20130526

Kebaktian Umum, Minggu 26 Mei 2013 Pdt. Bernard Legontu


Terpuji bagi nama Tuhan, salam sejahtera kepada kekasih-kekasih Tuhan. Selamat berbahagia memandang Tuhan di dalam Firman-Nya.

Zakharia 2:1-7
1 Aku melayangkan mataku dan melihat: tampak seorang yang memegang tali pengukur.
2 Lalu aku bertanya: "Ke manakah engkau ini pergi?" Maka ia menjawab aku: "Ke Yerusalem, untuk mengukurnya, untuk melihat berapa lebarnya dan panjangnya."
3 Dan sementara malaikat yang berbicara dengan aku itu maju ke depan, majulah seorang malaikat lain mendekatinya,
4 yang diberi perintah: "Berlarilah, katakanlah kepada orang muda yang di sana itu, demikian: Yerusalem akan tetap tinggal seperti padang terbuka oleh karena banyaknya manusia dan hewan di dalamnya.
5 Dan Aku sendiri, demikianlah firman TUHAN, akan menjadi tembok berapi baginya di sekelilingnya, dan Aku akan menjadi kemuliaan di dalamnya."
6 Ayo, ayo, larilah dari Tanah Utara, demikianlah firman TUHAN; sebab ke arah keempat mata angin Aku telah menyerakkan kamu, demikianlah firman TUHAN.
7 Ayo, luputkanlah dirimu ke Sion, hai, penduduk Babel!

Ini adalah penglihatan nubuat tentang situasi menjelang kedatangan Tuhan Yesus pada kali yang kedua karena gereja Tuhan siap untuk di ukur. Di sini kita diperhadapkan bagaimana gereja Tuhan tidak boleh menyeleweng dan harus cocok dengan selera Tuhan. Itu sebabnya dikatakan Yerusalem harus diukur. Menunjuk Yerusalem arahnya adalah menjadi mempelai wanita Tuhan. Berarti berbicara Yerusalem tidak bisa lepas dengan gereja Tuhan yang harus cocok dengan ukuran Tuhan. Ukuran yang Tuhan pakai di sini bukan ukuran manusia tetapi ukuran Tuhan. Jadi ibadah pelayanan kita harus memenuhi ukuran Tuhan dan bukan memenuhi ukuran kita. Kalau kita masih memakai ukuran manusiawi kita maka jangan kita bertahan di situ sebab kita dibawa untuk sampai pada ukuran Tuhan. Kalau tetap bertahan pada ukuran manusia maka kita tidak akan bisa menjadi mempelai wanita Tuhan yang disebut Yerusalem Baru.

Dalam penglihatan, Zakharia melihat anak muda yang membawa tali pengukur. Apa yang dilihat oleh Zakharia ini kena mengena dengan waktu kita sekarang. Apakah kita mengarah pada ukuran Tuhan atau kita malah berhenti karena merasa sudah pas dengan ukuran kita sendiri. Kita seringkali membatasi ibadah pelayanan kita dengan perasaan dan pikiran kita padahal bukan itu ukurannya. Jangan kita menstandarisasi ibadah pelayanan kita menurut pemikiran kita sendiri, kita harus memproyeksikan diri atau berdiri pada ukuran Tuhan.
I Korintus 15:58
Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

Ini adalah dorongan supaya kita bisa sampai pada ukuran Tuhan. Hasilnya kita akan memetik buah jerih payah kita karena jerih payah kita sesuai dengan ukuran Tuhan.

Kita melihat pengukuran ini ditangguhkan untuk sementara waktu karena masih banyak manusia dan binatang.
Zakharia 2:4
yang diberi perintah: "Berlarilah, katakanlah kepada orang muda yang di sana itu, demikian: Yerusalem akan tetap tinggal seperti padang terbuka oleh karena banyaknya manusia dan hewan di dalamnya.

Berbicara manusia itu menunjuk umat Tuhan yang sudah ada di dalamnya tetapi masih pasif, rohaninya tidak ada kemajuan. Berarti kepada umat Tuhan masih diberikan kesempatan, masih dibukakan pintu untuk masuk dalam pelayanan yang sesuai ukuran Tuhan supaya kelak bisa memetik buah jerih payah yaitu menjadi mempelai wanita Tuhan. Kalau umat Tuhan tetap pasif dan tidak ada gerakan yang sesuai standar Tuhan dalam I Korintus 15:58 tadi bagaimana nasibnya kelak bila direntangkan tali pengukur?

Ada hewan berarti ada binatang untuk korban. Ini menunjuk ibadah tetapi ibadah yang stagnan, ibadah yang belum sampai pada ukuran Tuhan. Itu sebabnya Tuhan masih memberi kesempatan siapa tahu ibadah umat Tuhan ini mengarah pada ukuran Tuhan.

Zakharia 2:3
Dan sementara malaikat yang berbicara dengan aku itu maju ke depan, majulah seorang malaikat lain mendekatinya,
Malaikat ini datang bukan karena keinginannya sendiri tetapi karena diutus oleh Tuhan. Kalau itu adalah utusan Tuhan jangan coba kita tolak sebab itu sama dengan kita mengundang bencana dalam kehidupan kita, sama dengan mendorong diri kita masuk dalam masa 3,5 tahun aniaya antikristus. Zakharia juga melayani karena diutus oleh Tuhan.
Zakharia 2:8-9,11
8 Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, yang dalam kemuliaan-Nya telah mengutus aku, mengenai bangsa-bangsa yang telah menjarah kamu -- sebab siapa yang menjamah kamu, berarti menjamah biji mata-Nya --:
9 "Sesungguhnya Aku akan menggerakkan tangan-Ku terhadap mereka, dan mereka akan menjadi jarahan bagi orang-orang yang tadinya takluk kepada mereka. Maka kamu akan mengetahui bahwa TUHAN semesta alam yang mengutus aku.
11 dan banyak bangsa akan menggabungkan diri kepada TUHAN pada waktu itu dan akan menjadi umat-Ku dan Aku akan diam di tengah-tengahmu." Maka engkau akan mengetahui, bahwa TUHAN semesta alam yang mengutus aku kepadamu.

Utusan Tuhan ini patut diperhitungkan oleh umat. Adanya utusan Tuhan di tengah-tengah kita adalah tanda Allah melawat kita dan sekaligus utusan Tuhan itu membawa/menghubungkan kita dalam kemuliaan Allah. Menolak utusan Tuhan sama dengan menolak kemuliaan Allah.

Biarlah kita belajar untuk taat dan dengar-dengaran. Kalau ukuran taat dengar-dengaran kita sudah sampai pada ukuran Tuhan berarti dunia ini sudah siap untuk di hukum. Berarti ukuran Tuhan ini mempunyai dua dampak:
1.      Berkat bagi yang kena ukuran.
2.      Nasib dunia berakhir (hukuman).

II Korintus 10:6
dan kami siap sedia juga untuk menghukum setiap kedurhakaan, bila ketaatan kamu telah menjadi sempurna.

Bagaimana ketaatan itu bisa diukur? Pertama kita harus menyambut utusan Tuhan.
Zakharia 2:8
Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, yang dalam kemuliaan-Nya telah mengutus aku, mengenai bangsa-bangsa yang telah menjarah kamu -- sebab siapa yang menjamah kamu, berarti menjamah biji mata-Nya --

Utusan yang membawa kemuliaan Tuhan ini diarah tujukan kepada biji mata Tuhan. Kita harus meraba diri kita, apakah kita sudah menjadi biji mata Tuhan?
Mazmur 17:8
Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu

Kalau menjadi biji mata Tuhan berarti berada dalam pemeliharaan Tuhan. Siapa biji mata Tuhan? Ini menunjuk jemaat. Jemaat yang berada dalam kondisi bagaimana yang disebut biji mata Tuhan yang akan ditransfer kemuliaan Tuhan?

Kalau kita biji mata Tuhan melihat kejahatanpun tidak suka,
Yesaya 33:15
Orang yang hidup dalam kebenaran, yang berbicara dengan jujur, yang menolak untung hasil pemerasan, yang mengebaskan tangannya, supaya jangan menerima suap, yang menutup telinganya, supaya jangan mendengarkan rencana penumpahan darah, yang menutup matanya, supaya jangan melihat kejahatan,

Pertama kali Tuhan berkata bahwa umat-Nya itu adalah biji mata Tuhan adalah dalam nyanyian Musa.
Ulangan 32:8-10
8 Ketika Sang Mahatinggi membagi-bagikan milik pusaka kepada bangsa-bangsa, ketika Ia memisah-misah anak-anak manusia, maka Ia menetapkan wilayah bangsa-bangsa menurut bilangan anak-anak Israel.
9 Tetapi bagian TUHAN ialah umat-Nya, Yakub ialah milik yang ditetapkan bagi-Nya.
10 Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara. Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya.

Kondisi Israel di sini berada di padang gurun yaitu pada tempat yang rawan. Begitulah kondisi kita yang berada di padang gurun dunia ini dalam suasana kering kerontang dan berada di antara binatang buas yaitu daging kita sendiri. Kalau Tuhan tidak menemukan kita maka habislah kita dilalap oleh auman singa di padang belantara.

Sebelum Tuhan berbicara tentang biji mata-Nya, Tuhan berbicara tentang Firman pengajaran.
Ulangan 32:2
Mudah-mudahan pengajaranku menitik laksana hujan, perkataanku menetes laksana embun, laksana hujan renai ke atas tunas muda, dan laksana dirus hujan ke atas tumbuh-tumbuhan.

Kalau seseorang mengaku biji mata Allah pasti tidak akan menolak Firman Pengajaran. Kalau saudara benar adalah biji mata Tuhan maka sambutlah Firman pengajaran, berilah hidupmu dibenahi, beri hidupmu disucikan sehingga teguh dan tidak goyah sampai Tuhan datang dan menerima hasil jerih payah yaitu menjadi mempelai wanita-Nya. Sekarang ini sudah banyak kita menerima Firman pengajaran tetapi sudah sejauh mana kita menyerap. Buktikan kita sebagai biji mata Allah dengan mempraktekkan Firman Pengajaran.

Ketika Tuhan berbicara biji mata dalam kitab Zakharia pasal 2 lebih dahulu ada ayat 6 dan 7 di mana ada seruan untuk keluar dari Babel dan meluputkan diri ke Sion. Berbicara Sion berarti berbicara Firman pengajaran. Berarti masih diberi kesempatan bagi orang yang sudah berada dalam pengaruh Babel untuk kembali pada Firman pengajaran.
Yesaya 2:1-3
1 Firman yang dinyatakan kepada Yesaya bin Amos tentang Yehuda dan Yerusalem.
2 Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana,
3 dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem."

Zakharia 2:11
dan banyak bangsa akan menggabungkan diri kepada TUHAN pada waktu itu dan akan menjadi umat-Ku dan Aku akan diam di tengah-tengahmu." Maka engkau akan mengetahui, bahwa TUHAN semesta alam yang mengutus aku kepadamu.

Dikatakan suatu ketika banyak yang akan menggabungkan diri ke Sion. Di sini diuji kesabaran pemberita Kabar Mempelai. Terlalu banyak pemberita Kabar Mempelai yang akhirnya kesedot pengajaran yang lain karena kepincut untuk cepat mendapatkan jiwa-jiwa. Suatu saat Tuhan akan menggerakkan jiwa-jiwa untuk menggabung di mana ada Firman pengajaran yang benar. Kalau kita datang menggabungkan diri dalam ibadah karena melihat ada Firman pengajaran itu adalah sistemnya Tuhan. Tetapi kalau datang menggabungkan diri hanya karena melihat semaraknya ibadah berarti itu adalah gaya ibadah dari Yerobeam.

Yerobeam membuat 2 lembu emas dan meletakkan di Besyeba dan di Dan. Tujuannya supaya 10 suku Israel yang dia pimpin jangan ke Yerusalem. Ibadahnya disertai dengan tari-tarian tetapi imam yang melayani di situ bukan dari suku Lewi.
1 Raja-raja 12:31
Ia membuat juga kuil-kuil di atas bukit-bukit pengorbanan, dan mengangkat imam-imam dari kalangan rakyat yang bukan dari bani Lewi.

Kita yang dahulu sudah dicemari dengan pekerjaan Babel sekarang ditawarkan untuk kembali ke Sion supaya yang sudah cemar itu disucikan dengan Firman Pengajaran dan kita menjadi biji mata Allah. Ketika Tuhan berbicara tentang biji mata-Nya, Dia berbicara tentang utusan yang membawa kemuliaan, jadi kemuliaan itu bareng dengan Firman Pengajaran. Tampilnya Firman Pengajaran berarti tampilnya Kemuliaan Allah. Izinkan Firman Tuhan leluasa menggarap kehidupan kita kalau kita mau menjadi biji mata Tuhan.

Zakharia 2:6-7
6 Ayo, ayo, larilah dari Tanah Utara, demikianlah firman TUHAN; sebab ke arah keempat mata angin Aku telah menyerakkan kamu, demikianlah firman TUHAN.
7 Ayo, luputkanlah dirimu ke Sion, hai, penduduk Babel!

Di sini terlihat kehidupan yang sudah kebelit dengan roh Babel tetapi masih Tuhan beri kesempatan untuk lari ke Sion, mencari Firman pengajaran. Bagaimana kondisi Babel?
Wahyu 18:1-2
1 Kemudian dari pada itu aku melihat seorang malaikat lain turun dari sorga. Ia mempunyai kekuasaan besar dan bumi menjadi terang oleh kemuliaannya.
2 Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci,

Andaikata manusia tadi tidak mau keluar dari Babel maka sudah pasti dia ikut binasa dengan Babel. Kalau kita melihat seruan Tuhan tadi, itu adalah paket kasih sayang Tuhan kepada kita supaya jangan kita binasa bersama Babel.

Wahyu 18:3-4
3 karena semua bangsa telah minum dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-raja di bumi telah berbuat cabul dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi telah menjadi kaya oleh kelimpahan hawa nafsunya."
4 Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: "Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya.
Seruan dalam Zakharia 2:6-7 tadi diulang dalam Wahyu 18:4 dengan versi yang lain tetapi dengan isi yang sama.

Wahyu 18:5
Sebab dosa-dosanya telah bertimbun-timbun sampai ke langit, dan Allah telah mengingat segala kejahatannya.

Ketika Abraham diminta Tuhan untuk mempersembahkan korban ia tertidur dan binatang buas memakan korban yang ia persembahkan. Karena ia tertidur maka ia dihukum, keturunannya akan hidup dalam perhambaan di tempat lain sampai dosa orang Amori sundul langit
Kejadian 15:16 (Terjemahan lama)
Maka anak buahmu gilir yang keempat itu akan datang kembali ke mari, karena sekarang kejahatan orang Amori itu belum cukup adanya.

Kejadian 15:16
Tetapi keturunan yang keempat akan kembali ke sini, sebab sebelum itu kedurjanaan orang Amori itu belum genap."

dan mereka dipanggil keluar oleh Tuhan dari tempat perhambaan. Itu sama dengan keadaan kita di akhir zaman. Begitu dosa Babel itu sudah sundul langit maka itulah tanda umat Tuhan akan keluar dari dunia yang sedang menuju kebinasaan ini.

Kita perhatikan ke mana kita mengayunkan langkah di hari-hari terakhir ini. Apakah kita tetap di dalam Firman pengajaran dan mempraktekkannya atau hanya sekedar kita mendengar dan bersikap cuek. Suara utusan Tuhan sudah disampaikan kepada kita, jangan kita malah bersikap cuek. Apakah kita betul-betul adalah biji mata Tuhan? Orang yang menjamah biji mata Tuhan pasti dibalas oleh Tuhan.
Zakharia 2:9
"Sesungguhnya Aku akan menggerakkan tangan-Ku terhadap mereka, dan mereka akan menjadi jarahan bagi orang-orang yang tadinya takluk kepada mereka. Maka kamu akan mengetahui bahwa TUHAN semesta alam yang mengutus aku.

Orang yang menjadi biji mata Tuhan, melihat kejahatan saja ia tidak mau bagaimana mau berbuat. Jadi kalau masih berbuat kejahatan tidak bisa menjadi biji mata Tuhan.
Yesaya 33:15
Orang yang hidup dalam kebenaran, yang berbicara dengan jujur, yang menolak untung hasil pemerasan, yang mengebaskan tangannya, supaya jangan menerima suap, yang menutup telinganya, supaya jangan mendengarkan rencana penumpahan darah, yang menutup matanya, supaya jangan melihat kejahatan,

Yang menjadi biji mata Tuhan pasti dibela oleh Tuhan.
Yeremia 30:16
Tetapi semua orang yang menelan engkau akan tertelan, dan semua lawanmu akan masuk ke dalam tawanan; orang-orang yang merampok engkau akan menjadi rampokan, dan semua orang yang menjarah engkau akan Kubuat menjadi jarahan.

Yesaya 33:1
Celakalah engkau, hai perusak yang tidak dirusak sendiri, dan engkau, hai penggarong yang tidak digarong sendiri! Apabila engkau selesai merusak, engkau sendiri akan dirusak; apabila engkau habis menggarong, engkau sendiri akan digarong.

Kadang yang menjadi penggarong adalah diri kita dan kita menjarah diri kita sendiri. Seringkali kita mengaku sebagai biji mata Tuhan tetapi sekaligus menjadi penggarong harta Tuhan yang ada pada kita. Kapan kita menjadi penggarong? Kalau kita mengambil milik Tuhan yaitu perpuluhan dan persembahan khusus.

Di semua lini kehidupan kita roh Babel itu mau menerjang kita, tetapi kita bisa luput kalau kita lari ke Sion, kembali pada Firman pengajaran sehingga kita tidak menjadi penggarong.

Zakharia 2:13
Berdiam dirilah, hai segala makhluk, di hadapan TUHAN, sebab Ia telah bangkit dari tempat kediaman-Nya yang kudus.

Tuhan bangkit untuk apa? Tuhan bangkit untuk keluar membalas orang yang berani menyetuh biji mata-Nya.

Yesaya 26:20
Mari bangsaku, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintumu sesudah engkau masuk, bersembunyilah barang sesaat lamanya, sampai amarah itu berlalu.

Tuhan mengatakan supaya kita masuk ke dalam kamar dan berdiam di sana. Artinya ketika kita masuk ke dalam kamar di sana ada suami kita, di sana ada istri kita. Di sini kita di ajar oleh Tuhan untuk memperhatikan rumah tangga kita. Bagaimana caranya? Dengan menutup pintu di belakang. Artinya dengan menyelesaikan semua masalah-masalah yang terjadi di masa yang lampau. Sebab kalau kita tidak menyelesaikan apa yang terjadi di masa silam kita bisa kena murka Tuhan.

Yesaya 26:21
Sebab sesungguhnya, TUHAN mau keluar dari tempat-Nya untuk menghukum penduduk bumi karena kesalahannya, dan bumi tidak lagi menyembunyikan darah yang tertumpah di atasnya, tidak lagi menutupi orang-orang yang mati terbunuh di sana.

Kita mungkin tidak membunuh tetapi dengan perkataan dan ucapan serta kebencian, kita sudah membunuh. Ingat, semua itu akan dihukum oleh Tuhan kalau kita tidak menyelesaikannya. Kita berbahagia sebab kita memiliki alamat yang tepat untuk membenahi kita yaitu lewat Firman Pengajaran. Jangan kita berlarut-larut sebab waktu sudah terlalu singkat. Biarlah kita menyelesaikan segala permasalahan yang terjadi di masa silam sehingga kita aman dalam lindungan Tuhan.


Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar