20150516

Kebaktian Doa, Sabtu 16 Mei 2015 Pdt. Bernard Legontu



Salam sejahtera di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Amos 9:11-15 (Janji tentang keselamatan)
9:11 "Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh; Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendirikan kembali reruntuhannya; Aku akan membangunnya kembali seperti di zaman dahulu kala,
9:12 supaya mereka menguasai sisa-sisa bangsa Edom dan segala bangsa yang Kusebut milik-Ku," demikianlah firman TUHAN yang melakukan hal ini.
9:13 "Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman TUHAN, "bahwa pembajak akan tepat menyusul penuai dan pengirik buah anggur penabur benih; gunung-gunung akan meniriskan anggur baru dan segala bukit akan kebanjiran.
9:14 Aku akan memulihkan kembali umat-Ku Israel: mereka akan membangun kota-kota yang licin tandas dan mendiaminya; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan minum anggurnya; mereka akan membuat kebun-kebun buah-buahan dan makan buahnya.
9:15 Maka Aku akan menanam mereka di tanah mereka, dan mereka tidak akan dicabut lagi dari tanah yang telah Kuberikan kepada mereka," firman TUHAN, Allahmu.

Lima ayat ini dibagi empat:
Ayat 11: Janji tentang pemulihan
Ayat 12: Menjadikan milik Tuhan berkemenangan atas sisa bangsa Edom.
Ayat 13-14: Tentang kemakmuran rohani, kesuburan atau kesempurnaan rohani, bukan jasmani.
Ayat 15: Tentang penetapan di mana Tuhan tidak akan mencabut lagi umat Tuhan dari tanah yang dijanjikan. Israel dan kita umat Tuhan berada bersama dalam Ibrani 12:22-23.

Sekarang ini ada kecenderungan menyelewengkan isi dari ayat 11.
Amos 9:11
9:11 "Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh; Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendirikan kembali reruntuhannya; Aku akan membangunnya kembali seperti di zaman dahulu kala,

Di sini penyimpangan yang kita temukan dalam gereja bahwa isi dari pondok Daud itu selalu diberi penekanan pujian dan penyembahan. Secara logika itu memang masuk akal tetapi sesungguhnya berbicara pondok Daud sebenarnya Daud tidak pernah merindukan membangun pondok itu. Daud menyampaikan kerinduan hatinya kepada nabi Natan supaya memohon kepada Tuhan agar apa yang dia pendam yaitu melihat tabut perjanjian yang masih berada di dalam tenda supaya dibangunkan Bait Allah. Itu kerinduan Daud yang paling kuat untuk membangun bait Allah dan bukannya mendirikan pondok Daud. Pondok Daud itu hanya bersifat darurat.
I Tawarikh 16:1
16:1 Tabut Allah itu dibawa masuk, lalu diletakkan di tengah-tengah kemah yang dipasang Daud untuk itu, kemudian mereka mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan di hadapan Allah.

II Samuel 7:2
7:2 berkatalah raja kepada nabi Natan: "Lihatlah, aku ini diam dalam rumah dari kayu aras, padahal tabut Allah diam di bawah tenda."

Raja Daud sadar dia sudah membangun istana untuk kepentingan dirinya sementara Tabut perjanjian yang menunjuk kasih Allah, yang seharusnya kita ditarik masuk ke dalamnya, hanya dibuatkan tempat yang darurat. Untuk dirinya sesuatu yang permanen tetapi untuk Tuhan darurat. Hal ini tidak dibenarkan dan Daud tidak nyaman seperti ini.

Kesalahan Daud ini jangan terulang dalam diri kita, kita harus mengutamakan Peti Perjanjian. Peti perjanjian harus permanen dalam diri kita. Artinya kita harus mengarahkan diri kita masuk dalam pembangunan Tubuh Kristus, itu yang harus menjadi prioritas kita yaitu menjadi Mempelai Wanita, untuk menampung kasih Allah sepenuhnya.

Apa yang dirindukan Daud ini Tuhan jawab tetapi bukan dia yang harus membangun melainkan anaknya yaitu Salomo.

Yesaya 16:5
16:5 maka suatu takhta akan ditegakkan dalam kasih setia dan di atasnya, dalam kemah Daud, akan duduk senantiasa seorang hakim yang menegakkan keadilan, dan yang segera melakukan kebenaran."

Nuansa kemah Daud ini yang ditekankan adalah keadilan dan kebenaran. Ini adalah warna nikah, suasana peti perjanjian, sebab Tuhan berjanji “Aku akan menjadikan engkau istriKu dalam keadilan dan kebenaran”. Apakah pelayan yang mempraktekkan praise and worship itu paham bahwa dia adalah isteri Anak Domba Allah? Apakah kita mau dibangun oleh Tuhan menjadi isteri Anak Domba Allah dalam keadilan dan kebenaran? Itulah isi takhta yang ada di dalam pondok Daud. Itu yang harus ditekankan. Sebab kalau tidak keluhan Tuhan akan dinyatakan kepada gereja Tuhan yang menyelewengkan hal ini.

Yang menyelewengkan ini lebih banyak pujian dan penyembahan dalam ibadah. Mereka berpikir pujian itu memberi dan memberi itu lebih hormat dari pada menerima karena mereka mengangkat ayat yang mengatakan “Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima”. Kita berhadapan dengan Tuhan bukan kepada sesama manusia. Kalau kita berhadapan dengan sesama manusia dan kita memberikan sesuatu maka dia tidak peduli dengan sipemberi yang penting dia menerima apa yang kita berikan. Tetapi Tuhan bukan genggaman kita atau besarnya pemberian kita yang Tuhan lihat tetapi siapa yang memberi itu yang akan Tuhan perhatikan apakah hidup disucikan atau tidak. Itu sebabnya jangan kita salah dalam hal ini.

Sebab itu raja Daud mempunyai minat yang begitu tinggi “tabut hanya di dalam tenda dan aku di dalam istana” sehingga dia menyampaikan ingin membangun Bait Allah, itu adalah tempat Tabut Perjanjian. Dulunya kemah Musa atau Tabernakel adalah tempat Tabut. Kesalahan setelah tabut terpisah dengan tabernakel, dia membangun tenda yang lain. Jadi kalau kita menomorsatukan kemah Daud itu sama dengan memisahkan Kepala dan Tubuh. Tabut perjanjian yang dipisahkan dari Tabernakel sama dengan Tubuh dan Kepala yang dipisahkan.

Orang yang mempraktekkan seperti itu tidak paham bahwa hidup itu sebenarnya digarap oleh Firman Pengajaran untuk menjadi isteri Anak Domba Allah, untuk menjadi istri dalam keadilan, kesetiaan dan kebenaran. Jangan kita terlibat dalam hal seperti itu terlihat seperti tidak salah. Mengapa Allah berfirman:
Amos 5:21-23
5:21 "Aku membenci, Aku menghinakan perayaanmu dan Aku tidak senang kepada perkumpulan rayamu.
5:22 Sungguh, apabila kamu mempersembahkan kepada-Ku korban-korban bakaran dan korban-korban sajianmu, Aku tidak suka, dan korban keselamatanmu berupa ternak yang tambun, Aku tidak mau pandang.
5:23 Jauhkanlah dari pada-Ku keramaian nyanyian-nyanyianmu, lagu gambusmu tidak mau Aku dengar.

Kenapa Daud tidak berani pergi ke bukit Gibeon di mana ada Tabernakel? Karena Daud melakukan kesalahan fatal. Dia menyuruh menghitung jumlah orang Israel lewat panglimanya yaitu Yoab. 9 bulan Yoab menghitung orang Israel, 9 bulan Daud mengandung dosa sehingga melahirkan 70.000 orang Israel mati. Akhirnya Daud tidak berani lagi pergi ke Tabernakel karena dia takut pada pedang yang ada di sana. Kenapa orang tidak berani menampilkan pengajaran Tabernakel? Karena pengajaran itu bagaikan pedang yang tajam dan orang mencari yang lembut yang senangkan manusia.

I Tawarikh 21:28-30
21:28 Pada waktu itu juga Daud mempersembahkan korban di sana, ketika ia melihat, bahwa TUHAN telah menjawab dia di tempat pengirikan Ornan, orang Yebus itu.
21:29 Kemah Suci, yang dibuat Musa di padang gurun, dan mezbah korban bakaran pada waktu itu ada di bukit pengorbanan di Gibeon,
21:30 tetapi Daud tidak berani pergi ke sana berhadapan dengan Allah untuk menanyakan petunjuk-Nya, sebab ia takut kepada pedang malaikat TUHAN itu.

Banyak orang menolak pengajaran Tabernakel karena takut ketajaman pedang Firman. Kebanyakan malah orang menjadi pengolok Tabernakel. Salah satu yang diolok oleh antikristus di Sorga adalah Tabernakel bukan pondok Daud sebab iblis tidak takut dengan pondok Daud. Yang iblis takuti adalah Tabernakel itu sebabnya dia hujat.

Daud tidak berani pergi ke Tabernakel untuk bertanya Firman kepada Tuhan sebab takut ada pedang di situ. Mari kita memperhatikan agar kita tidak salah, apa sebenarnya pondok Daud itu. Takhta Daud ada di situ dan akan tampil dalam keadilan dan kebenaran. Itu sasaran dari Daud. Jadi apa yang ditulis dalam Amos pasal 9 ayat 11 disalah artikan.

Kalau dikatakan pembaharuan atau pemulihan dalam gereja Tuhan, yang terjadi dalam gereja Tuhan umum bukan pemulihan yang hakiki sesuai isi hati Tuhan tetapi pemulihan liturgi. Liturgi atau tata cara gereja itu bisa dirubah-rubah. Contohnya dulu beribadah tanpa alat musik lalu memakai alat musik dengan bertepuk tangan dan sekarang lebih lagi dengan tari-tarian. Itu hanya pemulihan liturgi bukan pemulihan yang sesungguhnya.

Daud melakukan kesalahan dan dia takut bertanya kepada Tuhan di Tabernakel yang dibangun oleh Musa yang ada di bukit Gibeon. Setelah Salomo menggantikan raja Daud, sebelum dia melakukan pekerjaan lebih dahulu dia pergi ke Gibeon untuk bertanya pada Tuhan di Tabernakel. Tuhan memberikan dia mimpi setelah mempersembahkan 1.000 ekor domba. Artinya penghargaan Salomo begitu tinggi terhadap Korban Kristus.

Dia memberi dan Tuhan juga memberi kepadanya. Tuhan bertanya “apa yang engkau mau akan Aku berikan”. Ternyata yang dia minta hikmat karena dia diperhadapkan dengan bangsa yang besar, dia minta hikmat untuk dapat menyelesaikan segala masalah di tengah-tengah umat Tuhan. Tuhan memberikan hikmat dan ditambah dengan nyawa musuhnya, kekayaan, umur panjang dan semuanya Tuhan tambahkan.

Jadi apa yang diminta oleh Salomo adalah hikmat. Untuk kita sekarang adalah pembukaan rahasia Firman. Jangan menjadi kehidupan Kristen hanya beribadah tanpa kerinduan hati untuk mengetahui apa yang dirindukan oleh Tuhan. Tuhan akan menyatakan “Aku akan memperisterikan engkau dalam keadilan dan kebenaran”. Berarti kita didorong masuk dalam suasana peti perjanjian (nikah yang rohani).

Kita lihat nubuatan dalam Matius pasal 1 dan Lukas pasal 1 tentang Yesus yang duduk di takhta itu. Itulah Yesus Mempelai Laki-laki Sorga yang duduk di takhta Daud. Yesus duduk di sana untuk mendapatkan isteri (gereja Tuhan). Semoga saudara adalah orang yang ada di situ.

Amos 9:11 adalah janji tentang pemulihan. Apakah kita sedang dipulihkan? Kita ini mengaku dipulihkan tetapi stagnan/ tinggal di tempat, ibadah hanya diisi dengan pujian tetapi tidak tahu mengarah ke mana. Jemaat hanya diisi dengan kemakmuran jasmani dan tidak diarahkan untuk dibawa menjadi istri Anak Domba Allah. Bagaimana jemaat mau tahu kalau tidak ditunjukkan. Sejauh mana pengenalan gembala sejauh itu kalau gembala pengenalannya dangkal jemaat juga dangkal.

Umat diharapkan untuk bergumul agar gembala mempunyai pemahaman yang mendalam supaya kita mengkonsumsi apa yang dia terima dari Tuhan dan bukan hal-hal yang lain. Apalagi kalau sampai meremehkan gembala. Jangan coba remehkan gembalamu! Saya bukan hamba Tuhan yang main-main. Sementara mendengar Firman jangan berisik supaya kita betul-betul diarahkan oleh Tuhan pada satu sasaran sebab penggembalaan itu akan mengarahkan saudara untuk menjadi istri Anak Domba Allah. Bukannya diam di tempat dan hanya diisi dengan pujian, bukan hanya sekedar mendengar Firman begitu saja.
Ulangan 17:12; 33:8-11
17:12 Orang yang berlaku terlalu berani dengan tidak mendengarkan perkataan imam yang berdiri di sana sebagai pelayan TUHAN, Allahmu, ataupun perkataan hakim, maka orang itu harus mati. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari antara orang Israel.
33:8 Tentang Lewi ia berkata: "Biarlah Tumim dan Urim-Mu menjadi kepunyaan orang yang Kaukasihi, yang telah Kaucoba di Masa, dengan siapa Engkau berbantah dekat mata air Meriba;
33:9 yang berkata tentang ayahnya dan tentang ibunya: aku tidak mengindahkan mereka; ia yang tidak mau kenal saudara-saudaranya dan acuh tak acuh terhadap anak-anaknya. Sebab orang-orang Lewi itu berpegang pada firman-Mu dan menjaga perjanjian-Mu;
33:10 mereka mengajarkan peraturan-peraturan-Mu kepada Yakub, hukum-Mu kepada Israel; mereka menaruh ukupan wangi-wangian di depan-Mu dan korban yang terbakar seluruhnya di atas mezbah-Mu.
33:11 Berkatilah, ya TUHAN, kekuatannya dan berkenanlah kepada pekerjaannya. Remukkanlah pinggang orang yang melawan dia dan yang membenci dia, sehingga mereka tidak dapat bangkit."

Jangan kita menjadi penghujat. Sementara hamba Tuhan memaparkan isi hati Tuhan jangan sampai kita menjadi penghujat.

Yang dihujat oleh antikristus bukan pondok Daud sebab iblis tidak gentar dengan pondok Daud, tetapi yang dia hujat adalah Tabernakel.
Wahyu 13:6
13:6 Lalu ia membuka mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga.

Salah satu yang dihujat adalah kemah kediamanNya atau Tabernakel, itu menunjuk isteri Anak Domba Allah.

Menghujat ini dalam terjemahan aslinya adalah blesfonia. Ada empat artinya:
1.      Menyalahkan
2.      Merugikan, dirinya sendiri dia rugikan dan juga orang lain.
3.      Menyakiti. Kalau saudara dihujat pasti sakit.
4.      Tidak adil. Tadinya akan diperisterikan dalam keadilan dan kebenaran. Tetapi kalau tidak adil maka tidak akan berhasil menjadi isteri Anak Domba Allah.

Dari empat poin tadi kesimpulannya adalah menyatakan hal-hal yang tidak benar dan jahat (mengutuki Allah dan orang lain serta gembala). Kita harus paham bahwa kita digembalakan bukan hanya sekedar menjalankan ibadah dalam suatu upacara. Sebab apa yang diketahui oleh gembala akan dia curah kepada kita. Kalau gembala tidak tahu jemaat yang dia pimpin sangat prihatin.

Kisah Para Rasul 15:14-17
15:14 Simon telah menceriterakan, bahwa sejak semula Allah menunjukkan rahmat-Nya kepada bangsa-bangsa lain, yaitu dengan memilih suatu umat dari antara mereka bagi nama-Nya.
15:15 Hal itu sesuai dengan ucapan-ucapan para nabi seperti yang tertulis:
15:16 Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan,
15:17 supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini,

Nafas dari Amos 9:11 dan Kisah Para Rasul 15:16 yang berbicara tentang pondok Daud adalah untuk mendapatkan milikNya itulah Mempelai WanitaNya dari tengah-tengah bangsa kafir. Apakah orang yang mengutamakan pujian dan penyembahan ada penekanan seperti itu ternyata tidak ada karena bukan itu penekanan mereka.

Penampilan Firman Allah itu keras dan tajam lebih tajam dari pedang yang bermata dua tidak enak bagi daging makanya banyak umat Tuhan tidak sampai menjadi Mempelai Wanita Tuhan karena tersangkut di tengah jalan atau jalan di tempat.

Yang dibicarakan di sini adalah persoalan bangsa kafir yang sudah menerima Yesus sebagai Tuhannya bersama orang-orang Yahudi tetapi orang Yahudi masih menuntut bahwa bangsa kafir ini harus digarap seperti cara Taurat. Itu sebabnya ketika Petrus tampil dia berkata “mengapa kita harus menanggungkan beban sementara nenek moyang kita tidak mampu melakukannya”.
Kisah Para Rasul 15:3
15:3 Mereka diantarkan oleh jemaat sampai ke luar kota, lalu mereka berjalan melalui Fenisia dan Samaria, dan di tempat-tempat itu mereka menceriterakan tentang pertobatan orang-orang yang tidak mengenal Allah. Hal itu sangat menggembirakan hati saudara-saudara di situ.

Ayat di atas ini menceritakan pembangunan Tubuh Kristus. Adanya pertobatan dari bangsa kafir melahirkan sukacita dari orang lain. Salah satu sukacita yang hadir dalam diri kita kalau melihat jiwa baru.

Kisah Para Rasul 15:4
15:4 Setibanya di Yerusalem mereka disambut oleh jemaat dan oleh rasul-rasul dan penatua-penatua, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka.

Waktu rombongan Paulus dari Antiokhia, mereka dihentar oleh jemaat. Tiba di Yerusalem mereka disambut oleh jemaat. Bisa saja ada jemaat yang berkomentar “Paulus ini yang pernah membunuh saudara dan papa saya dulu, masakan saya mau menyambut dia”. Tetapi jemaat ini siap menyambut dan tidak melihat lagi masa lalu Paulus. Jadi jemaat ini semua aktif dalam pelayanan, mereka kreatif bukan jadi penonton, inilah ciri-ciri jemaat calon Mempelai Wanita Tuhan dari bangsa kafir. Kalau anda tidak mampu secara fisik, anda bisa dengan cara lain yaitu berdoa.

Ayat ketiga menceritakan tubuh yaitu Mempelai Wanita, ayat yang keempat menceritakan Kepala, itulah Tuhan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga. Pelayanan Paulus lengkap, dia bercerita tentang Tubuh dan dia bercerita tentang kepala. Inilah injil sepenuh. Injil sepenuh berbicara tentang Kepala dan Tubuh, Yesus Mempelai Laki-laki Sorga dan gereja Tuhan Mempelai WanitaNya. Injil sepenuh menceritakan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga yang merindukan Mempelai WanitaNya, itu sebabnya Dia duduk di tenda Daud di takhta Daud merindukan kehadiran gereja Tuhan/ mempelai wanitaNya.

Kisah Para Rasul 15:5
15:5 Tetapi beberapa orang dari golongan Farisi, yang telah menjadi percaya, datang dan berkata: "Orang-orang bukan Yahudi harus disunat dan diwajibkan untuk menuruti hukum Musa."

Keberadaan Firman pengajaran yang sehat ini mau dicemarkan dengan Taurat. Itu menunjuk masa silam.
Ibrani 8:13
8:13 Oleh karena Ia berkata-kata tentang perjanjian yang baru, Ia menyatakan yang pertama sebagai perjanjian yang telah menjadi tua. Dan apa yang telah menjadi tua dan usang, telah dekat kepada kemusnahannya.

Yang tua atau usang tidak bisa dikombinasikan dengan yang baru. Kalau orang mengkombinasikan Taurat dan rahmat/ menerima Taurat dan menerima juga rahmat berarti zinah rohani. Ini menggangu, yaitu orang-orang yang mau menarik kita kembali pada Taurat.

Kisah Para Rasul 15:6
15:6 Maka bersidanglah rasul-rasul dan penatua-penatua untuk membicarakan soal itu.

Penatua ini artinya matang rohani. Jemaat di luar, tidak ikut-ikut campur persoalan pengajaran. Yang terlibat di dalam adalah hamba Tuhan dan penatua yang matang rohaninya. Setelah terjadi pertemuan itu untuk sementara waktu mereka bersitegang leher.
Kisah Para Rasul 15:6-7 (Terjemahan Lama)
15:6 Maka rasul-rasul dan ketua-ketua itu pun berhimpunlah hendak menimbangkan hal itu.
15:7 Apabila mereka itu sedang bertengkar-tengkar sangat, bangkitlah Petrus serta berkata kepada mereka itu, "Hai Tuan-tuan dan Saudara-saudara, kamu ketahui bahwa sudah lama Allah memilih aku di antara kamu, supaya dengan lidahku orang kafir harus mendengar firman Injil, lalu percaya.

Kisah Para Rasul 15:7
15:7 Sesudah beberapa waktu lamanya berlangsung pertukaran pikiran mengenai soal itu, berdirilah Petrus dan berkata kepada mereka: "Hai saudara-saudara, kamu tahu, bahwa telah sejak semula Allah memilih aku dari antara kamu, supaya dengan perantaraan mulutku bangsa-bangsa lain mendengar berita Injil dan menjadi percaya.
Untung teman-teman Petrus tidak mengatakan “kapan kami menunjuk engkau?”. Mereka semua percaya dan menghargai yang dituakan ini.

Kisah Para Rasul 15:8-9
15:8 Dan Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-Nya untuk menerima mereka, sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka sama seperti kepada kita,
15:9 dan Ia sama sekali tidak mengadakan perbedaan antara kita dengan mereka, sesudah Ia menyucikan hati mereka oleh iman.

Pemaparan Petrus saat itu membuat mereka diam. Kemudian diambil alih oleh Yakobus saudara Yesus dan dia mengangkat pondok Daud. Jadi jangan salah, berbicara pondok Daud hubungannya dengan penampilan gereja dari bangsa kafir. Ini yang dinanti-nanti oleh Yesus, Dia akan memerintah dalam keadilan dan kebenaran sekaligus menjadikan kita isteriNya dalam keadilan dan kebenaran.
Hosea 2:18
2:18 Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang.

Itu sebabnya dalam Amos 9:15 dikatakan mereka akan ditetapkan untuk tinggal selama-lamanya di negeri ini. Apakah negeri Palestina sana? Tidak, itu bukan negeri kita.

Jadi Pondok Daud yang ditafsirkan sebagai pujian dan penyembahan sebenarnya lari dari tujuan ayat itu.

Saya berterima kasih kepada Tuhan sebab saya menemukan Kabar Mempelai ini maka mata saya  dicelikkan oleh Tuhan dan oleh kemurahan Tuhan hal itu makin dinyatakan oleh Tuhan. Apa artinya kita beribadah kalau rahasia Allah tidak dinyatakan kepada kita. Kalau seperti itu lebih baik kembali pada gereja yang dulu. Kasihan kalau beribadah tanpa pembukaan rahasia Firman sebab tidak mendapat perlindungan dari Tuhan.

Tuhan Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar