yang dipelihara hanya yang jemaatnya banyak yang gerejanya besar, yang sedikit tidak dipelihara, itu tidak adil! Tetapi kalau kita suci dan setia, hamba Tuhan dan pelayan Tuhan itu dipelihara oleh Bapa di sorga. Entah jemaat yang dipercayakan banyak atau seperti Daud dipercayakan 2 3 ekor domba, tetap dipelihara oleh Tuhan.

 

Kami sudah mengalami bagaimana pemeliharaan Tuhan secara ajaib. Masuk di Tonusu Tuhan pelihara secara ajaib. Sampai sekarang ini saya terheran-heran, 5.000 bisa memelihara 1 minggu bahkan 1 bulan. Pagi-pagi orang sudah datang ketuk pintu datang bawa beras. Tuhan pelihara secara ajaib. Padahal kalau dipikir-pikir 1 orang untuk makan 3 kali sehari tidak akan cukup, ini 2 orang, dari mana uangnya? Saya tidak pernah minta-minta sama orang tua.

 

Sidang jemaat bukan dipelihara dengan apa yang dimiliki di dunia ini tetapi dipelihara oleh Bapa Sorgawi kalau suci dan setia. Kalau dipelihara dari apa yang dimiliki, Tuhan tidak adil. Sebab ada yang punya kebun berhektar-hektar, ada yang tidak punya sama sekali. Ada yang gajinya besar, ada yang gajinya kecil. Ada yang ijazahnya tinggi, ada yang tidak punya ijazah. Adilnya Tuhan semua dipelihara asal suci dan setia, tinggal di dalam Yesus, tinggal di dalam Firman.

 

2.      Yohanes 15:9-17 Perikop: Perintah supaya saling mengasihi

Jadi praktek kedua adalah tinggal di dalam kasih Tuhan.

Yohanes 15:9

15:9 "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.

 

Kasih Tuhan yang seperti apa?

Yohanes 15:13

15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

 

Kasih Tuhan di sini digambarkan dengan kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Ini sama dengan kasih Gembala yang baik yang memberikan nyawaNya bagi domba-dombaNya.

Yohanes 10:11

10:11 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;

 

Yesus sahabat yang baik, memberikan nyawaNya bagi sahabat-sahabatnya. Dia juga Gembala yang baik, memberikan nyawaNya bagi domba-dombanya. Jadi tinggal di dalam kasih Yesus artinya tergembala dengan benar dan baik. Jadilah domba yang tergembala dengan benar dan baik, jangan domba nakal, domba yang suka menanduk, domba liar.

 

Dalam Tabernakel penggembalaan itu ditunjukan dengan ruangan suci. Sudah berbuah tetapi kalau tidak dibawa masuk dalam ruangan suci, hanya di halaman, ada angin dan hujan yang menerpa, buahnya bisa rontok dan gugur. Sebab itu harus tergembala, jadilah pohon yang tertanam di dalam Bait Allah.

 

Ruangan suci itu ada dinding dari papan-papan jenang. Kemudian ada tudung 4 lapis. Tidak akan kena hujan, tidak kena angin, buahnya tidak akan rontok. Marilah tergembala dengan benar dan baik. Apa syarat tergembala dengan benar dan baik:

Yohanes 10:1-5

10:1 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok;

10:2 tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba.

10:3 Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.

10:4 Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.

10:5 Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal."

 

a)      Syarat pertama masuk kandang. Domba yang tergembala itu ada kandangnya. Secara jasmani kandang itu adalah organisasi yang legal diakui pemerintah. Secara jasmani boleh berbeda-beda. Tetapi secara rohani kandang penggembalaan hanya 1 yaitu ruangan suci. Di dalamnya ada 3 macam alat menunjuk ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok.

1)      Meja roti sajian, ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci. Ada roti di atas meja itu yang disusun menjadi 2 susun, satu susun 6 roti, satu susun lagi 6 roti. Kalau ditaruh angka di atasnya menjadi 66 menunjuk 66 kitab, Firman yang murni. Kemudian ada korban curahan di situ, itu bicara perjamuan suci. Kita bersekutu dengan Yesus Anak Allah di dalam Firman pengajaran dan korbannya, kita makan.

2)      Pelita emas, ketekunan dalam ibadah raya. Kita bersekutu dengan Allah Roh Kudus di dalam karunia-karunia. Ada kesaksian, ada persembahan pujian dan lain-lain. Domba-domba di beri minum.

3)      Mezbah dupa emas, ketekunan dalam ibadah doa. Kita bersekutu dengan Allah Bapa di dalam kasihNya, bernafas.

 

Ayo masuk kandang, tekuni 3 macam ibadah pokok.

 

b)      Mendengar suara gembala, taat pada Firman, itu domba yang tergembala. Kalau sudah taat pada Firman pasti taat pada gembala = makan rumput penggembalaan.

 

Di dalam penggembalaan kita mengalami kasih Tuhan yang bertumbuh sampai pada kesempurnaan. Ingat Petrus, dia sudah menyangkal Yesus, berarti sudah kehilangan kasih, tidak punya kasih. Yesus yang adalah Tuhan dan sahabatnya, dia sangkali. Jadi Petrus menyangkal Yesus yang adalah Tuhannya dan sahabatnya. Dia tidak punya kasih kepada Tuhan dan tidak punya kasih kepada sesamanya. Makanya 3 kali Tuhan Yesus bertanya kepada Petrus ‘simon anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?”. Kalau terjemahan asli ini pertanyaan pertama ini adalah kasih agape. Apakah engkau mengasihi aku dengan kasih Agape, kasih Tuhan. Jawab Petrus: Aku mengasihi Engkau dengan kasih Fileo, kasih sesama. Kemudian dilanjutkan gembalakanlah domba-dombaKu.

 

Pertanyaan kedua masih seperti pertanyaan pertama “apakah engkau mengasihi Aku dengan kasih Agape?”. Petrus jawab “aku mengsihi Engkau dengan kasih Fileo”. turun pertanyaan ketiga ‘apakah engkau mengasihi Aku dengan kasih Fileo?’ Petrus sadar, dia menangis, dia sedih, karena dia sudah menyangkal Yesus. Dia tidak punya kasih kepada Tuhan kasih agape, dia juga tidak punya kasih kepada sesama kasih Fileo, kasih persaudaraan. Tetapi dengan 3 kali pertanyaan yang dikaitkan dengan penggembalaan, kasihnya Petrus dipulihkan.

 

Jadi dalam penggembalaan, ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok, kita mengalami kasih Tuhan, kasih agape sampai kasih yang sempurna. Ayo masuk kandang penggembalaan, begitu keluar penggembalaan maka kasihnya menjadi dingin, yang meningkat kedurhakaan. Jadi jangan heran, kalau sudah tidak tergembala, nanti lihat dalam nikahnya, kedurhakaan yang ada di situ. Suami kepada isteri, isteri kepada suami, anak kepada orang tua, sudah tidak ada lagi kasih, kasihnya sudah dingin. Mari kita bawa hidup kita dalam penggembalaan, biar kita menerima kasih Tuhan.

 

Praktek menerima kasih Tuhan:

a)      Mengasihi Tuhan lebih dari segala sesuatu.

Yohanes 15:10

15:10 Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.

 

Jadi mengasihi Tuhan itu menuruti Firman Tuhan, taat pada Firman Tuhan apapun resikonya, apapun yang dihadapi. Mungkin dengan kita melakukan Firman kita dikucilkan, kita dibenci, tidak apa-apa, yang penting jangan Tuhan yang memusuhi kita, jangan kita menjadi musuhnya Tuhan. Kalau mau taat pada Firman, menuruti Firman apapun resikonya, Tuhan pasti bela.

 

b)      Yohanes 15:17

15:17 Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain."

 

Saling mengasihi, bukan saling menyakiti, bukan saling merugikan, itu berarti kita sudah satu tubuh. Kalau ada yang menyakiti kita jangan kita balas. Balas kejahatan dengan kebaikan, mengasihi orang yang membenci kita. Itulah kasih dari Tuhan.

 

Kalau sudah bisa mengasihi Tuhan lebih dari segalanya, kemudian bisa saling mengasihi maka kita menghasilkan buah yang tetap.

Yohanes 15:16

15:16 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.

 

Tadi poin pertama buah yang banyak, kita dipakai melayani Tuhan, berarti menjadi hamba Tuhan pelayan Tuhan. Kalau sudah tergembala, taat dan saling mengasihi, status kita meningkat dari hamba menjadi sahabat.

Yohanes 15:15

15:15 Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.

 

Biarlah kita menghasilkan buah-buah yang banyak, menjadi hamba Tuhan pelayan Tuhan. Tetapi lebih dari itu menghasilkan buah yang tetap, jangan rontok, jangan gugur. Itulah pentingnya penggembalaan, menjaga kita dari terpaan angin. Angin bisa mengugurkan buah ara. Bintang-bintang masih bisa gugur seperti buah ara mentah gugur karena ditiup angin.

Wahyu 6:13

6:13 Dan bintang-bintang di langit berjatuhan ke atas bumi bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia digoncang angin yang kencang.

 

Sudah dipakai Tuhan itu baik, dipakai menjadi hamba Tuhan, pelayan Tuhan, jadi bintang, puji Tuhan! Tetapi jaga jangan menjadi bintang gugur. Makanya bawa hidup kita dalam penggembalaan, supaya kita terlindungi dari angin kencang. Angin kencang ini menunjukan angin pengajaran palsu dan juga bisa menunjukan masalah-masalah pencobaan. Semakin kencang anginnya, masalah semakin berat, persoalan yang dihadapi semakin kompleks. Tetapi kalau kita tergembala, kita dilindungi oleh Tuhan, jangan sampai gugur buahnya. Artinya jangan sampai gugur iman kita.

 

Banyak anak Tuhan dan pelayan Tuhan bahkan pendeta yang gugur dari iman. Sudah hebat dipakai oleh Tuhan tetapi gugur dari iman, ganti keyakinan karena kena angin. Angin yang seringkali menerpa kaum muda adalah angin jodoh. Kena angin laki-laki ganteng, kena angin perempuan cantik, sudah langsung tinggalkan kepercayaan kepada Yesus, beralih keyakinan. Apalagi kalau dia bawa mobil, apalagi bawa helikopter, anginnya semakin kencang. Lain kali orang tuanya yang tidak tahan godaan, kapan lagi dapat mantu seperti ini. Kalau memang cinta bawa dulu kepada Yesus dengar Firman. Kalau dia sudah mantap baru oke. Itu jodoh dari Tuhan. Karena jodoh dari Tuhan itu sepadan. Penolong yang sepadan, bukan yang tidak seimbang. Janganlah kamu menjadi pasangan yang tidak seimbang, satu gelap, satu terang.

 

Biarlah buah kita itu buah yang tetap. Sudah berbuah tetap masih belum cukup. Kalau buahnya masih mentah, apalagi busuk, tidak bisa dimakan.

 

3.      Yohanes 15:18-27 Perikop: dunia membenci Yesus dan murid-muridNya

15:25 Tetapi firman yang ada tertulis dalam kitab Taurat mereka harus digenapi: Mereka membenci Aku tanpa alasan.

 

Menghadapi kebencian sampai kebencian tanpa alasan karena Yesus, karena ibadah yang benar, karena ajaran yang benar. Ini yang namanya percikan darah, nyala api ujian. Sudah setia suci, sudah tergembala, kenapa saya dibenci, tidak disenangi, dimusuhi, ini dan itu terjadi. Kita raba dan periksa diri kita, kalau kita benar itu ujian, kalau kita salah minta ampun kepada Tuhan, itu teguran, itu hajaran.

 

I Petrus 4:12-14

4:12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.

4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.

4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

 

Kebahagiaan sesungguhnya itu berbahagialah kalau kamu dinista karena nama Kristus. Mengambil bagian sedikit dari penderitaan Yesus itu kebahagiaan. Diperhadapkan dengan nyala api ujian supaya buahnya matang. Ibaratnya buah itu diperam, seperti Yesus harus mati, dikubur 3 hari baru bangkit dalam tubuh kemuliaan. Dikubur itu bagaikan buah yang diperam. Kitapun menghadapi seperti itu, menghadapi salib dalam bentuk macam-macam. Apa yang Tuhan izinkan kita harus lewati, jangan ngomel, jangan bersungut. Justru kita harus berbahagia di dalam penderitaan, harus mengucap syukur. Terima kasih Tuhan, saya diizinkan mengambil bagian sedikit dari penderitaanMu. Tetapi jangan juga tantang Tuhan, tambah lagi Tuhan.

 

Kalau diizinkan Tuhan, kita dibenci, dikucilkan dan lain sebagainya, nikmati saja prosesnya, mengucap syukur, jangan bersungut, jangan mengomel. Biarlah buah kita menjadi buah tetap, buah matang. Yohanes Pembaptis sudah dipakai Tuhan. Bicara kesucian kita tidak ragu lagi dia orang suci, bicara kesetiaan dia orang setia, dia sahabatnya Tuhan. Tetapi Tuhan izinkan dia mengalami nyala api ujian, dipenjara karena kebenaran. Dia tegur Herodes karena nikahnya tidak benar, akhirnya dijebloskan ke dalam penjara. Waktu sebelum dipenjara imannya luar biasa. Lihat Yesus dia berkata ‘lihat Anak Domba Allah yang menghapus dosa seisi dunia’. Dia akui Yesus Anak Domba Allah, dia akui Yesus Mempelai Pria Sorga dan dia sahabat mempelai. Tetapi waktu dibawa oleh Tuhan di dalam pengalaman penjara, di situ Yohanes bimbang. dia suruh murid-muridnya bertanya kepada Yesus, betulkah Dia Mesias?

Matius 11:2-6

11:2 Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus,

11:3 lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?"

11:4 Yesus menjawab mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat:

11:5 orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.

11:6 Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku."

 

Dari pengalaman Yohanes ini kita bisa melihat kegunaan dari nyala api ujian, kegunaan dari percikan darah, kegunaan sengsara daging tanpa dosa bersama Yesus:

a)      Kekurangan-kekurangan yang tersembunyi diungkap oleh Tuhan untuk diperbaiki. Siapa yang menyangka bahwa Yohanes ini bimbang kepada Yesus. Tadinya. Tadinya hebat luar biasa, tetapi ternyata dalam hatinya ada kekurangan yaitu bimbang kepada Yesus. Begitu juga kita, kadang Tuhan izinkan nyala api ujian datang. Waktu belum ada nyala api ujian ‘Yesus dahsyat, Allahku luar biasa, besarlah Tuhan layaklah dipuji, Tuhan sangat baik, luar biasa!’. Waktu sudah diuji ‘benarkah Tuhan ini, benarkah Yesus baik. Kalau Yesus baik kenapa saya begini, dia yang tidak beribadah hidupnya enak-enak. Saya yang melayani Tuhan koq menderita!’ Mulai muncul kekurangannya, ternyata bimbang. Selama ini kelihatan kuat dan hebat, karena masih diberkati, semua baik-baik saja. Diuji oleh Tuhan supaya kita mengalami penyucian dari kekurangan-kekurangan yang tersembunyi, dari keragu-raguan, dari kebimbangan. Lewat nyala api ujian iman kita ditingkatkan, dikuatkan.

Yakobus 1:2-4

1:2 Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan,

1:3 sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.

1:4 Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun.

 

Akhirnya Yohanes Pembaptis tetap mempertahankan imannya kepada Tuhan sampai rela dipancung lehernya karena kebenaran. Jadi kegunaan percikan darah ini supaya kita disucikan dari kekurangan-kekurangan yang tersembunyi. Waktu dipakai, waktu diberkati Tuhan, tidak kelihatan. Diizinkan percikan darah baru kelihatan, ternyata ini kekurangannya supaya diperbaiki. Makanya percikan darah itu penyucian terakhir, penyucian secara tuntas. Kita menghasilkan buah yang matang, sahabat mempelai ditingkatkan menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna tidak bercela.

 

b)      Matius 11:5

11:5 orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.

 

Untuk meyakinkan Yohanes, Yesus mengungkap akan mujizat-mujizat yang telah Dia kerjakan. Jadi di dalam percikan darah atau nyala api ujian terjadi mujizat. Kadang kita berdoa ‘Tuhan nyatakan mujizatmu’ eh malah masuk penjara. Mau mujizat, tokomu bangkrut dulu. Mau mujizat, seseorang yang kita kasihi dipanggil. Tuhan izinkan semua itu terjadi supaya kita mengalami mujizat. Terutama mujizat secara rohani yaitu keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.

II Korintus 4:16-17

4:16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.

4:17 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.

 

Manusia lahiriah merosot, manusia batinia dibaharui sampai sama mulia dengan Yesus.

 

Buah yang matang itu bisa dilihat dari mulut ini, yaitu perkataan yang baik, perkataan yang suci, perkataan yang memuliakan Tuhan, bisa bersaksi.

Yohanes 15:27

15:27 Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku."

 

Kita dipanggil Tuhan untuk bersaksi.

I Petrus 2:9

2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

 

Kita dipanggil dari gelap kepada terang untuk bersaksi, itulah tugas kita. Pakai media sosial untuk bersaksi dari pada untuk bergosip, dari pada untuk yang aneh-aneh. Saksikan apa yang dialami oleh pekerjaan Firman Tuhan.

 

Keubahan hidup, buah yang matang itu dilihat dari mulutnya. Perkataan yang memuliakan Tuhan, bersaksi, mengucap syukur, hanya menyembah Tuhan. Sampai nanti kita tidak bersalah lagi dalam perkataan.

Yakobus 3:2

3:2 Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

 

Ukurannya di mulut! Kematangan buah itu bisa dideteksi dari perkataan seseorang. Dia hamba Tuhan yang sudah matang rohaninya, pelayan Tuhan yang matang rohaninya, itu dilihat dari perkataan. Kalau tukang gosip, tukang fitnah, suka menjelek-jelekan orang, dipertanyakan jangan-jangan buahnya busuk. Kalau mulutnya memuliakan Tuhan, bersaksi, menyembah Tuhan, itu buah yang matang. Waktu Yesus datang kita siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali sebagai Mempelai WanitaNya dan Yesus Mempelai Pria Sorga. Jika mujizat rohani terjadi, yakinlah mujizat jasmani juga terjadi. Semua dikerjakan oleh roh kemuliaan, Roh Kudus mengerjakan mujizat.

 

Malam hari ini kita sudah mendengar Firman, ayo bawa hidup kita untuk suci, setia, tergembala, melayani Tuhan. Terima percikan darah sampai kita mengalami keubahan hidup. Saat kita tidak mampu, tidak tahan lagi, perjamuan suci kekuatan kita. Mungkin sayap sudah terkulai, burung nazar mengerubungi bangkai, makan perjamuan suci maka kita kuat kembali. Mulut bisa mengucap syukur ‘terima kasih Tuhan, saya bisa mengambil bagian sedikit dari penderitaan Yesus, Korban Kristus’. Kita dibaharui oleh Tuhan sehingga buah kita bukan cuma banyak, bukan hanya buah tetap tetapi buah yang matang. Roh Kudus mengerjakan mujizat dalam hidup kita sekalian.

 

Tuhan Yesus memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar