20200812

Kebaktian PA Imamat, Rabu 12 Agustus 2020 Pdt. Bernard Legontu

Salam sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Imamat 24:5-9

24:5 "Engkau harus mengambil tepung yang terbaik dan membakar dua belas roti bundar dari padanya, setiap roti bundar harus dibuat dari dua persepuluh efa;

24:6 engkau harus mengaturnya menjadi dua susun, enam buah sesusun, di atas meja dari emas murni itu, di hadapan TUHAN.

24:7 Engkau harus membubuh kemenyan tulen di atas tiap-tiap susun; kemenyan itulah yang harus menjadi bagian ingat-ingatan roti itu, yakni suatu korban api-apian bagi TUHAN.

24:8 Setiap hari Sabat ia harus tetap mengaturnya di hadapan TUHAN; itulah dari pihak orang Israel suatu kewajiban perjanjian untuk selama-lamanya.

24:9 Roti itu teruntuk bagi Harun serta anak-anaknya dan mereka harus memakannya di suatu tempat yang kudus; itulah bagian maha kudus baginya dari segala korban api-apian TUHAN; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya."

 

Ketetapan untuk selama-lamanya, berarti tidak terbatas zaman dulu. Memang dulu secara hurufiah, kita sekarang secara rohani.

 

Dikatakan oleh Firman Tuhan “engkau harus membuat” siapa yang disebut engkau di sini? Jika melihat ayat kedua dan ketiga dalam pengadaan minyak, Harun yang disuruh.

Imamat 24:2-3

24:2 "Perintahkanlah kepada orang Israel, supaya mereka membawa kepadamu minyak zaitun tumbuk yang tulen untuk lampu, supaya lampu dapat dipasang dan tetap menyala.

24:3 Harun harus tetap mengatur lampu-lampu itu di depan tabir yang menutupi tabut hukum, di dalam Kemah Pertemuan, dari petang sampai pagi, di hadapan TUHAN. Itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya bagimu turun-temurun.

 

Jadi siapa yang dimaksud engkau ini? Bisa Harun bisa Musa. Kita ambil dua-duanya karena Harun sebagai imam besar dan Musa sebagai gembala. Untuk sekarang ini, engkau ini adalah gembala. Dia yang harus menyediakan 12 ketul roti yang besar ini. Kalau diukur roti ini sekitar 7 liter per ketul, jadi benar-benar besar. Roti ini tanpa ragi, jadi roti ini keras. Roti ini disimpan selama 7 hari sampai hari sabat. Sedangkan waktu hangat roti ini sudah keras, apalagi kalau disimpan 7 hari, roti ini benar-benar keras. Olehnya waktu mereka memakannnya harus pakai gergaji. Dan tidak bisa langsung masuk ke mulut karena keras, olehnya harus dicelup di air susu baru di makan.

 

Kita lihat proses pembuatannya dari tepung yang terbaik. Berarti tepung gandum yang sudah sangat halus karena ulang berulang ditumbuk dan diayak sampai diproleh tepung yang terbaik. Jika kita melihat pengalaman gandum yang akhirnya menjadi tepung ini, dalam Yohanes 12:24, gandum itu langsung disebut pribadi Yesus.

Yohanes 12:24

12:24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.

 

Tentu untuk menjadi roti perlu dijemur dulu, ditumbuk dan diayak. Untuk mendapatkan tepung yang halus Yesus harus mengalami ditumbuk di pengadilan Kayafas, ditumbuk di pengadilan Pilatus, ditumbuk lagi di pengadilan Herodes, dikembalikan ke pengadilan Pilatus. Di sini lebih diperhalus sampai tepung itu menjadi roti dan boleh kita makan. Jadi kalau melihat proses pembuatan roti ini, mengarahkan perhatian dan pandangan kita pada derita sengsara Yesus yang ditumbuk dan diayak. Mulai dari Kayafas, Pilatus, Herodes dan kembali pada Pilatus. Berkali-kali Dia ditumbuk dan diayak, kemudian berakhir di Golgota.

 

Hari sebelumnya Yesus disalib, Dia berkata “inilah tubuhKu untuk kamu makan. Inilah darahKu untuk kamu minum”. Tidak dapat lagi kita pungkiri kalau roti itu dibuat dari tepung yang terbaik, berarti berulang kali gandum itu ditumbuk dan diayak. Itu menunjuk derita sengsara Yesus sehingga kita bisa menikmati dagingNya dan minum darahNya. Yang bertanggung jawab di sini adalah gembala.

Imamat 24:5

24:5 "Engkau harus mengambil tepung yang terbaik dan membakar dua belas roti bundar dari padanya, setiap roti bundar harus dibuat dari dua persepuluh efa;

 

Harus membuat roti dari tepung, berarti harus mengerti api yang membakar. Harus membuat 12 roti, berarti gembala harus mengerti angka 12 yaitu persekutuan dengan Tuhan dan antar Tubuh Kristus. Ini harus kita jiwai, utamanya sidang jemaat Kristus Penebus. Jika gembala mendorong kita, gembala lebih dahulu harus masuk dalam pembakaran. Jika roti bisa bersuara, dia akan berkata “panas brur”. Tetapi Yesus tidak bersuara. Ini harus saya renungkah sebagai gembala. Ketika saya masuk dalam suasana panas seperti ini, saya harus menahan diri untuk tidak bersuara, agar ada nilai saya menyampaikan berita tentang Korban Kristus. Dan jika anda menghadapi suara yang seperti api membakar, mohon tahan diri, coba ada penguasan diri. Jangan kita terpancing berkomentar banyak! Baru disentuh sedikit komentarnya sudah sampai di ujung bumi, ini tidak bisa diharap! Kalau saya seperti itu bagaimana jemaat Kristus Penebus bisa mengharapkan saya menjadi gembalamu. Ini suatu pengalaman, bukan pengalaman yang ringan, sebab dia mengarah pada angka 12.

 

1 ketul roti dibuat dari 2 gomer tepung. Saya lebih dahulu sebagai hamba Tuhan. Kalau awal kami menikah, kami suka bertengkar suami isteri. Tetapi jangan itu yang saudara pegang! Karena sekarang kami sudah digarap oleh Firman Kabar Mempelai, walaupun belum sampai sempurna. Apalah arti saya memberitakan kalau tidak ada keubahan hidup dalam diri saya. Saya sebagai pemberita dan saya harus menghargai angka 12 = persekutuan.

Yang menyediakan di sini adalah gembala. Dulu di zaman Daud untuk membuat roti seperti ini, ada satu kaum yang khusus dipilih oleh Tuhan dari satu suku, itulah kaum Kehat. Dia harus mempersiapkan roti untuk di meja pertunjukan. Harus dari kaum ini, tidak boleh orang lain. Sudah ditetapkan dan ditunjuk oleh Tuhan bahwa mereka ini kaum yang harus menyediakan roti secara khusus untuk ditaruh di meja roti sajian.  Kenapa kaum Kehat yang dipilih? Sebab Kehat ini anak dari Lewi. Lewi punya 3 anak yaitu Gersom, Kehat, Merari. Secara khusus Tuhan katakan kepada Harun dan Musa “kamu harus memperhatkan kaum Kehat, jangan sampai mereka binasa”. Jadi orang yang menyediakan dan menyajikan roti bagi sidang jemaat, sudah dijamin Tuhan jangan sampai binasa, dijamin oleh Tuhan untuk dilindungi. Perhatikan sekarang bagaimana roti itu kita konsumsi dan bagaimana anggur itu kita minum.

 

Saya bertanya-tanya, kenapa Kehat. Dan Tuhan ingatkan ayat ini:

Bilangan 4:18

4:18 "Perhatikanlah supaya puak Kehat dan kaum-kaumnya jangan musnah binasa dari tengah-tengah orang Lewi.

 

Bukan berarti kepada yang lain boleh binasa, cuma Kehat yang tidak, tetapi ternyata ada perhatian Tuhan khusus kepada kaum Kehat.

 

I Tawarikh 9:32

9:32 Dan sebagian dari anak-anak orang Kehat, yakni dari sanak saudara mereka, mengurus roti sajian untuk disediakan setiap hari Sabat.

 

Kehat itu ada jalur imam karena dia dari jalur keturunan Lewi. Setelah Tabernakel di bongkar dan alat-alat Tabernakel dibungkus oleh Harun bersama anak-anaknya, maka khusus Kehat harus memikul alat-alat itu, tidak boleh pakai kereta. Sedangkan Gersom dan Merari memakai kereta. Berarti kaum Kehat adalah pribadi yang benar-bernar bertanggung jawab terhadap perkara-perkara yang kudus! Semua harus mereka pikul. Sedangkan kaki dian emas tidak ada usungan, tetapi dibuatkan usungan untuk mereka pikul. Susunannya meja roti sajian ini dibungkus, awalnya dibungkus dengan kain biru tua. Cara membungkus meja roti ini, lebih dahulu ditaruh biru tua, lalu ditaruh peralatannya diatasnya dan ditaruh roti, lalu dibungkus kain merah. Kemudian baru dibungkus bagian atasnya dengan kulit mina gajah. Beda dengan tabut perjanjian, yang membungkus paling atas adalah kain ungu tua. Tetapi pembungkus meja roti sajian bagian atas itu kulit lumba-lumba/mina gajah, jelek dan tidak menarik! Tetapi tahan panas matahari dan hujan.

 

Kaum Kehat ini yang memikul peralatan kudus Tabernakel dan Tabut Perjanjian, mereka mendapat perhatian khusus dari Tuhan, jangan sampai musnah binasa. Sekaligus kaum Kehat ini mengatur roti di atas meja roti sajian. Ini saya imani, jika saya bertanggung jawab terhadap meja roti sajian ini dan benar-benar saya pikul, Tuhan berjanji akan melindungi saya. Sudah terlalu banyak kejadian yang mengancam nyawa saya, tetapi Tuhan nyatakan perlindungan. Saya berkeyakinan akan janji Tuhan ini.

Bilangan 4:18

4:18 "Perhatikanlah supaya puak Kehat dan kaum-kaumnya jangan musnah binasa dari tengah-tengah orang Lewi.

 

Mengapa jangan sampai mereka binasa? Sebab mereka bertanggung jawab untuk memikul. Kalau Merari punya 4 kereta dan Gersom punya 2 kereta, tetapi bani Kehat harus memikul. Imam-imam, paduan suara, pemain musik, pembantu mimbar, ingat, di atas pundakmu dipercayakan satu tugas dan terima satu beban ini. Terima ini dengan sukacita. Kalau ini diberikan dan saudara terima dengan sukacita, berarti Tuhan sertai dengan janji perlindungan bagi saudara.

 

Bilangan 7:7-8

7:7 dua kereta dengan empat ekor lembu diberikannya kepada bani Gerson, sesuai dengan keperluan pekerjaan mereka,

7:8 dan empat kereta dengan delapan ekor lembu diberikannya kepada bani Merari, sesuai dengan keperluan pekerjaan mereka di bawah pimpinan Itamar, anak imam Harun itu.

 

Kehat tidak diberikan kereta. Jadi orang yang merasa ada beban tanggung jawab dalam satu ibadah pelayanan dari Tuhan, Tuhan jamin pasti dilindungi oleh Tuhan.

 

Roti bundar itu dibakar menjadi 12 ketul dan setiap ketul dibuat dari 2/10 efa atau 2 gomer. 2 gomer ini adalah nubuatan yang kedua. Nubuatan pertama ada pada ayat ini:

Keluaran 16:22

16:22 Dan pada hari yang keenam mereka memungut roti itu dua kali lipat banyaknya, dua gomer untuk tiap-tiap orang; dan datanglah semua pemimpin jemaah memberitahukannya kepada Musa.

 

Ini menubuatkan untuk waktu kita sekarang. Kita sekarang berada di ujung hari keenam dalam minggu ketebusan. Ini dinubuatkan dalam perjalanan bangsa Israel. Kemudian dalam pembuatan roti sajian itu juga nubuatan kedua untuk kita yaitu 2 gomer untuk 1 ketul roti.  Ini menubuatkan kepada kita bahwa di ujung hari keenam yaitu ujung akhir zaman, maka gereja Tuhan bukan dipaksa atau bukan didorong-dorong, tetapi harus memiliki 2 gomer untuk dirimu. artinya diberikan penerangan kepada kita bahwa kita harus memiliki penyerahan mempelai. Sekaranglah waktunya, saat inilah kesempatan bagi kita untuk bergumul meningkatkan sampai kehidupan kita meraih penyerahan mempelai. Kalau bapak ibu memahami bahwa kita berada pada waktu ujung akhir zaman di ruas jalan akhir, maka kita harus berpikir “apakah saya ini menuju pada penyerahan mempelai?”. Apakah kita paham hal ini.

 

Dalam satu meja itu ada 2 tumpuk, itu menunjukan nikah jasmani. 1 ketul dibuat dari 2 gomer tepung itu menunjuk nikah rohani. Dan mulai dari sekarang kita sudah harus memiliki penyerahan Mempelai. Dalam kehidupan lahiriah, kita harus menggalakan itu. Jika sekarang ini secara jasmani saudara mempunyai penyerahan mempelai, tetapi apakah ada penyerahan mempelai secara rohani? Harus ini yang utama, harus dua-duanya kita miliki. Makanya saya tidak mau bodoh, mau terus menerus seperti masa lampau. Cuma gara-gara isteri saya makan kacang goreng saat saya tidur,  maka saya egois, saya bangun marahi dia. Padahal dia lagi hamil anak pertama.

 

Secara jasmani mungkin oke, tetapi apakah ada penyerahan mempelai secara rohani? Harus dua-duanya nampak. Secara jasmani oke, tetapi secara rohani itu harus lebih lagi. Jadi keduanya harus jelas. Gereja Tuhan yang hidup akhir zaman ini, kita ditantang sore hari ini. Keluaran pasal 16 itu nubuatan pertama untuk kita gereja Tuhan. Dalam Imamat 24 itu nubuatan kedua bagi kita di akhir zaman. Kita ada di penghujung akhir zaman, maka sudah harus ada terbersit dalam pikiran dan perasaan kita, harus ada penyerahan mempelai.

I Korintus  7:3-4

7:3 Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap isterinya, demikian pula isteri terhadap suaminya.

7:4 Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi isterinya.

 

Ayat 3 dan ayat 4 ini isinya adalah penyerahan Mempelai.

I Korintus  7:5

7:5 Janganlah kamu saling menjauhi, kecuali dengan persetujuan bersama untuk sementara waktu, supaya kamu mendapat kesempatan untuk berdoa. Sesudah itu hendaklah kamu kembali hidup bersama-sama, supaya Iblis jangan menggodai kamu, karena kamu tidak tahan bertarak.

 

Kalau kita tidak jaga dan waspada maka kita akan gagal masuk dalam penyerahan mempelai secara rohani! Kalau gagal dalam ayat 3 dan 4 maka akan gagal masuk pada ayat kelima, gagal masuk dalam penyerahan mempelai secara rohani. Makanya jangan neko-neko suami isteri, kita jaga satu dengan yang lain. Bagaimana sikap isteri kepada suami, bagaimana sikap suami kepada isteri. Coba kita lihat pengaturannya.

I Petrus 3-2

3:1 Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya,

3:2 jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup isteri mereka itu.

 

Dimenangkan tanpa perkataan, berarti isteri tidak tahu komando suami. Kalau isteri menyuruh suami “hei bela kayu, hei timba air!” itu berarti muncul perkataan.

 

I Petrus 3:3-4

3:3 Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah,

3:4 tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.

 

Ketahuan kalau isteri itu menaruh pengharapan kepada Tuhan, lihat saja sikapnya, kalau bicara kepada suaminya dia tidak membentak-bentak.

I Petrus 3:5-6

3:5 Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya,

3:6 sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman.

 

Kalau ibu-ibu di sini mengakui diri anak Abraham, kenapa kalau bicara tidak pakai rem pada suamimu! Coba pulang di rumah praktekan panggil tuan pada suamimu. Tetapi bukan seperti itu, namun hargai suamimu sebagai kepalamu.

 

I Petrus 3:7

3:7 Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.

 

Kalau suami kasar pada isteri, maka doanya hanya sampai di loteng, tidak tembus di sorga.

 

Ada 12 ketul dan perketul dibuat dari tepung 2 gomer. Angka 12 adalah angka persekutuan.  Tetapi adanya angka 12 itu ada prosesnya harus melalui pembakaran. Tidak mungkin hubungan saya indah dengan isteri kalau kami berdua tidak mau masuk dalam pembakaran. Itu sebabnya harus masuk dalam pembakaran.

Imamat 26:26

26:26 Jika Aku memusnahkan persediaan makananmu, maka sepuluh perempuan akan membakar roti di dalam satu pembakaran. Mereka akan mengembalikan rotimu menurut timbangan tertentu, dan kamu akan makan, tetapi tidak menjadi kenyang.

 

Kalau yang menyediakan roti tadi itu adalah Musa, tetapi kalau persediaan makanan itu tidak ada, maka yang akan mengerjakan adalah 10 perempuan. Jadi kalau perempuan yang coba kelola roti di meja roti sajian berarti mau sampaikan Firman, itu pertanda kehidupan dalam sidang jemaat ada dalam keadaan yang disebut persediaan makanan musnah, sudah tidak ada makanan! Yang dijual hanya akal dan ilmiah, bukan lagi Firman. Makanya kita harus waspada Jangan saudara terima saja dan berkata iya-iya, seperti kulit bia, padahal saudara ada dalam suasana persediaan makanan sudah musnah. Kenapa persediaan makanan yang musnah?

Yoel 1:8-9

1:8 Merataplah seperti anak dara yang berlilitkan kain kabung karena mempelai, kekasih masa mudanya.

1:9 Korban sajian dan korban curahan sudah lenyap dari rumah TUHAN; dan berkabunglah para imam, yakni pelayan-pelayan TUHAN.

 

Jadi imam yang disuruh meratap, hamba Tuhan disuruh meratap, gembala disuruh meratap karena persediaan makanan itu sudah tidak ada. Makanya bebas 10 perempuan yang menangani. Siapa yang membuat perjamuan, seekor lembu dia potong, kemudian mengelola roti tanpa ragi lalu disodorkan pada Saul dan pasukannya? Nenek di Endor! Jadi selalu kalau perempuan yang menangani, itu sudah masalah! Apalagi di sini sudah 10 perempuan yang menangani. Ada yang berkata saya suka masuk gereja Tabernakel, cuma ada yang saya tidak mau karena perempuan tidak boleh melayani. Inilah kendalanya! Jadi dia mau masuk dalam angka 10 perempuan tadi.

Imamat 26:26

26:26 Jika Aku memusnahkan persediaan makananmu, maka sepuluh perempuan akan membakar roti di dalam satu pembakaran. Mereka akan mengembalikan rotimu menurut timbangan tertentu, dan kamu akan makan, tetapi tidak menjadi kenyang.

 

Kalau perempuan yang urus roti, berarti Firman hanya sekian menit saja, jangan lama-lama. Lalu ditimbang, tidak usah berat-berat. Olehnya mereka tidak kenyang. Karena jiwanya tidak kenyang dengan roti, akhirnya dia cari kesenangan duniawi, minum minuman keras dan lain-lain. Jadi ada masalahnya.

 

Matius 13:33

13:33 Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya."

 

Bukankah ragi itu simbol dosa! Kalau dalam gereja ada ragi dan perempuan yang bekerja di situ, hati-hati!

 

Lukas 13:21

13:21 Ia seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya."

 

Tiga sukat ini menunjuk Tritunggal Allah, tetapi mereka nodai dengan ragi! Bapa dinodai dengan ragi, Anak dinodai dengan ragi, Roh dinodani dengan ragi tetapi mereka bicara tentang kerajaan Sorga. Yesus jauh-jauh hari melihat keadaan ini. Sadar atau tidak sadar, kita tidak ada pada pemahaman tritunggal Allah, semua di khamirkan. Siapa yang berbuat seperti itu? Perempuan. Betapa sedih hati Bapa disodorkan ragi. Betapa sedih hati Yesus disodorkan ragi. Padahal waktu mereka mau keluar dari Mesir mereka harus membuat roti tidak beragi. Dan menyembelih setiap keluarga seekor domba. Dan ragi itu harus dibersihkan sepanjang perjalanan. Artinya sejauh pergaulan kita, harus dibersihkan itu ragi. Setelah itu baru boleh melakukan Paskah. Apalagi disebutkan 7 hari, itu menunjuk hari-hari terakhir ini.

 

Tetapi kalau sudah begini, Bapa sedih. Yesus tahu, Yesus paham, Yesus mengerti akan ada model-model begini yang membawa ragi dalam Kerajaan Allah (gereja). Kita ada dalam Kerajaan Allah secara rohani. Bisakah kita berkata, Tuhan tolong saya jangan saya membawa ragi dalam kerajaanMu. Kami ini adalah warga kerajaan Allah, jangan sampai tetap ada ragi. Kita tahu dalam Alkitab ada 5 macam ragi.

1.      Ragi Farisi, salah satunya munafik

2.      Ragi Saduki, tidak percaya kebangkitan. Padahal karena kebangkitan inilah kita bisa lahir baru. Makanya tidak percaya lahir baru dalam bentuk baptisan air.

3.      Ragi Herodian, ini ragi duniawi

4.      Ragi Korintus adalah ragi kenajisan! Di mana anak menaiki petiduran ayahnya tetapi mereka menjadi sombong dan tidak malu. Sehingga rasul Paulus berkata “mari kita berdoa dan menyerahkan orang itu kepada iblis”.

5.      Ragi Galatia, bukannya maju tetapi ditarik undur. Bukankah kita sudah mendapatkan Firman pengajaran yang disampaikan dari pendahulu, tinggal diteruskan. Tetapi malah ditarik kembali pada awal suasana lama, karena tergiur dengan cara itu banyak jiwa dimenangkan. Padahal kita tinggal menunggu, jiwa yang dimenangkan itu satu saat akan lapar dan mencari makanan, kita tinggal menyediakan.

 

Kita harus mengapresiasi kepada Firman, apa yang Tuhan lakukan.

 

Imamat 26:26,27,21,23,18

26:26 Jika Aku memusnahkan persediaan makananmu, maka sepuluh perempuan akan membakar roti di dalam satu pembakaran. Mereka akan mengembalikan rotimu menurut timbangan tertentu, dan kamu akan makan, tetapi tidak menjadi kenyang.

26:27 Dan jikalau kamu dalam keadaan yang demikian pun tidak mendengarkan Daku, dan hidupmu tetap bertentangan dengan Daku,

26:21 Jikalau hidupmu tetap bertentangan dengan Daku dan kamu tidak mau mendengarkan Daku, maka Aku akan makin menambah hukuman atasmu sampai tujuh kali lipat setimpal dengan dosamu.

26:23 Jikalau kamu dalam keadaan yang demikian pun tidak mau Kuajar, dan hidupmu tetap bertentangan dengan Daku,

26:18 Dan jikalau kamu dalam keadaan yang demikian pun tidak mendengarkan Daku, maka Aku akan lebih keras menghajar kamu sampai tujuh kali lipat karena dosamu,

 

Tuhan katakan “jika kamu tidak mendengarkan Aku, maka Aku kirim sengsara 7 kali lipat karena dosamu. Jadi termasuk kalau sudah 10 perempuan yang mengatur roti, tunggu 7 masalah akan muncul di akhir zaman ini. Karena hati Tuhan disakiti, Bapa sakit hati maka Dia kirim hukuman 7 bokor. Roh Kudus disakiti, Dia kirim hukuman 7 meterai. Yesus Anak Allah disakiti maka Dia kirim 7 sangkakala menghantam manusia. Ini ditujukan kepada yang tertinggal itu, jangan sampai saudara terseret di dalamnya.

 

Tuhan musnahkan persediaan makanan.

Yoel 1:8-9

1:8 Merataplah seperti anak dara yang berlilitkan kain kabung karena mempelai, kekasih masa mudanya.

1:9 Korban sajian dan korban curahan sudah lenyap dari rumah TUHAN; dan berkabunglah para imam, yakni pelayan-pelayan TUHAN.

 

Ini yang disebut dalam Imamat 26:26, nabi disuruh meratap, Kehat disuruh meratap, imam meratap. Kalau  kita makan sudah tidak kenyang, sebenarnya ada masalah, makanya disuruh meratap seperti anak dara. Ada 2 anak dara yang meratap di dalam Alkitab.

1.      Dina meratap di luar di tengah jalan, menaruh abu di atas kepalanya dan menangis.

2.      Tamar meratap karena digagahi oleh kakaknya.

 

Kita perhatikan 2 hal ini karena inilah yang sedang terjadi hari-hari terakhir ini.

Kejadian 34:1-5

34:1 Pada suatu kali pergilah Dina, anak perempuan Lea yang dilahirkannya bagi Yakub, mengunjungi perempuan-perempuan di negeri itu.

34:2 Ketika itu terlihatlah ia oleh Sikhem, anak Hemor, orang Hewi, raja negeri itu, lalu Dina itu dilarikannya dan diperkosanya.

34:3 Tetapi terikatlah hatinya kepada Dina, anak Yakub; ia cinta kepada gadis itu, lalu menenangkan hati gadis itu.

34:4 Sebab itu berkatalah Sikhem kepada Hemor, ayahnya: "Ambillah bagiku gadis ini untuk menjadi isteriku."

34:5 Kedengaranlah kepada Yakub, bahwa Sikhem mencemari Dina. Tetapi anak-anaknya ada di padang menjaga ternaknya, jadi Yakub mendiamkan soal itu sampai mereka pulang.

 

Makanya anak gadis di sini jangan sembarang bergaul. Ada sepasang mata yang mengikuti kalian, itulah mata Sikhem anak Hemor! Ini kejadiannya terjadi di luar. Tetapi peristiwa Tamar terjadi di dalam, inilah yang menyebabkan tidak ada persediaan makanan.

 

II Samuel 13:19

13:19 Lalu Tamar menaruh abu di atas kepalanya, mengoyakkan baju kurung yang maha indah yang dipakainya, meletakkan tangannya di atas kepalanya dan pergilah ia sambil meratap dengan nyaring.

 

Sebenarnya kakak yang mesti melindungi, tetapi di sini kakak yang merusak! Ini kejadian yang terjadi di dalam! Bahasa rohaninya, sebenarnya gembala yang harus melindungi jemaat, tetapi malah gembala yang merusak. Sebabnya jemaat, doakan kami gembala. Kejadian yang satu di luar, yang satu di dalam. Bukannya meja roti sajian itu ada 2 suasana nikah di sana. Kalau persediaan roti tidak ada itu karena sudah dirusak, ada kerusakan! Ini jangan sampai terjadi dalam diri saya sebagai hamba Tuhan. Akhir zaman, inilah yang terjadi sehingga mengakibatkan hal ini:

Yoel 1:8-9

1:8 Merataplah seperti anak dara yang berlilitkan kain kabung karena mempelai, kekasih masa mudanya.

1:9 Korban sajian dan korban curahan sudah lenyap dari rumah TUHAN; dan berkabunglah para imam, yakni pelayan-pelayan TUHAN.

 

Apalagi kalau sudah ditangani oleh perempuan, itu tanda persediaan makanan sudah lenyap. Makanya orang tidak pernah merasa sudah puas, dia pikir sudah beribadah padahal tidak kenyang, tidak mengerti apa-apa. Ini membuktikan persediaan makanan sudah musnah. Ini yang sangat membuat prihatin dan jangan sampai terjadi pada diri kita. Makanya jangan seperti Dina yang suka keluar dari penggembalaan sehingga kena. Kemudian yang terjadi di dalam ini yang tidak pernah dipikirkan kenapa bisa terjadi seperti itu. Ini mengajar saya sebagai hamba Tuhan agar jangan seperti itu.

Yesus harus ditumbuk, diayak, ditumbuk, diayak sampai halus kemudian dijadikan roti. Dan kita mau makan itu roti hasil penumbukan. Dari Kayafas, ke Pilatus, kemudian ke Herodes lalu datang lagi ke Pilatus. Di Pilatus itu penumbukan yang lebih hebat. Di sana Dia ditampar, dipakaikan mahkota duri, dipukul dengan bambu, diludahi, untuk menjadi makanan bagi kita. Sebabnya selagi ada persediaan makanan, selagi Yesus masih menangani kita, selagi Yesus melayani kita, ayo jangan biarkan perempuan melayani saudara! Biarlah orang bilang kamu cuma sedikit, itu tidak menjadi masalah, dari pada perempuan yang melayani kita!

 

Untuk saya lebih dahulu, saya harus seperti kaum Kehat, ada beban tanggung jawab di pundakku. Tidak cari enteng seperti Merari dan Gersom yang pakai kereta, walaupun itu sesuai Firman tetapi itu sesuatu yang enteng. Namun Kehat, walaupun berat, tetapi ada jaminan Tuhan untuk hidup dan diselamatkan.

 

Imamat 24:8

24:8 Setiap hari Sabat ia harus tetap mengaturnya di hadapan TUHAN; itulah dari pihak orang Israel suatu kewajiban perjanjian untuk selama-lamanya.

 

Setiap sabat yang lama diambil dan yang baru bertengger. Kata Firman Tuhan, itu adalah syarat untuk selama-lamanya. Bicara tentang Sabat itu hubungannya dengan Roh Kudus.

Yesaya 28:11-12;63:14

28:11 Sungguh, oleh orang-orang yang berlogat ganjil dan oleh orang-orang yang berbahasa asing akan berbicara kepada bangsa ini

28:12 Dia yang telah berfirman kepada mereka: "Inilah tempat perhentian, berilah perhentian kepada orang yang lelah; inilah tempat peristirahatan!" Tetapi mereka tidak mau mendengarkan.

63:14 seperti ternak yang turun ke dalam lembah. Roh TUHAN membawa mereka ke tempat perhentian. Demikianlah Engkau memimpin umat-Mu untuk membuat nama yang agung bagi-Mu.

 

Sabat itu bicara perhentian, sama dengan bicara tentang Roh Kudus. Setiap sabat, berarti setiap anak Tuhan yang ada Roh Kudus, Firman Tuhan itu selalu baru dalam dirinya. Apalagi saya sebagi hamba Tuhan, kalau ada Roh Kudus berarti selalu ada hal yang baru dilemparkan dan disalurkan kepada umat Tuhan. Bukan cuma waktu hari sabat, tetapi dalam Ratapan dikatakan setiap hari.

Ratapan 3:22-23

3:22 Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya,

3:23 selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!

 

Zefanya 3:5

3:5 Tetapi TUHAN adil di tengah-tengahnya, tidak berbuat kelaliman. Pagi demi pagi Ia memberi hukum-Nya; itu tidak pernah ketinggalan pada waktu fajar. Tetapi orang lalim tidak kenal malu!

 

Zefanya 3:5 (Terjemahan Lama)

3:5 Maka Tuhan yang adil ada di tengah-tengahnya, Ia yang tiada berbuat salah, yang pada tiap-tiap pagi menyatakan hukum-Nya dengan terang, tiada kurang apa-apa; hanya orang terbalik itu tiada tahu malu!

 

Jadi bukan lagi tiap sabat, 6 hari menunggu, nanti hari ketujuh baru ada yang baru. Tetapi setiap pagi, ada yang baru Tuhan sediakan bagi kita. Itu hanya dinikmati oleh orang yang ada Roh Kudus di dalamnya. Dia akan menikmati dan merasakan. Saya pribadi punya pengalaman. Ketika saya membaca ayat Firman Tuhan dan ada kendala sampai saya tidak menerima sesuatu dari Tuhan, maka saya menangis di kaki Tuhan dan Tuhan perlihatkan sesuatu yang baru.

 

Kita ada di ujung akhir zaman, nubuatan ganda yaitu Keluaran pasal 16 dan Imamat pasal 24 sedang digenapi oleh Tuhan di tengah-tengah gereja. Iblis bukan iblis kalau tidak berupaya mengusik dan mengganggu kita. Itu sebabnya jauh-jauh hari Tuhan sudah memperingatkan kepada kita tentang imamat 26:26. Sebab Tuhan tahu kelak persediaan tidak akan ada. Kenapa? Sebab ada anak dara yang keluar dan anak dara yang di dalam yang kesuciannya dihancurkan. Ada 10 anak dara, tetapi ada anak dara spesial.

II Korintus 11:2

11:2 Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.

 

Kalau saudara sudah dicalonkan menjadi anak dara seperti ini, harus hati-hati, jangan seperti Dina!

 

Kidung Agung 8:8

8:8 -- Kami mempunyai seorang adik perempuan, yang belum mempunyai buah dada. Apakah yang akan kami perbuat dengan adik perempuan kami pada hari ia dipinang?

 

Ini kakak yang baik, ini gembala yang baik. Bukan seperti Amnon! Mestinya dia yang memagari Tamar tetapi malah dia rusak! Kami gembala harus memikirkan kebutuhan sidang jemaat.

 

Kidung Agung 8:9-10

8:9 Bila ia tembok, akan kami dirikan atap perak di atasnya; bila ia pintu, akan kami palangi dia dengan palang kayu aras.

8:10 -- Aku adalah suatu tembok dan buah dadaku bagaikan menara. Dalam matanya ketika itu aku bagaikan orang yang telah mendapat kebahagiaan.

 

Arahnya ke ayat 10. Iblis bukan iblis kalau tidak bergerak. Sekarang luar biasa dia himpun kekuatannya untuk menghadang, karena penyelesaian akhir gereja Tuhan sudah di ambang pintu. Itu sebabnya iblis menggunakan Sikhem anak Hemor dan ada Amnon anak Daud. Yang seharusnya dia menjadi palang dan menaruh atap perak di atas Tamar, tetapi kasihan Tamar, apa yang terjadi.

Sebabnya saya dan saudara harus meratap jika ada tanda-tanda persediaan makanan sudah menipis apalagi musnah, sehingga yang bergentayangan di mimbar adalah 10 perempuan. Tanpa sadar, gereja Tuhan yang membiarkan Izebel bergentayangan adalah gereja Tuhan yang tidak punya persediaan makanan. Walaupun ada roti, dia makan itu tetapi tidak kenyang. Semoga ini tidak terjadi kepada jemaat Kristus Penebus. Tuhan berniat melindungi dan bermaksud membentengi kita. Tugas kami sebagai kakak rohani adalah menaruh atap perak dan menaruh palang di tembok sehingga tidak mudah diterjang oleh musuh.

 

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 085241270477

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com

Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar