20111205

Kebaktian Natal di Tolambo, Senin 5 Desember 2011 Pdt. Bernard Legontu


Lukas 1:17
dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya."

Suatu keputusan Ilahi telah menetapkan satu pribadi untuk mendahului kedatangan Tuhan Yesus pertama kali ke dunia ini. Bahkan keputusan tersebut mempercayakan kepada pribadi ini tugas untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan dan umat yang layak bagi Tuhan. Bila berbicara umat yang layak bagi Tuhan itu sebenarnya menunjuk ruas jalan akhir dari gereja Tuhan, sebab umat yang layak bagi Tuhan adalah umat yang tanpa cacat cela dan kerut yang akan tampil sebagai Mempelai Wanita Tuhan pada hari kedatangan Tuhan Yesus Kristus.

I Korintus 1:8
Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus.
Filipi 1:10
sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus,
Kolose 1:22
sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya.
I Tesalonika 3:13
Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya.
I Tesalonika 5:23
Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.

Jadi Lukas 1:17 berisi nubuatan tentang bagaimana gereja Tuhan dipersiapkan untuk layak menyambut kedatangan Tuhan bukan lagi pada kali pertama tetapi pada kali yang kedua. Kedatangan Tuhan yang pertama didahului dengan penampilan Yohanes Pembaptis. Yohanes lahir dari suatu nikah yang murni berasal dari suku yang dipilih oleh Tuhan untuk menyelenggarakan kebaktian yaitu suku Lewi. Suku Lewi dikhususkan menjadi pelayan Tuhan dan mereka tidak boleh memiliki milik pusaka selain Tuhan. Perjanjian Tuhan dengan suku Lewi ini tidak akan pernah berubah.

Yeremia 33:19-21
19 Firman TUHAN datang kepada Yeremia, bunyinya:
20 "Beginilah firman TUHAN: Jika kamu dapat mengingkari perjanjian-Ku dengan siang dan perjanjian-Ku dengan malam, sehingga siang dan malam tidak datang lagi pada waktunya,
21 maka juga perjanjian-Ku dengan hamba-Ku Daud dapat diingkari, sehingga ia tidak mempunyai anak lagi yang memerintah di atas takhtanya; begitu juga perjanjian-Ku dengan orang-orang Lewi, yakni imam-imam yang menjadi pelayan-Ku.

Untuk mempersiapkan suatu umat yang layak bagi Tuhan dibutuhkan suatu proses yang akan ditangani oleh penyelenggara ibadah yaitu suku Lewi. Hamba Tuhan yang dipakai untuk mempersiapkan umat yang layak bagi Tuhan adalah yang hidup hanya bersandar kepada Tuhan, hidupnya harus bergantung sepenuhnya kepada Tuhan.

Injil Lukas pasal 1 sampai pasal 3 pada susunan Tabernakel terkena pada pintu gerbang. Jadi apa yang terdapat dalam Lukas pasal 1 sampai 3 adalah dasar untuk kita memulai perjalanan kerohanian kita sampai mencapai keadaan rohani tanpa cacat dan kerut di hadapan Tuhan.

Keluaran 27:16
tetapi untuk pintu gerbang pelataran itu tirai dua puluh hasta dari kain ungu tua dan kain ungu muda, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya -- tenunan yang berwarna-warna -- dengan empat tiangnya dan empat alas tiang itu.
Pintu gerbang ini memiliki tirai dengan empat warna yang ditopang oleh empat tiang.
Ø  Warna ungu memperkenalkan Tuhan Yesus sebagai Raja yang ditampilkan dalam Injil Matius.
Ø  Warna biru memperkenalkan Tuhan Yesus sebagai hamba yang taat dan dengar-dengaran yang ditampilkan dalam Injil Markus.
Ø  Warna merah memperkenalkan Tuhan Yesus adalah manusia sejati yang telah berkorban dan itu ditampilkan dalam Injil Lukas.
Ø  Warna putih memperkenalkan Tuhan Yesus adalah putra Allah  yang tunggal dalam kebenaran dan kesucian yang ditampilkan dalam Injil Yohanes.
Injil inilah dasar dari awal perjalanan kerohanian kita untuk kelak sampai pada kondisi rohani yang layak di hadapan Tuhan. Di dalam Alkitab dikatakan ada kehidupan yang awalnya layak namun berubah menjadi tidak layak.
Matius 22:2-3, 8
2 "Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya.
3 Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang.
8 Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu.

Awalnya mereka layak sehingga memperoleh kesempatan diundang namun karena menolak maka mereka berubah menjadi tidak layak. Jangan sampai kita memiliki sikap penolakan terhadap undangan Tuhan yang saat ini tampil lewat pemberitaan Firman. Jangan kita menolak pemberitaan Firman Tuhan.

Maleakhi 3:1
Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam.

Utusan Tuhan atau hamba Tuhan tampil mendahului kedatangan Tuhan untuk menyiapkan jalan bagi Tuhan, menyiapkan umat Tuhan yang layak. Kehidupan yang menerima pelayanan utusan Tuhan ini masuk dalam proses persiapan untuk menyambut kedatangan Tuhan. Namun kedatangan Tuhan itu sendiri datang dengan mendadak dan tidak disangka-sangka. Hal inilah yang harus diwaspadai, jangan sampai kita tidak siap saat Tuhan datang secara mendadak.
Pengkhotbah 9:12
Karena manusia tidak mengetahui waktunya. Seperti ikan yang tertangkap dalam jala yang mencelakakan, dan seperti burung yang tertangkap dalam jerat, begitulah anak-anak manusia terjerat pada waktu yang malang, kalau hal itu menimpa mereka secara tiba-tiba.

Maleakhi 3:2
Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu.
Kedatangan Tuhan ini bukan menunjuk kedatanganNya pada kali yang pertama, ini menunjuk kedatanganNya yang kedua kali. Supaya kita bisa tahan saat Tuhan datang kedua kali, supaya kita bisa memandang wajahNya dalam kemuliaan maka dibutuhkan proses untuk kita disiapkan lewat Firman yang disampaikan di dalam ibadah oleh pelayanan hamba Tuhan. Merayakan natal tidak hanya bernostalgia tentang kelahiran Tuhan Yesus dahulu namun sekarang kita harus berada pada alur proses dipersiapkan untuk menyongsong kedatanganNya kembali.

Keluaran 27:16
tetapi untuk pintu gerbang pelataran itu tirai dua puluh hasta dari kain ungu tua dan kain ungu muda, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya -- tenunan yang berwarna-warna -- dengan empat tiangnya dan empat alas tiang itu.
Panjang dari pintu gerbang adalah 20 hasta. Angka 20 menunjuk pada kesabaran Tuhan menanti kita untuk datang. Pada pintu gerbang Tabernakel kita diperkenalkan dengan kesabaran Allah menanti.

2 Petrus 3:9, 15a
3:9 Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.
3:15a Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat

Contoh 3 pribadi yang sabar menanti :
Ø  Ishak menanti 20 tahun untuk mendapatkan anak. Ia menikah pada usia 40 tahun dan dikaruniakan anak pada usia 60 tahun. Jadi 20 tahun adalah masa ia sabar menanti.
Kejadian 25:20,26
20 Dan Ishak berumur empat puluh tahun, ketika Ribka, anak Betuel, orang Aram dari Padan-Aram, saudara perempuan Laban orang Aram itu, diambilnya menjadi isterinya.
26 Sesudah itu keluarlah adiknya; tangannya memegang tumit Esau, sebab itu ia dinamai Yakub. Ishak berumur enam puluh tahun pada waktu mereka lahir.
Ø  Yakub menanti 20 tahun untuk mendapatkan istri dan kekayaan.
Kejadian 31:41
Selama dua puluh tahun ini aku di rumahmu; aku telah bekerja padamu empat belas tahun lamanya untuk mendapat kedua anakmu dan enam tahun untuk mendapat ternakmu, dan engkau telah sepuluh kali mengubah upahku.
Ø  Salomo menanti 20 tahun untuk penyelesaian rumah Tuhan dan istananya.
II Tawarikh 8:1
Setelah lewat dua puluh tahun selesailah Salomo mendirikan rumah TUHAN dan istananya sendiri.

Tuhan memperlihatkan kepada manusia di bumi ini bahwa Tuhan itu sabar menanti kapan kita mau datang kepada Tuhan Yesus Kristus dan menerimaNya sebagai Tuhan dan juruselamat. Kita telah datang dan telah percaya kepadaNya. Sekarang Tuhan ingin supaya kita meneruskan perjalanan rohani kita. Panjang pintu gerbang 20 hasta dan tinggi tiangnya 5 hasta sehingga luas tirai penutup pintu gerbang adalah 20X5 = 100hasta. Angka 100 adalah angka nikah, angka kesatuan tubuh/kelengkapan Tubuh.

Lukas 15:4
"Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?
Dalam perumpamaan Tuhan Yesus ini ada 100 ekor domba dan Ia tidak mau kehilangan walaupun satu. Tuhan mau TubuhNya lengkap yang dalam perumpamaan ini ditunjukkan dengan angka 100.

Matius 18:12-14
18:12 "Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu?
18:13 Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat.
18:14 Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang."

I Samuel 18:25
Kemudian berkatalah Saul: "Beginilah kamu katakan kepada Daud: Raja tidak menghendaki mas kawin selain dari seratus kulit khatan orang Filistin sebagai pembalasan kepada musuh raja." Saul bermaksud untuk menjatuhkan Daud dengan perantaraan orang Filistin.
Angka 100 ini menunjuk pada angka persekutuan nikah.

Saat kita masih di pintu gerbang Tuhan telah menunjukkan angka 100 yang menunjukkan tujuan kita untuk masuk dalam nikah yang rohani. Injil Lukas 1:17 memperkenalkan kepada kita bahwa Tuhan Yesus Mempelai Laki-laki sorga sedang menunggu kita dan kita sedang digiring, sedang diproses untuk menjadi Mempelai PerempuanNya. Apakah sekarang ini kita ada di dalam proses ini atau kita hanya sekedar beribadah? Apakah hamba Tuhan penyelenggara ibadah sedang menggiring sidang jemaat untuk sampai ke sana atau tidak? Itu sebabnya Tuhan memilih Yohanes Pembaptis yang lahir dari keluarga Lewi untuk mempersiapkan sidang mempelaiNya. Hanya hamba Tuhan yang benar-benar memiliki Tuhan sebagai pusakanya yang dipercayakan oleh Tuhan untuk mempersiapkan umat yang layak bagi Tuhan saat Ia datang kembali.

Maleakhi 3:2
Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu.
Betapa dahsyatnya kedatangan Tuhan pada kali yang kedua sehingga dipertanyakan siapakah yang dapat bertahan? Di dalam kitab Nabi Maleakhi ada sepuluh teguran Tuhan terhadap bangsa Israel namun kesepuluh teguran itu dibantah oleh orang Israel, bahkan mereka sampai berucap “percuma beribadah”. Bangsa Israel adalah bangsa yang keras tengkuk.

Maleakhi 3:13-15
3:13 Bicaramu kurang ajar tentang Aku, firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: "Apakah kami bicarakan di antara kami tentang Engkau?"
3:14 Kamu berkata: "Adalah sia-sia beribadah kepada Allah. Apakah untungnya kita memelihara apa yang harus dilakukan terhadap-Nya dan berjalan dengan pakaian berkabung di hadapan TUHAN semesta alam?
3:15 Oleh sebab itu kita ini menyebut berbahagia orang-orang yang gegabah: bukan saja mujur orang-orang yang berbuat fasik itu, tetapi dengan mencobai Allah pun, mereka luput juga."
Yesaya 48:4
Oleh karena Aku tahu, bahwa engkau tegar tengkuk, keras kepala dan berkepala batu,

Dalam Injil Lukas juga dibicarakan tentang kedatangan Tuhan pada kali kedua.
Lukas 21:34-36
34 "Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.
35 Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini.
36 Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia."

Ada dua alasan mengapa kita harus berjaga-jaga atau mempersiapkan diri menghadapi kedatangan Tuhan yang mendadak :
Ø  Supaya kita luput dari semua yang akan terjadi atas semua penduduk bumi, luput dari penghukuman atas dunia di akhir zaman yaitu 21 bencana dalam kitab Wahyu.
Ø  Supaya kita tahan berdiri di hadapan Anak Manusia, supaya kita bisa bertemu Tuhan dan tahan memandang wajahNya.
Wahyu 6:15-17
15 Dan raja-raja di bumi dan pembesar-pembesar serta perwira-perwira, dan orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa, dan semua budak serta orang merdeka bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah batu karang di gunung.
16 Dan mereka berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu: "Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu."
17 Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan?
Banyak orang yang akan ngeri dan ketakutan melihat kedatangan Tuhan sebab mereka tidak siap.

Untuk bertemu Tuhan kita harus mempunyai persiapan khusus. Dalam perjanjian lama bila Imam Besar masuk ke ruangan maha kudus untuk bertemu Tuhan, ia harus membawa dua hal.
Imamat 16:12-15
12 Dan ia harus mengambil perbaraan berisi penuh bara api dari atas mezbah yang di hadapan TUHAN, serta serangkup penuh ukupan dari wangi-wangian yang digiling sampai halus, lalu membawanya masuk ke belakang tabir.
13 Kemudian ia harus meletakkan ukupan itu di atas api yang di hadapan TUHAN, sehingga asap ukupan itu menutupi tutup pendamaian yang di atas hukum Allah, supaya ia jangan mati.
14 Lalu ia harus mengambil sedikit dari darah lembu jantan itu dan memercikkannya dengan jarinya ke atas tutup pendamaian di bagian muka, dan ke depan tutup pendamaian itu ia harus memercikkan sedikit dari darah itu dengan jarinya tujuh kali.
15 Lalu ia harus menyembelih domba jantan yang akan menjadi korban penghapus dosa bagi bangsa itu dan membawa darahnya masuk ke belakang tabir, kemudian haruslah diperbuatnya dengan darah itu seperti yang diperbuatnya dengan darah lembu jantan, yakni ia harus memercikkannya ke atas tutup pendamaian dan ke depan tutup pendamaian itu.

Dua hal yang harus dibawa itu adalah:
1.      Bokor yang berisi darah domba yang disembelih di mezbah korban bakaran
2.      Pedupaan yang berisi ukapan dari wangi-wangian

Tanpa salah satu dari kedua hal ini maka Imam Besar yang menghadap Tuhan pasti mati, apalagi bila dia tidak membawa keduanya. Syarat ini juga tidak berubah bagi kita sekarang yang juga rindu untuk bertemu dengan Tuhan Yesus.
1.      Bokor yang berisi darah domba = Menghargai darah Anak Domba Allah
Bokor itu berisi darah anak domba yang disembelih di mezbah korban bakaran. Itu menunjuk pada darah Tuhan Yesus yang di salib. Untuk bertemu dengan Tuhan lebih dahulu kita harus menghargai darah Anak Domba Allah. Bagaimana caranya kita menghargai darah Anak Domba Allah?
II Korintus 5:18-20
18 Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.
19 Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.
20 Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.

Kita menghargai darah Anak Domba Allah berarti kita mau didamaikan dengan Allah.
Bukti kita berdamai dengan Allah adalah kita meninggalkan pesta pora dan kemabukan.

Amsal 14:9
Orang bodoh mencemoohkan korban tebusan, tetapi orang jujur saling menunjukkan kebaikan.

Bagaimana seseorang bisa disebut mencemooh korban tebusan?
Wahyu 5:1-3, 6
1 Maka aku melihat di tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta itu, sebuah gulungan kitab, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya dan dimeterai dengan tujuh meterai.
2 Dan aku melihat seorang malaikat yang gagah, yang berseru dengan suara nyaring, katanya: "Siapakah yang layak membuka gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya?"
3 Tetapi tidak ada seorang pun yang di sorga atau yang di bumi atau yang di bawah bumi, yang dapat membuka gulungan kitab itu atau yang dapat melihat sebelah dalamnya.
6 Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi.

Anak Domba tersembelih untuk membukakan rahasia Firman Tuhan.
Seseorang dikatakan mencemooh korban tebusan bila dia tidak menghargai pembukaan rahasia Firman Tuhan.
Oleh Domba Allah yang tersembelih maka terbuka jalan bagi kita untuk diselamatkan dan lebih dari itu oleh Domba yang tersembelih itu rahasia Firman dibukakan.
Apa rahasia Firman yang dibukakan itu? Rahasia Allah yang paling dalam adalah rahasia nikah, Tuhan dengan gerejaNya dan itu hanya bisa dibuka oleh korban Kristus.
Bila kita mengatakan kita tidak mencemooh korban Kristus maka jangan tolak pembukaan rahasia Firman Allah, jangan mencomooh pembukaan rahasia nikah Kristus dengan sidang jemaat.

Efesus 5:32 (Rahasia Nikah)
Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.

I Timotius 3:6 (Rahasia Ibadah)
Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: "Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan."

Di tangan kita harus ada bokor yang ada darahnya, harus menghargai korban Kristus. Praktek menghargai korban Kristus dimulai dari dalam rumah tangga. Nikah diciptakan Tuhan untuk menampilkan keturunan Ilahi. Jangan sampai kita berada pada kategori tidak menghargai korban Kristus karena tanpa hal itu kita tidak bisa sampai ke ruangan Maha Kudus, hidup tanpa cacat cela. Sekarang ini kita berada dalam proses menuju ke sana dan hal itu dikerjakan dan diajarkan oleh imam yang benar-benar penyelenggara ibadah yang tidak memiliki pusaka lain selain Tuhan.

2.      Ukupan/Pedupaan
Bahan untuk pedupaan ini antara lain adalah kulit lokan dan getah rasamala yang kemudian digiling halus dan dipakai sebagai pedupaan yang berbau harum di hadapan Tuhan.

a.       Kulit Lokan
Untuk mendapatkan bahan dari kulit lokan ini bangsa Israel harus mengambil dari dalam laut kemudian isinya dikeluarkan dan kulitnya dijemur lalu digiling dan diayak sampai halus.
Dalam kitab Wahyu 13:1-6 dikatakan laut ini berada dalam kekuasaan antikristus.
Wahyu 13:1-6
13:1 Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat.
13:2 Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar.
13:3 Maka tampaklah kepadaku satu dari kepala-kepalanya seperti kena luka yang membahayakan hidupnya, tetapi luka yang membahayakan hidupnya itu sembuh. Seluruh dunia heran, lalu mengikut binatang itu.
13:4 Dan mereka menyembah naga itu, karena ia memberikan kekuasaan kepada binatang itu. Dan mereka menyembah binatang itu, sambil berkata: "Siapakah yang sama seperti binatang ini? Dan siapakah yang dapat berperang melawan dia?"
13:5 Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya.
13:6 Lalu ia membuka mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga.

Artinya untuk kita bisa berada di dalam Ruangan Maha Kudus kita harus melepaskan diri dari cengkraman-cengkraman roh antikristus. Roh antikristus itu tidak mengakui Firman menjadi manusia.
I Yohanes 4:2-3
2 Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah,
3 dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia.

Untuk memperoleh kulit lokan yang empunya kulit harus rela mati, isinya dikeluarkan dan dagingnya dibuang. Itu menunjukkan kepada kehidupan gereja Tuhan yang harus rela menanggalkan kepentingan dirinya sendiri dan menyerah kepada Tuhan. Ini yang paling berat untuk dilakukan.

b.      Getah Rasamala
Rasamala ini sejenis semak yang diambil getahnya.
Lukas 8:14
Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang.

Getah ini harus keluar dari semak dan dibawa ke Ruangan Maha Kudus. Supaya bisa dibawa berjumpa dengan Tuhan kita harus keluar dari himpitan semak, keluar dari kekuatiran. Harus bisa sampai menyerah sepenuh kepada Tuhan. Bila kita menyerah berarti ada pedupaan dan berarti kita layak masuk ke dalam Ruangan Maha Kudus. Bentuk Ruangan Maha Kudus adalah seperti kubus, ukuran panjang, lebar dan tingginya sama. Itu menggambarkan Yerusalem Baru sebab ukuran panjang, lebar dan tinggi kota Yerusalem Baru juga sama. Bagaimana bisa bertemu dengan Tuhan Yesus di Yerusalem Baru bila masih ada kekuatiran.

Himpitan semak yang kedua adalah kekayaan. Orang yang mengejar kekayaan/mengejar keuntungan duniawi sampai meninggalkan ibadah pelayanan tidak layak untuk bertemu Tuhan. Ingatlah waktu kita untuk beribadah dan melayani. Pemberitaan Firman Tuhan juga jangan hanya berisi tentang kekayaan jasmani. Bila itu yang menjadi penekanan dalam pemberitaan Firman berarti sama dengan mengajar supaya sidang jemaat binasa.

Matius 16:26
Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?

Matius 6:33
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Himpitan semak yang ketiga adalah kenikmatan hidup. Tuhan berbicara melalui rasul Petrus bahwa orang yang semata-mata hanya mengejar kenikmatan hidup adalah seperti binatang yang hanya siap untuk disembelih.
II Petrus 2:12-13
12 Tetapi mereka itu sama dengan hewan yang tidak berakal, sama dengan binatang yang hanya dilahirkan untuk ditangkap dan dimusnahkan. Mereka menghujat apa yang tidak mereka ketahui, sehingga oleh perbuatan mereka yang jahat mereka sendiri akan binasa seperti binatang liar,
13 dan akan mengalami nasib yang buruk sebagai upah kejahatan mereka. Berfoya-foya pada siang hari, mereka anggap kenikmatan. Mereka adalah kotoran dan noda, yang mabuk dalam hawa nafsu mereka kalau mereka duduk makan minum bersama-sama dengan kamu.


Yohanes 3:28-29
28 Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya.
29 Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.

Setelah Yohanes menyatakan bahwa dia diutus untuk mendahului Tuhan maka ia menampilkan Tuhan Yesus sebagai Mempelai Laki-laki sorga dan ia adalah sahabat mempelai. Sebagai sahabat mempelai, Yohanes sangat bersukacita mendengarkan suara Mempelai Laki-laki Sorga sehingga sukacitanya penuh. Bagaimana dengan kita yang adalah calon mempelai Tuhan, seharusnya kita lebih bersukacita lagi mendengar suara Mempelai Laki-laki sorga itulah suara Firman Tuhan.

Yohanes 3:30
Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.

Yohanes membuktikan perkataannya ini dengan dia merelakan kepalanya dipancung. Ia rela melepaskan kepalanya supaya bisa menerima Tuhan Yesus sebagai kepala. Demikian juga kita gereja Tuhan harus mau menempatkan Tuhan Yesus sebagai kepala, sebagai Mempelai Laki-laki sorga yang akan menyingkirkan kita ke padang gurun saat ada laki-laki yang lain yang mau mengganggu yaitu antikristus. Itu adalah kerinduan dan pengharapan kita untuk bertemu dan sanggup menatap wajah Tuhan. Bila kita merindukan hal ini berarti kita memberi diri untuk masuk dalam proses penyucian.

I Yohanes 3:2-3
2 Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
3 Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

Lewat Firman pengajaran kita diproses sehingga kita memperoleh bagian dalam kekudusan Tuhan. Sebab itu dibutuhkan Firman pengajaran dalam gereja Tuhan untuk menunjukkan apa yang tidak berkenan agar kita lepaskan.

Ibrani 12:10-11
10 Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.
11 Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.


Matius 22:2-3,8
2 "Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya.
3 Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang.
8 Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu.
Siapakah orang yang dikategorikan tidak layak untuk masuk dalam perjamuan kawin yang telah Tuhan sediakan?

Kisah Para Rasul 13:46
Tetapi dengan berani Paulus dan Barnabas berkata: "Memang kepada kamulah firman Allah harus diberitakan lebih dahulu, tetapi kamu menolaknya dan menganggap dirimu tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal. Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain.
Orang yang tidak layak masuk pada pesta perjamuan kawin adalah mereka yang menolak pemberitaan Firman Tuhan. Namun pesta Tuhan ini tetap akan berjalan. Rencana Tuhan tidak akan terhalang walaupun ada yang menolak, rencana Tuhan akan jalan bersama dengan orang yang menerima.

Zefanya 1:7
 Berdiam dirilah di hadapan Tuhan ALLAH! Sebab hari TUHAN sudah dekat. Sungguh TUHAN telah menyediakan perjamuan korban dan telah menguduskan para undangan-Nya.
Seseorang menolak undangan Tuhan karena dia tidak mau dikuduskan, itulah alasan mengapa orang menolak Firman Pengajaran. Sekarang Tuhan mengundang dan mau menguduskan kita para undanganNya dengan Firman Pengajaran supaya kita bisa duduk bersanding dengan Tuhan Yesus.

Zefanya 1:8
"Pada hari perjamuan korban TUHAN itu Aku akan menghukum para pemuka, para anak-anak raja dan semua orang yang memakai pakaian asing.
Saat pesta itu berjalan di saat yang sama penghukuman Tuhan juga sedang berlangsung bagi orang yang memakai pakaian asing. Berpakaian asing berarti tidak berpakaian pesta sebab mereka menolak undangan Tuhan, menolak untuk  disucikan lewat Firman Pengajaran.

I Petrus 4:2-4
2 supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.
3 Sebab telah cukup banyak waktu kamu pergunakan untuk melakukan kehendak orang-orang yang tidak mengenal Allah. Kamu telah hidup dalam rupa-rupa hawa nafsu, keinginan, kemabukan, pesta pora, perjamuan minum dan penyembahan berhala yang terlarang.
4 Sebab itu mereka heran, bahwa kamu tidak turut mencemplungkan diri bersama-sama mereka di dalam kubangan ketidaksenonohan yang sama, dan mereka memfitnah kamu.

Orang yang menerima Firman Tuhan disucikan dan yang tidak menerima malah menfitnah orang yang menerima. Mereka mencaci maki orang yang mau disucikan. Di ruas jalan akhir dari gereja Tuhan ini marilah kita menerima undangan Tuhan, menerima Firman pengajaran yang menyucikan sekalipun resikonya kita harus difitnah dan dicaci maki.

Yesaya 51:7
Dengarkanlah Aku, hai kamu yang mengetahui apa yang benar, hai bangsa yang menyimpan pengajaran-Ku dalam hatimu! Janganlah takut jika diaibkan oleh manusia dan janganlah terkejut jika dinista oleh mereka.

Mari kita terima Firman Tuhan, jangan merasa diri tahu dan jangan bersikap acuh tak acuh dalam mendengarkan Firman Tuhan. Rahasia Firman Tuhan makin dibukakan pada hari-hari terakhir ini karena Tuhan mau menyiapkan umat yang layak untuk berjumpa denganNya kelak pada kedatanganNya kedua kali.


Tuhan memberkati.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar