20140906

Kebaktian Doa, Sabtu 6 September 2014 Pdt. Bernard Legontu

Salam sejahtera di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Amos 6:5-7
6:5 yang bernyanyi-nyanyi mendengar bunyi gambus, dan seperti Daud menciptakan bunyi-bunyian bagi dirinya;
6:6 yang minum anggur dari bokor, dan berurap dengan minyak yang paling baik, tetapi tidak berduka karena hancurnya keturunan Yusuf!
6:7 Sebab itu sekarang, mereka akan pergi sebagai orang buangan di kepala barisan, dan berlalulah keriuhan pesta orang-orang yang duduk berjuntai itu."

Ternyata rasa aman yang palsu ini justru dikaitkan dengan mengabaikan keturunan Yusuf. Jadi dengan kata lain apalah arti ibadah pelayanan yang nampaknya disertai dengan urapan (karena dikatakan berurap dengan minyak yang paling baik) dan memuja menyembah Tuhan menurut petunjuk raja Daud, tetapi Tuhan mengatakan mereka memiliki rasa aman yang palsu.

Ketika mereka memuja dan memuji Tuhan dalam ibadah pelayanan, ada minyak urapan baru tetapi itu masih dicela oleh Tuhan. Jadi urapan itu bukan ukuran, itu bukan standar Tuhan, itu hanya sarana. Tujuan akhir tidak mereka mengerti karena tidak memikirkan nasib keturunan Yusuf. Jadi yang diberi penekanan Tuhan dalam ibadah adalah supaya keturunan Yusuf ini tidak terabaikan dan itu tujuan utama.

Dari 12 suku Israel, Tuhan memperlakukan keturunan Yusuf secara khusus. Bahkan untuk menjaga keturunan Yusuf ini secara special Tuhan memberikan seorang muda yang kuat dan tangkas, rajin untuk memberikan mereka rasa nyaman. Kalau Tuhan melihat sesuatu yang khusus terhadap suku Yusuf dan suku-suku lain tidak melirik terhadap yang khusus menurut Tuhan ini maka sekalipun mereka beribadah dan melayani dalam urapan itu tidak ada artinya.

I Raja-raja 11:28
11:28 Yerobeam adalah seorang tangkas; ketika Salomo melihat, bahwa orang muda itu seorang yang rajin bekerja, maka ditempatkannyalah dia mengawasi semua pekerja wajib dari keturunan Yusuf.

Ini adalah perhatian spesial Tuhan terhadap keturunan Yusuf. Siapa sebenarnya keturunan Yusuf ini? Di dalam pengajaran Kabar Mempelai, Yusuf ini adalah gambaran lemah atau gambaran yang belum mencapai puncaknya.dari sidang jemaat yang disebut Mempelai Wanita Tuhan. Mari kita melihat lebih dahulu bagaimana kehidupan Yusuf ini. Dia adalah kehidupan yang tidak setuju dengan perbuatan-perbuatan jahat dari saudaranya alias kehidupan yang benci kejahatan.
Amsal 8:13
8:13 Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.

Kejadian 37:2
37:2 Inilah riwayat keturunan Yakub. Yusuf, tatkala berumur tujuh belas tahun -- jadi masih muda -- biasa menggembalakan kambing domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya, anak-anak Bilha dan Zilpa, kedua isteri ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya.

Yusuf bukan cari muka, tetapi dia tidak setuju kalau ada kejahatan. Di sini diperlihatkan bahwa Yusuf ini adalah orang yang membenci kejahatan. Ini yang ada pada Yusuf dan inilah ciri sidang Mempelai. Mungkin kita sekarang ini belum secara penuh seperti itu tetapi hati nurani kita ada ikhtiar, ada minat untuk tidak mau melakukan itu. Walaupun tidak mau melakukan namun sekarang ini masih juga kecolongan.

Kalau ciri ini dan kita memuji memuja Tuhan dengan petunjuk raja Daud dan dengan berurap maka tentu itu tidak akan dicela oleh Tuhan. Tetapi apalah artinya memuja dan memuji Tuhan dengan mengikuti petunjuk raja Daud tetapi tidak pernah memikirkan apa sebenarnya tujuan utama dari ibadah. Jangan beribadah hanya untuk berpuas diri, itu bukan tujuan utama. Kita beribadah untuk mewujudkan Tubuh Kristus yaitu Mempelai Wanita Tuhan, itulah yang memuaskan Tuhan, yang menggirangkan hati Tuhan.
Yesaya 62:5
62:5 Sebab seperti seorang muda belia menjadi suami seorang anak dara, demikianlah Dia yang membangun engkau akan menjadi suamimu, dan seperti girang hatinya seorang mempelai melihat pengantin perempuan, demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu.

Yusuf ini juga adalah pribadi yang dilecehkan dan dipecundangi baik dari luar maupun dari sesama keluarganya tetapi dia tidak pernah menyimpan rasa sakit hati. Setelah Yusuf menjadi orang nomor dua di Mesir, sebenarnya dia ada peluang untuk memanggil Potifar beserta istrinya untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mereka yang membuat Yusuf masuk dalam penjara tetapi Yusuf tidak melakukannya. Kalau ada roh mempelai dalam diri kita maka kita tidak akan setuju dengan kejahatan dan tidak akan menyimpan rasa sakit hati/ balas dendam.

Itu sebabnya agar ibadah kita tidak hanya sekedar kita lakoni dan memuji Tuhan dengan aturan raja Daud maka kita harus memiliki roh Mempelai. Ada beberapa petunjuk raja Daud dalam memuji Tuhan, antara lain:
1.      Ada tepuk tangan
2.      Ada sorak
3.      Ada kata “amin”
4.      Ada kata “haleluyah”
5.      Menyanyikan satu lagu berulang-ulang
6.      Ada sukacita
7.      Ada kegirangan

Apalah artinya itu semua ada kalau kita tidak menaruh prioritas tujuan ibadah kita untuk menjadi sidang mempelai yaitu kehidupan yang memiliki roh mempelai. Ketika kita tampil menjadi Mempelai Wanita Tuhan ketika itulah Tuhan merasa puas.

Jangan kita menari dalam ibadah tetapi tidak mengkondisikan diri seperti apa kata Firman Tuhan dan hanya menari sebagai aksen dalam ibadah. Bagaimana seharusnya tari-tarian menurut Firman Tuhan.
Kidung Agung 6:13
6:13 Kembalilah, kembalilah, ya gadis Sulam, kembalilah, kembalilah, supaya kami dapat melihat engkau! Mengapa kamu senang melihat gadis Sulam itu seperti melihat tari-tarian perang?

Orang yang menari dalam roh adalah orang yang benar-benar bertobat dan menang menghadapi berbagai  tantangan. Menari itu ada hubungannya dengan menang dalam peperangan. Dikatakan Sulamit menari karena ada kemenangan, artinya roh mempelai itu memberikan kemenangan, menang atas dagingnya. Sekarang ini menari dalam gereja hanya dijadikan tata cara ibadah yang dalam bahasa latinnya disebut liturgi.
Yesaya 9:2
9:2 Engkau telah menimbulkan banyak sorak-sorak, dan sukacita yang besar; mereka telah bersukacita di hadapan-Mu, seperti sukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorak di waktu membagi-bagi jarahan.

Membagi-bagi jarahan berarti ada kemenangan. Bagaimana bisa membagi jarahan kalau kalah, kalau kalah berarti dia yang dijarah. Jadi menari itu tidak salah. Yang salah kalau menari padahal tidak menang, menipu diri sendiri. Orang yang menang itulah yang menari.

Pengertian menari itu adalah penampilan seutuh tubuh. Jadi menari dalam pengertian rohani adalah anak Tuhan yang menampilkan seutuh tubuh untuk hormat kemuliaan bagi nama Tuhan. Ada yang menari tetapi malah menghadirkan celaka. Contohnya anak tiri Herodes, setelah dia menari malah menyebabkan Yohanes Pembaptis dipancung. Jadi yang banyak terjadi dalam gereja Tuhan sekarang ini adalah menari tetapi Kepala (Tuhan) dan tubuh (sidang jemaat) menjadi putus. Mengapa itu terjadi? Karena sekalipun menari dengan petunjuk raja Daud tetapi mereka tidak bisa menerima koreksi Firman, menolak Firman Pengajaran.

Hari-hari terakhir ini jangan kita kejebak. Ada orang yang menari yang mengatakan jangan menghina mereka sebab kalau menghina orang yang menari maka yang menghina itu akan jadi mandul sama seperti Milka, istri Daud. Padahal  harus dikoreksi tariannya benar atau tidak.

Jadi menari itu ada dua kemungkinan. Menari positif disertai dengan menjarah berarti ada tanda kemenangan. Yang menjadi dasar kemenangan karena ada terang.
Yesaya 9:1
9:1 Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar.

Telah melihat terang yang besar berarti tidak ada kegelapan dalam diri orang itu. Itulah yang membuatnya menjadi menang, menang menghadapi kegelapan.

Perhatian Tuhan secara khusus adalah terhadap keturunan Yusuf.
Zakharia 10:6
10:6 Aku akan membuat kuat kaum Yehuda, dan Aku menyelamatkan keturunan Yusuf. Aku akan membawa mereka kembali, sebab Aku menyayangi mereka; dan keadaan mereka seakan-akan tidak pernah ditolak oleh Aku, sebab Akulah TUHAN, Allah mereka, dan Aku akan menjawab mereka.

Jadi Yehuda diambil dan begitu juga Yusuf. Keduanya ini diambil karena keduanya ada kemiripannya. Yusuf ini sempat dijual dan Yehuda adalah kehidupan yang membela saudara-saudaranya serta tidak mencari keuntungan dirinya sendiri.  

Maukah kita membuat Tuhan girang, maukah kita membuat Tuhan bersukacita, maukah kita membuat Tuhan bergembira? Coba saudara renungkan apakah saudara memiliki roh Yusuf. Kalau itu ada berarti saudara bisa membuat Tuhan bergirang dan bersukacita. Kehidupan yang memiliki roh Yusuf mendapat prioritas dari Tuhan, dia akan mendapatkan pelayanan yang utama dari Tuhan dan tidak akan dibiar.

Orang Israel di zaman nabi Amos ini, mengukur rasa aman dengan kelimpahan harta duniawi. Dengan itu mereka menyimpulkan bahwa ibadah mereka diterima oleh Tuhan. Yang benar adalah: kita difasiliasi Tuhan dalam hidup setiap hari dan betapa indahnya kalau Tuhan memberi penekanan dalam dirinya bahwa ada roh Mempelai.

Kalau seseorang sudah hidup begitu susah mencari nafkah di dunia ini, kemudian tidak lagi memiliki roh Mempelai, orang seperti itu rugi dua kali. Kalau kita memiliki kelimpahan secara jasmani kemudian tidak melupakan keturunan Yusuf berarti memiliki roh mempelai maka itu sudah lebih hebat lagi.

Tidak mungkin orang yang mendapat prioritas dari Tuhan akan hidup susah sengsara. Tidak mungkin orang yang memiliki roh Mempelai dibiarkan Tuhan untuk dipecundangi oleh antikristus sebab Tuhan Yesus bukanlah suami seperti itu. Tuhan Yesus tidak mungkin membiarkan saudara sebab dia mendapatkan sukacita dan kegirangan dari kehidupan saudara. Itu sebabnya bawalah kehidupan saudara untuk menggembirkan hati Tuhan. Bertepuk tanganlah dan menyanyilah dengan sukacita dan bukan karena terpaksa karena dalam dirimu ada roh Mempelai. Jangan terganggu memuji Tuhan karena figur pemimpin pujian. Kita menyanyi dalam ibadah bukan memuji pemimpin pujian tetapi untuk memuji dan memuja Tuhan.

Sebenarnya tekat kita hanya satu saja “saya mau menyenangkan Mempelai Laki-laki Sorga” dengan perilaku yang disucikan. Kalau itu ada dalam diri saudara maka saudara adalah keturunan Yusuf dan Tuhan pasti tidak akan suka melihat orang lain melecehkan saudara. Tuhan tidak akan sudi orang lain merendahkan saudara, Tuhan pasti akan membela.

Berkat Yusuf itu semuanya yang istimewa.
Ulangan 33:13
33:13 Tentang Yusuf ia berkata: "Kiranya negerinya diberkati oleh TUHAN dengan yang terbaik dari langit, dengan air embun, dan dengan air samudera raya yang ada di bawah;

Pada ayat di atas langsung disebut dua macam berkat yaitu berkat rohani (langit) maupun berkat jasmani (yang di bawah). Kalau ada roh Mempelai maka Tuhan pasti memberikan berkat rohani dan berkat jasmani, utamanya berkat rohani.

Ulangan 33:14-16
33:14 dengan yang terbaik dari yang dihasilkan matahari, dan dengan yang terbaik dari yang ditumbuhkan bulan;
33:15 dengan yang terutama dari gunung-gunung yang sejak dahulu, dan dengan yang terbaik dari bukit-bukit yang berabad-abad,
33:16 dan dengan yang terbaik dari bumi serta segala isinya; dengan perkenanan Dia yang diam dalam semak duri. Biarlah itu semuanya turun ke atas kepala Yusuf, ke atas batu kepala orang yang teristimewa di antara saudara-saudaranya.

Lima kali disebut “terbaik”, satu kali disebutkan “terutama” dan satu kali disebutkan “teristimewa”. Berarti ada 7 kali. 7 hal inilah yang hilang dari bangsa Israel karena mereka tidak memprioritaskan keturunan Yusuf. Kalau kita memiliki roh Mempelai maka kita akan memiliki 7 hal ini.

Pada zaman Musa begitu besar perhatian Tuhan terhadap keturunan Yusuf. Itu terjadi lagi pada zaman Yehezkiel.
Yehezkiel 47:13
47:13 Beginilah firman Tuhan ALLAH: "Inilah batas-batas tanah yang kamu harus bagi-bagi menjadi milik pusakamu di antara kedua belas suku Israel. Yusuf mendapat dua bagian.

Berarti Yusuf mendapatkan perhatian dua pribadi pada satu Yusuf, dua menjadi satu. Itu sebabnya Yusuf ini adalah gambaran lemah dari sidang Mempelai.

Saya percaya saudara mempunyai minat, mempunyai iktiar, mempunyai kerinduan hati untuk seperti Yusuf ini, itu sebabnya kita harus menggumuli. Kalau kita tersandung atau menjadi lemas di tengah jalan, asalkan kita ada kerinduan hati, ada ikhtiar dan berusaha untuk menggumuli maka Tuhan pasti membawa kita ke sana.

Kehidupan yang memiliki roh Mempelai, itulah yang membuat hati Tuhan girang. Jangan karena kita melayani lalu kita puas maka kita mengira Tuhan juga merasa puas, belum tentu Tuhan dipuaskan. Kalau ada roh Mempelai dalam diri kita itulah yang membuat Tuhan puas dan sifat tabiat Yusuf akan tumbuh dalam diri kita.

Kita semua rindu untuk memiliki dua bagian milik pusaka. Dua bagian milik pusaka ini bukan hanya untuk suku Yusuf tetapi untuk semua imam-imam.
Yesaya 61:7
61:7 Sebagai ganti bahwa kamu mendapat malu dua kali lipat, dan sebagai ganti noda dan ludah yang menjadi bagianmu, kamu akan mendapat warisan dua kali lipat di negerimu dan sukacita abadi akan menjadi kepunyaanmu.

Yesaya 61:7 (Terjemahan lama)
61:7 Akan ganti malumu kamu akan beroleh hormat dua lapis dan akan ganti kecelaan mereka itu akan bersorak-sorak sebab untungnya. Maka oleh sebab itu dalam negerinya mereka itu akan mempunyai suatu bahagian pusaka yang dua lapis dan kesukaan yang kekal akan menjadi bahagiannya.


Tuhan Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar