20130629

Kebaktian Doa, Sabtu 29 Juni 2013 Pdt. Bernard Legontu


Salam sejahtera di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Amos 2:1-3
1 Beginilah firman TUHAN: "Karena tiga perbuatan jahat Moab, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena ia telah membakar tulang-tulang raja Edom menjadi kapur,
2 Aku akan melepas api ke dalam Moab, sehingga puri Keriot dimakan habis; Moab akan mati di dalam kegaduhan, diiringi sorak-sorai pada saat sangkakala berbunyi;
3 Aku akan melenyapkan penguasa dari antaranya dan membunuh segala pembesarnya bersama-sama dengan dia," firman TUHAN.

Setelah kita melihat empat alasan Tuhan untuk menghukum bangsa Moab maka kita akan melihat tiga bentuk hukuman yang akan dikenakan Tuhan kepada bangsa Moab.
1.      Api akan membakar puri Keriot
2.      Moab akan mati dalam kegaduhan yang diiringi dengan sorak sorai pada saat bunyi sangkakala
3.      Melenyapkan penguasa atau pemimpin

Dari ketiga hal ini dapat disimpulkan sebagai tiga tanda yang tanpa sadar manusia sedang mengarah ke sana.
1.      Hukuman yang kedua yaitu Moab akan mati dalam kegaduhan menunjuk perang atau tanda darah yaitu damai dicabut oleh Tuhan.
2.      Api yang akan membakar Maligai Keriot, seluruh kota dibakar.
3.      Asap yang dikaitkan dengan penghukuman Moab yang ketiga yaitu melenyapkan penguasa atau pemimpin/kepala, benar-benar musnah.

Tanda-tanda inilah yang mulai terlihat di bumi, belum secara global tapi masih bersifat teritorial. Jangan kita masuk dalam tiga tanda di bumi. Kita harus masuk pada tanda yang nampak di langit.
Wahyu 12:1-2
1 Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.
2 Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.

Kisah Para Rasul 2:19
Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap.

Sebetulnya tanda di langit ada 2 yang nampak dalam Wahyu 12:1-4
1.      Ayat 1-2 yang positif
2.      Ayat 3-4 yang negatif

Apa yang dituliskan dalam kitab nabi Amos dahulu ditujukan hanya sebatas pada wilayah bangsa Moab. Tetapi yang di depan ini hukuman itu bukan hanya pada sepenggal wilayah tetapi secara keseluruhan di muka bumi ini. Kita melihat tanda 3 tanda di bumi:
1.      Darah (Moab akan mati dalam kegaduhan)
Seharusnya kita ada perhatian kalau ada kegaduhan, kerusuhan, huru hara sehingga banyak nyawa yang melayang sebab itu tidak hanya akan dibatasi pada satu lokasi tetapi kelak nanti akan terjadi pada seluruh muka bumi. Betapa mengerikan kalau anak Tuhan seperti Moab, mati di tengah-tengah kegaduan. Darah akan mengalir di mana-mana, damai dicabut oleh Tuhan.

Kalau kita melihat hal ini sebenarnya itu adalah tangan Tuhan yang mengetuk hati kita supaya kita waspada jangan ada pada tanda di bumi tetapi harus membawa diri kita berada pada tanda di langit, menjadi mempelai wanita Tuhan. Kalau kita tidak berada pada tanda di langit yang positif berarti akan ada pada tanda di bumi. Seharusnya kita lebih serius sebagaimana Tuhan sangat serius dengan kita. Jangan kita terlena dengan dunia yang kelihatan seperti damai saja.
I Tesalonika 5:1-3
1 Tetapi tentang zaman dan masa, saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu,
2 karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam.
3 Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman -- maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin -- mereka pasti tidak akan luput.

Kegaduhan ini dikaitkan dengan suara bunyi sangkakala sebab manusia saat ini tidak menghiraukan bunyi sangkakala, suara Firman tidak mereka hiraukan.
Yeremia 6:17
Juga aku mengangkat atas mereka penjaga-penjaga, firman-Ku: Perhatikanlah bunyi sangkakala! Tetapi mereka berkata: Kami tidak mau memperhatikannya!
Kesempatan Firman diberitakan tidak dihirau. Jangan tunggu di depan kita darah mengalir. Hal ini bukan isapan jempol, hal ini sungguh-sungguh akan terjadi di depan ini. Kalau ada orang yang kurang serius menanggapi suara Firman, tidak terlalu peduli dengan persoalan ibadah untuk mendengarkan Firman Allah itu adalah urusannya sendiri, dia akan berada pada tanda di bawah.

Mengapa Moab mati dalam kegaduhan? Sebab ketika ada seruan untuk lari ke Sion di mana ada Firman pengajaran mereka tidak menggubris.

2.      Api (Api akan membakar puri Keriot)
Keriot artinya segala kota atau kota-kota. Tidak ada bagian belahan di bumi ini yang ada perkampungan manusia yang tidak akan kena api.

Dikatakan api itu memakan puri Keriot. Dalam terjemahan lama dikatakan maligai. Maligai adalah tempat yang menyenangkan. Kalau dalam rumah tangga itu kamar suami istri, kalau dalam nikah itu adalah pelaminan. Jadi manusia yang hanya membawa dirinya untuk menyenangkan dagingnya suatu saat akan menerima api murka Allah.

Contoh konkrit yang dimakan habis oleh api adalah Babel. Roh Babel ini tidak hanya ada pada satu kota tetapi di seluruh kota di dunia ini roh Babel akan masuk. Babel dimusnahkan dengan api dalam satu jam. Karena Babel tidak menghargai dua yang menjadi satu yaitu nikah maka dia mendapatkan penghukuman dua yang menjadi satu, dua kali lipat penghukuman yang diberikan dalam satu jam.
Wahyu 18:6,10
6 Balaskanlah kepadanya, sama seperti dia juga membalaskan, dan berikanlah kepadanya dua kali lipat menurut pekerjaannya, campurkanlah baginya dua kali lipat di dalam cawan pencampurannya;
10 Mereka akan berdiri jauh-jauh karena takut akan siksaannya dan mereka akan berkata: "Celaka, celaka engkau, hai kota yang besar, Babel, hai kota yang kuat, sebab dalam satu jam saja sudah berlangsung penghakimanmu!"

Dua menjadi satu ini berbicara nikah, tetapi sekarang di kota manapun di dunia ini nikah sudah tidak dihargai akhirnya Tuhan harus membalas “dua menjadi satu” tetapi dalam bentuk hukuman. Mumpung kita ada di dalam Firman Pengajaran dan Roh Kudus mari kita benahi hidup nikah kita. Jangan tunggu dua menjadi satu tetapi dalam bentuk hukuman. Perhatikanlah suara Firman Tuhan yang diperdengarkan di hari-hari terakhir ini yang menggiring kita dua menjadi satu. Kalau sekarang ini kita tidak menghiraukan Firman maka apapun keadaan kita sekarang (mungkin kita merasa perkasa) maka ketika datang api itu tidak akan bisa kita hindari lagi.
II Petrus 3:7,10
7 Tetapi oleh firman itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik.
10 Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.

Tidak ada unsur dunia yang akan tersisa. Unsur dunia di sini menunjukkan yang paling kecil (stoicheion), itupun habis tak tersisa. Kalau murka Allah betul-betul ditujukan pada seseorang maka tidak akan ada sisa. Pembalasan Tuhan tuntas sampai tidak ada yang tersisa. Tanda di bumi yang ketiga adalah asap ini menunjuk kehancuran total dan tidak ada sisa.

Jangan kita bermain-main sebab Tuhan tidak bermain-main dengan kita.
Galatia 6:7-8
7 Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.
8 Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.

Amos 2:2
Aku akan melepas api ke dalam Moab, sehingga puri Keriot dimakan habis; Moab akan mati di dalam kegaduhan, diiringi sorak-sorai pada saat sangkakala berbunyi;

Amos 2:2 (Terjemahan Lama)
Maka sebab itu Aku akan mengirimkan suatu api ke dalam Moab, yang makan habis akan segala maligai Keriot; maka Moab akan mati dalam pergaduhan besar dengan tempik sorak pedang dan dengan bunyi nafiri.

Maligai adalah tempat yang menyenangkan. Inilah yang sekarang dibuat oleh dunia saat ini yaitu tempat untuk bersenang-senang. Manusia mencari tempat yang menyenangkan dagingnya.

Keriot artinya kota-kota. Jadi tidak ada satu kotapun yang menjadi tempat kesenangan manusia yang tidak akan dibinasakan.

Kalau kita hanya terfokus pada hal itu dan tidak mengarahkan diri pada tanda yang di langit maka segala yang menyenangkan itu hanya mengundang bencana. Jangan kita terbuai dengan segala yang ada di dunia yang mau menyenangkan daging kita. Dunia berusaha untuk menyenangkan daging, tetapi Sorga mau menyalibkan daging. Kalau kita mau masuk ke Sorga harus mau merobek keinginan daging.

Unsur-unsur yang paling kecil di dunia (Stoicheion) akan di hancurkan tetapi bagi orang hidup benar Allah sediakan langit dan bumi yang baru.
II Petrus 3:15, 13
15 Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya.
13 Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.

Dulu Tuhan menciptakan langit dan bumi tetapi sudah dirusak oleh manusia. Manusia yang rusak merusak lagi bumi.
Kejadian 6:11-12
11 Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan.
12 Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi.

Tuhan tidak pernah mengatakan akan menciptakan “bumi dan langit” Tuhan selalu mengatakan “langit dan bumi”.
Kejadian 1:1
Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.

Artinya kalau manusia mengutamakan bumi (barang fana) maka dia akan kehilangan langit (rohani). Tetapi kalau kita mengutamakan langit maka kita memiliki bumi. Apapun pekerjaan dan tanggung jawab kita jangan kita balik urutannya. Jangan sampai kita menomor satukan bumi tetapi dahulukanlah langit, yang rohani baru yang jasmani.
Matius 6:33
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

3.      Melenyapkan penguasa, pemimpin atau kepala
Amos 2:3
Aku akan melenyapkan penguasa dari antaranya dan membunuh segala pembesarnya bersama-sama dengan dia," firman TUHAN.

Penguasa atau pemimpin dilenyapkan artinya benar-benar manusia kehilangan kepala, kehilangan pemimpin dan penguasa sehingga manusia masing-masing mengikuti maunya sendiri. Manusia yang hanya mengikuti maunya sendiri, bencanalah yang dia petik. Tetapi kalau mengikuti pemimpin atau penguasa maka dia aman karena ada yang memimpin. Jangan kita lecehkan kalau ada yang mengepalai atau memimpin kehidupan kita.

Allah sendiri yang akan menghancurkan pemerintah dan penguasa tetapi bukan pemerintah yang kasat mata.
Efesus 6:12
karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

Pemerintah yang dimaksud di sini adalah roh-roh antikristus yang sudah ada sejak dahulu.
I Yohanes 2:18
Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir.

Penguasa-penguasa itulah nabi palsu. Penghulu-penghulu dunia yang gelap dan roh-roh jahat di udara itulah iblis. Tuhan mengajar kita untuk melawan tiga hal ini bukannya malah kita senang dengan trio ini. Kita tidak bisa melawan dengan kekuatan kita tetapi harus bersama dengan Tuhan.

Tidak ada kepala berarti manusia putus hubungan dengan Tuhan dan tanpa pemimpin manusia menjadi egois, menjadi sangat mementingkan dirinya sendiri. Ini jangan sampai terjadi dalam diri kita. Ini yang harus kita perhatikan di penghujung akhir zaman ini supaya jangan kita kena pada tanda yang di bumi.

Kita harus masuk pada tanda yang di langit.
Wahyu 12:1-2
1 Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.
2 Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.

Inilah yang harus kita kejar. Jadilah anak Tuhan bukan anak Tuhan yang asal yang berpikir ibadah itu hanya sekedar upacara belaka. Jadikanlah ibadah sebagai suatu kebutuhan. Kalau ibadah itu sudah menjadi kebutuhan berarti makan Firman sudah menjadi kebutuhan, air minum yaitu Roh Kudus sudah menjadi kebutuhan, bernafas yaitu menyembah sudah menjadi kebutuhan maka anak Tuhan yang seperti ini yang dikatakan sudah digembalakan oleh Tuhan. Tetapi kalau ketiga hal itu belum menjadi kebutuhan maka anak Tuhan tersebut hanya masuk gereja tetapi belum digembalakan oleh Tuhan.


Tuhan Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar