20131020

Kebaktian Umum, Minggu 20 Oktober 2013 Pdt. Bernard Legontu


Salam sejahtera di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Zakharia 6:1-8 (Penglihatan ke delapan: empat kereta)
6:1 Aku melayangkan mataku pula, maka aku melihat: tampak keluar empat kereta dari antara dua gunung. Adapun gunung-gunung itu adalah gunung-gunung tembaga.
6:2 Kereta pertama ditarik oleh kuda merah, kereta kedua oleh kuda hitam.
6:3 Kereta ketiga oleh kuda putih, dan kereta keempat oleh kuda yang berbelang-belang dan berloreng-loreng.
6:4 Berbicaralah aku kepada malaikat yang berbicara dengan aku itu: "Apakah arti semuanya ini, tuanku?"
6:5 Berbicaralah malaikat itu kepadaku: "Semuanya ini keluar ke arah keempat mata angin, sesudah mereka menghadap kepada Tuhan seluruh bumi."
6:6 Yang ditarik oleh kuda hitam itu keluar ke Tanah Utara; yang putih itu keluar ke arah barat; yang berbelang-belang itu keluar ke Tanah Selatan;
6:7 dan yang merah itu keluar, gelisah untuk pergi, hendak menjelajahi bumi. Lalu berkatalah ia: "Pergilah, jelajahilah bumi!" Maka mereka menjelajahi bumi.
6:8 Kemudian berteriaklah ia kepadaku: "Lihat, mereka yang keluar ke Tanah Utara itu akan menenteramkan roh-Ku di Tanah Utara."

Bila kita cermat membaca dari keempat penjuru mata angin ada satu yang tidak disebut yaitu timur. Mengapa tidak lagi disebutkan? Sebab saat itu Allah tidak lagi mengerjakan karya penyelamatan manusia yang jatuh di dalam dosa. Ketika Adam dan Hawa jatuh dalam dosa mereka diusir ke sebelah timur, setelah Kain membunuh Habel dia juga lari ke sebelah timur. Jadi berbicara tentang timur berarti berbicara perkembangan dosa.

Ketika itu Tuhan tidak lagi mengerjakan karya penyelamatan tetapi penghukuman. Berarti siapapun yang saat itu mau datang kepada Tuhan sudah terlambat. Sebab itu setajam, sekeras, sepahit bagaimanapun Firman pengajaran itu kita dengar untuk daging kita tetapi dibalik itu kita didorong untuk menikmati hidup kekal besama Tuhan. Tetapi semanis apapun bujuk rayu iblis ujungnya adalah kematian kekal. Oleh sebabnya marilah kita menjadi orang Kristen yang bijak.

Dalam pasal 5:5-11 ada penglihatan tentang wanita dalam gantang yang dibawa oleh 2 wanita yang yang memiliki sayap burung ranggung. Menjadi 3 wanita, ini menunjuk gereja Tuhan, sebenarnya tidak harus ada orang Kristen yang seperti ini. Ini adalah tipe Kristen yang meninggalkan air kehidupan. Jadi orang yang meninggalkan air kehidupan arahnya hanya kepada Babel sundal besar. Tuhan menunjukkan siapapun yang meninggalkan Tuhan air kehidupan maka akan berhadapan dengan apa yang dilihat oleh Zakharia dalam pasal 6:1-8. Pada pasal 6 ini ada 4 kereta yang bukan lagi membawa logistik tetapi amunisi, membawa perlengkapan perang. 4 kereta ini keluar dari gunung tembaga, tembaga menunjuk penghukuman, berarti ini adalah penghukuman yang berlipat ganda.

2 perempuan yang bersayap burung ranggung ini sebenarnya tahu tentang sifat pohon Sanobar berarti dia tahu tentang apa yang akan terjadi kedepan. Ini gambaran kehidupan Kristen yang berubah arah, tadinya meroket menuju Yerusalem Baru tetapi tiba-tiba disergap oleh angin pengajaran lain dan akhirnya arah terbangnya justru salah. Mereka ini mencari teman itulah perempuan di dalam gantang. Perempuan dalam gantang adalah gereja Tuhan yang sudah ada dekat dengan Efa, sudah dekat Firman pengajaran tetapi hidupnya bersuasana daging, tidak mau dirontokkan dagingnya.

Ketiga wanita ini menggambarkan gereja Tuhan yang membelot dan ini yang paling berbahaya di akhir zaman ini.
Yeremia 17:13
17:13 Ya Pengharapan Israel, TUHAN, semua orang yang meninggalkan Engkau akan menjadi malu; orang-orang yang menyimpang dari pada-Mu akan dilenyapkan di negeri, sebab mereka telah meninggalkan sumber air yang hidup, yakni TUHAN.

4 kereta yang keluar dari 2 gunung tembaga ini memuat hukuman Allah yang berganda kepada manusia. Ini terjadi sebab manusia tidak menghargai Kristus Yesus yang telah menjadi korban di Joljuta. Dalam Tabernakel ada mezbah korban bakaran yang terbuat dari tembaga yang menunjuk pribadi Tuhan Yesus yang di salib di golgota. Di sana kita melihat roh pemberontakkan manusia ditanggung oleh Tuhan.
Yesaya 53:5
53:5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.

Di mezbah korban barakan kita melihat pengorbanan Tuhan Yesus yang dulu digambarkan dengan kambing, domba, lembu, burung merpati atau tekukur.
Bilangan 16:38-39
16:38 yakni perbaraan orang-orang berdosa yang telah membayarkan nyawanya, kemudian semuanya itu harus ditempa tipis-tipis menjadi salut mezbah, sebab telah dibawa ke hadapan TUHAN oleh orang-orang itu, jadi semuanya itu kudus; dengan demikian hal itu menjadi tanda bagi orang Israel."
16:39 Maka imam Eleazar mengambil perbaraan-perbaraan tembaga yang telah dibawa oleh orang-orang yang terbakar itu, lalu ditempa menjadi salut mezbah.

Ketika kita melihat mezbah korban bakaran bagaikan melihat onggokan tembaga, di sana digambarkan pergumulan Tuhan untuk menolong dan menyelamatkan manusia yang hidup dalam pemberontakan. Kita melihat lapisan tembaga di luarnya bukti pemberontakkan bangsa Israel tetapi telah Tuhan ampuni.

Kalau umat Tuhan tidak menghargai ini maka sama dengan kita memberontak kepada Tuhan, sama dengan meninggalkan sumber air kehidupan sehingga harus berhadapan dengan kecepatan kereta itu.
Yeremia 4:13
4:13 Lihat, ia naik seperti awan-awan, keretanya kencang seperti angin badai, kudanya lebih tangkas dari pada burung rajawali. Celakalah kita, sebab kita dibinasakan!

Ketika kereta ditarik dengan kecepatan penuh maka manusia saat itu akan berteriak “Celaka kita, sebab kita dibinasakan!”. Jadi kalau Tuhan menjatuhkan hukuman atas dunia ini maka itulah ucapan manusia yang akan terdengar. Ini adalah bahasa yang tidak menyenangkan dan tidak mungkin ada yang menginginkan untuk celaka dan dibinasakan. Ini terjadi karena mereka meninggalkan Tuhan, sumber air kehidupan. Jangan sampai terjadi pada kita.
Yeremia 17:13,18
17:13 Ya Pengharapan Israel, TUHAN, semua orang yang meninggalkan Engkau akan menjadi malu; orang-orang yang menyimpang dari pada-Mu akan dilenyapkan di negeri, sebab mereka telah meninggalkan sumber air yang hidup, yakni TUHAN.
17:18 Biarlah orang-orang yang mengejar aku menjadi malu, tetapi janganlah aku ini menjadi malu; biarlah mereka terkejut, tetapi janganlah aku ini terkejut! Buatlah hari malapetaka menimpa mereka, dan hancurkanlah mereka dengan kehancuran berganda.

Ke depan ini kita akan menghadapi hukuman Tuhan yang berlipat ganda. Itu sebabnya jangan kita sudah dekat dengan Firman tetapi tetap mempertahankan kedagingan. Jangan bersekutu dengan kehidupan yang sebenarnya sudah mengalami keubahan seperti pohon Sanobar tetapi menjadi jahat kembali.
Yesaya 55:13
55:13 Sebagai ganti semak duri akan tumbuh pohon sanobar, dan sebagai ganti kecubung akan tumbuh pohon murad, dan itu akan terjadi sebagai kemasyhuran bagi TUHAN, sebagai tanda abadi yang tidak akan lenyap.

Hosea 10:10
10:10 Aku telah datang untuk menghajar mereka; bangsa-bangsa akan berkumpul melawan mereka, apabila mereka dihajar karena salahnya yang berganda.

Ketiga wanita dalam Zakharia 5:5-11 mengarah ke Babel. Tuhan membalas sampai dua kali lipat. Olehnya jangan kita bersekutu dengan Babel, kita harus keluar dari Babel.
Wahyu 18:6
18:6 Balaskanlah kepadanya, sama seperti dia juga membalaskan, dan berikanlah kepadanya dua kali lipat menurut pekerjaannya, campurkanlah baginya dua kali lipat di dalam cawan pencampurannya;

Tuhan dalam pelayananNya selama 3,5 tahun di bumi ini, banyak kali Ia melakukan pekerjaan yang sama sampai dua kali. Mulai dari pesta nikah di Kana, terlihat pesta yang terjadi hanya satu kali tetapi sebenarnya ada dua suasana yaitu suasana air anggur lama dan suasana air anggur yang baru. Ini adalah campur tangan Tuhan kepada kita manusia utama kepada nikah kita karena Tuhan mau menolong nikah kita karena hidup kita selalu bersuasana air anggur yang lama, Tuhan mau memberi air anggur yang baru. Bagi yang sudah menikah harus memperhatikan hal ini, bagi yang belum menikah hubungan dengan Tuhan harus dijaga baik-baik.  

Kalau umat Tuhan sudah menikmatinya jangan kita tinggalkan. Jangan kita tetap pada suasana air anggur lama yang menimbulkan pertikaian, kerusuhan dan huru-hara dalam rumah tangga. Tuhan ganti dengan air anggur baru karena Tuhan tahu kalau ini tidak ada kita akan hadapi kereta yang keluar dari dua gunung yang akan menghantam umat manusia termasuk orang Kristen yang tidak menghargai lawatan Tuhan, yang bermain-main dengan pengajaran Tuhan.

Setelah menangani nikah Tuhan melakukan penyucian Bait Allah, penyucian ibadah. 2 kali Tuhan melakukan penyucian ibadah, yang pertama dikaitkan dengan kematian dan kebangkitanNya dan yang kedua dikaitkan dengan Firman Pengajaran.
Yohanes 2:13,19
2:13 Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem.
2:19 Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali."
Jadi ibadah kita mau dibenahi oleh Tuhan. Dia ingin menaruh fondasi ibadah pelayanan yang kuat lewat kematian dan kebangkitanNya. Penyucian yang kedua dikaitkan dengan Firman pengajaran.
Markus 11:15, 17-18
11:15 Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerusalem. Sesudah Yesus masuk ke Bait Allah, mulailah Ia mengusir orang-orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dibalikkan-Nya,
11:17 Lalu Ia mengajar mereka, kata-Nya: "Bukankah ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa? Tetapi kamu ini telah menjadikannya sarang penyamun!"
11:18 Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mendengar tentang peristiwa itu, dan mereka berusaha untuk membinasakan Dia, sebab mereka takut kepada-Nya, melihat seluruh orang banyak takjub akan pengajaran-Nya.

Dalam penyucian kedua ini dibutuhkan Firman pengajaran dalam gereja. Jangan kita tolak sebab kalau kita menolak ini sama kita menolak sumber air kehidupan (penyucian).
Lukas 19:46-47
19:46 kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun."
19:47 Tiap-tiap hari Ia mengajar di dalam Bait Allah. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang terkemuka dari bangsa Israel berusaha untuk membinasakan Dia,

Tuhan tampil dengan Firman pengajaran untuk membenahi ibadah orang Kristen. Penyucian dalam nikah ganda, penyucian dalam ibadah juga ganda.

Selanjutnya Tuhan Yesus memerintahkan dua kali untuk menjala secara ajaib kepada pribadi yang sama yaitu kepada Petrus.
Lukas 5:10
5:10 demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia."

Yohanes 21:5-8,15
21:5 Kata Yesus kepada mereka: "Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Jawab mereka: "Tidak ada."
21:6 Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.
21:7 Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau.
21:8 Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu.
21:15 Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."

Sesudah kita merasa nikah dan ibadah kita terbenahi maka kita diperhadapkan dengan dua suasana yaitu suasana penginjilan dan penggembalaan. Penangkapan ikan pertama kali menunjuk Firman penginjilan, penangkapan ikan kedua kali menunjuk penggembalaan. Dengan kata lain untuk menjaga suasana nikah tetap ada air anggur baru dan untuk menjaga suasana ibadah tetap benar maka kita harus tinggal di dalam penggembalaan. Agar kita terhindar dari kebinasaan maka tidak boleh berhenti pada penginjilan tetapi harus meningkat pada penggembalaan.
Yohanes 21:11, 15-17
21:11 Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak.
21:15 Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
21:16 Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
21:17 Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.

Kalau hanya dalam suasana penginjilan terus kita sama seperti bayi yang terus pada air susu ibu, kapan bisa dewasa? Kalau rohani tetap kanak-kanak bagaimana bisa duduk bersanding dengan Kristus? Itu sebabnya harus ditingkatkan pada penggembalaan dimana kita diajar oleh gembala lewat Firman pengajaran untuk mempertahankan anggur baru dan meningkatkan kesucian di dalam ibadah/ pelayanan.
Hal yang dua kali juga Tuhan Yesus lakukan adalah pemecahan roti. Pemecahan pertama adalah 5 ketul untuk 5000 orang. 5 ketul roti dan 2 ekor ikan dimakan 5000 orang sisanya 12 bakul. 12 angka persekutuan, berati Tuhan mencari kehidupan yang mencintai persekutuan, tentu persekutuan yang digarap oleh Firman pengajaran yang benar. Yerusalem Baru ditandai dengan banyak angka 12.
Wahyu 21:12,14,20-21
21:12 Dan temboknya besar lagi tinggi dan pintu gerbangnya dua belas buah; dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua belas malaikat dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel.
21:14 Dan tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya tertulis kedua belas nama kedua belas rasul Anak Domba itu.
21:20 dasar yang kelima batu unam, dasar yang keenam batu sardis, dasar yang ketujuh batu ratna cempaka, yang kedelapan batu beril, yang kesembilan batu krisolit, yang kesepuluh batu krisopras, yang kesebelas batu lazuardi dan yang kedua belas batu kecubung.
21:21 Dan kedua belas pintu gerbang itu adalah dua belas mutiara: setiap pintu gerbang terdiri dari satu mutiara dan jalan-jalan kota itu dari emas murni bagaikan kaca bening.

Pemecahan roti kedua 7 ketul roti dimakan 4000 orang sisanya 7 bakul. 7 di sini bukan berarti nilainya lebih kecil dari 12. Angka 7 secara rohani artinya angka kesempurnaan. Jadi persekutuan kita mengarah pada kesempurnaan. Kita melihat dari pemecahan roti pertama kepada pemecahan roti kedua ada 1000 orang yang gugur. Dalam perjalanan menuju pada kesempurnaan banyak orang yang gugur. 1000 adalah angka kesucian.
Kejadian 20:16
20:16 Lalu katanya kepada Sara: "Telah kuberikan kepada saudaramu seribu syikal perak, itulah bukti kesucianmu bagi semua orang yang bersama-sama dengan engkau. Maka dalam segala hal engkau dibenarkan."

Yang gugur adalah orang yang gagal dalam penyucian. Setajam apapaun Firman itu menyucikan jangan kita gugur sebab itu mengarahkan kita pada kesempurnaan. Di sini banyak orang yang gagal yang tidak bisa mempertahankan air anggur baru dalam nikah, tidak bisa mempertahankan pengajaran dalam Firman penggembalaan. Orang seperti itulah yang akan berseru “celaka kita, sebab kita dibinasakan”.

Ikan kecil-kecil suka melawan arus. Jadilah orang Kristen yang bukan dibawa arus tetapi yang melawan arus.
Ibrani 2:1
2:1 Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus.

Alkitab adalah isi hati, pikiran, kerinduan hati, kehendak dan perasaan Tuhan yang dinyatakan kepada kita manusia. Akitab ini terdiri dari dua perjanjian yaitu perjanjian lama dan perjanjian baru. Kedua ini ditolak oleh manusia, manusia tidak menghiraukan dan menanggapinya sehingga Tuhan harus memberikan penghukuman berganda kepada manusia yang tidak menghargainya.

Zakharia 6:1-3
6:1 Aku melayangkan mataku pula, maka aku melihat: tampak keluar empat kereta dari antara dua gunung. Adapun gunung-gunung itu adalah gunung-gunung tembaga.
6:2 Kereta pertama ditarik oleh kuda merah, kereta kedua oleh kuda hitam.
6:3 Kereta ketiga oleh kuda putih, dan kereta keempat oleh kuda yang berbelang-belang dan berloreng-loreng.

Berloreng-loreng ini adalah pakaian militer. Ini adalah gemasnya Tuhan terhadap manusia yang menolak rencana Allah. Jangan sampai kita menambah barisan orang yang menolak lawatan Tuhan sebab begitu kita menolak lawatan Tuhan kita akan berhadapan dengan dua kali lipat hukuman Tuhan.

Dalam pelataran Tabernakel ada dua tumpukan tembaga. Yang satu Tuhan perlihatkan Mezbah tembaga yang menunjuk di mana Tuhan Yesus yang menanggung pemberontakkan kita. Yang kedua adalah kolam basuhan yang menunjukkan bagaimana Tuhan mengajar kepada kita untuk masuk pada pengkuburan dosa-dosa kita. Itulah baptisan air yang Tuhan Yesus sudah memberikan teladan.

Bagi umat Tuhan yang menghargai lawatan Tuhan maka fungsi kereta bukan untuk mencelakakan.
1.      Kereta yang membawa bekal bagi umatNya
Kejadian 45:21,27
45:21 Demikianlah dilakukan oleh anak-anak Israel itu. Yusuf memberikan kereta kepada mereka menurut perintah Firaun; juga diberikan kepada mereka bekal di jalan.
45:27 Tetapi ketika mereka menyampaikan kepadanya segala perkataan yang diucapkan Yusuf, dan ketika dilihatnya kereta yang dikirim oleh Yusuf untuk menjemputnya, maka bangkitlah kembali semangat Yakub, ayah mereka itu.

Begitu kereta itu baru dilihat dan belum dinikmati namun sudah membangkitakan semangat Yakub. Dipertanyakan kalau ada umat Tuhan dan pelayanan Tuhan yang sudah melihat kereta yang berisi logistik dari Tuhan yaitu pembukaan rahasia Firman tetapi gairahnya tidak bangkit. Kehidupan yang seperti itu sama dengan bawa diri pada kehancuran dan berkata “celakalah kita, kita dibinasakan”

Kejadian 45:28
45:28 Kata Yakub: "Cukuplah itu; anakku Yusuf masih hidup; aku mau pergi melihatnya, sebelum aku mati."
Yusuf dalam kitab Kejadian adalah gambaran lemah tentang sidang jemaat mempelai. Ketika kita dilawati Firman dalam kelimpahannya biarlah kita berkata saya mau menjadi mempelai wanita untuk Kristus. Gereja sedang bertunangan dengan Tuhan Yesus.
II Korintus 11:2
11:2 Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.

Tuhan belum menemukan gerejaNya yang sempurna namun Tuhan sudah siap untuk menjadi suami kita.
Yesaya 54:5
54:5 Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi.

Jangan kita anggap biasa pembukaan rahasia Firman. Kehidupan yang sudah mendengar pembukaan rahasia Firman lalu tidak bergairah, tidak muncul semangat untuk berjumpa dengan Yusuf, untuk masuk dalam pembentukan Tubuh Kristus menjadi Mempelai Wanita Tubuh Kristus yang sempurna maka mengundang bencana ganda pada dirinya sendiri.

2.      Kereta yang dipakai untuk mengangkat perkakas rumah Tuhan
Bilangan 7:4-9
7:4 Kemudian TUHAN berfirman kepada Musa:
7:5 "Terimalah semuanya itu dari mereka, supaya dipergunakan untuk pekerjaan pada Kemah Pertemuan; berikanlah semuanya itu kepada orang Lewi, sesuai dengan keperluan pekerjaan masing-masing."
7:6 Lalu Musa menerima kereta-kereta dan lembu-lembu itu dan memberikannya kepada orang Lewi;
7:7 dua kereta dengan empat ekor lembu diberikannya kepada bani Gerson, sesuai dengan keperluan pekerjaan mereka,
7:8 dan empat kereta dengan delapan ekor lembu diberikannya kepada bani Merari, sesuai dengan keperluan pekerjaan mereka di bawah pimpinan Itamar, anak imam Harun itu.
7:9 Tetapi kepada bani Kehat tidak diberikannya apa-apa, karena pekerjaan mereka ialah mengurus barang-barang kudus, yang harus diangkat di atas bahunya.

Kereta ini dipakai mengangkut perkakas Tabernakel untuk berpindah tempat, berarti ada tanda maju. Jadi kereta yang dipakai untuk mengangkat perkakas rumah Tuhan dalam pergerakan Israel ke tanah Kanaan menunjuk kepada kita bahwa Allah menginginkan kita untuk maju dalam pembangunan Tubuh Kristus yang akan berakhir di Yerusalem Baru. Tabernakel ini setelah tiba di tanah perjanjian terlihat seperti berakhir di bukit Gibeon sesungguhnya tidak, tetapi berakhir di Bait Allah yang dibangun di bukit Moria. Kita ditingkatkan oleh Tuhan untuk masuk dalam kegerakan pembangunan Tubuh Kristus dan berakhir dalam Bait Allah.
II Tawarikh 5:2-6
5:2 Pada waktu itu Salomo menyuruh para tua-tua Israel dan semua kepala suku, para pemimpin puak orang Israel, berkumpul di Yerusalem, untuk mengangkut tabut perjanjian TUHAN dari kota Daud, yaitu Sion.
5:3 Maka pada hari raya di bulan ketujuh berkumpullah di hadapan raja semua orang Israel.
5:4 Setelah semua tua-tua orang Israel datang, maka orang-orang Lewi mengangkat tabut itu.
5:5 Mereka mengangkut tabut itu dan Kemah Pertemuan dan segala barang kudus yang ada dalam kemah itu; semuanya itu diangkut oleh imam-imam dan orang-orang Lewi.
5:6 Tetapi raja Salomo dan segenap umat Israel yang sudah berkumpul di hadapannya, berdiri di depan tabut itu, dan mempersembahkan kambing domba dan lembu sapi yang tidak terhitung dan tidak terbilang banyaknya.

1 Tawarikh 22:19
22:19 Maka sekarang, arahkanlah hati dan jiwamu untuk mencari TUHAN, Allahmu. Mulailah mendirikan tempat kudus TUHAN, Allah, supaya tabut perjanjian TUHAN dan perkakas kudus Allah dapat dibawa masuk ke dalam rumah yang didirikan bagi nama TUHAN."

Ini menunjuk penghargaan Salomo terhadap Tabut yang sudah satu dengan kemah pertemuan dan Bait Allah yang menunjuk penghargaan kepada Tuhan tidak bisa lagi diukur. Di sini ada 6 kereta dan 12 ekor lembu, ini adalah kemurahan Tuhan, jangan kita ganti kemurahan Tuhan dengan hukuman yang berlipat ganda.

Wahyu 18:4-6
18:4 Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: "Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya.
18:5 Sebab dosa-dosanya telah bertimbun-timbun sampai ke langit, dan Allah telah mengingat segala kejahatannya.
18:6 Balaskanlah kepadanya, sama seperti dia juga membalaskan, dan berikanlah kepadanya dua kali lipat menurut pekerjaannya, campurkanlah baginya dua kali lipat di dalam cawan pencampurannya;

Dalam pekerjaan Tuhan Yesus untuk menyatukan dua menjadi satu Dia merubah air anggur lama menjadi air anggur baru. Babel tidak bisa menerima dua yang menjadi satu itu sebabnya dia menerima dua menjadi satu dalam bentuk hukuman, dia menerima dua kali lipat penghukuman dalam tempo satu jam.

Babel tidak memiliki ibadah yang terbenahi, bahkan dia berkata dia ratu dan bukan janda. Artinya dia berkata punya Firman pengajaran padahal dia janda rohani sebab bukan Firman pengajaran yang benar.

Dalam Yerusalem Baru ada permata Yaspis artinya kerinduan yang berkobar-kobar (menyala-nyala). Biarlah kita berkobar-kobar untuk menjadi Mempelai Wanita Kristus yang sempurna. Allah sedang melayani kita dengan kereta yang begitu limpah dan biarlah kita seperti Yakub yang baru melihat dan belum menikmatinya namun hatinya sudah berkobar-kobar. Ini adalah ciri kehidupan yang akan masuk dalam pembentukan Tubuh Kristus yang disebut “Yusuf”. Yusuf artinya bertambah-tambah.


Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar