20130216

Kebaktian Doa, Sabtu 16 Februari 2013 Pdt. Bernard Legontu



Puji Tuhan, Salam sejahtera dalam nama Tuhan Yesus, Mempelai Pria Sorga yang kita nanti-nantikan.

Amos 1:4-5
4 Aku akan melepas api ke dalam istana Hazael, sehingga puri Benhadad dimakan habis;
5 Aku akan mematahkan palang pintu Damsyik dan melenyapkan penduduk dari Bikeat-Awen serta pemegang tongkat kerajaan dari Bet-Eden; dan rakyat Aram harus pergi sebagai orang buangan ke Kir," firman TUHAN.

Ini adalah pembalasan Tuhan dan ini menunjukkan kepada kita bahwa mata Tuhan tidak pernah tersamar melihat tindakan semua manusia di muka bumi ini. Amat terlebih yang dibicarakan di sini adalah tindakan dari Damsyik yang berusaha menghambat rencana Tuhan di dalam kehidupan umat Tuhan.

Sasaran Damsyik adalah Gilead. Gilead adalah milik dari Ruben, Gad dan separuh suku Manasye. Kalau kita melihat ini adalah upaya dari kuasa kegelapan untuk menghancurkan perjalanan gereja Tuhan. Ini bukan hanya sekedar catatan sejarah yang sudah terjadi dalam kehidupan orang-orang Gilead tetapi ini juga bermuara kepada kita gereja Tuhan.

Yang dilakukan oleh Damsyik adalah mencampakkan kota yang berkubu. Akhirnya bangsa Aram ini juga harus dibuang ke kota Kir. Ini adalah bukti pembalasan Tuhan atas sikap mereka yang menggangu kota-kota yang berkubu.

Yehezkiel 36:35
Sebaliknya mereka akan berkata: Tanah ini yang sudah lama tinggal tandus menjadi seperti taman Eden dan kota-kota yang sudah runtuh, sunyi sepi dan musnah, sekarang didiami dan menjadi kubu.

Jadi Damsyik berpikir sudah berhasil karena dia mengirik dengan irikan besi, artinya tindakan Damsyik terhadap Gilead ini sudah melampaui batas sebab irikan itu seharusnya terbuat dari kayu. Rencana dan tindakan Damsyik adalah untuk menghancurkan Gilead dan itu sudah kelewat batas. Mereka berpikir Tuhan tidak melihat dan tidak mengerti dengan perbuatan mereka. Ini adalah bagian dari cara hidup manusia yang ketika melihat orang lain dalam keadaan yang tidak menyenangkan hatinya maka dia berupaya untuk menghancurkan.
Amsal 24:17-18
24:17 Jangan bersukacita kalau musuhmu jatuh, jangan hatimu beria-ria kalau ia terperosok,
24:18 supaya TUHAN tidak melihatnya dan menganggapnya jahat, lalu memalingkan murkanya dari pada orang itu.

Zakharia 1:15
tetapi sangat besar murka-Ku terhadap bangsa-bangsa yang merasa dirinya aman, yang, sementara Aku murka sedikit, telah membantu menimbulkan kejahatan.

Kehidupan yang seperti Damsyik ini adalah kehidupan yang kegiatannya benar-benar di arah tujukan untuk menghancurkan gereja Tuhan. Untuk kita sekarang Damsyik ini menggambarkan kuasa kegelapan yang dipakai orang-orang yang tidak mengenal rencana Allah, itu sebabnya kita harus waspada.

Dalam Yehezkiel 35:36 dikatakan kota-kota yang dulu telah runtuh sekarang didiami kembali bahkan menjadi seperti taman Eden. Apa yang telah Tuhan berikan kepada kita yaitu pemulihan yang telah kita alami harus kita upayakan dan pelihara.

Adam mengupayakan dan memelihara taman di Eden. Di atas bumi ini ada Eden dan di dalam Eden ada taman yang diusahakan oleh Adam. Bumi menunjuk halaman, Eden menunjuk ruangan suci dan taman di Eden ini menunjuk ruangan maha suci. Pertemuan Tuhan dan Adam selalu di taman itu. Kalau kita tahu ada tangan Tuhan yang sudah memulihkan kita maka ada perintah dari Tuhan untuk menghusahakan dan memelihara. Jadi apa yang sudah kita capai kita pelihara dan apa yang belum kita capai kita upayakan sampai kita mencapai seluruhnya. Jangan kita puas dengan pencapaian yang belum sempurna. Jadi yang harus kita upayakan adalah mencapai kesempurnaan (Ruang Maha Suci).

Kejadian 2:8
Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu.

Sementara kita berupaya untuk memelihara disaat itu juga Damsyik berupaya untuk mengusik dan menggangu kita. Itu sebabnya kita harus berupaya untuk memelihara hal ini. Jadi Adam di Eden tidak mendapatkan semuanya gratis 100% sebab dia harus bekerja mengusahakan dan memelihara. Apalagi kita sekarang ini.

Sebagai anak Tuhan kita harus waspada terhadap kegiatan Damsyik, apalagi menghadapi kegiatan Damsyik yang keempat yang membelah perut ibu yang hamil. Ini bukan operasi untuk menyelamatkan ibu dan bayinya tetapi ini adalah upaya untuk membunuh baik bayi maupun ibu. Kita harus menjaga kelahiran baru kita sebab ajaran-ajaran kelahiran baru yang di luar Alkitab hanya menyebabkan ibu (gembala) mati dan bayi (jemaat) juga mati sehingga tidak ada lagi kesaksian. Kita sudah mengalami kelahiran baru yaitu baptisan air sesuai dengan versi Alkitab dan itu harus kita jaga dan pelihara.

Manakala kita tercemar dengan kegiatan Damsyik maka ingat akan ada pembalasan dari Tuhan. Setiap kegiatan kita entahkah itu fisik ataupun rohani akan mendapat balasan dari Tuhan. Kalau kegiatan kita menyenangkan hati Tuhan maka kita akan mendapat balasan yang menyenangkan, tetapi kalau tidak maka kita akan mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan.
Roma 2:6-11,16
6 Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya,
7 yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan,
8 tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman.
9 Penderitaan dan kesesakan akan menimpa setiap orang yang hidup yang berbuat jahat, pertama-tama orang Yahudi dan juga orang Yunani,
10 tetapi kemuliaan, kehormatan dan damai sejahtera akan diperoleh semua orang yang berbuat baik, pertama-tama orang Yahudi, dan juga orang Yunani.
11 Sebab Allah tidak memandang bulu.
16 Hal itu akan nampak pada hari, bilamana Allah, sesuai dengan Injil yang kuberitakan, akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia, oleh Kristus Yesus.

Amos 1:4
Aku akan melepas api ke dalam istana Hazael, sehingga puri Benhadad dimakan habis;
Mengapa istana Hazael dan puri Benhadad dibakar oleh Tuhan? Karena istana ini dibangun dengan cara-cara mereka sendiri dan bukan dengan cara Firman Tuhan. Pelajaran bagi kita jangan coba membangun rohani di luar Firman Allah karena pasti akan dihancurkan oleh Tuhan. 

Kita sekarang juga sedang membangun istana namun bukan secara fisik. Kita menuju ke Yerusalem Baru di mana di sana ada takhta berarti di sana ada istana. Tetapi kalau kita malah membangun istana versi Damsyik maka kelak akan dibakar oleh Tuhan. Jangan kiranya kita bekerja dalam ibadah dan pelayanan kita untuk mencapai istana kerajaan sorga tetapi dengan cara kita, kita harus mengikuti cara Firman.

Amos 1:5a
Aku akan mematahkan palang pintu Damsyik
Dikatakan Tuhan akan mematahkan palang pintu, jadi apapun kekuatan dari kegiatan yang berangkat dari pemikiran manusia itu akan dipatahkan oleh Tuhan. Hal ini berbeda dengan Tuhan sebagai pintu.
Yohanes 10:9
Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.

Tuhan adalah pintu dan tidak ada palang di situ. Demikian juga Yerusalem baru yang memiliki pintu tetapi tidak pernah ditutup lagi.
Wahyu 21:25
dan pintu-pintu gerbangnya tidak akan ditutup pada siang hari, sebab malam tidak akan ada lagi di sana;

Ada orang mengatakan di Yerusalem baru masih ada sabat itu sebabnya sekarang kita harus menghormati sabat dan merayakan sabat, padahal itu keliru. Di dunia ini saja peraturan sabat hanya ditujukan kepada bangsa Israel. Karena ada bagian orang di bagian bumi yang lain yaitu di kutub yang hanya melihat matahari dalam waktu yang singkat bahkan ada yang berhari-hari tidak melihat matahari. Padahal bicara soal sabat waktunya adalah dari terbenamnya matahari sampai hari berikutnya terbenamnya matahari. Apalagi di Yerusalem Baru tidak ada lagi malam, maka tidak akan ada lagi sabat (persoalan waktu).

Amos 1:5
Aku akan mematahkan palang pintu Damsyik dan melenyapkan penduduk dari Bikeat-Awen serta pemegang tongkat kerajaan dari Bet-Eden; dan rakyat Aram harus pergi sebagai orang buangan ke Kir," firman TUHAN.
Damsyik ini merasa mereka seperti sudah berada di Eden karena merasa telah berhasil dengan empat kegiatannya. Bet-Eden berarti rumah kesukaan. Ini adalah rumah kesukaan yang fana. Apa yang diciptakan oleh manusia itu fana.

Amos 1:5
Aku akan mematahkan palang pintu Damsyik dan melenyapkan penduduk dari Bikeat-Awen serta pemegang tongkat kerajaan dari Bet-Eden; dan rakyat Aram harus pergi sebagai orang buangan ke Kir," firman TUHAN.

Tadinya Damsyik yang meruntuhkan kota-kota tetapi akhirnya meraka yang menjadi orang buangan. Tuhan memakai Asyur untuk menjadi cambuk pembalasan bagi Damsyik.
II Raja-raja 16:9
Maka raja Asyur mendengarkan permintaannya dan maju melawan Damsyik, merebutnya dan mengangkut penduduknya tertawan ke Kir, tetapi Rezin dibunuhnya.

Jangan membangun rohani kita dengan versi kita sendiri, sebab kalau itu terjadi sebenarnya pada sisi lain kita malah meruntuhkan kerohanian kita karena membangun tidak sesuai dengan versi Firman. Ini yang harus dijaga, jangan sampai saya sebagai gembala membangun tetapi dengan cara yang di luar Firman. Kalau dalam pembangunan rumah ibadah secara fisik saja kita suka “berpantun” yaitu berbicara dengan maksud untuk mendapatkan sesuatu dari lawan bicara maka itu namanya membangun istana dengan cara sendiri. Apalagi untuk pembangunan secara rohani jangan kita berbuat demikian.

Hosea 8:14
Israel telah melupakan Pembuatnya dan telah mendirikan istana-istana; Yehuda telah memperbanyak kota-kota yang berkubu; tetapi Aku akan melepas api ke dalam kota-kota mereka, sehingga puri mereka dimakan habis.
Bukan hanya terhadap Damsyik tetapi kepada Israel dan Yehuda yang adalah umat Tuhan juga dilepaskan api terhadap kota dan purinya. Sebab mereka membangun istana di luar dari Firman Tuhan.

Kalau kita membangun istana di luar Firman maka hanya akan mengundang api, antara lain api hawa nafsu yang hanya menyebabkan rohani kita runtuh. Apalah arti rumah ibadah secara fisik dibangun dengan megah tetapi jemaat malah hancur sebab ada api hawa nafsu di dalamnya.

Bagaimana kehidupan yang tinggal di istana?
Matius 11:8
Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja.

Kalau kita menuju ke Yerusalem Baru yaitu ke istana Raja segala raja maka busana kita sudah jelas yaitu berpakaian halus. Berarti bukan lagi menampilkan hawa nafsu daging tetapi kehidupan itu dibenahi oleh Firman agar memiliki karakter Ilahi yang tumbuh dalam dirinya sehingga berpenampilan sesuai dengan yang dikatakan sebagai pakaian istana yaitu halus. Maksudnya mulai dari kata-kata kita harus diupayakan jangan menggores hati orang lain. Kalau kita mendirikan istana berarti kita adalah penghuni dari istana tersebut. Istana yang dimaksud adalah Yerusalem Baru dan penghuninya adalah kita.

Itu sebabnya kita harus menghargai kemurahan Tuhan di hari-hari terakhir ini. Untuk itu kita harus berada dalam kondisi penggembalaan. Wilayah Gilead adalah wilayah pengembalaan yang sangat subur yang membuat suku Ruben, Gad dan separuh Manasye sangat tertarik.
Bilangan 32:1
Adapun bani Ruben dan bani Gad ternaknya banyak, bahkan sangat banyak sekali. Ketika mereka melihat tanah Yaezer dan tanah Gilead, tampaklah tempat itu tempat yang baik untuk peternakan.

Ulangan 3:12-13
12 "Adapun negeri itu telah kita duduki pada waktu itu; mulai dari Aroër yang di tepi sungai Arnon, beserta setengah dari pegunungan Gilead dengan kota-kotanya aku berikan kepada orang Ruben dan orang Gad;
13 dan yang masih tinggal dari Gilead beserta seluruh Basan, kerajaan Og, yakni seluruh wilayah Argob, aku berikan kepada suku Manasye yang setengah itu. -- Seluruh Basan ini disebut negeri orang Refaim. --

Mereka harus membayar mahal untuk mendapatkan Gilead. Mereka harus ikut terlibat dahulu dalam peperangan untuk merebut tanah-tanah kanaan bagi suku-suku yang lain dan setelah itu baru mereka boleh pulang. Mereka mendapatkan tanah ini dengan pembayaran yang mahal, itu sebabnya  Damsyik mau menghancurkan kesaksian mereka dalam pergumulan untuk mendapatkan ini. Untuk menampilkan kesaksian kita ada yang sudah membayar mahal itulah Yesus. Karena Yesus sudah membayar mahal maka harus kita pertahankan.

Aram itu berarti puncak. Ini mengingatkan kita bahwa kita sudah berada pada puncak rencana Allah, kita harus menjaga kesaksian kita. Penduduk Aram dibuang ke Kir. Kir adalah kota bangsa Asyur. Mereka pergi ke Kir untuk ditawan dan dibunuh.

Apa yang ada di Gilead?
Yeremia 46:11-12
11 Pergilah ke Gilead mengambil balsam, hai anak dara, puteri Mesir! Sia-sia engkau memakai banyak obat, kesembuhan tidak akan kaudapat!
12 Bangsa-bangsa telah mendengar tentang celamu, bumi telah penuh dengan teriakmu, sebab pahlawan yang satu tersandung kepada pahlawan yang lain, keduanya rebah bersama-sama."

Ternyata Gilead ini memproduksi balsem, obat penyembuh. Dengan kata lain, sentuhan-sentuhan dari Gilead menyegarkan kerohanian. Sampai anak dara Mesir disuruh untuk ke sana tetapi mereka tidak akan mendapatkan kesembuhan sebab ini hanya ditujukan kepada anak-anak Tuhan supaya kesaksian mereka nyata karena ada kesegaran rohani.
Ini yang mau direbut oleh Damsyik yang mau menghancurkan kesegaran dan kesukaan yang ada pada kita sehingga kerohanian kita sakit terus menerus dan tidak pernah sembuh. Kalau tubuh jasmani memang semakin hari makin merosot tetapi yang rohani semakin dibaharui, semakin segar karena ada balsem.
2 Korintus 4:16-18
16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
17 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.
18 Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

Kiranya kita menjadi anak Tuhan yang ada kesaksian. Kalau dahulu kita seperti kota yang runtuh dan padang gurun yang kering sekarang kita dipulihkan oleh Tuhan dan dijadikan seperti taman Eden. Sekarang kita memelihara yang telah kita capai dan kita usahakan yang belum kita capai karena itu adalah perintah dari Tuhan bukan perintah dari manusia.
Kejadian 2:15
TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.


Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar