20130911

Kebaktian PA Yehezkiel, Rabu 11 September 2013 Pdt. Bernard Legontu


Salam sejahtera di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Yehezkiel 44:6-14
44:6 Katakanlah kepada kaum pemberontak, yaitu kaum Israel: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Cukuplah perbuatan-perbuatanmu yang keji itu, hai kaum Israel,
44:7 yang membiarkan orang-orang asing, yaitu orang-orang yang tidak bersunat hatinya maupun dagingnya masuk dalam tempat kudus-Ku dan dengan kehadirannya mereka menajiskannya waktu kamu mempersembahkan santapan-Ku, yaitu lemak dan darah. Dengan berbuat begitu kamu lebih mengingkari perjanjian-Ku dari pada dengan segala perbuatanmu yang keji yang sudah-sudah.
44:8 Kamu tidak memelihara barang-barang-Ku yang kudus dan kamu mengangkat mereka untuk memelihara kewajibanmu terhadap Aku di dalam tempat kudus-Ku.
44:9 Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Tidak seorang pun dari orang-orang asing yang hatinya dan dagingnya tidak bersunat, boleh masuk dalam tempat kudus-Ku, ya setiap orang asing yang ada di tengah-tengah orang Israel.
44:10 Tetapi orang-orang Lewi yang menjauh dari pada-Ku waktu Israel sesat dari pada-Ku dengan mengikuti berhala-berhala mereka, akan menanggung hukumannya.
44:11 Di dalam tempat kudus-Ku merekalah yang mendapat tugas penjagaan di pintu-pintu gerbang Bait Suci dan tugas pelayanan di dalam Bait Suci; merekalah yang menyembelih korban bakaran dan korban sembelihan bagi bangsa itu dan bertugas bagi bangsa itu untuk melayaninya.
44:12 Oleh karena mereka telah melayani bangsa itu di hadapan berhala-berhala mereka, dan mereka bagi kaum Israel telah menjadi batu sandungan, yang menjatuhkannya ke dalam kesalahan, oleh karena itu Aku bersumpah mengenai mereka, demikianlah firman Tuhan ALLAH, bahwa mereka akan menanggung hukumannya sendiri.
44:13 Mereka tidak akan mendekati Aku untuk melaksanakan tugas imam di hadapan-Ku ataupun mendekati segala barang-Ku yang kudus atau persembahan-persembahan maha kudus; mereka akan menanggung nodanya yang timbul karena perbuatan-perbuatan mereka yang keji.
44:14 Aku menetapkan mereka untuk bertugas di Bait Suci dan melakukan segala pelayanan yang berhubungan dengan itu dan melakukan segala sesuatu yang perlu di situ.

Kita melihat di sini bahwa orang-orang asing atau suara asing sudah lebih dominan di dalam ibadah orang Israel sehingga Tuhan menegur imam-imam yang bertanggung jawab yang mana tugas mereka adalah untuk membawa umat Tuhan menjadi mempelai wanitaNya. Di sini tanggung jawab mereka telah dikuasai oleh orang-orang asing. Yang memberi peluang adalah orang Lewi itu sendiri atau imam-imam yang dipercayakan Tuhan untuk menyelenggarakan kebaktian. Mereka ini tidak tanggap dan tidak tangkas sehingga membuka peluang orang-orang asing terlibat bahkan ikut serta mempersembahkan santapan kepada Tuhan.

Dengan membaca Yehezkiel 44:6-14 maka dapat kita simpulkan siapa-siapa yang dikategorikan suara asing. Walaupun terlibat dalam menyelenggarakan kebaktian tetapi yang tampil bukan menyuarakan Firman Allah sepenuh tetapi lebih banyak suara asing. Ini yang mencelakakan umat Tuhan.

Tiga dari ayat di atas mengatakan kepada suku Lewi yaitu orang-orang yang bertanggung jawab menyelenggarakan kebaktian, merekalah yang akan menanggung akibatnya. Saya sebagai hamba Tuhan tentu tidak mau berada pada ancaman seperti ini. Kalau saya mengizinkan suara asing berkumandang di tengah sidang jemaat maka yang akan menanggung akibatnya adalah saya. Ketika ada pribadi hamba Tuhan yang menyadari lalu menyuarakan hal ini agar kita jangan sampai kena, maka bukan tanpa resiko hal itu ia sampaikan karena belum tentu orang lain akan menerima.
Yehezkiel 44:10,12-13
44:10 Tetapi orang-orang Lewi yang menjauh dari pada-Ku waktu Israel sesat dari pada-Ku dengan mengikuti berhala-berhala mereka, akan menanggung hukumannya.
44:12 Oleh karena mereka telah melayani bangsa itu di hadapan berhala-berhala mereka, dan mereka bagi kaum Israel telah menjadi batu sandungan, yang menjatuhkannya ke dalam kesalahan, oleh karena itu Aku bersumpah mengenai mereka, demikianlah firman Tuhan ALLAH, bahwa mereka akan menanggung hukumannya sendiri.
44:13 Mereka tidak akan mendekati Aku untuk melaksanakan tugas imam di hadapan-Ku ataupun mendekati segala barang-Ku yang kudus atau persembahan-persembahan maha kudus; mereka akan menanggung nodanya yang timbul karena perbuatan-perbuatan mereka yang keji.

Hamba Tuhan di sini sudah menjadi batu sandungan atau scandalon (lubang jebakan). Yang mau ditekan di sini penyebabnya adalah pelayan-pelayan. Saya tidak mau menjadi lubang jebakan sehingga jemaat terjebak di dalamnya oleh karena ulahku membiarkan suara asing di dalam jemaat. Apa yang ditulis oleh Yehezkiel kena mengena dengan kita yang ada di akhir zaman.

Kalau dikatakan mereka akan menanggung berarti pelayanan ini bukan menghentar jemaat untuk menjadi Tubuh Kristus tetapi menghentar jemaat menjadi tubuh setan yang nantinya dibuang ke dalam laut karena telah menjadi sandungan bagi jemaat.


Wahyu 18:20
18:20 Bersukacitalah atas dia, hai sorga, dan kamu, hai orang-orang kudus, rasul-rasul dan nabi-nabi, karena Allah telah menjatuhkan hukuman atas dia karena kamu."

Matius 18:6-7 (Terjemahan lama)
18:6 Tetapi barangsiapa yang mendatangkan kesalahan kepada barang seorang daripada kanak-kanak yang percaya akan Daku ini, maka lebih baik padanya, jikalau sebuah batu kisaran digantungkan pada lehernya, lalu ia ditenggelamkan di tengah-tengah laut.
18:7 Wai atas dunia ini oleh karena mendatangkan kesalahan. Karena tak dapat tiada bahwa kesalahan itu akan datang, tetapi wai atas orang yang menyebabkan kesalahan itu.

Bila kita membaca sepintas dalam surat Ibrani pasal 7 seakan-akan Imamat Kelewian ini sudah dibuang karena Tuhan Yesus tidak datang dari suku Lewi tetapi datang dari suku Yehuda. Namun yang dimaksud bukan berarti imamatnya yang dibuang lalu Yehuda yang diambil. Yang dimaksud oleh Tuhan dengan munculnya Yesus datang dari suku Yehuda berarti kita semua diberi kesempatan masuk di dalam koridor imamat. Dengan demikian persyaratan Lewi tidak berubah. Persyaratan kelewian ini tetap hanya Tuhan sudah membuka peluang kepada semua manusia untuk terlibat di dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.
Yeremia 33:20-21
33:20 "Beginilah firman TUHAN: Jika kamu dapat mengingkari perjanjian-Ku dengan siang dan perjanjian-Ku dengan malam, sehingga siang dan malam tidak datang lagi pada waktunya,
33:21 maka juga perjanjian-Ku dengan hamba-Ku Daud dapat diingkari, sehingga ia tidak mempunyai anak lagi yang memerintah di atas takhtanya; begitu juga perjanjian-Ku dengan orang-orang Lewi, yakni imam-imam yang menjadi pelayan-Ku.

Kalau membaca Yehezkiel 44:6-14 sudah dapat kita deteksi bahwa suara asing ini keluar dari hamba Tuhan tetapi masih punya pekerjaan sambilan. Itu tidak beda dengan suara asing.
Bilangan 18:19
18:19 Segala persembahan khusus, yakni persembahan kudus yang dipersembahkan orang Israel kepada TUHAN, Aku berikan kepadamu dan kepada anak-anakmu laki-laki dan perempuan bersama-sama dengan engkau; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya; itulah suatu perjanjian garam untuk selama-lamanya di hadapan TUHAN bagimu serta bagi keturunanmu."

Artinya benar-benar Tuhan mengajar mereka untuk hidup dengan iman. Bagaimana bisa mengajar jemaat untuk hidup dengan iman kalau dia sendiri tidak beriman. Kalau tidak lagi percaya Allah sanggup memelihara kehidupannya sehingga melakukan pekerjaan sambilan berarti sama dengan menuduh Tuhan pendusta dan yang mengatakan Tuhan pendusta adalah antikris.
1 Yohanes 2:22
2:22 Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.

Jadi kalau ada hamba Tuhan yang melayani tetapi masih bekerja sambilan berarti dalam dirinya ada roh antikristus! Jangan kita dengarkan orang seperti itu, itu suara asing.

Tuhan pasang badan menjadi jaminan bagi kita hamba Tuhan. Mengapa Hamba Tuhan tidak percaya?
Bilangan 18:20,22
18:20 TUHAN berfirman kepada Harun: "Di negeri mereka engkau tidak akan mendapat milik pusaka dan tidak akan beroleh bagian di tengah-tengah mereka; Akulah bagianmu dan milik pusakamu di tengah-tengah orang Israel.
18:22 Maka janganlah lagi orang Israel mendekat kepada Kemah Pertemuan, sehingga mereka mendatangkan dosa kepada dirinya, lalu mati;

Kalau hamba Tuhan ada pekerjaan sambilan maka sama dengan menyuarakan suara asing. Kalau sudah seperti itu berarti ibadah dan pelayanan gagal, sekalipun di hadapan manusia kelihatan hebat tetapi dalam pandangan Tuhan sudah tidak ada apa-apanya dan satu saat tinggal menunggu hal ini yang akan terjadi yaitu:
Maleakhi 2:1-3 (perikop:Murka Tuhan terhadap para Imam)
2:1 Maka sekarang, kepada kamulah tertuju perintah ini, hai para imam!
2:2 Jika kamu tidak mendengarkan, dan jika kamu tidak memberi perhatian untuk menghormati nama-Ku, firman TUHAN semesta alam, maka Aku akan mengirimkan kutuk ke antaramu dan akan membuat berkat-berkatmu menjadi kutuk, dan Aku telah membuatnya menjadi kutuk, sebab kamu ini tidak memperhatikan.
2:3 Sesungguhnya, Aku akan mematahkan lenganmu dan akan melemparkan kotoran ke mukamu, yakni kotoran korban dari hari-hari rayamu, dan orang akan menyeret kamu ke kotoran itu.

Lengan dipatahkan berarti pelayanan cacat, tidak sempurna lagi.

Kalau hamba Tuhan yang mempunyai pekerjaan sambilan maka suaranya adalah suara asing dan dia merombak janji Tuhan. Kalau dia merombak janji Tuhan berarti umat yang akan sengsara sebab umat akan tergelincir.


I Korintus 9:9-10, 6-7
9:9 Sebab dalam hukum Musa ada tertulis: "Janganlah engkau memberangus mulut lembu yang sedang mengirik!" Lembukah yang Allah perhatikan?
9:10 Atau kitakah yang Ia maksudkan? Ya, untuk kitalah hal ini ditulis, yaitu pembajak harus membajak dalam pengharapan dan pengirik harus mengirik dalam pengharapan untuk memperoleh bagiannya.
9:6 Atau hanya aku dan Barnabas sajakah yang tidak mempunyai hak untuk dibebaskan dari pekerjaan tangan?
9:7 Siapakah yang pernah turut dalam peperangan atas biayanya sendiri? Siapakah yang menanami kebun anggur dan tidak memakan buahnya? Atau siapakah yang menggembalakan kawanan domba dan yang tidak minum susu domba itu?

Penyelenggara kebaktian itu disejajarkan seperti prajurit yang pergi perang. Tidak ada orang yang pergi perang yang mencari bekalnya sendiri terlebih dahulu. Yang menyiapkan bekal adalah pemerintahnya dan prajurit itu tinggal berangkat. Hal inilah yang digambarkan sebagai hamba Tuhan dan ini adalah status saya. Seandainya status saya ini saya ubah maka tinggal menunggu Tuhan menyeret saya di atas kotoran dan lengan saya dipatahkan berarti pelayanan tidak akan sampai pada kesempurnaan.

I Korintus 9:17-18, 27
9:17 Kalau andaikata aku melakukannya menurut kehendakku sendiri, memang aku berhak menerima upah. Tetapi karena aku melakukannya bukan menurut kehendakku sendiri, pemberitaan itu adalah tugas penyelenggaraan yang ditanggungkan kepadaku.
9:18 Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil.
9:27 Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

Kalau kita yakin yang menyuruh kita melayani adalah Tuhan maka kita tidak perlu ragu akan pemeliharaan Tuhan. Kalau kita ragu akan pemeliharaan Tuhan sehingga masih bekerja sambilan berarti yang menyuruh untuk melayani adalah kemauan sendiri bukan diangkat oleh Tuhan.

Kisah Para Rasul 18:5
18:5 Ketika Silas dan Timotius datang dari Makedonia, Paulus dengan sepenuhnya dapat memberitakan firman, di mana ia memberi kesaksian kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesus adalah Mesias.

Ketika rasul Paulus bekerja membuat kemah bersama Akwila dan Priskila, berarti saat itu dia sebagai penginjil, rasul dan guru tidak bisa mengerjakan secara penuh apa yang seharusnya dia kerjakan. Nanti setelah dia melepaskan pekerjaan sambilannya baru dia bisa mengerjakan pekerjaan secara penuh. Ini yang Paulus paparkan kepada sidang jemaat Korintus. Karena dipaksa oleh keadaan di mana jemaat Korintus kikir maka dia mengerjakan pekerjaan sambilan. Akhirnya setelah dia sampai pada pemahaman bahwa hal itu salah maka dia minta maaf kepada jemaat Korintus.
II Korintus 12:11-12
12:11 Sungguh aku telah menjadi bodoh; tetapi kamu yang memaksa aku. Sebenarnya aku harus kamu puji. Karena meskipun aku tidak berarti sedikit pun, namun di dalam segala hal aku tidak kalah terhadap rasul-rasul yang luar biasa itu.
12:12 Segala sesuatu yang membuktikan, bahwa aku adalah seorang rasul, telah dilakukan di tengah-tengah kamu dengan segala kesabaran oleh tanda-tanda, mujizat-mujizat dan kuasa-kuasa.
12:13 Sebab dalam hal manakah kamu dikebelakangkan dibandingkan dengan jemaat-jemaat lain, selain dari pada dalam hal ini, yaitu bahwa aku sendiri tidak menjadi suatu beban kepada kamu? Maafkanlah ketidakadilanku ini!

Karena Paulus tidak memberi penekanan supaya jemaat Korintus berbuat/ mendukung pelayanan Hamba Tuhan, akhirnya jemaat Korintus menjadi jemaat yang paling terbelakang secara rohani sehingga Paulus harus minta maaf.
I Korintus 11:9
11:9 Dan ketika aku dalam kekurangan di tengah-tengah kamu, aku tidak menyusahkan seorang pun, sebab apa yang kurang padaku, dicukupkan oleh saudara-saudara yang datang dari Makedonia. Dalam segala hal aku menjaga diriku, supaya jangan menjadi beban bagi kamu, dan aku akan tetap berbuat demikian.

Berbicara karunia-karunia rohani tidak ada yang bisa menandingi jemaat Korintus. Tetapi apalah artinya karunia-karunia Roh Kudus kalau tidak bisa memberi. Mereka terkebelakang sekalipun soal karunia Roh tidak ada yang dapat menandingi mereka?. Bukan berarti karunia-karunia Roh Kudus tidak perlu, tetapi harus dibarengi dengan perbuatan suka memberi/ membagi.
Galatia 6:6
6:6 Dan baiklah dia, yang menerima pengajaran dalam Firman, membagi segala sesuatu yang ada padanya dengan orang yang memberikan pengajaran itu.

I Korintus 1:6-7
1:6 sesuai dengan kesaksian tentang Kristus, yang telah diteguhkan di antara kamu.
1:7 Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam suatu karunia pun sementara kamu menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus.

Banyak kali ayat di bawah ini dijadikan alasan untuk memperbolehkan hamba Tuhan bekerja sambilan.
II Tesalonika 3:6-9
3:6 Tetapi kami berpesan kepadamu, saudara-saudara, dalam nama Tuhan Yesus Kristus, supaya kamu menjauhkan diri dari setiap saudara yang tidak melakukan pekerjaannya dan yang tidak menurut ajaran yang telah kamu terima dari kami.
3:7 Sebab kamu sendiri tahu, bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami, karena kami tidak lalai bekerja di antara kamu,
3:8 dan tidak makan roti orang dengan percuma, tetapi kami berusaha dan berjerih payah siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapa pun di antara kamu.
3:9 Bukan karena kami tidak berhak untuk itu, melainkan karena kami mau menjadikan diri kami teladan bagi kamu, supaya kamu ikuti.

Dari ayat 6 kita melihat ada benang merah antara Paulus sebagai pendahulu dan Timotius sebagai penerus. Paulus mengambil teladan Yesus dan Timotius mengambil teladan Paulus dan hal ini diteruskan kepada yang setiawan sampai sekarang ini.
2 Timotius 2:2
2:2 Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.

2 Timotius 2:2 (Terjemahan lama)
2:2 Dan barang yang telah engkau dengar daripadaku di antara banyak orang saksi, amanatkanlah kepada orang yang setiawan, yang akan berlayak mengajar orang lain pula.

Yang dimaksud di sini soal pekerjaan Paulus bukan dititik beratkan pekerjaan sambilan tetapi Paulus bekerja siang malam dalam pembangunan Tubuh Kristus.

II Tesalonika 3:10-14
3:10 Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.
3:11 Kami katakan ini karena kami dengar, bahwa ada orang yang tidak tertib hidupnya dan tidak bekerja, melainkan sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna.
3:12 Orang-orang yang demikian kami peringati dan nasihati dalam Tuhan Yesus Kristus, supaya mereka tetap tenang melakukan pekerjaannya dan dengan demikian makan makanannya sendiri.
3:13 Dan kamu, saudara-saudara, janganlah jemu-jemu berbuat apa yang baik.
3:14 Jika ada orang yang tidak mau mendengarkan apa yang kami katakan dalam surat ini, tandailah dia dan jangan bergaul dengan dia, supaya ia menjadi malu,

Tugas penyelenggara ibadah ini tidak enteng.
I Timotius 3:14-15
3:14 Semuanya itu kutuliskan kepadamu, walaupun kuharap segera dapat mengunjungi engkau.
3:15 Jadi jika aku terlambat, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran.

Tugas hamba Tuhan bukan hanya sekedar menjadi komandan upacara dalam ibadah. Tanggung jawabnya adalah mau membina, mengajar dan mengarahkan bagaimana umat Tuhan itu berperilaku sebagai anggota keluarga Allah. Bagaimana kita mau membina, mengajar dan mengarahkan jemaat kalau suara asing yang diperdengarkan. Rahasia ibadah akan digenapkan di dalam sidang jemaat Tuhan ketika sidang jemaat itu mau diatur bagaimana dia berperilaku sebagai anggota keluarga Allah.

Ada dua cara yang ditampilkan oleh hamba Tuhan.
II Tesalonika 2:15
2:15 Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis.

Dua hal yang menonjol di sini yaitu secara lisan dan tertulis.
1.      Tulisan
2 Timotius 3:16-17
3:16 Adapun tiap-tiap kitab yang diwahyukan Allah berfaedah bagi pelajaran, bagi hal menyatakan yang salah, bagi hal membaiki yang rusak, dan bagi hal mengajarkan jalan yang benar,
3:17 supaya hamba Allah itu sempurna, terlengkap bagi segala perbuatan yang baik.

Untuk dapat mengatur perilaku umat Tuhan maka hamba Tuhan harus menguasai tulisan yang diilhami oleh Tuhan yaitu Alkitab. Kalau saya sebagai hamba Tuhan tidak banyak membaca tulisan yang diilhami oleh Tuhan bagaimana saya bisa membina jemaat untuk berperilaku sebagai anggota keluarga Allah.

Ketika saya sebagai hamba Tuhan yang dipercayakan untuk menyelenggarakan kebaktian membaca tulisan yang diilhami oleh Tuhan bahwa saya mempunyai status imam yang harus seperti Lewi maka saya harus paham hal ini supaya saya bisa menyajikan Firman Allah berangkat dari landasan yang benar sehingga tidak ada suara asing yang muncul. Tidak sulit untuk kita membedakan mana suara asing atau yang tidak asing. Kalau suara yang keluar itu berasal dari tulisan yang diilhami itu jelas bukan suara asing. Tetapi kalau sudah keluar dari situ maka jelas itu sudah asing apalagi kalau disuarakan oleh hamba Tuhan yang mempunyai pekerjaan sambilan. Dalam kitab Yehezkiel, murka Tuhan sangat besar karena hamba Tuhan memberi kesempatan suara asing ikut terlibat di tempat kudusnya Tuhan.

Tidak ada alat yang lain yang dipakai untuk mengangkat kerohanian umat Tuhan supaya umat Tuhan mengalami kegerakan rohani dan bertumbuh secara rohani selain alat yang ada dalam Ruangan Suci yaitu Meja Roti Sajian, Pelita Emas dan Mezbah Dupa Emas.

Kita tidak boleh keluar dari tempat kudus kalau mau berada dalam kegerakan itu. Namun sekarang ini justru sudah ada di tempat kudus malah ada suara asing. Kenapa tidak bisa mempertahankan tempat kudus? Karena memberi kesempatan suara asing masuk. Kita harus tegas dalam hal ini.

Kaki Dian Emas, Meja Roti dan Mezbah Dupa Emas mempunyai citra masing-masing jangan kita campur baurkan. Kalau saja ketiga hal ini sudah jelas berbeda mengapa harus kita sama-samakan? Yang menyamakan itu sudah suara asing. Mengapa citra ini harus kita buat kabur dan yang membuat kabur justru orang yang tahu pengajaran Tabernakel. Hal ini menyebalkan hati Allah sebab merubah Firman Allah.
Keluaran 30:9
30:9 Maka di atas meja itulah jangan engkau membakar dupa yang lain atau korban bakaran atau persembahan makanan, dan lagi jangan engkau curahkan kepadanya persembahan minuman.

Tulisan yang diilhami oleh Allah adalah tulisan yang dinapasi oleh Allah. Kalau menerima tulisan yang dinapasi oleh Allah sama dengan kita menerima napas Allah, sama dengan menerima kehidupan dari Allah. Kalau tidak dinapasi oleh Allah berarti suara asing dan pasti menerima kematian dari pelayanan itu sendiri.
Yehezkiel 44:7,9
44:7 yang membiarkan orang-orang asing, yaitu orang-orang yang tidak bersunat hatinya maupun dagingnya masuk dalam tempat kudus-Ku dan dengan kehadirannya mereka menajiskannya waktu kamu mempersembahkan santapan-Ku, yaitu lemak dan darah. Dengan berbuat begitu kamu lebih mengingkari perjanjian-Ku dari pada dengan segala perbuatanmu yang keji yang sudah-sudah.
44:9 Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Tidak seorang pun dari orang-orang asing yang hatinya dan dagingnya tidak bersunat, boleh masuk dalam tempat kudus-Ku, ya setiap orang asing yang ada di tengah-tengah orang Israel.

II Timotius 3:16
3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
a)      Berfaedah untuk mengajar
Dimana letak faedahnya?
Lukas 6:40
6:40 Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya.

Pengajaran berfaedah untuk membawa kita sama dengan Tuhan Yesus yang adalah guru kita. Terdengar mustahil tetapi bukan kita yang kerja, kita ini hanya membuka hati dan menyerah dan nantinya Tuhan yang bekerja lewat Firman dan Roh-Nya.

Kalau di dalam gereja tidak ada Firman Pengajaran dan hanya suara asing yang diperdengarkan maka itu tidak ada faedahnya. Kita harus membuka diri pada Firman pengajaran yang berangkat dari tulisan yang diilhami oleh Tuhan, bukan buku-buku yang dihasilkan dari pengetahuan manusia. Memang alkitab buku yang diilhami oleh Roh Kudus dan ini yang harus kita baca, tetapi kalau buku itu berangkat dari ilmu pengetahuan itu jelas adalah suara asing.

b)      Menyatakan kesalahan
Setelah penampilan pengajaran ini kita terima maka dia akan menyentuh hati pikiran kita maka nantinya pikiran kita yang salah akan Tuhan ubah. Ketika kesalahan dinyatakan ada dua hal yang bisa terjadi: ada yang menyambut dan ada yang menolak.

Ketika tulisan yang diilhami oleh Tuhan disampaikan oleh suara yang benar dan bukan suara asing maka belum tentu semuanya menerima, akan ada arus balik dari yang mendengar.

Faedahnya kalau kesalahan ditunjukkan:
Efesus 5:26-27
5:26 untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
5:27 supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

Faedahnya kita tampil tanpa cacat cela untuk ditempatkan berhadapan dengan Tuhan. Alkitab mengatakan tidak gampang untuk berhadapan/ memandang wajah Tuhan tetapi mengapa dikatakan kita berhadapan dengan Tuhan? Sebab telah dibebaskan dari segala kesalahan (cacat cela) oleh mandi air Firman Allah.

Kadang kala kita hanya menunjukkan kesalahan tetapi tidak menunjukkan faedahnya sehingga terjadi arus balik perlawanan. Kalau mengerti faedahnya pasti menerima.

c)      Memperbaiki kelakuan
Untuk memperbaiki kelakuan ini lebih dahulu harus berangkat dari pribadi gembala itu sendiri. Bagaimana saya bisa memperbaiki jemaat kalau saya belum juga disentuh oleh tulisan yang diilhami oleh Allah itu, nantinya malah suara asing yang diperdengarkan.
Imamat 16:17
16:17 Seorang pun tidak boleh hadir di dalam Kemah Pertemuan, bila Harun masuk untuk mengadakan pendamaian di tempat kudus, sampai ia keluar, setelah mengadakan pendamaian baginya sendiri, bagi keluarganya dan bagi seluruh jemaah orang Israel.

Percobaan terberat hamba Tuhan (gembala) adalah ketika akan melayani lalu istri berulah. Para istri gembala jangan suka berulah sebab itu menyusahkan gembala dan memperlambat pekerjaan Tuhan.

Suami yang tidak taat pada Firman bisa bertobat kalau melihat kelakuan istrinya.
I Petrus 3:1
3:1 Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya,

Bukan hanya suaminya yang dimenangkan tetapi orang lain yang melihat juga bisa ikut mendapat pengaruh. Kalau istri memperlihatkan penghargaan terhadap suami maka orang yang tinggal di dalam rumah itu akan mendapat pengaruh.

Manfaatnya kalau kelakuan diperbaiki adalah mempengaruhi orang lain. (Dapat mempengaruhi orang lain sebab dalam dirinya ada Tuhan Yesus). Berarti Tuhan Yesus diam bersama orang itu.
Yeremia 7:3,7
7:3 Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Perbaikilah tingkah langkahmu dan perbuatanmu, maka Aku mau diam bersama-sama kamu di tempat ini.
7:7 maka Aku mau diam bersama-sama kamu di tempat ini, di tanah yang telah Kuberikan kepada nenek moyangmu, dari dahulu kala sampai selama-lamanya.

Kalau telah menjadi istri seorang hamba Tuhan maka tunjukkanlah dirimu jadi teladan dalam sidang jemaat. Sebab Harun yang lebih dahulu diperdamaikan setelah itu istri, anak-anak baru setelah itu jemaat. Istri gembala harus paham bahwa kita dipanggil untuk menopang pelayanan suami dan tujuannya agar jemaat dihentar pelan dan pasti menjadi miliknya Tuhan, menjadi Mempelai Wanita Tuhan dengan suara yang kita kumandangkan bukan suara asing tetapi suara yang diilhami oleh Tuhan (dinafasi oleh Allah).

2.      Lisan
Ini adalah khotbah seorang hamba Tuhan yang berangkat dari tulisan yang diilhamkan Tuhan.

Orang asing dihubungkan dengan sunat hati dan sunat daging.
Yehezkiel 44:7
44:7 yang membiarkan orang-orang asing, yaitu orang-orang yang tidak bersunat hatinya maupun dagingnya masuk dalam tempat kudus-Ku dan dengan kehadirannya mereka menajiskannya waktu kamu mempersembahkan santapan-Ku, yaitu lemak dan darah. Dengan berbuat begitu kamu lebih mengingkari perjanjian-Ku dari pada dengan segala perbuatanmu yang keji yang sudah-sudah.

Kisah Para Rasul 7:51
7:51 Hai orang-orang yang keras kepala dan yang tidak bersunat hati dan telinga, kamu selalu menentang Roh Kudus, sama seperti nenek moyangmu, demikian juga kamu.

Orang yang tidak bersunat hati sama dengan keras kepala. Keras kepala ini sama dengan melawan oknum Allah yang ketiga yaitu Roh Kudus. Melawan Allah Bapa ada ampun, melawan Allah Anak masih ada ampun, tetapi kalau melawan Roh Kudus tidak ada ampun oleh karena keras kepala (tidak mau bertobat).
Kolose 2:11
2:11 Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa,

Kisah Para Rasul 7:52-53
7:52 Siapakah dari nabi-nabi yang tidak dianiaya oleh nenek moyangmu? Bahkan mereka membunuh orang-orang yang lebih dahulu memberitakan tentang kedatangan Orang Benar, yang sekarang telah kamu khianati dan kamu bunuh.
7:53 Kamu telah menerima hukum Taurat yang disampaikan oleh malaikat-malaikat, akan tetapi kamu tidak menurutinya."

Ketika ilham ini disampaikan oleh Stefanus apakah orang-orang menerima? Dia malah menerima arus balik dan tantangan yang lebih deras. (berat)
Kisah Para Rasul 7:54
7:54 Ketika anggota-anggota Mahkamah Agama itu mendengar semuanya itu, sangat tertusuk hati mereka. Maka mereka menyambutnya dengan gertakan gigi.

Resiko Stefanus yang menyampaikan suara Firman yang sehat bukan suara asing maka dia menerima ancaman yang luar biasa.
Kisah Para Rasul 7:55
7:55 Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah.

Justru dalam keadaan sangat genting Stefanus mengarahkan matanya ke atas. Ini pelajaran bagi saya dan saudara, ketika kita menghadapi tantangan yang berat tengadahlah ke atas. Stefanus melihat Tuhan Yesus berdiri. Ternyata ketika kita menyuarakan suara yang benar dan bukan suara asing maka Tuhan Yesus menghormati. Tuhan Yesus tidak duduk tetapi berdiri, itu tanda menghormati. Itu sebabnya kita tidak perlu kecewa sekalipun ada tantangan ketika menyuarakan suara pengajaran yang sehat.
Kisah Para Rasul 7:56-59
7:56 Lalu katanya: "Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah."
7:57 Maka berteriak-teriaklah mereka dan sambil menutup telinga serentak menyerbu dia.
7:58 Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus.
7:59 Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: "Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku."

Ini suara orang yang dikuasai Ilham Allah:
Kisah Para Rasul 7:60
7:60 Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: "Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!" Dan dengan perkataan itu meninggallah ia.

Sekalipun penderitaan itu dia bayar dengan penderitaan yang begitu rupa ternyata ada manfaatnya. Pemimpin eksekusi yang namanya Saulus yang artinya diminta, ditangkap oleh Tuhan menjadi rasul untuk kita bangsa kafir. Namanya diganti oleh Tuhan menjadi Paulus artinya kecil. Kalau melihat biografi dari Paulus maka postur orangnya kecil, matanya kemerah-merahan, rambutnya jarang, kakinya tidak lurus jalannya tidak menarik. Orangnya tidak menarik tetapi pemakaian Tuhan tidak tergantung dengan postur yang menarik. Tuhan memakai Paulus. Ini adalah hasil jawaban doa Stefanus.

Marilah kita melayani jangan dengan suara asing. Namun di dalam gereja Tuhan banyak umat Tuhan yang senang dengan suara asing.
Hosea 8:11-12
8:11 Sungguh, Efraim telah memperbanyak mezbah; mezbah-mezbah itu menjadikan mereka berdosa.
8:12 Sekalipun Kutuliskan baginya banyak pengajaran-Ku, itu akan dianggap mereka sebagai sesuatu yang asing.

Bukannya sadar dan berhenti supaya tidak mengikuti orang asing tetapi malah mengejar orang asing.
Yeremia 2:25
2:25 Jagalah, supaya kakimu jangan tak bersepatu dan supaya kerongkonganmu jangan haus! Tetapi engkau berkata: Percuma saja! Percuma! Sebab aku cinta kepada orang-orang asing, jadi aku mau mengikuti mereka.

Tetapi akhirnya orang Israel sadar dan menjadi malu. Berarti mereka tidak dendam kepada pemberita dan menerima dengan lapang hati.
Yeremia 51:51
51:51 Kami malu, sebab kami telah mendengar tentang aib, noda meliputi muka kami, sebab orang-orang asing telah memasuki tempat-tempat kudus di rumah TUHAN.

Jadi Meja Roti Pertunjukkan, Kaki Dian dan Mezbah Dupa Emas yang sudah diganggu gugat oleh suara asing kembali pada posisi yang benar.

Kita ada dalam pengajaran, kitab yang diilhami oleh Tuhan jangan sampai diotak-atik. Kalau disampaikan secara lisan harus berangkat dari apa yang diilhamkan oleh Tuhan supaya umat Tuhan menerima manfaatnya, umat Tuhan menjadi sama dengan Guru (Tuhan), umat Tuhan akan tampil tanpa cacat dan cela dan  umat Tuhan akan memiliki kehidupan yang didiami oleh Tuhan.


Tuhan Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar