20130512

Kebaktian Umum, Minggu 12 Mei 2013 Pdt. Bernard Legontu


Salam sejahtera, selamat kita memandang Tuhan di dalam Firman-Nya.

Kisah Para Rasul 1:15-16; 2:1-4
1:15 Pada hari-hari itu berdirilah Petrus di tengah-tengah saudara-saudara yang sedang berkumpul itu, kira-kira seratus dua puluh orang banyaknya, lalu berkata:
1:16 "Hai saudara-saudara, haruslah genap nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu.
2:1 Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
2:2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;
2:3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
2:4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

Ketika Allah membangun gereja-Nya di dalamnya ada tersirat rencana Tuhan untuk keselamatan, utamanya keselamatan yang akan datang yakni apakah kita luput dari sengsara yang sangat mengerikan yang akan terjadi di depan atau malah masuk ke sana.

Dalam membangun gereja-Nya Tuhan tidak memulai dengan model tetapi memulai dengan mutu. Model itu menyusul dan yang diberi penekanan adalah mutu. Mutu dan model ini tidak berseberangan tetapi saling kait mengkait. Model ibadah itu untuk memelihara bahkan meningkatkan mutu rohani. Model ibadah bukan hanya sekedar untuk menyeramarakkan kebaktian.

Dengan kita diperkenalkan tentang angka 120 maka kita diingatkan dengan angka 120 di zaman Nuh.
Kejadian 6:3
Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja."

Angka 120 di sini adalah masa Roh Kudus untuk berkarya menyentuh kehidupan manusia yaitu 120 Yobel.

Ketika angka ini ditampilkan maka Allah menunjuk kepada zaman Nuh yang diperintahkan membangun
Bahtera. Di sini Tuhan memberi penekanan yang diawali dengan mutu setelah itu baru model. Sepeninggal Yesus ke Sorga kita melihat warna penggembalaan di mana Petrus sebagai gembala yang menggembalakan 120 umat dan dia memberi penekanan soal mutu setelah itu baru model.

Dengan diperlihatkan angka 120 maka sekaligus kita diingatkan oleh Tuhan dengan bencana yang menimpa dunia di zaman Nuh. 150 hari bumi ditutupi oleh air.

3 kali angka 150.
1.      Angka 150 pada zaman Bapa.
Ini terjadi di zaman Nuh yaitu 150 hari lamanya air menguasai bumi sehingga semua yang bernafas binasa kecuali yang masuk dalam bahtera. Keselamatan zaman Nuh adalah keselamatan bernuansa mempelai, sebab yang masuk dalam bahtera adalah yang berpasangan. Ketika Nuh harus membangun Bahtera Tuhan memerintahkan mengambil kayu Gofir, itu berbicara mutu. Setelah itu baru berbicara model. Untuk masuk dalam keselamatan mempelai harus mengutamakan mutu rohani setelah itu baru model. Kalau tidak ada di sana maka akan masuk dalam angka 150 berarti kebinasaan.
Kejadian 7:24
Dan berkuasalah air itu di atas bumi seratus lima puluh hari lamanya.

2.      Angka 150 pada zaman Anak.
Ini terjadi di zaman Simson ketika dia mengikat 300 anjing hutan menjadi 150 pasang yang akhirnya melibas kebun orang Filistin.

Simson tertarik dengan seorang gadis di Timna dan minta kepada bapanya untuk mengambil perempuan itu menjadi istri baginya. Perempuan Timna ini adalah orang Filistin, bangsa keledai. Namun ketika dia menikah dengan Simson statusnya diubah dari bangsa keledai menjadi bangsa lembu tetapi dia tidak menghargai. Perempuan ini tidak menghormati suaminya dan lebih menyegani orang Filistin.
Hakim-hakim 14:18
Lalu pada hari yang ketujuh itu, sebelum matahari terbenam, berkatalah orang-orang kota itu kepadanya: "Apakah yang lebih manis dari pada madu? Apakah yang lebih kuat dari pada singa?" Sahutnya kepada mereka: "Kalau kamu tidak membajak dengan lembu betinaku, pasti kamu tidak menebak teka-tekiku."

Karena wanita ini tidak menghargai struktur nikah Sorga akhirnya hati Simson tidak tahan dan untuk sementara waktu dia pulang kepada orang tuanya. Suatu ketika Simson kembali untuk rujuk dengan istrinya tetapi ketika sampai di rumah mertuanya dengan membawa seekor anak kambing (korban perdamaian)
Hakim-hakim 15:1
Beberapa waktu kemudian, dalam musim menuai gandum, pergilah Simson mengunjungi isterinya, dengan membawa seekor anak kambing, serta berkata: "Aku mau ke kamar mendapatkan isteriku." Tetapi ayah perempuan itu tidak membiarkan dia masuk.

istrinya telah diberikan kepada orang lain dan mertuanya menawarkan adik perempuan itu untuk menjadi istri Simson. Inilah nikah orang Filistin di mana nikah itu tidak ada arti lagi, nikah tidak ada lagi model Sorga. Akhirnya Simson tidak tahan  dan mengumpulkan 300 serigala yang dijadikan 150 pasang dan dilepas ke ladang orang Filistin, inilah bentuk nikah dunia, nikah yang bukan dari sorga yang akhirnya membinasakan mereka sendiri.
Hakim-hakim 15:4-5
4 Maka pergilah Simson, ditangkapnya tiga ratus anjing hutan, diambilnya obor, diikatnya ekor dengan ekor dan ditaruhnya sebuah obor di antara tiap-tiap dua ekor.
5 Kemudian dinyalakannyalah obor itu dan dilepaskannya anjing-anjing hutan itu ke gandum yang belum dituai kepunyaan orang Filistin, sehingga terbakarlah tumpukan-tumpukan gandum dan gandum yang belum dituai dan kebun-kebun pohon zaitun.

3.      Angka 150 pada zaman Roh Kudus
Wahyu 9:5,10
5 Dan mereka diperkenankan bukan untuk membunuh manusia, melainkan hanya untuk menyiksa mereka lima bulan lamanya, dan siksaan itu seperti siksaan kalajengking, apabila ia menyengat manusia.
10 Dan ekor mereka sama seperti kalajengking dan ada sengatnya, dan di dalam ekor mereka itu terdapat kuasa mereka untuk menyakiti manusia, lima bulan lamanya.

5 bulan = 5 x 30 hari = 150 hari

Kita berada pada angka 150 yang akhir di mana juga menunjuk bencana. Bagaimana supaya kita luput dari bencana itu? Kita harus masuk dalam ibadah sesuai pola Sorga di mana mutu rohani yang ditekankan. Anak Tuhan yang ibadahnya mengutamakan mutu dan model sorga tidak akan masuk dalam siksaan ini.

Ketika Petrus diangkat menjadi gembala dia diperkenalkan dengan nilai-nilai penggembalaan untuk menekankan tentang mutu dan juga dia diberikan model penggembalaan yaitu Tabernakel. Itu sebabnya ketika dia diangkat menjadi gembala didahului dengan penangkapan ikan 153 ekor yaitu angka suasana Sorga.
Yohanes 21:11
Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak.

153 adalah angka Tabernakel.
100 = panjang Tabernakel
50   = lebar Tabernakel
3     = tingkatan Tabernakel

Penggembalaan dengan sistem ini kuat karena memberi penekanan pada mutu dan tidak mudah koyak. Bila hanya sampai pada sistem penginjilan jala masih koyak dan ikan kembali ke danau.
Lukas 5:6
Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.
Artinya hidupnya kembali pada warna-warni duniawi. Kalau berada penggembalaan sistem sorga dia akan berada dalam ruang lingkup suasana sorga itu.

Ada pasang surut dalam pelayanan Petrus tetapi akhirnya karena kemurahan Tuhan dia direkrut dan ditetapkan oleh Tuhan dalam jabatan gembala. Ada kondisi yang mengganggu mutu rohani mereka sehingga harus dibersihkan dari 120 orang yang digembalakan oleh Petrus supaya mutu mereka menjadi jelas. Hal ini yang harus diperangi:
1.      Roh Ketidaksetiaan
Mutu rohani seseorang bisa terlihat kalau dia mau memerangi roh ketikdaksetiaan, artinya kehidupan itu ada dalam pergumulan supaya dia kuat agar jangan roh tidak setia ini membuat dia tergusur dari kumpulan anggota Tubuh Kristus. Orang yang memiliki kesetiaan memiliki jaminan untuk menang menghadapi gereja palsu yaitu Babel sundal besar.
Wahyu 17:14
Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia."

Terpanggil = masuk suasana halaman Tabernakel
Dipilih = masuk suasana ruangan suci, di sana kita digembalakan dalam sistem 3 macam ibadah
Setia = masuk suasana ruangan maha suci

Setia ini hubungannya dengan nikah. Mari kita tanamkan roh setia ini dengan pasangan kita. Memang ada pahit getir dalam rumah tangga dan itulah warna warninya tetapi ketika kita berada dalam penggembalaan semua akan teratasi.
Maleakhi 2:13-16
13 Dan inilah yang kedua yang kamu lakukan: Kamu menutupi mezbah TUHAN dengan air mata, dengan tangisan dan rintihan, oleh karena Ia tidak lagi berpaling kepada persembahan dan tidak berkenan menerimanya dari tanganmu.
14 Dan kamu bertanya: "Oleh karena apa?" Oleh sebab TUHAN telah menjadi saksi antara engkau dan isteri masa mudamu yang kepadanya engkau telah tidak setia, padahal dialah teman sekutumu dan isteri seperjanjianmu.
15 Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.
16 Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel -- juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!

Ternyata tidak setia ini diikuti dengan pengkhianatan. Itu sebabnya roh tidak setia ini yang diperangi dalam diri 120 orang yang digembalakan oleh Petrus supaya mereka juga dibersihkan dari roh Yudas yang adalah pengkhianat dan tidak setia pada gurunya (Yesus).

Kesetiaan itu ada yang terlihat dan ada yang tidak terlihat. Yang tidak terlihat antara lain adalah apakah setia terhadap jam-jam sembayang atau tidak.

2.      Roh Ganjil
Murid Tuhan Yesus ada 12, Yudas mati berarti tinggal 11. Inilah yang ganjil yang harus diisi kembali. Matias yang dipilih untuk mengganti Yudas Iskariot untuk menggenapkan kembali menjadi 12. Matias artinya kasih karunia.

Pengertian ganjil di sini bukan pengertian angka yang ganjil tetapi menunjuk sesuatu yang ganjil yang ditemukan di dalam gereja dan harus diperangi.

Angka 11 ini kita temukan dalam:
II Korintus 12:20-21
20 Sebab aku kuatir, bahwa apabila aku datang aku mendapati kamu tidak seperti yang kuinginkan dan kamu mendapati aku tidak seperti yang kamu inginkan. Aku kuatir akan adanya (1)perselisihan, (2)iri hati,(3) amarah, (4)kepentingan diri sendiri, (5)fitnah, (6)bisik-bisikan, (7)keangkuhan, dan (8)kerusuhan.
21 Aku kuatir, bahwa apabila aku datang lagi, Allahku akan merendahkan aku di depan kamu, dan bahwa aku akan berdukacita terhadap banyak orang yang di masa yang lampau berbuat dosa dan belum lagi bertobat dari (9)kecemaran, (10)percabulan dan (11)ketidaksopanan yang mereka lakukan.

Bahasa Paulus sampai 3 kali menyebutkan: “aku kuatir.. apabila aku datang” menunjuk kedatangan rasul Paulus sekaligus bernubuat tentang kedatangan Tuhan Yesus. Jangan sampai ketika Tuhan Yesus datang ditemukan kita tidak bermutu karena hidup dalam 11 keganjilan yang berikut:
1)      Perselisihan
Dalam nikah kita perselisihan ini pasti muncul tetapi jangan dikembangkan dan harus kita gusur. Bagaimana cara menggusur? Caranya tidak rumit, lakukanlah Firman Tuhan yaitu suami mengasihi istri dan istri tunduk pada suami.

Perselisihan dalam bahasa aslinya adalah Oris yang arti lainnya persaingan. Perselisihan ini kita usahakan untuk diredam dalam segala lini kehidupan kita. Izinkan Tuhan yang akan memberi pertolongan kepada kita. Jangan sampai keganjilan ini menjadi penghambat kita masuk dalam pesekutuan Tubuh Kristus.

2)      Iri hati
Bahasa aslinya Zelo artinya usaha untuk menyaingi.

3)      Amarah
Bahasa aslinya Pumohi artinya amarah yang meledak-ledak dan ini sulit sekali dijinakkan.
Amsal 19:19
Orang yang sangat cepat marah akan kena denda, karena jika engkau hendak menolongnya, engkau hanya menambah marahnya.

4)      Kepentingan diri sendiri
Artinya mengerjakan suatu pekerjaan dengan minta dibayar. Ini merusak pembangunan Tubuh Kristus. Jangan sampai kita ada tuntutan imbalan dalam mengerjakan pekerjaan yang ada hubungan dengan pekerjaan Tuhan. Tuhan akan memberikan imbalan tanpa kita menuntut.

5)      Fitnah
Bahasa gerikanya diabolos. Setan bahasa gerikanya juga diabolos. Jadi orang yang suka menfitnah sama dengan setan.

6)      Bisik-bisik
Sama dengan insinuasi yaitu tuduhan teselubung.

7)      Keangkuhan
Ini kemegahan yang sia-sia. Keangkuhan ini menghambat pengenalan seseorang terhadap kebenaran Firman.

II Korintus 10:5
Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,

8)      Kerusuhan
Gereja Tuhan adalah tempat untuk bersekutu bukan tempat kegaduhan.

9)      Kecemaran

10)  Percabulan

11)  Ketidak sopanan

Allah telah mengkemas waktu kepergian-Nya ke Sorga sampai Roh Kudus turun adalah 10 hari. Waktu 10 hari ini adalah waktu pembinaan terhadap 120 orang ini sehingga rohani mereka bermutu dan dipersiapkan menerima turunnya Roh Kudus.

Ketika Roh Kudus turun maka bukan hanya mutu tetapi diperlihatkan model ibadah.
Kisah Para Rasul 2:1-2
1 Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;

Pencurahan Roh Kudus dimulai dengan angin yang keras. Kalau menolak pekerjaan Firman dan Roh Kudus yang begitu keras terhadap diri kita maka akan mengalami angin yang keras yaitu hukuman.
Yeremia 4:12
melainkan angin yang keras datang atas perintah-Ku. Sekarang Aku sendiri akan menjatuhkan hukuman atas mereka."

Tuhan membangun gereja-Nya dibarengi dengan angin yang keras. Tuhan akan menghukum dunia ini juga dengan angin yang keras.
Yeremia 23:19-20
19 Lihatlah, angin badai TUHAN, yakni kehangatan murka, telah keluar menyambar, -- angin puting beliung -- dan turun menimpa kepala orang-orang fasik.
20 Murka TUHAN tidak akan surut, sampai Ia telah melaksanakan dan mewujudkan apa yang dirancang-Nya dalam hati-Nya; pada hari-hari yang terakhir kamu akan benar-benar mengerti hal itu.

Tuhan menampilkan guruh mengguntur di depan bangsa Israel agar mereka memiliki rasa takut akan Tuhan.
Keluaran 20:18-21
18 Seluruh bangsa itu menyaksikan guruh mengguntur, kilat sabung-menyabung, sangkakala berbunyi dan gunung berasap. Maka bangsa itu takut dan gemetar dan mereka berdiri jauh-jauh.
19 Mereka berkata kepada Musa: "Engkaulah berbicara dengan kami, maka kami akan mendengarkan; tetapi janganlah Allah berbicara dengan kami, nanti kami mati."
20 Tetapi Musa berkata kepada bangsa itu: "Janganlah takut, sebab Allah telah datang dengan maksud untuk mencoba kamu dan dengan maksud supaya takut akan Dia ada padamu, agar kamu jangan berbuat dosa."
21 Adapun bangsa itu berdiri jauh-jauh, tetapi Musa pergi mendekati embun yang kelam di mana Allah ada.

Ketika Roh Kudus turun di Yerusalem maka model ibadah mulai terbangun.
Kisah Para Rasul 2:36-38
36 Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus." (Terkena pintu gerbang Tabernakel)
37 Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?"
38 Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah (Menunjuk Mezbah Korban Bakaran) dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis (Menunjuk Kolam Basuhan) dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus (Menunjuk Pintu Kemah).

Kolam basuhan yang dibuat oleh Salomo bisa diisi air 3000bath tetapi hanya digunakan 2000 bath. Ketika Yesus datang ke dunia ini, Ia melaksanakan hal ini yaitu dibaptis. Ketika Gereja Tuhan dibangun mereka datang ke kolam basuhan dalam artian mereka mengalami baptisan air. Angka 2000 menubuatkan 2000 tahun di mana kesempatan untuk kita bertobat dan dibaptis. Angka 1000 itulah masa 1000 tahun damai dan di sana tidak ada lagi baptisan air, tidak ada lagi pertobatan. Itu sebabnya dari sekarang kita harus berubah dan menerima baptisan air sesuai model dari sorga. Jangan mengikuti baptisan yang dibuat oleh manusia.

Kisah Para rasul 2:41-42
41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

Setelah dibaptis mereka masuk dalam wilayah penggembalaan lewat 3 macam ibadah pokok yang adalah bentuk ibadah dari Sorga untuk menjaga mutu rohani supaya jangan sampai turun.
a)      Ibadah Raya
b)      Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Kudus
c)      Ibadah Penyembahan


Tuhan Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar