20130220

Kebaktian PA Yehezkiel, Rabu 20 Februari 2013 Pdt. Bernard Legontu


Salam sejahtera dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Mempelai Pria Sorga yang kita nanti-nantikan.

Yehezkiel 40:1-4
1 Dalam tahun kedua puluh lima sesudah pembuangan kami, yaitu pada permulaan tahun, pada tanggal sepuluh bulan itu, dalam tahun keempat belas sesudah kota itu ditaklukkan, pada hari itu juga kekuasaan TUHAN meliputi aku dan dibawa-Nya aku
2 dalam penglihatan-penglihatan ilahi ke tanah Israel dan menempatkan aku di atas sebuah gunung yang tinggi sekali. Di atas itu di hadapanku ada yang menyerupai bentuk kota.
3 Ke sanalah aku dibawa-Nya. Dan lihat, ada seorang yang kelihatan seperti tembaga dan di tangannya ada tali lenan beserta tongkat pengukur; dan ia berdiri di pintu gerbang.
4 Orang itu berbicara kepadaku: "Hai anak manusia, lihatlah dengan teliti dan dengarlah dengan sungguh-sungguh dan perhatikanlah baik-baik segala sesuatu yang akan kuperlihatkan kepadamu; sebab untuk itulah engkau dibawa ke mari, supaya aku memperlihatkan semuanya itu kepadamu. Beritahukanlah segala sesuatu yang kaulihat kepada kaum Israel."

Pada pasal 37 diceritakan tentang gereja yang mengalami pemulihan secara tuntas. Tetapi iblis tidak senang sehingga ada hadangan pada pasal 38 dan 39 yaitu tampilnya Gog di tanah Magog. Menjelang puncak pemulihan maka tantangan dari orang banyak akan dialami. Untuk mengatasi ini maka Tuhan menampilkan pasal 40 dan seterusnya. Jadi ini Tuhan tampilkan dimana dalam penjabaran benar-benar mengikuti bagaimana seharusnya pertumbuhan gereja Tuhan dan bagaimana kita harus menghadapi musuh-musuh yang tampil menyerang.

Tuhan memberi solusi dan solusi dari Tuhan ditampilkan pada pasal 40 ini yang tidak boleh kita abaikan yaitu Tuhan mengukur dengan ukuran dari Tuhan. Ibadah yang berhasil adalah ibadah yang kena ukuran Tuhan. Dalam Wahyu pasal 11 dituliskan tentang orang beribadah yang kena ukuran. Ini adalah kehidupan yang berhasil mengatasi serbuan orang yang banyak yang dituliskan dalam Wahyu pasal 17. Ibadah yang memakai ukuran berarti ada pola atau patron dari Tuhan yaitu Tabernakel.

Yehezkiel 40:4
Orang itu berbicara kepadaku: "Hai anak manusia, lihatlah dengan teliti dan dengarlah dengan sungguh-sungguh dan perhatikanlah baik-baik segala sesuatu yang akan kuperlihatkan kepadamu; sebab untuk itulah engkau dibawa ke mari, supaya aku memperlihatkan semuanya itu kepadamu. Beritahukanlah segala sesuatu yang kaulihat kepada kaum Israel."
Ayat ini lebih dahulu ditujukan kepada pelaksana ibadah yaitu hamba Tuhan yang dipersiapkan oleh Tuhan supaya matang. Sebagai hamba Tuhan saya tidak mau terusik dengan apapun yang terjadi karena ini adalah manuver iblis yang mau memporak-porandakan pandangan, pendengaran dan perhatian saya sebagai hamba Tuhan. Saya tahu bahwa tanggung jawab ini bukanlah sesuatu yang enteng karena tujuannya adalah sidang jemaat.

Kalau ada hamba Tuhan yang melihat dengan teliti, mendengar dengan sungguh-sungguh dan memperhatikan dengan baik maka itu adalah hamba Tuhan yang dikhususkan oleh Tuhan untuk membawa jemaat masuk pada ukuran Tuhan. Itu sebabnya sebagai hamba Tuhan saya harus mengamati dengan teliti apa yang ada di sekitar supaya jangan kita terkontaminasi.

Yohanes 10:16-17
16 Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.
17 Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali.

Ada empat sikap gembala:
1.      Mengawasi
2.      Memelihara
3.      Memperhatikan dengan seksama
4.      Menyelidik dari dekat dengan sikap sungguh-sungguh

Mengawasi di sini bukan hanya sebatas kepada sidang jemaat tetapi terhadap apa yang akan membahayakan sidang jemaat, jangan ada angin pengajaran palsu (tidak sehat) yang masuk yang membahayakan sidang jemaat.

Kalau hamba Tuhan tidak memperhatikan apa yang lebih dahulu Tuhan berikan kepadanya, bagaimana dia bisa bersikap seperti 4 hal di atas terhadap sidang jemaat. Allah memberitahukan kepada hamba Tuhan untuk memiliki 3 kriteria ini seperti yang ditulis dalam Yehezkiel 40:4
1.      Memiliki ketelitian dalam apa yang Allah perlihatkan.
2.      Memiliki kesungguhan hati terhadap apa yang didengar dari Tuhan.
3.      Mempunyai perhatian yang serius/baik terhadap apa yang Allah nyatakan.

Semua hamba Tuhan memiliki majikan yang sama yaitu Tuhan namun mengapa terjadi perbedaan? Karena ada hamba Tuhan yang tidak serius. Tetapi justru hamba Tuhan yang memiliki tiga kriteria diatas tadi yang seringkali dicela oleh yang lain yang tidak memiliki 3 kriteria ini. Tetapi tidak usah marah sebab Tuhan Yesus sendiri saja dikata-katai oleh yang lain dan Ia tidak tersinggung. Ketika Yesus menampilkan Firman tentang penggembalaan Ia malah dikatakan gila dan kerasukan setan.
Yohanes 10:19-20
19 Maka timbullah pula pertentangan di antara orang-orang Yahudi karena perkataan itu. Banyak di antara mereka berkata:
20 "Ia kerasukan setan dan gila; mengapa kamu mendengarkan Dia?"

Yesaya dalam pelayanannya dari pasal 1 sampai pasal 5 ternyata masih salah di hadapan Tuhan sehingga pada pasal ke 6 Tuhan membaharui kontrak pelayanannya. Katakanlah pelayanannya sudah berjalan puluhan tahun namun dalam keadaan najis. Tetapi ketika dia dikoreksi oleh Tuhan dia tidak marah dan menerima. Ini bukti hamba Tuhan yang mau dikoreksi, yang mau memiliki kriteria di atas (Yehezkiel 40:4).

Demikian juga dengan Yeremia yang dikoreksi oleh Tuhan dan dia menerima Firman dua kali/ganda, berarti pelayanannya benar-benar mau dibawa oleh Tuhan pada pelayanan dua menjadi satu. Yeremia berkali-kali dikoreksi oleh Tuhan dan dia menerima. Jadi kelemahan-kelemahan itu memang ada tetapi jangan tetap tinggal dalam kelemahan. Yang penting mau atau tidak kita dikoreksi oleh Tuhan.

Ketika masuk pada Yehezkiel pasal 40 dimana kemenangan itu harus direalisasikan dalam bentuk ibadah yang ada pola maka terlebih dahulu pelayan itu dituntut oleh Tuhan untuk memiliki tiga kriteria di atas tadi.

Yehezkiel 40:46
dan bilik yang mukanya menghadap ke utara, adalah bagi imam-imam yang bertugas di mezbah; mereka ini adalah bani Zadok dan hanya golongan inilah dari bani Lewi yang boleh mendekat kepada TUHAN untuk menyelenggarakan kebaktian."

Zadok artinya adil, benar dan setia. Ini adalah alamat pengirim surat kepada sidang jemaat Filadelfia dan Laodekia. Dengan kata lain Tuhan mempedulikan kepada jemaat yang dalam kondisi rohani seperti jemaat Filadelfia maupun yang sudah seperti jemaat Laodekia Tuhan memberikan lawatan supaya yang kondisi rohaninya seperti Filadelfia semakin dikuatkan dan yang seperti Laodekia diangkat menjadi sama seperti Filadelfia. Jemaat Laodekia tidak marah tetapi menerima koreksi Firman. Yang disurati oleh Tuhan adalah gembala sidang jemaat agar mereka memiliki tiga kriteria supaya umat Tuhan yang dia layani teratasi segala masalah rohaninya dan bertumbuh menuju pada kesempurnaan.

Yang aneh kalau dikoreksi oleh Firman Tuhan tetapi malah marah. Itu sama dengan menepis tangan Tuhan. Memang akan ada tantangan saat menyampaikan pembukaan rahasia Firman Tuhan. Itu adalah efek sampingnya. Yang jadikan Firman itu sebagai sandungan.
Yesaya 8:13-15
13 Tetapi TUHAN semesta alam, Dialah yang harus kamu akui sebagai Yang Kudus; kepada-Nyalah harus kamu takut dan terhadap Dialah harus kamu gentar.
14 Ia akan menjadi tempat kudus, tetapi juga menjadi batu sentuhan dan batu sandungan bagi kedua kaum Israel itu, serta menjadi jerat dan perangkap bagi penduduk Yerusalem.
15 Dan banyak di antara mereka akan tersandung, jatuh dan luka parah, tertangkap dan tertawan."

Efesus 6:19
juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil,

Di sini ada kerja sama antara hamba Tuhan dan anak Tuhan yang mendukung gembalanya lewat doa, sebab hamba Tuhan ini menghadapi banyak penentang.
I Korintus 16:8-9
8 Tetapi aku akan tinggal di Efesus sampai hari raya Pentakosta,
9 sebab di sini banyak kesempatan bagiku untuk mengerjakan pekerjaan yang besar dan penting, sekalipun ada banyak penentang.

Ada ukuran yang dipakai oleh Tuhan dalam Yehezkiel pasal 40 yaitu sebatang tongkat sepanjang 6 hasta di mana ukuran hastanya lebih panjang 1 tapak tangan dari hasta biasa. Jadi kalau ada 6 hasta berarti tongkat itu lebih panjang 6 tapak tangan dari hasta biasa. Ini bukanlah ukuran manusia tetapi ukuran ketetapan Tuhan.

Begitu masuk pada pintu gerbang kita diperhadapkan dengan kamar-kamar jaga.
Yehezkiel 40:6,10,12,19-22,24
6 Lalu ia sampai di pintu gerbang yang menghadap ke timur dan menaiki tangganya, ia mengukur ambang dari pintu gerbang itu: satu tongkat lebarnya.
10 Mengenai kamar-kamar jaga yang di pintu gerbang sebelah timur itu ada tiga kamar pada tiap sisi; ketiga-tiganya sama ukurannya dan kedua tiang tembok pada kedua sisi sama juga ukurannya.
12 Di bagian muka dari kamar-kamar jaga itu ada sekatan, yang berukuran satu hasta dan demikian juga ukuran sekatan di sebelah yang lain. Dan ukuran kamar jaga itu adalah enam hasta pada kedua belah pihak.
19 Kemudian ia mengukur lebar pelataran itu dari sebelah dalam pintu gerbang bawah sampai sebelah luar pintu gerbang dalam: seratus hasta. Lalu ia berjalan di depanku menuju ke utara
20 dan sungguh, ada pintu gerbang yang menghadap ke utara, yang termasuk pelataran luar. Ia mengukur panjang dan lebarnya.
21 Kamar jaganya, tiga sebelah-menyebelah, tiang-tiang tembok dan balai gerbangnya adalah seukuran dengan pintu gerbang pertama: lima puluh hasta panjangnya dan lebarnya dua puluh lima hasta.
22 Jendela-jendelanya, balai gerbangnya dan gambar-gambar pohon kormanya seukuran juga dengan pintu gerbang yang menghadap ke timur. Orang dapat naik ke situ melalui tangga yang tujuh tingkat dan balai gerbangnya ada sebelah dalam.
24 Kemudian ia membawa aku menuju selatan, sungguh, ada sebuah pintu gerbang yang menghadap ke selatan; ia mengukur kamar-kamar jaganya, tiang-tiang temboknya dan balai gerbangnya, ukurannya sama saja dengan yang lain-lain.

Pada ketiga pintu gerbang baik yang di timur, utara dan selatan ada tiga kamar jaga yang sama ukurannya. Begitu kita masuk ada penjaga kita dan harus kita menjaga hubungan kita dengan penjaga kita.
Mazmur 121:1-5
1 Nyanyian ziarah. Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku?
2 Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.
3 Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap.
4 Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel.
5 TUHANlah Penjagamu, TUHANlah naunganmu di sebelah tangan kananmu.

Mengapa Tuhan tampil sebagai penjaga? Karena kita ada dalam pengalaman menghadapi orang banyak. Tiga kamar ini menunjuk Bapa, Anak dan Roh yaitu Tuhan Yesus Kristus. Yang harus kita perhatikan adalah kita harus segera masuk selama pintu terbuka sebab penjagaan Tuhan adalah terhadap kita yang ada di dalam bukan yang ada di luar pintu. Berbicara pintu selalu berbicara dua suasana yaitu bisa dibuka dan bisa ditutup. Akan ada waktunya Tuhan menututup pintu ketika Tuhan sudah melaluinya.
Yehezkiel 44:1-2
1 Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu gerbang luar dari tempat kudus, yang menghadap ke timur; gerbang ini tertutup.
2 Lalu TUHAN berfirman kepadaku: "Pintu gerbang ini harus tetap tertutup, jangan dibuka dan jangan seorang pun masuk dari situ, sebab TUHAN, Allah Israel, sudah masuk melaluinya; karena itu gerbang itu harus tetap tertutup.

Jangan kita leha-leha, jangan tunggu Tuhan masuk sebagai penutup barisan dan kita tidak memiliki kesempatan lagi. Jangan kita main-main dalam persoalan ibadah pelayanan.
Yesaya 58:8
Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu.
Berarti semua berakhir bila kemuliaan Tuhan sudah menutup perjalanan (pertumbuhan) gereja Tuhan.

Mumpung sekarang masih terbuka waktu untuk kita terlibat dalam ibadah dan pelayanan mari kita manfaatkan. Ibadah itu ada ukurannya yang tidak bisa kita langkahi, bukan hanya sekedar digelar. Ukurannya adalah dengan sebatang buluh dan Tuhan Yesus sendiri ada pengalaman dengan sebatang buluh. Di mana Tuhan tidak salah tetapi dipersalahakan. Kita saja sudah salah tetap kadang tidak mau dipersalahkan. Sekarang ini rohani kita sudah harus kuat dan tegar, jangan persoalan kecil malah dibesar-besarkan. Padahal masalah yang besar diupayakan mengecil dan yang kecil diupayakan supaya hilang.

Pintu gerbang itu memiliki tujuh tingkat anak tangga.
Yehezkiel 40:22-26
22 Jendela-jendelanya, balai gerbangnya dan gambar-gambar pohon kormanya seukuran juga dengan pintu gerbang yang menghadap ke timur. Orang dapat naik ke situ melalui tangga yang tujuh tingkat dan balai gerbangnya ada sebelah dalam.
23 Di pelataran dalam ada sebuah pintu gerbang yang berhadapan dengan pintu gerbang utara sama seperti halnya dengan pintu gerbang timur; ia mengukur dari pintu gerbang sampai pintu gerbang: seratus hasta.
24 Kemudian ia membawa aku menuju selatan, sungguh, ada sebuah pintu gerbang yang menghadap ke selatan; ia mengukur kamar-kamar jaganya, tiang-tiang temboknya dan balai gerbangnya, ukurannya sama saja dengan yang lain-lain.
25 Sekeliling pintu gerbang itu dan balai gerbangnya ada jendela-jendela, yang sama dengan yang lain-lain; panjang pintu gerbang itu lima puluh hasta dan lebarnya dua puluh lima hasta.
26 Tangga ke situ adalah tujuh tingkat, dan balai gerbangnya ada sebelah dalam. Pada pintu gerbang itu juga, di tiang-tiang temboknya, terukir gambar pohon-pohon korma, satu batang di sebelah sini dan satu batang di sebelah sana.

Setiap pintu ada 7 anak tangga yang harus dilewati. Ini menunjuk rohani yang ada peningkatan, itu adalah rohani yang mengarah pada ukuran Tuhan. Jangan memiliki rohani yang diam di tempat.

Tetapi ada anak tangga yang mempunyai 8 anak tangga. Itu adalah anak tangga di balai gerbang.
Yehezkiel 40:31,34,37
31 Balai gerbangnya adalah sebelah pelataran luar dan pada tiang-tiang temboknya terukir gambar pohon-pohon korma dan tangganya ke atas ada delapan tingkat.
34 Balai gerbangnya adalah sebelah pelataran luar dan pada tiang-tiang temboknya terukir gambar pohon-pohon korma, sebelah sini dan sebelah sana, dan tangganya ke atas ada delapan tingkat.
37 Balai gerbangnya adalah sebelah pelataran luar, dan pada tiang-tiang temboknya terukir gambar pohon-pohon korma, sebelah sini dan sebelah sana, dan tangganya ke atas ada delapan tingkat.

Balai ini sama dengan serambi. Di serambi ini ada tempat pembicaraan atau yang disebut sharing yang gunanya untuk meningkatkan kerohanian. Rohani kita harus meningkat terus sampai pada kesempurnaan. Kalau kita melihat ada teman yang lemah rohaninya maka hentarlah ke balai gerbang supaya bersama kita mendorong untuk meningkatkan mutu rohani kita.

Tiga kali disebut tangga yang 8 trap.
3x8=24, angka 24 menunjuk kematangan rohani.
Bagaimana kita bisa masuk ukuran kalau rohani kita tidak matang? Bagaimana kita bisa meraih kemuliaan secara penuh kalau rohani kita tidak matang. Kalau Firman hanya kita dengar begitu saja dan tidak masuk dalalm praktek maka ketika kita kena cobaan maka hancurlah kerohanian kita. Mengapa kerohanian kita mengalami kehancuran? Karena tidak mau naik, tidak mau belajar dengan pengalaman yang sudah dilalui.

Yohanes 10:22-25
22 Tidak lama kemudian tibalah hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem; ketika itu musim dingin.
23 Dan Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo.
24 Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: "Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami."
25 Yesus menjawab mereka: "Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku,

Kenapa ada diserambi/balai, tetapi terus-menerus ada dalam kebimbangan, ada dalam ketidak pastian? Kenapa hidup tidak ada kepastian? Karena tidak mau naik anak tangga. Padahal di sana ada pokok kurma. Angka 8 adalah angka pembaharuan yang ditandai dengan pokok kurma, artinya harus terus ada peningkatan yang ditandai dengan kemenangan.

Pokok Kurma itu tidak menarik tetapi merupakan gambaran bagi anak-anak Tuhan.
Mazmur 92:13-16
13 Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon;
14 mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita.
15 Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar,
16 untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya.

Kalau kita tidak tertanam maka kapan bisa berbuah. Itu sebabnya kita harus naik tangga/kerohanian kita harus naik. Tanda rohani kita naik adalah tidak mau tinggal dalam kebimbangan, selalu berupaya mencari jalan keluar sebab prihatin dengan rohani kita.

Penjaga kita tidak pernah terlelap, berarti Tuhan terus memperhatikan kita. Oleh sebab itu kita harus memperhatikan 4 hal karena berhadapan dengan yang tidak pernah terlelap.
Markus 13:33-37
33 "Hati-hatilah dan berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu bilamanakah waktunya tiba.
34 Dan halnya sama seperti seorang yang bepergian, yang meninggalkan rumahnya dan menyerahkan tanggung jawab kepada hamba-hambanya, masing-masing dengan tugasnya, dan memerintahkan penunggu pintu supaya berjaga-jaga.
35 Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu bilamanakah tuan rumah itu pulang, menjelang malam, atau tengah malam, atau larut malam, atau pagi-pagi buta,
36 supaya kalau ia tiba-tiba datang jangan kamu didapatinya sedang tidur.
37 Apa yang Kukatakan kepada kamu, Kukatakan kepada semua orang: berjaga-jagalah!"

1.      Hati-hati.
2.      Kita tidak tahu kapan waktu kedatangan Tuhan untuk menutup pintu.
3.      Jangan Tidur.
4.      Kita harus berjaga-jaga secara keseluruhan.

Begitu ada angin cobaan yang menerpa, kita harus berhati-hati jangan sampai rohani kita hancur dan bukannya malah kita membiarkan rohani kita ambruk. Firman itu hidup buktinya setelah kita mendengar Firman maka ujiannya sebentar lagi datang.
Kadang kala ketika kita berhati-hati orang lain yang tidak mengambil sikap seperti itu malah berbicara miring tentang kita. Tetapi karena hukuman Tuhan tidak langsung dijatuhkan maka mereka tetap saja berbuat demikian dan tidak mau berhati-hati.
Pengkhotbah 8:11
Oleh karena hukuman terhadap perbuatan jahat tidak segera dilaksanakan, maka hati manusia penuh niat untuk berbuat jahat.

Sebagai hamba Tuhan saya harus berhati-hati karena dari 3 kriteria yang harus dimiliki oleh hamba Tuhan sasaran adalah umat Tuhan. Jadi hamba Tuhan hanya saluran dan tujuan akhir Tuhan adalah umat Tuhan. Kalau jemaat tidak menikmati apa yang menjadi rencana Allah dalam dirinya dan tidak tergiring ke sana itu terjadi karena yang gembala yang menjadi saluran malah menyumbat hal itu. Tetapi kalau mereka bisa menikmati pasti dapat mengucap syukur karena ada yang menjadi penyalur rencana Allah kepada mereka.

Yehezkiel 40:46
dan bilik yang mukanya menghadap ke utara, adalah bagi imam-imam yang bertugas di mezbah; mereka ini adalah bani Zadok dan hanya golongan inilah dari bani Lewi yang boleh mendekat kepada TUHAN untuk menyelenggarakan kebaktian."

Untuk membawa umat masuk pada ukuran Tuhan percayakan pada pelayan Tuhan dari bani Zadok. Imam Zadok ini tampil pada zaman Daud. Ada dua ciri yang harus dimiliki hamba Tuhan yang dikatergorikan Tuhan sebagai imam dari bani Zadok.

1.      Zadok tampil sebagai pendukung Daud dan pendukung Salomo.
Daud menggambarkan Kristus dalam penderitaan dan Salomo menggambarkan Kristus dalam kemuliaan. Imam Zadok adalah nama yang pertama disebut oleh Daud ketika akan melantik Salomo sebagai raja.
I Raja-raja 1:32, 34, 38, 44, 45
32 Lagi kata raja Daud: "Panggillah imam Zadok, nabi Natan dan Benaya bin Yoyada." Mereka masuk menghadap raja,
34 Imam Zadok dan nabi Natan harus mengurapi dia di sana menjadi raja atas Israel; kemudian kamu meniup sangkakala dan berseru: Hidup raja Salomo!
38 Lalu pergilah imam Zadok, nabi Natan dan Benaya bin Yoyada, dengan orang Kreti dan orang Pleti, mereka menaikkan Salomo ke atas bagal betina raja Daud dan membawanya ke Gihon.
44 Raja telah menyuruh supaya imam Zadok, dan nabi Natan dan Benaya bin Yoyada, dengan orang Kreti dan orang Pleti, menyertai Salomo dan mereka menaikkan dia ke atas bagal betina raja.
45 Imam Zadok, dan nabi Natan mengurapi dia di Gihon menjadi raja, dan dari sana mereka sudah pulang dengan bersukaria, sehingga kota menjadi ribut, itulah bunyi yang kamu dengar tadi.

Lima kali Zadok disebut-sebut. Dia tidak beranjak, tidak berubah! Model hamba Tuhan seperti inilah yang Tuhan cari untuk membawa sidang jemaat masuk pada ukuran.

Dipihak Adonia ada imam Abyatar yang akhirnya dipecat oleh Salomo. Abyatar adalah imam terakhir dari keturunan imam Eli dan keturunan imam Eli melayani Tuhan hanya untuk sepotong roti dan sekeping uang perak. Sepotong roti berarti tidak satu ketul roti, tidak utuh. Artinya pelayanannya tidak akan utuh, tidak akan masuk dalam ukuran satu ketul kalau sasaran pelayanan hanya untuk keping uang perak.
I Samuel 2:36
Kemudian siapa yang masih tinggal hidup dari keturunanmu akan datang sujud menyembah kepadanya meminta sekeping uang perak atau sepotong roti, dan akan berkata: Tempatkanlah kiranya aku dalam salah satu golongan imam itu, supaya aku dapat makan sekerat roti."

2.      Zadok tetap setia berada dekat dengan tabut
II Samuel 15:24-25
24 Dan lihat, juga Zadok ada di sana beserta semua orang Lewi pengangkat tabut perjanjian Allah. Mereka meletakkan tabut Allah itu -- juga Abyatar ikut datang -- sampai seluruh rakyat dari kota selesai menyeberang.
25 Lalu berkatalah raja kepada Zadok: "Bawalah tabut Allah itu kembali ke kota; jika aku mendapat kasih karunia di mata TUHAN, maka Ia akan mengizinkan aku kembali, sehingga aku akan melihatnya lagi, juga tempat kediamannya.

2 kali Daud mengalamai kudeta yang dilakukan oleh anaknya dan Zadok tetapi eksis membela Daud. Yang pertama adalah Absalom dan yang kedua adalah Adonia. Keduanya selalu memakai 50 orang yang berlari di depannya. 50 ini angka pantekosta. Berarti dari depan menonjolkan pantekosta tetapi di dalamnya ada roh kudeta, ada roh perampasan hak dan sekaligus membelokkan jalur.

Baik Adonia maupun Absalom memiliki penampilan yang menarik, memukau dan memikat. Tetapi jangan kita melihat secara luar, kita harus melihat karakter di dalamnya, apakah memiliki ketelitian, apakah memiliki kesungguhan hati, apakah memiliki perhatian yang serius dari apa yang Allah berikan?
Banyak orang tidak sadar datang berpihak kepada Absalom padahal tidak mengerti yang sebenarnya. Jangan sampai kita berada pada satu komunitas tetapi kita tidak tahu arah dan tujuan dari komunitas tersebut.
II Samuel 15:11
Beserta Absalom turut pergi dua ratus orang dari Yerusalem, orang-orang undangan yang turut pergi tanpa curiga dan tanpa mengetahui apa pun tentang perkara itu.

Zadok artinya benar, adil dan setia dan ini yang Tuhan cari. Apakah kita setia terhadap Kristus dalam derita sengsaraNya dan setia sampai Tuhan datang dalam kemuliaanNya?
Marilah kita berusaha untuk menaiki anak tangga / berusaha meningkatkan kerohanian dan mengalami pembaharuan sampai wujud Allah nyata dalam diri kita.
Kolose 3:10
dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;

Kita masih banyak kekurangan tetapi kalau kita mau terus dibaharui dan setia seperti Zadok maka suatu saat kita tampil sempurna ketika Tuhan Yesus datang pada kali yang kedua.


Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar