20130824

Kebaktian Doa, Sabtu 24 Agustus 2013 Pdt. Bernard Legontu


Salam sejahtera di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kekasih jiwa kita Mempelai Pria Sorga.

Amos 2:6-10
2:6 Beginilah firman TUHAN: "Karena tiga perbuatan jahat Israel, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka menjual orang benar karena uang dan orang miskin karena sepasang kasut;
2:7 mereka menginjak-injak kepala orang lemah ke dalam debu dan membelokkan jalan orang sengsara; anak dan ayah pergi menjamah seorang perempuan muda, sehingga melanggar kekudusan nama-Ku;
2:8 mereka merebahkan diri di samping setiap mezbah di atas pakaian gadaian orang, dan minum anggur orang-orang yang kena denda di rumah Allah mereka.
2:9 Padahal Akulah yang memunahkan dari depan mereka, orang Amori, yang tingginya seperti tinggi pohon aras dan yang kuat seperti pohon tarbantin; Aku telah memunahkan buahnya dari atas dan akarnya dari bawah.
2:10 Padahal Akulah yang menuntun kamu keluar dari tanah Mesir dan memimpin kamu empat puluh tahun lamanya di padang gurun, supaya kamu menduduki negeri orang Amori;

Dalam perjalanan gereja Tuhan di akhir zaman kita akan diperhadapkan dengan berbagai hambatan dan tantangan yang datang dari 2 sisi. Bila datang dari luar mudah untuk kita tepis tetapi kalau datang dari dalam itu yang paling berat. Kita harus mewaspadai karena sekarang ini keteladanan sudah menjadi suram. Bahkan ada upaya untuk tidak meneladai para pendahulu kita lewat bahasa “tidak usah menyinggung-nyinggung Firman yang disampaikan oleh yang telah mendahului kita”. Ini suatu siasat iblis untuk membuat umat Tuhan menjadi terkendala, padahal teladan yang ditinggalkan lewat rasul-rasul dan penerusnya sampai saat ini perlu kita perhatikan.

Rasul Paulus mengajar untuk meneladani dia sebagaimana dia meneladani Kristus.
I Korintus 4:16
4:16 Sebab itu aku menasihatkan kamu: turutilah teladanku!

Filipi 3:17
3:17 Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu.

I Korintus 11:1
11:1 Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.

Di dalam pelayanannya, rasu Paulus sampai melepaskan haknya. Kalau dia melayani tidak ada motivasi untuk menjalankan kolekte. Lebih baik dia mati dari pada dia harus menyampaikan injil dengan tujuan mencari korban.Keteladanan ini ditinggalkan oleh banyak hamba-hamba Tuhan mulai dari Pdt. Van Gessel, Pdt. Totaijs, Pdt. In Yuwono dan Pdt. Pong Dongalemba yang ketika mengadakan KKR mereka tidak pernah menjalankan kolekte. Kenapa? Sebab Kabar Mempelai ini harus diberitakan dengan cuma-cuma.
Matius 10:8
10:8 Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.

II Korintus 11:7
11:7 Apakah aku berbuat salah, jika aku merendahkan diri untuk meninggikan kamu, karena aku memberitakan Injil Allah kepada kamu dengan cuma-cuma?

Roh Kudus dan Mempelai Wanita berseru datanglah dengan cuma.
Wahyu 22:17
22:17 Roh dan pengantin perempuan itu berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma!

Kalau dalam pemberitaan Firman sudah ada motivasi dan tujuan sampai menjalankan pundi itu sudah tidak menjadi teladan. Itu bukan diutus oleh Tuhan tetapi mengutus diri sendiri.
I Korintus 9:17-18
9:17 Kalau andaikata aku melakukannya menurut kehendakku sendiri, memang aku berhak menerima upah. Tetapi karena aku melakukannya bukan menurut kehendakku sendiri, pemberitaan itu adalah tugas penyelenggaraan yang ditanggungkan kepadaku.
9:18 Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil.

Kesalahan Israel terjadi karena tujuan pelayanan dan tujuan hidup mereka secara utuh, sudah mengecilkan kebenaran Firman dan semata-mata hanya untuk mengejar pemenuhan kebutuhan lahiriah. Sehingga orang benar mereka jual. Siapa orang benar ini?
Lukas 23:47
23:47 Ketika kepala pasukan melihat apa yang terjadi, ia memuliakan Allah, katanya: "Sungguh, orang ini adalah orang benar!"

Tuhan Yesus adalah orang benar dan Tuhan Yesus adalah Firman. Jadi menjual Firman sama dengan menjual Tuhan Yesus. Sekarang ini banyak pendeta-pendeta yang berani menjual Firman. Jadi Firman itu ditunggangi untuk memenuhi kebutuhan lahirah. Ini kesalahan besar, sehingga dalam pelayanan hanya mengejar kolekte. Anak Tuhan kalau tidak paham akan jatuh ke dalamnya nanti. Pelayanan seperti ini langkahnya menuju pada persekutuan dengan Yudas Iskariot.

Yakobus 5:6
5:6 Kamu telah menghukum, bahkan membunuh orang yang benar dan ia tidak dapat melawan kamu.

Orang benar ini menunjuk pribadi Tuhan Yesus sendiri dan menubuatkan akhir zaman ini betapa banyak pelayan-pelayan yang menjual Firman. Rasul Paulus sudah berbicara tentang hal ini dengan lantang dan jelas tetapi masih juga banyak yang melanggar karena daging, karena ada kesalahan-kesalahan yang melatar belakangi.
II Korintus 2:14-16
2:14 Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana.
2:15 Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa.
2:16 Bagi yang terakhir kami adalah bau kematian yang mematikan dan bagi yang pertama bau kehidupan yang menghidupkan. Tetapi siapakah yang sanggup menunaikan tugas yang demikian?

Orang yang mendengar sudah harus bisa langsung memberikan garis pemisah, ini yang benar dan mana yang tidak benar, tidak boleh ada kompromi!Jangan berkata dari yang matiyang sudah jelas menyimpang masih ada yang bisa kita ambil. Hal seperti itu pantang di hadapan Tuhan kalau kita mau menuju pada kesempurnaan, mau menjadi istri Anak Domba Allah. Tuhan Yesus teladan kita dan rasul Paulus membuka diri menjadi teladan kita. Paulus juga mengajarkan kepada Timotius untuk meneladani dia dan Timotius mempercayakan teladan ini kepada orang yang dapat dipercaya. Secara estafet sampai sekarang ini ada hamba Tuhan yang bisa diteladani dan dipercaya beritanya.

Paulus mau melepaskan haknya dan di sinilah letak beratnya.
I Korintus 9:12-18
9:12 Kalau orang lain mempunyai hak untuk mengharapkan hal itu dari pada kamu, bukankah kami mempunyai hak yang lebih besar? Tetapi kami tidak mempergunakan hak itu. Sebaliknya, kami menanggung segala sesuatu, supaya jangan kami mengadakan rintangan bagi pemberitaan Injil Kristus.
9:13 Tidak tahukah kamu, bahwa mereka yang melayani dalam tempat kudus mendapat penghidupannya dari tempat kudus itu dan bahwa mereka yang melayani mezbah, mendapat bahagian mereka dari mezbah itu?
9:14 Demikian pula Tuhan telah menetapkan, bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan Injil itu.
9:15 Tetapi aku tidak pernah mempergunakan satu pun dari hak-hak itu. Aku tidak menulis semuanya ini, supaya aku pun diperlakukan juga demikian. Sebab aku lebih suka mati dari pada ...! Sungguh, kemegahanku tidak dapat ditiadakan siapa pun juga!
9:16 Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.
9:17 Kalau andaikata aku melakukannya menurut kehendakku sendiri, memang aku berhak menerima upah. Tetapi karena aku melakukannya bukan menurut kehendakku sendiri, pemberitaan itu adalah tugas penyelenggaraan yang ditanggungkan kepadaku.
9:18 Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil.

Kalau pelayanan karena dorongan dari diri sendiri maka dia akan mencari upah. Pelayanan yang mencari upah itu pelayanan karena maunya sendiri bukan dorongan dari Tuhan. Jadi beda yang menjadi teladan dan yang tidak menjadi teladan, beda yang memberitakan Firman karena didorong oleh Tuhan dan yang didorong oleh dirinya sendiri.

II Korintus 2:17
2:17 Sebab kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah. Sebaliknya dalam Kristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atas perintah Allah dan di hadapan-Nya.
Apakah Paulus melakukan pelanggaran etika dengan perkataan ini? Tidak, dia menyatakan dengan transparan bahwa motivasi pelayanan bukan untuk mencari keuntungan.

Jangan sampai kita beribadah ternyata langkah kita justru mengarah pada persekutuan dengan Yudas Iskariot karena dia akhirnya menjual Yesus orang benar hanya dengan 30 keping uang perak. Terlalu murahnya dia menawari Yesus sampai karena murahnya dia menyepak Yesus dengan belakang tumitnya. Berarti dia sama sekali tidak mau melihat Yesus, dia menganggap sebagai sesuatu yang tidak ada nilainya.
Yohanes 13:18
13:18 Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku.

Mazmur 41:10 (Terjemahan Lama)
41:10 Sesungguhnya sahabatku yang telah aku harap padanya dan yang makan sehidangan dengan aku, ia itu juga telah mengangkat tumitnya melawan aku.

Zakharia 11:12
11:12 Lalu aku berkata kepada mereka: "Jika itu kamu anggap baik, berikanlah upahku, dan jika tidak, biarkanlah!" Maka mereka membayar upahku dengan menimbang tiga puluh uang perak.

Ini adalah nubuatan bagaimana nantinya Yudas Iskariot menjual Tuhan Yesus. Ayat 12 ini diapit oleh ayat 10 dan ayat 14. Kalau keadaan sudah seperti ini yaitu menjual orang benar maka ada 2 hal yang akan terjadi terhadap orang itu:
a)      Tongkat kemurahan dipatahkan berarti hubungan secara vertikal yaitu hubungan dengan Tuhan putus
Zakharia 11:10
11:10 Aku mengambil tongkatku "Kemurahan", lalu mematahkannya untuk membatalkan perjanjian yang telah kuikat dengan segala bangsa.

b)      Tongkat ikatan dipatahkan berarti hubungan secara horizontal yaitu hubungan dengan sesama putus
Zakharia 11:14
11:14 Kemudian aku mematahkan tongkat yang kedua, yaitu "Ikatan", untuk meniadakan persaudaraan antara Yehuda dan Israel.

Jadi kalau pelayanan sudah punya motivasi seperti ini benar-benar sudah menjadi seteru salib. Di akhir zaman hal seperti ini akan terjadi.
Roma 16:17-18
16:17 Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!
16:18 Sebab orang-orang demikian tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya.

Menjual orang benar sama dengan memutuskan hubungan dengan Tuhan (kepala) dan memutuskan hubungan dengan sesama (anggota tubuh). Hal ini belum kelihatan tetapi akan menjadi nyata ketika Tuhan datang.
Roma 2:16
2:16 Hal itu akan nampak pada hari, bilamana Allah, sesuai dengan Injil yang kuberitakan, akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia, oleh Kristus Yesus.

Tidak usah kaget kalau ada perpecahan karena Firman Tuhan telah menggaris bawahi akan terjadi perpecahan.
Roma 16:17
16:17 Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!

Matius 26:15
26:15 Ia berkata: "Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?" Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya.

Imam-imam kepala, imam besar, ahli-ahli Taurat dan orang Farisi  membeli Yesus bukan untuk mereka miliki tetapi untuk mereka bunuh. Yudas menjual Yesus untuk memperoleh keuntungan secara jasmani. Keduanya ini negatif. Jangan kita memiliki pengajaran tetapi untuk kita binasakan. Jangan menjual Firman untuk memperoleh keuntungan.

Keluaran 21:32
21:32 Tetapi jika lembu itu menanduk seorang budak laki-laki atau perempuan, maka pemiliknya harus membayar tiga puluh syikal perak kepada tuan budak itu, dan lembu itu harus dilempari mati dengan batu.

Tuhan Yesus disamakan dengan lembu nakal yang menanduk budak laki-laki atau perempuan. Budak laki-laki dan perempuan mengurus persoalan ekonomi majikannya. Jadi mereka menganggap lebih utama persoalan ekonami dari pada lembu yaitu Yesus orang benar itu. Jadi kebenaran dihempaskan hanya karena persoalan financial.

Biarlah kita keluar melayani bukan karena kehendak kita tetapi karena Tuhan. Kalau Tuhan yang utus jangan memikirkan imbalan.

I Korintus 9:17-18
9:17 Kalau andaikata aku melakukannya menurut kehendakku sendiri, memang aku berhak menerima upah. Tetapi karena aku melakukannya bukan menurut kehendakku sendiri, pemberitaan itu adalah tugas penyelenggaraan yang ditanggungkan kepadaku.
9:18 Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil.

Inilah tantangan bagi hamba Tuhan kalau mau melayani. Umat Tuhan harus mengerti dan memahami apa maksud pelayanan yang kita nikmati ini.


Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar