20150521

Kebaktian Ucapan Syukur, Kamis 21 Mei 2015 Pdt. Bernard Legontu



Salam sejahtera di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Kidung Agung 1:7
1:7 Ceriterakanlah kepadaku, jantung hatiku, di mana kakanda menggembalakan domba, di mana kakanda membiarkan domba-domba berbaring pada petang hari. Karena mengapa aku akan jadi serupa pengembara dekat kawanan-kawanan domba teman-temanmu?

Hubungan Sulamit dengan Salomo mengkiaskan hubungan gereja dengan Tuhan kepala gereja. Sulamit mereka tidak nyaman berada dalam penggembalaan teman-teman Salomo. Itu sebabnya dia mencari di mana Salomo menggembalakan domba-domba mengingat keadaan sudah petang, kegelapan sudah akan datang. Domba tidak akan nyaman kalau tidak berada dalam penggembalaan.

Manusia mengupayakan minimal bisa menikmati dunia ini dengan aman dan nyaman. Tetapi Firman Tuhan tidak bisa dibantah, yang dirasakan oleh Sulamit seyogyanya ada pada kita. Kalau gereja Tuhan mengaku Yesus sebagai Mempelai Laki-laki Sorga maka kita harus menyapa Yesus seperti Sulamit menyapa yaitu dengan perkataan kakanda. Siapa kakanda kita?
II Korintus 11:2
11:2 Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.

Rasul Paulus pribadi yang spesial diangkat Tuhan menjadi rasul untuk bangsa kafir. Dia berkata dia mempertunangkan jemaat dengan Yesus. Gereja Tuhan diibaratkan wanita yang dipertunangkan dengan Yesus. Kondisi gereja dibenarkan, disucikan dan disempurnakan lewat pekerjaan Firman, Roh dan kasih. Jangan kita stagnan, hanya mengenal Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Penggembalaan kita tidak akan mencapai kedudukan sebagai Tubuh dan dan menerima Yesus sebagai kepala kalau kita hanya sampai pada level seperti itu.

Pembukaan rahasia Firman Allah itu mendorong kita masuk dalam persiapan waktu terakhir menjelang kedatangan Tuhan yang ke 2 kali.
Efesus 1:8-10
1:8 yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian.
1:9 Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus
1:10 sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi.
Indah kalau dalam perhimpunan ada layanan Yesus sebagai Imam Besar dan Dia menyatakan isi hatiNya. Alkitab ini adalah isi hati Tuhan, kerinduan hati Allah, pikiran Allah, kehendak Allah yang dinyatakan kepada kita utamanya kita bangsa kafir. Karena di tengah kita bangsa kafir rahasia Firman dibukakan. Kepada bangsa Yahudi, Tuhan percayakan Firman. Tetapi rahasia Firman tidak dibukazkan kepada mereka namun kepada kita bangsa kafir.

Alangkah tidak bijak kita bangsa kafir kalau Tuhan melayani dengan pembukaan rahasia Firman lalu menutup hati. Jangan tunggu Tuhan kembali kepada bangsa Israel. Bawa dirimu dalam penggembalaan di mana anda bisa mengetahui isi hati Salomo (Yesus).

Sulamit bertanya pada waktu petang, berarti kegelapan sudah mau menyergap kehidupannya. Kalau dia ada di sana, dia tidak aman. Dia bertanya “di mana engkau membaringkan”. Ternyata dalam penggembalaan Salomo ada ketenangan.
Kidung Agung 1:7
1:7 Ceriterakanlah kepadaku, jantung hatiku, di mana kakanda menggembalakan domba, di mana kakanda membiarkan domba-domba berbaring pada petang hari. Karena mengapa aku akan jadi serupa pengembara dekat kawanan-kawanan domba teman-temanmu?

Ada ketenangan sebab ada pemeliharaan, ada perlindungan. Tidak mungkin Kepala membiarkan Tubuhnya. Kalau kita mengatakan Yesus adalah Kepala maka itu status suami, kalau kita mengatakan kita adalah Tubuh Kristus maka itu status isteri. Itu sebabnya hubungan Yesus dengan gereja digambarkan sebagai hubungan suami isteri. Kalau Tuhan adalah suami kita maka Dia tidak akan membiarkan laki-laki lain untuk menggagahi isterinya, laki-laki lain itulah antikristus sudah akan datang. Kurang lebih 6000 tahun manusia sudah mendiami dunia, silih berganti generasi mendiami dunia dengan derita sengsara. Tetapi Yesus mengatakan dengan derai air mata “akan terjadi sengsara lebih dari yang sudah-sudah dan setelah itu tidak ada lagi”.

Yang dirindukan oleh Sulamit ialah jangan sampai dia jatuh dalam cengkraman antikristus.
Kidung Agung 3:7
3:7 Lihat, itulah joli Salomo, dikelilingi oleh enam puluh pahlawan dari antara pahlawan-pahlawan Israel.

Ini kerinduan hati Sulamit, berada di samping Salomo. Itulah nilai penggembalaan. Dia rindu ada di sana karena dia ingin dikawal oleh 60 pahlawan. Ketika Tuhan berjanji pada bangsa Israel untuk memberikan tanah Kanaan, Tuhan mengatakan akan mengawal mereka.
Ulangan 11:11-12
11:11 Tetapi negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya, ialah negeri yang bergunung-gunung dan berlembah-lembah, yang mendapat air sebanyak hujan yang turun dari langit;
11:12 suatu negeri yang dipelihara oleh TUHAN, Allahmu: mata TUHAN, Allahmu, tetap mengawasinya dari awal sampai akhir tahun.

Mereka berada di daerah yang bergunung-gunung dan berlembah-lembah dan mereka hanya menanti hujan turun. Di tanah kanaan mereka hanya bersandar sepenuh pada kemurahan Tuhan. Turunya hujan itulah kemurahan Tuhan kepada gereja Tuhan dan itu dikawal oleh Tuhan.

Lokasi mereka dikawal oleh Tuhan, masakan nikah mereka tidak dikawal oleh Tuhan. Bawalah nikah untuk dikawal. Jangan kita mempermainkan nikah, kalau mempermainkan nikah sama dengan tidak merasa dikawal oleh Tuhan. Kalau merasa dikawal oleh Tuhan, ketika suami berpergian walaupun isteri tidak ikut serta, dia merasa dikawal oleh Tuhan. Ketika suami pergi dan isteri ada di rumah, isteri akan merasa “saya dikawal oleh Tuhan”. Kita harus mengimani ini karena kita mendirikan iman atas dasar Alkitab (Firman Allah).

Kidung Agung 3:8
3:8 Semua membawa pedang, terlatih dalam perang, masing-masing dengan pedang pada pinggang karena kedahsyatan malam.

Dikawal oleh pedang, Firman itu lebih tajam dari pedang bermata dua, itu yang akan mengawal kita.
Ibrani 4:12
4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

Nikah bukan permainan, nikah bukan tempat pelampiasan hawa nafsu. Di dalam nikah Tuhan mencari benih Ilahi.

Kedahsyatan malam itu yang ditakuti oleh Sulamit. Suami jangan coba berjalan sendiri sehingga putus hubungan dengan isteri. Kalau nikah tidak dikawal akan masuk dalam nikah yang bejat, yaitu Babel sundal besar.

Kidung Agung 3:6
3:6 Apakah itu yang membubung dari padang gurun seperti gumpalan-gumpalan asap tersaput dengan harum mur dan kemenyan dan bau segala macam serbuk wangi dari pedagang?

Gumpalan asap berarti ada yang dibakar. Kalau dibakar berarti tidak dipertahankan, berarti ada yang dikorbankan. Penyembahan kita bagaikan dupa yang dibakar. Kita harus memberikan prioritas penyembahan kita kepada Tuhan. Itu bagaikan pedupaan yang dibakar dan asapnya naik. Semakin naik makin jauh dari permukaan bumi dan makin dekat dengan hadirat Allah makin jauh kita dari dunia yang mau menarik kita. Itu terjadi di tengah padang gurun. Di tengah suasana yang tidak menyenangkan tetapi umat Tuhan bisa memberikan penyembahan.

Penyembahan dalam bahasa Gerika adalah Proskoneho yang artinya:
1.      Seperti anjing menjilat kaki tuannya.
2.      Seperti isteri menyerah sepenuhnya kepada suaminya.

Itu yang dirindukan oleh Sulamit, dia ingin berada di mahligai Salomo. Tidak mungkin Salomo memiliki ini dan itu kemudian Sulamit akan kekurangan. Tidak mungkin kita dimiliki Yesus lalu kita harus menderita dalam kekurangan dan kepayahan, Tuhan akan memelihara kita utamanya rohani kita.

Mur dan kemenyan adalah isi dari pedupaan. Ayat tujuh dan kedelapan adalah tanggapan dari ayat enam yaitu nikah yang dilindungi. Itulah kerinduan hati Sulamit.
Kidung Agung 3:9-10
3:9 Raja Salomo membuat bagi dirinya suatu tandu dari kayu Libanon.
3:10 Tiang-tiangnya dibuatnya dari perak, sandarannya dari emas, tempat duduknya berwarna ungu, bagian dalamnya dihiasi dengan kayu arang. Hai puteri-puteri Yerusalem,

Dalam terjemahan lain tandu itu disebut kereta. Setelah dilindungi maka Tuhan membawa dengan kereta, itu menunjuk penyingkiran gereja dari apa yang akan menimpa dunia. Setelah itu ayat 11 berbicara pesta nikah Anak Domba Allah.
Kidung Agung 3:11
3:11 puteri-puteri Sion, keluarlah dan tengoklah raja Salomo dengan mahkota yang dikenakan kepadanya oleh ibunya pada hari pernikahannya, pada hari kesukaan hatinya.

Dalam Matius pasal 22 dan Lukas pasal 14 kita diarahkan oleh Tuhan untuk masuk dalam pesta nikah yang rohani dimana dikisahkan pesta nikah anak raja. Siapa raja itu? Itulah Allah Bapa dan anak raja itulah Tuhan Yesus. Siapa mempelai wanitaNya? Gereja Tuhan yang dikatakan bertunangan dengan Tuhan Yesus.

Lukas 17:26-27
17:26 Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia:
17:27 mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua.

Alkitab mengatakan hanya 8 yang diselamatkan pada zaman Nuh. Waktu itu tidak ada bayi yang selemat. Untuk menolong bayi, untuk menolong buah nikah maka nikah yang harus lebih dahulu terbenahi. Pada kedatangan Tuhan Yesus pada kali yang pertama, untuk memperlihatkan kemuliaanNya Tuhan melakukan mujizat di pesta nikah. Selanjutnya dalam Yohanes pasal 4, tepat jam 12 Tuhan Yesus membenahi nikah yang sudah amburadul. Masuk pada akhir pasal 4 dikisahkan pada jam 1 anak itu ditolong oleh sebab nikah lebih duluan ditolong. Kalau mau melihat anak kita ditolong maka nikah bapa dan ibu harus lebih dahulu ditolong. Jangan kita seperti ini:
Yesaya 22:13
22:13 tetapi lihat, di tengah-tengah mereka ada kegirangan dan sukacita, membantai lembu dan menyembelih domba, makan daging dan minum anggur, sambil berseru: "Marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati!"

Ini kehidupan orang Israel, kehidupan orang percaya tetapi tidak memiliki pengharapan. Kehidupan yang memiliki pengharapan, mulai dari pribadinya,  nikahnya dan anak-anaknya dia beri untuk disucikan lewat Firman pengajaran.
I Yohanes 3:3
3:3 Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

Jabatan rasul dan jabatan-jabatan yang lain diangkat sebelum Yesus mati dan bangkit. Tetapi jabatan gembala diangkat setelah pengalaman mati dan bangkit. Jabatan gembala bukan jabatan yang cuma dilihat dengan ekor mata tetapi itu seharga korban Kristus sebab itu diangkat oleh Tuhan Yesus setelah mengalami pengalaman mati dan bangkit. Jadi jabatan gembala itu seharga Korban Kristus, jangan dientengkan. Bawalah dirimu dalam penggembalaan yang menghargai Korban Kristus.

Pengangkatan Petrus menjadi gembala dikisahkan dalam Yohanes 21:13-15. Kisah itu diawali dengan penangkapan 153 ekor ikan. Sebelum mujizat penangkapan ikan untuk kedua kalinya Yesus merubah panggilan kepada murid-muridNya. Waktu itu Tuhan Yesus merubah panggilan terhadap murid-muridnya dengan memanggil “anak-anakku”. Berarti Yesus merasa mereka adalah keluargaNya. Walaupun Petrus telah meninggalkan jabatannya, telah meninggalkan Tuhannya dan kembali pada profesinya yang lama, Tuhan mengejar dia dan Tuhan kembalikan pada jabatan semula bahkan ditambah dengan jabatan gembala.

Ini yang dicari oleh Sulamit, gembala yang diangkat oleh Tuhan Yesus setelah pengalaman mati dan bangkit yang diawali dengan penangkapan ikan 153 ekor. 153 ini menunjuk Tabernakel. 100 hasta panjangnya Tabernakel, 50 hasta lebarnya Tabernakel, 3 menunjuk tingkatan Tabernakel yaitu halaman, ruangan suci dan ruangan maha suci. Petrus benar-benar memahami ajaran ini.

Jangan sampai kita mengisi hidup kita hanya dengan minuman keras. Jangan berkata “mari kita makan dan minum sebab besok kita mati”. Itu kehidupan yang tidak punya pengharapan menanti kedatangan Tuhan Yesus pada kali yang kedua. Lebih sial lagi kalau diinjeksi dari pelayan-pelayan bahwa Yesus tidak akan datang, kalau sudah mati itu berarti Yesus sudah datang. Itu pembohongan! Orang seperti itu tidak usah lagi memakai Alkitab.
I Korintus  15:32
15:32 Kalau hanya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan manusia saja aku telah berjuang melawan binatang buas di Efesus, apakah gunanya hal itu bagiku? Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka "marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati".

Inilah kehidupan yang ditemukan oleh rasul Paulus dalam sidang jemaat Korintus dan Paulus melihat dalam hidup masa lampau bersama rekan-rekannya pada zaman sebelum dia bertobat, mereka berbuat seperti yang tadi disebutkan dalam Yesaya 22:13.

Efesus 1:8-10
1:8 yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian.
1:9 Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus
1:10 sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi.

Itulah bahasa nikah yang rohani, pernikahan Kristus dengan gerejaNya.
Efesus 5:30-32
5:30 karena kita adalah anggota tubuh-Nya (daging dan tulangNya).
5:31 Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
5:32 Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.

Ini rahasia nikah Kristus dan gereja, rahasia yang besar. Kenapa justru banyak orang yang alergi? Karena mendengar ini ditanggapi dengan pikiran daging.

Pertanyaan dari Sulamit di jawab oleh Salomo.
Kidung Agung 1:8
1:8 -- Jika engkau tak tahu, hai jelita di antara wanita, ikutilah jejak-jejak domba, dan gembalakanlah anak-anak kambingmu dekat perkemahan para gembala.

Dombanya hanya satu tetapi jejaknya yang banyak. Dombanya itulah Yesus yang jejaknya dimulai dari tepi sungai Yordan sampai pada jejak yang terakhir dalam pesta nikah Anak Domba Allah. Ini yang harus kita tapaki.

Benar sekarang ini kita sudah mengayunkan langkah mengikuti jejak awal tetapi kita harus menuju sampai pada jejak yang terakhir. Jangan sampai salah memandang, kalau salah memandang maka orang itu akan dirangkul oleh antikristus.

Kedatangan Yesus dalam peristiwa Epipani akan dialami oleh semua orang. Tetapi kedatangan Yesus dalam peristiwa Pharusia di mana Dia datang seperti pencuri untuk menyingkirkan gerejaNya di padang gurun apakah saudara akan alami? Ketika itu Tuhan akan menyingkirkan isteri Anak Domba Allah yang mengikuti jejak-jejak Domba ini. 

Yohanes 1:29
1:29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.

Jejak awal itulah ketika kita mengkuburkan diri dalam baptisan air dan kita harus mengayunkan langkah sampai pada jejak yang terakhir:
Wahyu 19:6-7
19:6 Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

Tidak ada bahasa lain yang bisa menutupi telinga mereka selain bahasa “Haleluya” ketika pernikahan Anak Domba Allah. PengantinNya yang telah siap sedia ini adalah gereja Tuhan yang masuk dalam halaman Tabernakel berarti dibenarkan, masuk dalam ruangan suci berarti disucikan dan masuk dalam ruangan maha suci berarti disempurnakan. Kita sedang mengayunkan langkah menuju ke sana, jangan kita salah pandang, ikuti jejak-jejak Anak Domba Allah.
Wahyu 21:9
21:9 Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba."

Ketujuh cawan ini adalah penghukuman yang terakhir, ini adalah hukuman Allah Bapa kepada dunia. Ada tujuh hukuman Allah Anak dalam bentuk sangkakala dan ada tujuh hukuman Roh Kudus dalam bentuk pembukaan meterai. Jadi kita diperhadapkan dengan dunia yang akan dihukum oleh Tuhan dengan 21 bela. Di mana kita mau lari? Sampai hukuman hujan batu dari langit seberat 100 pon.

Taruh pribadi dan nikah kita dalam penggembalaan yang memimpin kita mulai dari jejak awal sampai pada jejak yang akhir. Jangan sampai pandangan mata kita keluar dari situ. Bawa dirimu dalam penggembalaan sebab Tuhan merindukan kita. Di Efesus Tuhan membukakan rahasia Firman yang mayoritas kafir. Efesus artinya yang dirindukan.

Kalau bapak ibu dirindu oleh Tuhan pasti diizinkan Tuhan mendengarkan rahasia ini. Bapak ibu akan didorong untuk mendengarkan pembukaan rahasia Firman Allah ini karena dirimu dirindu oleh Tuhan. Kita semua dirindu oleh Tuhan, Tuhan rindu merangkul kita.

Sulamit berteriak “sekarang sudah petang, bawa saya pada penggembalaanmu. Kawali saya dengan 3x20 pahlawan”. 3 menunjuk Tritunggal Allah dan 20 adalah kesabaran Allah menanti kita. Tuhan sabar menanti kita.
II Petrus 3:9,15
3:9 Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.
3:15 Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya.

Tuhan Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar