20130223

Kebaktian Doa, Sabtu 23 Februari 2013 Pdt. Bernard Legontu


Salam sejahtera dalam nama Tuhan Yesus Kristus,

Amos 1:6-8
6 Beginilah firman TUHAN: "Karena tiga perbuatan jahat Gaza, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka telah mengangkut ke dalam pembuangan suatu bangsa seluruhnya, untuk diserahkan kepada Edom,
7 Aku akan melepas api ke dalam tembok Gaza, sehingga purinya dimakan habis;
8 Aku akan melenyapkan penduduk dari Asdod dan pemegang tongkat kerajaan dari Askelon; Aku akan mengacungkan tangan-Ku melawan Ekron, sehingga binasalah sisa-sisa orang Filistin," firman Tuhan ALLAH.

Gaza, Asdod, Askelon dan Ekron semuanya adalah wilayah orang Filistin.
Filistin artinya pengembara. Dalam pengertian lain adalah tidak memiliki perhentian.

Anak Tuhan yang tidak memiliki roh perhentian dalam hatinya akan selalu galau, gunda gulana, tidak pernah tenang dan kacau balau perasaannya itu berarti sama dengan Filistin. Roh inilah yang diinginkan iblis untuk masuk dalam diri anak Tuhan dan hamba Tuhan. Jadi ketika kita tidak mengalami ketenangan, ketika hati kita galau segeralah kita mohon kepada Raja damai, Tuhan di atas segala sabat/perhentian, itulah Yesus, supaya hati kita mengalami ketenangan.

Berbicara Gaza, Asdod, Askelon dan Ekron sama dengan berbicara orang Filistin.
Yeremia 47:1,4,5
1 Firman TUHAN yang datang kepada nabi Yeremia mengenai orang Filistin, sebelum Firaun mengalahkan Gaza.
4 oleh karena telah tiba harinya untuk membinasakan semua orang Filistin, dan melenyapkan bagi Tirus dan Sidon setiap penolong yang masih tinggal. Sungguh, TUHAN akan membinasakan orang Filistin, yakni sisa orang yang datang dari pulau Kaftor.
5 Gaza telah menjadi gundul, Askelon telah menjadi bungkam; hai Asdod, sisa orang Enak, berapa lama lagi engkau menoreh-noreh diri?

Yosua 13:3
mulai dari sungai Sikhor di sebelah timur Mesir sampai ke daerah Ekron ke arah utara -- semuanya itu terhitung tanah orang Kanaan --; ada lima raja kota orang Filistin, yakni di Gaza, di Asdod, di Askelon, di Gat dan di Ekron --; dan orang Awi

Alasan Tuhan menghukum Filistin secara menyeluruh adalah karena 4 perbuatan jahatnya.
Amos 1:6
Beginilah firman TUHAN: "Karena tiga perbuatan jahat Gaza, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku:

Berbiara tentang Filistin berarti bicara tentang roh yang suka mengganggu anak-anak Tuhan.Bila roh ini ada dalam diri kita maka ini menjadi alasan untuk Tuhan menghukum kita. Pada kesempatan ini akan dibicarakan 3 dari 4 perbuatan jahat Filistin.
1.      Kejadian 26:14-15, 18-22
14 Ia mempunyai kumpulan kambing domba dan lembu sapi serta banyak anak buah, sehingga orang Filistin itu cemburu kepadanya.
15 Segala sumur, yang digali dalam zaman Abraham, ayahnya, oleh hamba-hamba ayahnya itu, telah ditutup oleh orang Filistin dan ditimbun dengan tanah.
18 Kemudian Ishak menggali kembali sumur-sumur yang digali dalam zaman Abraham, ayahnya, dan yang telah ditutup oleh orang Filistin sesudah Abraham mati; disebutkannyalah nama sumur-sumur itu menurut nama-nama yang telah diberikan oleh ayahnya.
19 Ketika hamba-hamba Ishak menggali di lembah itu, mereka mendapati di situ mata air yang berbual-bual airnya.
20 Lalu bertengkarlah para gembala Gerar dengan para gembala Ishak. Kata mereka: "Air ini kepunyaan kami." Dan Ishak menamai sumur itu Esek, karena mereka bertengkar dengan dia di sana.
21 Kemudian mereka menggali sumur lain, dan mereka bertengkar juga tentang itu. Maka Ishak menamai sumur itu Sitna.
22 Ia pindah dari situ dan menggali sumur yang lain lagi, tetapi tentang sumur ini mereka tidak bertengkar. Sumur ini dinamainya Rehobot, dan ia berkata: "Sekarang TUHAN telah memberikan kelonggaran kepada kita, sehingga kita dapat beranak cucu di negeri ini."  

Sumur pertama digali dan diberi nama Esek artinya perselisihan.
Karena orang Filistin mengatakan sumur itu milik mereka. Ini adalah perkerjaan dari Filistin yang berupaya supaya umat Tuhan jangan sampai makmur secara jasmani dan rohani. Dia mau berusaha menggencet kehidupan kita supaya kerohanian kita hancur. Kalau menanggapinya berarti kita sekongkol dengan roh Filistin maka sama dengan kita mengundang murka Allah dalam diri kita. Jangan sampai kita disusupi persoalan-persoalan yang menimbulkan perselisihan yang sebenarnya mengundang hukuman Allah kepada kita.

Sumur kedua digali dan diberi nama Sitna yang artinya pertengkaran.
Karena terjadi pertengkaran antara hamba-hamba Ishak dengan orang Filistin. Namun sikap Ishak yang rohani adalah dia tidak menanggapinya, Ishak malah mengalah sebab itu juga adalah sifat dari bapanya yaitu Abraham. Bukankah kita juga keturunan Abraham?
Roma 4:16
Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab Abraham adalah bapa kita semua, --

Galatia 3:29
Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.

Kalau memang benar demikian kenapa sifat tabiat Abraham ini tidak muncul dalam diri kita, kenapa kita tidak mau mengalah dan bahkan berusaha untuk mencari cara supaya kita yang menang, selalu orang lain yang kita salahkan.

Ishak meninggalkan sumur Esek dan Sitna. Berarti dia meninggalkan roh perselisihan dan tidak mau membuka hati pada pertengkaran akhirnya Tuhan memberikan sumur yang ketiga yang diberi nama Rehobot. Rehobot artinya lapang/luas.

Kejadian 26:22
Ia pindah dari situ dan menggali sumur yang lain lagi, tetapi tentang sumur ini mereka tidak bertengkar. Sumur ini dinamainya Rehobot, dan ia berkata: "Sekarang TUHAN telah memberikan kelonggaran kepada kita, sehingga kita dapat beranak cucu di negeri ini."  
Beranak cucu berarti berkembang. Kalau kita memiliki hati yang lapang dan luas maka rohani kita bisa berkembang. Ini pertanda kita tidak berada dalam perbuatan jahat Gaza yang pertama.

Dua sumur dirampas maka Tuhan memberikan dua sumur yang luar biasa kepada Ishak.
Kejadian 26:33
Lalu dinamainyalah sumur itu Syeba. Sebab itu nama kota itu adalah Bersyeba, sampai sekarang.

Syeba artinya janji.
II Korintus 7:1
Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.

Kalau sudah mendapat janji maka ada bayarannya yaitu kita harus mau kedua sisi kehidupan kita (jasmani dan rohani) untuk disucikan dan akhirnya disempurnakan agar menjadi mempelai wanita Tuhan yang layak untuk jumpa dengan Tuhan Yesus Mempelai Pria Sorga.

Akhirnya raja Gerar yang berbuat salah kepada Ishak malah berusaha mencari Ishak untuk berdamai. Ini raja kafir tetapi mau berdamai, mengapa kita anak Tuhan malah tidak mau berdamai!
Kejadian 26:26-30
26 Datanglah Abimelekh dari Gerar mendapatkannya, bersama-sama dengan Ahuzat, sahabatnya, dan Pikhol, kepala pasukannya.
27 Tetapi kata Ishak kepada mereka: "Mengapa kamu datang mendapatkan aku? Bukankah kamu benci kepadaku, dan telah menyuruh aku keluar dari tanahmu?"
28 Jawab mereka: "Kami telah melihat sendiri, bahwa TUHAN menyertai engkau; sebab itu kami berkata: baiklah kita mengadakan sumpah setia, antara kami dan engkau; dan baiklah kami mengikat perjanjian dengan engkau,
29 bahwa engkau tidak akan berbuat jahat kepada kami, seperti kami tidak mengganggu engkau, dan seperti kami semata-mata berbuat baik kepadamu dan membiarkan engkau pergi dengan damai; bukankah engkau sekarang yang diberkati TUHAN."
30 Kemudian Ishak mengadakan perjamuan bagi mereka, lalu mereka makan dan minum.
31 Keesokan harinya pagi-pagi bersumpah-sumpahanlah mereka. Kemudian Ishak melepas mereka, dan mereka meninggalkan dia dengan damai.

Orang yang tidak mau berdamai mencemooh korban Kristus dan hukuman pasti menanti. Lebih baik kita memanfaatkan mumpung korban Kristus masih berlaku untuk kita sampai sekarang.
1 Yohanes 2:1-2
1 Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil.
2 Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.



Kejadian 26:25
Sesudah itu Ishak mendirikan mezbah di situ dan memanggil nama TUHAN. Ia memasang kemahnya di situ, lalu hamba-hambanya menggali sumur di situ.
Kalau kita mau dijaga dan dilindungi maka kita harus membangun mezbah dan memanggil nama Tuhan. Jangan sampai kita tidak memiliki sifat seperti Ishak sehingga kita dikalahkan oleh Filistin.

2.      Hakim-hakim 16:4-5
4 Sesudah itu Simson jatuh cinta kepada seorang perempuan dari lembah Sorek yang namanya Delila.
5 Lalu datanglah raja-raja kota orang Filistin kepada perempuan itu sambil berkata: "Cobalah bujuk dia untuk mengetahui karena apakah kekuatannya demikian besar, dan dengan apakah kami dapat mengalahkan dia dan mengikat dia untuk menundukkannya. Maka kami masing-masing akan memberikan seribu seratus uang perak kepadamu."

Istri Simson yang dari Timna merengek-rengek kepada Simson untuk mengetahui arti dari teka-teki karena dia takut dengan ancaman orang Filistin. Tetapi Delila lebih parah, yang dia cari tahu bukan persoalan teka-teki tetapi sumbernya yang ia cari tahu. Ingin tahu teka-teki berarti ingin tahu pembukaan rahasia Firman tetapi dengan maksud ingin memojokkan. Ingin tahu sumbernya berarti ingin tahu dari bagaimana sampai Firman dibukakan rahasianya.

Yang pertama berbuat karena takut pada ancaman yang kedua berbuat karena cinta akan uang sehingga terjadi pembelokkan rencana Tuhan dalam diri mereka. Dua hal ini akan mencuat pada akhir zaman dan orang yang dikuasai hal ini akan mengundang murka Tuhan. Jangan kita dikalahkan oleh dua roh ini.

a)      Takut pada ancaman
I Petrus 3:5-6
5 Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya,
6 sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman.

Kita disebut calon istri Anak Domba Allah. Kalau kita menyakini calon suami kita penuh kuasa dan kita berada di bawah pengaruh kuasaNya maka kita tidak perlu takut dengan ancaman apapun.
Ibrani 13:6
Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: "Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?"

b)      Cinta akan uang
Ibrani 13:5
Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."

3.      I Samuel 5:1-5
1 Sesudah orang Filistin merampas tabut Allah, maka mereka membawanya dari Eben-Haezer ke Asdod.
2 Orang Filistin mengambil tabut Allah itu, dibawanya masuk ke kuil Dagon dan diletakkannya di sisi Dagon.
3 Ketika orang-orang Asdod bangun pagi-pagi pada keesokan harinya, tampaklah Dagon terjatuh dengan mukanya ke tanah di hadapan tabut TUHAN; lalu mereka mengambil Dagon dan mengembalikannya ke tempatnya.
4 Tetapi ketika keesokan harinya mereka bangun pagi-pagi, tampaklah Dagon terjatuh dengan mukanya ke tanah di hadapan tabut TUHAN, tetapi kepala Dagon dan kedua belah tangannya terpenggal dan terpelanting ke ambang pintu, hanya badan Dagon itu yang masih tinggal.
5 Itulah sebabnya para imam Dagon dan semua orang yang masuk ke dalam kuil Dagon tidak menginjak ambang pintu rumah Dagon yang di Asdod, sampai hari ini.

Hal ketiga yang membuat Tuhan murka kepada orang Filistin adalah karena mereka menyamakan peti perjanjian dengan Dagon.

Peti perjanjian terdiri dari peti dan tutup peti. Petinya terbuat dari kayu penaga yang disalut luar dalam dengan emas murni dan tutup peti terbuat dari emas murni. Ini menunjuk persekutuan Kristus dengan gerejaNya yang sekarang tampil dalam berita Kabar Mempelai.

Jangan kita menyamakan Kabar Mempelai dengan faktor-faktor yang lain. Karena mereka memaksakan mensejajarkan, akhirnya kepala dagon terpenggal, tangannya terlepas dan dia jatuh. Artinya kalau kita menyamakan Kabar Mempelai dengan perakara yang lain maka kita akan kehilangan kepala (pengajaran yang benar) dan pendirian pasti hancur.

Buktikan kita memiliki Firman dari Abraham, Ishak dan Yakub yang menunjuk Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus. Jangan kita memutuskan segala sesuatu dengan cara daging, tetapi harus dengan cara Firman. Biarlah kita belajar diam saat mengalami perselisihan dan pertengkaran, jangan kita malah membenarkan diri kesana kemari sehingga kita salah di hadapan Tuhan dan akhirnya mendapat hukuman. Orang yang diam dan tidak mau terlibat dalam perselisihan disertai oleh Tuhan dan akhirnya mendapatkan perdamaian.


Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar