20130605

Kebaktian PA Imamat, Rabu 5 Juni 2013 Pdt. Bernard Legontu


Salam sejahtera di dalam nama Tuhan Yesus Kristus Mempelai Pria Sorga.
           
Imamat 4:22-26
22 Jikalau yang berbuat dosa itu seorang pemuka yang tidak dengan sengaja melakukan salah satu hal yang dilarang TUHAN, Allahnya, sehingga ia bersalah,
23 maka jikalau dosa yang telah diperbuatnya itu diberitahukan kepadanya, haruslah ia membawa sebagai persembahannya seekor kambing jantan yang tidak bercela.
24 Lalu haruslah ia meletakkan tangannya ke atas kepala kambing itu dan menyembelihnya di tempat yang biasa orang menyembelih korban bakaran di hadapan TUHAN; itulah korban penghapus dosa.
25 Kemudian haruslah imam mengambil dengan jarinya sedikit dari darah korban penghapus dosa itu, lalu membubuhnya pada tanduk-tanduk mezbah korban bakaran. Darah selebihnya haruslah dicurahkannya kepada bagian bawah mezbah korban bakaran.
26 Tetapi segala lemak harus dibakarnya di atas mezbah, seperti juga lemak korban keselamatan. Dengan demikian imam mengadakan pendamaian bagi orang itu karena dosanya, sehingga ia menerima pengampunan.

Dalam ayat 22-23 ada dua hal yang Tuhan perhadapkan kepada kita.
1.      Pemuka diuji kerendahan hatinya. Pada saat bagaimana kerendahan hatinya diuji? Saat kesalahannya diberi tahu. Ketika kesalahan kita diberitahu saat itu harga diri dan prestise kita ditantang oleh roh kerendahan hati. Apakah kita bisa menerima atau malah berbalik menyerang dan memberikan alasan-alasan untuk membenarkan diri. Suasana ini tidak dapat dipungkiri dan ini banyak terjadi dalam kehidupan kita.

Sebenarnya ketika kesalahan diberitahu itu adalah kasih sayang Tuhan. Bila orang itu paham dan menerima berarti dia terhindar dari keadaan terancam putus hubungan dengan Tuhan karena ada dosa kesalahan. Kalau dosa kesalahan ini tidak diselesaikan berarti hubungannya dengan Tuhan akan benar-benar putus atau jarak akan semakin menjauh. Kadangkala kita tidak memahami sedalam itu karena yang lebih dahulu kita kedepankan adalah harga diri kita sehingga seringkali kita berbalik marah dan sakit hati lalu menyerang gembala. Itu sama dengan putus hubungan dengan Tuhan dan jatuh pada pelukan iblis.

Tuhan sebenarnya mengulurkan tangan untuk memeluk kita tetapi sebelumnya Tuhan nyatakan ada yang tidak pantas pada diri kita. Kalau berbalik marah berarti melepaskan diri dari rencana Tuhan untuk memeluk kita dan malah jatuh pada pelukan iblis. Bila kesalahan kita disorot oleh Firman maka mohon kepada Tuhan kerendahan hati untuk bisa menerimanya.

2.      Yang berkepentingan memberi tahu kesalahan ini diuji keberanian dan kesabarannya. Yang berkepentingan menyampaikan hal ini adalah hamba Allah.
II Timotius 4:1-2
1 Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya:
2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, 1nyatakanlah apa yang salah,2 tegorlah dan 3nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

Yang memberi tahu di sini adalah gembala dan yang diberitahu adalah jemaat. Ada 3 hal yang harus disampaikan di sini:
a)      Nyatakanlah apa yang salah
b)      Tegorlah
Pada saat menegor inilah seringkali terjadi reaksi arus balik dari yang ditegur. Bukan karena hamba Tuhan itu ditolak tegurannya maka keabsaan pemakaian Tuhan kepada hamba Tuhan akan berkurang, justru tidak akan berkurang.
Amos 5:10
Mereka benci kepada yang memberi teguran di pintu gerbang, dan mereka keji kepada yang berkata dengan tulus ikhlas.

Yesaya 29:21
yaitu mereka yang begitu saja menyatakan seseorang berdosa di dalam suatu perkara, dan yang memasang jerat terhadap orang yang menegor mereka di pintu gerbang, dan yang mendesak orang benar dengan alasan yang tidak-tidak.

Petrus melakukan kesalahan dan ditegur oleh rasul Paulus. Sekalipun yang menegur lebih muda tetapi Petrus mau menerima. Kita tidak sekelas dengan Petrus yang adalah hamba Tuhan senior, seorang rasul tetapi seringkali malah kita yang tidak mau menerima teguran dari hamba Tuhan yang lain yang dipakai oleh Tuhan.
Galatia 2:11-12
11 Tetapi waktu Kefas datang ke Antiokhia, aku berterang-terang menentangnya, sebab ia salah.
12 Karena sebelum beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan sehidangan dengan saudara-saudara yang tidak bersunat, tetapi setelah mereka datang, ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut akan saudara-saudara yang bersunat.

Kalau menolak bila diberitahu kesalahannya maka sadar atau tidak sadar orang tersebut sudah menepis kasih Tuhan dan mulai mengarah pada rangkulan iblis, dimulai dengan senang mendengarkan khotbah yang isinya guyonan dan hal-hal yang menyenangkan telinga dagingnya.
2 Timotius 4:3-4
3 Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.
4 Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.

Rasul Paulus menegur Petrus sebab kemunafikannya itu berimbas pada banyak orang.
Galatia 2:13-14
13 Dan orang-orang Yahudi yang lain pun turut berlaku munafik dengan dia, sehingga Barnabas sendiri turut terseret oleh kemunafikan mereka.
14 Tetapi waktu kulihat, bahwa kelakuan mereka itu tidak sesuai dengan kebenaran Injil, aku berkata kepada Kefas di hadapan mereka semua: "Jika engkau, seorang Yahudi, hidup secara kafir dan bukan secara Yahudi, bagaimanakah engkau dapat memaksa saudara-saudara yang tidak bersunat untuk hidup secara Yahudi?"

Ada sistemnya menegor:
Matius 18:15-17
15 "Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.
16 Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan.
17 Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.

Paulus tidak lagi memakai sistem itu sebab yang dia tegur adalah Petrus yang adalah pemimpin (gembala) di mana sudah banyak orang yang kena imbasnya dan ikut dengan kesalahannya.

Tujuan ditegur ini supaya jangan sampai jatuh pada pelukan iblis, sebab kalau sudah ada dalam pelukan iblis, dia tidak akan membiarkan orang itu lepas.
Yesaya 14:17
yang telah membuat dunia seperti padang gurun, dan menghancurkan kota-kotanya, yang tidak melepaskan orang-orangnya yang terkurung pulang ke rumah?

Petrus berkali-kali ditegur, Tuhan Yesus 4 kali menegur Petrus. Teguran yang kelima dari ayam jago dan yang keenam dari rasul Paulus. Semua teguran itu Petrus terima. Teguran yang pertama benar-benar keras dan membuat telinga berdenging sebab dia sudah disebut iblis, bukan lagi dipanggil dengan sebutan Petrus. Ketika mendengar itu Petrus tidak marah, oleh sebab itu dia dibawa oleh Tuhan untuk menyaksikan kemuliaan-Nya di atas gunung.
Matius 17:1
Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja.

c)      Nasihatilah
Ester dinasihati oleh Mordekhai dan Hegai dan dia menerima nasihat itu. Kalau tadi Petrus ditegur karena kesalahannya beribas yang negatif pada orang banyak maka kalau nasihat diterima maka berdampak yang positif terhadap banyak orang.
Ester 2:15-18
15 Ketika Ester -- anak Abihail, yakni saudara ayah Mordekhai yang mengangkat Ester sebagai anak -- mendapat giliran untuk masuk menghadap raja, maka ia tidak menghendaki sesuatu apa pun selain dari pada yang dianjurkan oleh Hegai, sida-sida raja, penjaga para perempuan. Maka Ester dapat menimbulkan kasih sayang pada semua orang yang melihat dia.
16 Demikianlah Ester dibawa masuk menghadap raja Ahasyweros ke dalam istananya pada bulan yang kesepuluh -- yakni bulan Tebet -- pada tahun yang ketujuh dalam pemerintahan baginda.
17 Maka Ester dikasihi oleh baginda lebih dari pada semua perempuan lain, dan ia beroleh sayang dan kasih baginda lebih dari pada semua anak dara lain, sehingga baginda mengenakan mahkota kerajaan ke atas kepalanya dan mengangkat dia menjadi ratu ganti Wasti.
18 Kemudian diadakanlah oleh baginda suatu perjamuan bagi semua pembesar dan pegawainya, yakni perjamuan karena Ester, dan baginda menitahkan kebebasan pajak bagi daerah-daerah serta mengaruniakan anugerah, sebagaimana layak bagi raja.

Hanya anak Tuhan yang mau ditunjukkan kesalahannya, mau ditegur dan mau menerima nasihat yang akhirnya bisa duduk di takhta Tuhan.

Orang yang mau ditunjukkan kesalahannya, mau ditegur dan dinasihati, dia tampil bagaikan terang dan garam bagi orang yang ada di sekitarnya. Sebenarnya tidak sulit kita untuk menjadi garam dan terang yaitu dengan menerima teguran. Kalau kita tidak ada dalam pengalaman mau menerima ketika ditunjukkan kesalahan, mau ditegur dan dinasihati maka tidak bisa menjadi biji mata Tuhan sehingga akhirnya dilahap oleh ular.

Kalau tidak mau menerima ketika ditunjukkan kesalahan berarti sebagai anggota Tubuh Kristus dia putus hubungan dengan Tuhan sebagai Kepala dan jatuh dalam pelukan iblis.
Amos 4:6,8-11
6 "Sekalipun Aku ini telah memberi kepadamu gigi yang tidak disentuh makanan di segala kotamu dan kekurangan roti di segala tempat kediamanmu, namun kamu tidak berbalik kepada-Ku," demikianlah firman TUHAN.
8 penduduk dua tiga kota pergi terhuyung-huyung ke satu kota untuk minum air, tetapi mereka tidak menjadi puas; namun kamu tidak berbalik kepada-Ku," demikianlah firman TUHAN.
9 "Aku telah memukul kamu dengan hama dan penyakit gandum, telah melayukan taman-tamanmu dan kebun-kebun anggurmu, pohon-pohon ara dan pohon-pohon zaitunmu dimakan habis oleh belalang, namun kamu tidak berbalik kepada-Ku," demikianlah firman TUHAN.
10 "Aku telah melepas penyakit sampar ke antaramu seperti kepada orang Mesir; Aku telah membunuh terunamu dengan pedang pada waktu kudamu dijarah; Aku telah membuat bau busuk perkemahanmu tercium oleh hidungmu; namun kamu tidak berbalik kepada-Ku," demikianlah firman TUHAN.
11 "Aku telah menjungkirbalikkan kota-kota di antara kamu, seperti Allah menjungkirbalikkan Sodom dan Gomora, sehingga kamu menjadi seperti puntung yang ditarik dari kebakaran, namun kamu tidak berbalik kepada-Ku," demikianlah firman TUHAN.

Tuhan menyatakan kesalahan mereka dalam bahasa isyarat, dengan kelaparan dan hama pada tanamannya tetapi mereka tetap tidak mengerti.

Imamat 4:23-26
23 maka jikalau dosa yang telah diperbuatnya itu diberitahukan kepadanya, haruslah ia membawa sebagai persembahannya seekor kambing jantan yang tidak bercela.
24 Lalu haruslah ia meletakkan tangannya ke atas kepala kambing itu dan menyembelihnya di tempat yang biasa orang menyembelih korban bakaran di hadapan TUHAN; itulah korban penghapus dosa.
25 Kemudian haruslah imam mengambil dengan jarinya sedikit dari darah korban penghapus dosa itu, lalu membubuhnya pada tanduk-tanduk mezbah korban bakaran. Darah selebihnya haruslah dicurahkannya kepada bagian bawah mezbah korban bakaran.
26 Tetapi segala lemak harus dibakarnya di atas mezbah, seperti juga lemak korban keselamatan. Dengan demikian imam mengadakan pendamaian bagi orang itu karena dosanya, sehingga ia menerima pengampunan.

Dalam pelaksanaan korban Penghapus dosa seorang pemuka ada 6 langkah yang harus dilakukan:
1.      Ada hubungan dengan korban kambing jantan yang tanpa cacat dan cela
Artinya datang bersekutu dengan korban Kristus. Mengakui dosa dan ada pengampunan di dalam Yesus.
1 Yohanes 2:1-2
1 Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil.
2 Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.

2.      Meletakkan tangan di atas kepala kambing
Ini adalah tanda penyerahan, ini bukti dia merendahkan diri untuk menerima ketika dinyatakan kesalahannya.

3.      Menyembelih di depan pintu kemah.
Artinya mengaku secara terbuka secara terbuka di hadapan Tuhan dan sesama.

4.      Imam membubuhi darah itu pada tanduk-tanduk mezbah korban bakaran
Artinya pada salib Kristus ada kemenangan.

5.      Imam mencurahkan darah korban sekeliling mezbah.
Artinya Imam menunjukkan kepadanya bahwa kehidupan yang sesungguhnya hanya ada pada salib Joljuta.

6.      Sisa korban dibakar seperti pada korban keselamatan.
Lemak à ada tanda syukur kepada Tuhan.
1 Tesalonika 5:18
Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

Poin 1 s/d 3 hubungan pemuka ini dengan Tuhan kembali dipulihkan.
Poin 4 s/d 6 hubungan pemuka dengan imam dipulihkan kembali.
Orang yang mau dipulihkan tidak boleh lepas dengan Tuhan dan dari pelayanan hamba Tuhan (imam/gembala).

Matius 17:24-27
24 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Kapernaum datanglah pemungut bea Bait Allah kepada Petrus dan berkata: "Apakah gurumu tidak membayar bea dua dirham itu?"
25 Jawabnya: "Memang membayar." Dan ketika Petrus masuk rumah, Yesus mendahuluinya dengan pertanyaan: "Apakah pendapatmu, Simon? Dari siapakah raja-raja dunia ini memungut bea dan pajak? Dari rakyatnya atau dari orang asing?"
26 Jawab Petrus: "Dari orang asing!" Maka kata Yesus kepadanya: "Jadi bebaslah rakyatnya.
27 Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga."

2 dirham untuk Tuhan Yesus dan 2 dirham untuk Petrus berarti nilai hamba Tuhan dan Tuhan Yesus sama di depan jemaat. Jangan kita merendahkan hamba Tuhan. Ukuran penghargaan kita terhadap pelayanan seorang hamba Tuhan sama dengan ukuran penghargaan kita terhadap kasih Kristus.
Matius 10:40
Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.

Dari mana Petrus mendapatkan 4 dirham? Dari mulut ikan. Siapa yang disebut ikan? Itulah sidang jemaat.
Matius 13:47-48
47 "Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan.
48 Setelah penuh, pukat itu pun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang.

Habakuk 1:14
Engkau menjadikan manusia itu seperti ikan di laut, seperti binatang-binatang melata yang tidak ada pemerintahnya?
Darah diambil sedikit dan dioles pada tanduk mezbah korban bakaran menunjukkan bahwa lewat pelayanan imam ini maka pemuka tersebut telah menang menghadapi dosa sebab dia dengan rendah hati mau menerima saat kesalahannya diberitahu.

Darah di curah pada sekeliling mezbah berarti imam itu menunjukkan bahwa kehidupan yang sesungguhnya hanya ada pada Salib Golgota, tidak ada kehidupan di luar Salib.

Kalau dua hal di atas ada maka dikaitkan dengan pelayanan seperti korban keselamatan, artinya harus ada ucapan syukur.
Imamat 4:26 (Terjemahan Lama)
Maka segala lemaknya hendaklah dibakarnya di atas mezbah seperti lemak korban syukur itu; demikianlah imam itu akan mengadakan gafirat baginya dan dosanyapun akan diampuni kepadanya.

Mengapa mengucap syukur ini diletakkan pada langkah yang keenam? Sebab orang itu paham andaikata kesalahannya tidak ditunjukkan maka ia berada pada ancaman bahaya. Saat kita mengucap syukur kepada Tuhan seharusnya kita juga berterima kasih kepada hamba Tuhan yang menggembalakan dan mengingatkan kita pada kesalahan kita sehingga kita terhindar dari bencana.

Contoh ulah pemuka yang tidak benar di zaman nabi Yeremia.
Yeremia 34:8-10,19
8 Firman yang datang dari TUHAN kepada Yeremia, sesudah raja Zedekia mengikat perjanjian dengan segenap rakyat yang ada di Yerusalem untuk memaklumkan pembebasan,
9 supaya setiap orang melepaskan budaknya bangsa Ibrani, baik laki-laki maupun perempuan, sebagai orang merdeka, sehingga tidak ada seorang pun lagi yang memperbudak seorang Yehuda, saudaranya.
10 Maka semua pemuka dan segenap rakyat yang ikut serta dalam perjanjian itu menyetujui, bahwa setiap orang akan melepaskan budaknya laki-laki dan budaknya perempuan sebagai orang merdeka, sehingga tidak ada lagi yang memperbudak mereka. Orang-orang itu menyetujuinya, lalu melepaskan mereka.
19 pemuka-pemuka Yehuda, pemuka-pemuka Yerusalem, pegawai-pegawai istana, imam-imam dan segenap rakyat negeri yang telah berjalan di antara belahan-belahan anak lembu jantan itu,

Yeremia menyampaikan teguran kepada pemuka-pemuka untuk membebaskan budak laki-laki dan perempuan. Budak laki-laki dan perempuan mengurus masalah ekonomi majikannya. Di sini para pemuka ini menerima apa yang disampaikan Yeremia, mereka mengutamakan Firman daripada persoalan yang lahiriah. Tetapi tidak berselang lama mereka kembali mengambil budak mereka.
Yeremia 34:11-12
11 Tetapi sesudah itu mereka berbalik pikiran, lalu mengambil kembali budak-budak lelaki dan perempuan yang telah mereka lepaskan sebagai orang merdeka itu dan menundukkan mereka menjadi budak laki-laki dan budak perempuan lagi.
12 Lalu datanglah firman TUHAN kepada Yeremia, bunyinya:

Ketika mau berbuat apapun utamakan Tuhan terlebih dahulu. Ketika Tuhan didahulukan maka perkara yang lain pasti menyusul, Tuhan pasti tidak akan berdiam diri. Tetapi kalau mendahulukan persoalan yang lahiriah, bahkan menjadikan itu yang utama dan yang rohani dikebelakangkan maka tunggu hal yang sebaliknya yang akan terjadi.
Yeremia 34:16-17
16 Tetapi kamu telah berbalik pikiran dan telah menajiskan nama-Ku; kamu masing-masing telah mengambil kembali budaknya laki-laki dan budaknya perempuan, yang telah kamu lepaskan sebagai orang merdeka menurut keinginannya, dan telah menundukkan mereka, supaya mereka menjadi budakmu laki-laki dan budakmu perempuan lagi.
17 Sebab itu beginilah firman TUHAN: Kamu ini tidak mendengarkan Aku agar setiap orang memaklumkan pembebasan kepada sesamanya dan kepada saudaranya, maka sesungguhnya, Aku memaklumkan bagimu pembebasan, demikianlah firman TUHAN, untuk diserahkan kepada pedang, penyakit sampar dan kelaparan. Aku akan membuat kamu menjadi kengerian bagi segala kerajaan di bumi.

Kalau dalam segala hal yang kita rancang selalu mendahulukan yang lahiriah maka awas, ini membuat Tuhan murka. Tuhan mengutus orang yang berani menyampaikan kesalahan kita supaya kita terhindar dari:
1.      Pedang (Kuda merah)
2.      Penyakit sampar (Kuda hijau kuning)
3.      Kelaparan (kuda hitam)

Jangan sampai keputusan-keputusan kita ditunggangi persoalan hamba laki-laki dan perempuan artinya ditunggangi persoalan-persoalan yang lahiriah. Kehidupan tersebut akan berhadapan dengan kuda merah, kuda hijau kuning dan kuda hitam.
Yeremia 34:18-20
18 Dan Aku akan menyerahkan orang-orang, yang melanggar perjanjian-Ku dan yang tidak menepati isi perjanjian yang mereka ikat di hadapan-Ku, dengan memotong anak lembu jantan menjadi dua untuk berjalan di antara belahan-belahannya;
19 pemuka-pemuka Yehuda, pemuka-pemuka Yerusalem, pegawai-pegawai istana, imam-imam dan segenap rakyat negeri yang telah berjalan di antara belahan-belahan anak lembu jantan itu,
20 mereka akan Kuserahkan ke dalam tangan musuh mereka dan ke dalam tangan orang-orang yang berusaha mencabut nyawa mereka, sehingga mayat mereka menjadi makanan burung-burung di udara dan binatang-binatang di bumi.

Mari kita rubah gaya hidup kita dengan selalu mengedepankan Firman. Jangan di dalamnya terselubung niat-niat bagaimana memperoleh keuntungan untuk kepentingan daging.

Segala sesuatu yang kita tempuh, yang harus menjadi pertimbangan yang utama adalah perkara yang rohani sehingga kita tidak kena hukuman kuda merah yang menumpahkan darah karena kita mengutamakan Tuhan Yesus yang darahnya mengalir di Golgota, tidak akan kena kelaparan karena kita mengutamakan Firman itulah roti kehidupan, kita tidak akan kena penghukuman binatang buas karena kita telah menikmati daging dan darah Yesus.

Terimalah lawatan Tuhan sebab Tuhan tidak tega melihat kita berada di dalam kengerian. Hargai korban Kristus dan berdamai dengan Dia. Kemudian hargai pelayanan gembala, dukung dan doakanlah gembalamu.


Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar