20130515

Kebaktian PA Yehezkiel, Rabu 15 Mei 2013 Pdt. Bernard Legontu


Salam sejahtera di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Yehezkiel 42:13-20; 43:3,6-7,10-12
42:13 Lalu ia berkata kepadaku: "Bilik-bilik yang di utara dan bilik-bilik yang di selatan yang menghadap ke lapangan tertutup, itulah bilik-bilik kudus, di mana imam-imam, yang mendekat kepada TUHAN, memakan persembahan-persembahan maha kudus. Di sana mereka akan menaruh persembahan-persembahan maha kudus, korban sajian, korban penghapus dosa dan korban penebus salah, sebab tempat itu kudus.
42:14 Kalau para imam masuk ke tempat kudus, mereka tidak akan keluar ke pelataran luar, sebelum mereka menanggalkan pakaian mereka di sana, yang dipakainya waktu menyelenggarakan kebaktian, sebab pakaian-pakaian itu adalah kudus. Mereka harus memakai pakaian yang lain, barulah mereka boleh datang ke tempat umat TUHAN."
42:15 Sesudah ia selesai dengan mengukur seluruh bangunan dalam itu, ia mengiring aku menuju pintu gerbang yang menghadap ke sebelah timur, lalu mengukur sekeliling lingkungan Bait Suci itu.
42:16 Ia mengukur sisi timur dengan tongkat pengukur: lima ratus hasta menurut tongkat pengukur. Lalu ia berputar
42:17 dan mengukur sisi utara: lima ratus hasta menurut tongkat pengukur. Ia berputar lagi
42:18 ke sisi selatan dan mengukurnya: lima ratus hasta menurut tongkat pengukur.
42:19 Kemudian ia berputar ke sisi barat dan mengukurnya: lima ratus hasta menurut tongkat pengukur.
42:20 Keempat sisinya diukur. Sekeliling lingkungan itu ada tembok: panjangnya lima ratus hasta dan lebarnya lima ratus hasta, untuk memisahkan yang kudus dari yang tidak kudus.
43:3 Yang kelihatan kepadaku itu adalah seperti yang kelihatan kepadaku ketika Ia datang untuk memusnahkan kota itu dan seperti yang kelihatan kepadaku di tepi sungai Kebar, maka aku sembah sujud.
43:6 Lalu aku mendengar Dia berfirman kepadaku dari dalam Bait Suci itu -- orang yang mengukur Bait Suci itu berdiri di sampingku --
43:7 dan Ia berfirman kepadaku: "Hai anak manusia, inilah tempat takhta-Ku dan inilah tempat tapak kaki-Ku; di sinilah Aku akan diam di tengah-tengah orang Israel untuk selama-lamanya dan kaum Israel tidak lagi akan menajiskan nama-Ku yang kudus, baik mereka maupun raja-raja mereka, dengan persundalan mereka atau dengan mayat raja-raja mereka yang sudah mati;
43:10 Maka engkau, hai anak manusia, terangkanlah kepada kaum Israel tentang Bait Suci ini, agar mereka menjadi malu melihat kesalahan-kesalahan mereka, juga bagaimana Bait Suci itu kelihatan dan rancangannya.
43:11 Dan kalau mereka merasa malu melihat segala sesuatu yang dilakukan mereka, gambarlah Bait Suci itu, bagian-bagiannya, pintu-pintu keluar dan pintu-pintu masuknya dan seluruh bagannya; beritahukanlah kepada mereka segala peraturannya dan hukumnya dan tuliskanlah itu di hadapan mereka, agar mereka melakukan dengan setia segala hukumnya dan peraturannya.
43:12 Inilah ketentuan mengenai Bait Suci itu: seluruh daerah yang di puncak gunung itu adalah maha kudus. Sungguh, inilah ketentuan mengenai Bait Suci itu."

Anjuran Tuhan kepada kita supaya kita mengerti kehendak Allah.
Efesus 5:17
Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.

Untuk mengerti kehendak Allah tergantung dari bagaimana sikap kita memperhatikan Firman.
II Timotius 2:7
Perhatikanlah apa yang kukatakan; Tuhan akan memberi kepadamu pengertian dalam segala sesuatu.

Ketika Firman disampaikan kita harus memiliki sikap perhatian yang serius, maka Tuhan akan memberikan pengertian kepada kita. Inilah cara Tuhan untuk membuat kita mengerti akan Firman. Sikap ini harus disertai dengan pergaulan yang karib dengan Tuhan.
Mazmur 25:14
TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.

Imamat 10:3
Berkatalah Musa kepada Harun: "Inilah yang difirmankan TUHAN: Kepada orang yang karib kepada-Ku Kunyatakan kekudusan-Ku, dan di muka seluruh bangsa itu akan Kuperlihatkan kemuliaan-Ku." Dan Harun berdiam diri.

Dalam Yehezkiel 42:13 dikatakan tempat untuk makanpun telah Allah tetapkan bagi kita, utamanya bagi hamba-hamba Tuhan. Tuhan menyiapkan bilik-bilik yang ada di utara dan di selatan untuk tempat makan imam-imam. Kalau kita masuk dalam bilik yang sama maka terjadi persekutuan di bawah kekudusan sehingga makanan yang kita makan adalah sama. Tetapi kalau lokasi kita beda dan tidak berbaur dengan kesucian Tuhan serta hanya berpikir hal-hal yang lahiriah maka otomatis pasti akan berbeda. Sesuai konsep Sorga tempat kita makan harus bernuansa kekudusan.

“Makan” dalam hal ini menunjuk persekutuan. Persekutan yang benar adalah yang ada dalam pengaruh Firman Allah (meja roti yang di sebelah utara) dan Roh Kudus (pelita emas yang ada di sebelah selatan).

Koinania adalah persekutuan yang dikerjakan oleh Kebenaran Firman (Meja Roti) dan Roh Kudus (Kaki Dian Emas) dengan saling berbagi di dalam kebersamaan pada suatu tujuan yang sama yaitu pembangunan Tubuh Kristus.

Lokasi kita makan, lokasi persekutuan kita diatur oleh Sorga. Ketika kita menepis aturan Sorga maka bencana di depan kita. Ketika keluar dari sistem Sorga maka tinggal menunggu dirangkul oleh antikristus. Kadang kita lari dari konsepnya Tuhan dan kita membuat konsep kita sendiri. Dengan kata lain kita menganggap konsep Tuhan kuno sehingga membuat konsep sendiri, tanpa sadar sebenarnya kita sudah mengganggu gugat Sorga. Bagaimana Sorga bisa terbuka bagi orang yang sudah mengusik Sorga.

Bait Allah Yehezkiel ini tidak pernah ada secara fisik tetapi ini adalah konsepnya Tuhan yang mengarahkan pada rencana Allah yang mana kelak kita akan sampai di sana. Akhirnya konsep Sorga ini dipaparkan kepada orang Israel supaya mereka mengikuti konsep Allah ini. Mari kita memperhatikan konsep dan arahan Tuhan di hari-hari terakhir ini.

Ada persepakatan yang tidak boleh kita ikut.
Yesaya 8:11-13
11 Sebab beginilah firman TUHAN kepadaku, ketika tangan-Nya menguasai aku, dan ketika Ia memperingatkan aku, supaya jangan mengikuti tingkah laku bangsa ini:
12 "Jangan sebut persepakatan segala apa yang disebut bangsa ini persepakatan, dan apa yang mereka takuti janganlah kamu takuti dan janganlah gentar melihatnya.
13 Tetapi TUHAN semesta alam, Dialah yang harus kamu akui sebagai Yang Kudus; kepada-Nyalah harus kamu takut dan terhadap Dialah harus kamu gentar.

Di mata Tuhan persekutuan itu masih perlu koreksi. Itu berarti di mata Tuhan ada hal-hal yang janggal di dalam persekutuan yang bisa membuat kita keluar dari rencana Allah. Allah tidak ingin kita keluar dari rencana-Nya, Allah ingin kita berada dalam kegenapan rencana-Nya

Yesaya 30:1
Celakalah anak-anak pemberontak, demikianlah firman TUHAN, yang melaksanakan suatu rancangan yang bukan dari pada-Ku, yang memasuki suatu persekutuan, yang bukan oleh dorongan Roh-Ku, sehingga dosa mereka bertambah-tambah,

Melaksanakan suatu rancangan yang bukan dari pada-Ku = bukan didorong oleh Firman.
Memasuki suatu persekutuan yang bukan oleh dorongan Roh-Ku = bukan didorong oleh Roh Kudus.

Persekutuan yang Tuhan inginkan adalah tempat di mana dosa kita digusur dan bukannya malah menambah dosa. Bagaimana bisa terjadi penyucian? Sebab ada Roh Kudus (kaki dian emas) dan Firman pengajaran Tuhan dan perjamuan kudus (meja roti).

Dalam Yehezkiel 42:13 ditekankan persembahan maha kudus, bilik-bilik kudus dan korban-korban kuds dan semuanya kudus. Jadi suasana dan kondisi persekutuan yang harus kita jaga adalah KEKUDUSAN. Ini yang paling tidak disenangi oleh daging yang diprovokatori oleh iblis. Itu sebabnya kalau dalam persekutuan kita didorong pada kekudusan kadang daging kita mengamuk karena kita tidak mau dikoreksi. Padahal itu adalah persekutuan yang sesuai konsep Tuhan di mana kita dibina oleh Firman dan Roh Kudus. Tetapi kadang ada orang yang merasa seperti tersudutkan sehingga marah, padahal perhatian Tuhan justru tertuju pada kehidupan itu tetapi dia malah salah menanggapi kasih Tuhan yang ditujukan kepadanya.

Itu sebabnya kita harus merubah pola pikir kita. Bagaimana caranya?
II Timotius 2:7
Perhatikanlah apa yang kukatakan; Tuhan akan memberi kepadamu pengertian dalam segala sesuatu.

Kalau kita memperhatikan apa yang disampaikan maka Tuhan akan beraksi. Sekalipun pendidikan secara formal terbatas tetapi kalau Tuhan yang memberi pengertian maka bisa lebih pandai dalam hal mengerti Firman dibandingkan orang yang memiliki pendidikan yang tinggi namun tidak memperhatikan dengan seksama apa yang diberitakan. Pengertian dari Sorga tidak dapat ditandingi dengan hikmat dari dunia ini.

Yehezkiel 42:13
Lalu ia berkata kepadaku: "Bilik-bilik yang di utara dan bilik-bilik yang di selatan yang menghadap ke lapangan tertutup, itulah bilik-bilik kudus, di mana imam-imam, yang mendekat kepada TUHAN, memakan persembahan-persembahan maha kudus. Di sana mereka akan menaruh persembahan-persembahan maha kudus, korban sajian, korban penghapus dosa dan korban penebus salah, sebab tempat itu kudus.

Ruang gerak wilayah kita berada, tidak lepas dengan korban penghapus dosa, korban sajian, korban penebus saja dan semuanya itu kudus. Semua korban-korban ini dibutuhkan oleh semua manusia di dunia ini. Itu sebabnya kalau kita membutuhkan ini mari kita berada dalam wilayah koinania ini.

Kita semua adalah pembawa berita, kita semua pelayan Tuhan dan hamba-hamba kebenaran. Bagaimana caranya kita bersikap dalam ibadah pelayanan dan sebagai saksi, sebagai pembawa terang di dunia ini?

Yehezkiel 42:14
Kalau para imam masuk ke tempat kudus, mereka tidak akan keluar ke pelataran luar, sebelum mereka menanggalkan pakaian mereka di sana, yang dipakainya waktu menyelenggarakan kebaktian, sebab pakaian-pakaian itu adalah kudus. Mereka harus memakai pakaian yang lain, barulah mereka boleh datang ke tempat umat TUHAN."

Selanjutnya ada pakaian khusus kalau mau menghadap Tuhan di dalam pelayanan dan ada pakaian khusus kalau mau bergaul dengan sesama.

a)      Pakaian untuk menghadap Tuhan= pakaian aktivitas ke dalam
Pakaian yang pertama adalah pakaian untuk melayani, beribadah dan mengerjakan pelayanan. Pakaian menunjukkan perilaku, dalam hal ini pakaian sebagai pemberita.
Galatia 1:10
Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.

Kalau hamba Tuhan tidak berani menyampaikan kebenaran Firman karena melihat yang dihadapi adalah orang kaya atau karena memiliki maksud-maksud tertentu, berarti ia tidak memakai pakaian pelayanan. Hamba Tuhan harus berani menyampaikan Firman Allah tanpa peduli dengan resiko yang di hadapi sebab dia berada dalam pelayanan dan harus menyenangkan hatinya Tuhan.

Hamba Tuhan harus berpegang pada pola Sorga sekalipun ada resiko. Tetapi kalau orangnya Tuhan maka sekalipun menerima Firman yang keras dia tidak akan marah dan akan berterima kasih kepada Tuhan sebab ia tidak salah berada dalam penggembalaan.

b)      Pakaian untuk bertemu dengan sesama= pakaian aktivitas ke luar
I Korintus 10:33
Sama seperti aku juga berusaha menyenangkan hati semua orang dalam segala hal, bukan untuk kepentingan diriku, tetapi untuk kepentingan orang banyak, supaya mereka beroleh selamat.

Dalam pergaulan kita harus menyenangkan semua orang dan harus ramah terhadap orang lain. Tetapi dalam pemberitaan Firman konsepnya berbeda.

Hati gembala terhadap jemaat sama seperti hati seorang ibu terhadap anaknya.
I Tesalonika 2:7
Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya.

I Korintus 4:13
kalau kami difitnah, kami tetap menjawab dengan ramah; kami telah menjadi sama dengan sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu, sampai pada saat ini.

Persekutuan itu mulai dari dalam nikah. Bagaimana seharusnya sikap kita terhadap nikah?
Ibrani 13:4
Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.

Nikah harus penuh hormat, dalam terjemahan aslinya pinion artinya:
Ø  Nikah harus dihormati karena mempunyai nilai yang tinggi sekali.
Ø  Nikah harus dikasihi sebab dari nikah Allah mencari keturunan Ilahi.
Ø  Nikah itu enak dipandang

Kegagalan-kegagalan baik dalam hal ekonomi atau mengejar jenjang karir kadang kala terhambat karena nikah tidak dihormati. Kalau menghormati nikah maka pasti diberkati tetapi kehancuran segala-galanya diawali dari nikah kalau orang itu tidak menghormati nikahnya.

Yehezkiel 42:15-20
15 Sesudah ia selesai dengan mengukur seluruh bangunan dalam itu, ia mengiring aku menuju pintu gerbang yang menghadap ke sebelah timur, lalu mengukur sekeliling lingkungan Bait Suci itu.
16 Ia mengukur sisi timur dengan tongkat pengukur: lima ratus hasta menurut tongkat pengukur. Lalu ia berputar
17 dan mengukur sisi utara: lima ratus hasta menurut tongkat pengukur. Ia berputar lagi
18 ke sisi selatan dan mengukurnya: lima ratus hasta menurut tongkat pengukur.
19 Kemudian ia berputar ke sisi barat dan mengukurnya: lima ratus hasta menurut tongkat pengukur.
20 Keempat sisinya diukur. Sekeliling lingkungan itu ada tembok: panjangnya lima ratus hasta dan lebarnya lima ratus hasta, untuk memisahkan yang kudus dari yang tidak kudus.

Tembok ini menunjuk perlindungan. Orang yang berada dalam wilayah ini yang mendapat perlindungan. Dengan kata lain kita diarahkan oleh Tuhan untuk menyadari bahwa hidup di dunia ini tidak aman kalau tidak ada di dalam perlindungan Tuhan. Hanya orang yang sadar bahwa dunia ini tidak aman maka pasti mencari perlindungan dari Tuhan. Bagaimanakah perlindungan ini dan di mana wilayah perlindungan itu?

Ibrani 6:18-19
18 supaya oleh dua kenyataan yang tidak berubah-ubah, tentang mana Allah tidak mungkin berdusta, kita yang mencari perlindungan, beroleh dorongan yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita.
19 Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir,

Dikatakan kita yang mencari perlindungan berarti ada yang tidak mencari perlindungan Tuhan, mungkin karena dia merasa mampu.

Di labuhkan ke belakang tabir berarti di ruangan maha suci di mana terdapat peti perjanjian yang terdiri dari peti dan tutup peti. Berarti pengharapan kita adalah menjadi peti (mempelai wanita Tuhan) untuk menerima tutup peti (Yesus Mempelai Pria Sorga). Kalau kita memiliki roh mempelai maka kita pasti aman di bawah lindungan Mempelai Laki-laki Sorga.

Panjang dan lebar tembok itu 500 hasta. Mari kita melihat konsep Sorga mengenai bilangan 500 ini.
Kejadian 18:24-25, 32-33
24 Bagaimana sekiranya ada lima puluh orang benar dalam kota itu? Apakah Engkau akan melenyapkan tempat itu dan tidakkah Engkau mengampuninya karena kelima puluh orang benar yang ada di dalamnya itu?
25 Jauhlah kiranya dari pada-Mu untuk berbuat demikian, membunuh orang benar bersama-sama dengan orang fasik, sehingga orang benar itu seolah-olah sama dengan orang fasik! Jauhlah kiranya yang demikian dari pada-Mu! Masakan Hakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil?"
32 Katanya: "Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata lagi sekali ini saja. Sekiranya sepuluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan memusnahkannya karena yang sepuluh itu."
33 Lalu pergilah TUHAN, setelah Ia selesai berfirman kepada Abraham; dan kembalilah Abraham ke tempat tinggalnya.

50 x 10 = 500
50 angka Pantekosta
10 angka Firman dan angka ketekunan atau kepatuhan dalam Firman Tuhan
500 di sini adalah perlindungan
Jadi perlindungan hanya kita peroleh di dalam wilayah Firman dan Roh Kudus. Di luar itu tidak ada perlindungan.

Sekarang ini banyak umat Tuhan tidak merasa kalau dirinya seperti ikan yang berenang padahal sudah terancam kena jaring. Mengapa demikian? Sebab dia tidak pernah merasa bahwa dunia ini tidak aman.
Pengkhotbah 9:12
Karena manusia tidak mengetahui waktunya. Seperti ikan yang tertangkap dalam jala yang mencelakakan, dan seperti burung yang tertangkap dalam jerat, begitulah anak-anak manusia terjerat pada waktu yang malang, kalau hal itu menimpa mereka secara tiba-tiba.

Ada waktu yang malang di depan ini yang tidak dapat dielakkan oleh siapapun kecuali orang yang berada di dalam wilayah Firman dan Roh Kudus, itulah masa siksaan antikristus.

Tempat yang aman hanya di belakang pintu tirai yaitu Ruangan Maha Kudus yang menunjuk wilayah kesempurnaan dan ke sana Tuhan mengarahkan kita. Kadang kala kita yang menolak arahan Tuhan namun setelah kena baru menyesal mengapa dulu tidak mau menerima teguran.
Amsal 5:11-13
11 dan pada akhirnya engkau akan mengeluh, kalau daging dan tubuhmu habis binasa,
12 lalu engkau akan berkata: "Ah, mengapa aku benci kepada didikan, dan hatiku menolak teguran;
13 mengapa aku tidak mendengarkan suara guru-guruku, dan tidak mengarahkan telingaku kepada pengajar-pengajarku?

Yehezkiel 43:3
Yang kelihatan kepadaku itu adalah seperti yang kelihatan kepadaku ketika Ia datang untuk memusnahkan kota itu dan seperti yang kelihatan kepadaku di tepi sungai Kebar, maka aku sembah sujud.

Apa yang dicatat pada ayat di atas mengingatkan kejadian ketika rumah Tuhan di bakar.
Yeremia 52:12-14
12 Dalam bulan yang kelima, pada tanggal sepuluh bulan itu -- itulah tahun kesembilan belas pemerintahan Nebukadnezar, raja Babel -- datanglah Nebuzaradan, kepala pasukan pengawal, yang melayani raja Babel, ke Yerusalem.
13 Ia membakar rumah TUHAN, rumah raja dan segala rumah di Yerusalem; segala rumah orang-orang besar dibakarnya dengan api.
14 Segala tembok sekeliling kota Yerusalem dirobohkan oleh tentara Kasdim yang ada bersama-sama dengan kepala pasukan pengawal itu.

Mengapa hal ini terjadi? Karena bangsa Israel meninggalkan sistem Sorga, meninggalkan konsep Sorga. Mereka beribadah tetapi sudah keluar dari pola Sorga. Ini yang diingatkan oleh Tuhan, mengerikan kalau seseorang meninggalkan pola Sorga karena mau membangun konsepnya sendiri. Akibatnya Bait Allah musnah, artinya ibadah tidak bisa berjalan lagi sehingga hubungan dengan Tuhan tidak akurat lagi.

Padahal dalam ibadah ada rahasia:
1 Timotius 3:16
Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: "Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan."

Yehezkiel 43:4
Sedang kemuliaan TUHAN masuk di dalam Bait Suci melalui pintu gerbang yang menghadap ke sebelah timur,
Di sini Tuhan mengingatkan pada orang Israel bahwa dahulu mereka sudah salah sehingga kemuliaan Allah hilang dan sekarang Tuhan mau kembali lagi tetapi harus tunduk pada aturan (konsep) sorga.

Yehezkiel 43:5-7
5 Roh itu mengangkat aku dan membawa aku ke pelataran dalam, sungguh, Bait Suci itu penuh kemuliaan TUHAN.
6 Lalu aku mendengar Dia berfirman kepadaku dari dalam Bait Suci itu -- orang yang mengukur Bait Suci itu berdiri di sampingku --
7 dan Ia berfirman kepadaku: "Hai anak manusia, inilah tempat takhta-Ku dan inilah tempat tapak kaki-Ku; di sinilah Aku akan diam di tengah-tengah orang Israel untuk selama-lamanya dan kaum Israel tidak lagi akan menajiskan nama-Ku yang kudus, baik mereka maupun raja-raja mereka, dengan persundalan mereka atau dengan mayat raja-raja mereka yang sudah mati;

Kalau berbicara pengukuran berarti sudah mendekati masa-masa akhir yaitu waktu kita sekarang. Kalau sudah diukur maka tidak ada lagi kesempatan untuk masuk pada ukuran Tuhan.

Yehezkiel 43:9-11
9 Sekarang, mereka akan menjauhkan ketidaksetiaan mereka dan mayat raja-raja mereka dari pada-Ku dan Aku akan diam di tengah-tengah mereka untuk selama-lamanya.
10 Maka engkau, hai anak manusia, terangkanlah kepada kaum Israel tentang Bait Suci ini, agar mereka menjadi malu melihat kesalahan-kesalahan mereka, juga bagaimana Bait Suci itu kelihatan dan rancangannya.
11 Dan kalau mereka merasa malu melihat segala sesuatu yang dilakukan mereka, gambarlah Bait Suci itu, bagian-bagiannya, pintu-pintu keluar dan pintu-pintu masuknya dan seluruh bagannya; beritahukanlah kepada mereka segala peraturannya dan hukumnya dan tuliskanlah itu di hadapan mereka, agar mereka melakukan dengan setia segala hukumnya dan peraturannya.

Yang dimaksud menerangkan tentang Bait Suci itu adalah pola ibadah yang sesuai rancangan Tuhan yang tidak boleh kita ubah. Justru menjelang pengukuran, Tuhan berbicara tentang ini.
Wahyu 11:1-2
1 Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.
2 Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya."

Kalau ada kerinduan hati pasti Tuhan pertemukan dengan jalan keselamatan.
Mazmur 50:23
Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku; siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya."
Mazmur 50:23 (Terjemahan Lama)
Barangsiapa yang mempersembahkan syukur, ia itu menghormati Aku, dan barangsiapa yang menyempurnakan jalannya, maka Aku akan menunjuk kepadanya selamat yang dari pada Allah adanya.

Kita yang sudah berada di dalam mari kita pertahankan pola ini dan jangan lagi kita keluar.
Yehezkiel 43:10
Maka engkau, hai anak manusia, terangkanlah kepada kaum Israel tentang Bait Suci ini, agar mereka menjadi malu melihat kesalahan-kesalahan mereka, juga bagaimana Bait Suci itu kelihatan dan rancangannya.

Untuk mengetahui kesalahan kita maka kita diberikan pola ini. Konsep Firman sepenuh ada di dalam pola Tabernakel.
Yehezkiel 43:11-12
11 Dan kalau mereka merasa malu melihat segala sesuatu yang dilakukan mereka, gambarlah Bait Suci itu, bagian-bagiannya, pintu-pintu keluar dan pintu-pintu masuknya dan seluruh bagannya; beritahukanlah kepada mereka segala peraturannya dan hukumnya dan tuliskanlah itu di hadapan mereka, agar mereka melakukan dengan setia segala hukumnya dan peraturannya.
12 Inilah ketentuan mengenai Bait Suci itu: seluruh daerah yang di puncak gunung itu adalah maha kudus. Sungguh, inilah ketentuan mengenai Bait Suci itu."

Mazmur 68:12
Hai gunung-gunung yang berpuncak banyak, mengapa kamu menjeling cemburu, kepada gunung yang dikehendaki Allah menjadi tempat kedudukan-Nya? Sesungguhnya TUHAN akan diam di sana untuk seterusnya!

Wahyu 21:9-10
9 Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba."
10 Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah.

Mempelai wanita Tuhan inilah puncak rencana Allah, puncak gunung di mana Allah berdiam. Bawalah pengharapanmu untuk menjadi Peti Perjanjian, menjadi anggota Tubuh Kristus yang sempurna yaitu Mempelai Wanita untuk menerima Yesus Mempelai Laki-laki Sorga. Kalau hati kita ada pengharapan ke sana maka Allah pasti menyediakan perlindungan. Ikuti irama Sorga, jangan kita ikuti irama daging pikiran manusia. Konsep seindah apapun kalau bukan konsep Sorga harus kita tepis!


Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar