20130203

Kebaktian Umum, Minggu 3 Februari 2013 Pdt. Bernard Legontu


Bersama istri saya menyampaikan salam sejahtera kepada kita sekalian dan selamat kita memandang Tuhan di dalam FirmanNya.

Gembala adalah yang bertanggung jawab untuk membawa umat Tuhan kepada Yesus Mempelai Pria Sorga. Gembala bagaikan suami pura-pura dalam sidang jemaat untuk umat kepada suami yang sesungguhnya itulah Yesus. Itu sebabnya kita harus belajar untuk menghargai gembala dan tunduk dalam penggembalaan Firman Tuhan.

Zakharia 1:7-9
7 Pada hari yang kedua puluh empat dari bulan yang kesebelas -- itulah bulan Syebat -- pada tahun yang kedua zaman Darius datanglah firman TUHAN kepada nabi Zakharia bin Berekhya bin Ido, bunyinya:
8 "Tadi malam aku mendapat suatu penglihatan: tampak seorang yang menunggang kuda merah! Dia sedang berdiri di antara pohon-pohon murad yang di dalam jurang; dan di belakangnya ada kuda-kuda yang merah, yang merah jambu dan yang putih.
9 Maka aku bertanya: Apakah arti semuanya ini, ya tuanku? Lalu malaikat yang berbicara dengan aku itu menjawab: Aku ini akan memperlihatkan kepadamu apa arti semuanya ini!

Sesudah Firman yang didengar, kita meningkat pada Firman yang dilihat. Jadi ada Firman yang di dengar dan ada Firman yang dilihat. Firman ini ditujukan kepada bangsa Yahudi karena tidak ada Firman yang dipercayakan kepada bangsa non Yahudi.
Mazmur 147:19-20
19 Ia memberitakan firman-Nya kepada Yakub, ketetapan-ketetapan-Nya dan hukum-hukum-Nya kepada Israel.
20 Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, dan hukum-hukum-Nya tidak mereka kenal. Haleluya!

Roma 3:1-3
3:1 Jika demikian, apakah kelebihan orang Yahudi dan apakah gunanya sunat?
3:2 Banyak sekali, dan di dalam segala hal. Pertama-tama: sebab kepada merekalah dipercayakan firman Allah.
3:3 Jadi bagaimana, jika di antara mereka ada yang tidak setia, dapatkah ketidaksetiaan itu membatalkan kesetiaan Allah?

Tatanan apapun yang dibuat oleh bangsa kafir ketika belum menerima Yesus sebagai Tuhan dan JuruselamatNya maka semua aturan itu berangkat dari aturan orang mati. Karena sebelum kenal Yesus kita ini disebut oleh Firman adalah orang mati.
Efesus 2:1,5
1 Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.
5 telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita -- oleh kasih karunia kamu diselamatkan --

Kolose 2:13
Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita,

Jadi tidak ada sedikitpun hukum yang bisa kita katakan itu dari Tuhan karena Firman hanya dipercayakan kepada bangsa Israel.

Kalau sekarang ini setelah Kristus Yesus datang ke dunia dan mengorbankan tubuh, jiwa dan rohNya untuk seluruh umat manusia maka kepada kita bangsa kafir yang telah percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat, diberi tahu rahasia dari Firman yang dulu dipercayakan kepada bangsa Israel. Jadi alangkah tidak terpujinya kalau kita ini bangsa kafir malah menolak pembukaan rahasia Firman.

Pada hari Zakharia menerima Firman maka pada malam itu dia mendapatkan penglihatan. Bangsa Israel yang dilawati oleh Tuhan dengan Firman tidak hidup selama-lamanya bahkan banyak yang binasa karena tidak menerima Firman, demikian juga nabi-nabi yang menyampaikan Firman tidak hidup sampai selama-lamanya namun ada satu yang kekal itulah Firman. Itu sebabnya jangan kita bersikap melawan Firman sebab Firman itu kekal dan kita tidak kekal. Kalau tidak bersama dengan Firman, di luar Tuhan kita tidak akan kekal dan akan mati untuk selama-lamanya dalam lautan api neraka, itulah kematian yang kedua.
1 Yohanes 2:17
Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.


Sekarang ini Firman sedang dibukakan rahasianya di mana kita sedang digiring untuk bertemu dengan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga dan gereja Tuhan sedang digarap oleh Firman dan Roh Kudus untuk menjadi Mempelai Wanita lewat pelayanan gembala, ini adalah rahasia Allah yang besar, jangan kita tolak.

Kisah Para Rasul 14:16
Dalam zaman yang lampau Allah membiarkan semua bangsa menuruti jalannya masing-masing,

Jadi bangsa lain di luar bangsa Yahudi mengikuti jalan atau ajarannya sendiri-sendiri, yang dikenal dengan adat istiadat. Itulah jalan nenek moyang kita sebelum mengenal Firman Tuhan. Ayub mengatakan itu jalan orang jahat.
Ayub 22:15
Apakah engkau mau tetap mengikuti jalan lama, yang dilalui orang-orang jahat,

Sebab itu dalam surat Roma dikatakan bangsa kafir akan dihakimi dan dihukum sesuai jalannya itu, karena adat istiadat.

Pada tanggal 17 Juni 1987 pdt. In Juwono dalam pemberitaan Firman Allah mengatakan :
“Gereja Tuhan kehilangan bentuk hanya karena adat istiadat”.

Banyak orang mempertahankan adat tetapi jangan mimpi akan menjadi mempelai wanita Tuhan, orang seperti itu akan terhuyung-huyung pada masa 3,5 tahun siksaan antikristus.

Kita ini hanya bangsa kafir yang telah ditolong oleh Tuhan, oleh korban Kristus. Itu sebabnya busana kita Tuhan atur sampai memiliki busana mempelai.
Wahyu 19:7-8
7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.
8 Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]

Pakaian lenan halus mempelai wanita Tuhan berkilau-kilauan artinya luar dan dalam sama. Beda dengan pakaian lenan mempelai iblis yang tidak berkilau-kilauan
Wahyu 18:16
mereka berkata: "Celaka, celaka, kota besar, yang berpakaian lenan halus, dan kain ungu dan kain kirmizi, dan yang dihiasi dengan emas, dan permata dan mutiara, sebab dalam satu jam saja kekayaan sebanyak itu sudah binasa."

dan berakhir dipermalukan.
Wahyu 17:16
Dan kesepuluh tanduk yang telah kaulihat itu serta binatang itu akan membenci pelacur itu dan mereka akan membuat dia menjadi sunyi dan telanjang, dan mereka akan memakan dagingnya dan membakarnya dengan api.

Markus 9:3
dan pakaian-Nya sangat putih berkilat-kilat. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang dapat mengelantang pakaian seperti itu.
Berarti di dunia ini ada pakaian putih yang dikelantang tetapi tidak sama dengan pakaian Yesus dan pakaian mempelai wanitaNya. Jadi ada kesucian imitasi, ada kekudusan yang bohong, itu buatan manusia dan itu berangkat dari adat istiadat.

Allah tidak mau memakai sistem manusia, Allah hanya mau memakai sistem Sorga. Jangan kita mengejar kesucian seperti pakaian putih yang dikelantang, kesucian buatan manusia. Jangan pakai busana lain, pakailah tatanan dari sorga. Jangan merasa kita sebagai bangsa kafir juga dahulu menerima Firman dari Tuhan.
I Tawarikh 16:26
Sebab segala allah bangsa-bangsa adalah berhala, tetapi TUHANlah yang menjadikan langit.

Ini yang harus kita perhatikan baik-baik supaya jangan kita menjadi kehidupan Kristen yang tidak mengarah pada kegenapan rencana Allah karena dihadang oleh iblis. Upaya iblis untuk menghadang rencana Allah tidak ada habis-habisnya tetapi rencana Allah pasti akan digenapkan dan beresiko tinggi kalau kita mau masuk dalam rencana Allah.
Roma 9:28
Sebab apa yang telah difirmankan-Nya, akan dilakukan Tuhan di atas bumi, sempurna dan segera."

Ketika Tuhan Yesus mengoreksi keadaan bangsa Israel maka orang Farisi malah mengatakan bahasa Yesus membuat mereka tersandung. Dan perkataan ini juga yang mencuat di akhir zaman ini.
Matius 15:12-13
12 Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Engkau tahu bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi?"
13 Jawab Yesus: "Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya.

Yang dianggap orang-orang Farisi dan ahli Taurat sebagai sandungan adalah ketika Yesus berbicara tentang perintah Allah yang bertentangan dengan adat istiadat. Tuhan Yesus tidak kaget kalau ada orang yang tersandung mendengar perkataanNya karena hal itu juga sudah dinubuatkan oleh nabi Yesaya.
Yesaya 8:11-15
11 Sebab beginilah firman TUHAN kepadaku, ketika tangan-Nya menguasai aku, dan ketika Ia memperingatkan aku, supaya jangan mengikuti tingkah laku bangsa ini:
12 "Jangan sebut persepakatan segala apa yang disebut bangsa ini persepakatan, dan apa yang mereka takuti janganlah kamu takuti dan janganlah gentar melihatnya.
13 Tetapi TUHAN semesta alam, Dialah yang harus kamu akui sebagai Yang Kudus; kepada-Nyalah harus kamu takut dan terhadap Dialah harus kamu gentar.
14 Ia akan menjadi tempat kudus, tetapi juga menjadi batu sentuhan dan batu sandungan bagi kedua kaum Israel itu, serta menjadi jerat dan perangkap bagi penduduk Yerusalem.
15 Dan banyak di antara mereka akan tersandung, jatuh dan luka parah, tertangkap dan tertawan."

Bagi orang yang tetap mempertahankan adat istiadat maka Firman Tuhan ini memang menjadi batu sandungan. Itu sebabnya kebenaran Firman Tuhan adalah untuk diterima, bukan untuk dilawan atau ditantang.

Jauh-jauh hari Simeon telah melihat ada orang yang jatuh karena menolak Firman Tuhan.
Lukas 2:34
Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan

Matius 15:13
Jawab Yesus: "Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya.

Mengapa harus dicabut? Karena di ladang tidak boleh ada dua jenis tanaman.
Imamat 19:19
Kamu harus berpegang kepada ketetapan-Ku. Janganlah kawinkan dua jenis ternak dan janganlah taburi ladangmu dengan dua jenis benih, dan janganlah pakai pakaian yang dibuat dari pada dua jenis bahan.

Mengapa tidak boleh ada dua jenis benih? Karena hasil ladang akan dibawa ke tempat yang kudus. Artinya Tuhan mau membawa kita menjadi mempelaiNya, tetapi kalau dalam kehidupan kita ada dua jenis tanaman maka pasti gagal untuk dibawa ke sana.
Ulangan 22:9
Janganlah kautaburi kebun anggurmu dengan dua jenis benih, supaya seluruh hasil benih yang kautaburkan dan hasil kebun anggurmu jangan menjadi milik tempat kudus.

Sebelum Tuhan memperlihatkan bencana yang akan menimpa dunia maka terlebih dahulu ditampilkan FirmanNya. Kalau kita menghargai Firman maka kita tidak akan kena kuda merah, kuda hitam dan kuda hijau kuning. Kalau mau selamat dari kengerian yang ada di depan ini maka hargai benih Firman yang satu itu!

Dalam kitab Wahyu berkali-kali disebutkan tentang kuda. Berbicara tentang kuda ada dua pengertian secara rohani.
1.      Berbicara tentang kegerakan Roh Kudus.
2.      Berbicara tentang hawa nafsu daging.

Jangan hamba Tuhan mengira sudah berdiri di belakang mimbar maka otomatis membawa jemaat masuk ke sorga tetapi jangan sampai malah menggiring jemaat masuk neraka! Mengapa bisa terjadi? Karena di dalam gereja ada dua macam benih! Firman yang disampaikan tidak murni lagi.

Sebelum bencana datang maka jauh hari Tuhan sudah memberikan peringatan. Zakharia melayani menjelang masa gelap itulah masa antara nabi Maleakhi dan kelahiran Tuhan Yesus yang waktunya adalah ± 400 tahun. ± 2500 tahun yang lampau Tuhan sudah memberikan peringatan akan datangnya kuda merah berarti penggenapannya sudah dekat dengan waktu kita sekarang ini.

Amos 3:7
Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi.
Itu sebabnya hamba Tuhan dipakai oleh Tuhan untuk menyuarakan Firman kepada kita untuk memperingatkan kita. Namun ada yang menyepelehkan hal ini.

Ulangan 22:9-12
9 Janganlah kautaburi kebun anggurmu dengan dua jenis benih, supaya seluruh hasil benih yang kautaburkan dan hasil kebun anggurmu jangan menjadi milik tempat kudus.
10 Janganlah engkau membajak dengan lembu dan keledai bersama-sama.
11 Janganlah engkau memakai pakaian yang dua jenis bahannya, yakni bulu domba dan lenan bersama-sama.
12 Haruslah engkau membuat tali yang terpilin pada keempat punca kain penutup tubuhmu."

Lembu binatang halal dan keledai binatang haram yang menunjuk kekafiran. Artinya dalam gereja jangan ditampilkan Firman Tuhan tetapi kekafiran (adat istiadat) juga ditampilkan bahkan lebih dominan.

Kuda merah itu terhenti pada pokok murad. Sehebat apapun bencana yang akan datang tidak akan dapat mencapai anak Tuhan yang bagaikan pokok murad, yaitu yang sudah mengalami keubahan. Pokok murad ini digunakan dalam pesta pondok daun-daunan.
Nehemia 8:16
dan bahwa di semua kota mereka dan di Yerusalem harus disampaikan berita dan pengumuman yang berbunyi: "Pergilah ke gunung, ambillah daun pohon zaitun, daun pohon minyak, daun pohon murad, daun pohon korma dan daun dari pohon-pohon yang rimbun guna membuat pondok-pondok sebagaimana tertulis."

Untuk mendapatkan daun pohon-pohonan untuuk pesta pondok daun-daunan bangsa Israel harus naik ke gunung. Pesta pondok daun-daunan menunjuk penyingkiran gereja. Gunung ini menunjuk gunung Golgota. Pokok murad hanya kita dapatkan di Golgota karena di sanalah Tuhan sudah menanggung segala sengat dosa kita.
Amsal 8:13
Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.

Yang Yesus kerjakan di Golgota adalah menanggung segala kejahatan kita.
Yesaya 53:4-5
4 Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.
5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.

Pohon murad dan semak duri tidak dapat tumbuh berdampingan. Tuhan Yesus sudah menanggung dosa kita yang bagaikan duri supaya kita bisa memiliki pokok murad. Kuda itu terhenti pada pokok murad yang menunjuk anak Tuhan yang menghargai korban Kristus sehingga tidak ada duri di dalam dirinya, tidak ada lagi kejahatan di dalam dirinya sebab telah dibenarkan dan disucikan oleh kebenaran Firman Allah.
Ibrani 12:10-11
10 Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.
11 Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.

Dulu kita bangga dengan kejahatan kita. Jangan kita malah bercerita untuk membangga-banggakan dosa kita, itu roh Sodom! Itulah orang yang tidak naik ke gunung Golgota.       
Yesaya 3:9
Air muka mereka menyatakan kejahatan mereka, dan seperti orang Sodom, mereka dengan terang-terangan menyebut-nyebut dosanya, tidak lagi disembunyikannya. Celakalah orang-orang itu! Sebab mereka mendatangkan malapetaka kepada dirinya sendiri.

Yehezkiel 16:49-50
49 Lihat, inilah kesalahan Sodom, kakakmu yang termuda itu: kecongkakan, makanan yang berlimpah-limpah dan kesenangan hidup ada padanya dan pada anak-anaknya perempuan, tetapi ia tidak menolong orang-orang sengsara dan miskin.
50 Mereka menjadi tinggi hati dan melakukan kekejian di hadapan-Ku; maka Aku menjauhkan mereka sesudah Aku melihat itu.

Yang diperbuat oleh Sodom adalah:
1.      Kecongkakkan. Pengertiannya yang lebih dalam adalah menolak pengenalan yang benar akan Tuhan.
II Korintus 10:5
Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,

2.      Makanan yang berlimpah-limpah artinya dia tidak merasa berkekurangan baik secara jasmani maupun secara rohani.

3.      Kesenangan hidup artinya hidup jemawa.
Lukas 16:19,23-24
19 "Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan.
23 Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.
24 Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.

Orang kaya ini semasa hidupnya tidak memiliki belas kasihan, ketika meninggal malah menuntut belas kasihan. Sudah di dalam neraka tetapi tabiatnya dahulu semasa hidup suka memerintah orang masih juga sama ketika di neraka masih mau memerintah orang.

4.      Melakukan kekejian.

Hal ini jangan terjadi dalam kehidupan kita. Marilah kita melihat pada diri kita yang kalau bukan karena Tuhan Yesus yang telah terpaku di Golgota maka segala kejahatan kita tidak ada yang bisa menanggung. Hanya Yesus yang bisa menanggung duri (dosa) kita supaya kita memiliki murad dan kuda merah tidak bisa melewatinya.


Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar