20200815

Kebaktian Doa, Sabtu 15 Agustus 2020 Pdt. Bernard Legontu

Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Yohanes 8:18-20

8:18 Akulah yang bersaksi tentang diri-Ku sendiri, dan juga Bapa, yang mengutus Aku, bersaksi tentang Aku."

8:19 Maka kata mereka kepada-Nya: "Di manakah Bapa-Mu?" Jawab Yesus: "Baik Aku, maupun Bapa-Ku tidak kamu kenal. Jikalau sekiranya kamu mengenal Aku, kamu mengenal juga Bapa-Ku."

8:20 Kata-kata itu dikatakan Yesus dekat perbendaharaan, waktu Ia mengajar di dalam Bait Allah. Dan tidak seorang pun yang menangkap Dia, karena saat-Nya belum tiba.

 

Yesus bersaksi tentang diriNya. Diri Yesus adalah Bait Allah. Bapa bersaksi tentang Yesus, berarti bersaksi tentang Bait Allah.

Yohanes 2:19-21

2:19 Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali."

2:20 Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?"

2:21 Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri.

 

Jadi Yesus bersaksi tentang diriNya sama dengan bersaksi tentang Bait Allah. Bapa bersaksi tentang Yesus dan Roh Kudus bersaksi tentang Yesus.

Yohanes 15:26

15:26 Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.

 

UmatNya juga harus bersaksi tentang Yesus.

Yohanes 15:27

15:27 Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku."

 

Yesus bersaksi bahwa diriNya adalah Bait Allah, Allah Bapa bersaksi tentang Yesus berarti tentang Bait Allah. Roh Kudus bersaksi tentang Yesus, berarti bersaksi juga tentang Bait Allah, kemudian umatNya juga bersaksi tentang Yesus. Jadi keseluruhannya menampilkan Yesus adalah Bait Allah.

 

Kesaksian ini dikunci dengan Yohanes 8:20

Yohanes 8:20

8:20 Kata-kata itu dikatakan Yesus dekat perbendaharaan, waktu Ia mengajar di dalam Bait Allah. Dan tidak seorang pun yang menangkap Dia, karena saat-Nya belum tiba.

 

Yohanes 8:20 (Terjemahan Lama)

8:20 Segala perkataan itu dikatakan-Nya dekat tempat peti derma tengah Ia mengajar di dalam Bait Allah; maka seorang pun tiada menangkap Dia, karena saatnya belum datang.

 

Yesus bersaksi bahwa diriNya adalah Bait Allah namun yang mereka tujukan harus dirombak itu adalah Bait Allah jasmani. Ini adalah Bait Allah yang dibangun oleh Herodes selama 46 tahun. Yesus katakan “rombak Bait Allah ini dan akan Aku dirikan dalam 3 hari”. Yang dimaksud Bait Allah yang diruntuhkan dan dibangun dalam 3 hari ini menunjuk kematian dan kebangkitanNya. Dari sinilah kuasa untuk membangun bait Allah (tubuh Kristus).

 

Jadi dengan adanya peti derma di sebelah kanan mezbah korban bakaran, maka kita melihat proses bagaimana Bait Allah itu dibongkar dan dibangun dalam tempo 3 hari. Dengan melihat ini saya tertemplak. Apa yang sudah saya lakukan untuk bersaksi tentang Yesus adalah Bait Allah. Tuhan Yesus sendiri rela memperlihatkan teladan, Dia rela dibongkar dan dibangkitkan pada hari ketiga. Ini menunjukan apapun yang kita lakukan, itu tidak sebanding dengan pengorbanan Yesus. Itu disaksikan oleh Bapak, oleh Roh Kudus dan itu juga wajib disaksikan oleh kita. Tidak boleh kita tidak bersaksi. Dalam bersaksi ini bukan sebatas ucapan tetapi harus dengan perbuatan yang nyata. Untuk apa? Supaya kesaksian kita itu nyata bahwa Yesus yang ada di samping saya yang berkorban luar biasa sampai tetes darah yang terakhir yaitu mezbah korban bakaran, di mana peti derma itu diletakan di sebelah kanan mezbah korban bakaran.

 

Berarti saya dan saudara melihat bagaimana nilai pengorbanan Yesus dengan apa yang sudah kita lakukan itu masih jauh dari standar. Masih terlalu jauh untuk menyamai pengorbanan Kristus Yesus. Itu sebabnya Tuhan Yesus dalam SabdaNya melalui hambaNya, tidak sebatas melalui ucapan tetapi melalui sikap dan tindakan yang nyata. Kita yang hidup akhir zaman ini memang dituntut oleh Tuhan.

I Petrus 2:21

2:21 Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.

 

Ketika kita mengulurkan tangan di dalam peti derma, lihatlah penderitaan Kristus untuk kita. Kalau kita ini baru susah sedikit sudah merasa menderita, maka itu membohongi diri sendiri. Padahal Yesus sudah menderita untuk kita. Peti derma itu ada di sebelah kanan Mezbah Korban Bakaran, di situlah kita mengulurkan tangan. Artinya ketika kita mengulurkan tangan, kita berkorban, lihat di sebelahmu ada penderitaan Kristus karena engkau. Makanya Firman Tuhan menceritakan ada yang berkorban dengan sukarela, itu positif. Ada yang berkorban karena terpaksa, itu negatif. Ada yang berkorban seakan-akan hanya ditunjukan pada manusia, itu negatif. Ada yang berkorban benar-benar dia tujukan kepada Tuhan, itu positif. Itu yang dinilai oleh Tuhan Yesus di samping peti derma itu.

 

Yesus menderita bagi kita, kemudian Dia meninggalkan teladan bagi kita supaya kita mengikuti jejakNya. Kita tidak berbicara level penginjilan. Kalau penginjilan itu mengikuti jejak Tuhan mulai dari sungai Yordaan sampai pesta nikah Anak Domba Allah. Kita bicara pada level pengajaran. Mengikuti jejak Tuhan itu bicara pengorbananNya. Banyak kali anak Tuhan dan hamba Tuhan berat sekali berbuat karena dia berpikir dia berbuat itu untuk manusia. Kalau dia berpikir dia berkorban untuk Tuhan maka dia pasti senang. Itu sangat nampak di lihat oleh Tuhan saat kita berkorban.

 

Jika melihat korban Kristus ini dalam penderitaanNya, untuk apa? Salah satu tujuannya untuk membeli kita supaya kita menjadi milikNya, Dia beli kita dengan tunai. Jadi ketika kita mengulurkan tangan, apakah lewat peti atau lewat amplop atau cara apapun kita lakukan, harus selalu kita merenung ada di samping kita teladan kita yaitu Yesus yang kita harus mengikuti jejakNya. Jangan karena terpaksa. Terpaksa karena berpikr untuk manusia, tetapi kalau untuk Tuhan, dia pasti rela.

 

I Petrus 2:21

2:21 Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.

 

Meninggalkan ini dalam terjemahan aslinya adalah mewariskan. Pengorbanan Kristus itu waris untuk kita supaya kiat menjadi milikNya. Kita ini menjadi milik Tuhan karena dibeli Tuhan dengan pengorbanNya.

 

I Korintus 3:23; 6:20

3:23 Tetapi kamu adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah.

6:20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

 

Tuhan tidak rakus, tidak egois, sebab seantero hidup saudara dan seluruh apa yang saudara miliki itu Tuhan punya, Tuhan Yesus hanya minta 1/10, itupun saudara masih gelojo, di makan juga! Ini bukti saudara belum meneladani jejaknya Tuhan. Beratnya luar biasa jika kita bermain-main dengan milik Tuhan, padahal kita sudah dibeli oleh Tuhan 100%.

 

Kalau kita bicara doa itu kita suka, tetapi kalau tidak mau bicara sedekah lebih baik jangan bicara doa! Sebab dalam Matius pasal 6, Tuhan Yesus bicara sedekah dulu baru doa, berarti memberi dulu baru meminta. Jangan meminta kalau saudara tidak mau memberi. Karena pikiran saudara kepada manusia, maka saudara pikir Tuhan bisa saudara kibuli. Saudara dapat 100.000 tetapi saudara kasih 5.000 itu sudah bermain dengan Tuhan, padahal mestinya 10.000. saudara dapat 1 juta lalu saudara cuma kembalikan 50.000, itu sudah bermain dengan Tuhan. Makanya doa-doamu tidak didengar. Sekalipun gembala mendoakanmu seperti nyamuk anopeles, doa itu tidak akan dijawab oleh Tuhan. Segala usaha orang seperti itu nanti akan seperti pundi-pundi berlubang. Tuhan katakan akan Aku tiup habis. Berarti tidak dinikmati.

 

I Korintus 6:20 (Terjemahan Lama)

6:20 Karena kamu sudah dibeli dengan harga tunai. Sebab itu hendaklah kamu memuliakan Allah dengan tubuhmu.

 

Amsal 3:9

3:9 Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu,

 

Jangan kita dustai Tuhan! Bagaimana mendustai Tuhan? Yang seharusnya isi amplop 100.000 tetapi saudara isi hanya 20.000, itu sudah mendustai Tuhan. Kenapa seperti itu? Karena saudara hanya melihat pendeta botak di mimbar sana. Kalau saudara melihat Tuhan maka saudara akan takut akan Tuhan.

 

Ibrani 7:8

7:8 Dan di sini manusia-manusia fana menerima persepuluhan, dan di sana Ia, yang tentang Dia diberi kesaksian, bahwa Ia hidup.

 

Yang saudara lihat manusia fana ini, padahal persembahan itu terus sampai di sana, sampai di Sorga. Tidak bisa kita kibuli Tuhan. Saya kadang mengunjuk-unjuk beberapa saudara terasa berat sekali. Bukan karena ingin uang itu, tetapi supaya saudara dilepaskan dari mamon, sebab itu adalah berhala akhir zaman. Mamon itu saingannya Tuhan. Kalau kita tidak lepas dari pesaing yang ulet ini karena ditunggangi oleh iblis, maka nanti kita gagal menyembah Tuhan dalam arti menyatu dengan Tuhan. Makanya saya berdoa “Tuhan tolong kekasih itu” bukan karena saya ingin duitnya, tetapi supaya dia terlepas dari ikatan mamon. Masakan pendapatannya sekian-sekian tetapi perpuluhannya 10.000, 20.000 padahal gajinya besar! Baik dia PNS, baik dia tukang, dia petani, pedagang, semua berkat yang lewat pada kita harus dikeluarkan perpuluhannya.

 

Yesus pribadi Bait Allah yang tidak rusak. Tetapi Dia tunjukan bagaimana cara untuk merenovasi kita Bait Allah yang rusak ini. Dia rela memberikan teladan bagi kita. Bapa bersaksi tentang Aku, Roh bersaksi tentang Aku, kamu juga harus bersaksi tentang Aku. Kemudian disimpulkan dengan satu ayat Roh dan roh kamu akan bersaksi tentang hal yang sama.

Roma 8:16

8:16 Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.

 

Roh itu tidak hanya bersaksi tentang Yesus, tetapi Dia bersaksi dengan roh kita dan tidak bisa disangkali lagi bahwa kamu adalah Anak-anak Allah. Luar biasa Roh Kudus. Jadi siapapun yang mendakwa kita tidak akan bisa, karena Roh Kudus dan roh kita bersaksi bahwa kita anak Allah. Dari sisi mana kita memperoleh status bahwa diri kita Anak Allah?

I Petrus 1:3

1:3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan,

 

Oleh kematian dan kebangkitan Kristus, kita beroleh hak menjadi anak Allah. Untuk melahirkan kita kembali (lahir baru), Yesus harus lewat penderitaan. Dia mati dulu baru bangkit. Status kita menjadi anak karena adanya kematian dan kebangkitan Kristus. Makanya peti derma itu ditaruh di sebelah kanan mezbah korban bakaran. Kita akan melihat kematian dan kebangkitan Kristus yang membuat kita menjadi anak Allah. Kalau sudah menjadi anak Allah berarti tinggal satu langkah kita menjadi mempelai wanitaNya. Sebab dari anak-anak Allah ini dipilih siapa yang menjadi pilihan menjadi Mempelai WanitaNya.

 

Banyak kali kita sudah bangga, kita ini anak-anak Allah. Gereja di mana-mana mengaku saya anak Tuhan, tetapi jangan stop sampai di situ. Masih juga dipilih siapa yang menjadi Mempelai Wanita Tuhan dari anak-anak ini. Contohnya dalam Kejadian pasal 24. Ishak itu gambaran Anak Allah. Abraham dalam usia lanjut menunjuk Bapa Sorgawi. Eliezer adalah gambaran Roh Kudus. Abraham katakan “cari dari antara keluargaku untuk menjadi isteri Ishak”. Cari dari anak-anak Tuhan untuk menjadi isterinya Tuhan Yesus. Tahap pertama Roh Kudus dan roh kita bersaksi bahwa kita anak Allah. Kemudian Roh Kudus ini memilih dari antara anak-anak ini untuk menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Syarat untuk menjadi Mempelai Wanita Tuhan:

Kejadian 24:6

24:6 Tetapi Abraham berkata kepadanya: "Awas, jangan kaubawa anakku itu kembali ke sana.

 

Jadi kita yang ikut Firman bukan Firman yang ikut kita. Makanya dalam kita berkorban seringkali bukan kita yang ikut Firman tetapi Firman kita paksa ikut kita. Kita tidak beres soal perpuluhan tetapi menuntut soal doa! Bagiaianan Tuhan mau menjawab dan memberikan tanggapan karena kita sendiri yang menyumbat berkat datang dari atas.

 

Apalagi soal pengorbanan yang kita berikan kepada Tuhan termasuk soal perpuluhan, jangan kita main-main sebab saya sudah punya pengalaman. 3 bulan saya lalai tidak mengeluarkan perpuluhan, bukan karena saya sengaja. Saya ambil barang-barang sisa di Makassar, sampai di Mangkutana saya kehabisan dana, sementara saya terjepit sebab hari minggu saya harus khotbah. Tinggal perpuluhan di dompet saya. Saya berdoa “Tuhan saya pakai dulu ini perpuluhan, nanti saya ganti ditambah 1/5”. Sebab kalau perpuluhan sudah dimakan, harus ditambah 1/5. Misalnya perpuluhan itu 10.000 lalu sudah saya pakai beli kangkung dan sebagainya. Karena sudah saya makan maka harus ditambah 1/5 menjadi 12.000. Tiba di sini memang basah kuyup apa yang saya bawa. 

 

Satu dua bulan sampai di sini saya lupa. Bulan kedua, bulan ketiga saya dihajar Tuhan. Kalau saya diambil Tuhan mati saat itu maka saya masuk neraka. Tetapi anak saya yang diambil dia tidak masuk neraka karena bukan dia pelakunya. Tetapi untuk menghajar kami suami isteri, melalui anak saya, dia kena penyakit. Sampai saya sudah jungkir seperti nyamuk anopeles. Apa salahku Tuhan, saya datang di Tentena bukan utuk mengubur anak saya. Sudah seperti bahasa Musa “nanti orang bilang Tuhan tidak sanggup membawa maka Tuhan bunuh di padang belantara, jangan Tuhan”. Karena Tuhan sudah bilang “dari keturunanmu akan Aku lahirkan satu bangsa yang lebih besar dari Israel”. Tetapi Musa pasang badan.

 

Sudah sampai hari kesebelah kami berdoa tetapi belum ada jawaban. Kami suami isteri menangis dan menangis sementara anak ini tinggal satu satu nafasnya. Puji Tuhan kami sadar, iya Tuhan 3 bulan lalu saya pakai milikMu. Saya katakan anak saya pasti hidup, saya buat bubur dan begtu sentuh sendok di mulutnya dia langsung makan, habis satu piring. Kalau tidak, tidak ada Linda sekarang ini. Makanya kalau dia di ladang Tuhan, saya memuji Tuhan. Makanya jemaat juga wajib memperhatikan dia, biarpun satu telur ayam itu wajib. Pdt. Pong Dongalemba mengatakan “jika kalian memperhatikan anak-anakku, berarti anda sudah mengurangi beban saya”.

 

Kalau mau lolos dari bencana, jangan coba bermain-main dengan Tuhan. Kadang ada orang langsung menyindir dan tidak senang ketika hamba Tuhan itu bicara tentang uang. Kalau tidak senang hamba Tuhan bicara tentang uang, jangan juga bicara tentang doa. Engkau tidak bisa berdoa karena tidak ada hubunganmu dengan Bapa di Sorga. Bapa di Sorga bersaksi tentang Yesus, Roh Kudus bersaksi tentang Yesus, Yesus bersaksi tentang diriNya dan kita juga bersaksi tentang Yesus.

 

Kalau ini kita lakukan kita tidak akan rugi, malah diberkati oleh Tuhan. Kita harus percaya dan imani Firman Tuhan ini.

Maleakhi 3:11

3:11 Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam.

 

Ayat sebelas adalah tindak lanjut dari ayat sepuluh.

 

Maleakhi 3:10

3:10 Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

 

Jika ayat 10 diabaikan, maka Tuhan akan perintahkan belalang pelahap. Belalang pelahap ini adalah belalang yang akhirnya akan makan akar dari pohon itu.

Yoel 1:2-4

1:2 Dengarlah ini, hai para tua-tua, pasanglah telinga, hai seluruh penduduk negeri! Pernahkah terjadi seperti ini dalam zamanmu, atau dalam zaman nenek moyangmu?

1:3 Ceritakanlah tentang itu kepada anak-anakmu, dan biarlah anak-anakmu menceritakannya kepada anak-anak mereka, dan anak-anak mereka kepada angkatan yang kemudian.

1:4 Apa yang ditinggalkan belalang pengerip telah dimakan belalang pindahan, apa yang ditinggalkan belalang pindahan telah dimakan belalang pelompat, dan apa yang ditinggalkan belalang pelompat telah dimakan belalang pelahap.

 

Belalang pengerip ini memakan buah sampai habis. Belalang pindahan ini memakan daun sampai habis. Sesudah belalang pindahan ini habis melalap daun muda dan daun tua maka datang belalang pelompat, yang dia makan adalah batangnya. Setelah belalang pelompat pergi maka datang belalang pelahap. Yang dimakan belalang pelahap adalah akarnya.

 

Kita sudah mengeluarkan buah, tujuannya supaya berguna bagi Tuhan dan sesama, itu bagus. Tetapi kalau kita lalai maka kita akan dihabisi oleh belalang pengerip yang memakan buah. Kemudian daun yang menunjukan aktifitas pelayanan kita kepada Tuhan, itu dimakan oleh belalang pindahan. Setelah aktifitas habis maka batang atau pendirian itu dimakan habis. Setelah pendirian habis maka akar atau imannya dimakan habis.

 

Makanya orang yang tidak tahu mengembalikan milik Tuhan, sadar atau tidak sadar dia tidak yakin adanya Tuhan, dia hanya sekedar orang Kristen. Bukan main judi dengan Tuhan tetapi Tuhan janji “Aku akan membuka tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu”. Tetapi kalau sudah tidak melakukan, berarti imannya sudah habis. Hanya sebatas orang Kristen tetapi tidak percaya bahwa Tuhan melindungi dan mencukupkan serta melimpahkan segala kebutuhan hidupnya, terutama untuk di depan ini.

 

Saya sebagai gembala tidak tega bila ada satu orang jemaat yang kena virus corona. Itu sebabnya setiap subuh saya unjuk-njuk. Tetapi yang paling menentukan bagaimana hubunganmu dengan Tuhan. Biarpun saya unjuk-unjuk tetapi kalau saudara tidak percaya, sama dengan mulutmu mengatakan tidak percaya.

Titus 1:16

1:16 Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik.

 

Mulut mengaku tetapi mereka menyangkal Dia. Tuhan katakan itu kekejian, itu durhaka. Ini jangan terjadi pada kita. Makanya kalau Tuhan bicara pada kita tentang doa dan sedekah, terima! Jangan hatimu gundah gulana dan saudara protes. Itu berarti sama dengan jemaat di Kreta yang keji. Jangan kita bangga sudah menjadi anak Tuhan. Kita menjadi anak Tuhan karena kematian dan kebangkitan Kristus. Kita jatuhkan korban kita untuk pekerjaan Tuhan dan kemuliaan nama Tuhan maka kita lihat di samping kita ada mezbah korban bakaran, kematian dan kebangkitan Kristus. Makanya Amsal 3:9 tadi mengatkaan muliakan Tuhan dengan hulu hasil dan hasil tanah.

Amsal 3:9

3:9 Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu,

Tuhan Memberkati.

 

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 085241270477

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar