20250214

Kebaktian Kaum Muda, Jumat 14 Februari 2025 Pdt. Handri Legontu

 

 

 

 

Salam damai sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Sekarang kita akan masuk Keluaran pasal 16, secara keseluruhan ini kena meja roti sajian. Di atas meja roti sajian ada 2 susun roti, tiap susun 6 roti. Ini menunjuk persekutuan dengan Firman pengajaran yang benar. Roti menunjuk Firman Tuhan dan meja menunjuk hati dan pikiran kita. Hati dan pikiran kita harus diisi dengan Firman pengajaran yang benar.

Imamat 24:5-6

24:5 "Engkau harus mengambil tepung yang terbaik dan membakar dua belas roti bundar dari padanya, setiap roti bundar harus dibuat dari dua persepuluh efa;

24:6 engkau harus mengaturnya menjadi dua susun, enam buah sesusun, di atas meja dari emas murni itu, di hadapan TUHAN.

 

Dalam Perjanjian Lama angka 12 ini kita temukan dalam perjalanan bangsa Israel, menunjuk perjalanan rohani kita. Dulu bangsa Israel menuju Kanaan, sekarang kita menuju Yerusalem Baru. Dalam perjalanan bangsa Israel dari Mesir sampai Kanaan ditandai dengan angka 12. Di awal perjalanannya mereka menemukan 12 mata air. Ketika mereka mau mencapai Kanaan, sudah sampai di tapal batas Kanaan, mereka mendirikan 12 batu peringatan. Jadi diawal dan diakhir perjalanan mereka ditandai angka 12.

Keluaran 15:27

15:27 Sesudah itu sampailah mereka di Elim; di sana ada dua belas mata air dan tujuh puluh pohon korma, lalu berkemahlah mereka di sana di tepi air itu.

 

Yosua 4:3 (Perikop: kedua belas batu peringatan)

4:3 dan perintahkanlah kepada mereka, demikian: Angkatlah dua belas batu dari sini, dari tengah-tengah sungai Yordan ini, dari tempat berjejak kaki para imam itu, bawalah semuanya itu ke seberang dan letakkanlah di tempat kamu akan bermalam nanti malam."

 

Dulu dalam arti jasmani, sekarang kita bicara penggenapan nubuatannya. Semua yang dilakukan orang Israel ini bernubuat bagi kita di akhir zaman ini. 12 mata air ini menunjuk 12 rasul hujan awal. 12 orang yang dipilih untuk menyertai perjalanan Yesus, di luar Yudas karena Yudas sudah diganti oleh Matius. Itu awal pelayanan Yesus dan awal berdirinya gereja mula-mula. Petrus berkhotbah kemudian terjadi kegerakan 3.000 jiwa dibaptis. Dan terus berkembang gereja Tuhan, para rasul memberitakan Injil sekalipun mereka semua mati martir kecuali rasul Yohanes.

 

12 batu peringatan menunjuk 12 rasul hujan akhir. Kita tidak usah cari tahu siapa orangnya, siapa yang akan menjadi rasul itu, tetapi yang akan kita pelajari mengenai pengajarannya. Rasul kaitannya dengan Firman pengajaran. Kalau dalam kita beribadah ada Firman pengajaran, berarti ada roh rasul. 12 rasul hujan akhir menunjuk 12 bintang di atas kepala mempelai wanita Tuhan. Kepala yang mengontrol hidup kita. Jadi artinya Firman pengajaran yang benar yang menuntun hidup kita sampai pada kesempurnaan.

 

Angka 12 secara rohani menunjuk persekutuan. Jadi tidak perlu cari tahu siapa 12 orang yang akan menjadi rasul hujan akhir, yang penting selama kita hidup kita dituntun oleh Firman pengajaran yang benar sehingga kita dituntun masuk kota Yerusalem Baru. Di dalam kota Yerusalem Baru ada banyak angka 12.

1.      Wahyu 21:14

21:14 Dan tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya tertulis kedua belas nama kedua belas rasul Anak Domba itu.

 

Tembok kota Yerusalem Baru terdiri dari 12 batu dasar dan di atas setiap batu tertulis nama 12 rasul hujan awal.

 

2.      Wahyu 4:10

4:10 maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata:

 

Ada 24 tua-tua duduk di sekeliling takhta Tuhan. 24 tua-tua ini adalah 12 rasul hujan awal ditambah dengan 12 rasul hujan akhir. Ini yang membawa kita sampai duduk di takhta Tuhan. Gereja mula-mula yang terbentuk di Yerusalem itu dibina oleh Firman pengajaran yang benar. Kita disebut gereja hujan akhir karena berada di penghujung akhir zaman, juga dibina oleh pengajaran. Jadi sama, gereja hujan awal dibina oleh Firman pengajaran yang benar, gereja hujan akhir juga dibina oleh Firman pengajaran yang benar. Kalau orang Kristen tidak mau dibina Firman pengajaran yang benar, tidak akan pernah sampai ke takhta Tuhan. Biarlah kita selalu mau disucikan oleh Firman pengajaran yang benar.

 

24 tua-tua yang adalah 12 rasul hujan awal dan 12 rasul hujan akhir juga menunjuk bahwa Firman pengajaran itu tidak berubah-ubah dulu, sekarang sampai selama-lamanya. Makanya kita manusia tidak boleh mengutak atik, tidak boleh mengubah-ubah apa yang telah disampaikan oleh Tuhan. Saya gembala meneruskan pelayanan orang tua di sini, beliau memberitakan Firman pengajaran yang benar. Saya juga meneruskan Firman pengajaran yang benar, jangan diotak-atik, jangan diubah-ubah!

Ibrani 13:7-8

13:7 Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka.

13:8 Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.

 

Tuhan Yesus tidak berubah, pengajaran jangan diubah. Jangan sampai besok-besok untuk dapat jodoh atau untuk dapat pekerjaan sehingga korbankan Firman pengajaran, jangan! Firman pengajaran tidak boleh dikorbankan, tidak boleh diubah-ubah, harus dipertahankan kemurniannya.

 

3.      12 pintu gerbang

Wahyu 21:12,21

21:12 Dan temboknya besar lagi tinggi dan pintu gerbangnya dua belas buah; dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua belas malaikat dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel.

21:21 Dan kedua belas pintu gerbang itu adalah dua belas mutiara: setiap pintu gerbang terdiri dari satu mutiara dan jalan-jalan kota itu dari emas murni bagaikan kaca bening.

 

4.      Ada 12 malaikat di atas pintu, masing-masing pintu 1 malaikat.

 

Jadi, untuk masuk Yerusalem Baru kita harus memiliki angka 12 secara rohani. Bukti kita memiliki angka 12 secara rohani:

a.       Kita bertekun dalam penggembalaan yang dibina oleh Firman pengajaran yang benar. Mulai dari gembala bertekun menggembalakan, jemaat juga bertekun untuk tergembala. Tiap pintu terdiri dari 1 malaikat, artinya masing-masing gembala bertanggung jawab terhadap penggembalaannya sendiri, urus penggembalaannya sendiri, jangan urus penggembalaan yang lain. Termasuk kita yang tergembala, fokuslah dalam penggembalaannya masing-masing, tidak usah urus domba-domba yang tergembala di tempat lain.

 

Kenapa seringkali timbul keributan, pertengkaran dan lain-lain? Karena gembalanya tidak mau urus domba-domba yang Tuhan percayakan untuk dia gembalakan, tetapi malah mau urus domba-domba yang ada di penggembalaan yang lain. Atau jemaat yang sudah tergembala di satu tempat mau ikut campur urusan jemaat yang tergembala di tempat yang lain. Masing-masing kita bertekun pada penggembalaan sendiri. Saya urus jemaat yang ada di Tentena, di Tonusu, di Diora, yang ada di Palu.

 

Kalau kita bertekun dalam penggembalaan yang dibina Firman pengajaran yang benar maka kita disucikan. Ketekunan itu menghasilkan kesucian. Kita disucikan secara terus menerus terutama hati kita disucikan karena hati ini sarangnya dosa, sarang itu tempat berkembang biak. Ada 12 dosa yang berdiam di hati dan pikiran.

Markus 7:21-22

7:21 sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, 1percabulan, 2pencurian, 3pembunuhan,

7:22 4perzinahan, 5keserakahan, 6kejahatan, 7kelicikan, 8hawa nafsu, 9iri hati, 10hujat, 11kesombongan, 12kebebalan.

7:23 Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."

 

Dengan kita bertekun dalam penggembalaan yang dibina oleh Firman pengajaran yang benar maka hati dan pikiran kita disucikan dari 12 dosa yang bersarang di situ. 12 dosa ini dikunci dengan kebebalan. Kalau dosa sudah bersarang, sudah beranak pinak disitu, orang itu jadi bebal. Orang bebal sulit dinasihati. Orang seperti ini akan terpisah dari Tubuh Kristus! Orang bidat yang sudah 1, 2 kali dinasihati harus dijauhi.

Titus 3:10

3:10 Seorang bidat yang sudah satu dua kali kaunasihati, hendaklah engkau jauhi.

 

Dijauhi artinya tidak bisa masuk persekutuan Tubuh Kristus. Persekutuan Tubuh Kristus mulai dari dalam rumah tangga. Kita kaum muda, ada orang tua, ada saudara, kalau sulit ditegur, sulit dinasihati, akan terpisah dari keluarga, tidak bisa menyatu dengan keluarga. Apalagi kalau ditegur malah marah, tambah jauh! Seringkali kalau orang tua menegur dan mengingatkan, masih bisa diterima kalau soal study dan pekerjaan. Tetapi kalau dinasihati soal jodoh bisa marah! Malah ujung-ujungnya bisa kabur tinggalkan orang tua. Koq tega, baru bertemu dengan orang yang 1 2 bulan dia kenal, sudah bisa meninggalkan orang tua yang sudah belasan tahun bahkan puluhan tahun menjaga dia! Dari bayi dipelihara sampai sudah remaja, sudah dewasa, tetapi cuma gara-gara perempuan atau laki-laki, dia tinggalkan orang tua. Kaum muda jangan seperti itu, kasihan orang tua! Tangisan orang tua dibawah kaki Tuhan didengar Tuhan! Mungkin dia paksakan menikah tetapi nikahnya tidak akan diberkati Tuhan, nikahnya itu hanya bersuasana neraka! Tuhan tolong jangan terjadi dalam kehidupan kita.

 

b.      Rasul itu jabatan pelayanan. Jadi kita harus memiliki jabatan pelayanan untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Dari mana mendapatkan jabatan itu? Jabatan itu Tuhan yang berikan, bukan manusia, bukan pendeta.

Efesus 4:11-12

4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,

4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

 

Hamba Tuhan hanya menganjurkan dan mengarahkan. Kalau sudah digerakan oleh Firman Tuhan silahkan ambil formulir dan diisi untuk melayani Tuhan. Tetapi yang memberikan jabatan itu adalah Tuhan. Diberikan kepada siapa? Diberikan kepada orang yang disucikan. Inilah pentingnya angka 12 yang pertama, bertekun dalam penggembalaan, dibina oleh Firman pengajaran, kita disucikan secara terus menerus. Hati dan pikiran disucikan, itu ibarat remote kontrol hidup kita, maka Tuhan berikan jabatan. Tuhan berikan jabatan pelayanan, Tuhan berikan juga karunia, kemampuan yang ajaib. Karena kekuatan daging kita ini terbatas dalam melayani Tuhan. Seperti om sebagai gembala harus melayani paling sedikit 1 hari 2 kali, pagi sore khotbah untuk melayani di 4 tempat. Kekuatan terbatas, tetapi Tuhan yang memberikan kemampuan yang ajaib untuk melayani Tuhan. Kemampuan yang ajaib itu dari Roh Kudus.

Efesus 4:7

4:7 Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.

 

Jabatan Tuhan yang berikan, karunia-karunia itu dari Roh Kudus, hargailah! Kalau di dunia kerja masuk tidak masuk pasti dipecat. Kalau tidak serius kerja di dunia dipecat, apalagi kalau dalam pekerjaan rohani.

 

5.      Ada 12 mutiara. Mutiara = harta yang terpendam.

Matius 13:44-46

13:44 "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.

13:45 Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.

13:46 Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu."

 

Hal kerajaan sorga seumpama pedagang yang mencari mutiara yang indah. Jadi mutiara ini menunjuk perkara sorga, perkara yang rohani. Jadi 12 mutiara ini artinya bagi kita adalah rela mengorbankan perkara yang jasmani untuk mendapatkan perkara yang rohani. Salah satunya meninggalkan pekerjaan untuk bekerja melayani Tuhan sepenuhnya. Sama dengan perhatian utama kita adalah pada perkara yang rohani. Prakteknya perkara jasmani kita manfaatkan untuk mendapatkan perkara yang rohani. Perkara yang rohani itu ibadah, Firman Tuhan, manfaatkan itu untuk dapat perkara yang rohani. Tuhan kasih kesehatan, kekuatan untuk jalan berkilo-kilo, yah datang jalan kaki beribadah kalau tidak ada kendaraan. Kita beli kuota untuk ibadah.

 

Segala pengorbanan kita untuk kerajaan Sorga tidak akan sia-sia, malah kita bisa masuk kerajaan Sorga. Kita korbankan semua, semua tidak sia-sia, sebab dengan kita mengorbankan perkara jasmani untuk mendapatkan perkara yang rohani maka kita akan menemukan jalan untuk menuju ke kerajaan Sorga.

 

Jalan untuk masuk ke Kerajaan Sorga:

Ø  Kisah Para Rasul 14:22

14:22 Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.

 

Jalan pertama bertekun dalam iman. Prakteknya:

a)      Tetap percaya Yesus, beriman kepada Yesus apapun yang dihadapi. Banyak kaum muda menggadaikan imannya karena pekerjaan, karena jodoh dan lain-lain.

 

b)      Iman itu kebenaran. Jadi praktek berikutnya tetap hidup benar apapun yang dihadapi, apapun yang dikorbankan, apapun resikonya. Dipaksa untuk berbuat jahat dan najis, tidak mau! Saya mau tetap hidup suci sekalipun dibilangi kuno. Terserah kalau mau bilang tidak gaul. Yang penting kita bergaul dengan Tuhan, kita tidak mau bergaul dengan belalang-belalang yang keluar dari lubang jurang maut, itu roh jahat dan roh najis! Sekarang ini di media sosial, di pergaulan dunia nyata, begitu jahat begitu najis!

 

c)      Tetap pegang teguh Firman pengajaran apapun yang dihadapi. Terutama kami hamba Tuhan. Kalau gembalanya saja tidak teguh pengajaran, bagaimana dengan jemaatnya!.

 

Ø  Jalan salib. Kalau ikut Tuhan lalu sengsara itu sudah betul! Untuk ikut Tuhan memang mengalami banyak sengsara. Orang Kristen sekarang diajar di gereja hanya senang-senang daging. Ada yang masuk gereja hanya diajar kalau ikut Tuhan kita diberkati. Memang betul kita diberkati, tetapi bukan itu yang menjadi faktor utama kita mengikut Yesus. Ikut Yesus itu pikul salib, jalan salib!

 

Memang Tuhan tahu kita tidak mampu, karena daging itu cenderung mau yang enak dan nyaman bagi dagingnya! Tuhan tahu kita tidak mampu, tetapi kalau kita mau melewati jalan salib, Tuhan berikan Roh Kudus.

I Petrus 4:12-13

4:12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.

4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.

 

Roh Kudus ini memberikan penghiburan, Roh Kudus memberikan kekuatan menghadapi salib, Roh Kudus membaharui. Kita menghadapi sengsara, beribadah menghadapi sengsara, dihina, diejek, diolok tetapi kita tetap kuat karena ada Roh Kudus. Sekalipun sengsara, menderita, teman-teman menjauhi karena kita tidak mau menyontek atau tidak mau ikut korupsi di tempat kerja, kita tetap kuat karena Roh Kudus. Dan Roh Kudus membaharui kehidupan kita.

 

Ø  Jalan ibadah pelayanan atau jalan panggilan dan pilihan Tuhan.

II Petrus 1:10-11

1:10 Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.

1:11 Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

 

Jadi, jabatan atau panggilan pilihan Tuhan itu adalah hak penuh untuk masuk dalam Kerajaan Sorga, Yerusalem Baru. Ibaratnya itu karcis atau tiketnya. Sudah sampai tujuan, tinggal tunjukan tiketnya. Ini tiketnya, oh gembala setia melayani di Tentena, Tonusu, Diora, Palu, silahkan masuk. Dilihat lagi oh pemain musik di Tentena dan di Diora, setia sampai garis akhir, silahkan masuk. Ini ruas jalan akhir panggilan pilihan Tuhan, jalan ibadah pelayanan.

 

Praktek untuk masuk Kerajaan Sorga menempuh jalan ibadah pelayanan:

Tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan. Kita sudah dipanggil dan dipilih Tuhan sebagai pemaian musik, sebagai anggota paduan suara, sebagai gembala, sebagai pengerja, sebagai apa saja pelayanan kita, tetap setia berkobar-kobar sampai garis akhir. Memang tidak bisa kita pungkiri dalam pengikutan kepada Tuhan ada naik turunnya, kadang setia, kadang merosot, bahkan ada yang sampai terhilang. Tetapi kembali lagi seperti Yohanes Markus yang menulis Injil Markus. Di awal pelayanan dia setia sebagai pembantunya Paulus dan Barnabas di dalam pelayanan. Kalau sekarang sebagai pengerja, bersih-bersih gereja, cuci piring, menyapu, ngepel. Dalam pelayanan di awal dia tekun, tetapi di tengah jalan dia tinggalkan pelayanan, tidak tahu masalahnya apa. Tetapi akhirnya kembali lagi melayani, kembali pada panggilan dan pilihan dan dia dipercaya Tuhan untuk menulis Injil Markus yang menampilkan Tuhan Yesus sebagai hamba.

Kisah Para Rasul 13:5; 15:37-39

13:5  Setiba di Salamis mereka memberitakan firman Allah di dalam rumah-rumah ibadat orang Yahudi. Dan Yohanes menyertai mereka sebagai pembantu mereka.

15:37 Barnabas ingin membawa juga Yohanes yang disebut Markus;

15:38 tetapi Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta orang yang telah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka.

15:39 Hal itu menimbulkan perselisihan yang tajam, sehingga mereka berpisah dan Barnabas membawa Markus juga sertanya berlayar ke Siprus.

 

Namun akhirnya Paulus mengakui bahwa pelayanan Markus sangat berguna. Tadinya dia sudah tidak berguna, dia tinggalkan panggilan dan pilihan Tuhan, tetapi akhirnya dia mau sadar kembali pada panggilan dan pilihan Tuhan dan dia dipakai oleh Tuhan.

Kolose 4:10

4:10 Salam kepada kamu dari Aristarkhus, temanku sepenjara dan dari Markus, kemenakan Barnabas — tentang dia kamu telah menerima pesan; terimalah dia, apabila dia datang kepadamu --

 

Orang yang sudah tinggalkan pelayanan kalau dia mau kembali, terima! Dia masih bisa dipakai oleh Tuhan.

II Timotius 4:11

4:11 Hanya Lukas yang tinggal dengan aku. Jemputlah Markus dan bawalah ia ke mari, karena pelayanannya penting bagiku.

 

Jadi kalau ada yang sudah tinggalkan pelayanan jangan dihakimi, tetapi didoakan. Bersaksi, nasihati, dekati, siapa tahu dapat kemurahan dia kembali melayani Tuhan. Dan pelayanannya berguna, dibandingkan Barnabas. Di dalam Alkitab tidak ada Injil Barnabas, tetapi dalam Alkitab ada Injil Markus. Markus dipakai menulis Injil, Barnabas tidak.

 

Jangan hina yang lain, merasa saya hebat, saya dipakai, yang lain tidak, yang ini penghuni neraka! Jangan! Orang yang kita bilangi penghuni neraka kalau dia bertobat sungguh-sungguh dan dipakai Tuhan bisa lebih dari kita yang menghakimi.

 

Semoga kita mau setia, berkobar, melayani Tuhan sampai garis akhir. Kalau kita tidak setia, bahkan tinggalkan jabatan pelayanan, Tuhan tidak pernah menyesali panggilan dan pilihanNya kepda kita. Sekali Tuhan panggil, sekali Tuhan pilih, Dia rindu kita terus melayani sampai garis akhir kehidupan kita. Kalau sempat kita tidak setia, kembalilah setia melayani Tuhan.

Roma 11:29

11:29 Sebab Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilan-Nya.

 

Tuhan saja tidak menyesali panggilan dan pilihanNya kepada kita. Ayo kita layani Tuhan dengan sungguh-sungguh sampai garis akhir kita, sampai kita bisa mencapai Yerusalem Baru.

 

Ini sudah ruas jalan terakhir, jangan kita pernah menyesal sudah dipanggil dan dipilih Tuhan. Saya dipanggil dan dipilih Tuhan menjadi hamba Tuhan, jangan menyesal, sampai garis akhir sampai Tuhan Yesus datang tetap melayani Tuhan. Memang secara daging sudah tidak bisa lagi seperti teman-teman yang lain bisa santai, bisa rekreasi ke mana-mana. Saya tiap hari harus melayani, harus persiapan Firman, harus berdoa menyembah Tuhan, itu pekerjaan tiap hari. Kalau tidak ada Roh Kudus rasanya mau setres. Pekerjaan yang paling membuat stres adalah pendeta, dia sudah punya pergumulan lalu menggumuli lagi masalah jemaat, tetapi karena ada Roh Kudus bisa mampu.

 

Kita percaya Tuhan sudah memanggil dan memilih kita, Dia akan membawa kita mencapai Yerusalem Baru. Kaum muda remaja yang sudah melayani dalam bidang apapun, jangan menyesali panggilan dan pilihan Tuhan, sebab Tuhan tidak pernah menyesali panggilan dan pilihanNya kepada kita.

Layani Tuhan sampai garis akhir dan Tuhan pasti memberkati kita, Tuhan menjadikan semuanya indah pada waktunya. Sampai garis akhir, yang terindah kita menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna.

 

Tuhan Memberkati.

 

 

 

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 081334496911

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com

JADWAL IBADAH

Rabu   :          Ibadah Pendalaman Alkitab dan

Perjamuan Suci → Pk. 17.00

Sabtu    :         Ibadah Doa Penyembahan → Pk. 16.30

Minggu :         Ibadah Raya → Pk. 10.00

            Ibadah Sekolah Minggu → Pk. 16.00

 

20250213

Kebaktian Doa Semalaman Sesi 3 Kamis, 13 Februari 2025 Pdt. Handri Otniel Legontu

 


 


Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Kita lanjutkan pelajaran Tabernakel tentang meja roti sajian.

Imamat 24:5-9

24:5 "Engkau harus mengambil tepung yang terbaik dan membakar dua belas roti bundar dari padanya, setiap roti bundar harus dibuat dari dua persepuluh efa;

24:6 engkau harus mengaturnya menjadi dua susun, enam buah sesusun, di atas meja dari emas murni itu, di hadapan TUHAN.

24:7 Engkau harus membubuh kemenyan tulen di atas tiap-tiap susun; kemenyan itulah yang harus menjadi bagian ingat-ingatan roti itu, yakni suatu korban api-apian bagi TUHAN.

24:8 Setiap hari Sabat ia harus tetap mengaturnya di hadapan TUHAN; itulah dari pihak orang Israel suatu kewajiban perjanjian untuk selama-lamanya.

24:9 Roti itu teruntuk bagi Harun serta anak-anaknya dan mereka harus memakannya di suatu tempat yang kudus; itulah bagian maha kudus baginya dari segala korban api-apian TUHAN; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya."

 

Ini adalah pembuatan dari roti sajian, dibuat dari tepung yang terbaik, dibakar menjadi roti bundar. Kita belajar proses Yesus menjadi roti yang diletakan di atas meja roti sajian menjadi makanan rohani bagi kita = proses menjadi hamba Tuhan pelayan Tuhan yang memuaskan Tuhan dan sesama.

1.      Gandum harus dikuliti. Artinya rela haknya diambil, hanya melakukan kewajiban.

2.      Ditumbuk, gandum yang bulat ditumbuk sampai menjadi tepung, sampai halus.

3.      Dibuat menjadi adonan.

4.      Dibakar

I Petrus 4:12-14

4:12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.

4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.

4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

 

Dibakar artinya rela dibakar dengan nyala api ujian sehingga menjadi roti yang matang = memiliki rohani yang matang, dewasa! Memang proses demi proses itu sakit bagi daging. Mulai dikupas diambil haknya, ditumbuk digiling, dihancurkan karakter dagingnya untuk memiliki karakter rohani, dibuat adonan bentuk lama dihilangkan sehingga bentuk rohani yang ada. Setelah itu dibakar, rela masuk sengsara tanpa dosa bersama dengan Yesus.

 

Seperti Yesus disalibkan mulai jam 9 Dia melewati panas terik bagaikan adonan yang dibakar menjadi roti. Dari bawah Dia menghadapi api kebencian dari orang-orang yang menyalibkanNya, dari atas Dia menanggung api murka Tuhan yang seharusnya untuk kita tetapi Yesus rela menanggungnya.

 

Saat kita menghadapi nyala api ujian, Roh Kudus dicurahkan kepada kita. Makin besar nyala api ujiannya, makin besar juga urapannya. Makin luar biasa nyala api ujiannya, makin luar biasa juga urapannya. Ini nilai tambah seorang hamba Tuhan pelayan Tuhan yaitu rela masuk dalam nyala api ujian, itu membuat kita memiliki urapan yang melimpah, yang meluap-luap.

 

Kegunaan urapan Roh Kudus:

a)      Memberikan kekuatan ekstra saat menghadapi nyala api ujian. Ujian bisa macam-macam, bisa sakit penyakit, bisa dibenci, dikucilkan, bisa juga sengsara dalam bentuk fisik, tetapi Roh Kudus memberi kekuatan ekstra. Ingat Sadrakh, Mesakh dan Abednego, dalam dapur api yang dipanaskan 7 kali lipat, mereka dilemparkan dengan kaki tangan terikat, tetapi dalam dapur api itu mereka bisa berjalan dengan bebas dan ada seorang menyerupai anak dewa menyertai mereka. Itu menggambarkan Roh Kudus, Roh Kemuliaan yang memberikan kekuatan kepada mereka.

b)      Membahagiakan di tengah penderitaan.

 

Jika kita kuat dan bahagia, pasti bisa sabar dan tekun dalam proses pembakaran. Sebagai contoh adalah Ayub:

Yakobus 5:10-11

5:10 Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan.

5:11 Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.

 

Ini teladan bagi kita, sabar dan tekun di dalam penderitaan. Jangan cepat-cepat keluar, nikmati pengalaman sengsara bersama dengan Yesus. Maka kehidupan kita berada dalam tangan belas kasih Yesus Imam Besar. Sepanjang malam yang lain tidur tetapi kita gunakan waktu menyembah Tuhan, kita berada di tangan belas kasiha Yesus Imam Besar, maka hasilnya terjadi pemulihan secara double, seperti Ayub mengalami pemulihan 2 kali lipat.

Ayub 42:10

42:10 Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu.

 

Kemuliaan 2 kali lipat, secara jasmani dipulihkan, hidup kita dipelihara, hidup kita dilindungi. Kita di tengah-tengah penderitaan, orang lain bilang kasihan dia, tetapi Tuhan pelihara, Tuhan lindungi kehidupan kita secara ajaib.

 

Secara rohani kita mengalami penciptaan kembali, diciptakan kembali segambar dengan Allah Tritunggal menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna.

 

Sebaliknya jika kita tidak tekun dan sabar dalam ujian maka ada akibatnya yaitu:

a)      Menjadi roti bundar yang tidak dibalik. Setengah matang, mau dimakan sakit perut, tidak dimakan sayang.

Hosea 7:8

7:8  Efraim mencampurkan dirinya di antara bangsa-bangsa, Efraim telah menjadi roti bundar yang tidak dibalik.

 

Ini akibatnya menjadi Kristen setengah matang, hamba Tuhan pelayan Tuhan setengah matang, setengah-setengah. Pelayanan yang tidak berkenan kepada Tuhan dan membuat orang lain sakit perut, tersandung. Hamba Tuhan seperti ini akan campur baur dengan kekafiran. Efraim telah mencampurkan dirinya di antara bangsa-bangsa, berarti campur baur dengan kekafiran. Kembali pada hidup kafir, tanpa kesucian, tanpa janji, tanpa pengharapan, seperti itulah hidupnya.

 

Lebih baik kalau kita sudah diperhadapkan dengan nyala api ujian cemplungkan diri saja, nikmati, supaya kita matang. Jangan setengah-setengah, akhirnya pelayanan setengah-setengah, setengah mati juga hidupnya.

 

b)      Bersungut-sungut sehingga bertemu dengan Yesus sebagai Hakim yang menghukum.

Yakobus 5:8-9

5:8 Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!

5:9 Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu.

 

Bukannya mendapat belas kasihan tetapi mendapat penghukuman Tuhan.

 

Tips untuk mampu menghadapi nyala api ujian, kita belajar dari Yesus.

Lukas 22:17-20

22:17 Kemudian Ia mengambil sebuah cawan, mengucap syukur, lalu berkata: "Ambillah ini dan bagikanlah di antara kamu.

22:18 Sebab Aku berkata kepada kamu: mulai dari sekarang ini Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur sampai Kerajaan Allah telah datang."

22:19 Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku."

22:20 Demikian juga dibuat-Nya dengan cawan sesudah makan; Ia berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu.

 

Begitu Yesus mengambil roti dan cawan yang menunjukan tubuh dan darahNya sendiri, Dia mengucap syukur. Jadi itu tips untuk mampu menghadapi proses pembakaran yaitu mengucap syukur dan menyembah Tuhan. Rotinya sudah matang, sudah siap untuk disajikan.

 

5.      Roti disusun rapi di hadapan Tuhan dan diberi kemenyan di atasnya. Tidak dibiarkan acak, tetapi disusun rapi di atas meja, ada formasinya yaitu dua susun dalam 1 meja, dua menjadi satu. Kalau kita sudah masuk proses pematangan rohani, kita diperhadapkan nyala api ujian, sebentar lagi kita sudah layak untuk dua menjadi satu, masuk pesta nikah Anak Domba Allah.

 

Jadi semua proses yang kita hadapi sekalipun sakit bagi daging arahnya untuk menjadi Mempelai Wanita Tuhan untuk Yesus Mempelai Pria Sorga. Sepanjang malam ini, sekarang menjelang fajar menyingsing, kita percaya kita tidak melakukan sesuatu yang sia-sia, tetapi kita kembali sebagai kehidupan yang dipersiapkan untuk layak menjadi Mempelai Wanita Tuhan.

 

Kemudian ada kemenyan ditaruh di atasnya, itulah suara penyembahan. Ketika pesta nikah itu digelar terdengar seruan haleluya. Gereja yang disempurnakan dari seluruh penjuru bumi, dikumpulkan di awan-awan, menyambut Yesus dengan seruan haleluya.

Wahyu 19:6-7

19:6 Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.

19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

Kerinduan kita bersama keluarga kita bisa menyambut Yesus di awan-awan.

 

Nikmatilah porses demi proses yang Tuhan izinkan terjadi dalam hidup kita, baik proses pengupasan, penggilingan, pembuatan adonan, pembakaran, sampai kita matang, disusun di hadirat Tuhan. Jadi ketika kita diperhadapkan proses demi proses, sebenarnya Tuhan sedang menata rapi hidup kita, Tuhan sedang memperindah hidup kita. Menjadi hamba Tuhan pelayan Tuhan itu berarti diperindah hidup kita.

 

Tuhan Memberkati