20111204

Kebaktian Umum, Minggu 4 Desember 2011 Pdt. Bernard Legontu



Lukas 1:17
dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya."

Maleakhi 3:1
Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam.

Saat sekarang ini kita sedang berhadapan dengan sepak terjangnya iblis yang makin meningkat dengan amukannya yang makin hebat sebab dia ingin menghadang kita masuk dalam rencana Tuhan. Salah satu cara yang dipakai oleh iblis adalah dengan mendiskreditkan atau memojokkan hamba-hamba Tuhan yang sungguh-sungguh dengan maksud supaya orang yang mendengar cerita tersebut menjadi lemah rohaninya sehingga menggagalkan rencana Tuhan dalam dirinya. Namun apa yang telah dinubuatkan Tuhan pasti akan digenapi dan merupakan kerinduan hati kita supaya kita bisa berada dalam kegenapan nubuatan dalam Injil Lukas 1:17 yaitu kita bisa tampil sebagai umat yang layak. Berbicara umat yang layak berarti berbicara tentang umat yang tanpa cacat cela dan kerut. Hal inilah yang dipersiapkan lewat pelayanan Yohanes pembaptis.

Yohanes pembaptis lahir mendahului Tuhan Yesus. Demikian juga dalam pelayanan dia tampil lebih dahulu sebelum Tuhan Yesus melayani, tetapi ia hanya melayani dalam waktu yang sangat singkat. Isi dari Lukas 1:17 ini tidak hanya tertuju kepada Yohanes pembaptis, sebab pada kenyataannya dalam pelayanan Yohanes tidak ada wujud nyata umat yang layak yang dipersembahkan kepada Tuhan. Tetapi ayat ini juga menunjuk kepada kita yang berada di ruas jalan akhir dari gereja Tuhan. Jadi di sini Yohanes merupakan simbol atau bernubuat tentang adanya pelayan-pelayan Tuhan yang dipercaya oleh Tuhan dan memilik karakter yang mirip dengan Yohanes yang murni seorang imam yang berciri khas suku Lewi yaitu hanya Tuhanlah sandarannya/pusakanya. Pelayan-pelayan Tuhan inilah yang dipercaya oleh Tuhan untuk membawa umat Tuhan tampil layak di hadapanNya.

Terlepas dari Yohanes pembaptis selanjutnya tampillah Tuhan Yesus. Setelah Tuhan Yesus terangkat ke sorga pelayananNya di bumi dilanjutkan oleh rasul Petrus dan selanjutnya oleh rasul Paulus. Rasul Paulus juga berbicara hal yang sama dengan Yohanes pembaptis, di mana pelayanannya bertujuan untuk mempersembahkan umat yang berkenan kepada Tuhan. Bahkan umat yang saat itu dibicarakan oleh rasul Paulus berasal dari bangsa kafir, bukan bangsa Yahudi.
Roma 15:15-16
15 Namun, karena kasih karunia yang telah dianugerahkan Allah kepadaku, aku di sana sini dengan agak berani telah menulis kepadamu untuk mengingatkan kamu,
16 yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus.

Pada jaman rasul Paulus juga ternyata belum ada umat yang bisa tampil berkenan di hadapan Tuhan. Namun apa yang terjadi pada jaman Yohanes dan Paulus merupakan bagian-bagian dari perjalanan gereja Tuhan yang mana akan mencapai bagian yang sesungguhnya yaitu pada tahap akhir perjalanan gereja yang akan benar-benar mewujudkan suatu umat yang layak bagi Tuhan.

Yohanes pembaptis lahir dari pasangan nikah yang sudah lanjut usia dan hal itulah yang menjadi alasan Zakharia ayah Yohanes untuk menganggap adalah suatu hal yang mustahil bila mereka bisa mempunyai anak. Tetapi apa yang mustahil bagi manusia, itu tidaklah mustahil bagi Tuhan. Tuhan sanggup melakukan segala sesuatu yang menurut manusia tidak mungkin untuk terjadi. Bila kita melihat masa lalu kita dan diri kita sekarang sangatlah tidak mungkin untuk bisa mencapai apa yang dikatakan Alkitab yaitu kita menjadi suatu umat yang layak bagi Tuhan. Namun itu adalah pikiran kita sebagai manusia. Manakala kita berserah kepadaNya maka Tuhan yang akan melakukan hal yang mustahil menjadi kenyataan.

Zakharia adalah pribadi yang tidak lalai di dalam pelayanan, dia selalu setia disaat kapan dia harus melayani. Oleh sifat yang seperti inilah maka ada alasan bagi Tuhan untuk membuat nikah ini mendapatkan sesuatu yang bagi mereka tidak mungkin namun menjadi mungkin. Yang diinginkan oleh Tuhan dari kehidupan kita adalah kesetiaan. Sekalipun diri kita sudah rusak dan hancur namun bila kita mempunyai kesetiaan dalam ibadah dan pelayanan maka tidak mustahil kita juga akan diperhadapkan dengan perkara yang ajaib dari Tuhan. Perkara yang ajaib di sini adalah kehidupan kita bisa tampil tanpa cacat cela dan kerut di hadapan Tuhan. Sebab itu jangan sampai kita putus asa dan kehilangan pegangan, yang dibutuhkan adalah kesetiaan kita.
Kesetiaan Zakharia dan Elisabet dalam ibadah pelayanan sungguh luar biasa. Kesetiaan itulah yang diuji oleh Tuhan dan benar Zakharia adalah pribadi yang setia. Oleh karena dia setia maka sesuai dengan arti nama Zakharia maka Allah tidak melupakan dia.
Arti nama Zakharia adalah Allah tidak melupakan atau Allah mengingat.
Sekalipun dalam ibadah pelayanan kita seperti terseok-seok namun bila masih ada roh kesetiaan maka Tuhan pasti mengingat kita. Kesetiaan itu dibutuhkan dalam gereja Tuhan. Mengapa? Sebab orang yang akan meraih kemenangan menghadapai antikristus adalah orang yang dipanggil, dipilih dan yang setia.

Wahyu 17:14
Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia."

Kita telah dipanggil dari kegelapan dosa dan masuk ke dalam terang.
Kolose 1:13
Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih;

Dipilih berarti kita masuk dalam penggembalaan sebab di dalam penggembalaanlah terjadi proses kita dipilih.
Yehezkiel 20:37-38
20:37 Aku akan membiarkan kamu lewat dari bawah tongkat gembala-Ku dan memasukkan kamu ke kandang dengan menghitung kamu.
20:38 Aku akan memisahkan dari tengah-tengahmu orang-orang yang memberontak dan mendurhaka terhadap Aku; Aku akan membawa mereka keluar dari negeri, tempat mereka tinggal sebagai orang asing, tetapi di tanah Israel mereka tidak akan masuk. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN.

Selanjutnya kita harus setia dan inilah yang ada pada Zakharia dan Elisabet.

Arti nama Elisabet adalah Allah sumpahku atau Allah janjiku.
Bagi Elisabet sebagai seorang istri tidak ada sumpah yang lain, tidak ada janji yang lain selain Firman Tuhan dalam mendampingi pelayanan suaminya. Artinya pelayanannya dalam mendampingi suami sesuai dengan Firman Tuhan. Elisabet bukan berarti tidak memilik pelayanan sebab dia seorang perempuan, tetapi dia mempunyai tempat pelayanan yang sesuai kehendak Tuhan. Sekarang ini banyak perempuan yang tampil melayani tetapi merupakan suatu kekeliruan yang besar sebab posisinya salah dihadapan Tuhan dan membuat Tuhan muak dengan pelayanannya. Silahkan melayani namun bila tidak pada tempatnya itu hanya membuat Tuhan muak.

Jangan sampai kita salah menempatkan posisi di dalam pelayanan. Mengapa ada orang yang takut untuk menempatkan seseorang pada tempat pelayanan yang sebenarnya yang sesuai dengan kehendak Tuhan? Sebab pelayanannya diikuti dengan motivasi untuk mencari perkara yang jasmani. Inilah pelayanan keturunan imam Eli, pelayanan untuk mendapatkan sekerat roti dan sekeping perak. Bila motivasi melayani adalah untuk mendapatkan perkara yang lahiriah itu adalah pelayanan untuk perkara fana. Fana artinya segala sesuatu yang dibatasi oleh ruang dan waktu.
I Samuel 2:36
Kemudian siapa yang masih tinggal hidup dari keturunanmu akan datang sujud menyembah kepadanya meminta sekeping uang perak atau sepotong roti, dan akan berkata: Tempatkanlah kiranya aku dalam salah satu golongan imam itu, supaya aku dapat makan sekerat roti."

Pelayanan yang benar adalah pelayanan seperti Yohanes yang bertugas membuka jalan kedatangan Tuhan Yesus. Pembuka jalan pada kedatangan Tuhan Yesus pertama kali dan juga pembuka jalan untuk kedatangan Tuhan Yesus kedua kali itulah para pelayan Tuhan. Eksistensi pelayanan seorang hamba Tuhan seharusnya seperti itu.

Lukas 1:17 berbicara tentang datangnya Yohanes pembaptis dan sekaligus diperlihatkan oleh Tuhan tanggung jawab atau tugas dari Yohanes pembaptis yaitu untuk mendahului kedatangan Tuhan. Dalam Maleakhi 3:1 tampil utusan Tuhan untuk mendahului kedatanganNya namun mendadak Tuhan sudah ada di baitNya. Begitulah kedatangan Tuhan kedua kali yaitu secara tiba-tiba. Jangan sampai di saat sekarang ini kita mengabaikan waktu dan kesempatan yang Tuhan berikan. Fungsi dari utusan yang mendahului ini supaya kita tidak kalang kabut saat Tuhan datang secara tiba-tiba. Agar kita siap untuk menyambut kedatangan Tuhan yang kedua kali maka harus ada pribadi yang mempersiapkan, itulah pribadi hamba Tuhan. Peran hamba Tuhan sangatlah penting dalam sidang jemaat sebab mengingat kedatangan Tuhan yang sangat mendadak. Bila kita menerima pelayanan dari utusan Tuhan ini maka kedatangan Tuhan yang mendadak tidak lagi membuat kita kalang kabut karena kita telah disiapkan oleh Tuhan melalui pelayanan hamba Tuhan yang mendahului.

1 Korintus 3:9
Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.


Maleakhi 3:1
Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam.

Tuhan datang dengan mendadak dan masuk ke baitNya. Masuk ke baitNya berarti baitNya telah siap. Mempelai wanita Tuhan itulah baitNya yang telah siap pada saat kedatanganNya kedua kali.

Yohanes 3:28-29
28 Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya.
29 Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.
Utusan yang mendahului ini kemudian diikuti dengan penampilan mempelai laki-laki dan mempelai perempuan. Mempelai perempuan itulah bait Tuhan dan mempelai laki-laki itulah kepala gereja yaitu Tuhan Yesus Kristus, pemilik mempelai perempuan.

Bagaimana penampilan dari utusan yang mendahului ini? Penampilan hamba Tuhan yang akan mempersiapkan kita tampil layak di hadapan Tuhan adalah seperti ciri-ciri dari Yohanes pembaptis.
Matius 3:1-6
1 Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan:
2 "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!"
3 Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: "Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya."
4 Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan.
5 Maka datanglah kepadanya penduduk dari Yerusalem, dari seluruh Yudea dan dari seluruh daerah sekitar Yordan.
6 Lalu sambil mengaku dosanya mereka dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan.

Perkara-perkara ini harus dimiliki mulai dari utusan yang mendahului yaitu hamba Tuhan yang melayani dan kemudian diteruskan kepada jemaat yang dilayani sebab jemaat dipersiapkan untuk tampil layak di hadapan Tuhan.
Perlengkapan penampilan dari utusan yang mendahului itu ada sebagai berikut :

1.      Memakai jubah bulu unta
Jubah yang dipakai berasal dari bulu unta, bukan jubah wol dari bulu domba.
Yesaya 60:1-2,6
1 Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.
2 Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu.
6 Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur TUHAN.

Unta-unta ini menunjuk hamba-hamba Tuhan. Firman Tuhan telah menubuatkan akan terjadi kegerakan yang besar dimana akan tampil pelayan-pelayan Tuhan yang memiliki prilaku seperti unta. Bila sekarang ini kita yang sudah menjadi pelayan Tuhan tidak serius melayani Tuhan maka pasti ada orang-orang yang telah Tuhan persiapkan untuk serius melayani Tuhan.

Jangan sampai orang-orang yang terakhir mengenal Tuhan malah mendahului kita, biarlah kita yang telah dahulu ini tetap maju.
Matius 19:30; 20:16
19:30 Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."
20:16 Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir."

Ada beberapa hal yang bisa kita perhatikan dari hewan/unta ini :
a)      Siap bekerja sejak dari pagi hari
            Unta adalah hewan yang bisa diternak dan bisa dimanfaatkan oleh tuannya untuk perjalanan jauh             ataupun dekat dan bisa untuk membawa beban yang cukup banyak. Hamba Tuhan harus mengetahui nilai-nilai dari perjalanan rohani dan apa kesibukan yang harus ia kerjakan. Ia harus bisa menanggung beban tanpa ada sedikitpun keluhan. Bila unta telah diternak maka dia mengerti apabila matahari telah terbit berarti itulah waktu dia harus bekerja dan dia pergi pada pintu rumah majikannya. Dia berlutut sambil menunggu majikannya memberikan beban pada pundaknya. Jadi unta ini mengerti bahwa saat hari siang dia harus siap untuk kerja, dia tidak membuang-buang waktu di siang hari. Pada hari siang itulah waktu untuk kerja sebab akan tiba malam hari dimana orang tidak dapat bekerja lagi. Inilah sifat unta yang harus dimiliki oleh hamba Tuhan dan ditularkan kepada sidang jemaat supaya jemaat juga terlibat di dalam pelayanan. Harus selalu siap untuk bekerja melayani Tuhan baik atau tidak baik waktunya.
Yohanes 9:4
Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja.

Kesempatan untuk kita melayani Tuhan adalah sekarang ini. Jangan tunggu kegelapan itu datang yaitu di masa antikristus berkuasa, saat itu kita tidak bisa lagi melayani Tuhan. Tidak akan ada lagi lahan atau tempat untuk melayani yang ada hanya siap untuk disiksa.
Efesus 5:16-18
5:16 dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.
5:17 Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.
5:18 Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,

Jangan kita diam, tidak ada aktifitas pelayanan. Bulu unta ini harus menjadi pakaian kita, hal ini harus menjadi prilaku kita setiap hari. Kita harus selalu siap untuk melayani Tuhan sejak dari pagi hari saat matahari akan terbit yang dimulai dengan doa penyembahan. Seorang hamba Tuhan harus bisa meninggalkan egonya, meninggalkan kepentingan dirinya dan mau terlibat melayani kepentingan rohani orang lain. Bukan melayani karena dipicu untuk mendapatkan perkara jasmani. Kita harus bersikap lebih mendahulukan Tuhan dan nanti kita juga akan melihat bahwa Tuhan tidak akan pernah membiarkan kita terlantar.

Roma 15:1-3
15:1 Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri.
15:2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya.
15:3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku."

b)      Pada sore hari kembali ke tempat yang sama untuk melepas beban
Di saat petang unta ini kembali ke tempatnya dan kembali berlutut supaya bebannya bisa diturunkan. Selanjutnya ia diberi makan dan siap untuk beristirahat sebab hari telah malam dan bukan saat untuk bekerja lagi. Artinya Tuhan tahu dengan pasti bahwa ketika kita menghadapi malam kita tidak diberikan beban, kita diberikan kelegaan dan sentosa sejahtera untuk menghadapi malam. Di saat antikristus datang Tuhan sudah mengangkat beban kita sehingga meringankan kita untuk terbang saat disingkirkan ke padang gurun.

Matius 11:28
28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan."

Kuk ini diberikan pada waktu kita melayani tetapi saat kita menghadapi antikristus kita sudah tidak mempunyai beban. Tidak ada lagi beban dosa, tidak ada lagi keberatan sehingga kita ringan untuk terbang ke padang gurun dengan sayap burung nasar. Bila kita berat dengan dosa kita maka kita tidak akan bisa terbang saat terjadi penyingkiran gereja. Sekarang ini mari kita lepaskan semua beban dan ikatan kita di kaki Tuhan. Tuhan sendirilah yang telah mengundang kita untuk melepaskan beban kita.
Imamat 26:13
Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa kamu keluar dari tanah Mesir, supaya kamu jangan lagi menjadi budak mereka. Aku telah mematahkan kayu kuk yang di atasmu dan membuat kamu berjalan tegak."

Pelayanan apapun yang dipercayakan Tuhan kepada kita biarlah kita kerjakan dengan sungguh-sungguh selama hari masih siang. Majikan kita di sorga tahu sejauh mana kemampuan kita. Dia tidak akan memberikan beban lebih dari kemampuan kita.
Matius 25:15
Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.

Tuhan mengetahui sejauh mana kesanggupan kita dan kita juga harus menerima sebanyak apapun kepercayaan dari Tuhan. Bila dipercayakan 1 talenta kita harus menerima, demikian juga bila dipercayakan 2 atau 5 kita harus menerima dan mengerjakan dengan sungguh-sungguh, jangan ada yang diringankan. Walaupun kita hanya menerima 1 talenta jangan diringankan, itu bukti bahwa kita masih dipercaya oleh Tuhan. Jangan entengkan kepercayaan Tuhan kepada kita! Bila ada pribadi yang meremehkan kepercayaan Tuhan kepadanya maka akan berakibat fatal bagi orang tersebut. Kecil atau besar kepercayaan dari Tuhan itu semua sama di mata Tuhan. Apalah artinya kita percaya kepada Tuhan tetapi Tuhan tidak percaya kepada kita?

Yohanes 2:21-24
21 Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri.
22 Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan mereka pun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus.
23 Dan sementara Ia di Yerusalem selama hari raya Paskah, banyak orang percaya dalam nama-Nya, karena mereka telah melihat tanda-tanda yang diadakan-Nya.
24 Tetapi Yesus sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua,

Percaya kita kepada Tuhan Yesus jangan hanya karena melihat tanda-tanda mujizat. Percaya yang hanya sampai di situ tidak ada artinya sebab Tuhan tidak mempercayakan diriNya kepada orang yang seperti itu. Sekarang ini banyak orang yang percaya kepada Tuhan karena tertarik kepada mujizat secara lahiriah. Bila hanya sebatas itu saja maka kita tidak akan dipercaya oleh Tuhan.

c)      Memiliki sifat sederhana dan rendah hati
Matius 19:23-24
23 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
24 Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."

Unta masuk ke lobang jarum menunjuk pada kerendahan hati yang dibuktikan dengan menerima apa saja yang diberikan oleh Tuhan. Apapun anjuran dari Tuhan tidak pernah ditolak dan selalu diterima. Kerendahan hati ini dibutuhkan untuk mendapatkan perlindungan dan pemeliharaan dari Tuhan.

I Korintus 4:7
Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting? Dan apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima? Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya?
II Korintus 3:5
Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah.

Jangan sampai kita berucap “kalau bukan saya”. Apapun yang kita kerjakan itu karena Tuhan. Kita sendiri tidak punya kesanggupan. Semuanya dari Tuhan. Saat Tuhan memakai kita dalam pelayanan saat itulah kerendahan hati kita diuji oleh Tuhan.

d)      Tahan menghadapi panasnya padang gurun
Walaupun bekerja di siang hari pada suhu yang panas di padang gurun unta tetap bisa bertahan, sebab dari dari pori-porinya akan keluar cairan yang dingin. Itulah perilaku dari Yohanes yang tetap bertahan dalam pelayanan sekalipun mendapatkan tantangan antara lain dari Herodes. Bahkan sampai dia harus dipancung, hati dan pikirannya tetap sejuk dan menyenangkan Tuhan. Hal itu jugalah yang harus ada dalam diri kita. Sekarang ini kita menghadapi banyak masalah dan tantangan terutama dalam ibadah pelayanan namun biarlah hati dan pikiran kita tetap sejuk dan terus melayani Tuhan. Jangan sampai kita mudah menjadi panas hati dan terpancing emosi. Kita harus tenang menghadapi setiap masalah dan tantangan yang dihadapi mulai dari dalam nikah rumah tangga. Bagaimana kita bisa menjadi sejuk hati saat menghadapi sengsara ganasnya dunia yang menerpa perjalanan hidup kita? Kita hanya bisa menjumpai kesejukan bila tetap berada di dalam Firman Tuhan, hidup sesuai Firman Tuhan.

e)      Dapat memantau apa yang akan terjadi di depan
Unta memiliki bulu mata yang bisa merasakan bagaikan radar, bila akan ada badai yang datang dia akan segera berlutut dan menjadi tempat perlindungan bagi tuannya terhadap badai yang akan datang.

Yesaya 32:1-2
1 Sesungguhnya, seorang raja akan memerintah menurut kebenaran, dan pemimpin-pemimpin akan memimpin menurut keadilan,
2 dan mereka masing-masing akan seperti tempat perteduhan terhadap angin dan tempat perlindungan terhadap angin ribut, seperti aliran-aliran air di tempat kering, seperti naungan batu yang besar, di tanah yang tandus.

Seorang hamba Tuhan harus bisa menjadi tempat perteduhan bagi sidang jemaat dan hal itu juga diteruskan kepada sidang jemaat. Sehingga di dalam keluarga masing-masing jemaat suami bagaikan tempat perlindungan bagi istri dan anak-anak. Anak-anak mendapatkan perteduhan dalam rangkulan bapanya, bukannya malah anak-anak ketakutan melihat bapa dan ibunya.

Amos 3:7
Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi.
Tuhan menyatakan kepada hambaNya apa yang akan terjadi di depan, ini sama seperti unta yang bisa mendeteksi apa yang akan terjadi dihadapannya. Hamba Tuhan diberitahu oleh Tuhan tentang hal-hal yang akan datang lewat Firman Tuhan. Sidang jemaat yang mendengarkan Firman Tuhan juga menjadi mengerti tentang hal yang akan datang.

Pengkhotbah 12:11
Kata-kata orang berhikmat seperti kusa dan kumpulan-kumpulannya seperti paku-paku yang tertancap, diberikan oleh satu gembala.
Firman yang diterima di dalam penggembalaan seperti paku yang tertancap dan tidak bisa dicabut lagi. Sidang jemaat yang sungguh-sungguh tergembala akan mengerti apa yang akan terjadi di depan dan hal itu terlihat dari perilaku hidupnya yang benar-benar serius mempraktekkan Firman Tuhan. Sidang jemaat yang tahu dan mengerti tentang kedatangan Tuhan pasti akan sungguh-sungguh mempersiapkan dirinya untuk bisa berjumpa dengan Tuhan.

f)       Minum air sebanyak-banyaknya
Bukti kehidupan yang sangat menghargai arti keselamatan yang dikaruniakan Allah kepadanya
Yesaya 12:3
Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan.
dan di dalam dirinya ada mata air yang terus menerus memancar
Yohanes 4:14
tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."
sehingga walaupun dalam suasana tanah yang gersang (dalam percobaan), selalu mendapatkan jalan keluar.

2.      Ikat pinggang kulit
Yeremia 2:32
Dapatkah seorang dara melupakan perhiasannya, atau seorang pengantin perempuan melupakan ikat pinggangnya? Tetapi umat-Ku melupakan Aku, sejak waktu yang tidak terbilang lamanya.
Yesaya 11:5
Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

Ikat pinggang ini merupakan salah satu perhiasan pengantin perempuan, itulah kesetiaan. Yohanes juga berbicara tentang pengantin atau mempelai laki-laki dan mempelai perempuan.
Yohanes 3:29
Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.

Hamba Tuhan di akhir zaman harus berbicara tentang Mempelai Laki-laki dan Mempelai Perempuan sebab hamba Tuhan mempersiapkan sidang jemaat untuk menjadi mempelai perempuan yang akan bertemu dengan Tuhan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga. Itu yang harus menjadi warna pemberitaan hamba Tuhan yang benar-benar mengarahkan sidang jemaat untuk jumpa dengan Tuhan. Bila warna pemberitaan sudah seperti itu namun masih diremehkan maka orang yang meremehkan bukannya berjumpa dengan Mempelai Laki-laki sorga tetapi akan jumpa dengan mempelai manusia iblis itulah antikristus.

3.      Makanannya belalang dan madu hutan
Madu rasanya manis dan belalang rasanya pahit. Yohanes pembaptis menerima yang manis dan juga yang pahit. Kita harus bisa menerima apapun dari Tuhan terutama Firman Tuhan baik itu manis atau pahit bagi kita.

Amsal 30:27
belalang yang tidak mempunyai raja, namun semuanya berbaris dengan teratur,
Belalang bisa berbaris dengan teratur berarti bisa berkumpul. Supaya kita bisa berkumpul atau menyatu maka harus bisa menanggalkan kepentingan diri sendiri atau rasa ego kita dan di saat itulah terasa pahit bagi daging kita sebab harus ada yang rela dikorbankan yaitu segala keinginan daging, namun menghasilkan persekutuan yang manis. Mulai dari dalam persekutuan nikah antara suami istri harus siap menanggalkan kepentingan dan kesenangan diri sendiri, harus mau memakan belalang yang pahit supaya rumah tangga menjadi manis. Bila sekarang kita tidak mau memakan belalang maka ada waktunya kita yang menjadi makanan belalang.

Wahyu  9:3-4,7-9
3 Dan dari asap itu berkeluaranlah belalang-belalang ke atas bumi dan kepada mereka diberikan kuasa sama seperti kuasa kalajengking-kalajengking di bumi.
4 Dan kepada mereka dipesankan, supaya mereka jangan merusakkan rumput-rumput di bumi atau tumbuh-tumbuhan ataupun pohon-pohon, melainkan hanya manusia yang tidak memakai meterai Allah di dahinya.
7Dan rupa belalang-belalang itu sama seperti kuda yang disiapkan untuk peperangan, dan di atas kepala mereka ada sesuatu yang menyerupai mahkota emas, dan muka mereka sama seperti muka manusia,
8 dan rambut mereka sama seperti rambut perempuan dan gigi mereka sama seperti gigi singa,
9 dan dada mereka sama seperti baju zirah, dan bunyi sayap mereka bagaikan bunyi kereta-kereta yang ditarik banyak kuda, yang sedang lari ke medan peperangan.

Di saat-saat kita harus menghadapi perkara yang pahit kita harus menerima seperti kita mau menerima hal-hal yang manis. Terutama di dalam nikah, suami dan istri harus bisa saling menerima baik itu hal yang manis maupun yang pahit.

Itulah sebabnya di dalam korban sajian dilarang ada madu,
Imamat 2:11
Suatu korban sajian yang kamu persembahkan kepada TUHAN janganlah diolah beragi, karena dari ragi atau dari madu tidak boleh kamu membakar sesuatu pun sebagai korban api-apian bagi TUHAN.

mencari pujian bagi diri sendiri,
Amsal 25:27
25:27 Tidaklah baik makan banyak madu; sebab itu biarlah jarang kata-kata pujianmu.
27:2 Biarlah orang lain memuji engkau dan bukan mulutmu, orang yang tidak kaukenal dan bukan bibirmu sendiri.

Roma 15:2-7
2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya.
3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku."
4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.
5 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus,
6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus.
7 Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah.

Biarlah kita mau menerima satu dengan yang lain serta mau menerima Firman Tuhan yang membina dan mengajar kita supaya kita bisa tampil layak untuk berjumpa dengan Tuhan Yesus Kristus Mempelai Laki-laki Sorga.


Tuhan memberkati.



























Tidak ada komentar:

Posting Komentar