20130921

Kebaktian Doa, Sabtu 21 September 2013 Pdt. Bernard Legontu


Salam sejahtera di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Amos 3:1-8
3:1 Dengarlah firman ini, yang diucapkan TUHAN tentang kamu, hai orang Israel, tentang segenap kaum yang telah Kutuntun keluar dari tanah Mesir, bunyinya:
3:2 "Hanya kamu yang Kukenal dari segala kaum di muka bumi, sebab itu Aku akan menghukum kamu karena segala kesalahanmu.
3:3 Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji?
3:4 Mengaumkah seekor singa di hutan, apabila tidak mendapat mangsa? Bersuarakah singa muda dari sarangnya, jika belum menangkap apa-apa?
3:5 Jatuhkah seekor burung ke dalam perangkap di tanah, apabila tidak ada jerat terhadapnya? Membingkaskah perangkap dari tanah, jika tidak ditangkapnya sesuatu?
3:6 Adakah sangkakala ditiup di suatu kota, dan orang-orang tidak gemetar? Adakah terjadi malapetaka di suatu kota, dan TUHAN tidak melakukannya?
3:7 Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi.
3:8 Singa telah mengaum, siapakah yang tidak takut? Tuhan ALLAH telah berfirman, siapakah yang tidak bernubuat?"

Penginjilan suasananya sukacita, apalagi disertai dengan kesembuhan Ilahi. Itu dibutuhkan oleh gereja Tuhan tetapi tidak harus berhenti di situ, harus ditingkatkan pada pengajaran. Penginjilan itu dasar, untuk mencapai kesempurnaan penginjilan itu harus dilanjutkan dengan pengajaran. Suasana pengajaran bertolak belakang dengan penginjilan, suasana pengajaran itu dukacita. Itu sebabnya penginjilan digemari oleh banyak orang dan pengajaran kurang diminati. Pengajaran itu mau menghentar pada kesempurnaan Tubuh yang disebut Tubuh Kristus Mempelai Wanita Tuhan.

PENGINJILAN = Memanggil orang dari gelap (dosa) supaya datang kepada terang
Suasananya penuh sukacita.
Kolose 1:13
1:13 Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih;

I Petrus 2:9
2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

Tetapi Pengajaran suasananya dukacita sebab jiwa yang sudah dijaring oleh penginjilan mau dibawa kepada kesempurnaan lewat pengajaran.
Ibrani 12:10-11 (Terjemahan lama)
12:10 Karena mereka itu dengan sesungguhnya sudah mengajar kita di dalam sedikit masa sebagaimana yang tampak baik kepada mereka itu; tetapi Tuhan mengajar bagi faedah kita, supaya kita beroleh bahagian di dalam kekudusan-Nya.
12:11 Adapun segala ajaran bagi sementara ini belum mendatangkan sukacita, melainkan duka cita; tetapi kemudian kelak dikeluarkannya kebenaran akan buahnya, yang mendatangkan sentosa kepada orang yang mahir dengan ajaran itu.

Tuhan hanya mengenal satu bangsa di bumi.
Amos 3:2
3:2 "Hanya kamu yang Kukenal dari segala kaum di muka bumi, sebab itu Aku akan menghukum kamu karena segala kesalahanmu.

Pengenalan ini harus timbal balik. Dari mana kita mengetahui bahwa kita dikenal oleh Tuhan dan kita mengenal Tuhan. Untuk mengenal Tuhan ada prosesnya, mulai dari penginjilan. Dalam penginjilan ini terjadi proses awal Tuhan memperkenalkan dirinya kepada kita dan supaya Tuhan mengenal kita.

Tuhan tidak hanya ingin memperkenalkan diriNya sampai kepada Dia sebagai Juruselamat, Tabib dan Pembaptis Roh Kudus. Untuk memperkenalkan diriNya bahwa Dia adalah kepala gereja yaitu Mempelai Pria Sorga maka dibutuhkan tingkat yang kedua yaitu Firman pengajaran. Ketika kita berada pada Firman pengajaran maka suasana pengajaran ini bertolak belakang dengan suasana penginjilan yaitu suasana dukacita. Itu sebabnya banyak orang hanya menggemari Firman penginjilan dan menolak Firman pengajaran. Bagaimana bisa mengenal Tuhan Yesus secara utuh tanpa Firman Pengajaran?.

Banyak orang tidak mau lanjut kepada Firman pengajaran karena suasananya dukacita dan membuat yang mendengar merasa tidak enak sehingga tetap tinggal pada Firman penginjilan. Ini yang menyebabkan rencana Allah dalam diri seseorang terhenti karena pengenalannya tidak sampai pada pengenalan yang utuh dan hidup itu hanya mengkondisikan dirinya pada suasana halaman.
Ibrani 12:8-11 (Terjemahan Lama)
12:8 Tetapi jikalau kamu tiada diajari, padahal semua orang mendapat bahagian itu, maka kamu anak haram, bukannya anak halal.
12:9 Dan lagi kita sudah ada bapa darah daging yang mengajar kita, serta kita sudah memberi hormat kepadanya; bukankah terlebih patut kita menaklukkan diri kepada Bapa segala roh itu sehingga beroleh hidup?
12:10 Karena mereka itu dengan sesungguhnya sudah mengajar kita di dalam sedikit masa sebagaimana yang tampak baik kepada mereka itu; tetapi Tuhan mengajar bagi faedah kita, supaya kita beroleh bahagian di dalam kekudusan-Nya.
12:11 Adapun segala ajaran bagi sementara ini belum mendatangkan sukacita, melainkan duka cita; tetapi kemudian kelak dikeluarkannya kebenaran akan buahnya, yang mendatangkan sentosa kepada orang yang mahir dengan ajaran itu.

Kalau hanya menggemari Firman penginjilan dan tidak mau peduli dengan Firman pengajaran maka sama dengan membawa dirinya untuk masuk dalam masa 3,5 tahun aniaya antikris. Kita harus mengikuti proses Allah yaitu dari Firman penginjilan kepada Firman pengajaran. Banyak kehidupan Kristen tidak paham tujuan dari Firman pengajaran sehingga cenderung hanya senang dengan Firman penginjilan. Orang yang sudah diinjili harus masuk pada tingkat berikutnya yaitu Firman pengajaran untuk menerima sifat-sifat Ilahi.

Firman penginjilan dan Firman pengajaran bagaikan mata rantai yang tidak boleh kita potong. Kalau hanya menerima Firman penginjilan kapan gereja Tuhan bisa sempurna. Kesempurnaan itu harus melalui penginjilan dan meningkat pada pengajaran oleh sebab itu jangan berhenti pada Firman penginjilan. Yang anehnya kehidupan yang berhenti pada Firman penginjilan merasa alergi saat mendengar Firman pengajaran. Karena sudah dijejali terus menerus dengan Firman penginjilan maka ketika mendengar Firman pengajaran yang menyayat-nyayat dagingnya disitu dia mengamuk dan kembali pada Firman penginjilan. Di sinilah letak kesalahan banyak anak-anak Tuhan bahkan tidak sedikit hamba-hamba Tuhan menolak Firman Pengajaran.

Amos 3:1
3:1 Dengarlah firman ini, yang diucapkan TUHAN tentang kamu, hai orang Israel, tentang segenap kaum yang telah Kutuntun keluar dari tanah Mesir, bunyinya:

Pada ayat 1 ini Tuhan berbicara kepada milikNya yaitu umat Israel yang sudah ditebus oleh Tuhan dari penindasan Firaun di Mesir. Pantaslah umat Tuhan untuk menerima Firman itu. Berarti Tuhan ingin selalu ada hubungan yang harmonis antara Dia dengan umat milikNya. Jadi ketika Firman (isi hati Tuhan yang Dia utarakan) disampaikan itu karena Tuhan rindu milikNya ini mengenal pribadiNya sehingga terjadi pertautan yang mesra antara pemilik dan yang dimiliki (saling mengenal).

Ini adalah pembelajaran bagi kita yaitu Tuhan selalu ingin berbicara kepada kita dan selalu ingin mengungkapkan isi hatiNya. Wajarlah kalau kita menerima Firman Tuhan ini. Tetapi yang menjadi kenyataannya banyak yang tidak mau menerima ungkapan isi hati si Pemilik padahal dirinya dimiliki oleh Tuhan.

Kita adalah miliknya Tuhan.
I Korintus 3:23; 6:20
3:23 Tetapi kamu adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah.
6:20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

II Timotius 2:19
2:19 Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: "Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya" dan "Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan."
Tuhan mengenal kepunyaanNya karena mempunyai ciri-ciri khusus. Ciri yang pertama adalah meninggalkan kejahatan. Kepunyaan Tuhan adalah pribadi yang menolak hal yang jahat bukannya gemar melakukan kejahatan. Untuk bisa meninggalkan kejahatan dibutuhkan Firman pengajaran.

II Timotius 2:20
2:20 Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia.
Menjadi perabot emas dan perak artinya kehidupan yang mengalami penyucian, berada pada langkah-langkah Firman penyucian. Kristen kayu dan tanah berarti orang Kristen kedagingan. Tuhan yang mengenal dan kita tidak bisa berkamuflase di hadapan Tuhan karena kita miliknya. Tuhan sudah mengklasifikasi apakah seseorang itu Kristen emas dan perak atau kayu dan tanah.

II Timotius 2:21
2:21 Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.
Bagaimana caranya menyucikan diri? Lewat Firman pengajaran kita disucikan, bukannya Firman penginjilan. Firman penginjilan memperkenalkan untuk kita pindah dari gelap kepada terang. Setelah kita ada di dalam terang kita diajar oleh Firman pengajaran untuk sempurna sama seperti Tuhan Yesus. Untuk meningkatkan mutu rohani kita sampai pada mutu emas dan perak sangat dibutuhkan Firman Pengajaran.

Kerinduan hati Tuhan berbicara pada milikNya maka Tuhan memperjuangkan umat Israel untuk lepas dari Mesir. Itu bukan perjuangan yang enteng. Untuk mendapatkan saya dan saudara, perjuangannya Tuhan bukanlah perjuangan yang enteng. Setelah kita sudah diperjuangkan dan kita sudah menjadi milikNya, sekarang Tuhan mau meningkatkan pada sasaran yang lebih tinggi yaitu membawa kita menjadi mempelaiNya.
Yohanes 10:11
10:11 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;

Untuk melepaskan Israel dari Mesir setiap rumah tangga harus menyembelih seekor anak domba dan darahnya dilabur pada ambang dan jenang pintu untuk keselamatan mereka. Anak domba itu menunjuk pribadi Yesus. Kita sekarang menjadi satu keluarga Allah, seekor domba telah disembelih itulah Yesus, perjuanganNya tidak gampang. Dari antara keluarga Allah inilah Tuhan memilih siapa yang dapat menjadi mempelai wanitaNya, prosesnya lewat Firman penggembalaan (pengajaran) kita disucikan supaya tampil menjadi mempelai wanita.

Yohanes 10:14
10:14 Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku

Di sinilah keterkaitan antara Gembala dan domba yang telah dibeli dengan darah Yesus. Dari mana kita mengenal Gembala? Lewat suaraNya, lewat suara Firman penggembalaan, Firman yang sehat dan murni yang ada tanda darah.
Bilangan 7:89
7:89 Apabila Musa masuk ke dalam Kemah Pertemuan untuk berbicara dengan Dia, maka ia mendengar suara yang berfirman kepadanya dari atas tutup pendamaian, yang di atas tabut hukum Allah, dari antara kedua kerub itu; demikianlah Ia berfirman kepadanya.

Tutup pendamaian itu adalah gambaran pribadi Kristus Yesus dan di atasnya ada 7 percikan darah.

Ketika kita melihat darah berarti ada pengorbanan. Ada pengorbanan berarti ada penderitaan. Kalau kita melihat ada penderitaan maka dibalik penderitaan itu ada kemuliaan. Seringkali ketika kita diperhadapkan dengan Firman yang ada tanda darah kita merasa sakit, itu sudah benar karena Firman yang kita dengar ada tanda darah berarti itu adalah suara Gembala. Kalau Firman yang kita dengar tidak membuat daging kita serasa tersayat itu berarti belum ada tanda darah. Bagaikan kita menghadapi Tuhan Yesus yang belum menyerahkan nyawaNya. Ketika Tuhan berbicara tentang penggembalaan Dia langsung berbicara tentang menyerahkan nyawa walaupun saat itu Tuhan belum menyerahkan nyawa.

Banyak orang suka mendengar Firman tetapi belum sampai pada penyerahan nyawa. Inilah yang seringkali disukai. Tetapi begitu masuk pada praktek disitulah yang berat (dipertanyakan keteguhannya).

Yohanes 21:20-23
21:20 Ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: "Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?"
21:21 Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: "Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?"
21:22 Jawab Yesus: "Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku."
21:23 Maka tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan: "Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu."

Di sini Petrus salah persepsi. Rasul saja nalarnya bisa salah kaprah. Tuhan Yesus tidak berbicara murid yang dikasihi Tuhan itu tidak akan mati tetapi ada kalimat “jikalau Aku menghendaki”. Di sinilah seringkali kita salah persepsi.

Inilah pengalaman yang akan dialami Petrus setelah Tuhan Yesus menyerahkan nyawa.
Yohanes 21:18
21:18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."

Setelah rohani kita matang maka kita melepaskan mau kita dan menyerah sepenuh kepada Tuhan. Inilah ciri kehidupan yang digembalakan oleh Pribadi yang berkorban nyawa bagi kita. Kalimat-kalimat pertama dari ayat di atas itulah yang paling disukai oleh kebanyakan orang Kristen, itulah kalimat penginjilan tetapi masuk pada bagian-bagian selanjutnya itu yang tidak diresponi itulah berita pengajaran, berita penyucian. Kita dibawa pada yang tidak kita suka, artinya kita menyerah. Kalau dibawa ke tempat yang sesuai selera daging kita maka kita pasti senang namun ketika dibawa pada yang tidak disenangi banyak orang menolak. Tetapi bukan berarti segala sesuatu yang tidak baik bagi diri kita benar-benar membinasakan kita, justru yang tidak cocok dengan daging kita ujung-ujungnya menampilkan kita sebagai mempelai wanita untuk Kristus Yesus.

Tuhan mengatakan tidak ada bangsa lain yang Tuhan kenal hanya bangsa Israel. Artinya di sini Tuhan memperlihatkan pandanganNya bahwa Dia tidak mendua, hanya satu. Tuhan tidak mencari dua atau tiga mempelai wanita, Tuhan hanya mencari satu. Abraham mempunyai tiga istri, Yakub mempunyai empat istri tetapi Ishak hanya mempunyai satu istri. Ishak adalah gambaran Tuhan Yesus. Tuhan rindu hanya mengenal saudara dan saya, Tuhan rindu mengenal gereja Tuhan yang diinjili lalu ditingkatkan pada Firman pengajaran untuk tampil sempurna menjadi mempelai wanitaNya.

Kalau namanya satu tubuh pasti menerima satu makanan yaitu yang berasal dari kepala. Tangan kanan dan kiri berbeda tetapi menerima satu macam makanan.
Yohanes 17:17-19
17:17 Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.
17:18 Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia;
17:19 dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran.

Tuhan Yesus tidak ada kekurangan tetapi Dia memberi contoh untuk disucikan, apalagi kita yang sudah jelas-jelas banyak kekurangan dan cacat cela. Untuk menyucikan yang dibutuhkan bukan Firman penginjilan tetapi Firman pengajaran. Kalau kita mengaku sebagai anggota Tubuh Kristus maka relakanlah dirimu diatur oleh Kepala. Awalnya kepala mengatur lewat Firman penginjilan kemudian ditingkatkan dengan Firman pengajaran. Tujuannya supaya menjadi sempurna sama dengan Kepala itulah Tuhan Yesus.


Tuhan Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar