20200822

Kebaktian Doa, Sabtu 22 Agustus 2020 Pdt. Bernard Legontu

Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Yohanes 8:21-24

8:21 Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak: "Aku akan pergi dan kamu akan mencari Aku tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang."

8:22 Maka kata orang-orang Yahudi itu: "Apakah Ia mau bunuh diri dan karena itu dikatakan-Nya: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang?"

8:23 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini.

8:24 Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu."

 

Tuhan izinkan belasampar ini terjadi sehingga membuka mata semua manusia di dunia, di gereja manapun menggunakan sistem online. Dulu di Indonesia awalnya cuma Pdt Widjaya Hendra, kemudian kita juga di sini. Sehingga banyak olokan dan sindiran. Bahkan ada gembala di sini yang sesama organisasi mengatakan “ibarat makanan anjingpun tidak mau makan!”. Begitu hebat sindirannya. Tetapi akhirnya sekarang jilat muntah sendiri, dia juga online. Kalau jilat muntah berarti siapa dia itu? Yang disebut dalam Alkitab, yang menjilat muntah itu adalah anjing.

 

Untung saya cepat diyakinkan Tuhan lewat Ayub 37:11-12.

Ayub 37:11-12

37:11 Awan pun dimuati-Nya dengan air, dan awan memencarkan kilat-Nya,

37:12 lalu kilat-Nya menyambar-nyambar ke seluruh penjuru menurut pimpinan-Nya untuk melakukan di permukaan bumi segala yang diperintahkan-Nya.

 

Memang sejak zaman Pdt. Pong Dongalemba selalu mengatakan kilat akan memancar dari timur ke barat. Lalu beliau memberikan penekanan sistem internet dan ternyata benar terjadi.

 

Sekarang kita perhatikan kembali ayat-ayat yang kita baca tadi. Yesus berbicara “Aku akan pergi dan kamu akan mencari Aku. Kamu tidak akan menemui Aku. Tetapi kamu akan mati dalam dosamu”. Ini diulangi pada ayat 24, menggaris bawahi.

Yohanes 8:24

8:24 Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu."

 

Jadi jelas perkataan Tuhan Yesus di sini. Orang yang tidak percaya bahwa Yesus adalah utusan Bapa dari Sorga, maka orang itu akan mati dalam dosanya. Orang yang tidak percaya keberadaan Yesus adalah Ilahi, adalah Tuhan, maka kehidupan itu akan mati di dalam dosanya. Jangan sampai saudara sudah tahu orang yang tidak percaya Yesus akan mati di dalam dosanya, kemudian saudara yang sudah percaya Yesus berbalik menambah barisan orang seperti itu, berbalik tidak percaya Yesus. Kalau seperti itu berarti orang itu adalah orang paling bodoh di dunia! Jangan sampai kita seperti itu.

 

Dikatakan satu saat dia akan mencari. Sekarang merasa tidak butuh, membelakangi Yesus bahkan mencerca, mengumpat dan menista Yesus, satu saat dia akan mencari. Tetapi Tuhan Yesus mengunci dengan bahasa “kamu akan mencari tetapi kamu akan mati di dalam dosamu. Karena kamu tidak akan berhasil menemukan di mana Aku berada. Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang”. Mendengar bahasa ini mengingatkan kita bagaimana perpisahan Yesus dengan murid-muridNya.

Kisah Para Rasul 1:9-11

1:9 Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.

1:10 Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka,

1:11 dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."

 

Ketika Yesus sudah terangkat ke sorga, mendadak 2 orang hadir di dekat mereka. Yang paling ditekankan kepada kita, bagaimana sistem kita menyambut ketika Dia datang kembali. Jadi Yesus akan datang kembali dengan cara yang sama. Di mana dulu Dia terangkat, di situ Dia akan datang. Di mana dulu Dia dihina, di situ Dia akan datang untuk dipermuliakan. Jadi perkataan Yesus dalam Yohanes 8:21,24, yang perlu untuk kita sekarang ini adalah mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan Yesus kembali. Seringkali dikatakan kedatanganNya pada kali kedua, seakan-akan masih ada yang ketiga. Sebenarnya bahasa Alkitab akan datang kembali, tidak dikatakan akan datang pada kali kedua. Cuma untuk memberikan penjelasan biasanya disebut kali yang kedua, tidak salah juga.

 

Bagaimana Dia datang kembali, itu kita harus mempersiapkan diri. Agar kita tidak sibuk mencari di mana Dia berada. Sebab sudah jelas ke mana Dia pergi yaitu terangkat ke Sorga. Tetapi orang yang sekarang menolak Yesus dan kelak akan mencari tetapi sudah terlambat, bagi mereka sampai 3 kali Yesus mengatakan “kamu akan mati di dalam dosamu!”.

 

Kedatangan Yesus pada kali yang pertama adalah untuk menyelesaikan persoalan dosa manusia. Sebab tidak ada manusia yang bisa menyelesaikan dosanya di hadapan Tuhan. Seandainya tidak ada uluran tangan dari sorga, maka manusia tidak bisa menyelesaikan dosanya kecuali oleh Tuhan Yesus. Itu sebabnya kehadiran Yesus pada kali pertama adalah menyelesaikan persoalan dosa yang putuskan hubungan kita dengan Tuhan bahkan makin menjauh dari Tuhan.

 

Kita harus percaya dan yakini oleh Korban Kristus dosamu sudah diampuni. Kalau sudah diampuni, tindakan kita bagaimana? Mempersiapkan diri tentang kedatanganNya kembali. Kita sudah ada pada level itu, kita ada pada waktu yang ditekankan ini. Bagaimana persiapan kita?

Kolose 1:27

1:27 Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!

 

Rahasia ini dibuka di antara bangsa kafir, bangsa non Yahudi. Kristus ada di tengah-tengah kita, itu berbicara Roh Kudus. Jadi gereja Tuhan membutuhkan pribadi Roh Kudus. Kita membutuhkan urapan Roh Kudus. Saya pribadi akan merasakan saat melayani apakah ada dalam urapan Roh Kudus atau tidak. Kalau saya rasa agak berat atau hati susah, ini berarti urapan itu tipis dan itu saya rasakan. Juga saya bisa rasa jika yang memimpin puji-pujian ada Roh Kudus, ada roh penyembahan. Kalau hanya asal karena merasa hanya sekedar menjalankan tugas, terasa sekali keringnya sehingga apa yang dikatakan pada ayat 27 itu tidak menggigit. Bagi yang memimpin pujian, cari nyanyian dalam doa dan puasa, sehingga akan terasa urapannya. Juga kalau memimpin pujian hanya asal saja pilih pujian mungkin karena sibuk, akan terasa juga tidak ada urapannya. Saya juga dikoreksi Tuhan sore ini, kita semua dikoreksi agar jangan asal-asal saja melayani.

 

Kolose 1:28

1:28 Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus.

 

2.000 tahun lalu lampau, yang diberitakan oleh rasul Paulus adalah kedatangan Yesus kembali. Tetapi dalam penginjilan Paulus menekankan kedatangan Yesus pada kali yang pertama. Tetapi setelah manusia itu menerima Injil maka Paulus mengingatkan bagaimana untuk menyambut kedatangan Yesus pada kali kedua, atau kedatangan Yesus kembali. Ini tanggung jawab gembala. Di sini bicara kesempurnaan, berarti ini betul-betul sudah menjauh dari mati dalam dosa. Kita tidak akan menerjang lagi sebab kita sudah mengarah pada kesempurnaan. Ini yang Tuhan inginkan dalam kehidupan kita.

 

Tentu ini berawal dari kami hamba Tuhan. Dan jangan lupa ini bukan karena hebatnya hamba Tuhan atau pendidikannya tinggi, tidak! Pembukaan rahasia Firman lewat pekerjaan hikmat itu adalah kerelaan dan kesediaan hati Tuhan. Bukan karena dia cendekia. Boleh saja dia pandai, tetapi alangkah indahnya jika kehidupan itu merendahkan diri kepada Tuhan, menyerah sepenuh kepada Tuhan dan tidak bersandar pada akalnya, maka dia pasti berhasil.

 

Saya sebagai hamba Tuhan sejak belajar kitab Imamat, baru saya mengerti apa itu unjuk-unjukan. Masa lampau saya tidak tahu karena saya tidak pernah dengar. Bukan mengedepankan diri, tetapi lalu-lalu saya tidak pernah dengar tentang apa itu unjuk-unjukkan. Saya baca saja tetapi saya tidak tahu, hanya baca unjuk-unjukan dan terjemahan lama timang-timangan. Setelah Tuhan bukakan rahasia FirmanNya dan saya jadi mengerti, maka ini tugas yang paling hakiki dari hamba Tuhan untu mengunjuk-unjuk umat Tuhan supaya umat Tuhan sempurna seperti Yesus. Tentu kami bekerja bersama Tuhan. Karena mitra hamba Tuhan adalah Tuhan dan mitra Tuhan adalah hamba Tuhan, jadi sinkron. Karena umat itu adalah ladang Tuhan dan bangunan Tuhan.

1 Korintus 3:9

3:9 Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.

 

Jangankan kita, orang yang begitu hebat berhikmat, toh dinasihati oleh ayahnya supaya Salomo mencari Tuhan sepanjang kehidupannya. Artinya jangan lepas dengan Tuhan walaupun dia orang berhikmat. Apalagi hanya saya dan saudara. Salomo saja dinasihati oleh Daud seperti ini:

I Tawarihkh 28:9

28:9 Dan engkau, anakku Salomo, kenallah Allahnya ayahmu dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan dengan rela hati, sebab TUHAN menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita. Jika engkau mencari Dia, maka Ia berkenan ditemui olehmu, tetapi jika engkau meninggalkan Dia maka Ia akan membuang engkau untuk selamanya.

 

Beribadah kepada Tuhan dengan tulis ikhlas dan dengan rela hati, jangan nanti didorong-dorong atau didongkrak-dongkrak. Jika mencari Tuhan maka Tuhan berkenan di temui. Tetapi apa yang terjadi dalam Yohanes pasal 8:21,24 tadi?

Yohanes 8:21,24

8:21 Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak: "Aku akan pergi dan kamu akan mencari Aku tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang."

8:24 Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu."

 

Dalam kitab Tawarikh Tuhan jamin, jika kita mencari Dia maka Tuhan berkenan ditemui. Makanya sesudah kita temui Dia, jangan lagi kita lepaskan. Sebab kalau dilepaskan kita akan dibuang oleh Tuhan untuk selama-lamanya alias mati.

 

Ini bukan lagi ditujukan kepada orang yang baru di injili tetapi orang yang sudah ada di dalam, tetapi kadang hatinya tidak lagi membara mencari Tuhan. Di sini untuk apa kita mencari Tuhan? Supaya persekutuan kita dengan Tuhan Yesus melekat terus sehingga kita sempurna sama seperti Dia. Sehingga ketika laki-laki jahanam itu yaitu antikristus datang kita sudah disingkirkan oleh Tuhan.

 

Yesaya 55:6

55:6 Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!

Carilah Tuhan supaya kita jangan mati.

II Tawarikh 15:12

15:12 Mereka mengadakan perjanjian untuk mencari TUHAN, Allah nenek moyang mereka, dengan segenap hati dan jiwa.

 

Ini terjadi di zaman raja Asa. Ada perjanjian berarti ada kesepakatan. Alangkah indah kalau di dalam rumah tangga, suami, isteri, anak, mantu, cucu dan semuanya ada kesepatakan untuk mencari Tuhan dengan segenap hati dan segenap jiwa. Betapa indahnya, ketika Yesus datang semua serampak naik dan tidak ada yang tertinggal di kamar. Mencari Tuhan sama dengan mencari Firman. Upayakan mencari dan mengenal Tuhan lewat Firman.

 

II Tawarikh 15:13

15:13 Setiap orang, baik anak-anak atau orang dewasa, baik laki-laki atau perempuan, yang tidak mencari TUHAN, Allah Israel, harus dihukum mati.

 

Yang tidak mencari Tuhan harus dihukum mati. Makanya dalam Yohanes pasal 8, akan mencari Tuhan tetapi sudah terlambat, akhirnya mati juga. Mereka serempak papa, mama, anak, cucu-cucu, mengangkat suara dengan nyaring, dengan sorak sorai, dengan tiupan nafiri dan sangkakala.

 

I Tawarikh 15:14-15

15:14 Mereka bersumpah setia kepada TUHAN dengan suara yang nyaring, dengan sorak-sorai dan dengan tiupan nafiri dan sangkakala.

15:15 Seluruh Yehuda bersukaria atas sumpah itu, karena dengan segenap hati mereka bersumpah setia dan dengan kehendak yang bulat mereka mencari TUHAN. TUHAN berkenan ditemui oleh mereka dan mengaruniakan keamanan kepada mereka di segala penjuru.

 

Sekarang apakah ada kesepatakatan dan keseragaman dalam nikah rumah tangga kita? Mari saling mendorong papa, mama, anak selagi Tuhan masih mau ditemui. Satu saat akan seperti dalam Yohanes 8:21,24, akhirnya mereka tinggal dalam derai air mata darah.

Yohanes 8:21,24

8:21 Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak: "Aku akan pergi dan kamu akan mencari Aku tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang."

8:24 Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu."

 

Kalau dalam penginjilan, Tuhan yang mencari kita. Di dalam pengajaran harus makin kita tekuni mencari Tuhan. Dalam arti kita menekuni Firman pengajaran, sehingga terjadi 2 sisi, kita mencari Tuhan dan Tuhan mencari kita, jadi klop.

Lukas 19:10

19:10 Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."

 

Ketika murid-murid dipesan oleh Tuhan untuk memberitakan Injil ke kota-kota dan ke desa-desa, sudah Tuhan wanti-wanti “jangan kamu pergi kepada bangsa kafir, hanya kepada domba dari orang Israel yang hilang”. Bayangkan, kita tidak masuk anggaran Tuhan! Kalau kita ada sekarang di hadapan Tuhan, itu karena kesombongan Israel sehingga mereka dipatahkan dan kita dicangkokoan oleh Tuhan ke pokok yang asli. Dan Tuhan katakan “jangan juga kamu sombong. Kalau yang asli Aku patahkan apalagi kamu”. Satu saat orang Israel akan dicangkok kembali.

 

Mumpung sekarang kita diberikan kesempatan, manfaatkan! Jangan kita sombong, dulu Injil ini hanya bagi bangsa Israel. Kalau saya duduk di kaki Tuhan, saya memahami saya bangsa kafir. Saya renungkan perjalanan saya di mana ketika saya begini dan begitu dulu, kok Tuhan menemukan saya. Saya tidak bisa dapat membalas, terima kasih banyak Tuhan. Jangan sampai saya menyakiti dan mengecewakan Tuhan. Saya diajar oleh Tuhan untuk mensyukuri melihat masa lampau saya sendiri.

 

Apalagi ketika saya menikah dan dikaruniakan Tuhan anak, saya melihat perjalanan di dalam pelayanan pekerjaan Tuhan. Saya katakan kepada anak-anak, tidak ada alasan kami tidak mengucap syukur, Tuhan sudah memelihara kita. Pendeta-pendeta yang kelihatan cukup uangnya, tidak pernah membawa anak-anaknya ikut fellowship. Tetapi anak-anak saya, saya ke Medan mereka ke Medan, saya ke Palangkaraya mereka ke Palangkaraya, saya ke Papua mereka ke Papua, saya ke Ambon mereka ke Ambon. Ke Jawa lebih-lebih lagi. Itu sebabnya tidak ada alasan untuk anak-anak saya untuk tidak mengucap syukur kepada Tuhan. Jangan katakan karena ada hambatan jadi saya tidak mengucap syukur. Biar ada tagai mengucap syukur saja kepada Tuhan!

 

II Tawarikh 15:13

15:13 Setiap orang, baik anak-anak atau orang dewasa, baik laki-laki atau perempuan, yang tidak mencari TUHAN, Allah Israel, harus dihukum mati.

 

Terancam dibunuh jika tidak mencari Tuhan. Papa dan mama mencari Tuhan tetapi anaknya tidak cari Tuhan, Tuhan tidak mau lihat papa dan mamanya, anaknya dibunuh. Suami mencari Tuhan, isteri tidak, isteri dibunuh. Isteri mencari Tuhan, suami tidak, suami dibunuh. Mau diapa, itu hak absolutenya Tuhan, tidak bisa dibantah.

 

II Tawarikh 15:14-15

15:14 Mereka bersumpah setia kepada TUHAN dengan suara yang nyaring, dengan sorak-sorai dan dengan tiupan nafiri dan sangkakala.

15:15 Seluruh Yehuda bersukaria atas sumpah itu, karena dengan segenap hati mereka bersumpah setia dan dengan kehendak yang bulat mereka mencari TUHAN. TUHAN berkenan ditemui oleh mereka dan mengaruniakan keamanan kepada mereka di segala penjuru.

 

Apa lagi yang mau kita risau sebab ada keamanan di seluruh penjuru. Klaim janji Tuhan ini sebab besok anak saya mau ke Makassar karena mau ambil barang-barang. Jangan takut, yakini ini, keamanan di segala penjuru. Jadi di rumah ada keamanan, bergerak ada keamanan, di gunung, di lembah, di kebun, di empang ada keamanan, di toko ada keamanan sebab mencari Tuhan dengan bulat hati.

 

Dalam Yohanes 8:21 dan 24 ada negatif ada positif. Di yang positif itu kita posisikan diri jangan yang negatif. Yang positif mencari Tuhan. Yang negatif ini baru mau mencari Tuhan tetapi sudah terlambat. Kalau ada gempa tidak usah saudara lari, lebih baik diam duduk di kaki Tuhan. Tuhan pasti menolong saya dan saudara.

 

Carilah maka pasti kita temui sebab di mana Yesus berada kita semua sudah tahu, Dia ada di sorga. Untuk kita sekarang bukan lagi menanti kedatangaNya pada kali pertama atau penginjilan. Tetapi kita sekarang lewat pengajaran dipersiapkan untuk menanti kedatanganNya kembali. Terima kasih Tuhan, sekalipun hebat sekarang dunia menghina dan menista Tuhan itu tidak menjadi hambatan, tetapi bagi kita, kita harus menyucikan diri. Ini yang perlu disucikan:

II Korintus 7:1

7:1 Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.

 

Pencemaran jasmani itulah praktek dunia yang masuk dalam gereja. Salah satu contoh dalam pembangunan gereja saya tidak izinkan praktek dunia untuk mencari dana. Saya tidak izinkan buat RW lalu ibu-ibu jalan dari rumah ke rumah menjual RW satu porsi 15.000 untuk pembangunan gereja, itu memalukan! Biarpun bagus gedung yang kita bangun dan bersorak-sorai di dalamnya, itu pencemaran jasmani, tidak disucikan!

 

Pencemaran rohani adalah membuka peluang terhadap ajaran-ajaran asing dan tidak sehat. Itu harus dibersihkan oleh gereja Tuhan sebab kaitannya menanti kedatangan Tuhan. Pencemaran jasmani dan pencemaran rohani harus disucikan. Jangan sampai pembangunan gereja dikatakan wah tetapi utangnya segudang, itu sama saja tidak ada pembersihan dari pencemaran jasmani. Olehnya ayo kita masuk dalam penyucian supaya jangan mati di dalam dosa. Padahal kita sudah didalam Tuhan, tetapi itu ancaman Tuhan dalam I Tawarikh 28:9. Itu ditujukan kepada raja Salomo oleh nasihat ayahnya. Juga dalam dalam II Tawarikh 15:12-15.

 

Mari kita semua yang ada, kita ikat persepakatan dengan Tuhan. Sekarang kita ada di hadirat Tuhan dan ada hamba Tuhan yang sedang mengunjuk-unjuk saudara. Mari kita siapkan diri untuk menanti. Ini bukan sekedar bahasa gombal. Tuhan tidak menggombal kita, Tuhan serius dengan saya dan saudara.

 

Tuhan Memberkati.

 

 

 

 

 

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 085241270477

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar