20111218

Kebaktian Umum, Minggu 18 Desember 2011 Pdt. Bernard Legontu


Menjelang pesta nikah Anak Domba siap untuk digelar maka kata Haleluya itu begitu menggelegar. Kata Haleluya erat kaitannya dengan penampilan Mempelai Laki-laki Sorga dan Mempelai PerempuanNya. Yang mengherankan ada orang yang mengaku sebagai pemberita Kabar Mempelai namun malah mengecilkan volume dari kata Haleluya ini. Haleluya berarti ajakan untuk menyembah Tuhan dan sekaligus bahasa untuk menyembah Tuhan.

Kata Haleluya inilah yang sekarang sedang diupayakan oleh iblis untuk diredam dengan berbagai tipu muslihatnya. Salah satunya lewat pemikiran manusia yang secara ilmiah mempelajari tetang anatomi bahasa sehingga mengesampingkan ilham dari Tuhan. Mereka berkata bahwa Haleluya adalah bahasa Ibrani, ini memang benar! tetapi jangan berkata bahwa itu bukan bahasa Sorga sebab semua bahasa di dunia memakai kata itu sebab tidak dapat diterjemahkan dalam artian yang hakiki. Padahal kata Haleluya ini berkali-kali diserukan dengan nyaring menjelang pesta nikah Anak Domba Allah digelar di Sorga.

Lukas 1:17, 26-28
17 dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya."
26 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
27 kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
28 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."

Ayat di atas mengingatkan kita akan pengalaman pelayanan Elia di zaman raja Ahab. Saat itu bangsa Israel yang diakui Tuhan sebagai anakNya malah meninggalkan Tuhan yang adalah Bapa mereka.
Keluaran 4:22
Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung;

Berbicara roh dan kuasa Elia berarti berbicara suasana yang dihadapi oleh Elia di zaman raja Ahab di mana dia mendemonstrasikan kuasa yang dari Tuhan kepada bangsa Israel yang kerohaniannya benar-benar telah terpuruk. Hubungan bangsa Israel dengan Tuhan yang dikatakan sebagai hubungan Bapa dan anak saat itu telah terputus. Raja Ahab adalah raja yang kerohaniannya paling hancur
1 Raja-raja 16:33
Sesudah itu Ahab membuat patung Asyera, dan Ahab melanjutkan bertindak demikian, sehingga ia menimbulkan sakit hati TUHAN, Allah Israel, lebih dari semua raja-raja Israel yang mendahuluinya.

sebab saat itu dia hanya menjadi raja pajangan sedang yang sebenarnya memerintah adalah istrinya yaitu Izebel. Roh Izebel inilah yang merusakkan hubungan antara anak Tuhan dengan Bapanya di sorga.

Izebel berasal dari bangsa Sidon bangsa kafir, dia adalah anak raja Sidon.
1 Raja-raja 16:31
Seakan-akan belum cukup ia hidup dalam dosa-dosa Yerobeam bin Nebat, maka ia mengambil pula Izebel, anak Etbaal, raja orang Sidon, menjadi isterinya, sehingga ia pergi beribadah kepada Baal dan sujud menyembah kepadanya.

Begitu kuat pengaruh sidon ini sehingga merusakkan hubungan anak sulung Tuhan dengan Bapanya. Peran Izebel dalam kehidupan bangasa Israel itu tidak memiliki nilai positif dihadapan Tuhan. Mungkin secara pandangan manusia peran Izebel dalam jemaat ini bernilai positif sehingga terlihat bahwa jumlah jemaat bertambah, kegiatan bertambah banyak namun sebenarnya malah merusakkan hubungan jemaat dengan Tuhan.
Wahyu 2:19
Aku tahu segala pekerjaanmu: baik kasihmu maupun imanmu, baik pelayananmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa pekerjaanmu yang terakhir lebih banyak dari pada yang pertama.

Di dalam Lukas 1:17 jelas dikatakan bahwa sidang jemaat mau dipersiapkan menjadi umat yang layak bagi Tuhan dan hal inilah yang tidak diinginkan oleh iblis terjadi dalam kehidupan kita. Oleh sebab itu dia berupaya untuk menghambat hal itu lewat tampilnya roh Izebel dalam gereja Tuhan sehingga tidak bisa mencapai status layak di hadapan Tuhan. Peran Izebel ini jahat sekali, baik di tengah-tengah sidang jemaat maupun dalam nikah rumah tangga. Jangan sampai kita mendukung dan menyetujui pekerjaan dari roh Izebel ini.

Kondisi pada zaman Elia, Ahab dan Izebel ini akan terulang lagi di akhir zaman ini, demikian juga apa yang dinubuatkan dalam Lukas 1:17 tentang penampilan umat Tuhan yang layak akan digenapkan di akhir zaman. Kita juga akan diperlihatkan model pelayanan Izebel di akhir zaman ini. Untuk menghadapi roh Izebel ini Tuhan merasa penting untuk mengangkat Imam Tuhan yang murni dari suku Lewi,
Ulangan 10:8-9
10:8 Pada waktu itu TUHAN menunjuk suku Lewi untuk mengangkut tabut perjanjian TUHAN, untuk bertugas melayani TUHAN dan untuk memberi berkat demi nama-Nya, sampai sekarang.
10:9 Sebab itu suku Lewi tidak mempunyai bagian milik pusaka bersama-sama dengan saudara-saudaranya; TUHANlah milik pusakanya, seperti yang difirmankan kepadanya oleh TUHAN, Allahmu.

artinya hamba Tuhan yang sungguh-sungguh bergantung sepenuh kepada Tuhan dan tidak memiliki pusaka lain selain Tuhan. Imam-imam yang diangkat sejak dari zaman Musa adalah seorang laki-laki. Demikian juga gembala sidang jemaat haruslah seorang laki-laki sesuai dengan yang disampaikan Tuhan lewat rasul Paulus.
I Timotius 3:1-2
1 Benarlah perkataan ini: "Orang yang menghendaki jabatan penilik jemaat menginginkan pekerjaan yang indah."
2 Karena itu penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat, suami dari satu isteri, dapat menahan diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang,

Bila yang tampil menyampaikan Firman Tuhan di tengah sidang jemaat adalah perempuan itu berarti yang tampil adalah roh Izebel. Demikian juga bila seorang gembala adalah perempuan, itu berarti sudah melayani dengan model pelayanan Izebel.

Dalam zaman Elia ada seseorang yang bernama Obaja yang menyembunyikan dan melayani 100 orang nabi-nabi Tuhan. Pelayanan Obaja ini adalah pelayanan yang beresiko tinggi, sebab bila hal itu sampai tercium oleh Izebel atau pengawal-pengawalnya maka pasti Obaja akan menerima hukuman yang berat. Namun Obaja tetap melakukan pelayanannya ini dengan setia tanpa memikirkan imbalan. Pelayan yang dikehendaki oleh Tuhan adalah pelayan yang memiliki animo yang besar untuk melayani Tuhan, untuk membawa sidang jemaat menjadi umat yang layak di hadapan Tuhan tanpa memikirkan imbalan dan tanpa memikirkan resiko yang akan ia tanggung.

II Raja-raja 18:4
Karena pada waktu Izebel melenyapkan nabi-nabi TUHAN, Obaja mengambil seratus orang nabi, lalu menyembunyikan mereka lima puluh lima puluh sekelompok dalam gua dan mengurus makanan dan minuman mereka.

Pelayanan kita sekarang berada pada kondisi berhadapan dengan maraknya roh Izebel. Sekalipun dalam pelayanan kita dihadang oleh kaki tangan Izebel, oleh orang-orang yang mendukung pelayanan Izebel, jangan kita undur sebab kita berada dalam kegenapan rencana Allah yang mau menampilkan umat yang layak dihadapan Tuhan.

Maleakhi 4:6
Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.
Tuhan mengangkat pelayan Tuhan yang berjalan dalan roh dan kuasa Elia dengan maksud untuk memperbaiki hubungan bapa dan anak yang telah rusak. Itulah hamba Tuhan yang bergantung sepenuh kepada Tuhan.

Gerakan pelayanan roh Elia ini adalah untuk memulihkan hubungan Bapa dan anak, hubungan Bapa sorgawi dan kita anaknya. Pemulihan yang terjadi lewat kuasa dan roh Elia salah satu tandanya adalah tegas untuk menepis pelayanan dengan roh Izebel. Berarti bila ada kehidupan yang masih mendukung dan membiarkan pelayanan dengan model Izebel yang mengijinkan perempuan mengajar laki-laki berarti kehidupan tersebut tidak mengalami pemulihan, hubungannya dengan Bapa di sorga tetap rusak. Tidak akan mungkin ia tampil sebagai umat yang layak di hadapan Tuhan.

Dengan kuasa dan roh Elia ini hubungan jemaat dengan Bapa Sorgawi dipulihkan dan juga hubungan jemaat dengan gembala yang adalah Bapa di dalam sidang jemaat dipulihkan. Gembala adalah bapa dalam sidang jemaat itu berati jelas bahwa seorang gembala haruslah seorang laki-laki, bukan perempuan. Seorang suami adalah gembala di dalam nikah, jangan sampai istri yang mau merebut posisi gembala di dalam nikah.

Kriteria hamba Tuhan yang dipakai oleh Tuhan untuk mempersiapkan jemaat untuk tampil layak di hadapan Tuhan adalah yang tampil seperti Yohanes pembaptis.
Ø  Kehidupan yang memiliki kuasa dan roh Elia artinya adalah yang memiliki keberanian melawan roh Izebel.
Ø  Berasal dari suku Lewi yang murni artinya adalah hidupnya bergantung sepenuh kepada Tuhan, tidak memiliki pusaka lain selain Tuhan.
Ø  Tampil sebagai imam dan sekaligus nabi artinya adalah dipercayakan Tuhan Firman nubuatan dan Firman pengajaran itulah pembukaan Firman yang mengarahkan jemaat untuk berjumpa dengan bintang timur yaitu Tuhan Yesus Kristus Mempelai Laki-laki Sorga.

o   Firman Pengajaran
Hosea 6:3
Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi."

o   Firman Nubuatan
2 Petrus 1:19
Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu.

kedua-duanya arahnya Wahyu 22:16
"Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang."


Gabriel diutus oleh Tuhan ke Nazaret untuk bertemu dengan Maria dan menyampaikan salam.
Maria berasal dari kata Ma dan Yah.
Ma artinya nyonya
Yah artinya Allah
Maria berarti nyonya Allah
Maria telah ada dalam posisi untuk menjadi ibu rohani, nyonya Allah.
Ini menunjuk pada keadaan gereja yang akan mewujudkan seorang anak laki-laki.

Wahyu 12:5
Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya.

Bila kita mau tampil sebagai gereja yang sempurna yang mewujudkan seorang anak laki-laki, itulah Firman yang menjadi daging Firman yang menjadi wujud dalam kehidupan kita, maka kita harus memposisikan diri bagaikan Maria. Artinya kita harus berada dalam kategori yang rohani dan untuk sampai kesana tidak ada cara lain selain kita harus menerima salam, menerima Firman pengajaran.

Ada tiga pengertian Salam Sejahtera:
1.      Pembuka jalan untuk menerima ajaran yang benar.
2.      Doa selamat dari seorang gembala untuk umat Tuhan agar umat Tuhan tetap dalam pelayanan dan tidak tersandung sampai pada akhirnya, sampai Tuhan datang pada kali yang kedua.
3.      Bukti kecintaan untuk masuk dalam persekutuan yang benar yang didorong oleh pekerjaan Roh Kudus, saling berbagi dalam pembentukan Tubuh Kristus.

Mazmur 1:1
Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
Persekutuan yang benar berarti tidak berkumpul dengan orang yang suka mencemooh salam, mencemooh Firman pengajaran dan tidak berdiri di jalan orang berdosa yang artinya adalah kita secara pelan tetapi pasti mulai mengundurkan diri dari praktek hidup di dalam dosa dan tidak menerima nasihat orang fasik.

Ada persekutuan yang tidak benar yaitu yang tidak didorong oleh Roh Kudus.
Yesaya 30:1
Celakalah anak-anak pemberontak, demikianlah firman TUHAN, yang melaksanakan suatu rancangan yang bukan dari pada-Ku, yang memasuki suatu persekutuan, yang bukan oleh dorongan Roh-Ku, sehingga dosa mereka bertambah-tambah,

Yesaya 8:11-12
11 Sebab beginilah firman TUHAN kepadaku, ketika tangan-Nya menguasai aku, dan ketika Ia memperingatkan aku, supaya jangan mengikuti tingkah laku bangsa ini:
12 "Jangan sebut persepakatan segala apa yang disebut bangsa ini persepakatan, dan apa yang mereka takuti janganlah kamu takuti dan janganlah gentar melihatnya.

Salam ini ada hubungannya dengan ajaran yang benar.
II Yohanes 9-11
9 Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak.
10 Jikalau seorang datang kepadamu dan ia tidak membawa ajaran ini, janganlah kamu menerima dia di dalam rumahmu dan janganlah memberi salam kepadanya.
11 Sebab barangsiapa memberi salam kepadanya, ia mendapat bagian dalam perbuatannya yang jahat.

Apa yang dimaksud dengan ajaran ini? Itulah ajaran Tuhan yang telah disampaikan oleh para pendahulu. Orang yang telah melangkah dari ajaran yang benar ini harus dijauhi, bukannya dibenci tetapi dihindari.
Sebab orang yang telah tinggalkan pengajaran dari pendahulu hanya menimbulkan perpecahan.
Roma 16:17
Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!

II Tesalonika 3:6
Tetapi kami berpesan kepadamu, saudara-saudara, dalam nama Tuhan Yesus Kristus, supaya kamu menjauhkan diri dari setiap saudara yang tidak melakukan pekerjaannya dan yang tidak menurut ajaran yang telah kamu terima dari kami.

Jangan memberi salam berarti jangan sampai kita mencampur ajaran Tuhan yang benar dengan ajaran dari orang-orang yang telah menyimpang dari ajaran yang benar. Untuk bisa sampai kepada umat yang layak kita harus menerima salam yang benar ini.

Ada tiga tujuan dari salam, tiga tujuan dari penampilan pengajaran yang benar :
1.      Membawa kita untuk duduk setakhta dengan Tuhan

Sekalipun kehidupan kita awalnya tidak mungkin untuk duduk setakhta dengan Tuhan tetapi lewat pekerjaan pemulihan yang ditangani oleh kuasa dan roh Elia maka hal itu pasti berhasil. Asalkan kita jangan sampai berada dalam persekutuan yang di luar kuasa dan roh Elia, yaitu persekutuan yang membenarkan Izebel di mana perempuan yang tampil untuk mengajar. Sekalipun hidup kita masa lampau sudah bejat dan rusak namun Tuhan sanggup untuk membawa kita setakhta denganNya, sama seperti sidang jemaat Laodekia yang sudah hancur namun masih mendapat kesempatan untuk duduk setakhta dengan Tuhan asalkan mau menerima apa yang dikatakan oleh Tuhan Yesus, mau menerima pekerjaan Firman Pengajaran yang benar.
Wahyu 3:21
Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya

I Samuel 10:3-4
3 Dari sana engkau akan berjalan terus lagi dan sampai ke pohon tarbantin Tabor, maka di sana engkau akan ditemui oleh tiga orang laki-laki yang naik menghadap Allah di Betel; seorang membawa tiga ekor anak kambing, seorang membawa tiga ketul roti dan yang lain lagi sebuyung anggur.
4 Mereka akan memberi salam kepadamu dan memberikan kepadamu dua ketul roti yang akan kauterima dari mereka.
Salam yang dikaitkan dengan dua ketul roti ini menunjuk pada pengajaran yang berasal dari perjanjian lama dan perjanjian baru, pengajaran yang murni berangkat dari Alkitab. Dua ketul roti itu adalah Firman Tuhan. Dua ketul roti diterima oleh Saul seorang diri, artinya kita harus menerima pengajaran ini secara pribadi sebab inilah yang akan membawa kita untuk setakhta dengan Tuhan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga dan kita menjadi Mempelai WanitaNya. itulah dua yang menjadi satu, kita masuk dalam nikah yang rohani.

I Samuel 10:5
Sesudah itu engkau akan sampai ke Gibea Allah, tempat kedudukan pasukan orang Filistin. Dan apabila engkau masuk kota, engkau akan berjumpa di sana dengan serombongan nabi, yang turun dari bukit pengorbanan dengan gambus, rebana, suling dan kecapi di depan mereka; mereka sendiri akan kepenuhan seperti nabi.
Bila kita tidak menerima salam yang disertai dua ketul roti maka kita tidak akan memiliki kekuatan untuk menghadapi musuh yang ada di depan kita. Kalau kita tidak dikuatkan dengan Firman pengajaran yang membawa kita menuju takhta itu yaitu menjadi Mempelai Tuhan, maka kita tidak akan tahan saat diperhadapkan dengan tantangan, cobaan dan berbagai halangan.

Dengan menerima salam yaitu Firman pengajaran kita tidak akan mudah tersandung dan undur saat menghadapi berbagai tantangan dan selanjutnya Tuhan membawa kita dalam persekutuan dengan para nabi. Artinya kita dibawa pada puncak persekutuan rohani, kita mengalami pemuncakkan rohani. Sampai akhirnya kita sampai pada tujuan, kita tiba di takhtanya Tuhan, duduk setakhta dengan Tuhan Yesus Raja segala raja.

Mulai dari sekarang ini pelayanan kita sudah harus ada kaitannya dengan takhta Raja.
Matius 25:40,45
40 Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.
45 Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.

Dalam ayat 40 disebutkan Raja itu menyambut orang-orang yang melayani dengan penuh belas kasihan namun pada ayat 45 kata Raja itu tidak ada. Artinya orang yang tidak mau melayani tidak ada hubungannya dengan Raja dan orang yang mau terlibat dalam pelayanan itulah yang memiliki hubungan dengan Raja.
Pelayanan seperti apa yang dikehendaki oleh sang Raja? :

Ø  Mengunjungi orang yang di dalam penjara artinya adalah memberi pengampunan kepada orang yang bersalah kepada kita. Orang yang di dalam penjara adalah orang yang bersalah dan orang seperti ini tersiksa batinnya sebab dia merasa melakukan kesalahan kepada kita.

Ø  Melawat orang yang sakit artinya adalah kita melawat saudara kita yang keadaan rohaninya sedang sakit dengan Firman Pengajaran yang benar / sehat.

Titus 1:9
dan berpegang kepada perkataan yang benar, yang sesuai dengan ajaran yang sehat, supaya ia sanggup menasihati orang berdasarkan ajaran itu dan sanggup meyakinkan penentang-penentangnya.

Sebab 2 Timotius 4:3
Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.

Ø  Memberi makan yang lapar artinya kita membagikan Firman kepada orang yang membutuhkan Firman Pengajaran yang benar, sebelum datang masa dalam Amos 8:11-12
8:11 "Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman Tuhan ALLAH, "Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN.
8:12 Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya.

Ø  Memberi pakaian pada yang telanjang artinya kita berikan Firman Tuhan kepada kehidupan yang tadinya tidak mengerti Firman dan tidak mengerti tahbisan supaya dia bisa memiliki pakaian tahbisan yang benar, diajarkan pengajaran tentang pakaian tahbisan (pelayanan) yang sesuai dengan Firman Allah.

Nehemia adalah seorang juru minum raja yang melayani di takhta raja. Pada suatu waktu Nehemia tampil melayani dengan muka muram dan hal itu beresiko tinggi karena seharusnya dia dihukum mati sebab melayani raja dengan muka muram. Itulah sebabnya dia menjadi takut ketika dia tahu raja melihat dia datang melayani dengan muka muram.

Nehemia 2:1-2
1 Pada bulan Nisan tahun kedua puluh pemerintahan raja Artahsasta, ketika menjadi tugasku untuk menyediakan anggur, aku mengangkat anggur dan menyampaikannya kepada raja. Karena aku kelihatan sedih, yang memang belum pernah terjadi di hadapan raja,
2 bertanyalah ia kepadaku: "Mengapa mukamu muram, walaupun engkau tidak sakit? Engkau tentu sedih hati." Lalu aku menjadi sangat takut.

Nehemia 1:1-3
1 Riwayat Nehemia bin Hakhalya. Pada bulan Kislew tahun kedua puluh, ketika aku ada di puri Susan,
2 datanglah Hanani, salah seorang dari saudara-saudaraku dengan beberapa orang dari Yehuda. Aku menanyakan mereka tentang orang-orang Yahudi yang terluput, yang terhindar dari penawanan dan tentang Yerusalem.
3 Kata mereka kepadaku: "Orang-orang yang masih tinggal di daerah sana, yang terhindar dari penawanan, ada dalam kesukaran besar dan dalam keadaan tercela. Tembok Yerusalem telah terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar."
Muka Nehemia menjadi muram sebab mendengar kabar tentang Yerusalem.

Nehemia 2:3-5
3 Jawabku kepada raja: "Hiduplah raja untuk selamanya! Bagaimana mukaku tidak akan muram, kalau kota, tempat pekuburan nenek moyangku, telah menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya habis dimakan api?"
4 Lalu kata raja kepadaku: "Jadi, apa yang kauinginkan?" Maka aku berdoa kepada Allah semesta langit,
5 kemudian jawabku kepada raja: "Jika raja menganggap baik dan berkenan kepada hambamu ini, utuslah aku ke Yehuda, ke kota pekuburan nenek moyangku, supaya aku membangunnya kembali."

Kepedihan hati Nehemia terhadap kota Yerusalem itulah yang membuat mukanya muram dan oleh sebab kesedihannya ada hubungannya dengan Yerusalem maka itulah yang menyelamatkan kehidupannya dari hukuman sebab ada Allah yang melindunginya.

Apakah yang menjadi kepedihan hati kita di dalam pelayanan? Apakah muka kita menjadi muram oleh sebab persoalan pribadi kita sendiri atau hanya karena perkara-perkara jasmani yang tidak kita peroleh? Ataukah hati kita pedih karena melihat Yerusalem yang masih berupa puing-puing. Biarlah dalam pelayanan kita kepada Raja ada beban dalam hati untuk segera mewujudkan gereja Tuhan yang tampil sebagai mempelai wanita Tuhan yang sempurna, Kota Yerusalem Baru.

2.      Menampilkan kita sebagai kehidupan yang tidak bisa dikuasai oleh maut

II Raja-raja 4:29
Maka berkatalah Elisa kepada Gehazi: "Ikatlah pinggangmu, bawalah tongkatku di tanganmu dan pergilah. Apabila engkau bertemu dengan seseorang, janganlah beri salam kepadanya dan apabila seseorang memberi salam kepadamu, janganlah balas dia, kemudian taruhlah tongkatku ini di atas anak itu."

Salam atau ajaran yang benar ini dihubungkan dengan keadaan kita yang berhadapan dengan maut.
Yeremia 9:21-22
9:21 "Maut telah menyusup ke jendela-jendela kita, masuk ke dalam istana-istana kita; ia melenyapkan kanak-kanak dari jalan, pemuda-pemuda dari lapangan;
9:22 mayat-mayat manusia berhantaran seperti pupuk di ladang, seperti berkas gandum di belakang orang-orang yang menuai tanpa ada yang mengumpulkan."

Maut yang sedang kita hadapi bisa teratasi asalkan kita tidak mencampur adukan pengajaran dan mau menerima salam yang benar, mau menerima pekerjaan penyucian lewat Firman pengajaran. Di hari-hari terakhir ini maut sedang merajalela, terjadi kematian di mana-mana yang seringkali datang dengan tidak diduga. Tujuan dari salam atau Firman pengajaran adalah untuk menghadapi maut yang bergentayangan di mana-mana.

Matius 16:17-18
17 Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.
18 Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

Lewat salam itu Tuhan mau menampilkan sidang jemaat yang tidak bisa dikuasai oleh maut. Sidang jemaat yang tidak bisa digerayangi oleh maut adalah yang menerima penyataan dari Bapa, yang menerima ajaran dari Bapa. Kehidupan yang menerima pengajaran ini disebutkan Tuhan Yesus sebagai jemaatKu, itulah MempelaiNya yang sempurna yang akan disingkirkan ke padang belantara dan tidak bisa dijamah oleh maut.
1 Yohanes 5:18
Kita tahu, bahwa setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa; tetapi Dia yang lahir dari Allah melindunginya, dan si jahat tidak dapat menjamahnya.

Mazmur 116:8
Ya, Engkau telah meluputkan aku dari pada maut, dan mataku dari pada air mata, dan kakiku dari pada tersandung.
Mazmur 118:18
TUHAN telah menghajar aku dengan keras, tetapi Ia tidak menyerahkan aku kepada maut.
Kedua ayat ini menubuatkan kehidupan yang masuk pada masa penyingkiran gereja
Wahyu 12:1-2, 14
12:1 Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.
12:2 Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.
12:14 Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

Amsal 14:12
Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.
Amsal 16:25
Ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut.
Ada pengajaran yang disangka orang benar padahal sebenarnya membawa kepada maut. Itu sebabnya jangan sembarang saja menerima dan memberi salam. Jangan menerima pengajaran campur.

Roma 8:6
Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.
Bila kita ingin terhindar dari maut maka jangan menggalakkan keinginan daging, jangan turuti keinginan daging sebab hanya akan berakhir dengan maut yaitu kebinasaan selama-lamanya.


3.      Membawa kita semakin merendahkan diri di hadapan Tuhan

II Samuel 6:20-23
20 Ketika Daud pulang untuk memberi salam kepada seisi rumahnya, maka keluarlah Mikhal binti Saul mendapatkan Daud, katanya: "Betapa raja orang Israel, yang menelanjangi dirinya pada hari ini di depan mata budak-budak perempuan para hambanya, merasa dirinya terhormat pada hari ini, seperti orang hina dengan tidak malu-malu menelanjangi dirinya!"
21 Tetapi berkatalah Daud kepada Mikhal: "Di hadapan TUHAN, yang telah memilih aku dengan menyisihkan ayahmu dan segenap keluarganya untuk menunjuk aku menjadi raja atas umat TUHAN, yakni atas Israel, -- di hadapan TUHAN aku menari-nari,
22 bahkan aku akan menghinakan diriku lebih dari pada itu; engkau akan memandang aku rendah, tetapi bersama-sama budak-budak perempuan yang kaukatakan itu, bersama-sama merekalah aku mau dihormati."
23 Mikhal binti Saul tidak mendapat anak sampai hari matinya.

Saat Daud memberi salam kepada seisi rumahnya ia disambut oleh Mikhal yang menganggap Daud rendah. Namun Daud yang mau merendahkan diri dihadapan Tuhan malah ditinggikan oleh Tuhan. Sedangkan Mikhal yang tampil dengan congkak malah tidak mempunyai anak. Artinya tidak mempunyai anak adalah roh kesombongan itu tidak boleh diteruskan sebab itu adalah hal yang melawan / menentang Tuhan.

Yakobus 4:6
Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
Lewat pekerjaan pengajaran kita dibawa untuk menjadi kehidupan yang rendah hati dan bisa menjadi kekasihnya Tuhan.

Matius 23:12
Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

Sebab Tuhan sudah menetapkan suatu hari untuk menghukum semua yang congkak,
Yesaya 2:11-12
2:11 Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan; dan hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu.
2:12 Sebab TUHAN semesta alam menetapkan suatu hari untuk menghukum semua yang congkak dan angkuh serta menghukum semua yang meninggikan diri, supaya direndahkan;


Lukas 10:5-12
5 Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini.
6 Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.
7 Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah.
8 Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu,
9 dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.
10 Tetapi jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu tidak diterima di situ, pergilah ke jalan-jalan raya kota itu dan serukanlah:
11 Juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami, kami kebaskan di depanmu; tetapi ketahuilah ini: Kerajaan Allah sudah dekat.
12 Aku berkata kepadamu: pada hari itu Sodom akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu."

Jangan kita menolak salam, sebab bila menolak salam, menolak Firman pengajaran maka akibatnya adalah menerima penghukuman yang lebih dahsyat daripada Sodom dan Gomora.

Biarlah kita mau menerima koreksi Firman pengajaran dan melepaskan hal-hal yang tidak diinginkan oleh Tuhan. Terimalah pengajaran Firman Tuhan yang mau membawa kita duduk setakhta dengan Tuhan, menjadikan kita jemaatNya yang tidak bisa dikuasai oleh maut dan membuat kita bisa merendahkan diri sehingga kita bisa tampil sebagai Mempelai WanitaNya yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus Mempelai Laki-laki Sorga.


Tuhan Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar