20140917

Kebaktian PA Yehezkiel, Rabu 17 September 2014 Pdt. Bernard Legontu


Salam sejahtera di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Yehezkiel 47:6-12
47:6 Lalu ia berkata kepadaku: "Sudahkah engkau lihat, hai anak manusia?" Kemudian ia membawa aku kembali menyusur tepi sungai.
47:7 Dalam perjalanan pulang, sungguh, sepanjang tepi sungai itu ada amat banyak pohon, di sebelah sini dan di sebelah sana.
47:8 Ia berkata kepadaku: "Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar,
47:9 sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup.
47:10 Maka penangkap-penangkap ikan penuh sepanjang tepinya mulai dari En-Gedi sampai En-Eglaim; daerah itu menjadi penjemuran pukat dan di sungai itu ada berjenis-jenis ikan, seperti ikan-ikan di laut besar, sangat banyak.
47:11 Tetapi rawa-rawanya dan paya-payanya tidak menjadi tawar, itu menjadi tempat mengambil garam.
47:12 Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis; tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus itu. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat."

Sifat Tubuh Kristus adalah fellowship atau bersandar. Itu sebabnya jangan besandar pada bambu yang pantah karena akan melukai lengan atau melukai bahu. Kalau lengan yang luka berarti pelayanan tidak mungkin akan maksimal dan tidak akan mencapai kesempurnaan. Kalau bahu yang luka berarti tanggung jawab tidak akan maksimal, berarti tidak akan mencapai kesempurnaan.

Kita berada pada kegerakan akhir zaman. Sifat kegerakan sekarang ini masih bersifat kegerakan berdeklamasi atau naik turun, itu tidak dapat kita sangkali.

Ada anjuran Tuhan pada ayat yang keenam.
Yehezkiel 47:6
47:6 Lalu ia berkata kepadaku: "Sudahkah engkau lihat, hai anak manusia?" Kemudian ia membawa aku kembali menyusur tepi sungai.

Arti nama Yehezkiel adalah yang dikuatkan oleh Tuhan. Yang disalibkan oleh yehezkiel ada pada ayat satu sampai ayat yang kelima. Ketika dia menyusuri tepi sungai maka dia melihat hasil dari kegerakkan pada ayat satu sampai ayat kelima.

Berbicara “Sudahkah engkau lihat” ini menunjuk pandangan dari Yehezkiel yang dikoreksi oleh Tuhan. Di sini Tuhan memeriksa kembali apakah dia paham apa yang ada pada ayat satu sampai pada ayat kelima.

Dalam kitab Wahyu hanya ada 3 pasal yang tidak tercantum perkataan “aku melihat”. Dengan demikian kitab Wahyu dibuka dengan “aku melihat” pada pasal satu dan ditutup dengan “aku melihat” pada pasal dua puluh dua. Kalau dihubungkan dengan pelajaran kitab Yehezkiel berarti Yohanes lolos, dia bisa mempunyai mata yang teruji sebagai hamba Tuhan. Dia mempunyai mata yang hanya terfokus kepada satu Pribadi itulah Tuhan Yesus.

Begitulah posisi saya sebagai hamba Tuhan. Posisi seorang gembala harus memiliki pandangan, memiliki mata “aku melihat”, itulah mata yang terfokus pada pribadi Tuhan Yesus. Berbicara pribadi Tuhan Yesus itulah Firman, bicara Firman itulah kebenaran, berbicara kebenaran itulah Mempelai Laki-laki Sorga. Disitulah pusat pandangan seorang gembala, termasuk saya sebagai seorang hamba Tuhan.

Inilah koreksi Tuhan terhadap Yehezkiel dengan perkataan “Sudahkah engkau lihat”. Saya bisa mengatakan sudah melihat tetapi Tuhan perlu menguji kembali sejauh mana pandangan rohani saya.

Tuhan memperlihatkan air yang berbual-bual keluar dari ambang pintu Bait Suci dan mengalir ke sebelah timur. Air ini awalnya kecil kemudian membual-bual dan menjadi batang sungai. Dikatakan air itu berbual-bual, dalam nyanyian orang Israel disebutkan “mata air yang berbual-bual”. Mengapa ada mata air yang berbual-bual?
Bilangan 21:17-18
21:17 Pada waktu itu orang Israel menyanyikan nyanyian ini: "Berbual-buallah, hai sumur! Mari kita bernyanyi-nyanyi berbalas-balasan karena sumur yang digali oleh raja-raja,
21:18 yang dikorek oleh kaum bangsawan di antara bangsa itu dengan tongkat-tongkat kerajaan, dengan tongkat-tongkat mereka." Dan dari padang gurun mereka ke Matana;

Mata rohani mereka dibuka oleh Tuhan untuk melihat air yang berbual-bual, karena dari air itu ada kekuatan  untuk menghadapi raja Sihon dari Hesybon dan raja Og dari Basan. Tanpa kekuatan Roh Kudus (air yang membual-bual) kita tidak bisa menang menghadapi kekuatan dunia. Munculnya air itu berakhir dengan membual-bual, ini menunjuk kegerakan di akhir zaman untuk menghadapi hebatnya dunia di akhir zaman ini yang penuh dengan tipuan. Setelah orang Israel mengalahkan raja Sihon dan raja Og, mereka tidak berhenti sampai di situ tetapi selanjutnya mereka mengahadapi Balak yang penuh dengan tipu muslihat. Sihon = badai puting beliung, Og = lingkaran.

Sihon dan Og adalah raja dunia yang menguasai batas wilayah padang gurun dan tanah Kanaan, negeri yang dijanjikan oleh Tuhan. Kita sekarang berada pada batas dunia untuk masuk dalam kegerakan Kanaan, negeri yang dijanjikan oleh Tuhan. Kalau pandangan mata rohani kita tidak terfokus, tidak dikuasai dengan membual-bualnya Firman dan Roh Kudus maka hancurlah kita. Biarlah kita melihat air yang berbual-bual ini adalah sistemnya Tuhan untuk mengalahkan Sihon raja Hesybon dan Og raja Basan serta menghadapi siasat bulus Balak dengan tipu muslihat dari Balhum. Ini yang kita hadapi karena inilah yang ada di batas wilayah Kanaan dengan padang gurun dalam ruas jalan akhir orang Israel/ gereja Tuhan.

Dalam Yehezkiel padal 47 ini sudah dinubuatkan bahwa pasti kita gereja Tuhan akan menang asalkan pandangan mata kita rela dites dan diuji ulang berulang. Yehezkiel berkali-kali diuji oleh Tuhan tentang pandangannya. Biarlah kita juga rela ulang berulang dites oleh Tuhan. Tentu kita tidak dites secara langsung Tuhan hadir di hadapan kita tetapi Tuhan mengetes kita lewat belakang mimbar. Bagi yang menerima maka berkatnya bagi kehidupan tersebut tetapi bagi yang menolak berkatnya kembali kepada pemberita Firman.

Air yang membual itu membentuk batang sungai dari En-Gedi sampi ke En-Eglaim.
En-Gedi = pancaran anak domba
En-Eglaim = pancaran anak lembu

Pandangan Yehezkiel dites mulai dari melihat air yang sampai pada pergelangan kaki sampai dengan tidak teraungi lagi. Tuhan memperlihatkan dalam Yehezkiel pasal 17, ada pohon pilihan Tuhan yang ditanam di satu tempat pilihan Tuhan sehingga bertumbuh dan selalu menghasilkan buah yang baru setiap bulannya. Tetapi ketika burung rajawali lewat maka dia membalik akarnya untuk diperlihatkan pada burung rajawali besar untuk minta disiram akarnya. Burung rajawali besar menunjuk Babel, menunjuk Firaun dan juga menunjuk raja Asyur.
Yehezkiel 17:5-7
17:5 Ia mengambil sebuah dari taruk-taruk tanah itu dan menanamnya di ladang yang sudah sedia ditaburi; ia menempatkannya dekat air yang berlimpah-limpah seperti pohon gandarusa
17:6 sehingga ia tumbuh dan menjadi pohon anggur yang rimbun, yang tumbuhnya rendah dan cabang-cabangnya melengkung menuju burung itu dan akar-akarnya tetap di bawahnya. Demikianlah ia menjadi pohon anggur dan mengeluarkan tunas-tunas dan memancarkan taruk-taruk.
17:7 Dalam pada itu ada juga burung rajawali besar yang lain dengan sayapnya yang besar dan bulu yang lebat. Dan sungguh, pohon anggur ini mengarahkan akar-akarnya ke burung itu dan cabang-cabangnya dijulurkannya kepadanya, supaya burung itu mengairi dia lebih baik dari bedeng di mana ia ditanam.

Akar berbicara pendirian. Pohon ini tidak percaya lagi akan pemeliharaan Tuhan, dia menjadi goyah.
Amsal 12:3
12:3 Orang tidak akan tetap tegak karena kefasikan, tetapi akar orang benar tidak akan goncang.

Yehezkiel 17:8-9
17:8 Namun ia ditanam di ladang yang baik, dekat air yang berlimpah-limpah, supaya ia bercabang-cabang dan berbuah dan supaya menjadi pohon anggur yang bagus.
17:9 Katakanlah: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Apakah itu akan berhasil? Apakah orang tidak akan mencabut akar-akarnya dan menyentakkan buahnya, sehingga semua ulamnya yang baru menjadi kering? Tidak usah tangan yang kuat dan banyak orang untuk mencabut dia dengan akar-akarnya.

Akibat memperlihatkan akarnya kepada burung rajawali membuat Tuhan marah dan menghentak akar-akarnya sampai tercabut sehingga menjadi layu. Bagaimana bisa berbuah lagi. Inilah yang diperlihatkan oleh Tuhan kepada Yehezkiel.

Selanjutnya Tuhan memperlihatkan air yang sampai ke lutut kepada Yehezkiel. Lutut kena mengena dengan penyembahan. Dalam Matius pasal 27 ada penyembahan yang disodorkan kepada Tuhan Yesus. Tuhan Yesus dipakaikan jubah ungu, dipakaikan mahkota duri, diberikan lagi sebatang bambu lalu bambu itu dirampas lagi dan dipakai memukul kepala yang sudah bermahkota duri itu. Ini penyembahan palsu, ini yang Tuhan tidak ingin ada pada kita. Penyembahan palsu hanya membuat perih hati Tuhan Yesus. Walaupun Tuhan Yesus disodorkan penyembahan palsu, Dia tidak berbicara dan tidak menggerutu, Tuhan Yesus hanya diam. Penyembahan kita dikoreksi oleh Tuhan apakah penyembahan kita adalah penyembahan yang menyenangkan hati Tuhan atau terselip hal-hal yang menyakiti hati Tuhan.

Kemudian Tuhan memperlihatkan air yang sampai pada pinggang Yehezkiel. Pinggang kaitannya dengan ikat pinggang.
Yeremia 13:4,6
13:4 "Ambillah ikat pinggang yang telah kaubeli dan yang sekarang pada pinggangmu itu! Pergilah segera ke sungai Efrat untuk menyembunyikannya di sana di celah-celah bukit batu!"
13:6 Sesudah beberapa waktu lamanya, berfirmanlah TUHAN kepadaku: "Pergilah segera ke sungai Efrat mengambil dari sana ikat pinggang yang Kuperintahkan kausembunyikan di sana!"

Ikat pinggang itu ada hubungannya dengan pelayanan atau memberi makan majikan. Kalau pelayanan memberi makan majikan ini pas pada selera Tuhan (majikan) maka pelayan itu akan menerima kembali pelayanan yang luar biasa dari majikannya. Kalau pelayanan kita memberi makan Tuhan sesuai dengan selara Tuhan maka Tuhan juga akan memberi pelayanan yang luar biasa kepada kita, Majikan kita akan kembali memberi makan kita.

Tetapi ikat pinggang dalam Yeremia pasal 13 itu diperintahkan untuk ditanam di tepi sungai Efrat. Dengan ditanam di tepi sungai Efrat itu menunjukkan pelayanan mereka ada sentuhan dengan tiga roh najis! Bagaimana mau melayani kalau seperti ini? Ada di dalam kecemaran dan kenajisan. Dalam wahyu pasal 16 dikatakan sungai Efrat itu akan kering dan selanjutnya akan muncul 3 jenis roh najis yang muncul berupa katak.

Berarti selama ini orang Israel melayani Tuhan tidak di dalam tanda kesucian. Tangan mereka kotor, pikiran mereka kotor, hati mereka kotor, pergelangan kaki (pendirian) mereka kotor, lutut (penyembahan) mereka kotor, pinggang mereka kotor. Itu yang tidak Tuhan inginkan. Kalau mau masuk dalam kegerakan yang besar jangan sampai pergelangan kaki kotor, lutut kotor dan pinggang kotor.

Wahyu 16:12-13
16:12 Dan malaikat yang keenam menumpahkan cawannya ke atas sungai yang besar, sungai Efrat, lalu keringlah airnya, supaya siaplah jalan bagi raja-raja yang datang dari sebelah timur.
16:13 Dan aku melihat dari mulut naga dan dari mulut binatang dan dari mulut nabi palsu itu keluar tiga roh najis yang menyerupai katak.

Efrat artinya berbuah-buah, tetapi di sini tidak lagi berbuah-buah. Berarti tidak bermanfaat kepada Tuhan dan tidak bermanfaat kepada sesama. Bagaimana mau berguna kepada Tuhan kalau tercemar dengan tiga roh najis. Ini yang tidak boleh ada pada kita dalam melayani pekerjaan Tuhan.

Kenajisan di sini tidak hanya dihubungkan dengan kenajisan tubuh misalnya perselingkuhan tetapi ada kecemaran yang lain juga harus kita perhatikan.
Amsal 12:3
12:3 Orang tidak akan tetap tegak karena kefasikan, tetapi akar orang benar tidak akan goncang.

Orang benar berarti bukan orang cemar, orang seperti itu tidak akan goncang. Ketika goyah atau goncang berarti memposisikan diri bukan sebagai orang benar lagi, berarti menjadi orang cemar, itu sama dengan kehidupan yang sudah diganggu oleh tiga roh najis.

Ini yang kita jaga sebab Tuhan mempercayakan kepada saya bagaimana untuk menghentar saudara mencapai rencana Allah yang besar, bukan hanya sebagai pelaksana ibadah. Tanggung jawab saya besar terhadap saudara. Bagaimana kalau ikat pinggang itu sudah lepas dari pinggang saya dan saya tanam di tepi sungai Efrat. Berarti pelayanan saya sudah tidak benar sebab sudah tidak berikat pinggang lagi. Kalaupun diambil lagi ikat pinggang itu sudah lapuk tidak bisa digunakan lagi. Bagaimana bisa menerima pelayanan yang maksimal dari Tuhan kalau saya melayani Tuhan tidak maksimal.
Matius 25:29
25:29 Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.

Mungkin ada pelayanan tetapi sudah tidak berikat pinggang, berarti pelayanan sudah tidak ada dalam kebenaran lagi.
Lukas 6:38
6:38 Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."

Kalau Tuhan melayani kita, kalau Tuhan memberi kepada kita itu adalah pemberian luar biasa. Asalkan kita memberi dan melayani dengan memperhatikan sungai yang mengalir dari ambang pintu Bait Suci. Air itu mengalir ke sisi mezbah korban bakaran. Berarti air itu mengalir untuk meninggikan Korban Kristus. Firman dan Roh Kudus itu mengalir dalam kehdiupan kita tujuannya supaya kita meninggikan korban Kristus. Kalau kita meninggikan korban Kristus maka akar kita, pendirian kita pasti akan kuat dan tidak akan goyah.
Ibrani 12:12
12:12 Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah;
Selanjutnya ikat pinggang kita akan tetap melekat di pinggang berarti pelayanan kita juga akan maksimal karena melihat pada mezbah korban Kristus. Berarti meninggikan korban Kristus, meninggikan satu pribadi itulah Tuhan Yesus.

Yohanes 16:13-14
16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.
16:14 Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku.

Roh Kebenaran itu memuliakan Tuhan Yesus, memuliakan Mempelai Laki-laki Sorga. Jadi tujuan aliran sungai itu adalah untuk memuliakan Tuhan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga..

Kalau kita disentuh oleh air yang mengalir itu maka kita akan meninggikan korban Kristus. Ketika kita meninggikan korban Kristus maka Tuhan akan mulai menyentuh dari pergelangan kaki (pendirian), meningkat pada lutut (penyembahan) dan meningkat pada pinggang (pelayanan) sampai tidak dapat diarungi lagi selain dengan berenang. Kalau berenang berarti seluruh tubuh ada di dalam air dan yang terlihat hanyalah kepala. Artinya suara daging sudah tidak terdengar lagi yang terlihat hanyalah Kepala itulah Tuhan Yesus.

Kalau benar kehidupan itu menghargai korban Kristus maka Tuhan akan menjamahnya mulai dari pergelangan kaki, lutut, ikat pinggang sampai dagingnya tidak bersuara lagi. Tuhan bertanya kembali kepada Yehezkiel “sudahkah engkau lihat?”, karena seringkali masih ada suara-suara daging yang terdengar sementara Tuhan Yesus sudah dekat mau datang dan kegerakan besar sedang terjadi.

Sekarang ini terjadi kegerakan doa tetapi doa tanpa Firman tidak akan mencapai sasaran yang maksimal. Itu sebabnya Tuhan mengirim Paulus ke Salamis. Tuhan mengutus Paulus, orang yang cakap dalam pengajaran untuk membenahi orang Salamis. Salamis berasal dari dua kata Sela dan Mis yaitu kekuatan doa. Tetapi doa tanpa Firman pengajaran tidak akan bisa sampai pada kesempurnaan. Itu sebabnya doa harus dibarengi dengan Firman pengajaran.

Kalau saya sebagai hamba Tuhan menyimpan pahit hati itu berarti merusak pelayanan dan tidak akan membawa sidang jemaat menuju pada kesempurnaan karena saya. Kalau menyimpan pahit hati itu berarti tidak menghargai korban Kristus. Kalau koreksi Tuhan itu datang kepada kita itu berarti perhatian Tuhan kepada kita dan jangan kita tanggapi dengan negatif.

Kalau ikat pinggang itu dilepas maka kita akan kena pengaruh tiga roh najis. Tiga roh najis yang seperti katak itu adalah:
1.      Hubungan seks dengan yang bukan pasangannya (bukan istri atau suaminya).
2.      Hubungan seks dengan sesama jenis (homoseks dan lesbian).
3.      Hubungan seks dengan binatang.

Kalau tidak ada pengajaran Firman Tuhan maka kasihan umat Tuhan, itu sebabnya harus ada Firman pengajaran yang kuat di dalam gereja Tuhan.

Ada perbedaan antara putri Sion dan putri Yerusalem. Putri Sion dipanggil untuk menyaksikan raja yang dilantik tetapi putri Yerusalem malah disumpahi. Di Sion ada Firman pengajaran dan di Yerusalem hanya ada Firman. Putri Yerusalem disumpahi dan tidak jelas kekasihnya, tidak jelas hubungan pertunangannya dengan Tuhan Yesus. Sekarang ini banyak gereja Tuhan tidak jelas pertunangannya dengan Tuhan Yesus. Bahkan hamba Tuhan tidak jelas menjelaskan pada jemaat bahwa mereka adalah tunangan Tuhan Yesus. Kalau hamba Tuhan seperti itu berarti hanya mengarahkan umat Tuhan sebatas putri Yerusalem dan tidak sampai pada putri Sion. Sion ini adalah tempat orang melarikan dari gangguan Babel, bukan pada putri Yerusalem.

Kalau ikat pinggang kita lepas, kalau kita tidak melayani Tuhan untuk memenuhi seleraNya maka kapan kita akan dilayani oleh Tuhan untuk memenuhi selera kita. Tuhan itu adalah pembalas yang paling tepat. Tuhan tidak menyuruh kita melayani Dia dan Dia tidak mau melayani kita.
Yohanes 12:26
12:26 Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.

Tuhan menyuruh kita memuji Dia dan satu saat Tuhan juga akan memuji kita.

Suatu saat kegerakan itu akan bertambah besar sehingga bagaikan sungai yang besar yang tidak bisa diarungi lagi dan tinggal bisa diseberangi dengan berenang. Ketika berenang tubuh tenggelam di dalam air dan yang terlihat hanya kepala. Artinya suara daging benar-benar sudah tidak ada. Ini yang masih kurang sekali dalam diri kita sebab masih dominan suara daging.

Suara daging masih terlalu sering terdengar keras. Kalau suara daging ini sampai melawan suara Firman jika orang itu adalah pelayanan Tuhan maka dia akan memetik buah, sidang jemaat yang dia layani juga akan melawan dia. Ini suara daging dan ini jangan sampai ada pada kita.

Yehezkiel 47:7
47:7 Dalam perjalanan pulang, sungguh, sepanjang tepi sungai itu ada amat banyak pohon, di sebelah sini dan di sebelah sana.

Yehezkiel berjalan balik, tetapi ini bukan arus balik melawan pertobatan. Ini sama seperti permintaan Paulus kepada Barnabas untuk memeriksa kembali sidang jemaat yang sudah terbentuk. Ketika itu Barnabas mau mengajak Markus ikut serta. Namun Paulus berkata “jangan membawa orang yang pernah meninggalkan kita”. Ini menyebabkan sengketa besar di antara Paulus dan Barnabas sehingga mereka berpisah.

Kalau melihat secara daging kita bisa berkata “mengapa hamba Tuhan bertengkar?”. Tetapi apakah hal ini bisa kita persalahkan? Tidak! Sebab yang satunya mempertahankan kebenaran dan yang satunya tidak. Akhirnya Paulus pergi dengan Silas untuk melihat sidang yang telah terbentuk. Barnabas tidak mengikuti program Roh Kudus sebab mereka tadinya diutus Roh Kudus untuk melihat sidang yang terbentuk itu. Barnabas dan Markus akhirnya pergi ke Siprus dan berarkhirlah kisah tentang Barnabas di Siprus. Siprus adalah daerah tembaga, berarti mereka kembali pada ajaran mula-mula, kembali ke suasana halaman.

Yehezkiel 47:7,12
47:7 Dalam perjalanan pulang, sungguh, sepanjang tepi sungai itu ada amat banyak pohon, di sebelah sini dan di sebelah sana.
47:12 Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis; tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus itu. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat."
Biarlah kita kembali mengevaluasi, memeriksa kembali perjalanan kita. Setelah mengevaluasi kita bisa melihat hal-hal baik untuk diteruskan dan hal-hal buruk untuk dihentikan. Ketika Yehezkiel mengevaluasi kembali dia menemukan hal-hal yang baik. Ada pohon-pohon yang tumbuh di tepi sungai itu yang berbuah setiap bulannya. 1 bulan sama dengan 30 hari. Dengan arti kata pohon ini benar-benar belajar pada air yang mengarah pada Mezbah Korban Bakaran, berarti menghargai Korban Kristus. Angka 30 adalah angka korban Kristus. Setiap bulan ada buah yang baru, tidak ada bulan yang kosong, selalu ada buah yang baru.
Yehezkiel 47:1,12
47:1 Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah.
47:12 Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis; tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus itu. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat."

Ini pohon yang tidak pernah kosong karena selalu menghasilkan buah baru setiap bulan. Dalam kalender Yahudi 1 bulan sama dengan 30 hari. Jadi 1 tahun sama dengan 360 hari. Dari Kejadian sampai Wahyu ada 360 kali dikatakan “jangan takut”, berarti begitu matahari terbit Tuhan sudah berbicara “lewatilah hari ini dengan tidak takut”.

Ada tiga kegiatan yang ada di sungai itu. Di mana sungai itu mengalir selalu yang mati menjadi hidup, berarti ada kehidupan.
1.      Pohon di tepi sungai itu berbuah terus.
2.      Ikan-ikan berkeriapan.
3.      Ada orang-orang yang menjala ikan dari En-Gedi sampai ke En-Eglaim.

Pohon di tepi sungi bisa berbuah terus karena menghargai korban Kristus. Menghargai Korban Kristus jangan cuma diukur dari memegang Tubuh dan Darah Kristus. Korban Kristus adalah Korban Pendamaian. Bagaimana bisa ada buah kalau tidak ada perdamaian, kalau Korban Pendamaian itu tidak merasuk dalam hati, tidak ada rasa damai di dalam hati, yang ada hanya sungut-sungutan dan rasa sakit hati serta kepahitan hati. Itu berarti tidak akan ada buah. Kalau ini ada berarti kita akan lepas dari rencana Allah.

Yehezkiel menyusuri tepi sungai berarti dia melihat hasil dari kegerakan Firman dan Roh Kudus. Ada sesuatu yang Tuhan perlihatkan pada ayat yang kedelapan. Ada sentuhan Tuhan yang luar biasa yang mengingatkan kita pada kisah masa lampau. Ketika sungai itu mengalir ke sana, maka suasana yang dulu memilukan di sana menjadi berubah.
Yehezkiel 47:8
47:8 Ia berkata kepadaku: "Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar,

Araba artinya lembah. Berarti Araba-Yordan artinya lembah Yordan. Di lembah Yordan ada kematian yang luar biasa namun sekarang Tuhan menawarkan kehidupan.
Kejadian 13:11-12
13:11 Sebab itu Lot memilih baginya seluruh Lembah Yordan itu, lalu ia berangkat ke sebelah timur dan mereka berpisah.
13:12 Abram menetap di tanah Kanaan, tetapi Lot menetap di kota-kota Lembah Yordan dan berkemah di dekat Sodom.

Bagaimana nasib lembah Yordan?
Kejadian 13:25-29
19:25 dan ditunggangbalikkan-Nyalah kota-kota itu dan Lembah Yordan dan semua penduduk kota-kota serta tumbuh-tumbuhan di tanah.
19:26 Tetapi isteri Lot, yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam.
19:27 Ketika Abraham pagi-pagi pergi ke tempat ia berdiri di hadapan TUHAN itu,
19:28 dan memandang ke arah Sodom dan Gomora serta ke seluruh tanah Lembah Yordan, maka dilihatnyalah asap dari bumi membubung ke atas sebagai asap dari dapur peleburan.
19:29 Demikianlah pada waktu Allah memusnahkan kota-kota di Lembah Yordan dan menunggangbalikkan kota-kota kediaman Lot, maka Allah ingat kepada Abraham, lalu dikeluarkan-Nyalah Lot dari tengah-tengah tempat yang ditunggangbalikkan itu.

Tiga kali pada ayat-ayat di atas disebut lembah Yordan. Di sana terjadi hal yang sangat memilukan, tetapi kegerakan Firman dan Roh Kudus mau meraih kehidupan yang terancam di sana. Kehidupan seperti itu tidak sadar seperti Lot yang memilih lembah Yordan dan tidak sadar bahwa di sana ada bahaya. Firman dan Roh Kudus, sungai dari Allah itu mengalir menuju ke sana untuk menyentuh kehidupan itu.

Kalau kita menyadari bahwa kehidupan kita tidak berbeda dengan Lot maka Tuhan akan melawati. Kehidupan yang ada di lembah Yordan ini mau diraih oleh Tuhan sebab mereka terancam pada kematian untuk masuk pada suasana kehidupan. Firman itu hidup dan Roh juga kehidupan. Itu dialirkan oleh Tuhan untuk meraih kita. Barangkali di antara kita ada yang menggunakan matanya seperti Lot sehingga melihat sesuatu itu indah dan menguntungkan serta menjanjikan bagi kehidupan lahiriahnya padahal dia tidak berpikir apakah bisa tetap ada di dalam penggembalaan. Yang dipanggil oleh Tuhan dari Ur-Kasdim adalah Abraham dan Lot hanya membonceng. Sebetulnya Lot sudah mendapatkan bagian tetapi begitu terpisah dari Abraham dia kehilangan gembala (nilai penggembalaan Firman Allah) Lot tidak pernah ada kesaksian membangun mezbah.

Jangan sampai saudara memilih sesuatu yang secara lahirah menjanjikan masa depan saudara, tetapi apakah saudara berpikir tentang penggembalaan. Kalau ada pikiran seperti itu maka sekarang Araba Yordan dilawati oleh Tuhan. Di Araba Yordan ada laut mati, setelah tersentuh sungai ini laut mati menjadi tawar. Artinya bagi kuasa Firman dan Roh Kudus tidak ada sesuatu yang mustahil bagaimanapun keadaanmu. Mungkin saudara sudah menentukan pilihan tetapi minus penggembalaan Firman pengajaran maka saudara harus waspada.

Dahulu Tuhan hanya membakar Sodom dan Gomora tetapi kelak Tuhan akan membakar seluruh dunia dengan api. Kita yang ada di kulit bumi ini semuanya terancam. Supaya terhindar dari api yang akan melalap bumi ini maka hadirkanlah diri saudara di dalam penggembalaan Firman. Jangan seperti Lot.

Lot keluar dari Sodom dan Gomora pada waktu malam. Bangsa Israel keluar dari Mesir pada waktu malam. Gereja Tuhan keluar dari dunia ini juga pada waktu malam. Sekarang dunia berada dalam kondisi malam dimana kegelapan dosa semakin memuncak. Jalan untuk kita bisa keluar dari kegelapan dunia ini hanyalah lewat penggembalaan Firman. Kita sudah berada dalam kondisi dunia yang sudah larut malam, kita sudah harus bersiap untuk keluar.
Roma 13:12
13:12 Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!

Jangan kita berpuas dengan apa yang kita miliki di hari-hari terakhir ini. Kalau kita bisa memberi dan melayani Tuhan maka Tuhan juga akan membalaskan pada ribaan kita dengan berlimpah. Tentu syaratnya kita harus melayani Tuhan sampai Tuhan menjadi puas.

Mazmur 1:1
1:1 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,

Ada tiga kelompok di sini yang mana kita tidak boleh ada di sana.
1.      Berjalan menurut nasihat orang fasik
2.      Berdiri di jalan orang berdosa. Yang dimaksud di sini adalah orang berdosa yang tidak mau mengaku dosa. Kalau orang berdosa mau mengaku dosa tentu Tuhan akan membenarkan dia.
3.      Duduk dalam kumpulan pencemooh.

Amsal 14:9
14:9 Orang bodoh mencemoohkan korban tebusan, tetapi orang jujur saling menunjukkan kebaikan.


Mazmur 1:2
1:2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.

Merenungkan Firman Tuhan siang dan malam maksudnya untuk melepaskan diri dari dosa siang dan dosa malam. Dosa siang adalah berfoya-foya. Jadi merenungkan Firman pada waktu siang adalah untuk melepaskan diri dari dosa berfoya-foya, membuang-buang waktu.
II Petrus 2:13
2:13 dan akan mengalami nasib yang buruk sebagai upah kejahatan mereka. Berfoya-foya pada siang hari, mereka anggap kenikmatan. Mereka adalah kotoran dan noda, yang mabuk dalam hawa nafsu mereka kalau mereka duduk makan minum bersama-sama dengan kamu.

Merenungkan Firman pada waktu malam adalah untuk melepaskan diri dari orang yang mabuk dan tidur rohani.

Tuhan janji, kalau engkau hidup dekat tepi sungai maka apa yang anda lakukan pasti berhasil sebab Tuhan yang menjamin.
Mazmur 1:3
1:3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Pada waktu pagi Abraham melihat Sodom dan Gomora sudah seperti dapur peleburan karena terbakar oleh api dan belerang. Lot selamat keluar dari Sodom dan Gomora, tetapi apalah artinya sebab istrinya menjadi tiang garam dan nikahnya hancur.

Apakah saudara berada di Araba-Yordan? Apakah saudara ada di tempat yang rawan, yang labil dan yang bisa mencelakakan serta membahayakan rohani saudara? Sekarang ini aliran air kehidupan itu menuju pada saudara, Firman Tuhan menuju pada saudara, Roh Kudus menuju pada saudara. Ayo kita kembali.

Yehezkiel melihat hal ini dahulu tetapi menubuatkan apa yang terjadi pada masa kita sekarang ini. Ada orang-orang yang dibawa oleh sungai Yordan menuju ke laut mati, tetapi puji Tuhan ada sungai yang keluar dari Bait Allah untuk menghadang kita agar tidak menuju pada kematian tetapi membawa kita menuju pada kehidupan.

Kalau saudara mau berbuah, berbuah tetap setiap bulan, maka tetaplah berada di dalam penggembalaan. Hargailah angka 30 (Korban Kristus) maka saudara pasti akan berbuah dan selalu ada buah yang baru.

Tuhan Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar