20130518

Kebaktian Doa, Sabtu 18 Mei 2013 Pdt. Bernard Legontu


Salam sejahtera di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Matius 25:1-13
1 "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki.
2 Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana.
3 Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak,
4 sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka.
5 Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur.
6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!
7 Gadis-gadis itu pun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka.
8 Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam.
9 Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ.
10 Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup.
11 Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu!
12 Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu.
13 Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya."

Menjelang pesta kawin Anak Domba Allah adalah waktu penentuan yang hakiki apakah kita masuk ke dalam perjamuan kawin atau berada di luar.

Sebelum pasal 25 ini ada pasal 24 di mana Tuhan Yesus memperingatkan kepada kita tentang kedatangan-Nya pada kali yang kedua. Ini patut kita hayati sebab kisah dalam pasal 24 dan 25 saling berkaitan. Kalau kita serius memperhatikan tanda-tanda pada pasal 24 tentang kedatangan-Nya pada kali yang kedua maka otomatis kita akan serius untuk mempersiapkan diri, berarti kita menggolongkan diri seperti 5 anak dara yang bijak. Bagaimana 5 anak dara ini bisa menjadi bijak?
Ulangan 4:4-6
4 sedangkan kamu sekalian yang berpaut pada TUHAN, Allahmu, masih hidup pada hari ini.
5 Ingatlah, aku telah mengajarkan ketetapan dan peraturan kepadamu, seperti yang diperintahkan kepadaku oleh TUHAN, Allahku, supaya kamu melakukan yang demikian di dalam negeri, yang akan kamu masuki untuk mendudukinya.
6 Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaanmu dan akal budimu di mata bangsa-bangsa yang pada waktu mendengar segala ketetapan ini akan berkata: Memang bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi.

Yang membuat kita menjadi bijaksana karena memperhatikan Firman, utamanya untuk kita sekarang adalah memperhatikan tanda-tanda kedatangan Tuhan dan hal itu sudah begitu jelas di hari-hari terakhir ini.

Mengapa 5 anak dara yang bodoh disebut bodoh? Karena mereka tidak menaruh perhatian terhadap perkataan Tuhan Yesus tentang tanda-tanda kedatangan-Nya. Kalau mereka memperhatikan pasti mereka mempersiapkan diri dengan serius dan yang utama memiliki minyak. 5 anak dara bodoh ini hanya berhubungan dengan orang yang suka menjual minyak. Siapa yang menjual minyak? Itulah hamba-hamba Tuhan yang bekerja tetapi jabatan pelayanannya dikomersilkan. Kita harus berhati-hati dengan pelayan-pelayan yang sekedar mencari keuntungan lewat pelayanannya. Walaupun dalam pelayanannya ada nampak kepenuhan Roh Kudus dan sebagainya tetapi kalau di dalamnya ada roh bisnis maka itu berbahaya. Minyak diperjualbelikan berarti pekerjaan Roh Kudus komersilkan untuk mencari keuntungan.

Sekarang kita berada pada waktu yang sangat genting yang menentukan apakah kita masuk ke ruang pesta atau tidak.
Efesus 5:17-18
17 Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.
18 Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,

Soal mengerti kehendak Allah dikaitkan dengan penuh dengan Roh Kudus. Supaya jangan bodoh kita harus memperhatikan waktu sekarang ini. Kita harus memperhatikan Tuhan Yesus yang berbicara tentang waktu kedatanganNya.

Yang bodoh dan bijak sama-sama tidur tetapi yang bodoh lalai mempersiapkan minyak karena dia tidak memperhatikan dengan seksama bahasa Firman Tuhan tentang waktu kedatangan Tuhan.
Matius 25:9
Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ.

Gadis-gadis yang bijaksana paham benar tentang waktu itu sebabnya dia bisa tahu minyak itu tidak akan cukup bila harus dibagi dengan yang bodoh. Akhirnya yang bodoh pergi bersekutu dengan pelayan yang menjual minyak, yang mengkomersilkan pekerjaan Roh Kudus.
Matius 25:10
Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup.

Kalau mengulur-ulur waktu dan menganggap biasa kesempatan yang Tuhan berikan sehingga tidak mempersiapkan diri maka nasibnya nanti seperti 5 anak dara bodoh yang ditolak masuk ke ruang perjamuan kawin.

Tuhan itu menggunakan waktu yang sudah diatur. Mulai dari kejadian pasal 1 Tuhan mengatur waktu mulai dari hari pertama sampai hari ketujuh. Kita harus mengerti kita berada pada waktu yang bagaimana.

Roma 13:10
Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.

Tuhan Yesus yang adalah sumbernya kasih datang ke dunia untuk menggenapkan hukum Taurat dan kita harus ada di situ yaitu ada di dalam bukti nyata kita merealisasikan kasih itu kepada sesama mulai dari dalam nikah rumah tangga.

Orang yang memiliki kasih kepada Tuhan Yesus tidak akan pernah tersandung melihat kesalahan orang lain. Kalau benar mengasihi Tuhan tidak ada yang dapat menghambat kasih kita kepada Tuhan.
Mazmur 119:165
Besarlah ketenteraman pada orang-orang yang mencintai Taurat-Mu, tidak ada batu sandungan bagi mereka.

Mazmur 119:165 (Terjemahan Lama)
Bahwa selamat besar adalah pada segala orang yang suka akan taurat-Mu, dan tiada mereka itu tahu akan kesentuhan.

Tidak usah kita mempergunjingkan kesalahan orang yang malah membuat kita tersandung dan lemah. Tidak usah juga kita peduli kalau orang lain mempergunjingkan kita.  

Hari-hari terakhir ini ada pelayan-pelayan yang mengatakan tidak ada pola ibadah. Itu sebabnya tanda pertama kedatangan Tuhan pada kali yang kedua ada munculnya penyesatan. Kita sekarang sedang disaring untuk menjadi 5 anak dara yang bijak, jangan sampai kita gagal sebab ada kengerian yang akan terjadi di depan mata kita kalau tertinggal.

Menjelang kedatangan Tuhan kedua kali roh bisnis di antara pelayan-pelayan semakin mencuat untuk mencari keuntungan.
II Korintus 2:14-17
14 Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana.
15 Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa.
16 Bagi yang terakhir kami adalah bau kematian yang mematikan dan bagi yang pertama bau kehidupan yang menghidupkan. Tetapi siapakah yang sanggup menunaikan tugas yang demikian?
17 Sebab kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah. Sebaliknya dalam Kristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atas perintah Allah dan di hadapan-Nya.

Ada dua tipe pelayan yang dijelaskan di sini:
1.      Pelayan yang mengkomersilkan jabatan pelayanannya.
2.      Pelayan yang benar-benar meninggalkan kepentingan dirinya sendiri.
Ada dua sikap dari orang-orang yang mendengar pemberitaan Firman oleh hamba Tuhan semacam ini:
a)      Ada yang melihat keselamatan dari Tuhan melalui berita yang disampaikan hamba Tuhan tersebut.
b)      Ada yang menganggap hamba Tuhan ini musuh karena mereka bersekutu dengan pelayan-pelayan yang mengkomersilkan jabatan pelayannya.

II Korintus 7:2
Berilah tempat bagi kami di dalam hati kamu! Kami tidak pernah berbuat salah terhadap seorang pun, tidak seorang pun yang kami rugikan, dan tidak dari seorang pun kami cari untung.
Pelayan yang mencari untung ini mengira bahwa ibadah itu adalah jalur untuk mendapatkan keuntungan.
I Timotius 6:5
percekcokan antara orang-orang yang tidak lagi berpikiran sehat dan yang kehilangan kebenaran, yang mengira ibadah itu adalah suatu sumber keuntungan.

Mereka tidak lagi berpikiran sehat karena tidak lagi memikirkan kemurnian Firman yang akan mendorong jemaat untuk masuk pada kelompok 5 anak dara yang bijak yang masuk pada pesta mempelai.

I Timotius 4:6-11,15-16
6 Dengan selalu mengingatkan hal-hal itu kepada saudara-saudara kita, engkau akan menjadi seorang pelayan Kristus Yesus yang baik, terdidik dalam soal-soal pokok iman kita dan dalam ajaran sehat yang telah kauikuti selama ini.
7 Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah.
8 Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.
9 Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya.
10 Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya.
11 Beritakanlah dan ajarkanlah semuanya itu.
15 Perhatikanlah semuanya itu, hiduplah di dalamnya supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang.
16 Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.

Kita harus tahu di mana waktu kita berada sekarang supaya kita mempersiapkan diri seperti 5 anak dara yang bijak. Apa yang harus kita siapkan?
Roma 13:10-11
10 Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.
11 Hal ini harus kamu lakukan, karena kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya.
Arti ayat di atas adalah supaya jangan kita seperti saat pertama kali percaya, sekarang ini kesiapan kita harus lebih matang. Berarti harus lebih menyala-nyala, lebih menggebu-gebu, jangan malah menjadi lebih dingin.

Dunia sekarang ini benar-benar berada dalam keadaan larut malam dan gelap gulita. Sekarang ini banyak negara yang sudah mengakui pernikahan sesama jenis, benar-benar sudah seperti keadaan Sodom dan Gomora.
Roma 13:12-14
12 Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!
13 Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati.
14 Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.

Artinya di sini adalah matikanlah segala keinginan daging jangan malah kita galakkan. Kalau tidak maka satu ketika daging yang buas itu malah akan menelan kita.

Pelayan yang mencari keuntungan ini adalah guru-guru palsu yang tampil mengajar tetapi sebenarnya motivasinya untuk mencari keuntungan, itulah kepalsuan!
II Petrus 2:3
Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda.

Ciri guru palsu yang lain adalah:
Yudas 1:16
Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya, hidup menuruti hawa nafsunya, tetapi mulut mereka mengeluarkan perkataan-perkataan yang bukan-bukan dan mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan.

Sebagai gembala yang ditekankan adalah:
I Petrus 5:2
Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri.

Biarlah kita mengerti persoalan waktu sehingga pelita kita tetap menyala. Jangan sampai waktu kedatangan Tuhan belum tiba tetapi pelita kita sudah redup bahkan sudah mati. Orang yang pelitanya mati akan menjadi galau dan pergi kepada penjual-penjual minyak. Memang ada minyak yang didapat, memang bisa dipenuhkan Roh Kudus karena ada pelayan yang mengkomersilkannya tetapi keduanya tidak bisa masuk dalam ruang perjamuan kawin.
Matius 25:10
Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup.

5 anak dara yang bijak masuk ke dalam ruang perjamuan kawin sedangkan 5 anak dara yang bodoh berada di luar. Sekalipun ada minat mereka tidak bisa masuk sebab bersekutu dengan pelayan yang mengkomersilkan jabatannya yang juga ada di luar. Itu terjadi sebab selama ini mereka tidak peduli dengan persiapan menghadapi kedatangan Tuhan kedua kali. Jangan sampai ini terjadi pada diri kita.

Biarlah kita memohon kepada Tuhan supaya diberikan roh hikmat dan kebijakan serta pengertian untuk memahami apa yang terjadi di hari-hari terakhir ini menjelang waktu kedatangan Tuhan kedua kali.


Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar