20130922

Kebaktian Umum, Minggu 22 September 2013 Pdt. Bernard Legontu


Salam sejahtera di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Zakharia 5:5-11
5:5 Tampillah malaikat yang berbicara dengan aku itu, katanya kepadaku: "Cobalah layangkan matamu dan lihatlah apa yang muncul itu!"
5:6 Lalu tanyaku: "Apa itu?" Jawabnya: "Yang muncul itu sebuah gantang!" Lagi katanya: "Inilah kejahatan mereka di seluruh negeri!"
5:7 Lihat, tutup timah gantang itu telah terangkat, dan seorang perempuan duduk di dalamnya!
5:8 Kemudian berkatalah ia: "Itulah kefasikan!" Lalu didorongnyalah perempuan itu kembali ke dalam gantang dan dibantingnyalah batu timah itu ke mulut gantang.
5:9 Lalu aku melayangkan mataku dan aku melihat: tampak tampil dua orang perempuan yang sayapnya didorong oleh angin. Adapun sayap mereka adalah sayap seperti burung ranggung. Mereka mengangkut gantang itu di antara bumi dan langit.
5:10 Bertanyalah aku kepada malaikat yang berbicara dengan aku itu: "Ke mana mereka membawa gantang itu?"
5:11 Jawabnya kepadaku: "Ke tanah Sinear, untuk mendirikan sebuah rumah bagi perempuan itu. Dan apabila itu selesai, maka mereka akan menempatkan dia di sana di tempat rumah itu didirikan."

Dalam pasal 5:1-4 dilihat oleh Zakharia kutuk sedang terbang menuju pada alamat rumah pencuri dan pendusta/sumpah palsu. Itu ada keterkaitannya dengan penggembalaan yang salah sebab pencuri bukan hanya mencuri milik Tuhan tetapi yang justru berbahaya pelakunya adalah gembala yang tidak melalui pintu tetapi melompat tembok. Gembala seperti itu akan berakhir dengan pembunuhan alias binasa bersama dengan jemaat. Tentu kita tidak menginginkan berada dalam penggembalaan versi seperti ini. Sudah digembalakan tetapi berakhir dalam kebinasaan karena gembalanya tidak melalui pintu artinya tidak melalui jalan yang terang, tidak transparan. Di penghujung akhir zaman kita harus lebih waspada.

Ada jalan yang sudah dirintis oleh Tuhan dan orang benar berjalan di sana.
Yesaya 26:7
26:7 Jejak orang benar adalah lurus, sebab Engkau yang merintis jalan lurus baginya.

Jalan pintas yaitu melompat tembok adalah penggembalaan yang tidak transparan yang ada motivasi-motivasi yang jelek bahkan tidak mengikuti kebenaran Firman dan dia malah mengikuti jalan pintas. Itu berbahaya dan akan berakhir dengan kebinasaan domba-domba.
Padahal seharusnya seperti 2 Korintus 13:8
13:8 Karena kami tidak dapat berbuat apa-apa melawan kebenaran; yang dapat kami perbuat ialah untuk kebenaran.

Dalam Zakharia pasal 5 ada Efa yang sangat misterius sebab yang ada di dalamnya justru perempuan yang duduk di dalamnya. Kemudian Efa/ gantang itu ditutup dengan timah yang dikatakan dalam terjemahan lama adalah timah hitam. Hitam berarti simbol gelap, simbol malam. Jadi wanita yang ada di dalam Efa itu menjunjung gelap. Ini berbahaya, kalau kita tidak mengerti jangan-jangan kita seperti itu sebab muaranya ke Sinear, ke Babel.
Wahyu 18:2,6
18:2 Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci,
18:6 Balaskanlah kepadanya, sama seperti dia juga membalaskan, dan berikanlah kepadanya dua kali lipat menurut pekerjaannya, campurkanlah baginya dua kali lipat di dalam cawan pencampurannya;

Tentara Firaun diibaratkan seperti timah yang tenggelam ke laut.
Keluaran 15:10
15:10 Engkau meniup dengan taufan-Mu, laut pun menutupi mereka; sebagai timah mereka tenggelam dalam air yang hebat.

Perempuan yang duduk di dalam gantang ini dibawa ke Sinear yaitu Babel dan Babel ini akhirnya dilempar ke dalam laut.
Wahyu 18:20-21
18:20 Bersukacitalah atas dia, hai sorga, dan kamu, hai orang-orang kudus, rasul-rasul dan nabi-nabi, karena Allah telah menjatuhkan hukuman atas dia karena kamu."
18:21 Dan seorang malaikat yang kuat, mengangkat sebuah batu sebesar batu kilangan, lalu melemparkannya ke dalam laut, katanya: "Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi.

Perempuan yang duduk di dalam gantang dan ditutup dengan timah hitam dijadikan fondasi bangunan kota Babel, ini merupakan dosa permanen (bersekutu dengan roh babel secara permanen). Perempuan yang duduk di dalam gantang dan perempuan yang duduk di atas kepala binatang bertanduk 10 yang ditunjukkan di dalam Wahyu 17 menggambarkan pribadi yang sama itulah gereja palsu.

Kita harus waspada supaya jangan kita terekrut oleh gereja palsu ini. Itu sebabnya sebelum diperlihatkan perempuan yang duduk di dalam gantang maka pada Zakharia 5:1-4 diperlihatkan gulungan kitab yang sedang terbang itulah sumpah serapah yang ukurannya 20x10 hasta. Ini adalah ukuran ruangan suci dan di ruangan suci ada tiga macam alat yang menunjuk tiga macam ibadah. Tuhan mau membersihkan kita yang sudah ada dalam ruangan suci yaitu yang sudah ada dalam 3 macam ibadah supaya kelak jangan sampai kita kejebak dengan apa yang ada dalam ayat 5 sampai 11 yaitu penampilan perempuan yang duduk dalam gantang. Olehnya itu perlu kita mendapatkan pembersihan atau pemaparan Firman Allah untuk menyorot dan menerangi kita agar jangan sampai kita beribadah dan melayani tetapi arahnya ke Babel. Itu sebabnya Tuhan berupaya mengulurkan tangan untuk meraih kita lewat kebenaran Firman Allah dalam pelayanan hamba Tuhan dalam urapan Roh Kudus supaya jangan sampai kita kena dengan pengaruh Babel. Tuhan menyerukan supaya kita keluar dari sana.
Wahyu 18:4-5
18:4 Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: "Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya.
18:5 Sebab dosa-dosanya telah bertimbun-timbun sampai ke langit, dan Allah telah mengingat segala kejahatannya.

Jangan kita digiring ke Babel seperti wanita di dalam Zakharia pasal 5 tadi. Ternyata ada 3 wanita yang mengadakan persekutuan, yang satu ada di dalam gantang dan dua orang sedang terbang dengan sayap burung ranggung  kemudian didorong oleh angin menuju ke Sinear. Jangan sampai kita berada dalam persekutuan ternyata arahnya menuju Sinear.

Asal usul Babel mulai dari pembangunan menara Babel.
Kejadian 11:1-3
11:1 Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya.
11:2 Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear, lalu menetaplah mereka di sana.
11:3 Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik."
Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu dan tér gala-gala sebagai tanah liat.

Bila kita periksa seakan-akan tidak ada kekurangannya malah terlihat ada roh kebersamaan. Bukankah itu yang diserukan hari-hari terakhir ini supaya gereja Tuhan ada di dalam kebersamaan yang dikemas dalam Oikoumene. Oikou= dunia, mene= manusia (dunia dan manusia)

Kalau kita melihat seperti tidak ada salahnya. Tetapi mari kita melihat praktek selanjutanya, ternyata ditemukan ada ketidakbenaran di dalamnya. Jadi ajakan untuk kita ada dalam kebersamaan itu tidak salah tetapi bagaimana material pembangunannya. Itu sebabnya kita harus waspada dengan ajakan-ajakan persekutuan. Kita harus melihat materinya, alat dan bahan untuk pembangunan itu bagaimana? Kalau material pembangunannya bukan lagi batu hidup tetapi batu bata maka kita harus takut untuk masuk dalam kebersamaan itu. Dalam pembangunan Babel material yang digunakan adalah batu bata. Membangun tetapi menggunakan bahan yang palsu (batu bata).

Pembangunan rumah Tuhan materialnya adalah batu hidup.
I Petrus 2:5-7
2:5 Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.
2:6 Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan."
2:7 Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: "Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan."

Batu hidup adalah kehidupan yang sudah lahir baru, bisa mempersembahkan korban yang hidup, kehidupan yang benar-benar serius dengan Tuhan. Walaupun awalnya kehidupan itu sudah hancur dan penuh dengan masalah tetapi masih mau dibenahi oleh Tuhan maka ada harapan untuk sampai ke sana.

Kejadian 11:1
11:1 Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya.
Dalam Kisah Para Rasul pasal dua, bahasa itu kembali disatukan lagi oleh Tuhan lewat Roh Kudus dan kemudian logatnya menjadi satu.

Kejadian 11:2
11:2 Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear, lalu menetaplah mereka di sana.
Di sini terlihat seruan kebersamaan itu menonjol. Seruan kebersamaan ini juga akan menonjol di akhir zaman.

Zefanya 3:9
3:9 "Tetapi sesudah itu Aku akan memberikan bibir lain kepada bangsa-bangsa, yakni bibir yang bersih, supaya sekaliannya mereka memanggil nama TUHAN, beribadah kepada-Nya dengan bahu-membahu.

Seruan kebersamaan dalam Zefanya 3:9 ini berbeda dengan kebersamaan dalam Kejadian 11:1-2. Dalam Kejadian pasal 11 kebersamaan mereka adalah kebersamaan yang menyimpang dari Firman. Tetapi dalam Zefanya 3:9 adalah kebersamaan yang ada pada rel kebenaran Firman. Mengapa? Sebab Firman Allah, Yohanes 17:17 
17:17 Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.

Mereka membangun dari batu bata berarti itu bangunan yang mati.
Kejadian 11:3
11:3 Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik."
Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu dan tér gala-gala sebagai tanah liat.

Membangun bangunan dari bahan batu bata dengan membangun bangunan dari bahan batu hidup mana yang lebih cepat selesai? Membangun bangunan dari batu bata lebih cepat selesai dan lebih banya unit yang dibangun dibandingkan membangun dengan batu hidup. Jadi jangan kita terpesona dengan cepat atau banyaknya sesuatu, jangan-jangan dibangun dengan batu bata. Mengapa bisa cepat? Sebab iblis tidak menghalangi pembangunan dari batu bata, malah iblis mendorong supaya cepat selesai. Kita harus memeriksa apakah itu didirikan dengan kebenaran Firman atau ada penyimpangan-penyimpangan di dalamnya.

Kita harus waspada, kenyataannya ada persekutuan tiga wanita yang mengarah ke Sinear.
Zakharia 5:11
5:11 Jawabnya kepadaku: "Ke tanah Sinear, untuk mendirikan sebuah rumah bagi perempuan itu. Dan apabila itu selesai, maka mereka akan menempatkan dia di sana di tempat rumah itu didirikan."

Berbicara wanita itu berbicara gereja Tuhan, jangan sampai kita masuk dalam persekutuan yang malah mengarah ke Babel.

Kita ini mau dibangun menjadi bait Tuhan,
Efesus 2:20-22
2:20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.
2:21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.
2:22 Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.

jangan sampai bahan yang digunakan salah.
I Petrus 2:3
2:3 jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan.

Kalau kita benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan maka berilah diri untuk dibangun oleh Tuhan.
Mengapa ditekankan jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan? Supaya jangan kita murtad.
Ibrani 6:5-6
6:5 dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang,
6:6 namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.

Dari perumpamaan tentang 4 jenis tanah, bagi anak Tuhan yang bagaikan tanah di pinggir jalan dan yang di semak-semak masih mendapat lawatan Tuhan yang terakhir menjelang pesta akan digelar. Tetapi untuk tanah yang berbatu-batu tidak ada kesempatan lagi sebab dikatakan murtad.
Lukas 14:21-23
14:21 Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh.
14:22 Kemudian hamba itu melaporkan: Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi sekalipun demikian masih ada tempat.
14:23 Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh.

Lukas 14:23 (Terjemahan Lama)
14:23 Maka kata tuan itu kepada hambanya: Keluarlah engkau pergi ke jalan-jalan raya dan tempat semak, dan ajaklah orang masuk, supaya rumahku penuh.

Katakanlah hidup kita seperti tanah di pinggir jalan atau bagaikan tanah bersemak-semak yang penuh dengan kekuatiran dan kenikmatan dunia tetapi masih Tuhan cari menjelang pesta di gelar. Kalau kita masih sempat duduk mendengar suara Firman, ini adalah kesempatan terakhir bagi kita untuk masuk ke pesta nikah Anak Domba. Manfaatkanlah waktu yang akhir ini.

I Petrus 2:3-4
2:3 jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan.
2:4 Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah.

Tuhan Yesus adalah batu yang hidup bukan bata, batu yang mati. Yang disampaikan harus Firman yang hidup, bukan yang mati. Jangan ada pemalsuan Firman. Ternyata batu yang hidup itu yang dibuang oleh manusia, kebenaran Firman itu tidak diresponi oleh manusia tetapi batu bata itu yang dilihat oleh manusia sebab menyenangkan dagingnya. Andaikata saudara merasa tertolak, tidak disenangi dan diejek karena kebenaran Firman berarti saudara adalah batu hidup. Kalau kita benar adalah batu hidup maka kita berbahagia karena derita yang sama pada Kristus ada pada kita sebab itu kita tidak perlu kecewa atau putus asa. Sekalipun kita dibuang oleh manusia karena kebenaran Firman tetapi di hadapan Tuhan kita dihormati.
Yesaya 51:7
51:7 Dengarkanlah Aku, hai kamu yang mengetahui apa yang benar, hai bangsa yang menyimpan pengajaran-Ku dalam hatimu! Janganlah takut jika diaibkan oleh manusia dan janganlah terkejut jika dinista oleh mereka.

Jangan sampai kita sudah menjadi batu hidup tetapi tidak dimanfaatkan. Kita harus bermanfaat bagi pekerjaan Tuhan, bermanfaat untuk pembangunan rumah yang rohani itulah mempelai wanita Kristus di mana Yesus yang akan datang menjemput mempelai wanitaNya.
I Petrus 2:5
2:5 Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

Kapan kita berubah dari batu mati menjadi batu hidup? Ketika kita menerima Yesus menjadi Tuhan dan Juruselamat dan dicempulung masuk dalam baptisan air maka kita diubah dari batu mati menjadi batu hidup. Jadi jangan sampai kita tidak melalui jalur ini.
Kolose 2:12
2:12 karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.

Sebelum kita mengenal Tuhan Yesus kita adalah batu mati.
Efesus 2:1
2:1 Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.

Setelah kita batu yang mati dikuburkan bersama Tuhan Yesus dalam baptisan air, kita menguburkan hidup yang lama maka kita dibangkitkan bersama Tuhan Yesus, keluar batu yang hidup. Itu sebabnya baptisan bukan hanya sekedar ritual gereja, baptisan yang benar harus diselam, kita dikuburkan dan dibangkitkan bersama Kristus Yesus.

Setelah kita menjadi batu hidup Tuhan inginkan ada tindak lanjutnya, Tuhan inginkan kita berguna. Apa bahasa kita kalau sudah berguna bagi Tuhan?
Lukas 17:7
17:7 "Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!

Setelah kita melayani pekerjaan Tuhan, kita harus kembali untuk melayani pribadiNya. Menyembah Tuhan sama dengan melayani pribadi Tuhan. Penyembahan itu tidak boleh kita abaikan sekalipun kita sudah mengerjakan pekerjaan Tuhan.

Lukas 17:8
17:8 Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.
Kalau kita melihat secara logika manusia majikan ini tidak manusiawi. Kadang kita mengukur orang lain tidak punya kasih karena kita seperti dijajah, padahal tidak seperti itu. Demikian juga sering kita menganggap Firman Allah itu beban


Yeremia 23:34, 38-40
23:34 Adapun nabi atau imam atau rakyat yang masih berbicara tentang Sabda yang dibebankan oleh TUHAN, kepada orang itu dan kepada keluarganya akan Kulakukan pembalasan.
23:38 Tetapi jika kamu masih berbicara tentang Sabda yang dibebankan oleh TUHAN, maka beginilah firman TUHAN: Oleh karena kamu masih memakai ungkapan Sabda yang dibebankan oleh TUHAN itu, sekalipun Aku mengutus orang kepadamu mengatakan: Janganlah kamu berbicara tentang Sabda yang dibebankan oleh TUHAN,
23:39 maka sesungguhnya, Aku akan menangkap kamu dan membuang kamu dari hadapan-Ku, kamu serta kota yang telah Kuberikan kepadamu dan kepada nenek moyangmu itu.
23:40 Aku akan menimpakan kepadamu aib yang kekal dan noda yang kekal yang tidak akan terlupakan."

Lukas 17:9-10
17:9 Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya?
17:10 Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna (dan berhutang banyak); kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan."

Sebagai hamba Tuhan saya juga harus waspada supaya jangan busung dada. Sekalipun sudah banyak mengerjakan pekerjaan Tuhan kita harus mengatakan tidak berguna. Artinya kita menyembunyikan diri dibalik salibnya Tuhan, sebab itulah yang membuat kita yang dahulu batu mati menjadi batu hidup.

Keluaran 11:4
11:4 Juga kata mereka: "Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi."

Ini sudah berseberangan dengan rencana Tuhan. Tuhan mau supaya manusia memenuhi seluruh bumi tetapi mereka malah berkata jangan berserak ke seluruh bumi. Jadi kebersamaan di sini bukan kebersamaan yang positif tetapi kebersamaan yang membangkang di hadapan Tuhan.

Membuat menara sampai ke langit artinya mereka merasa tidak ada yang akan menjadi pesaing, mereka tidak mau disaingi. Roh merasa tidak mau disaingi ini banyak di dalam kehidupan manusia dan secara nyata juga di dalam gereja sehingga kalau ada yang mau menyaingi mereka berusaha menyingkirkan saingannya. Seperti Herodes yang merasa tersaingi ketika Tuhan Yesus lahir sehingga dia berupaya untuk membunuh saingannya. Demikian juga yang dialami nabi Mikha yang menyampaikan kebenaran Firman dan berhadapan dengan nabi Zedekia. Nabi Zedekia merasa tersaingi sampai menampar nabi Mikha padahal nabi Mikhalah yang benar. Seringkali yang marah itulah yang salah, mereka tidak suka kebenaran ditampilkan.
I Raja-raja 22:17,22-24
22:17 Lalu jawabnya: "Telah kulihat seluruh Israel bercerai-berai di gunung-gunung seperti domba-domba yang tidak mempunyai gembala, sebab itu TUHAN berfirman: Mereka ini tidak punya tuan; baiklah masing-masing pulang ke rumahnya dengan selamat."
22:22 Jawabnya: Aku akan keluar dan menjadi roh dusta dalam mulut semua nabinya. Ia berfirman: Biarlah engkau membujuknya, dan engkau akan berhasil pula. Keluarlah dan perbuatlah demikian!
22:23 Karena itu, sesungguhnya TUHAN telah menaruh roh dusta ke dalam mulut semua nabimu ini, sebab TUHAN telah menetapkan untuk menimpakan malapetaka kepadamu."
22:24 Sesudah itu tampillah Zedekia bin Kenaana, ditamparnyalah pipi Mikha serta berkata: "Mana boleh Roh TUHAN pindah dari padaku untuk berbicara kepadamu?"

Ini penampilan pelayan-pelayan yang membangun dengan batu bata.  Kalau didengar perkataannya seperti benar sekali padahal ada kebohongan di dalamnya. Perbuatan Zedekia berakibat Mikha dimasukkan di dalam penjara. Tetapi Mikha tidak takut, dia berkata kalau yang dia ucapkan tidak benar dan mereka pulang dengan selamat maka dia yang salah. Tetapi kenyataanya Ahab tidak pulang dengan selamat, dia mati. Nabi Zedekiapun berakhir tragis.

Di akhir zaman ini roh kebersamaan akan mencuat di mana-mana seperti suatu persaingan tetapi kita harus melihat bahannya apa. Kalau kebersamaan itu dibangun dengan batu mati jangan kita masuki. Artinya kalau dari pelayan yang melayani banyak ketidak benaran yang muncul maka jangan kita masuk dalam kebersamaan itu.

Tujuan kita melayani Tuhan adalah untuk kemasyuran nama Tuhan.
Yesaya 55:13
55:13 Sebagai ganti semak duri akan tumbuh pohon sanobar, dan sebagai ganti kecubung akan tumbuh pohon murad, dan itu akan terjadi sebagai kemasyhuran bagi TUHAN, sebagai tanda abadi yang tidak akan lenyap.

Di sini kita melihat ada perubahan karakter. Kenapa ada keubahan? Karena ada Firman hidup yang mereka serap. Pohon sanobar dan murad adalah pohon yang bermanfaat.

Kayu sanobar dipakai untuk menjadi lantai Bait Allah. Berarti bermanfaat untuk ibadah.
I Raja-raja 6:15
6:15 ia melapisi dinding rumah itu dari dalam dengan papan kayu aras; dari lantai sampai ke balok langit-langit dilapisinya dengan kayu aras, tetapi lantai rumah itu dilapisinya dengan papan kayu sanobar.

Kayu Sanobar digunakan menjadi kapal. Berarti bermanfaat untuk mengantar logistic (makanan).
Yehezkiel 27:2-5
27:2 "Hai engkau anak manusia, ucapkanlah suatu ratapan mengenai Tirus,
27:3 dan katakanlah kepada Tirus, yang terletak di pintu masuk lautan, dan yang berdagang dengan bangsa-bangsa di banyak daerah pesisir: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Hai Tirus, engkau berkata: aku kapal yang maha indah.
27:4 Wilayahmu di tengah lautan; ahli bangunmu membuat keindahanmu sempurna.
27:5 Seluruh badanmu mereka buat dari kayu sanobar Senir, mereka mengambil aras Libanon membuat bagimu tiang layar.

Saya memuji Tuhan karena memiliki Tuhan yang bisa mengubah dari duri menjadi sanobar, dari batu mati menjadi batu hidup. Tuhan rindu menemukan hidup kita yang berguna. Marilah kita upayakan hidup kita dibangun menjadi rumah Tuhan. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, Tuhan pasti bisa merubah. Sekalipun dahulu kita batu mati tetapi sekarang Tuhan yang ubahkan menjadi batu hidup. Terimalah Firman, jangan kita dibangun mengarah ke Sinear. Marilah kita menjadi batu yang hidup yang dibangun mengarah ke Yerusalem Baru kota yang mulia yang penuh dengan batu yang indah-indah.


Tuhan memberkati.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar