20131023

Kebaktian PA Imamat, Rabu 23 Oktober 2013 Pdt. Bernard Legontu


Salam sejahtera di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Imamat 6:30
6:30 Tetapi setiap korban penghapus dosa, yang dari darahnya dibawa sebagian ke dalam Kemah Pertemuan untuk mengadakan pendamaian di dalam tempat kudus, janganlah dimakan, melainkan dibakar habis dengan api."

Pada pembahasan Firman Tuhan sebelumnya dijelaskan ayat 24-29 yaitu tentang korban penghapus dosa yang boleh dimakan. Ayat 30 ini adalah korban penghapus dosa yang tidak boleh dimakan sebab darahnya dibawa masuk ke ruangan maha kudus.

Pada ayat sebelumnya Tuhan memberi jaminan bagi yang melayani korban penghapus dosa (korban perdamaian) itulah korban penghapus dosa yang bisa dimakan. Bagi setiap pribadi yang mengerjakan pekerjaan mempersembahkan korban penghapus dosa diberi Tuhan jaminan. Mengapa banyak kehidupan yang merasakan berat sekali menghadapi hidup dalam pelayanan sehingga keadaannya seperti hidup segan, mati tak mau. Permasalahannya bukan karena Tuhan tidak memberikan jaminan atau pemeliharaan pada kehidupan tersebut tetapi masalahnya ada pada pribadi itu sendiri. Jangan hanya sebagai slogan kita melayani seperti yang diajarkan oleh rasul Paulus tetapi pribadi itu sendiri tidak berdamai, selalu tidak senang dengan orang lain.
II Korintus 5:18-21
5:18 Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.
5:19 Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.
5:20 Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.
5:21 Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.

Kalau benar-benar kita ada dalam wilayah ini maka kehidupan kita tidak akan Tuhan biarkan hidup melarat atau hidup susah dan hanya keluhan-keluhan yang ada. Kalau kita melayani persis sesuai selera Tuhan maka Tuhan sudah memberi jaminan bahwa pelayan itu akan diberikan suatu imbalan, Tuhan akan memberikan jaminan kehidupan yang berkecukupan. Mengapa terlalu banyak kehidupan yang sepertinya tidak ada jaminan dan selalu menderita di dunia ini, rasanya kepalanya sudah kejepit. Masalahnya karena roh perdamaian itu tidak menjadi warna hidupnya. Ini yang jangan terjadi di dalam hidup kita. Kalau melayani bukan diwarnai dengan roh perdamaian makanya hidup itu akan terpuruk dan selalu melarat.

Sesudah kita diberi jaminan oleh Tuhan, itu bukan tujuan akhir, itu hanya sarana supaya kita bisa bergerak pada tujuan akhir itulah yang disebut ruangan maha kudus. Jadi tujuan utama pelayanan bukan supaya kita hidup berkecukupan atau berkelimpahan secara jasmani, itu hanya pelengkap/sarana yang diberikan oleh Tuhan. Kalau itu menjadi tujuan utama kita berarti kita belum sampai pada korban penghapus dosa yang tidak boleh di makan untuk dibawa masuk ke ruangan maha kudus (kesempurnaan).
Ibrani 13:10-13
13:10 Kita mempunyai suatu mezbah dan orang-orang yang melayani kemah tidak boleh makan dari apa yang di dalamnya.
13:11 Karena tubuh binatang-binatang yang darahnya dibawa masuk ke tempat kudus oleh Imam Besar sebagai korban penghapus dosa, dibakar di luar perkemahan.
13:12 Itu jugalah sebabnya Yesus telah menderita di luar pintu gerbang untuk menguduskan umat-Nya dengan darah-Nya sendiri.
13:13 Karena itu marilah kita pergi kepada-Nya di luar perkemahan dan menanggung kehinaan-Nya.

Ayat di atas kaitannya dengan korban penghapus dosa yang tidak boleh dimakan sebab darahnya dibawa masuk ke tempat maha kudus.
Imamat 6:30
6:30 Tetapi setiap korban penghapus dosa, yang dari darahnya dibawa sebagian ke dalam Kemah Pertemuan untuk mengadakan pendamaian di dalam tempat kudus, janganlah dimakan, melainkan dibakar habis dengan api."

Ayat 7 dan 17 kena pada korban penghapus dosa yang boleh dimakan, kedua ayat itu mengapit tentang korban penghapus dosa yang tidak boleh di makan. Umat Tuhan dipelihara oleh Tuhan lewat keteladanan gembala yang memberitakan korban penghapus dosa.
Ibrani 13:7
13:7 Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka.

Tanggung jawab gembala dalam melayani ditanggapi umat Tuhan secara positif maka umat Tuhan yang mendapat berkatnya.

Ibrani 13:17
13:17 Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.

Sesudah kita mendapatkan pelayanan jaminan yang boleh kita makan, artinya sesudah kita dipelihara oleh Tuhan, apa yang kita butuhkan secara lahiriah dan rohani dilengkapi oleh Tuhan maka kita harus mengerti itu bukanlah tujuan akhir. Makanya Tuhan mengarahkan padangan kita ke mana darah itu  dibawa, Tuhan menunjukkan apa yang belum kita capai. Tuhan menarik hati kita supaya mempunyai pengharapan ke depan, untuk itu ada pengorbanan yaitu tidak boleh dimakan. Pengharapan kita adalah untuk menjadi Mempelai Wanita untuk Kristus Mempelai Pria Sorga.
1 Yohanes 3:3
3:3 Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

Kalau tujuan Tuhan datang hanya supaya kita diberkati dan yang sakit bisa menjadi sehat maka tidak perlu Tuhan datang karena ada hamba-hamba Allah yaitu para nabi dan rasul yang diberi kuasa untuk menyembuhkan. Sasaran ibadah pelayanan kita jangan berakhir hanya sampai kita sudah memiliki sesuatu secara lahiriah.

Kita harus melihat darah itu ke mana. Saat darah itu masuk ke ruangan maha kudus ada perkataan dagingnya tidak boleh dimakan. Artinya ada sesuatu yang harus ditanggalkan. Kalau mau menjadi mempelai wanita Tuhan inilah syarat akhir. Tidak mungkin saudara masuk Yerusalem Baru kalau syarat ini tidak mau saudara jalani. Walaupun tentang korban penghapus dosa yang tidak boleh dimakan ini hanya satu ayat namun praktek yang paling berat ada di sini.

Contoh konkrit adalah nenek moyang Israel yaitu Abraham, Ishak dan Yakub.
Ibrani 11:8-10
11:8 Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.
11:9 Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu.
11:10 Sebab ia menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah.

Mereka sudah di tanah perjanjian tetapi tetap tinggal di kemah, mereka merasa orang asing. Tidak seperti manusia sekarang, rasanya dunia ini mau dia peluk dengan erat dan tidak mau dia lepas. Kita sebenarnya orang asing di dunia ini, jangan kita diikat. Kalau kita diikat tidak mungkin sampai di kota yang dibangun oleh Allah.
Ibrani 11:13-16
11:13 Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini.
11:14 Sebab mereka yang berkata demikian menyatakan, bahwa mereka dengan rindu mencari suatu tanah air.
11:15 Dan kalau sekiranya dalam hal itu mereka ingat akan tanah asal, yang telah mereka tinggalkan, maka mereka cukup mempunyai kesempatan untuk pulang ke situ.
11:16 Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik yaitu satu tanah air sorgawi. Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka.

Sekalipun nenek moyang Israel sudah berada di tanah perjanjian tetapi tetap merasa orang asing sekalipun mempunyai harta benda melimpah karena bukan itu tujuan mereka karena semua yang kelihatan itu fana. Mereka menaruh pandangan jauh ke sana yang tidak kelihatan oleh mata jasmani tetapi itulah yang kekal. Jadi mereka ada pengharapan, seperti kita juga harus mengikuti ke mana darah itu mengalir yaitu ke ruangan maha suci. Kita harus menaruh pengharapan masuk ke negeri yang dibangun oleh Tuhan itulah Yerusalem Baru, menjadi mempelai wanita Sorga. Pengharapan inilah yang penting.
Ibrani 11:16
11:16 Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik yaitu satu tanah air sorgawi. Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka.

Dalam ayat di atas dikatakan “Allah tidak malu disebut Allah mereka”. Namun kepada kita lebih kuat lagi perasaan Tuhan dicurahkan, Tuhan tidak malu disebut saudara kita.
Ibrani 2:11
2:11 Sebab Ia yang menguduskan dan mereka yang dikuduskan, mereka semua berasal dari Satu; itulah sebabnya Ia tidak malu menyebut mereka saudara,

Kalau kita menaruh pengharapan kita untuk mengikuti darah itu maka gereja Tuhan tidak akan putus asa dan tidak akan ada keluhan, pasti akan meningkatkan responnya kepada Tuhan, akan semakin menggebu-gebu ibadah dan pelayanannya kepada Tuhan. Ketika tantangan darah itu datang, dia tidak kaget, dia bisa melakukan.
Imamat 10:16-20
10:16 Kemudian Musa mencari dengan teliti kambing jantan korban penghapus dosa itu, tetapi ternyata kambing itu sudah habis dibakar. Sebab itu dimarahinyalah Eleazar dan Itamar, anak-anak Harun yang tinggal itu, katanya:
10:17 "Mengapa tidak kamu makan korban penghapus dosa itu di tempat yang kudus? Bukankah itu sesuatu bagian maha kudus dan TUHAN memberikannya kepadamu, supaya kamu mengangkut kesalahan umat itu dan mengadakan pendamaian bagi mereka di hadapan TUHAN?
10:18 Lihat, darahnya itu tidak dibawa masuk ke dalam tempat kudus; bukankah seharusnya kamu memakannya di tempat kudus, seperti yang telah kuperintahkan?"
10:19 Lalu berkatalah Harun kepada Musa: "Memang benar, pada hari ini mereka telah mempersembahkan korban penghapus dosa dan korban bakaran mereka ke hadapan TUHAN, tetapi hal-hal seperti tadilah yang kualami. Jikalau pada hari ini aku memakan juga korban penghapus dosa, mungkinkah hal itu disetujui oleh TUHAN?"
10:20 Ketika Musa mendengar itu, ia menyetujuinya.

Ini korban penghapus dosa yang darahnya tidak dibawa masuk ke ruangan maha kudus, seharusnya boleh mereka makan. Saat itu Harun ada dalam suasana berdukacita karena dua anak kandungnya baru meninggal namun Harun tidak memanfaatkan haknya, dia melepaskan haknya.

Kalau mau mengikuti darah sampai ke ruangan maha suci dalam arti tanda yang pertama seseorang menuju Yerusalem Baru untuk menjadi mempelai wanita Tuhan adalah berani melepaskan hak-haknya. Kalau haknya sendiri berani dilepaskan pasti hak orang lain rela dilepaskan. Kalau berani melepaskan hak sendiri masakan haknya Tuhan dimakan, tidak dikembalikan?

Hak-hak Tuhan adalah:
1.      Perpuluhan dan persembahan khusus
Bagaimana mengaku miliknya Tuhan kalau milik Tuhan tidak dikembalikan. Kalau tidak mengembalikan perpuluhan maka kehidupan akan susah dan yang lebih susah lagi nantinya akan bertemu dengan antikristus. Sebagai hamba Tuhan saya harus memposisikan diri dalam keadaan seperti ayat dibawa ini, maksudnya supaya umat Tuhan jangan bertemu dengan antikristus.
Ibrani 13:7,17
13:7 Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka.
13:17 Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.

Jemaat jangan menipu Tuhan, sudah berapa banyak perpuluhan yang kita curi? Jangan sampai itu membuat kita terhambat untuk jumpa dengan Tuhan Yesus dan hanya jumpa dengan antikristus. Alkitab dibukakan rahasianya supaya kita melihat ke mana kita melangkah, dipertanyakan mau ketemu Yesus atau tidak?.

2.      Doa penyembahan
Anak Tuhan harus mengembalikan hak Tuhan yaitu doa penyembahan. Jangan karena sudah capek bekerja sampai tidak lagi menyembah Tuhan. Sebagai hamba Tuhan, hak Tuhan pada diri kami yaitu menjadi teladan iman.
Ibrani 13:7-8
13:7 Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka.
13:8 Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.

Contoh iman berarti keteguhannya dalam Firman pengajaran. Contoh iman ini dikaitkan dengan Tuhan Yesus tidak pernah berubah. Itu sebabnya hamba Tuhan harus teguh dalam Firman pengajaran, tidak boleh digoyang oleh angin pengajaran permainan palsu manusia.
Efesus 4:14
4:14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,

Kalau kita melihat darah itu dibawa ke ruangan maha suci maka tuntutan Tuhan adalah supaya kita melepaskan hak kita. Kenapa? Sebab Tuhan rindu kita ada bersama-sama dengan Dia. Yang membawa darah itu adalah imam besar. Dahulu imam besar di zaman Taurat membawa darah binatang tetapi Imam Besar kita sekarang adalah Tuhan Yesus yang membawa darahNya sendiri.
Ibrani 9:14,24
9:14 betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.
9:24 Sebab Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita.

Kalau Harun bukan dia yang disembelih, yang dia bawa adalah darah domba. Tetapi Tuhan Yesus, Dia sendiri yang mati di Joljuta dan membawa darahNya ke ruangan maha suci untuk kita.

Ibrani 12:24
12:24 dan kepada Yesus, Pengantara perjanjian baru, dan kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat dari pada darah Habel.

Darah Habel berteriak minta pembalasan. Darah Yesus lebih kuat dari darah Habel. Ingat darah itu kuat sekali. Makanya jangan kita mempermainkan darah itu. Karena darah Yesus kita bangsa kafir bisa beribadah dan ada peluang ke ruangan maha suci.
Imamat 6:30
6:30 Tetapi setiap korban penghapus dosa, yang dari darahnya dibawa sebagian ke dalam Kemah Pertemuan untuk mengadakan pendamaian di dalam tempat kudus, janganlah dimakan, melainkan dibakar habis dengan api."

Ada 3 poin tujuan dari ayat yang menjadi syarat supaya kita boleh masuk ke ruangan maha kudus:
1.      Arti dari korban penghapus dosa yang darahnya dia bawa ke ruangan maha suci tidak boleh dimakan adalah mengajar kita untuk rela menanggalkan atau melepaskan hak-hak kita sendiri dan dikorbankan untuk kepentingan Tubuh Kristus. Kalau kita berani melepaskan hak-hak kita maka otomatis tidak ada kesulitan untuk melepaskan hak orang lain yang ada pada kita.

2.      Pribadi Yesus yang darahNya dibawa ke ruangan maha kudus tujuannya untuk menanggung segala sengsara kehidupan kita, artinya kita rela menanggung sengsara bersama Kristus.
I Petrus 4:1
4:1 Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamu pun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, -- karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa --,

Mempersenjantai dirimu dengan pikiran yang demikian berarti kita tidak boleh mengikuti keinginan daging kita sendiri. Itu berarti rela menanggung sengsara bersama Kristus.

I Petrus 4:2-4
4:2 supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.
4:3 Sebab telah cukup banyak waktu kamu pergunakan untuk melakukan kehendak orang-orang yang tidak mengenal Allah. Kamu telah hidup dalam rupa-rupa hawa nafsu, keinginan, kemabukan, pesta pora, perjamuan minum dan penyembahan berhala yang terlarang.
4:4 Sebab itu mereka heran, bahwa kamu tidak turut mencemplungkan diri bersama-sama mereka di dalam kubangan ketidaksenonohan yang sama, dan mereka memfitnah kamu.

Sesudah melakukan kebenaran justru saudara akan difitnah. Inilah sengsara bersama dengan Kristus. Orang-orang yang tadinya bersama dengan saudara yang ikut dalam hawa nafsu, keinginan, kemabukan, pesta pora, perjamuan minum dan penyembahan berhala akan berbalik menfitnah saudara. Iblis tidak senang melihat saudara hidup dalam kebenaran, iblis tidak senang melihat saudara menapaki langkah-langkah menuju ruangan maha suci makanya dia akan memperalat orang lain untuk memfitnah saudara. Inilah resiko menanggung derita sengsara bersama dengan Kristus Yesus.
I Petrus 4:12-14
4:12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

Kita mau Roh Kemuliaan ada di atas kita tetapi kita tidak rela difitnah dan dinista padahal darah itu ke sana. Sebenarnya langkah kita juga menuju ke sana kalau kita rela di nista dan difitnah.

Terhadap kita umat Tuhan dan hamba Tuhan, iblis berusaha sedemikian mungkin untuk membuat kita mengamuk meletup-letup karena tidak mau menerima tuduhan dan nista sehingga iblislah yang menang. Terhadap Daniel yang diangkat oleh Tuhan ada 122 orang yang cemburu, iri hati dan menuduh dia.
Daniel 6:2-5
6:2 Lalu berkenanlah Darius mengangkat seratus dua puluh wakil-wakil raja atas kerajaannya; mereka akan ditempatkan di seluruh kerajaan;
6:3 membawahi mereka diangkat pula tiga pejabat tinggi, dan Daniel adalah salah satu dari ketiga orang itu; kepada merekalah para wakil-wakil raja harus memberi pertanggungan jawab, supaya raja jangan dirugikan.
6:4 Maka Daniel ini melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja itu, karena ia mempunyai roh yang luar biasa; dan raja bermaksud untuk menempatkannya atas seluruh kerajaannya.
6:5 Kemudian para pejabat tinggi dan wakil raja itu mencari alasan dakwaan terhadap Daniel dalam hal pemerintahan, tetapi mereka tidak mendapat alasan apa pun atau sesuatu kesalahan, sebab ia setia dan tidak ada didapati sesuatu kelalaian atau sesuatu kesalahan padanya.

Tetapi Tuhan yang berperkara ganti dia sehingga akhirnya istri dan anak mereka juga ikut dibuang ke gua singa. Artinya tidak boleh dikembang biakan persoalan iri, cemburu dan tuduhan. Kita akan menghadapi itu semua. Iblis akan muncul dengan berbagai macam corak pengaruhnya supaya langkah kita tidak sampai ke ruangan maha suci.

I Petrus 4:16
4:16 Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu.
Inilah yang dikatakan jangan makan korban penghapus dosa yang darahnya dibawa ke ruangan maha kudus. Saya bersyukur Tuhan mengingatkan saya dan saudara supaya kuat menghadapi kondisi dunia akhir zaman. Seperti Daniel, orang-orang yang iri mencari-cari kesalahan dalam hal pekerjaannya tetapi mereka tidak temukan, akhirnya mereka menjeratnya dari soal yang rohani, soal ibadah. Tetapi ketika Daniel mau di jerat dari soal rohani maka intensitas hubungannya dengan Tuhan bukannya dia kurangi tetapi malah dia tambah menjadi 3 kali sehari ia menyembah Tuhan.

3.      Berusaha untuk mendapatkan apa yang kita harapkan, artinya kita memiliki pengharapan masa depan yang lebih mulia

Kalau pengharapan kita di situ maka jangan kita makan daging korban persembahan yang darahnya dibawa ke Ruangan Maha Suci. Itu berarti kita diperhadapkan dengan perobekan daging.
Ibrani 6:18
6:18 supaya oleh dua kenyataan yang tidak berubah-ubah, tentang mana Allah tidak mungkin berdusta, kita yang mencari perlindungan, beroleh dorongan yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita.

Untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita Tuhan berjanji dan bersumpah. Itu membuktikan bahwa apa yang Dia rancang dan rencanakan itu adalah suatu kepastian yang tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun dan pasti berhasil!

Ibrani 6:19
6:19 Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir,
Pengharapan itu dikatakan kuat dan dikatakan lagi aman. Kuat menghadapi tantangan dari luar dan aman untuk menghadapi ke dalam. Apa artinya kita kuat menghadapi yang di luar tetapi tidak di dalamnya tidak aman. Dikatakan dalam ayat di atas “kita”, berarti bukan hanya 1 person saja. Rasul Paulus melihat kawan yang ada disekelilingnya, dia tidak tampil sendiri.

Kenapa Tuhan berbicara perlindungan? Andaikata dunia ini aman Tuhan tidak akan berbicara perlindungan. Itu sebabnya Tuhan menunjuk perlindungan yaitu lihat arah darah itu ke mana. Kalau kita memperhatikan ke mana darah itu mengarah berarti kita merasa dunia ini tidak aman. Ini peduli Tuhan kepada kita bahwa bumi di mana kita berada ini tidak aman. Kalau mau aman jangan makan haknya Tuhan.

Semoga kata “kita” ini menunjuk kepada kita semua yang mencari perlindungan karena dunia ini tidak aman. Tuhan tidak akan membiarkan orang yang mencari perlindungan, Tuhan akan mendorong mereka untuk masuk ke tempat perlindungan. Lewat Firman dan Roh Kudus kita didorong untuk mencapai pengharapan di depan kita.
Ibrani 6:19
6:19 Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir,

Kenapa Tuhan tunjuk perlindungan tempatnya di ruangan maha suci? Sebab di sana tangan Mempelai Laki-laki akan merangkul saudara.
Ayub 11:18
11:18 Engkau akan merasa aman, sebab ada harapan, dan sesudah memeriksa kiri kanan, engkau akan pergi tidur dengan tenteram;

Inilah orang yang menaruh pengharapannya di ruangan maha suci. Memeriksa kiri dan kanan artinya melihat perlindungan tangan Tuhan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga.
Kidung Agung 2:6; 8:3
2:6 Tangan kirinya ada di bawah kepalaku, tangan kanannya memeluk aku.
8:3 Tangan kirinya ada di bawah kepalaku, tangan kanannya memeluk aku.

Kalau saudara mau aman, mau dipeluk oleh Tuhan, maka jangan makan hakNya. Tuhan tidak menahan hakNya, sampai rela darahNya tercurah untuk kita masakan kita tega bermain-main dengan Tuhan dan mengambil haknya Tuhan. Apakah pengharapan itu sudah saudara makan/nikmati? Tentu tidak, bila pengharapan itu menjadi kenyataan baru kita nikmati.
Ibrani 6:19-20
6:19 Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir,
6:20 di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya.

Saya memuliakan nama Tuhan karena Tuhan terlalu baik bagiku. Andaikata saya tidak ditunjukkan tempat yang aman tidak mungkin saya bisa melihat tempat itu, tetapi Tuhan yang mendorong kita ke sana. Pengharapan pasti tidak mengecewakan.
Roma 5:1-2
5:1 Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.
5:2 Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.

Kalau kita bisa mendengar Firman dan kita didorong untuk masuk ke ruangan maha suci itu adalah kasih karunia Tuhan.

Roma 5:3-5
5:3 Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,
5:4 dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.
5:5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Sebagai hamba Tuhan jangan kita melayani dengan langkah kita sendiri sehingga ketika menghadapi benturan sedikit kita segera meninggalkan pelayanan. Jangan menjadikan ibadah dan pelayanan kita instan, semua sudah difasilitasi baru kita berkata dipanggil Tuhan. Sekalipun tidak ada atau baru satu dua jiwa namun kalau memang dipanggil oleh Tuhan pasti teguh. Kalau cengeng melihat situasi pelayanan, diragukan panggilan Tuhan dalam diri hamba Tuhan tersebut. Tuhan sudah merintis jalan makanya kita juga mengikuti jalan yang telah Tuhan rintis.


Tuhan memberkati.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar